Articles
108 Documents
Pengukuran Kepuasan Pelanggan Reparasi Kapal Kayu Menggunakan Metode Kano Dan Root Cause Analysis
Saufik Luthfianto;
Hani Indri Alisha;
Muhammad Fajar Nurwildani
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2536
PT. Perikanan Nusantara (Persero) Tegal Branch is a wooden shipbuilding company that often interacts with consumers. The company in providing services to consumers, especially in customer satisfaction, is still quite low so that there needs to be improvements in customer service management. Measurement of customer satisfaction can be done by the canoe method to categorize the attributes of customer satisfaction service. The data were analyzed by using the root cause analysis method to determine the trouble and make improvements. The results of the study revealed that there were 4 categories of canoes, namely Attrctive, Indefferent, One dimensional, Must be where the attributes that were more dominated were one dimensional. The attributes of the services provided by PT. Perikanan Nusantara (Persero) Tegal Branch has fulfilled the wishes of consumers or customers, but there are some service attributes that are still low, namely as many as 6 categories that are below 0.5 and twenty of them are above 0.5. Attributes with a value above 0.5 indicate that they have met customer satisfaction, but need to be improved for attributes that do not match.PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Tegal merupakan perusahaan pembuatan kapal kayu yang sering berinteraksi dengan konsumen. Perusahaan di dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen terutama dalam kepuasan pelanggannya masih cukup rendah sehingga perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan pelayanan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan metode kano untuk mengategorikan atribut-atribut pelayanan kepuasan pelanggan. Hasil dari tingkat kepuasan pada masing-masing atribut kemudian dianalisis menggunakan metode root cause analysis untuk diketahui penyebab permasalahan dan dilakukan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 kategori kano yaitu Attrctive, Indefferent, One dimensional, Must be dimana atribut-atribut yang lebih didominasi adalah one dimensional. Atribut-atribut pelayanan yang diberikan oleh PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Tegal telah memenuhi keinginan konsumen atau pelanggan, namun terdapat beberapa atribut-atribut pelayanan yang masih rendah, yaitu sebanyak 6 kategori yang berada di bawah 0,5 dan 20 diantaranya berada diatas 0,5. Atribut dengan nilai berada diatas 0,5 menunjukkan sudah memenuhi kepuasan pelanggan, namun perlu ditingkatkan untuk atribut-atribut belum sesuai.
Penerapan GSCOR & AHP Di Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X Untuk Mengukur Green Supply Chain Management Performance
Maulidyah Rahmah;
Farida Pulansari
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2659
The application of the Green Supply Chain Management (GSCM) concept of water production of Regional Drinking Water Company Region X is still not considered efficient, because the company's water production process still uses chemical compounds that have an impact on the environment. The purpose of this study is to measure the level of green supply chain performance in the production flow in PDAM Region X to increase efficiency and minimize environmental impacts. The Green SCOR method and AHP weighting were used in this study. Weighting of each KPI using the AHP method which is then measured the level of performance using the Green SCOR method and evaluation using the Traffic Light System method. The research was conducted at the government-owned Regional Drinking Water Company and focused on material efficiency and the use of environmentally friendly chemical compounds in the production process. The results of this study were from 16 KPIs, 3 of which were indicated in red (18.75%), 2 KPIs of which were indicated in yellow (12.50%), and 11 KPIs indicated in green (68.75%). The total value of measuring the performance level of the green supply chain is 84.99 (Good). Based on the value obtained, the company's green supply chain performance level is a green indicator, which is good but there needs to be improvements to improve green supply chain performance. Penerapan konsep Green Supply Chain Management (GSCM) produksi air Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X masih belum terbilang efisien, dikarenakan proses produksi air perusahaan masih menggunakan senyawa kimia yang berdampak pada lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat performansi rantai pasok hijau pada alur produksi di PDAM Wilayah X guna meningkatkan efisiensi dan meminimalisir dampak lingkungan. Metode Green SCOR dan pembobotan AHP digunakan dalam penelitian ini. Pembobotan terhadap setiap KPI menggunakan metode AHP yang selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat performansi menggunakan metode Green SCOR serta evaluasi menggunakan metode Traffic Light System. Penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum milik pemerintah dan berfokus pada efisiensi material serta pemakaian senyawa kimia ramah lingkungan dalam proses produksinya. Hasil penelitian ini adalah dari 16 KPI, 3 KPI di antaranya terindikasi warna merah (18,75%), 2 KPI di antaranya terindikasi warna kuning (12,50%), dan 11 KPI terindikasi warna hijau (68,75%). Nilai total pengukuran tingkat performansi green supply chain sebesar 84,99 (Good). Berdasarkan nilai yang didapat, maka tingkat performansi green supply chain perusahaan adalah indikator warna hijau yaitu baik namun perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain.
Model Penerimaan Teknologi dalam Penggunaan LMS Virlenda
Yitno Utomo;
Afiff Yudha Tripariyanto;
Diyah Ayu Setiyorini
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2854
LMS (Learning Management System) 'Virlenda' is one of the options of PGRI University Adi Buana Surabaya in developing modern learning (e-learning). The LMS Virlenda 'will be studied whether to have an effect on the variable specified by using the Technology Acceptance Model (TAM). There are 4 variables studied, namely the perceived usefulness (X1), perceived ease of use (X2), Internet access (X3), and actual usage (Y1). Researchers took 174 sample students of LMS users 'virlenda'. The study also uses data analysis technique with the Structural Equation Model (SEM) approach with AMOS Graphics count tools for Technology Accepted Model (TAM) modeling. The results show that the technology acceptance model accepts the effect of perceived usefulness with actual usage with CR = 3.118 or CR > 1.96 for a significance level of 5% and the resulting p-value is 0.002. The technology acceptance model does not accept the effect of perceived ease of use on actual usage because CR = -0.475 or CR 1.96 for a significance level of 5% and the resulting p-value is 0.634. And the technology acceptance model accepts the effect of internet access on actual usage with CR = 2.633 or CR > 1.96 for a significance level of 5% and the resulting p-value is 0.008.LMS (Learning Management System) VIRLENDA menjadi salah satu pilihan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam mengembangkan pembelajaran secara modern (e-learning). LMS VIRLENDA ini akan diteliti apakah memiliki pengaruh terhadap variabel yang ditentukan dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Terdapat 4 variabel yang diteliti, yaitu persepsi kegunaan (X1), persepsi kemudahan (X2), akses internet (X3), dan penggunaan sesungguhnya (Y1). Penelitii mengambil 174 sampel mahasiswa pengguna LMS ‘VIRLENDA’. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisa data dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan alat bantu hitung AMOS Graphics untuk pemodelan Technology Accepted Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan model penerimaan teknologi menerima pengaruh persepsi kegunaan dengan penggunaan sesungguhnya dengan CR = 3,118 atau CR >1,96 untuk taraf signifikansi 5% dan nilai p-value yang dihasilkan adalah 0,002. Model penerimaan teknologi tidak menerima pengaruh persepsi kemudahan terhadap penggunaan sesungguhnya dikarenakan CR = -0,475 atau CR ≤ 1,96 untuk taraf signifikansi 5% dan nilai p-value yang dihasilkan adalah 0,634. Dan model penerimaan teknologi menerima pengaruh akses internet terhadap penggunaan sesungguhnya dengan CR = 2,633 atau CR > 1,96 untuk taraf signifikansi 5% dan nilai p-value yang dihasilkan adalah 0,008.
Penerapan Metode Geneva Emotion Wheel (GEW) dalam Merancang Kemasan Mineral Water 600 ml Merk Umsida
Zahra Suci Aditia;
Ribangun Bamban Jakaria
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2487
AMDK products in times like now have been widely circulated in the market. This is the biggest challenge for many products to be able to win the market. Especially in the 600 ml UMSIDA AMDK product which is a new product. AMDK UMISDA size 600 ml is a type of drinking water in a 600 ml size bottled which is marketed in the environment of the University of Muhammadiyah Sidoarjo which of course competes with many AMDK products. So that this study aims to find out a person's emotions in purchasing AMDK using the Geneva Emotion Wheel (GEW) method. A person's emotionality is an important factor in designing so in this study examines how a consumer makes a decision. The results of this study are able to design a 600 ml UMSIDA AMDK based on a consumer perspective based on attributes, namely packaging lids, packaging shapes, and packaging labels so that the results of this design are expected to be able to make UMSIDA AMDK size 600 ml can compete in the market by being designed to be simpler, environmentally friendly and easy to carry anywhere and anytime. And the results of this design are expected to be able to provide new innovations for drinking water packaging.Produk AMDK dimasa seperti sekarang telah banyak sekali beredar dipasaran. Hal tersebut menjadi tantangan terbesar bagi banyak produk untuk dapat memenangkan pasar. Terutama pada produk AMDK UMSIDA ukuran 600 ml yang mana merupakan produk yang baru. AMDK UMISDA ukuran 600 ml merupakan jenis air minum dalam kemasan ukuran 600 ml yang dipasarkan dilingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang mana tentunya bersaing dengan banyak sekali produk AMDK. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan mengetahui emosional seseorang dalam melakukan pembelian AMDK dengan menggunakan metode Geneva Emotion Wheel (GEW). Emosional seseorang merupakan faktor yang penting dalam melakukan perancang sehingga dalam penelitian ini meneliti bagaimana seorang konsumen dalam melakukan suatu keputusan. Hasil penelitian ini yakni mampu melakukan perancangan AMDK UMSIDA ukuran 600 ml berdasarkan dengan perspektif konsumen berdasarkan pada atribut yakni tutup kemasan, bentuk kemasan, dan label kemasan sehingga hasil dari rancangan ini diharapkan mampu menjadikan AMDK UMSIDA ukuran 600 ml dapat bersaing dipasaran dengan didesain lebih simpel, ramah lingkungan serta mudah dibawa kemana pun dan kapan pun. Serta hasil perancangan ini diharap mampu memberikan inovasi yang baru untuk kemasan air minum.
Analisis Penyebab Keterlambatan Waktu Penyelesaian Proyek Under Body Sealing (UBS) di PT. X dengan Metode RCA
Fransiskus Xaverius Dicky Pratama;
Renny Reswati
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2911
Project management is important for companies to achieve maximum project success. Thus, the project manager must create a well-planned project to make the company get maximum results through the limited resources in the project. Barriers in project implementation significantly influence the course of any project work. To overcome these problems, structured and well-integrated management is needed. This study aims to find the cause of the delay in project completion time and prevent these causes from recurring in the next project. This study uses qualitative research methods by directly observing the object of research at PT ESA. Primary data was obtained by interview and observation and analyzed qualitatively. The results showed that the method factor was the main cause of various factors causing delays. It is necessary to make a more realistic schedule and increase employees' ability in terms of engineering needs such as drawing and teaching robots or adding new employees experienced in these fields so that the same mistakes do not happen again.Manajemen proyek penting bagi perusahaan untuk mencapai keberhasilan proyek yang maksimal dalam suatu perusahaan. Dengan demikian, manajer proyek harus membuat proyek yang terencana dengan baik untuk membuat perusahaan mendapatkan hasil maksimal melalui sumber daya yang ada di dalam proyek. Hambatan dalam pelaksanaan proyek memiliki pengaruh besar terhadap jalannya setiap pekerjaan proyek. Untuk menanggulangi permasalahan, diperlukan manajemen yang terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari penyebab keterlambatan waktu penyelesaian proyek dan mencegah penyebab tersebut terulang pada proyek selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian di PT ESA. Data primer diperoleh secara wawancara dan observasi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama dari berbagai faktor penyebab keterlambatan adalah pada faktor metode. Perlunya dibuatkan penjadwalan yang lebih realistis dan menambah kemampuan karyawan dalam hal kebutuhan engineering seperti drawing dan teaching Robot atau menambah karyawan baru yang berpengalaman di bidang tersebut supaya kesalahan yang sama tidak terulang kembali.
Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Pelayanan Shopeefood Delivery di Kota Surabaya dengan Pendekatan Customer Value Analysis (CVA)
Qudsiyah Qurrotul A'yun;
Minto Waluyo
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2650
With the current developments, it causes the community to demand that the company continue to improve its services better in accordance with its expectations through the elements in the services provided to the community so that customers feel satisfied with the existing services. The purpose of this study is to determine customer satisfaction based on the position of the Customer Value Map on Shopeefood Delivery. This research uses quantitative methods with a Customer Value Analysis (CVA) approach. By using application design, reliability, customer service, and security as free variables and customer satisfaction as bound variables. The population in this study is Generation Z who use ShopeeFood Delivery services in the city of Surabaya. Meanwhile, samples taken by researchers using the Bernoulli formula and a margin of error of 5% were found by 73 respondents. The results of this study found that Shopeefood prices are considered more expensive than Grabfood and the quality of service provided by Grabfood is better than Shopeefood. So that allows customers to move to Grabfood Delivery as a competitor is quite large.Dengan perkembangan yang ada saat ini menyebabkan masyarakat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanannya semakin lebih baik sesuai dengan harapannya melalui unsur-unsur yang ada dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sehingga para pelanggan merasa puas atas pelayanan yang ada. Tujuan pada penelitian ini yakni untuk mengetahui kepuasan pelanggan berdasarkan posisi dari Customer Value Map pada Shopeefood Delivery. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Customer Value Analysis (CVA). Dengan menggunakan desain aplikasi, reliabilitas, customer servis, dan keamanan sebagai variabel bebas dan kepuasan pelanggan sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z yang menggunakan layanan jasa ShopeeFood Delivery di Kota Surabaya. Sedangkan sampel yang diambil oleh peneliti dengan menggunakan rumus Bernoulli dan margin of error sebesar 5% ditemukan sebanyak 73 responden. Hasil penelitian ini menemukan bahwa harga Shopeefood dinilai lebih mahal dibandingkan Grabfood serta kualitas pelayanan yang diberikan Grabfood lebih baik dibandingkan dengan Shopeefood. Sehingga memungkinkan pelanggan berpindah ke Grabfood Delivery sebagai pesaingnya cukup besar.
Penerapan Metode Geneva Emotion Wheel (GEW) dalam Merancang Kemasan Mineral Water 600 ml Merk Umsida
Zahra Suci Aditia;
Ribangun Bamban Jakaria
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2487
AMDK products in times like now have been widely circulated in the market. This is the biggest challenge for many products to be able to win the market. Especially in the 600 ml UMSIDA AMDK product which is a new product. AMDK UMISDA size 600 ml is a type of drinking water in a 600 ml size bottled which is marketed in the environment of the University of Muhammadiyah Sidoarjo which of course competes with many AMDK products. So that this study aims to find out a person's emotions in purchasing AMDK using the Geneva Emotion Wheel (GEW) method. A person's emotionality is an important factor in designing so in this study examines how a consumer makes a decision. The results of this study are able to design a 600 ml UMSIDA AMDK based on a consumer perspective based on attributes, namely packaging lids, packaging shapes, and packaging labels so that the results of this design are expected to be able to make UMSIDA AMDK size 600 ml can compete in the market by being designed to be simpler, environmentally friendly and easy to carry anywhere and anytime. And the results of this design are expected to be able to provide new innovations for drinking water packaging.Produk AMDK dimasa seperti sekarang telah banyak sekali beredar dipasaran. Hal tersebut menjadi tantangan terbesar bagi banyak produk untuk dapat memenangkan pasar. Terutama pada produk AMDK UMSIDA ukuran 600 ml yang mana merupakan produk yang baru. AMDK UMISDA ukuran 600 ml merupakan jenis air minum dalam kemasan ukuran 600 ml yang dipasarkan dilingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang mana tentunya bersaing dengan banyak sekali produk AMDK. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan mengetahui emosional seseorang dalam melakukan pembelian AMDK dengan menggunakan metode Geneva Emotion Wheel (GEW). Emosional seseorang merupakan faktor yang penting dalam melakukan perancang sehingga dalam penelitian ini meneliti bagaimana seorang konsumen dalam melakukan suatu keputusan. Hasil penelitian ini yakni mampu melakukan perancangan AMDK UMSIDA ukuran 600 ml berdasarkan dengan perspektif konsumen berdasarkan pada atribut yakni tutup kemasan, bentuk kemasan, dan label kemasan sehingga hasil dari rancangan ini diharapkan mampu menjadikan AMDK UMSIDA ukuran 600 ml dapat bersaing dipasaran dengan didesain lebih simpel, ramah lingkungan serta mudah dibawa kemana pun dan kapan pun. Serta hasil perancangan ini diharap mampu memberikan inovasi yang baru untuk kemasan air minum.
Pengukuran Kepuasan Pelanggan Reparasi Kapal Kayu Menggunakan Metode Kano Dan Root Cause Analysis
Saufik Luthfianto;
Hani Indri Alisha;
Muhammad Fajar Nurwildani
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2536
PT. Perikanan Nusantara (Persero) Tegal Branch is a wooden shipbuilding company that often interacts with consumers. The company in providing services to consumers, especially in customer satisfaction, is still quite low so that there needs to be improvements in customer service management. Measurement of customer satisfaction can be done by the canoe method to categorize the attributes of customer satisfaction service. The data were analyzed by using the root cause analysis method to determine the trouble and make improvements. The results of the study revealed that there were 4 categories of canoes, namely Attrctive, Indefferent, One dimensional, Must be where the attributes that were more dominated were one dimensional. The attributes of the services provided by PT. Perikanan Nusantara (Persero) Tegal Branch has fulfilled the wishes of consumers or customers, but there are some service attributes that are still low, namely as many as 6 categories that are below 0.5 and twenty of them are above 0.5. Attributes with a value above 0.5 indicate that they have met customer satisfaction, but need to be improved for attributes that do not match.PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Tegal merupakan perusahaan pembuatan kapal kayu yang sering berinteraksi dengan konsumen. Perusahaan di dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen terutama dalam kepuasan pelanggannya masih cukup rendah sehingga perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan pelayanan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan metode kano untuk mengategorikan atribut-atribut pelayanan kepuasan pelanggan. Hasil dari tingkat kepuasan pada masing-masing atribut kemudian dianalisis menggunakan metode root cause analysis untuk diketahui penyebab permasalahan dan dilakukan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 kategori kano yaitu Attrctive, Indefferent, One dimensional, Must be dimana atribut-atribut yang lebih didominasi adalah one dimensional. Atribut-atribut pelayanan yang diberikan oleh PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Tegal telah memenuhi keinginan konsumen atau pelanggan, namun terdapat beberapa atribut-atribut pelayanan yang masih rendah, yaitu sebanyak 6 kategori yang berada di bawah 0,5 dan 20 diantaranya berada diatas 0,5. Atribut dengan nilai berada diatas 0,5 menunjukkan sudah memenuhi kepuasan pelanggan, namun perlu ditingkatkan untuk atribut-atribut belum sesuai.
Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Pelayanan Shopeefood Delivery di Kota Surabaya dengan Pendekatan Customer Value Analysis (CVA)
Qudsiyah Qurrotul A'yun;
Minto Waluyo
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2650
With the current developments, it causes the community to demand that the company continue to improve its services better in accordance with its expectations through the elements in the services provided to the community so that customers feel satisfied with the existing services. The purpose of this study is to determine customer satisfaction based on the position of the Customer Value Map on Shopeefood Delivery. This research uses quantitative methods with a Customer Value Analysis (CVA) approach. By using application design, reliability, customer service, and security as free variables and customer satisfaction as bound variables. The population in this study is Generation Z who use ShopeeFood Delivery services in the city of Surabaya. Meanwhile, samples taken by researchers using the Bernoulli formula and a margin of error of 5% were found by 73 respondents. The results of this study found that Shopeefood prices are considered more expensive than Grabfood and the quality of service provided by Grabfood is better than Shopeefood. So that allows customers to move to Grabfood Delivery as a competitor is quite large.Dengan perkembangan yang ada saat ini menyebabkan masyarakat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanannya semakin lebih baik sesuai dengan harapannya melalui unsur-unsur yang ada dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sehingga para pelanggan merasa puas atas pelayanan yang ada. Tujuan pada penelitian ini yakni untuk mengetahui kepuasan pelanggan berdasarkan posisi dari Customer Value Map pada Shopeefood Delivery. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Customer Value Analysis (CVA). Dengan menggunakan desain aplikasi, reliabilitas, customer servis, dan keamanan sebagai variabel bebas dan kepuasan pelanggan sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z yang menggunakan layanan jasa ShopeeFood Delivery di Kota Surabaya. Sedangkan sampel yang diambil oleh peneliti dengan menggunakan rumus Bernoulli dan margin of error sebesar 5% ditemukan sebanyak 73 responden. Hasil penelitian ini menemukan bahwa harga Shopeefood dinilai lebih mahal dibandingkan Grabfood serta kualitas pelayanan yang diberikan Grabfood lebih baik dibandingkan dengan Shopeefood. Sehingga memungkinkan pelanggan berpindah ke Grabfood Delivery sebagai pesaingnya cukup besar.Â
Penerapan GSCOR & AHP Di Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X Untuk Mengukur Green Supply Chain Management Performance
Maulidyah Rahmah;
Farida Pulansari
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2659
The application of the Green Supply Chain Management (GSCM) concept of water production of Regional Drinking Water Company Region X is still not considered efficient, because the company's water production process still uses chemical compounds that have an impact on the environment. The purpose of this study is to measure the level of green supply chain performance in the production flow in PDAM Region X to increase efficiency and minimize environmental impacts. The Green SCOR method and AHP weighting were used in this study. Weighting of each KPI using the AHP method which is then measured the level of performance using the Green SCOR method and evaluation using the Traffic Light System method. The research was conducted at the government-owned Regional Drinking Water Company and focused on material efficiency and the use of environmentally friendly chemical compounds in the production process. The results of this study were from 16 KPIs, 3 of which were indicated in red (18.75%), 2 KPIs of which were indicated in yellow (12.50%), and 11 KPIs indicated in green (68.75%). The total value of measuring the performance level of the green supply chain is 84.99 (Good). Based on the value obtained, the company's green supply chain performance level is a green indicator, which is good but there needs to be improvements to improve green supply chain performance. Penerapan konsep Green Supply Chain Management (GSCM) produksi air Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X masih belum terbilang efisien, dikarenakan proses produksi air perusahaan masih menggunakan senyawa kimia yang berdampak pada lingkungan.  Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat performansi rantai pasok hijau pada alur produksi di PDAM Wilayah X guna meningkatkan efisiensi dan meminimalisir dampak lingkungan. Metode Green SCOR dan pembobotan AHP digunakan dalam penelitian ini. Pembobotan terhadap setiap KPI menggunakan metode AHP yang selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat performansi menggunakan metode Green SCOR serta evaluasi menggunakan metode Traffic Light System. Penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum milik pemerintah dan berfokus pada efisiensi material serta pemakaian senyawa kimia ramah lingkungan dalam proses produksinya. Hasil penelitian ini adalah dari 16 KPI, 3 KPI di antaranya terindikasi warna merah (18,75%), 2 KPI di antaranya terindikasi warna kuning (12,50%), dan 11 KPI terindikasi warna hijau (68,75%). Nilai total pengukuran tingkat performansi green supply chain sebesar 84,99 (Good). Berdasarkan nilai yang didapat, maka tingkat performansi green supply chain perusahaan adalah indikator warna hijau yaitu baik namun perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain.