cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Pengembangan Metode Analisis Hormon Tanaman Kelompok Auksin Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Yusuf Eka Maulana; Dewi Meliati Agustini; Dedi Kurnia Rahman Abdullah; Maulana Yusuf Alkandahri
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.403 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.14791

Abstract

Auksin merupakan salah satu kelompok hormon tanaman yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Analisis kandungan auksin pada tanaman sangat diperlukan di bidang pertanian untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis auksin menggunakan KCKT-UV. Analisis dilakukan terhadap tiga senyawa auksin, yaitu Asam Indol-3-Asetat (IAA), Asam Indol-3-Butirat (IBA) dan Asam 1-Naftalena Asetat (NAA). Pengembangan metode analisis meliputi tahap optimasi derivatisasi senyawa IAA, IBA dan NAA berdasarkan reaksi  sililasi dan optimasi kondisi analisis hasil derivatisasi iAA, IBA dan NAA menggunakan KCKT-UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum derivatisasi IAA, IBA dan NAA adalah menggunakan pereaksi trimetilklorosilen (TMCS) pada suhu 25oC selama 30 menit. Validasi proses derivatisasi menggunakan KCKT-UV memiliki presisi dan linieritas yang memenuhi syarat dengan nilai % SBR ≤ 2 dan nilai rata-rata koefisien korelasi (r) 0,9998 serta konsentrasi terkecil IAA, IBA dan NAA yang masih dapat diderivatisasi adalah 0,05 mg/L.Kata kunci: Asam Indol-3-Asetat (IAA), Asam Indol-3-Butirat (IBA), Asam 1-Naftalena                      Asetat (NAA), Reaksi Sililasi dan KCKT-UV
SINTESIS PARTIKEL NANO TITANIUM DIOKSIDA PADA KAIN KATUN DAN APLIKASINYA SEBAGAI MATERIAL SELF-CLEANING Diana Rakhmawaty Eddy; Mastuti Widi Lestari; Iwan Hastiawan; Atiek Rostika Noviyanti
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.386 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10923

Abstract

Katun merupakan salah satu serat alami yang sering digunakan sebagai bahan pakaian. Namun sebagian besar orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaan dan tidak mempunyai waktu untuk membersihkan pakaiannya sehari-hari. Maka dari itu perlu dilakukan pengembangan sifat kain katun yang dapat mendekomposisi sendiri kotoran yang mengenainya, atau self-cleaning. Partikel nano TiO2 dengan sifat fotokatalitiknya mampu memberikan sifat self-cleaning pada kain katun. Sintesis partikel nano TiO2 pada kain katun dilakukan dengan metode sonokimia. Titanium Tetraisopropoksida (TTIP) digunakan sebagai prekursor partikel nano TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi TTIP dengan cara memvariasikan volume penambahan TTIP (0,1; 1; 2; 3,1; dan 4,2 mL) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pengembanan partikel nano TiO2 pada kain katun dan aktivitas self-cleaning-nya. Katun-TiO2 terbukti mempunyai aktivitas self-cleaning yang dapat menghilangkan sendiri noda Rhodamin B baik dengan bantuan sinar matahari maupun lampu UV. Katun-TiO2 2 (volume TTIP 2 mL) mempunyai aktivitas menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B terbaik, yaitu sebesar 96,932% pada lampu UV dan 32,890% pada tempat gelap. Sedangkan kain katun blanko hanya menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B sebesar 8,647% pada radiasi lampu UV dan 2,800% pada tempat gelap. Berdasarkan analisis SEM diketahui bahwa partikel nano telah terdistribusi pada permukaan kain katun walaupun masih terdapat agregrat di beberapa bagian. Analisis XRD menunjukkan bahwa partikel nano TiO2 baik yang terbentuk pada kain katun maupun dalam bentuk padatan mempunyai fase anatase dengan ukuran kristal 14,05 nm.
PENENTUAN PENGARUH PEMANASAN DAN WAKTU PENYIMPANAN GARAM BERIODIUM TERHADAP KALIUM IODAT Hena Sugiani; Popy Previanti; Sukrido Sukrido; Uji Pratomo
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.906 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9185

Abstract

Iodium merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif sangat kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Iodium selain dapat diperoleh dari garam beriodium, juga dapat diperoleh dari air minum, sayuran dan bahan makanan dari laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air dalam garam beriodium yang telah beredar dipasaran, untuk mengetahui identifikasi ion-ion mineral yang terdapat dalam garam yang telah direkristalisasi dengan penambahan bahan pengikat, dan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan dan pemanasan terhadap kadar iodium dalam garam beriodium. Hasil penelitian kadar iodium diperoleh dari minggu pertama sebesar 62,86 ppm, minggu kedua sebesar 60,95 ppm dan minggu ketiga sebesar 57,17 ppm. Kadar KIO3 dalam garam beriodium menunjukkan bahwa pada setiap minggunya kadarnya lebih tinggi dalam suhu ruang dibandingkan dengan yang sesudah dipanaskan. Sedangkan pada analisis ion mineral yang diukur dengan SSA menunjukkan bahwa konsentrasi Ca2+ dan Mg2+ di setiap minggunya lebih tinggi pada suhu ruang daripada setelah melalui pemanasan.
IDENTIFIKASI POLIMORFIS MARKA-MARKA MOLEKULER YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN KARAKTER DAYA HASIL TINGGI PADA 30 GENOTIP PADI Nono Carsono; Pradita N. Lukman; Farida Damayanti; Untung Susanto; Santika Sari
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.438 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9141

Abstract

Identifikasi marka polimorfis yang diduga berasosiasi dengan karakter daya hasil tinggi sangat penting dilakukan guna aplikasi seleksi berbasis marka dalam rangka perakitan padi berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi 30 genotip padi yang diduga berdaya hasil tinggi dengan menggunakan marka SSR. Amplifikasi produk PCR dipisahkan dengan menggunakan gel agarose 3% atau polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) 8%. Tingkat keinformatifan marka dapat ditentukan dengan cara penghitungan Polymorphic Information Content (PIC). Hasil analisis menunjukan bahwa marka OSBLE3, RM 282, dan RM 259 memiliki nilai PIC ≥ 0,5. Marka SSR dan marka gen spesifik yang digunakan untuk mengidentifikasi padi berdaya hasil tinggi menunjukkan bahwa tiga genotip padi terseleksi dapat direkomendasikan sebagai tetua donor dalam persilangan diantaranya yaitu genotip #1 (Fatmawati), #3 (Inpari13), dan #30 (IPB 160-F-3-3-1). Marka molekuler yang digunakan dapat memperkirakan tingkat polimorfisme dan juga berguna untuk mengkonfirmasi genotip padi yang berpotensi daya hasil tinggi.
PEMISAHAN MINYAK PELUMAS (BASE OIL) DARI MINYAK BUMI ASAL BANGKO, ROHIL-RIAU DENGAN ZEOLIT A DARI ABU LAYANG Emrizal Mahidin Tamboesai
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.028 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10673

Abstract

Zeolit A merupakan zeolit sintesis yang mengandung alumina silikat dan membentuk unit tetrahedral. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mensintesis zeolit A adalah Abu layang merupakan limbah hasil pembakaran bahan bakar batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penelitian ini bertujuan pemanfaatan zeolit A sebagai penyaring molekul (molecular sieve) untuk memisahkan n-parafin dari fraksi-fraksi lain yang ada pada minyak mentah Bangko, Rohil. Sintesis zeolit A dilakukan dengan menggunakan alumunium hidroksida sebagai sumber alumina dan silikon dioksida sebagai sumber silika. Sintesis dilakukan dengan cara mereaksikan natrium silikat dan natrium aluminat melalui proses hidrotermal dalam sistem dengan pH 11-12. melalui peleburan abu layang dengan NaOH pada suhu 500°C. Zeolit dikarakterisasi dengan XRD yang menunjukkan pola difraksi yang menyerupai pola difraksi zeolit A berdasarkan JCPDS no 01-076-0910. Pada spektra FTIR ditunjukkan adanya gugus Si-O-Si dan Al-O-Al pada zeolit. Pada hasil XRF menunjukkan perbandingan Si/Al yaitu 1,3. Fraksinasi minyak bumi Bangko menggunakan silika aktif sebagai fasa diam dan n-heksana sebagai pelarut untuk memisahkan fraksi saturat. Fraksi saturat minyak bumi kemudian difraksinasi menggunakan zeolit A yang bertujuan untuk fraksi n-parafin. Dari kromatogram hasil fraksinasi menggunakan silika aktif dapat dilihat bahwa silika aktif mampu menyaring atom karbon sampai C30. Sedangkan kromatogram hasil molecular sieve menggunakan zeolit A menunjukkan adanya bagian fraksi saturat yang tertahan pada zeolit A, sehingga zeolit A mampu menyaring hanya sampai atom karbon C27. Zeolit A mampu memisahkan n-paraffin dari minyak bumi Bangko yang memiliki efisiensi rata-rata sebesar 98,65 %. Hasil penyaringan dengan Zeolit A tersebut diatas dapat kesimpulan bahwa minyak bumi Bangko, Rohil mengandung minyak pelumas berat.
KARAKTERISASI ADSORPSI BATUBARA MUDA TERMODIFIKASI HIDROGEN PEROKSIDA MENGGUNAKAN METODE KONTINYU TERHADAP METILEN BIRU Galuh Yuliani; Ghea Gristannia Grandistin; Anggoro Tri Mursito
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.131 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9170

Abstract

Kapasitas adsorpsi batubara muda masih lebih rendah bila dibandingkan dengan adsorben lain terutama bila dibandingkan dengan karbon aktif. Pada penelitian ini telah diupayakan peningkatan kapasitas adsorpsi pada batubara muda melalui pengayaan kadar oksigen dipermukaannya. Batubara muda yang digunakan berasal dari daerah Kalimantan, Indonesia, memiliki nilai kalori 5015,41 cal/g, 53,67 % karbon, 6,02 % hidrogen, 38,58 % oksigen, 0,69 % nitrogen, dan 0,12 % sulfur. Uji adsorpsi dilakukan menggunakan metode kontinyu dengan larutan metilen biru sebagai larutan model. Konsentrasi metilen biru ditentukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 664 nm. Data hasil pengujian FTIR menunjukkan batubara muda hasil modifikasi adanya penambahan intensitas pada 1750cm-1 yang menandakan penambahan gugus C=O. Dari hasil uji adsorpsi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas adsorpsi pada batubara muda hasil modifikasi yaitu dari 48,59 mg/g menjadi 91,11 mg/g. Dapat disimpulkan bahwa oksidasi menggunakan hidrogen peroksida telah berhasil meningkatkan kemampuan adsorpsi batubara muda.
Karakterisasi Sifat Fungsional Isolat Protein Biji Sorgum Merah (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Lokal Bandung Endah Wulandari; Fantun Sudrajat P. Sihombing; Een Sukarminah; Marleen Sunyoto
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.001 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19683

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis seralia dengan kadar protein yang tinggi dibandingkan serealia lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan yang semakin modern menjadikan serealia seperti biji sorgum tidak hanya diolah secara konvensional, namun dapat dimanfaatkan sebagai food ingredient atau bahan tambahan pangan. Isolasi protein atau pemurnian protein pada prinsipnya didasarkan atas dua proses utama, yaitu ekstraksi dan pengendapan. Karakteristik fungsional protein sangat penting dalam proses dan formulasi produk pangan. Beberapa karakteristik fungsional protein yang penting meliputi daya serap air, daya serap lemak, kapasitas emulsi, kapasitas buih, dan gelasi (viskositas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fungsional yang dimiliki oleh sorgum merah yang terdiri dari biji, beras, dan dedak sorgum merah. Isolat protein biji sorgum merah mengandung kadar protein 35,50%, dengan nilai daya serap air 132,404%, nilai daya serap lemak 151, 452%, kapasitas emulsi 2,725%, kapasitas buih 47,5 ml/g dan viskositas 35,75 cP. Isolat protein beras sorgum merah mengandung kadar protein 33,09% dengan nilai daya serap air 162,008%, nilai daya serap lemak 154, 463%, kapasitas emulsi 13%, kapasitas buih 56,25 ml/g dan viskositas 42,5 cP. Isolat protein dedak sorgum merah mengandung kadar protein 25,98%. dengan nilai daya serap air 157,874%, nilai daya serap lemak 145,039%, kapasitas emulsi 0,575%, kapasitas buih 38,75 ml/g dan viskositas 21,5 cP.
Validasi Metode RP-HPLC untuk Penentuan Kadar Andrografolid Sebagai Senyawa Penanda pada Campuran Esktrak Anisyah Is Purwati; Prasetyawan Yunianto; Agus Supriyono
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.46 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16056

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa bioaktif dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang berpotensi sebagai bahan obat. Kadar andrografolid dapat ditentukan menggunakan RP-HPLC. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi metode RP-HPLC untuk menentukan kadar andrografolid sebagai senyawa penanda untuk standarisasi formula obat herbal terstandar (OHT) dari campuran ekstrak tanaman sambiloto dan binahong (Andredera cordifolia). Metode RP-HPLC dikembangkan menggunakan kolom Sunfire C18 (150 × 4,6 mm, 5μm) dengan fase gerak asetonitril dan campuran 0,1% asam trifloroasetat dan metanol (90:10) secara elusi gradien serta laju alir fase gerak 1 mL/menit. Deteksi menggunakan detektor PDA pada panjang gelombang 230 nm. Andrografolid dielusi pada waktu retensi 9,77 dengan resolusi puncak 2,14. Respon dari standar andrografolid linear pada rentang konsentrasi 0,031-0,5 mg/mL dengan r2=0,9999. Akurasi dari metode ini, yaitu 94,46% dengan nilai RSD 1,73%. Presisi, limit deteksi (LOD), dan limit kuantisasi (LOQ) yang diperoleh masing-masing, yaitu 3,46%, 0,028 mg/mL, dan 0,096 mg/mL. Metode yang divalidasi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penentuan kadar andrografolid dalam standarisasi obat herbal terstandar dari campuran ekstrak tanaman.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA 3,3’-BENZILIDENA BIS- 4 – HIDROKSI KUMARIN UNTUK SEDIAAN RADIOTERAPI Duyeh Setiawan; Diana Rakhmawaty
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.391 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9161

Abstract

Penelitian yang sedang dikembangkan saat ini adalah senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis anti kanker, salah satunya adalah senyawa turunan kumarin yaitu 3,3’-benzilidena bis-4-hidroksikumarin. Senyawa kumarin dapat membentuk kompleks stabil dengan ion logam valensi tiga yang bersifat radioisotop untuk meningkatkan aktivitas biologinya terhadap anti kanker. Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis dan karakterisasi kumarin sebagai ligan untuk disiapkan dalam pembuatan senyawa kompleks kumarin bertanda radioisotop untuk sediaan radioterapi. Senyawa kumarin disintesis dengan cara mereaksikan benzaldehid dan 4-hidroksikumarin melalui reaksi kondensasi. Karakterisasi senyawa kumarin meliputi penentuan titik leleh, FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR. Hasil karakterisasi kumarin diperoleh dalam bentuk kristal berwarna putih sebanyak 5,79 g dan rendemen 56,34 %, mudak larut dalam aseton, mempunyai titik leleh 233 °C. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan dalam pembuatan sediaan radiofarmaka alternatif untuk terapi kanker.
Perbandingan Metode Uji Aktivitas Antioksidan DPPH, FRAP dan FIC Terhadap Asam Askorbat, Asam Galat dan Kuersetin Kiki Maesaroh; Dikdik Kurnia; Jamaludin Al Anshori
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.022 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.19049

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat atau menunda reaksi oksidasi molekul dengan cara menghambat proses inisiasi atau propagasi reaksi oksidasi berantai. Struktur kimiawi antioksidan, sumber radikal bebas, dan sifat fisiko-kimia sediaan sampel yang berbeda dapat memberikan hasil uji aktivitas antioksidan yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisa aktivitas antioksidan yang selektif untuk suatu jenis sampel tertentu. Studi perbandingan metode uji aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, dan FIC telah dilakukan terhadap asam askorbat (AA), asam galat (AG), dan kuersetin. Ketiga metode uji antioksidan dibedakan berdasarkan pada jenis mekanisme reaksinya, sedangkan sampel standar antioksidan dipilih berdasarkan struktur polihidroksi atau polifenol yang umumnya mewakili dasar struktur antioksidan bahan alam. Metode uji aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH ditemukan paling efektif dan efisien diantara ketiga metode uji yang digunakan dengan nilai IC50 berturut-turut 1,27; 2,44; dan 2,77 mg/L untuk AG, kuersetin dan AA. Adapun metode FIC terbukti paling tidak efektif dan efisien karena sensitivitasnya yang sangat rendah dan daya kelatnya lebih kecil dari 20%. Korelasi antara metode uji untuk semua standar antioksidan terbukti sangat tinggi (R>0,98), khususnya antara FRAP dan DPPH. Hal ini mengindikasikan adanya keterkaitan sangat kuat antara daya hambat radikal bebas dengan potensial reduksi senyawa polihidroksi (polifenol) terhadap ion besi. Secara umum kedua metode ini sangat dimungkinkan bisa saling menggantikan satu sama lain.