Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan dan Profil Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kulit Batang Alkesa (Pouteria campechiana) Tarso Rudiana; Dimas Danang Indriatmoko; Dede Rohim
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.33567

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami adalah Alkesa (Pouteria campechiana). Tanaman P. campechiana mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin katekat, monoterpen, dan seskuiterpen. Senyawa flavonoid dan fenolik dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit batang P. campechiana dan profiling  senyawa metabolit sekunder pada ekstrak teraktifnya. Kulit batang P. campechiana diekstraksi secara bertahap dengan menggunakan pelarut organik dengan berbagai tingkat kepolaran diantaranya n-heksana, etil asetat, dan metanol. Masing-masing ekstrak dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Ekstrak metanol memiliki aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar73,89 ppm, diikuti oleh ekstrak etil asetat dan n-heksana dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 84,03 dan 339,10 ppm. Bedasarkan analisis LCMS/MS Ekstrak metanol mengandung senyawa kafein dan acaciin.
PENETAPAN ALPHA HYDROXY ACID SARI BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Dimas Danang Indriatmoko; Nani Suryani; Tarso Rudiana; Mila Kurniah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2663

Abstract

Alpha Hydroxy Acid (AHA) adalah asam organik yang terdiri dari 2 (dua) rantai karbon atau lebih yang semakin panjang rantai karbonnya akan semakin besar berat molekulnya. AHA adalah kelas senyawa kimia yang sering digunakan dalam kosmetik dan dermatologi. Beberapa buah dilaporkan mengandung senyawa AHA yaitu, asam sitrat dalam buah jeruk dan nanas, asam glikolat dalam tebu, asam laktat dalam tomat, asam malat dalam apel dan anggur, dan asam tartrat dalam anggur. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan kadar AHA yang terkandung dalam buah ceremai (Phyllanthus acidus L.) dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sari buah P.acidus dikeringkan dengan metode pengeringan beku. Kemudian senyawa AHA dalam ekstrak kering P.acidus yaitu asam glikolat dan asam sitrat dianalisis menggunakan KCKT dengan jenis kolom Capcell PAK C18 UG120S-5mm(4,6 X 250 mm); detektor UV Vis 210 nm; kecepatan alir 0,5 ml/menit; fase gerak asam fosfat dan asetonitril. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa kadar asam glikolat dan asam sitrat masing-masing adalah 27,8 % dan 39,8 %.
PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID SERTA AKTIVITAS INHIBISI ENZIM TIROSINASE FREEZE DRY JUS BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini (L.) Skeels) Nani Suryani; Dimas Danang Indriatmoko; Alfi Mahmudah; Dodik Efendi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v19i1.1331

Abstract

The skin is the largest organ that protects the body from various traumas such as thermal, chemical, and ultraviolet radiation. Melanin biosynthesis is the conversion of L-Tyrosine (4-hydroxyphenylalanine) to L-DOPA (L-3,4-dihydroxyphenylalanine) with the help of the tyrosinase enzyme. Phenolics and flavonoids significantly affect the inhibition of tyrosinase activity. Phenolics and flavonoids are thought to be contained in the fruit of Syzygium cumini. This study aimed to determine the levels of phenolics and flavonoids and to determine the tyrosinase enzyme inhibitory activity of freeze-dried S. cumini fruit juice. The method used to determine the levels of phenolics and flavonoids using UV-Vis spectrophotometry and tyrosinase inhibition test using in vitro ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent assay). S. cumini contains total phenolic is 0.13155 mg GAE/g and total flavonoid is 37,333 mgQE/g. Freeze dry fruit juice of S. cumini has potential as a tyrosinase enzyme inhibitor at 31.25 ppm (14.846%), 62.5 ppm (16.246%), 125 ppm (19.238%), 250 ppm (22.059%), 500 ppm (25.665). %), 1000 ppm (32.283%) and 2000 ppm (44.188%).
AKTIVITAS EKSTRAK BIJI BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT DAN SEL TUMOR KELENJAR SUSU MENCIT C3H SECARA IN VITRO Dimas Danang Indriatmoko1; Shirly Kumala2; Kusmardi 3
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i2.81

Abstract

Pandanus conoideus Lam. dilaporkan memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan tumor. Penghambatan terhadap sel tumor dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung yaitu dilakukan melalui stimulasi terhadap sel yang berperan dalam menimbulkan responss imun terhadap tumor seperti sel limfosit. Telah dilakukan pengujian aktivitas buah merah terhadap proliferasi sel limfosit dan sel tumor kelenjar susu secara in vitro. Pengujian dilakukan dengan menggunakan buah merah yang diekstraksi dengan tiga macam pelarut yang berbeda polaritasnya yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Sel limfosit diisolasi dari limpa mencit bertumor kelenjar susu yang diperoleh dengan cara transplantasi. Pengujian terhadap sel tumor dilakukan terhadap sel tumor kelenjar susu yang diperoleh dari mencit yang sama dengan mencit untuk isolasi sel limfosit. Setelah itu diberi perlakuan dengan ekstrak buah merah sesuai tingkat konsentrasi masing-masing ekstrak. Kemudian diinkubasi dalam inkubator CO2 5% 37OC.Pengamatan dilakukan setelah inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam untuk sel limfosit serta 24 dan 48 jam untuk sel tumor kelenjar susu. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak yang paling baik dalam meningkatkan respons imun adalah ekstrak n-heksan dengan konsentrasi 0,0875 mg/mL dan ekstrak yang paling baik untuk menghambat pertumbuhan sel tumor kelenjar susu adalah ekstrak n-heksan dengan konsentrasi 0,14 mg/mL. Kata kunci : Pandanus conoideus Lam., limfosit, limpa mencit, tumor kelenjar susu, proliferasi
Antibacterial Activity of Kecombrang Rod Extract (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) on Dental Plaque Bacteria Streptococcus mutans Nani Suryani; Devi Nurjanah; Dimas Danang Indriatmoko
Jurnal Kartika Kimia Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.748 KB) | DOI: 10.26874/jkk.v2i1.19

Abstract

Dental plaques are formed by biofilms that cover the surface of the tooth. Biofilm is a mucous layer consisting of millions of bacterial cells, saliva and food scraps. When biofilm formation is out of control, it will easily thicken on the tooth surface called plaque. This biofilm is a good place for colonization and growth of various types of bacteria, one of which is the Sterpotococcus mutans bacteria. S. mutans bacteria can form colonies that are firmly attached to the tooth surface and are cariogenic bacteria that are able to ferment sucrose (carbohydrates) into acid, reduce the pH of the tooth surface and cause tooth mineralization. So for the control of these bacteria, preparations containing antibacterials are used, one of which is natural ingredients, namely Kecombrang. The aim of this study was to determine the antibacterial activity of the Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. stem extract extracted by solvent based on the level of polarity. Antibacterial activity testing of extracts was divided into 5 groups, namely for n-hexane, ethyl acetate, ethanol extract 20, 40, 60 and 80%, positive control of minosep and negative control (DMSO). The test results showed that E. elatior (Jack) RMSm.) contained secondary metabolites of flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids and alkaloids, ethyl acetate extracts with concentrations of 20, 40, 60 and 80%, having strong antibacterial activity against S. mutans of 17.22; 17,55; 17.77 and 18.55 mm, higher than the positive control of Minosep which has antibacterial activity of 16.55 mm.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Pati Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) Sebagai Penghancur Terhadap Kadar Zat Aktif dan Uji Batas Mikroba Tablet Parasetamol 500 mg Indriatmoko Danang Dimas; Nani Suryani; Dwi Putri Lestari; Tarso Rudiana
Jurnal Kartika Kimia Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.485 KB) | DOI: 10.26874/jkk.v2i2.39

Abstract

Sediaan tablet terdiri atas zat aktif dan eksipien. Eksipien atau zat tambahan pada formulasi tablet dapat berupa zat pengisi, zat pengikat dan adhesif, disintegran (penghancur), lubrikan, glidan, antiadheren, adsorben, zat penyedap, dan zat pewarna. Eksipien merupakan zat inert secara fisik, kimia, dan farmakologi yang ditambahkan ke dalam formulasi sediaan tablet untuk membantunya memenuhi persyaratan proses teknologi, persyaratan spesifikasi teknis, fisik, penampilan, persyaratan mutu resmi (farmakope). Eksipien penting untuk sediaan tablet adalah bahan penghancur. Bahan penghancur mempengaruhi pelepasan zat aktif obat dari sediaan untuk kemudian dapat memberikan efek terapi yang diinginkan. Salah satu bahan penghancur adalah amilum atau pati. Tanaman yang berpotensi memiliki kadar pati yang tinggi adalah talas beneng. Umbi Xanthosoma undipes K. Koch sendiri memiliki kadar pati sebesar 15.21%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati talas beneng terhadap kadar dan batas mikroba tablet parasetamol 500 mg. Pembuatan tablet dilakukan dengan kempa langsung dengan variasi konsentrasi pati talas beneng sebagai penghancur yaitu 0% (FI), 5% (FII), 10% (FIII) dan 15% (IV). Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi persyaratan kadar Farmakope Indonesia yaitu FI = 100,27%; FII = 99,95%; FIII = 100,06%; dan FIV 99,85%. Uji batas mikroba menunjukkan bahwa Angka Lempeng Total FI = 20 cfu/g; FII = 35 cfu/g; FIII = 10 cfu/g; FIV = 50 cfu/g. Angka Kapang Kamir yaitu FI = 110 cfu/g; FII = 100 cfu/g; FIII = 50 cfu/g; FIV = 150 cfu/g. Uji bakteri patogen menunjukkan bahwa semua formula tidak tercemar bakteri patogen. Kata kunci: tablet, Xanthosoma undipes K.Koch, parasetamol, penetapan kadar, mikroba
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) Tarso Rudiana; Dimas Danang Indriatmoko; Komariah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.12377

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun salam(Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aktivitas antioksidan dan total fenolik pada ekstrak dan kombinasi ekstrak etanol daun salam dandaun kelor. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrak etanol daunsalam dan daun kelor serta kombinasi dengan formula 1:1; 2:1; dan 1:2 diuji aktivitas penghambatan radikalbebas DPPH (1,1-Difenil-2- Pikrilhidrazil). Ekstrak dan formula terbaik sebagai antioksidan dianalisis totalfenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengannilai IC50 sebesar 31,14 ppm dengan total fenolik sebesar 111,89 mg GAE/g. Ekstrak etanol daun kelormemiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 71,27 ppm dengan total fenolik sebesar 17,12 mgGAE/g. Kombinasi ekstrak etanol daun salam dan daun kelor dengan perbandingan (2:1) memiliki aktivitasantioksidan yang tertinggi yaitu sebesar 28,55 ppm dengan total fenol sebesar 61,48 mg GAE/g.
Antioxidant Activity of Nutmeg Mace (Myristica fragrans) Graded Extract Ghina Siti Nurhayati; Dimas Danang Indriatmoko; Erwi Widi Kristiadi; Anisa Fitriani; Tarso Rudiana
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.38188

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans) contains essential oils and can be applied in industrial scale because it has medicinal benefits such as stimulating the heart system, stomachache, rheumatism, muscle pain, toothache, eliminating toxins in the liver, flatulence, and antioxidant. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the nutmeg mace graded extract. The research methods include plant determination, sample preparation, extraction by maceration method, phytochemical test, and antioxidant test using the DPPH method. The yield of Mace Nutmeg extract obtained was 30.3% n-hexane, 8.79% ethyl acetate, and 3.79% methanol and the IC50 value of each mace nutmeg extract, namely the n-hexane extract was 56.22±1.15 ppm, 20.39±0.13 ppm ethyl acetate extract and 17.89±0.10 ppm methanol extract. From these results, it can be concluded that mace nutmeg extract has antioxidant activity with a strong category.
Profiling Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Aktif Antihiperkolesterolemia Dari Herba Ketumpang Air (Peperomia pellucida L) Tarso Rudiana; Dimas Danang Indriatmoko; Neneng Rohimah; Farhan Riza Afandi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 11, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2022.v11.i01.p05

Abstract

Herba ketumpang air (Peperomia pellucida L) contains bioactive compounds such as alkaloids, saponins, flavonoids, and steroids which are thought to be efficacious as antihypercholesterolemia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of herba P. pellucida extracts as antihypercholesterolemia in vitro and characterize the active fraction. Extraction using ultrasonication methods with stratified organic solvents, such us n-hexane, ethyl acetate, and methanol. The fraction of n-hexane, ethyl acetate, and methanol were tested for cholesterol reduction activity in vitro by photometry method, cholesterol was reacted with Lieberman-Burchard reagents then analyzed using a UV-Vis spectrophotometer. The fraction that has the best activity is characterized by using a Liquid Chromatographic Mass Spectrometer (LCMS). Ethyl acetate fraction had the best activity to reduce cholesterol with a value EC50 of 196.43 ppm. Based on phytochemical tests the active fraction of ethyl acetate contains alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. Results of LCMS analysis of ethyl acetate fraction at a retention time of 4.97; 7.82; and 10.80 are thought to contain active compounds of the flavonoid group namely velutin, casticin, and dihydrochalcone.
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Tablet Allopurinol 100 Mg Menggunakan Pati Beras Merah (Oryza Nivara) Sebagai Bahan Pengikat Dengan Metode Granulasi Basah Siti Hujatul Hasanah; Agus Setiawan; Lucky Dita Agustiansyah; Dimas Danang Indriatmoko; Candra Junaedi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merah (Oryza nivara) umumnya hanya dikenal sebagai bahan pangan pokok. Padahal, beras ini mengandung komponen pati, yang terdiri atas amilosa dan amilopektin, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pati dari beras merah terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan empat variasi formula: satu formula menggunakan pengikat sintetis, sedangkan tiga lainnya memakai pati beras merah dengan konsentrasi berbeda. Formula 0 menggunakan PVP 8%, sementara Formula I, II, dan III masing-masing mengandung pati beras merah sebesar 8%, 12%, dan 16%. Evaluasi sifat fisik tablet menunjukkan bahwa penggunaan pati beras merah menghasilkan tablet dengan bobot dan ukuran yang seragam, kekerasan dalam rentang 4–8 kg, waktu hancur di bawah 15 menit, serta tingkat kerapuhan antara 0,5–1%. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p = 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi konsentrasi pati beras merah memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol.