cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Aktual
ISSN : 20879695     EISSN : 25801015     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Akuntansi Aktual (p-ISSN: 2087-9695; e-ISSN: 2580-1015) is a peer-reviewed journal published by Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang on a regular basis (January and June). Jurnal Akuntansi Aktual encourages academics and (or) researchers to disseminate the results of empirical research and conceptual critical review of contemporary accounting issues of national and international interest. Articles submitted can be drawn from any research paradigm such as positivism, interpretivism, criticism and postmodernism paradigm.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Apakah insentif keuangan dan persepsi keseriusan berpengaruh terhadap keputusan aparatur sipil negara melakukan whistleblowing? Andrey Hasiholan Pulungan; Indri Afriani; Albert Hasudungan
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 7, NOMOR 1, FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.069 KB) | DOI: 10.17977/um004v7i12020p1

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of perception of seriousness and financial incentives on public officers’ decisions to conduct whistleblowing to external parties. Two independent variables in this study, perception of seriousness and financial incentives, are based on extrinsic-intrinsic motivation theory. This research used the experimental between-subject method so there were two types of questionnaire distributed to public officers in three different public institutions, selected by using the convenience sampling method. The ancova test results show that public officers’ decisions to report violations is influenced by the seriousness of the violation. Meanwhile, the impact of financial incentives on whistleblowing intentions is insignificant. The interaction between perceptions of seriousness and financial incentives also indicates that regardless of the existence of monetary rewards, the more serious a violation is, the greater the intention of public officers to report violations. This study contributes to academic literature and policymakers. It extends fraud detection literature and provides evidence to policymakers about the impact of perception of seriousness and financial incentives on public officers’ intention to report fraud. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi keseriusan dan insentif keuangan terhadap keputusan aparatur sipil negara (ASN) melakukan whistleblowing kepada pihak eksternal. Kedua variabel independent yang diuji di dalam penelitian ini, yaitu persepsi keseriusan dan insentif keuangan, didasarkan pada teori motivasi ekstrinsik-intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode experimental between-subject sehingga ada dua jenis kuesioner disebarkan ke ASN di tiga institusi yang berbeda. Responden hanya diperbolehkan mengisi salah satu kuesioner. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode convenience sampling. Hasil uji ancova memperlihatkan bahwa keputusan aparatur sipil negara dalam melaporkan pelanggaran dipengaruhi oleh seberapa serius pelanggaran tersebut (persepsi keseriusan). Dampak insentif keuangan terhadap intensi whistleblowing tidak signifkan. Interaksi antara persepsi keseriuan dan insentif keuangan mengindikasikan bahwa terlepas dari keberadaan imbalan moneter, semakin serius suatu pelanggaran, semakin besar pula intensi ASN melaporkan pelanggaran. Studi ini berkontribusi pada literatur akademis dan pembuat kebijakan. Penelitian ini memperdalam literatur mengenai pendeteksian kecurangan dan memberikan bukti kepada pembuat kebijakan mengenai dampak persepsi keseriusan dan insentif keuangan terhadap intensi aparatur sipil negara untuk melaporkan kecurangan.
Perubahan ukuran komite audit dan dewan direksi terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor keuangan Maisiska Setyarini; Andi Manggala Putra; Ranti Nugraheni
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p065

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to observe the effect of change in number of audit committee and board of directors on financial performance in financial sector. Financial performance is measured by Return on Assets, Return on Equity, Operating Expense, and Operating Income. The control variables in this study were leverage, book to market, size, sub sectors, and year control. The number of samples in this research is 135 samples of financial sector companies listed on the IDX from 2016 to 2018. This analysis technique uses panel data regression analysis. The results of this study indicate that change in number of independent board of directors have a positive effect on financial performance. Meanwhile, change in number of audit committee, independent audit committee, and board of directors have no effect on financial performance. This study explains that the governance that most effectively affects the financial performance of finance sector companies is change in number of the independent board of directors.AbstrakTujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan ukuran komite audit dan dewan direksi terhadap kinerja keuangan pada sektor keuangan. Kinerja keuangan diukur dengan Return on Assets, Return on Equity, Beban Operasional, dan Pendapatan Operasional. Variabel kontrol dalam riset ini yaitu leverage, book to market, size , sub sectors , dan year control. Jumlah sampel pada riset ini yaitu 135 sampel perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI mulai tahun 2016 hingga 2018. Teknik analisis menggunakan analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa perubahan ukuran dewan direksi independen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan perubahan ukuran komite audit, komite audit independen, dan dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menjelaskan bahwa tatakelola yang paling efektif memengaruhi kinerja keuangan pada perusahaan sektor keuangan adalah perubahan ukuran anggota dewan direksi independen.
Studi Corporate Information Transparency on the Internet (e-CTI) pada Bursa Efek Indonesia, Malaysia dan Singapura Ruben Tanujaya; Tarsisius Renald Suganda; Dian Wijayanti
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 7, NOMOR 2, JULI 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v7i22020p107

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor makro dan mikro terhadap e-CTI di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Alasan pemilihan ketiga negara tersebut karena besarnya investasi asing yang masuk ke Indonesia pada tahun 2017. Adanya kerjasama Indonesia Malaysia Singapura – Growth Triangle (IMS-GT) menyebabkan Singapura dan Malaysia sebagai investor paling dominan di Indonesia. Sampel penelitian adalah 65 perusahaan yang terdaftar di indeks paling likuid pada ketiga bursa efek. Hasil penelitian membuktikan jika banyaknya dewan direksi ternyata berpengaruh positif pada e-CTI. Karena adanya lebih banyak dewan direksi akan meningkatkan kemampuannya dalam mendorong manajemen untuk lebih transparan. Hal ini didorong dengan tugas dan tanggung jawab dewan direksi terhadap pemegang kepentingan yang tertera pada peraturan ketiga negara. Adanya revolusi industri 4.0 merupakan faktor lain yang memudahkan dewan direksi dalam memenuhi tanggung jawab dan tugasnya The purpose of this study is to analyze the influence of macro and micro factors on e-CTI in three countries namely Indonesia, Malaysia, and Singapore. The reason for the selection of the three countries was due to large foreign investment entering Indonesia in 2017. The agreement of Indonesia Malaysia Singapore –Growth Triangle (IMS-GT) made Singapore and Malaysia as the most dominant investors in Indonesia. The research sample consist of 65 companies listed on the most liquid indexes on the three stock exchanges. The result showed that the total board of directors had a positive effect on e-CTI. It concludes that the existence of more boards of directors will increase its ability to encourage management to be more transparent. This is driven by the duties and responsibilities of the board of directors stated in the regulations of the three countries. The existence of a industrial revolution 4.0 is another factor that facilitates the board of directors in fulfilling their responsibilities and duties.
Kecurangan pelaporan keuangan organisasi kemahasiswaan: perspektif crowe’s fraud pentagon theory Sunaryo Sunaryo; Helianti Utami
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p051

Abstract

AbstractThis study aims to investigate the practice of fraudulent accountability reports on Student Organization at State University X based on the perspective of fraud pentagon theory. This research used qualitative methods with a case study approach. The type of case study was multiple-case conducted on Student Organizations at State University X. Data were obtained through interviews, observations, and documentation of relevant data related to Student Organizations’ financial reporting practices. The data was then analyzed by the fraud pentagon theory. The research findings indicate that the practice of public fraud was caused by elements of the pentagon fraud. There are similarities and differences in the types of pentagon fraud elements encountered by the management committee. This is due to the existence of different policies in each community in a campus. AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui praktik kecurangan laporan pertanggungjawaban organisasi kemahasiswaan di Universitas Negeri X jika ditinjau dari perspektif fraud pentagon theory. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis studi kasus yang digunakan adalah multi kasus yang dilakukan pada organisasi kemahasiswaan di Universitas Negeri X. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan, dokumentasi data yang relevan terkait dengan praktik pelaporan keuangan organisasi kemahasiswaan. Data kemudian dianalisis dengan fraud pentagon theory. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik kecurangan organisasi kemahasiswaan disebabkan oleh elemen-elemen fraud pentagon. Terdapat persamaan dan perbedaan jenis elemen fraud pentagon yang dihadapi pengurus organisasi kemahasiswaan. Hal ini disebabkan adanya kebijakan yang berbeda di masing-masing organisasi kemahasiswaan dalam satu kampus.
Fraudulent financial reporting through the lens of the fraud pentagon theory Wiwit Rica Anggraini; Ani Wilujeng Suryani
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p001

Abstract

AbstractFraud causes trillions of rupiah in losses in the business world. With the fraud pentagon lens, this study aims to examine whether pressure, opportunity, rationalization, capability and arrogance affect fraudulent financial reporting. This study used 51 financial reports from fraud companies indicated by the Financial Services Authority and 51 financial reports from other companies in similar industry, listed on the Indonesian Stock Exchange from 2009 to 2018. The proxies of fraud pentagon were tested by using the logistic regression. The results showed that pressure, opportunity and rationalization had significant effects on fraudulent financial reporting. Meanwhile, capability and arrogance have no effect. These results indicate that the existence of pressure and rationalization can lead to financial fraud, but opportunity negatively affect fraudulent financial reporting. The results of this study contribute to the development of accounting science and to provide information on the prevention and detection of fraud in companies.AbstrakFraud menyebabkan kerugian di dunia bisnis yang mencapai triliunan rupiah. Dengan bingkai fraud pentagon, penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pressure, opportunity, rationalization, capability dan arrogance mempengaruhi terjadinya kecurangan pada laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan 51 laporan keuangan dari perusahaan yang terindikasi fraud dari Otoritas Jasa Keuangan dan 51 laporan keuangan dari perusahaan sejenis yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai pembanding mulai dari tahun 2009 hingga 2018. Hubungan antar variabel diuji dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pressure, opportunity, dan rationalization berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting, sedangkan capability dan arrogance tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya pressure dan rationalization mendorong perusahaan melakukan kecurangan pada laporan keuangan, sedangkan opportunity berpengaruh negatif terhadap tindak kecurangan pada laporan keuangan. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi serta untuk memberikan informasi mengenai pencegahan dan mendeteksi adanya fraud di perusahaan.
Motivasi untuk berbagi pengetahuan ke konsultan pajak Yonathan Santoso; Legasia Santoso
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 7, NOMOR 2, JULI 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v7i22020p145

Abstract

Perusahaan yang kesulitan dalam memperoleh pengetahuan tentang pajak cenderung mempekerjakan konsultan pajak dari luar perusahaan. Namun, dalam melakukan perencanaan pajak tersebut konsultan membutuhkan pengetahuan berbagai informasi dalam mengetahui karakteristik bisnis klien mereka. Berbagi pengetahuan menjadi sebuah dilema bagi perusahaan. Berbagi pengetahuan mencakup sebuah peluang memunculkan ide dan pengetahuan baru tetapi juga risiko yang besar ketika informasi yang diberikan menjadi strategi penting dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penilaian terhadap konsultan dan pengetahuan akuntansi dan pajak terhadap motivasi untuk berbagi pengetahuan ke konsultan pajak. Dari data survei 113 klien, pengujian hipotesis diteliti dengan analisis regresi menggunakan software spss versi 25. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penilaian terhadap konsultan akan mempengaruhi keputusan untuk berbagi pengetahuan. Namun, faktor lain yang berasal dari luar hubungan mereka yaitu pengetahuan akuntansi dan pajak klien tidak memainkan peran yang penting dalam menjelaskan keputusan berbagi pengetahuan tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi sebuah pertimbangan bagi regulator dan instansi terkait agar dapat memperbaiki hubungan antara klien dan konsultan pajak mereka agar dapat memberikan kemudahan dalam melakukan strategi perpajakan perusahaan.
Relevansi nilai ukuran kinerja dan risiko: tinjauan berdasarkan siklus hidup usaha Priscilla Intan Dwi Kriswidiyanti; Ari Budi Kristanto; Maria Rio Rita
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p013

Abstract

AbstractPerformance and risk information have important role in describing the condition of the company. This study aims to explain the relevance of information on the value of performance measures and information on the value of risk to the value of the company in each company’s life cycle. This study used the objects of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2009 to 2016. The research sample was selected using a purposive sampling method with the specified criteria. The variables used in this research includes change in sales growth, capital expenditure, change in operating cash flow, change in return on sales, and change in net income. Meanwhile, the risk assessment used book to market, beta, size, and leverage. Classification of life cycle adopted scoring on age, dividend payout, capital expenditure, and sales growth categorized according to industrial quintiles. This research employed a quantitative approach with multiple regression analysis techniques. The result of the research shows that there is relevance of performance and risk value that at mature stage. However, there is only relevance of risk value at decline stage. In general, this research provides evidence that the relevance of performance information and risk to each life cycle is different. However, this study failed to review the phenomenon of value relevance at the growth stage because of unsupported empirical data. Accordingly, future researches are advised to use alternative business ages as a proxy for the company’s life cycle. This study supports the theory of the relevance of accounting information in business decision making related to the business life cycle. This finding can be a direction for managerial and strategic decision making in the company where the risk value is considered relevant in management decision making, while performance information is the basis for corporate decision making in the mature phase.AbstrakInformasi kinerja dan risiko berperan penting dalam menggambarkan kondisi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi informasi nilai ukuran kinerja dan informasi nilai resiko terhadap nilai perusahaan di setiap siklus hidup perusahaan. Penelitian ini menggunakan obyek perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009-2016. Sampel penelitian dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Variabel untuk menilai kinerja adalah perubahan pertumbuhan penjualan, belanja modal, perubahan arus kas operasi, perubahan imbal hasil dari penjualan, dan perubahan laba bersih. Sedangkan proksi untuk menilai risiko menggunakan variabel rasio nilai buku terhadap nilai pasar, beta, ukuran perusahaan dan rasio hutang yang dikategorikan menurut kuintil industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi nilai kinerja dan risiko pada tahap mature, namun hanya terdapat relevansi nilai risiko pada tahap decline. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa informasi kinerja dan risiko pada tiap siklus hidup berbeda. Namun studi ini tidak dapat membahas fenomena relevansi nilai pada tahapan growth karena tidak didukung oleh data empiris. Sehubungan dengan itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan alternatif umur usaha sebagai proksi siklus hidup perusahaan. Studi ini mendukung teori relevansi informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan usaha yang dihubungkan dengan siklus hidup usaha. Temuan ini diharapkan menjadi arahan bagi pengambilan keputusan strategik di perusahaan, dimana nilai risiko dianggap relevan dalam pengambilan keputusan manajemen, sementara informasi kinerja menjadi dasar pengambilan keputusan perusahaan di tahap mature.
Pengaruh transfer pricing dan karakter eksekutif terhadap tax avoidance Dudi Pratomo; Hervita Triswidyaria
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p039

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyse the influence of transfer pricing and executive character on tax avoidance controlled by profitability and leverage. The research used explanatory research method. The target of population were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2015-2018. There were 21 manufacturing companies used as a result of purposive sampling. The data was analysed by data panel regression. The results of the study found that the simultaneous transfer pricing and character of executives influenced tax avoidance practices. Partially, transfer pricing has a positive influence on tax avoidance practices with controlled profitability and leverage. It signifies that the higher practices in transfer pricing with its related parties based in countries with low tax rates, then the company will be more driven to conduct tax avoidance. Additionally, the character of executives also has a positive influence on tax avoidance practices with controlled profitability and leverage. It means that companies with executives who are risk takers will be more driven in doing tax avoidance.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh transfer pricing dan karakter eksekutif terhadap tax avoidance yang dikontrol oleh profitabilitas dan leverage. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif. Target populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2018. Data penelitian diperoleh sebesar 21 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer pricing dan karakter eksekutif secara simultan berpengaruh terhadap praktik tax avoidance . Secara parsial, transfer pricing berpengaruh positif terhadap praktik tax avoidance , yang dikontrol dengan profitabilitas dan leverage. Hal ini berarti, semakin tinggi perusahaan melakukan transfer pricing dengan pihak relasi perusahaan yang berkedudukan di negara dengan tarif pajak rendah, maka perusahaan akan lebih terdorong melakukan tax avoidance . Selain itu, karakter eksekutif secara parsial juga berpengaruh positif terhadap praktik tax avoidance yang dikontrol dengan profitabilitas dan leverage. Hal ini berarti bahwa semakin perusahaan dipimpin oleh eksekutif yang berkarakter berani mengambil risiko, maka perusahaan akan lebih terdorong untuk melakukan tax avoidance.
Real and accrual-based earnings management in Islamic Banks in Indonesia Vega Wafaretta; Nurika Restuningdiah
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 7, NOMOR 2, JULI 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v7i22020p91

Abstract

Islamic banks have tendency to tinker the earnings to present positive income. Therefore, it now becomes important to examine the relationship between real earnings management (REM) and accrual-based earnings management (AEM) that they both contribute in promoting earnings, especially in Islamic banks. This study also examines variables costs of REM or AEM. This study adds one part of a formula to calculate REM by including reserves as unpaid revenue sharing and attempts to explain the relationship between REM and AEM using prospect theory. 11 Islamic banks during the 2013-2018 period were tested. This study found that REM is done through generating operational revenue and reducing distributed revenue sharing beyond the normal activities. REM affects AEM negatively that managers will adjust AEM based on the results of REM during the financial period. These findings confirm the prospect theory when the realized income has been over the profit expectation, managers will avoid the risk of doing the accrual manipulation. Audit quality, accounting flexibility, and financial health are found as cost restricting AEM and positively correlated with REM. Market share and institutional ownership don’t have any impact. The implication of this study is to provide findings how Islamic banks engage in earnings management.
Akuntansi potali: membangun praktik akuntansi penjualan di pasar tradisional (studi etnometodologi islam) Mohamad Anwar Thalib; Supandi Rahman; Mei K. Abdullah; Yulia Puspitasari Gobel
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p025

Abstract

AbstractThis study aims to construct the efforts of traders to conduct sales accounting practices in traditional market Gorontalo. Research in sales accounting based on local wisdom is important to maintain the accounting sustainability in Indonesia. Islamic ethnomethodology is the approach used in this research. There are 5 stages of data analysis comprising of: amal, ilmu, iman, informasi wahyu, and ihsan (amiiin). The research finds two ways of selling accounting practices which are bargaining and giving bonus cake. These methods are driven by the spirits of Gorontalo Islamic culture, patience, persistence, and brotherhood. The spirits exist because the sellers have demand on income that represents blessing from God. The findings of this research are important because the existence of sales accounting based on Gorontalo’s cultural values have been successfully explored and proven.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan cara pedagang di pasar tradisional Gorontalo mempraktikkan akuntansi penjualan. Penelitian akuntansi penjualan berbasis kearifan lokal penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan akuntansi di Indonesia. Etnometodologi Islam adalah pendekatan yang digunakan dalam riset ini. Terdapat 5 tahap analisis data yaitu: amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan (amiiin). Hasil penelitian menemukan dua cara praktik akuntansi penjualan yaitu: tawar menawar dan memberikan bonus kue. Kedua cara tersebut digerakkan oleh semangat budaya Islam Gorontalo berupa kesabaran, kegigihan, dan persaudaraan. Semangat tersebut hidup karena para penjual ingin mendapatkan rejeki yang merupakan berkah dari Tuhan. Temuan riset ini penting karena berhasil menggali serta menunjukkan keberadaan akuntansi penjualan berbasis nilai budaya Gorontalo.

Page 9 of 14 | Total Record : 138