cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
ISSN : 25986759     EISSN : 25986759     DOI : -
Core Subject : Education,
JOHME is an online scientific journal designated as a medium for communication among redeemed Christian scholars who practice the integration of faith and learning based on a broader and holistic understanding of the Bible's Grand Narrative as the ultimate telos of all education curriculum, including mathematics education. It is committed to publishing high quality articles about research, teaching, philosophy, and curriculum development which show holistic approaches in mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER" : 8 Documents clear
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMANFAATAN WORDWALL [INCREASING STUDENTS' INTEREST IN LEARNING MATHEMATICS THROUGH THE USE OF WORDWALL] Harefa, Alwin Dwi Sastra Kelana; Soesanto, Robert Harry
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.7882

Abstract

Creating individuals with competitive abilities in today’s era can begin by integrating technological advancements into education. This process will be effective when students have an interest in both the learning process and the technology currently integrated. However, research data from a Christian high school in Jakarta shows low student interest in learning. This issue can be addressed through the teacher's efforts to provide learning that fosters student interest by utilizing the Wordwall technology application, studied through a descriptive qualitative research method. The research results indicate an increase in students' interest in learning across all indicators in this study: student attention, engagement in learning, and enjoyment in participating in lessons. This research underscores the importance of the role of Christian teachers in guiding students through learning with the use of Wordwall. Christian teachers are called to guide students in their learning, which includes fostering students' interest in learning and producing students capable of competing in the current era as part of their responsibility in fulfilling God's work. The researcher suggests that teachers should assess students’ readiness to learn, check their understanding after explaining material, and select suitable challenge designs on Wordwall that match the difficulty level of questions being asked. In this way, students can demonstrate an increased interest in learning.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Menciptakan manusia yang memiliki daya saing pada masa era ini dapat dimulai dari mengintegrasikan perkembangan teknologi pada pendidikan. Proses ini akan efektif saat siswa memiliki minat belajar terhadap pembelajaran serta teknologi yang telah diintegrasikan saat ini. Namun, data penelitian di salah satu SMA Kristen di Jakarta menunjukkan rendahnya minat belajar siswa. Permasalahan ini dapat dijawab melalui upaya guru dalam memberikan pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dengan memanfaatkan aplikasi teknologi yakni Wordwall dalam pembelajaran yang dikaji menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa yang meliputi setiap indikator minat belajar pada penelitian ini yakni perhatian siswa, keterlibatan pada pembelajaran, serta perasaan senang mengikuti pembelajaran. Melalui penelitian ini, peran guru Kristen dalam menuntun siswa pada pembelajaran dengan memanfaatkan Wordwall sangat penting. Guru Kristen dipanggil untuk menjadi penuntun siswa dalam belajar, termasuk mengembangkan minat belajar siswa serta menghasilkan siswa-siswa yang mampu bersaing pada perkembangan masa sekarang sebagai bentuk tanggung jawab akan karya Allah. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu guru harus mengetahui kesiapan belajar siswa, serta pemahaman siswa setelah menjelaskan materi serta perlu untuk memilih desain tantangan yang terdapat pada Wordwall sesuai tingkatan soal yang akan ditanyakan. Dengan demikian, siswa dapat menunjukkan peningkatan minat belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENURUT KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN TOPIK STATISTIKA [IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED LEARNING ACCORDING TO THE MERDEKA CURRICULUM TO DEVELOP STUDENTS' LEARNING MOTIVATION IN MATHEMATICS LEARNING ON THE TOPIC OF STATISTICS] Iswandi, Nivea; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8149

Abstract

Learning motivation is important to encourage students to do learning activities. With good learning motivation, students will be able to face learning challenges and successfully achieve learning goals. However, the fact is that 24 students of class XII in one of the schools in Tangerang have low learning motivation. One of the reasons is because the learning method used does not provide space for students to learn according to their diverse characteristics. To overcome this problem, the author applied differentiated learning. Students are unique images of God. They are given different talents by God so they need to be served according to their needs in order to develop and use their talents for the glory of God. The purpose of this study is to examine the implementation of differentiated learning according to the Merdeka Curriculum to develop student learning motivation in mathematics learning on the topic of statistics. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the implementation of differentiated learning according to the Merdeka Curriculum can develop student learning motivation by fulfilling the four indicators of learning motivation through the stages of mapping student needs, planning differentiated learning, implementing differentiated learning, and evaluation and reflection.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Motivasi belajar penting untuk mendorong siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan motivasi belajar yang baik, siswa akan mampu menghadapi tantangan pembelajaran dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Namun, faktanya 24 siswa kelas XII di salah satu sekolah di Tangerang memiliki motivasi belajar yang rendah. Salah satu penyebabnya karena metode pembelajaran yang digunakan tidak memberi ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan karakteristiknya yang beragam. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Siswa merupakan gambar Allah yang unik. Mereka diberi talenta yang berbeda-beda oleh Allah sehingga siswa perlu dilayani sesuai kebutuhannya supaya dapat mengembangkan dan menggunakan talentanya untuk kemuliaan Allah. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan penerapan pembelajaran berdiferensiasi menurut Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan topik statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi menurut Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan motivasi belajar siswa dengan terpenuhinya keempat indikator motivasi belajar melalui tahap memetakan kebutuhan siswa, merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, serta evaluasi dan refleksi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERCAPAIAN LEVEL KOGNITIF SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TEOREMA PYTHAGORAS BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI [CONTRIBUTING FACTORS OF STUDENTS’ COGNITIVE LEVEL IN SOLVING PYTHAGOREAN THEOREM PROBLEMS FOLLOWING BLOOM’S REVISED TAXONOMY] Rahmah, Ziaul; Darmawan, Puguh; Abdullah, Mohd Nor Syahrir
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8317

Abstract

Eighth-grade students are expected to master the Pythagorean theorem. This understanding provides a strong foundation for various mathematical concepts. Besides, the Pythagorean theorem serves as one of the prerequisite subjects for further courses. However, these students have been reported to have low cognitive levels and encounter difficulty in learning the Pythagorean theorem. Therefore, this study explores the achievement of students' cognitive levels in solving Pythagorean theorem problems based on revised Bloom's taxonomy and the underlying factors. This research employed qualitative methods with multiple case study types. Prospective participants were 35 eighth-grade junior high school students. For the instrument, this study used semi-structured interview guidelines, written tests of problem-solving, indicator rubrics, audio-visual recording devices, and researcher notes. The data were garnered from the participants’ responses to written tests on the Pythagorean theorem, the researchers' notes, as well as the audio-visual recordings of the interviews between the researchers and the subjects. The garnered data were analyzed using techniques proposed by Miles and Huberman. The subsequent stages of the research process include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that learning experience presents a pivotal role in the achievement of higher cognitive levels. A supportive learning environment, including resources that assist in learning, can influence students' problem-solving ability to reach higher cognitive levels. Furthermore, providing various forms of problems can help hone the subject's cognitive level. Such diverse learning experiences can broaden the subject's horizons and help achieve higher cognitive levels.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Siswa kelas VIII diharapkan mampu untuk menguasai teorema pythagoras. Pemahaman tersebut menciptakan landasan yang kuat untuk berbagai konsep matematika dan menjadi salah satu materi pelajaran prasyarat untuk materi selanjutnya. Namun, siswa kelas VIII memiliki level kognitif rendah dan mengalami kesulitan dalam mempelajari teorema pythagoras. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketercapaian level kognitif siswa dalam memecahkan masalah teorema pythagoras berdasarkan taksonomi bloom revisi serta faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus jamak. Calon subjek adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 35 dan terpilih 16 subjek. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara semi terstruktur, tes tertulis pemecahan masalah, rubrik indikator, alat rekam audio visual, dan catatan peneliti. Data yang digunakan adalah hasil tes tertulis subjek dalam memecahkan permasalahan teorema pythagoras, catatan peneliti, dan hasil rekaman wawancara antara peneliti dengan subjek. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif miles dan huberman. Langkah berikutnya setelah pengumpulan data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah pengalaman belajar menjadi faktor krusial dalam ketercapaian level kognitif yang lebih tinggi. Subjek yang memiliki pengalaman belajar lebih banyak dapat mencapai level kognitif yang lebih tinggi. Lingkungan belajar yang mendukung, termasuk sumber daya yang membantu dalam belajar, dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa untuk mencapai level kognitif yang lebih tinggi. Selain itu, pemberian berbagai bentuk masalah dapat membantu mengasah level kognitif subjek. Pengalaman belajar yang beragam tersebut dapat memperluas wawasan subjek dan membantu mencapai level kognitif yang lebih tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA [ANALYSIS OF STUDENTS' MATHEMATICAL REPRESENTATION ABILITY IN TERMS OF MATH ANXIETY] Andriani, Nur Lisa; Fauziyah, Nur
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8357

Abstract

The purpose of this research is to describe the profile of students' mathematical representation ability in terms of math anxiety. This research method is descriptive qualitative method. The research was conducted at SMAN 1 Manyar with the research subjects being 3 class X students, consisting of students with low, medium, and high levels of math anxiety. There are two instruments in this study, namely a math anxiety questionnaire and mathematical representation ability test questions. Data analysis techniques used in this study consist of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research data showed the profile of mathematical representation ability (1) subjects with “low” math anxiety level had good visual representation ability, but still lacking in symbolic and verbal representation, (2) Subjects with “medium” math anxiety level had quite good visual mathematical representation ability, but still lacking in symbolic and verbal representation (3) subjects with “high” math anxiety level did not fulfill all of the three indicators of mathematical representation ability.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil kemampuan representasi matematis siswa yang ditinjau dari kecemasan matematika. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Manyar dengan subjek penelitian 3 siswa kelas X, yang terdiri dari siswa dengan tingkat kecemasan matematika rendah, sedang, dan tinggi. Terdapat dua instrumen pada penelitian ini yaitu angket kecemasan matematika dan soal tes kemampuan representasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil perolehan data penelitian menunjukkan profil kemampuan representasi matematis (1) subjek dengan tingkat kecemasan matematika “rendah” memiliki kemampuan representasi visual yang baik, namun masih kurang dalam representasi simbolik dan verbal, (2) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika “sedang” memiliki kemampuan representasi matematis visual yang cukup baik, namun masih kurang dalam representasi simbolik dan verbal (3) subjek dengan tingkat kecemasan matematika “tinggi” tidak memenuhi semua dari tiga indikator kemampuan representasi matematis. 
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEBAGAI CALON GURU MATEMATIKA PADA MATA KULIAH PENGAJARAN MIKRO [ANALYSIS OF BASIC TEACHING SKILLS OF MATHEMATICS EDUCATION STUDY PROGRAM STUDENTS AS PROSPECTIVE MATHEMATICS TEACHERS IN MIKRO TEACHING COURSES] Imelda, Imelda; Situngkir, Friska Ledina
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8360

Abstract

Basic teaching skills are skills needed by prospective teachers to become effective, efficient and professional teachers. Mathematics Education Study Program students are prepared to become prospective teachers with good basic teaching skills in microteaching courses. Micro teaching requires students to be able to compile lesson plans in the form of lesson plans or teaching modules. Then the lesson plan is practiced in classroom learning. It is during this teaching practice that students demonstrate these basic teaching skills. In theory, students understand the basic skills of teaching. However, what about when practicing. This study aims to describe the basic teaching skills of Mathematics Education Study Program students as prospective Mathematics teachers. The research method is qualitative descriptive. The subjects in this study were 13 students of the Mathematics Education Study Program at Santo Thomas Catholic University, 6th semester students of the 2022/2023 academic year. Data were collected from observation, documentation and interviews. The results of the analysis of the basic teaching skills of prospective Mathematics teachers in the Mathematics Education Study Program include the skills of opening and closing lessons well (4.1), the skills of explaining are quite good (3.95), the skills of asking questions are quite good (3.64), the skills of giving reinforcement are good (4.61), the skills of holding variations are quite good (3.93), the skills of guiding group discussions are quite good (3.93), the skills of managing class and discipline are good (good), the skills of teaching small groups and individuals are quite good (3.7). Thus it can be concluded that there are still some basic teaching skills that need to be improved by students.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang diperlukan oleh calon guru untuk menjadi guru yang efektif, efisien dan professional. Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dipersiapkan menjadi calon guru dengan keterampilan dasar mengajar yang baik dalam mata kuliah pengajaran Mikro. Pengajaran Mikro mengharuskan mahasiswa untuk mampu menyusun rencana pembelajaran baik berupa RPP ataupun modul ajar. Kemudian rencana pembelajaran tersebut dipraktekkan dalam pembelajaran di kelas. Pada saat praktek mengajar inilah mahasiswa menunjukkan keterampilan dasar mengajar tersebut. Secara teori mahasiswa memahami keterampilan dasar mengajar. Namun, bagaimana dengan saat prakteknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan dasar mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika sebagai calon guru Matematika. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 mahasiswa prodi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Thomas mahasiswa semester 6 TA 2022/2023. Data dikumpulkan dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis keterampilan dasar mengajar calon guru Matematika Prodi Pendidikan Matematika antara lain keterampilan membuka dan menutup pelajaran baik (4,1), keterampilan menjelaskan cukup baik (3,95), keterampilan bertanya cukup baik (3,64), keterampilan memberi penguatan baik (4,61), keterampilan mengadakan variasi cukup baik (3,93), keterampilan membimbing diskusi kelompok cukup baik (3,93), keterampilan mengelola kelas dan disiplin baik (baik), keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan cukup baik (3,7). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masih ada beberapa keterampilan dasar mengajar yang perlu ditingkatkan oleh mahasiswa antara lain keterampilan menjelaskan, bertanya, keterampilan mengadakan variasi, membimbing diskusi kelompok dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
PENGEMBANGAN SOAL NUMERASI MODEL AKM KONTEN ALJABAR SUBDOMAIN RASIO DAN PROPORSI UNTUK JENJANG SMP DENGAN KONTEKS PERSONAL [DEVELOPING AKM MODEL NUMERACY PROBLEMS IN ALGEBRA CONTENT FOR THE RATIO AND PROPORTION SUBDOMAIN AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL LEVEL IN A PERSONAL CONTEXT] Aini, Filda Nur; Kurniati, Dian; Oktavianingtyas, Ervin; Murtikusuma, Randi Pratama; Safrida, Lela Nur
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8401

Abstract

The Merdeka Belajar curriculum has been implemented by the Ministry of Education and Culture. There are many programs in Merdeka Belajar curriculum. One of them is the Minimum Competency Assessment (AKM) that measures literacy and numeracy skills. During the implementation of the AKM in 2021, students experienced confusion in understanding the questions because they were not familiar with literacy and numeracy questions. Additionally, students' numeracy skills were low because they did not fully understand the Minimum Competency Assessment questions and had never attempted to work on them. This study aims to develop numeracy literacy questions for the Minimum Competency Assessment. The research type used in this study was Research and Development (R&D), with Thiagarajan's 4-D model chosen as the framework. The 4-D development model consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. In the defining stage, observations and analyses of problems occurring in schools were carried out. Subsequently, an initial design of numeracy questions was prepared in the design stage based on data from the previous stage. The initial design then underwent validity and reliability testing in the development stage. The validity test was conducted by three validators, resulting in an average score of 3.89, categorizing the questions as valid. The reliability tests were carried out in a field trial with 26 students, yielding a reliability score of r = 0.607 which is interpreted as high. The results of the practicality test showed an outcome of 86.21%, indicating a very practical category. Numeracy problems that passed the validity, reliability, and practicality tests were distributed both offline and online.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kurikulum Merdeka Belajar telah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada banyak program dalam Kurikulum Merdeka Belajar, salah satunya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur keterampilan literasi dan numerasi. Selama pelaksanaan AKM pada tahun 2021, siswa mengalami kebingungan dalam memahami soal-soal karena mereka tidak terbiasa dengan soal literasi dan numerasi. Selain itu, keterampilan numerasi siswa rendah karena mereka tidak sepenuhnya memahami soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum dan belum pernah mencoba mengerjakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal literasi numerasi untuk Asesmen Kompetensi Minimum. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Research and Development (R&D), dengan model 4-D Thiagarajan yang dipilih sebagai kerangka kerja. Model pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Pada tahap pendefinisian, dilakukan observasi dan analisis terhadap masalah yang terjadi di sekolah. Selanjutnya, rancangan awal soal numerasi disiapkan pada tahap perancangan berdasarkan data dari tahap sebelumnya. Rancangan awal tersebut kemudian menjalani pengujian validitas dan reliabilitas pada tahap pengembangan. Uji validitas dilakukan oleh tiga validator, menghasilkan skor rata-rata 3,89, yang mengkategorikan soal tersebut sebagai valid. Uji reliabilitas dilakukan melalui uji coba lapangan dengan 26 siswa, menghasilkan skor reliabilitas r = 0,607 yang diinterpretasikan sebagai tinggi. Hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai 86,21%, yang menunjukkan kategori sangat praktis. Soal numerasi yang lolos uji validitas, reliabilitas, dan kepraktisan didistribusikan baik secara offline maupun online.
PROBLEMATIKA PENALARAN CHATGPT DALAM MENYELESAIKAN SOAL KOMBINATORIKA [THE PROBLEMATIC REASONING OF CHATGPT IN SOLVING COMBINATORICS PROBLEMS] Rofiki, Imam; Dewi, Aulia Rahma
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8600

Abstract

The development of the digital era in the 21st century has brought significant changes in various aspects of human life, especially education. Technologies such as artificial intelligence (AI) have been applied in various fields, including education, to improve the efficiency and effectiveness of learning. ChatGPT, one of the text-based AI models, is used to answer various user questions. This study aims to analyze ChatGPT's problematic reasoning in solving combinatorics problems. The research method used is qualitative with a case study design. Data were collected through a test and interview (questions and answers) to ChatGPT version 3.5. The results showed that ChatGPT's problems were errors in calculating the number and position of letters, as well as inconsistency in the answers given. Although ChatGPT can provide explanations of basic concepts in combinatorics, ChatGPT has limitations in in-depth reasoning and lacks precise calculation accuracy. In fact, ChatGPT was unable to answer the questions clearly. This shows that ChatGPT lacks reasoning towards solving combinatorics problems. Users need to evaluate and verify the responses/answers given by ChatGPT.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perkembangan era digital pada abad ke-21 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya bidang pendidikan. Teknologi seperti kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) telah diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. ChatGPT, sebagai salah satu model AI berbasis teks, digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penalaran ChatGPT dalam menyelesaikan soal-soal kombinatorika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara (tanya jawab) terhadap ChatGPT versi 3.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika ChatGPT adalah kesalahan dalam perhitungan jumlah dan posisi huruf, serta ketidakonsistenan dalam jawaban yang diberikan. Meskipun, ChatGPT mampu memberikan penjelasan konsep dasar dalam kombinatorika, tetapi ChatGPT memiliki keterbatasan dalam penalaran mendalam dan tidak memiliki akurasi perhitungan yang tepat. Bahkan ChatGPT tidak dapat menjawab soal yang diberikan secara jelas. Hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki penalaran yang kurang terhadap penyelesaian soal kombinatorika. Pengguna perlu untuk melakukan evaluasi dan verifikasi respons/jawaban yang diberikan oleh ChatGPT.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE BLOGGER PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS X UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA [DEVELOPMENT OF INTERACTIVE LEARNING MEDIA BASED ON BLOGGER WEBSITE FOR THE TOPIC OF SYSTEMS OF LINEAR EQUATIONS IN TWO VARIABLES IN GRADE X TO ENHANCE STUDENTS' LEARNING INTEREST] Valentina, Febriyani; Setiawan, Rubono; Wiraya, Ario
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8712

Abstract

In the era of Industry 4.0, the need for more attractive and interactive learning instruments has become increasingly evident, especially considering the declining interest in traditional lecture methods among students. The learning media developed in this study aims to leverage multimedia elements such as text, images, animations, and videos to enhance students' understanding and capture their attention towards abstract mathematical concepts. By utilizing the Blogger platform, this media provides flexible access for both teachers and students, offering a more active, enjoyable, and participatory learning experience. This research focuses on developing interactive learning media for Grade 10 students using a Blogger platform for the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables. The learning media is designed to meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness in enhancing students' learning interest, while also evaluating the levels of these criteria in the media. The Research and Development (R&D) approach was employed in this study, using the ADDIE model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research instruments included expert validation sheets, student and teacher response questionnaires, model feedback instruments, Pancasila profile instruments, and student learning interest instruments. The trial was conducted in Class X BDP, involving 41 students selected through purposive sampling. Validation results indicate that this learning media has a high level of validity, with an average score of 92.2% from material experts and 83.5% from media experts. The practicality of the media, based on student and teacher responses, model feedback, and the Pancasila profile, showed an average score of 3.4 (good) from students, 3.8 (very good) from teachers, 3.4 (good) from model feedback, and 3.3 (good) from the Pancasila profile. The learning media's effectiveness is evidenced by a 68% improvement in students' learning interest, categorizing it as moderately effective. The study concludes that the interactive learning media based on the Blogger platform for Grade 10 Systems of Linear Equations in Two Variables satisfies the criteria of being valid, practical, and effective for classroom use. Moreover, this media provides significant flexibility for teachers in designing and presenting learning materials, while also offering students the chance to learn independently and interactively. Therefore, this learning media not only enhances learning interest but also provides a comprehensive and holistic learning experience.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Di era teknologi 4.0, kebutuhan akan instrumen pembelajaran yang lebih atraktif dan interaktif menjadi semakin jelas, terutama mengingat metode ceramah tradisional yang semakin kurang diminati oleh siswa. Dengan menggunakan teks, gambar, animasi, dan video, penelitian ini berupaya untuk mengembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa serta menarik perhatian mereka terhadap konsep-konsep matematika yang sering kali bersifat abstrak. Dengan menggunakan platform Blogger, media ini tidak hanya memberikan akses yang fleksibel bagi guru dan siswa, tetapi juga menawarkan pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan partisipatif. Penelitian ini secara khusus difokuskan pada pengembangan media pembelajaran interaktif untuk siswa Kelas X, yang memanfaatkan situs website blogger pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Media ini dirancang agar memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas dalam meningkatkan minat belajar siswa, serta untuk mendeskripsikan tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran tersebut. Pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) digunakan dalam penelitian ini, dengan menerapkan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, serta Evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar validasi oleh ahli, angket respon siswa dan guru, instrumen feedback gelar model, profil Pancasila, serta instrumen minat belajar siswa. Uji coba dilakukan pada kelas X BDP dengan melibatkan 41 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan rata-rata skor 92,2% dari ahli materi dan 83,5% dari ahli media. Kepraktisan media, berdasarkan respon siswa dan guru, feedback gelar model, dan profil Pancasila, menunjukkan skor rata-rata 3,4 (baik) dari siswa, 3,8 (sangat baik) dari guru, 3,4 (baik) dari feedback gelar model, dan 3,3 (baik) dari profil Pancasila. Efektivitas media pembelajaran ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan minat belajar siswa sebesar 68% (cukup efektif). Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis website blogger untuk materi SPLDV kelas X telah memenuhi kriteria sebagai alat yang valid, praktis, dan efektif dalam proses pembelajaran. Selain itu, pengajar memiliki keleluasaan yang signifikan dalam membuat dan menyampaikan konten pendidikan dengan media ini, serta libatkan diri dalam pembelajaran mandiri dan tingkatkan keterlibatan siswa. Dengan demikian, media pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan menyeluruh. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8