cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Brigjen H. Hasan Basry Street, Mail Box 87 Building of Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : 25499955     EISSN : 25499963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles from research in the field of physics education, which have not been published elsewhere. This Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika is periodically published by the Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat in collaboration with Physical Society of Indonesia (PSI) published three times a year in February, June, and October. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles about the results of research in the field of physics education including: Learning models , Learning methods, Learning media , Assessment, Teaching materials Curriculum
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 25 Documents clear
Tool Development Effectiveness Display Mirrors and Lenses (Multi shapes) as a Physics Learning Media with ADDIE Design Dewi Arisanti; Derlina Derlina; Rahmatsyah Rahmatsyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5483

Abstract

They were teaching aids as the indispensable components in visualizing the learning concepts to be studied, especially in learning the Physics of optical material. This makes it easier for students to describe each concept learned in their language during the visualization process. The purpose of this research is the effectiveness of multi shapes aquarium props as a learning media developed by design Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). This study uses the Research and Development (R&D) method to assess the effectiveness of the development of teaching aids with the ADDIE design. The results showed that the effectiveness of mirror and lens teaching aids (multi shapes) based on the evaluation of classical learning using mirrors and lenses (multi shapes) props by 90% of students completed with observations of student activities of 79.67%.
Perbandingan Kepuasan Siswa Terhadap Pembelajaran Fisika sistem Full Online Dengan Pembelajaran Fisika Sistem Hybird Ririn Novianti; Ahmad Syarkowi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kepuasan siswa terhadap pembelajaran fisika full online dengan pembelajaran fisika dengan sistem Hybrid. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 334 siswa jurusan IPA kelas X, XI dan XII yang dari 4 SMA di provinsi Bengkulu dan Sumatra Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Convenience sample. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket atau kuesioner yang disajikan dalam link google from yang diadopsi dari palmer. Analisis data dengan menggunakan Uji-t dengan bantuan software SPSS. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa hasil signifikansi perhitungan sebesar 0,00 dimana nilai tersebut lebih kecil daripada probabilitas 0,05 hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran fisika sistem full online dengan pembelajaran fisika sistem hybrid. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika sistem full online dan pembelajaran fisika sistem hybrid memperoleh kepuasan yang tidak sama yang menyebabkan perlu adanya peninjauan kembali proses pembelajaran full online oleh pihak penyelenggara pembelajaran di satuan pendidikan. This study compares student satisfaction with full online physics learning and the Hybrid system. This research is a quantitative descriptive study using a survey method. The number of samples in this study was 334 students majoring in science classes X, XI, and XII from 4 high schools in Bengkulu and West Sumatra provinces. The sampling technique used is a Convenience sample. The data collection technique uses a questionnaire or a questionnaire presented in the Google link from the one adopted from Palmer. Data analysis using t-test with the help of SPSS software. Based on the data obtained that the calculation significance result is 0.00, where the value is smaller than the 0.05 probability, the results indicate a significant difference between full online system physics learning and hybrid system physics learning. So, it can be said that the full online physics learning system and the hybrid system physics learning get different satisfactions, which causes the need to re-create the online learning process by the learning organizers in the education unit. 
Analisis Kebutuhan Video Pembelajaran Bermuatan Keterampilan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fauzia Dwi Sasmita; Endang Purwaningsih; Ratna Amelia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5389

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan video pembelajaran bermuatan keterampilan pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan desain penelitian ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluating). Adapun artikel ini hanya berfokus pada tahapan analisis sebagai bagian dari studi pendahuluan. Subjek uji coba pada penelitian ini ialah 111 orang peserta didik kelas X program MIPA di salah satu SMA Negeri di Banjarmasin. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi dan kuesioner. Dokumentasi dilakukan terhadap hasil ulangan harian peserta didik, sementara kuesioner dilakukan dengan menyebar angket secara online mengenai kebutuhan video pembelajaran bermuatan keterampilan pemecahan kepada peserta didik. Analisis data dilakukan dengan menganalisis jawaban hasil ulangan harian peserta didik berdasarkan indikator pemecahan masalah dan menghitung persentase skor angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari lima indikator pemecahan masalah, indikator memfokuskan permasalahan peserta didik berkategori cukup; (2) indikator mendeskripsikan masalah dalam konsep fisika, merencanakan solusi, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan mengevaluasi solusi berkategori gagal; (3) peserta didik beranggapan fisika adalah pelajaran yang sulit; (4) peserta didik membutuhkan alternatif bahan ajar yang mudah dan menarik. Dengan demikian, diperoleh simpulan bahwa dibutuhkan video pembelajaran bermuatan keterampilan pemecahan masalah yang dapat diakses secara online melalui laman Youtube sebagai alternatif pembelajaran fisika. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi pembelajaran fisika untuk mengembangkan video pembelajaran bermuatan keterampilan pemecahan masalah yang dapat diakses secara online melalui laman Youtube. This research focuses on analyzing the need for learning videos to solve physics problems to improve student's learning outcomes. This research is research and development (Research and Development) with ADDIE research design (analysis, design, development, implementation, and evaluation). This research only focuses on the analysis stage as part of the preliminary research. The test subjects in this research are 111 students of X grade from the MIPA program at one of the senior public high schools in Banjarmasin. Data collection techniques were obtained through documentation and questionnaires. Documentation is carried out on the students' formative test, while questionnaires are distributed online regarding the need for learning videos to learn students' problem-solving skills. Data analysis was carried out by analyzing students' formative tests' answers based on problem-solving indicators and calculating the percentage score from questionnaires. This research showed that: (1) from the five problem-solving indicators, an indicator that focuses on students' problems is categorized as sufficient; (2) indicators that describe problems in physics concepts, plan solutions, implement problem-solving plans, and evaluate solutions are categorized as failed; (3) students who studied physics students think physics is a difficult subject, and (4) students need alternative learning materials that are easy and interesting. Thus, it is concluded that the videos needed to learn problem-solving skills that can be accessed online through Youtube are an alternative to learning physics. 
Literasi Data dalam Pembelajaran Fisika dan Penilaian Eko Sujarwanto; Madlazim Madlazim; Muslimin Ibrahim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5442

Abstract

Pembelajaran fisika sangat terkait dengan data. Literasi data membentuk kerangka pengetahuan melalui aktivitas identifikasi data, interpretasi data, pemaknaan data, dan mengomunikasikan makna dari data. Namun demikian, prinsip-prinsip mengajarkan literasi data dan penilaiannya belum terumuskan dengan jelas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menunjukkan prinsip-prinsip pengajaran literasi data dan penilaiannya. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka dengan mengkaji artikel dari jurnal dan prosiding serta tesis terkait prinsip pembelajaran literasi data dan penilaiannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip pengajaran dalam literasi data adalah proses pembelajaran, media dan bahan ajar, dan kemampuan peserta didik. Sementara, penilaian literasi data perlu dikaji berdasarkan aspek pengenalan data, pengumpulan dan pencatatan data, analisis data dan interpretasi, mengomunikasikan data, dan penggunaan data. Berdasarkan aspek-aspek penilaian literasi data, kemampuan literasi data dibagi menjadi literasi data tingkat dasar, literasi data tingkat menengah, dan literasi data tingkat atas Physics learning is closely related to data. Data literacy forms the framework of scientific knowledge through data identification activities, data interpretation, the meaning of data, and communication of data meaning results. However, the principles of teaching data literacy and its assessment are still not clear enough. This research aims to reveal the principles of teaching data literacy and its assessment. This research is a literature review by reviewing articles from journals, proceedings, and theses related to the principles of data literacy learning and its assessment. The results suggest that the principles in teaching data literacy include three key aspects: learning process, media and learning materials, and student competence. Meanwhile, the assessment of data literacy needs to be reviewed from aspects of data recognition, data collection and recording, data analysis and interpretation, communication data, and data use. These aspects are divided into basic data literacy, intermediate data literacy, and upper data literacy.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Etno-Vlog Budaya Religi Sarafal Anam untuk Menanamkan Konsep Bunyi Sebagai Fasilitas Belajar Mandiri Di Masa Pandemi Covid-19 Pusuja Putu Amida; Henny Johan; Ahmad Syarkowi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5428

Abstract

Perkembangan teknologi yang terus-menerus terjadi mendorong guru untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, namun adanya pandemi covid-19 membuat kegiatan pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh, sehingga berdampak terhadap pemahaman siswa. kemudian adanya kemajuan zaman mendorong ketakutan atas tergerusnya suatu kebudayaan bangsa Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan hasil analisis kebutuhan pengembangan etno-vlog budaya religi sarafal anam untuk menanamkan konsep bunyi sebagai fasilitas belajar mandiri di masa pandemi Covid-19. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang termasuk kedalam bagian penelitian research and development (R&D). Model yang digunakan adalah model penelitian 4D yang diantaranya meliputi tahapan define, design, develop, dan dissemination. Dalam penelitian ini tahapan yang digunakan adalah tahapan analisis kebutuhan. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa dan guru fisika kelas XI MIPA di 3 SMA Kota Bengkulu terdiri atas 45 siswa dan 6 guru fisika. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa belum memberikan kepuasan karena belum adanya variasi dalam media pembelajaran serta belum sepenuhnya mampu membantu siswa dalam memahami konsep pelajaran. Oleh sebab, itu guru dan siswa sangat setuju atas dibutuhkannya pengembangan etno-vlog budaya religi sarafal anam untuk menanamkan konsep bunyi sebagai fasilitas belajar mandiri di masa pandemi Covid-19. Adapun fungsi dari penelitian ini sebagai need assessment yang berimplikasi terhadap pertimbangan dalam merancang produk pembelajaran agar dapat memfasilitasi guru dan siswa dalam menanamkan konsep bunyi. Technological developments that continue to occur continuously encourage teachers always to innovate and be creative in creating effective learning, but the Covid-19 pandemic has made learning activities into distance learning so that it has an impact on student understanding. Therefore, this research was conducted to describe the results of the analysis of the needs for developing ethno-vlogs for the Religious Culture of Sarafal anam to instil the concept of sound as an independent learning facility during the Covid-19 pandemic. This research method is a descriptive study included in the research and development (R&D) research section. The model used is a 4D research model, which includes the stages of define, design, develop, and dissemination. In this research, the stages used are needs analysis stages. The subjects in this study were students and physics teachers of class XI MIPA at 3 Bengkulu City High Schools, consisting of 45 students and six physics teachers. Data collection techniques using questionnaires and interviews. The results of this study indicate that the learning facilities provided to students have not provided satisfaction because there is no variation in the learning media and it has not been fully able to help students understand the concept of the lesson. Therefore, teachers and students strongly agree on the need to develop ethno-vlogs of the Religious Culture of Sarafal anam to instil the concept of sound as an independent learning facility during the Covid-19 pandemic. The function of this research is as a need assessment which has implications for considerations in designing learning products to facilitate teachers and students in instilling the concept of sound.

Page 3 of 3 | Total Record : 25