cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Mei" : 7 Documents clear
Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kretek Bantul Yogyakarta Wahyu Kuntoro; Wahyudi Istiono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30327

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan yang memuaskan dan berkualitas akan membentuk loyalitas pasien/pelanggan, dan kepuasan sangat erat hubungannya dengan ”word of mouth”.Efek selanjutnya akan berlanjut pada proses terbentuknya citra puskesmas yang meningkat. Hal ini dikarenakan kondisi persaingan yang sangat ketat. Maka setiap puskesmas akan berusaha untuk menempatkan dirinya sebaik mungkin dimata pasien/pelanggannya agar dapat dipercaya untuk memenuhi kebutuhannya dalam bidang kesehatan. TPP di Puskesmas Kretek Bantul Yogyakarta masih terdapat komplain pasien terhadap kecepatan pelayanan petugas. Diperlukan pengukutan terhadap tingkap kepuasan berdasarkan guna mengetahui kualitas pelayanan.Tujuan: Mengetahui distribusi kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kualitas jasa pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty; dan mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien berdasarkan karakteristik.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross sectional dan teknik sampel yang digunakan adalah purposive accidental. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Teknik analisa data menggunakan statistik inferensial (uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney).Hasil: Berdasarkan hasil penelitian 84% menyatakan puas terhadap pelayanan di TPP. Dimensi yang perlu ditingkatkan adalah dimensi Assurance pada bagian kemampuan petugas. Berdasarkan hasil uji statistik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney ada perbedaan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di tempat pendaftaran pasien rawat jalan berdasarkan karakteristik pendidikan pasien, dengan nilai p (sig) sebesar 0.003.Kesimpulan: Distribusi kepuasan secara menyeluruh mayoritas pada kategori puas. Tidak ada perbedaan kepuasan berdasarkan karakteristik Jenis kelamin, Usia, dan Pekerjaan. Namun ada perbedaan kepuasan yang bermakna pada karakteristik pendidikan.
Hubungan Ketepatan Terminologi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan oleh Petugas Kesehatan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul Defa Miftara Agustine; Rita Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30315

Abstract

Latar Belakang: Semua pelayanan medis dan non medis di Puskesmas harus didokumentasikan dalam suatu berkas disebut rekam medis. Salah satu data yang dituliskan dalam berkas rekam medis, SIMPUS, dan P-Care adalah diagnosis dan kodenya. Pelaksanaan sistem klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit yang berkaitan dengan kesehatan harus sesuai terminologi medis yang benar. Pemberian kode diagnosis ini berdasarkan pada sistem klasifikasi penyakit yang ditetapkan oleh WHO saat ini yaitu ICD-10. Hasil studi dokumentasi terhadap 10 sampel berkas rekam medis rawat jalan yang dikode oleh petugas kesehatan, ditemukan 60% kode tidak akurat dan 80% terminologi medis tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10.Tujuan: Mengetahui hubungan ketepatan terminologi medis dengan keakuratan kode diagnosis rawat jalan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua diagnosis rawat jalan beserta kodenya selama bulan Januari 2017. Teknik sampling yang digunakan yaitu systematic random sampling. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan program R.Hasil: Dari sampel sebanyak 360 diagnosis rawat jalan beserta kodenya, terdapat 82 (22,8%) terminologi medis tepat dan 278 (77,2%) terminologi medis tidak tepat, serta kode diagnosis rawat jalan akurat sebanyak 127 (35,3%) kode dan kode diagnosis rawat jalan tidak akurat sebanyak 233 (64,7%) kode. Dari hasil uji statistik Chi-squared Test, diperoleh nilai p-value sebesar 0,03376 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dengan nilai Odd Ratio (OR) sebesar 1,7.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketepatan terminologi medis dengan keakuratan kode diagnosis rawat jalan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Peluang terminologi medis tidak tepat menyebabkan ketidakakuratan kode diagnosis rawat jalan 1,7 kali lebih besar dibandingkan terminologi medis tepat.
Ketepatan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi di Klinik Jantung RSUD Wates Heri Hernawan; Kori Puspita Ningsih; Winarsih Winarsih
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30328

Abstract

Latar Belakang: Ketepatan kode diagnosa sangat penting untuk sarana pelayanan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUD Wates, dari jumlah 30 berkas rekam medis pasien rawat jalan dengan kasus Kardiovaskuler menunjukan bahwa 86,67% kode diagnosis yang tidak tepat sesuai dengan ICD-10 dan 13,33% kode diagnosis yang tepat sesuai dengan ICD-10.Tujuan: Mengetahui pelaksanaan pengisian kode peyakit, presentase ketepatan kode penyakit dan fator penyebab ketidaktepatan kode sistem sirkulasi di klinik jantung RSUD WatesMetodologi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian 2189 berkas rekam medis kasus sistem sirkulasi di klinik jantung periode januari-maret 2017, teknik pemilihan sampel dengan random sampling, jumlah sampel penelitian sebesar 98 berkas medis sistem sirkulasi di klinik jantung. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Hasil: Tingkat Ketepatan kode diagnosa sistem sirkulasi di RSUD Wates dari total sampel yang diambil yaitu 98 berkas rekam medis, dari yang tertinggi secara berturut-turut adalah Kategori B 49% (48 dari 48 berkas rekam medis), kategori C 27% (26 dari 98 berkas rekam medis), kategori A 18% (18 dari 98 berkas rekam medis) dan 6% (6 dari 98 berkas rekam medis).Kesimpulan: pengodean tidak dilakukan oleh petugas rekam medis, tingkat ketepatan kode diagnosa pasien rawat jalan sistem sirkulasi masih tidak baik, belum adanya SOP Pengodean pasien rawat jalan dan masih kurangnya buku ICD-10 untuk melakukan pengodean.
Hubungan Length of Stay dan Karakteristik Pasien (Jenis Kelamin dan Umur) Terhadap Biaya Pasien JKN Acute Infarction Myocardial di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta 2016 Lia Suci Kriswanti; Sugeng Sugeng
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30317

Abstract

Latar Belakang: Undang-Undang nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran pasal 49 ayat 1 bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran atau kedokteran gigi wajib menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya. Hal ini mendorong peneliti untuk melihat hubungan antara length of stay dan karakteristik pasien (umur dan jenis kelamin) terhadap biaya perawatan sebagai kendali mutu dan biaya.Tujuan: Mengetahui hubungan antara length of stay dan karakteristik pasien (jenis kelamin dan umur) terhadap biaya perawatan pasien JKN acute infarction myocardial di Rumah Sakit Bethesda 2016.Metode Penelitian: Jenis penelitian descriptive dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan cross sectional. Teknik pengambilan data studi dokumentasi. Sampel berjumlah 38 berkas. Teknik sampling purposive sample.Hasil: Dari sampel sebanyak 38 berkas, terdapat jenis kelamin laki-laki 35 orang (92%), perempuan 3 orang (8%). Umur kurang dari sama dengan 65 tahun 24 orang (63%), umur lebih dari 65 tahun 14 orang (37%). Length of stay kurang dari sama dengan 7 hari 28 orang (74%), length of stay lebih dari 7 hari 10 orang (26%). Dari hasil uji statistik Chi-squared Test, diperoleh nilai p-value length of stay sebesar 0,04342 yang menunjukkan bahwa Ho diterima dengan nilai Odd Ratio (OR) sebesar 4,783396Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Length Of Stay terhadap Biaya Pasien JKN Acute Infarction Myocardial di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta 2016. Peluang length of stay yang tepat menyebabkan keakuratan biaya perawatan 4,78 kali lebih besar dibandingkan length of stay yang tidak tepat.
Tingkat Kepuasan Dokter dan Perawat Poliklinik Terhadap Pelayanan Rekam Medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Zain Azmii Nadhiirah Fathoni; Akhmadi Akhmadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30329

Abstract

Latar Belakang: Setiap fasilitas kesehatan memiliki berbagai bagian pelayanan yang berkesinambungan satu sama lain dan tidak dapat berdiri sendiri. Setiap pelayanan harus saling melengkapi demi terciptanya mutu pelayanan yang baik untuk penyembuhan pasien. Dalam peningkatan kualitas mutu pelayanan, hubungan antar tenaga kesehatan dalam satu fasilitas kesehatan harus baik. Salah satunya hubungan antara perekam medis dengan dokter dan perawat. Oleh karena itu, penilaian internal oleh dokter dan perawat terhadap pelayanan rekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit tersebut.Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan dokter dan perawat terhadap pelayanan rekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga berdasarkan dimensi kualitas jasa/ pelayanan.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Responden dari penelitian ini adalah dokter dan perawat poliklinik RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan data menggunakan kuisioner (angket).Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan dokter dan perawat poliklinik terhadap pelayanan rekam medis secara keseluruhan berada dalam kategori cukup puas. Dengan masing-masing persentase pada setiap dimensi yaitu dimensi penampilan sebesar 50,00%, dimensi keandalan sebesar 47,62%, dimensi ketanggapan sebesar 40,48%, dimensi kepastian sebesar 45,24%, dan dimens empati sebesar 42,86%.Kesimpulan: Setiap dimensi kualitas pelayanan berada dalam kategori cukup puas.Persentase terendah berada pada dimensi ketanggapan.
Implementasi Paradigma Pendidikan Vokasional pada Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Gadjah Mada M. Syairaji; Nur Rokhman; Nuryati Nuryati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30325

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan dan pelatihan vokasional merupakan hal yang penting dalam perkembangan pengetahuan, teknologi dan sosial-ekonomi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pada bidang sosial-ekonomi, pendidikan vokasional menyediakan akses untuk peningkatan keahlian serta pintu gerbang menuju dunia kerja. Pendidikan vokasional juga dapat dikatakan sebagai jembatan antara pendidikan umum dengan dunia kerja. Rekam medis sebagai salah satu pendidian vokasional seharusnya memiliki tujuan dan paradigma yang sama dengan pendidikan vokasional.Tujuan: Membandingkan pelaksanaan pendidikan DIII Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM dengan konsep/paradigma pendidikan vokasional berdasarkan teori dan referensi.Metode: Metode penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan referensi dari jurnal, UNESCO dan peraturan perundang-undangan.Hasil: Pelaksanaan pendidikan DIII Rekam Medis telah sesuai dengan paradigma pendidikan vokasional menurut Zarifis, Kotsiki, UNESCO, Permenristek Dikti No.44 tahun 2015 dan No.32 tahun 2016 serta SK Menkes No.377 tahun 2007Kesimpulan: Secara umum program studi rekam medis UGM telah memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan vokasional dan sebagai sebuah sistem pendidikan, program studi ini fokus pada mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja dengan bekal kompetensi, pengetahuan, sikap yang baik.
Keamanan dan Kerahasiaan Berkas Rekam Medis di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Tazia Intan Prasasti; Dian Budi Santoso
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 1 (2017): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30326

Abstract

Latar Belakang: Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan berkas rekam medis. Keamanan dan kerahasiaan rekam medis di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen belum terjaga. Pasien yang akan konsultasi ke poliklinik lain membawa berkas rekam medisnya sendiri. Masih ada petugas selain petugas rekam medis yang keluar masuk ruang filing sehingga informasi dalam berkas rekam medis berpotensi jatuh pada pihak yang tidak berhak.Tujuan: Mengetahui keamanan dan kerahasiaan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Subjek penelitian yaitu 1 orang kepala instalasi rekam medis dan 3 orang petugas rekam medis. Objek penelitian adalah berkas rekam medis.Hasil: Tinta yang digunakan sudah seragam, jelas dan rata. Kertas yang digunakan adalah HVS dengan ukuran A4 berat 70 gram. Map yang digunakan dari bahan karton. Tersedia alat pemadam kebakaran dan rutin dilakukan pengecekan sekring. Ruang filing tidak tahan gempa dan pemeliharaan kebersihan masih kurang. Masih ada pihak lain yang masuk ruang filing. Pasien membawa sendiri berkas rekam medisnya.Kesimpulan: Keamanan rekam medis ditinjau dari faktor internal menunjukkan semua komponen sudah aman yaitu tinta, kertas, dan map. Ditinjau dari faktor eksternal, semua komponen belum aman yaitu pihak lain yang tidak berkewenangan, bencana, debu, serta serangga dan hama perusak lainnya. Kerahasiaan rekam medis belum terjaga karena pasien masih membawa sendiri berkas rekam medisnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7