cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Aktivitas Antimalaria Berbasis Penghambatan β-Hematin dalam Ekstrak Air Daun Jung Rahab (Baeckea frutecens L) Yatri Hapsari; Gede Adhi Mahayoga; Wien Kusharyoto; Partomuan Simanjuntak
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.905 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19131

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles. Jung rahab (Bruckea frutescens L) diketahui memiliki aktivitas dalam menekan pertumbuhan Plasmodium falciparum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berbasis penghambatan β-hematin dalam ekstrak air daun jung rahab. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi daun jung rahab dengan air, kromatografi kolom, skrining hasil fraksinasi kolom, Kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif dan identifikasi senyawa kimia berdasarkan interpretasi spektra FT-IR dan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berdasarkan interpretasi spektra FTIR dan GCMS adalah kariofilen.
Alga Merah (Gracilaria coronopifolia) sebagai Sumber Fitohormon Sitokinin yang Potensial Saadah Diana Rachman; Zakiyah Mukhtari; R. Ukun M.S. Soedjanaatmadja
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.557 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16060

Abstract

Alga  merah (Gracilaria coronopifolia) merupakan tanaman tingkat rendah berupa thallus yang tidak memiliki daun, akar dan batang sejati serta sebagian besar tumbuh pada batu di terumbu karang. Alga merah selain mengandung beberapa senyawa organik seperti polisakarida, vitamin, dan berbagai senyawa bioaktif, juga merupakan tanaman yang mengandung fitohormon sitokinin yang cukup potensial dan bermanfaat untuk pembuatan pupuk hormon/biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi sitokinin dari alga merah G. coronopifolia, serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa). Isolasi dan identifikasi sitokinin dimulai dengan proses maserasi menggunakan metanol 80%, ekstraksi dengan etil asetat, kromatografi adsorpsi, kromatografi lapis tipis preparatif, dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase terbalik menggunakan kolom nukleosil ODS. Keaktifan isolat sitokinin diuji hayati dengan menggunakan bioindikator padi, dengan mengukur panjang tajuk dan berat kering tajuk tanaman uji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang tajuk dan berat kering tanaman uji dengan penambahan isolat sitokinin sebesar 19,6 ppm masing-masing meningkat sebesar 22,12% dan 10,49%. Hasil KCKT dari sitokinin hasil isolasi menunjukkan waktu retensi yang sama dengan standar sitokinin (trans-zeatin) yaitu 8,28 menit. Kadar sitokinin yang terdapat dalam Gracilaria coronopifolia adalah 6,26 × 10-2 mg/g berat kering.
DILEMA ANTARA HOBI DAN BISNIS PERDAGANGAN BURUNG SERTA KONSERVASI BURUNG Johan Iskandar
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.834 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9165

Abstract

Paper discusses result of study on the development of hobby on bird keeping, bird song contest, bird trade business, and conservation strategy for bird sustainable use, based on case study undertaken in the Bandung urban and surrounding areas. The combination of qualitative and quantitative method with descriptive analysis was used in this study. The result of study shows that based on direct inventory it was recorded 96 bird species of 24 families which were being kept by thirty respondents. Among the total species, 29 species and races were recorded as dominant, namely anis merah (Zoothera citrina), murai batu (Copsychus malabaricus), ciblek (Prinia familiaris), several races of kenari (Serinus canarinus), several races of lovebird (Agapornis spp), bentet/toed (Lanius schach), several races of pleci/burung kacamata (Zosterops palpebrosa), robin (Leothrix sp), and perkutut (Geopelia striata). Nowadays, the hobby of bird keeping in the cages has tended to increase caused of development of regular song bird contest in the local, regional and national level. Based on this study, it was recorded that fiveteen bird species have commonly entertained in the local song bird contests by the bird lovers in Bandung urban and surrounding areas. Development of the increasing bird keeping hobby and song bird contests have tended to develop bird trading in the urban bird markets and increasing bird hunting in the villages. Therefore, the activity of bird keeping hobby, song bird contests, and bird trading have been dilemma. On the one hand, these activities have provided some benefits. For example, it has developed the bird trading business and bird captive breeding undertaken by the bird lover communities and providing some economic benefits. On the other hands, these activities have affected to dramatically bird population decrease in nature due to increasing bird hunting in villages. Even some rare birds have high risk to be decrease and maybe disappear in some village areas in the near future. Therefore, to sustainable utilize bird species for fulfilling the hobby of bird keeping, bird contests and bird trading purpose; the conservation effort based on community participation is essentially needed.
Karakteristik Ekstraksi Dan Fermentasi Daun Indigofera Sebagai Pewarna Alami Pada Tekstil Azafilmi Hakiim; Dessy Agustina Sari
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.714 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n3.19293

Abstract

Keberadaan potensi tanaman Indigofera di wilayah Jawa Barat yang dikenal dengan “Tarum”, banyak diperuntukan sebagai pakan ternak. Kemanfaatan lainnya adalah penghasil pigmen warna biru yang berguna sebagai zat warna alam (ZWA). Peranan ZWA pada kain tekstil memberikan dampak positif bagi lingkungan, karena material hasil buangan warna yang dicelupkan bersifat biodegradable dan mampu teruraikan. Kelemahan dari ZWA diantaranya terletak pada daya ikat,  daya cuci, daya luntur, dan daya tahan sinar yang dinilai tidak kuat menempel pada kain. Perlu adanya variasi perlakuan metode untuk memberikan informasi kajian terbaharukan pada produk material ZWA. Tujuan penelitian ini, memvariasikan beda perlakuan antara fermentasi (aerob) dan ekstraksi pada variabel kain katun dan sutera dengan varibel bebas penggunaan fiksasi tawas, kapur, dan tunjung terhadap daya tahan pencucian, daya tahan kelunturan, dan daya tahan cahaya matahari. Metode yang digunakan meliputi tahapan perlakuan beda konsentrasi daun indigo 1kg/5L dan 1kg/10L, kemudian dilanjutkan proses beda perlakuan yaitu ekstraksi dan fermentasi (aerob). Selanjutnya perlakuan penggunaan fiksasi/non fiksasi sebagai variabel bebas dan variabel terikat sebagai uji daya tahan. Hasil uji ketahanan daya tahan pencucian, daya tahan luntur, dan daya tahan sinar mtahari menunjukkan bahwa kategori nilai yang dihasilkan pada beda kondentrasi, menghasilkan penilaian yang tidak jauh berbeda. Sedangkan perlakuan penggunaan fiksasi/non fiksasi diperoleh kategori nilai terbaik rata-rata pada perlakuan fermetasi (aerob).
Isolasi, Validasi Metode dan Optimasi Awal Proses Ekstraksi Senyawa Penanda Eurycomanon dari Akar Tanaman Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) Prasetyawan Yunianto; Nurhadi Nurhadi; Agus Supriyono
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.57 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14690

Abstract

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) secara etnofarmakologi digunakan sebagai obat herbal tradisional yang digunakan untuk afrodisiak dan vitalitas. Eurycomanon digunakan sebagai senyawa penanda dari ekstrak akar pasak bumi, namun kadar yang diperbolehkan dalam ekstrak pasak bumi sesuai standar Malaysia pada kisaran 0,8–1,5%, karena sifatnya yang toksik. Senyawa eurycomanon sebagai senyawa penanda dari  pasak bumi masih jarang dan harganya cukup mahal. Oleh karena itu, sangat diperlukan isolasi eurycomanon dan validasi metode analisanya serta proses ekstraksinya. Proses isolasi diawali dengan ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut metanol terhadap akar pasak bumi yang sudah dibuat serbuk. Hasil ekstraksi dipekatkan dan difraksinasi dengan pelarut air dan metanol secara bertahap dari 0% - 100% metanol mengunakan kolom resin stiren-divinilbenzen. Fraksi target dicek menggunakan UPLC-MS dan dilakukan isolasi lebih lanjut dengan HPLC semi preparatif menggunakan kolom RP C-18. Hasil isolasi dicek kemurnian dan spectrum UV-nya dengan HPLC analitis dengan detektor PDA (photo diode array) dan dilakukan elusidasi stuktur dengan NMR. Hasil isolat yang terkonfirmasi sebagai eurycomanon dilakukan validasi metode analisa dan digunakan untuk menganalisa hasil optimasi awal proses ekstraksi. Fraksi target diperoleh dari fraksi 25% metanol dan disolasi lebih lanjut menggunakan HPLC semi preparatif. Isolat yang diperoleh telah dikonfirmasi dengan elusidasi stuktur NMR sebagai senyawa eurycomanon dari akar pasak bumi dengan kemurnian 96%. Metode analisa diperoleh dengan menggunakan HPLC secara gradien elusi (asetonitril:air) pada  detektor UV 254 nm dengan kolom RP C-18, 150 x 46 mm, 5 µm. Kajian awal proses menunjukkan bahwa ekstraksi terbaik untuk akar pasak bumi dengan kadar etanol 30% pada suhu 50°C. Kajian ini dapat digunakan sebagai pembanding proses esktraksi akar pasak bumi yang berbeda dengan Buku Pedoman  Teknologi Formulasi Sediaan berbasis Ekstrak dari BPOM tahun 2013 Volume 2, yaitu menggunakan sistem maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10.
PERUBAHAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG SORGUM SETELAH HIDROLISIS PARSIAL DENGAN ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus Sp. (TERMAMYL®) Muhammad Fadhlillah; Safri Ishmayana; Idar Idar; Soetijoso Soemitro; Toto Subroto
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.479 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10444

Abstract

Salah satu upaya untuk memperbaiki sifat tepung adalah dengan menggunakan perlakuan enzimatik dengan enzim α-amilase. Sifat fisikokima tepung sorgum yang sudah dihidrolisis sebagian dapat mengalami perubahan. Penelitian kelompok kami sebelumnya menunjukkan bahwa α-amilase komersial (Termamyl®) memiliki kemampuan untuk mendegradasi tepung sorgum. Pada penelitian ini sifat tepung sorgum yang telah didegradasi ditentukan yaitu mencakup volume pengembangan, viskositas, dan kristalinitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan volume pengembangan sebesar 60% pada suhu 95°C, penurunan suhu pembentukan pasta dari 80-85°C menjadi 70-75°C, dan pengurangan refleksi kristalit yang menunjukan perubahan kristalinitas dari semikristalin menjadi amorf pada tepung sorgum terhidrolisis bila dibandingkan dengan tepung sorgum sebelum hidrolisis.
Kulit Salak Sebagai Biosorben Potensial Untuk Pengolahan Timbal(II) Dan Cadmium(II) Dalam Larutan Rahmiana Zein; Novrizaldi Wardana; Refilda Refilda; Hermansyah Aziz
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.012 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.17857

Abstract

Biosorben dari kulit salak (Salacca sumatrana) digunakan untuk mempelajari penyerapan Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan dengan metode batch. Adsorpsi Pb(II) dan Cd(II) menggunakan kulit salak ini dipelajari pada variasi pH, konsentrasi adsorbat dan waktu kontak. Kondisi optimum penyerapan yang diperoleh pH 4 untuk Pb(II) dan 5 untuk Cd(II), konsentrasi adsorbat 1200 mg/L untuk Pb(II) dan 800 mg/L untuk Cd(II), waktu kontak 45 menit untuk Pb(II) dan 15 menit untuk Cd(II). Kapasitas penyerapan dari biosorben kulit salak sebesar 83,33 mg/g untuk Pb(II) dan 27,78 mg/g untuk Cd(II) dengan pola adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi 0,987 dan 0,937 dan data kinetika mengikuti model pseudo orde kedua. Konsentrasi Pb(II) dan Cd(II) sebelum dan setelah penyerapan ditentukan dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA), karakterisasi kulit salak dilakukan dengan FTIR dan SEM. Adsorben kulit salak sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan.
Karakterisasi Maltodekstrin dari Pati Jagung (Zea mays) Menggunakan Metode Hidrolisis Asam pada Berbagai Konsentrasi Herlina Marta; Tensiska Tensiska; Lia Riyanti
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.249 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12816

Abstract

Karakteristik pati jagung alami memiliki kekurangan diantaranya tidak larut dalam air dingin, kestabilan yang rendah, terjadinya pengentalan setelah pemasakan dan retrogradasi sehingga aplikasinya menjadi terbatas dalam industri. Cara untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan memodifikasi pati jagung menjadi maltodekstrin melalui hidrolisis asam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu hidrolisis yang tepat untuk menghasilkan maltodekstrin dari pati jagung (Zea mays) yang memiliki karakteristik sesuai Standar Nasional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Variasi lama waktu hidrolisis yang digunakan adalah 20, 25, 30, dan 35 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu hidrolisis 35 menit pada suhu 80ºC dan konsentrasi HCl 1,35% menghasilkan maltodekstrin paling baik dengan nilai DE 16,12, rendemen 75,83%, dan viskositas 65 mpass. Maltodekstrin tersebut memiliki beberapa karakteristik yang sesuai Standar Nasional Indonesia diantaranya derajat asam 1,89%, kadar serat kasar 0,10%, kadar air 8,29%, serta warna putih kekuningan dengan nilai L sebesar 82,90 sedangkan kriteria yang belum sesuai standar diantaranya kelarutan dalam air dingin 86,79%, kadar abu 1,79% dan kehalusan 80 mesh sebesar 55,48%.
POTENSI ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus Sp. (TERMAMYL®) UNTUK PEMROSESAN TEPUNG SORGUM Muhammad Fadhlillah; Soetijoso Soemitro; Toto Subroto
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.666 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n3.9218

Abstract

Tepung sorghum merupakan salah satu sumber karbohidrat non gluten yang dapat digunakan sebagai pengganti gandum. Sayangnya, makanan berbahan dasar sorgum seperti roti sorgum memiliki kecenderungan penurunan kualitas tekstur lebih cepat selama penyimpanan. α-Amilase rutin digunakan dalam pembuatan roti gandum sebagai antifirming untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan penentuan karakter enzim α-amilase komersial (Termamyl®) serta menentukan potensinya untuk digunakan dalam pemrosesan tepung sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Termamyl® memiliki kemampuan untuk memecah pati mentah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tepung sorgum yang diberi perlakuan Termamyl® mengubah bentuk granula pati sorgum dan juga mengurangi kandungan amilosa sebesar 27%.
POLA SEGREGASI PEWARISAN KARAKTER BUTIR KAPUR DAN KANDUNGAN AMILOSA BERAS PADA GENERASI F2 BEBERAPA HASIL PERSILANGAN PADI (Oryza sativa L.) Nono Carsono; Ranggi Eldikara; Santika Sari; Farida Damayanti; Meddy Rachmadi
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.889 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9156

Abstract

Mutu beras merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap suatu varietas. Persilangan dan seleksi merupakan salah satu kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit tanaman guna memperolah genotip padi yang memiliki kualitas beras tinggi. Untuk menentukan metode seleksi mana yang paling efektif untuk suatu karakter, terutama mutu beras perlu adanya informasi bagaimana karakter tersebut dikendalikan dan diwariskan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pola pewarisan beberapa karakter mutu beras, antara lain butir kapur, dan kandungan amilosa. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai September 2012 di Laboratorium Analisis Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 butir beras F2 hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi, Pandanwangi x Ciherang, Ciherang x Basmati, dan Basmati x Ciherang. Sedangkan untuk masing-masing tetua digunakan Ciherang, Pandanwangi, dan Basmati. Sebanyak 20 butir beras digunakan untuk pengujian karakterbutir kapur dan 5 butir beras untuk pengujian kandungan amilosa. Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov sebaran data untuk karakter bentuk beras kedua seri persilangan, sedangkan uji segregasi menggunakan metode Chi-kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter butir kapur dan kandungan amilosa diwariskan secara simplegenic, sehingga proses seleksi dapat dilakukan pada generasi awal, khususnya pada hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi dan Pandanwangi x Ciherang, sedangkan untuk persilangan Ciherang x Basmati dan Basmati x Ciherang, kedua karakter diwariskan secara kuantitatif. Latar belakang genetik tetua menentukan pola pewarisan karakter kandungan amilosa.