cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Studi Perbandingan Kinerja Serbuk dan Arang Biji Salak Pondoh (Salacca zalacca) pada Adsorpsi Metilen Biru Dwi I. Hikmawati
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.475 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18478

Abstract

Pembuatan adsorben dengan memanfaatkan limbah biomassa terus dilakukan dalam rangka memperoleh material alternatif yang memiliki efektifitas tinggi. Adsorben seharusnya dibuat dari material yang mudah diperoleh, proses pembuatan mudah, ramah lingkungan, biaya operasional rendah, dan dapat diperbaharui. Dalam penelitian ini, adsorben berbasis biomassa berhasil dibuat dengan dua variasi, yaitu serbuk biji (SSzM) dan arang biji (SSzC) salak pondoh (Salacca zalacca). Masing-masing adsorben dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terdapat di permukaan padatan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa SSzM dan SSzC memiliki kemiripan serapan dengan beberapa pergeseran bilangan gelombang dan perbedaan intensitas puncak. Kinerja adsorben diuji untuk adsorpsi larutan metilen biru (MB) melalui sistem batch pada suhu ambien (30°C) tanpa pengukuran pH dengan kecepatan pengadukan 700 rpm. Sistem dikerjakan dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi awal larutan MB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua material dapat mengadsorpsi MBdengan baik. Secara keseluruhan aktivitas adsorpsi SSzC lebih tinggi daripada SSzM. Pengurangan konsentrasi MB terbesar oleh adsorben SSzM diperoleh pada waktu kontak 30 menit dengan konsentrasi awal 100 ppm yaitu sebesar 97,90%, sedangkan SSzC menunjukkan efisiensi sebesar 98,48% pada kondisi yang sama.
Sintesis Senyawa 5-(4'-klorobenzilidena)imidazolina-2,4-dion Muhammad Naufal; Rani Maharani; Ika Wiani
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.085 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12820

Abstract

Senyawa benzalhidantoin atau 5-benzilidena-imidazolidina-2,4-dion (3) merupakan senyawa yang dapat diisolasi dari spons merah laut Laxosubrites sp. dan memiliki aktivitas antikejang serta antikanker prostat PC-3M. Senyawa tersebut sudah disintesis sejak beberapa dekade yang lalu dan banyak diteliti bioaktivitasnya, baik di bidang kesehatan maupun pertanian. Penelitian di bidang kesehatan, contohnya sebagai agen antikonvulsan, antivirus, inhibitor EGFR dan antiproliferasi sel A431, antikanker sel HepG2, antimetastatik sel kanker PC-3M, inhibitor enzim tirosinase dan pembentukan melanin serta di bidang pertanian sebagai herbisida dan fungisida. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa 5-(4'-klorobenzilidena)-imidazolidina-2,4-dion (7) melalui reaksi kondensasi antara hidantoin (1) dengan 4-klorobenzaldehida (2) menggunakan pereaksi natrium bikarbonat dalam etanol, dan etanolamina sebagai katalis basa (metode Eli Lily). Hidantoin (1) dan 4-klorobenzaldehida (2) sebagai senyawa prekursor diperoleh secara komersil. Sintesis dilakukan dengan cara mereaksikan senyawa hidantoin (1) dan 4-klorobenzaldehida (2) secara stokiometri dengan katalis basa etanolamina dalam etanol dan air (modifikasi metode Eli Lily) dan direfluks selama 6 jam. Senyawa hasil sintesis dimurnikan dengan cara rekristalisasi dari etanol panas, diperoleh kristal putih berbentuk jarum 5-(4'-klorobenzilidena)-imidazolidina-2,4-dion (7) dengan rendemen 12%. Senyawa tersebut dianalisis dengan menggunakan KLT silika gel GF254, aseton-heksana (1:1 v/v) memberikan harga Rf = 0,625 untuk senyawa (7) dengan titik leleh (TL)=292-294°C (TL lit.=294-296°C). Selanjutnya, senyawa tersebut diidentifikasi strukturnya menggunakan spektroskopi UV, IR, HR-TOF-MS ES+, 1H-NMR dan 13C-NMR, yang menunjukkan konsistensi senyawa hasil sintesis dengan senyawa 5-(4'-klorobenzilidena)-imidazolidina-2,4-dion (7).
PRODUKSI BIOETANOL DARI JERAMI PADI (Oryza sativa L.) dan KULIT POHON DAO (Dracontamelon) MELALUI PROSES SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK (SFS) Maswati Baharuddin; Sappewali Sappewali; Karisma Karisma; Jeni Fitriyani
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.44 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10441

Abstract

Bioetanol merupakan energi alternatif yang dapat diproduksi dari biomassa seperti jerami padi dan biomassa berlignoselulosa. Biomassa  lignoselulosa  tersedia terus menerus dalam jumlah yang banyak, tetapi hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan kadang-kadang sisanya dibakar. Jerami padi dan pohon dao memiliki komponen selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa yang dihasilkan  melalui proses hidrolisis jerami padi dan pohon dao menggunakan enzim selulase serta menentukan kadar etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi glukosa menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Proses sakarifikasi dan fermentasi serentak (SFS) dilakukan dalam reaktor yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama 3, 5, 7 dan 9 hari dihasilkan kadar dan konsentrasi bioetanol yang berbeda. Dari penelitian yang dilakukan kadar glukosa jerami padi adalah 105 mg/L dan dari  kulit pohon dao  sebanyak 216 mg/L.Volume bioetanol tertinggi pada hari ke-7 dengan tingkat kemurnian tertinggi pada pohon dao 0,97% pada jerami padi dengan 0,24%.
Depsidon Dari Buah Tumbuhan Asam Kandis (Garcinia cowa) Darwati Darwati; Nurlelasari Nurlelasari; Tati Herlina; Tri Mayanti
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.661 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16241

Abstract

Suatu senyawa kelompok depsidon (1) telah berhasil diisolasi dan dielusidasi struktur kimia dari  ekstrak etil asetat Garcinia cowa.Roxb. asal Indonesia.  Isolasi dan pemurnian dilakukan dengan teknik kromatografi vakum cair dan kromatografi kolom gravitasi, menggunakan adsorben silika gel, dengan sistem elusi bergradien: n-heksan, CH2Cl2, EtOAc, dan MeOH. Penentuan struktur molekul ditetapkan dengan metode spektroskopi meliputi spektroskopi UV, IR, NMR 1 D dan 2 D. Senyawa  hasil isolasi ditetapkan sebagai  1,3-dihidroksi-7-metoksi 2,8-(3-metilbutenil) depsidon (1). Senyawa ini untuk pertama kalinya  dilaporkan sebagai komponen kimia  dari  buah  G. cowa. 
PEMANFAATAN EKSTRAK AIR RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Linn. var. rubrum) PADA BIOSINTESIS SEDERHANA NANOPARTIKEL PERAK Yuli Haryani; Ganis Fia Kartika; Yuharmen Yuharmen; Eka Marissa Putri; Dhia Tijani Alchalish; Yonatha Melanie
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.149 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan biosintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak rimpang jahe merah sebagai pereduksi pada suhu ruang. Sintesis dilakukan dengan pengadukan pada shaker (150 rpm) dan tanpa pengadukan dengan rasio ekstrak dan larutan AgNO3 1:1; 1:3; 1:4; 1:5; 1:10 dan 1:20 pada berbagai rentang waktu pengamatan. Hasil memperlihatkan bahwa metabolit sekunder pada ekstrak jahe merah mampu mereduksi Ag+ menjadi Ag0 dan membentuk nanopartikel perak yang diindikasikan dengan adanya perubahan warna larutan. Nanopartikel perak dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan absorbansi maksimum terukur di sekitar 450 nm. Secara keseluruhan, sintesis dengan pengadukan menghasilkan produk dengan waktu yang lebih singkat dibanding tanpa pengadukan.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Callophyllum innophylum L.) DENGAN METODE ULTRASONOKIMIA Muh. Taufiq M. Bintang; Aisyah Aisyah; Asri Saleh
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.415 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9199

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang membutuhkan suplai energy namun ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu, energi alternatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Salah satu sumber energi alternative yang sedang dikembangkan adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimalisasi konversi pembentukan biodiesel dan menentukan komponen biodiesel yang terbentuk. Biodisel pada penelitian ini diproduksi dari minyak biji nyamplung (Callophyllum innophyllum L.) dengan mereaksikan dengan methanol dengan rasio 1:6 menggunakan KOH 0,5% sebagai katalis dan direaksikan menggunakan metode ultrasonik kimia dengan variasi waktu 45, 60 atau 75 menit. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan menggunakan FTIR sehingga dapat menunjukkan spectrum ester asam lemak panjang. Biodiesel juga dianalisis dengan GC-MS dan hasilnya menunjukkan bahwa komponen utamanya adalah metil oleat, metil palmitat, metil sterarat dan metil linoleat.
GREEN SYNTHESIS OF ISOPULEGOL FROM CITRONELLAL CATALYSED BY ZEOLITE BASED SOLID ACID CATALYSTS Indri Badria Adilina; Egi Agustian
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.685 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9135

Abstract

Zeolit alam (NZ) telah dimodifikasi dengan penambahan asam (H-NZ) dan diaplikasikan sebagai katalis asam padat untuk green sintesis isopulehol dari minyak sereh wangi. Sintesis ini menlibatkan reaksi siklisasi sitronelal menjai disopulegol pada suhu 50 sampai 120oC. Aktivitas katalis H-NZ terbukti lebih tinggi dari katalis H-ZSM5 yang tersedia di pasar dan lebih unggul dari katalis asam padat berbasis bentonit. Perolehan terbaik sebesar 87% isopulegol diperoleh menggunakan katalis H-NZ pada 100oC selama 3 jam tanpa penggunaan pelarut reaksi.
TRANSFORMASI MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens PADA TUNAS DAUN Kalanchoe mortagei DAN Kalanchoe daigremontiana 1 DAN 2 Hamami Alfasani Dewanto; Sony Suhandono
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.284 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10679

Abstract

Cocor bebek adalah tumbuhan sukulen yang mampu memproduksi tunas adventif (reproduksi vegetatif) pada tepian daunnya. Kemampuan reproduksi vegetatif ini menghasilkan tanaman yang sama dalam waktu yang singkat, sehingga memungkinkan untuk dijadikan sebagai bioreaktor protein rekombinan. Transformasi dilakukan menggunakan Agrobacterium tumefaciens pada tunas daun cocor bebek dari spesies Kalanchoe mortagei dan Kalanchoe daigremontiana. Optimasi dilakukan mencakup: galur A. tumefaciens, kerapatan optis dari kultur A. Tumefaciens, konsentrasi acetosyringone, teknik ko-kultivasi, pH medium dan komposisi medium ko-kultivasi. Hasil optimasi transformasi secara transien menunjukan bahwa perbedaan galur A. tumefaciens, kerapatan optis, konsentrasi acetosyringone menghasilkan ekspresi transien yang relatif sama secara kualitatif. Berdasarkan uji GUS teknik ko-kultivasi dengan infiltrasi vakum dan pH medium 5,5 menghasilkan ekspresi transien lebih baik dibandingkan dengan perendaman dan pH medium 7,0. Medium ko-kultivasi M9 menghasilkan ekspresi transien yang lebih baik dibandingkan dengan medium ½MS0. Tunas daun K. daigremontiana 2 menunjukan ekspresi transien yang lebih baik dibandingkan K. mortagei dan K. daigremontiana 1.
KARAKTERISASI ZAT WARNA DAUN JATI (Tectona grandis) FRAKSI METANOL:n-HEKSANA SEBAGAI PHOTOSENSITIZER PADA DYE SENSITIZED SOLAR CELL Aminuddin Baharuddin; Aisyah Aisyah; Jawiana Saokani; Indah Ayu Risnah
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.049 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9174

Abstract

Penyedia energi saat ini masih didominasi oleh sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak bumi dan gas alam. Semakin lama sumber energi ini akan semakin menipis jumlahnya di alam sehingga dibutuhkan sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah DSSC (Dye Sensitized Solar Cell). Dalam penelitian ini digunakan zat warna daun tumbuhan Tectona grandis sebagai photosensitizer. Zat warna diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan alat ultrasonik dengan pelarut metanol. Pengujian DSSC dilakukan pada zat warna dalam keadaan asam (pH 6) dan keadaan basa (pH 11) serta pada hasil pemisahan KKCV menggunakan eluen n-hexana-metanol (8:2, 5:5, dan 2:8). Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh pada hasil KKCV n-hexana:metanol 5:5 yakni sebesar 0,05127%. Karakterisasi dilakukan pada zat warna yang miliki efisensi paling tinggi dengan menggunakan UV-Vis, FTIR dan GC-MS. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 522 nm yang merupakan daerah serapan khas antosianin. Pada pengujian FTIR didapatkan beberapa gugus fungsi yang teridentifikasi sebagai –OH, C-H, dan C=C. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan fragmen puncak pada m/z 287. Secara umum hasil karakterisasi tersebut besesuaian dengan salah satu pigmen antosianin yaitu sianidin.
EKSFOLIASI LAPISAN H2BaBi2Ti4O13 DAN UJI AKTIVITAS KATALITIKNYA PADA PEMBENTUKAN ETIL ASETAT Atiek Rostika Noviyanti
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.849 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9134

Abstract

Penggunaan asam cair sebagai katalis di industri kimia sekurang-kurangnya menimbulkan dua masalah yaitu biaya produksi (karena asam tidak bisa digunakan ulang) dan masalah limbah yang dapat mencemari lingkungan. Kondisi ini mendorong pencarian pengganti asam cair dengan suatu katalis asam padat yang memiliki kestabilan tinggi dan merupakan suatu asam Brønsted kuat. Penelitian ini bertujuan memperoleh suatu asam kuat berupa lembaran H2BaBi2Ti4O13 yang tereksfoliasi (EHBBT). Lembaran EHBBT diperoleh dari eksfoliasi lapisan asam H2BaBi2Ti4O13 yang sebelumnya dikonversi dari fasa Aurivillius (BaBi4Ti4O15, BBT) melalui pelepasan lapisan bismutoksida. Struktur, morfologi dan luas permukaan EHBBT dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X, SEM, dan metode BET. Luas permukaan lapisan HBBT adalah 21,072 m2g-1, dan lembaran EHBBT mencapai 57,53 m2g-1. Aktivitas katalitik lembaran EHBBT dibuktikan pada reaksi pembentukan etil asetat dengan indeks refraksi 1,3625. Pada umumnya material yang dihasilkan memiliki aktivitas katalitik yang lebih tinggi dibandingkan material yang tidak dieksfoliasi. Kebanyakan material hasil eksfoliasi juga dapat digunakan berulang tanpa mengurangi kinerjanya.