cover
Contact Name
Admin UNM Geographic Journal
Contact Email
ugj@unm.ac.id
Phone
+6285299874629
Journal Mail Official
ugj@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Negeri Makassar. Gunung Sari, Kampus Barat Gedung AB01 Lantai 1, Program Studi Pendidikan Geografi. Jalan Bontolangkasa, Makassar. 90222.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UNM Geographic Journal
ISSN : 25809423     EISSN : 25974076     DOI : 10.26858
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 2 Maret 2019" : 10 Documents clear
Etos Kerja Penerima Bantuan Dana Bergulir PNPM Mandiri Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo Tenri Jaya; Lilis Suryani
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.22 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11005

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine: 1) the factors that influence the high work ethic of PNPM Mandiri revolving fund recipients. 2) analyzing the application of work processes can stimulate the work ethic of recipients of PNPM Mandiri revolving funds. This research is a qualitative research. Retrieval of data in research using in-depth interviews, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: 1) Recipients of PNPM Mandiri revolving fund assistance have a high work ethic because it is influenced by several things, as follows: (a) The existence of interpersonal expertise, (b) The existence of high initiative; (c) The existence of reliability values, (d) The existence of empowerment and learning, (e) The existence of internal factors (age, sex, religion, and motivation) external factors (cultural factors, geographical environmental conditions and economic structure), and several other factors that researchers find in the field, such as needs, obligations and responsibilities, and group factors. 2) The process of implementing the PNPM Mandiri revolving fund aid work program that stimulates work ethics is (a) revitalizing and learning social moral values; (b) building critical awareness of the community to participate directly in the implementation of the PNPM Mandiri revolving fund assistance program, which starts from the process of problem identification, planning, implementation, supervision to program evaluation; (c) learning to group in facing and solving common problems.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya etos kerja penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri. 2) menganalisis penerapan program kerja berproses dapat menstimulasi etos kerja penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan wawancara mendalam, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerima bantuan dana bergulir PNPM Mandiri memiliki etos kerja tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa hal yakni sebagai berikut: (a) Adanya keahlian interpersonal;(b) Adanya inisiatif tinggi; (c) Adanya nilai-nilai kehandalan;(d) Adanya pemberdayaan dan pembelajaran;(e) Adanya faktor internal (faktor usia, jenis kelamin, agama, dan motivasi) faktor eksternal (faktor budaya, kondisi lingkungan geografis dan struktur ekonomi), dan beberapa faktor lain yang peneliti temukan dilapangan, seperti faktor kebutuhan, kewajiban dan tanggung jawa, serta faktor kelompok. 2) Proses penerapan program kerja bantuan dana  bergulir PNPM Mandiri yang mengstimulasi etor kerja adalah (a) revitalisasi dan pembelajaran nilai-nilai moral kemasyarakatan; (b) membangun kesadaran kritis masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara langsung dalam pelaksanaan program kerja bantuan dana bergulir PNPM Mandiri yakni mulai dari proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada evaluasi program; (c) pembelajaran untuk berkelompok dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah bersama.
Kajian Geospasial Berbasis Pendidikan Mitigasi di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Nugraheni, Irma Lusi; Suwarni, Nani; Miswar, Dedy; Budi, Amalia Annisafira
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.401 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11416

Abstract

This study aims to assess the geospatial mitigation education in the form of the level of understanding and application of mitigation education in Kelumbayan District Tanggamus Regency Lampung Province. This research uses survey and interview methods. The object of this research is the community represented by students of SMAN 1, Kelumbayan District. Data collection in research uses the method of observation, study of literature, interviews, and documentation that is supported by data from related agencies. Analysis of the data used in this research is descriptive with a spatial approach. Conclusions from the results of the study, namely: (1) The level of knowledge of the Kelumbayan Subdistrict community about disaster mitigation is still low, and (2) the Kelumbayan community has implemented disaster mitigation for themselves and their surroundingsPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara geospasial pendidikan mitigasi berupa tingkat pemahaman dan penerapan pendidikan mitigasi di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara. Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang diwakili oleh siswa SMAN 1 Kecamatan Kelumbayan. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode observasi, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi yang didukung dengan data dari dinas-dinas terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan geospasial. Kesimpulan hasil dalam penelitian, yaitu: (1) Tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Kelumbayan tentang mitigasi bencana masih rendah, dan (2) Masyarakat Kelumbayan sudah mengimplementasikan mitigasi bencana untuk diri sendiri dan sekitarnya.
Pengembangan Objek Wisata Pantai Sunari di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar Pradana, Nur Najmi; Maddatuang, Maddatuang; Leo, Zakariah
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.271 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11573

Abstract

ABSTRACTThis study aims to find out 1). To find out the inhibiting and supportingfactors in developing the Sunari Beach tourism object in Bontosikuyu District,Selayar Islands Regency. 2). To find out the development strategy of SunariBeach tourism object in Bontosikuyu District, Selayar Islands Regency. Thecollection of data using the method of observation, interviews and documentation. The sampling technique is accidental sampling. While for data analysis using descriptive analysis and SWOT analysis. Descriptive analysis is used to describe supporting and inhibiting factors in developing Sunari Beach tourism objects and SWOT analysis is used to find out strategies that can be done in the effort to develop Sunari Beach tourism object. SWOT analysis is also used to compare internal factors of strengths and weaknesses with external factors of opportunities and threats possessed by Sunari Beach attractions. The results of the study show that: the supporting factors that exist in the sunari beach attractions are the pristine, beautiful and comfortable natural scenery, the  availability of vacant land, the support of the community, the easy level of accessibility, and good security conditions. The inhibiting factors are  limited budget, promotion of tourism objects that have not been maximized, lack of professionals, no cooperation with the government,  lack of awareness of visitors in maintaining cleanliness. The strategies  that can be done include: 1) increasing tourism objects owned by sunari  beach because it has interesting views to be used as a photo spot. 2) Utilizing vacant land to build facilities and infrastructure. 3) Improve the security of the sunari coast. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Untuk mengetahui faktorpenghambat dan pendukung dalam upaya pengembangan objek wisata Pantai Sunari di Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. 2). Untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Pantai Sunari di Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskriipsikan faktor pendukung dan penghambat dalam upaya pengembangan objek wisata Pantai Sunari dan analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan dalam upaya pengembangan objek wisata Pantai Sunari. Analisis SWOT juga digunakan untuk membandingkan antara faktor internal kekuatan dan kelemahan dengan faktor eksternal peluang dan ancaman yang dimiliki oleh objek wisata Pantai Sunari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : faktor pendukung yang ada pada objek wisata pantai sunari yaitu pemandangan alam yang masih asli, tersedianya lahan kosong, adanya dukungan dari masyarakat, tingkataksesibilitas yang mudah, dan kondisi keamanan yang baik. Adapun  faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran, promosi objek wisata yang belum maksimal, kurangnya tenaga profesional, belum ada kerjasama dengan pemerintah, kurangnya kesadaran para pengunjung dalam menjaga kebersihan Adapun strategi yang dapat dilakukan diantaranya: 1)meningkatkan objek wisata yang dimiliki pantai sunari karena memiliki pemandangan yang menarik untuk dijadikan sebagai spot foto. 2) Memanfaatkan lahan yang kosong untuk membangun sarana dan prasarana yang. 3) Meningkatkan keamanan objek wisata pantai sunari.
Kualitas Air Tanah Untuk Kebutuhan Air Minum di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Basofi, Nurqamri Putri; Nyompa, Sukri; Arfan, Amal
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.902 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11653

Abstract

This study aims to: Know the quality of ground water, whether ground water is suitable to use as a source of drinking water and how to determine groundwater quality using the Storet Method. This type of  research was a quantitative descriptive research. The population in this study was shallow ground water or dug wells used by the community as a source of drinking water. The sample of this research took based on land use which point I was in a settlement, point II was in a field, point III was in a shrub and point IV was in a pond. The data of this research were analyzed by using the Storet Method. The results showed that the water quality exceeded the maximum level that allowed for drinking water so that the water cannot be  used for drinking water needs, the parameter that exceeds the maximum level was at point IV that had salty taste, the color parameter at point III was 20.0 with the maximum limit 15, the turbidity parameter at point IV was 5.480 with a maximum limit of 5, the TDS parameter at points I - IV is 692, 1178, 6403 and 799 with a maximum limit of 500, the iron parameter at points I and IV were 0.31 and 0.43 with a maximum limit of 0.3 and also a detergent parameter at point IV of 0.110 with a maximum limit of 0.05 and E.Coli parameters at points I, II and IV of 680, 2200 and 200 with a maximum limit of 0 amount of 100 / ml. Based on the results measurement and analysis of well water samples,it can be concluded that well water was not suitable to use as drinking water because the water had been polluted. Using the storet method showed that the level of well water pollution can be classified as class D (Severely Polluted) category with poor water conditions for drinking water quality.Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui kualitas air tanah, Apakah air tanah di layak digunakan sebagai sumber air minum dan cara menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan Metode Storet. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat sebagai sumber air minum. Adapun Sampel adalah berdasarkan penggunaan lahan yaitu lokasi I merupakan pemukiman, lokasi II ladang, lokasi III semak belukar dan lokasi IV tambak. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air yaitu melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air minum sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk air minum, parameter yang melebihi kadar maksimum yaitu parameter rasa pada titik IV yaitu rasanya asin, Parameter warna pada titik III yaitu 20,0 dengan batas maksimum 15, parameter kekeruhan pada titik IV yaitu 5,480 dengan batas maksimum 5, parameter TDS pada titik I – IV yaitu 692, 1178, 6403 dan 799dengan batas maksimum 500, parameter besi pada titik I dan IV yaitu 0,31 dan 0,43 dengan batas maksimum 0,3 dan juga parameter deterjen pada titik IV yaitu 0,110 dengan batas maksimum 0,05 dan parameter E.Coli pada titik I, II dan IV yaitu 680, 2200 dan 200 dengan batas maksimum 0 jumlah 100/ml .Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis sampel air sumur diketahui bahwa air sumur tidak layak digunakan sebagai air minum kerna air tersebut sudah tercemar. Dengan menggunakan Metode storet menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air sumur tergolong kategori kelas D (Tercemar Berat) dengan kondisi air yang buruk untuk kualitas air minum.
Identifikasi Dan Pemetaan Lahan Kritis Dengan Menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Das Jenerakikang Sub Das Jeneberang) Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Amaliah, Rezki; Umar, Ramli; Badwi, Nasiah
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.589 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11574

Abstract

ABSTRACTThe increasein Population effected on  increase land requirements that force the people to convert forest land into residental land which had an impact on the declining qulity of the environtment causing the land to be a critical. The objectives of this Research are: (1) to find out factors that affect the class of critical land (2) to find out the class of critical land (3) to find out contermeasures of critical land. The object of this study is land of DAS Jenerakikang. Primary data used include slope, soil structure, soil texture, effektive depth of soil, land management and land use. Secondary data used include DEM data, Citra Landsat-8, rainfall data, produktivity of land. The type of this research is deskriptif eksploratif with the analytical method used is the skoring analysis method to identifity the class of critical land. The result of the study show there are 4 factors that affect the class of critical land are topography, soil, erosion, and vegetation. There are 4 categories of critical land specifically class of critical land with an areal 32,02 hectares, class of rather critical land with an areal 2.734,1 hectares, class of potential critical land with an areal 1.088,8 hectares ang class of ncritical land with an areal 56,229 hectares. Countermesures of critical land make us of physical-mechanic with application terracing and biological/vegetative with application multiple cropping.ABSTRAKPenambahan jumlah penduduk mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan lahan yang memaksa masyarakat melakukan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pemukiman yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan sehingga menyebabkan lahan tersebut menjadi kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kekritisan lahan (2) Untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan (3) Untuk mengetahui upaya penanggulangan lahan kritis. Objek penelitian ini yaitu Lahan di DAS Jenerakikang. Data primer yang digunakan meliputi data kemiringan lereng, struktur tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, manajemen lahan dan data penggunaan lahan. Data sekunder yang digunakan meliputi data DEM, Citra Landsat-8, data curah hujan, produktivitas lahan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan metode analisis yang digunakan yaitu metode skoring untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekritisan lahan yakni topografi, tanah, erosi dan vegetasi. Terdapat 4 kategori lahan kritis yakni tingkat lahan kritis dengan luas 32,02 Ha tingkat lahan agak kritis dengan luas 2.734,1 Ha, tingkat lahan kritis potensial kritis dengan luas 1.088,8 Ha dan tingkat lahan tidak kritis dengan luas 56,229 Ha. Upaya penanggulangan lahan kritis menggunakan metode fisik–mekanik dengan penerapan terasering dan metode biologis/vegetatif dengan penerapan multiple Cropping.
Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Powerpoint Pada Materi Dinamika Litosfer di Kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Baubau Irwan, Irwan; Harudu, La
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.495 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.12923

Abstract

SMAN 1 Baubau is one of the schools in Baubau City, Bataraguru Village, which is the object of research by researchers because its learning outcomes are still low, this is because only 38% of them meet the KKM. The objectives of the study were: (1) to find out the learning activities of students of class X IPS2 and teaching activities of teachers of SMAN 1 Baubau when applying powerpoint media, (2) to find out the geography learning outcomes of IPS X class 2 students of Baubau Public High School taught with powerpoint based learning media this is done in class X IPS2 of SMAN 1 Baubau even semester of school year 2018/2019, dated January 7 2019 to February 6, 2019. This type of research is classroom action research (PTK) which is conducted in two cycles. The subjects of this research are teachers and class students X IPS2 SMAN 1 Baubau. The data in the study are qualitative and quantitative data obtained from observation sheets and learning outcomes tests. From the analysis results, it can be concluded that by applying powerpoint media (1). Student learning activities increase with an average score of 3.1 categorized well. (2). Teacher teaching activities increased with an average score of 3.3 categorized well. (3). Geographical learning outcomes of students of class X IPS2 at SMAN 1 Baubau increased with an average score of 81, with 80% learning completeness or 35 students with a value of ≥ 72 according to KKM geography.SMAN 1 Baubau adalah salah satu sekolah di Kota Baubau Kelurahan Bataraguru yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah, hal ini disebabkan hanya 38% yang memenuhi KKM. Tujuan penelitian: (1)untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X IPS2 dan aktivitas mengajar guru SMAN 1 Baubau saat menerapkan media powerpoint,(2) untuk mengetahui hasil belajar geografi siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baunau yang diajarkan dengan media pembelajaran bebasis powerpoint.Penelitian ini dilakukan dikelas X IPS2 SMAN 14 Bombana semester genap tahun ajaran 2018/ 2019, tanggal 07 januari 2019 sampai dengan tanggal 6 februari 2019. Jenis peneliitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus.Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baubau. Data dalam penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari lembar observasi dan tes hasil belajar. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa dengan menerapkan media powerpoint (1). Aktivitas belajar siswa meningkat dengan skor rata-rata 3,1 berkategorikan baik.(2). Aktivitas mengajar guru meningkat dengan skor rata-rata 3,3 berkategorikan baik.(3). Hasil belajar geografi siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baubau meningkat dengan skor rata-rata 81, dengan ketuntasan belajar 80% atau terdapat  35 siswa dengan nilai  ≥ 72 sesuai KKM geografi.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Cengkeh (Eugenia Aromatica L) di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa Iswan, Iswan; Zhiddiq, Sulaiman; Maru, Rosmini
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.512 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11575

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine: 1) land characteristics in the Takapala Watershed, Jeneberang Hulu Sub Watershed, Gowa Regency, 2) Land suitability for clove plants, 3) land suitability distribution for clove plants in Takapala Watershed, Jeneberang Hulu Sub Watershed, Gowa Regency. The method used is purposive sampling with data analysis techniques, namely matching techniques. The results showed: 1) the characteristics of the land in the Takapala watershed, the Jeneberang Upper Watershed, which is located in a slightly wet climate area; tempereture or air temperature is in hot / tropical regions; the availability of water for rainfall is rather wet; the availability of water for the dry month is quite suitable; rooting media for good to rather good soil drainage; soil texture from clay to clay clay; effective depth in; nutrient retention for medium to high CEC; acidic soil pH to slightly acidic; nutrients available for P2O5 (P available) low; potential mechanism for slopes from flat, gentle, slightly gentle / steep, steep and very steep; outcrops of rock did not exist until a little. 2) The level of land suitability for clove plants in the Takapala watershed in the Jeneberang Upper Watershed obtained five land suitability sub-classes, namely S2, quite in accordance with an area of 93.95 Ha; S3 - W1 (class according to marginal with the heaviest limiting factor of rainfall) with 1022.33 Ha; S3 - S1 (suitable class marginal with the heaviest limiting factor) with an area of 510.66 Ha; S3 - W1s1 (class suitable marginal with the heaviest limiting factor of rainfall and slope) with an area of 256.49 Ha, and N1 - S1 (class not suitable for now with a very severe limiting factor is the slope) with an area of 222.64 Ha. 4) Land suitability distribution for clove plants in the Takapala watershed, Jeneberang Upper Watershed is divided into three classes. class S2 (quite suitable) with an area of about 93.95 Ha or 4.41% of the Takapala watershed area; S3 class (according to marginal) with an area of around 1789.48 or 84% of the Takapala watershed area; and class N1 (not suitable for now) with an area of around 222.64 Ha or 10.45% of the total area of the Takapala River Basin.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa, 2) Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh, 3) agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan teknik analisis data yaitu teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang yaitu berada pada daerah iklim agak basah; temperatur atau suhu udara berada pada daerah panas/tropis; ketersedian air untuk curah hujan agak basah; ketesedian air untuk bulan kering cukup sesuai; media perakaran untuk drainase tanah baik sampai agak baik; tekstur tanah dari liat sampai lempung berliat; kedalaman efektif dalam; retensi hara untuk KTK tanah sedang sampai tinggi; pH tanah asam hingga agak asam; hara tersedia untuk P2O5 (P tersedia) rendah; potensi mekanisme untuk lereng dari datar, landai, agak landai/miring, curam, dan sangat curam; singkapan batuan tidak ada sampai sedikit. 2) Tingkat kesesuian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang diperoleh lima sub kelas kesesuaian lahan yaitu S2 cukup sesuai dengan luas 93,95 Ha; S3 - W1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan) dengan 1022,33 Ha; S3 - S1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat lereng) dengan luas 510,66 Ha; S3 - W1s1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan dan lereng)  dengan luas 256,49 Ha, dan N1 - S1 (kelas tidak sesuai  untuk saat ini dengan faktor pembatas sangat berat adalah lereng) dengan luas 222,64 Ha. 4)Agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang terbagi menjadi tiga kelas. kelas S2 (cukup sesuai) dengan luas sekitar 93,95 Ha atau 4,41 % dari luas DAS Takapala; kelas S3 (sesuai marginal) dengan luas sekitar 1789,48 atau 84 % dari luas DAS Takapala; dan kelas N1 (tidak sesuai untuk saat ini) dengan luas sekitar 222,64 Ha atau 10,45% dari luas keseluruhan DAS Takapala.
Gambaran Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Pemilik Rumah Sarang Burung Walet di Desa Topoyo Kecamatan Topoyo Yunirna, Roswita; Zakariah Leo, Muhammad Nur; Sideng, Uca
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.678 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.12924

Abstract

This study aims at 1) Knowing the level of welfare of swallow's nest owners 2) Knowing the level of development of swallow's nest business 3) Knowing the management of swallow nest houses. This research is a qualitative descriptive study. The area that is the object of research is Topoyo Village, Topoyo District, Mamuju Tengah Regency. The population in this study were all swallow nest owners, namely 10 heads of families. Data collecting techniques are carried out through observation, interview and documentation techniques. The results showed that swallow nest owners were generally productive 30-39 years old and all male sexes with marital status were married and the level of education of the average swallow nest homeowner was junior and senior high school graduates. 1) Revenue of the owner of the bird's nest wallet Didesa Topoyo Topoyo Subdistrict Central Mamuju Regency through the indicator of welfare level according to BPS, in 2005 high income that is equal to> 10,000,000 / month or> 120,000,000 / year, based on sales respondents income from swallow nest, namely 13,000,000, - / kg in the harvest period 3-4 times per year as much as> 6 kg in one harvest period or> 234,000,000, - 312,000,000. 2) Increasing the welfare of swallow nest owners can be seen from before and after establishing a swallow nest house, namely. There are (2) respondents who have to pay the loan in the form of installments to the bank so that they have not shown their level of welfare from swallow birds. which causes air pollution and noise pollution.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat kesejahteraan pemilik sarang wallet, 2) Mengetahui tingkat pengembangan bisnis sarang wallet, 3) Mengetahui pengelolaan rumah sarang walet. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Daerah yang menjadi objek penelitian adalah Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemilik sarang walet, yaitu 10 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik sarang walet umumnya berusia produktif 30-39 tahun dan semua jenis kelamin laki-laki dengan status perkawinan sudah menikah dan tingkat pendidikan rata-rata pemilik sarang walet adalah lulusan SMP dan SMA. 1) Pendapatan pemilik dompet sarang burung Didesa Topoyo Topoyo Top Kabupaten Mamuju Tengah melalui indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS, pada tahun 2005 pendapatan tinggi yang sama dengan> 10.000.000 / bulan atau> 120.000.000 / tahun, berdasarkan responden penjualan Penghasilan dari sarang walet, yaitu 13.000.000, - / kg pada periode panen 3-4 kali per tahun sebanyak> 6 kg dalam satu periode panen atau> 234.000.000, - 312.000.000. 2) Meningkatkan kesejahteraan pemilik sarang walet dapat dilihat dari sebelum dan sesudah membangun rumah sarang walet, yaitu. Ada (2) responden yang harus membayar pinjaman dalam bentuk angsuran ke bank sehingga mereka belum menunjukkan tingkat kesejahteraan mereka dari burung walet. yang menyebabkan polusi udara dan polusi suara.
Agihan Lahan Potensial Tanaman Teh (Camellia Sinensis Linn Kuntze) Di Sub DAS Pasui Hulu Saddang Zhiddiq, Sulaiman; Juanda, Muhammad Faisal; Sideng, Uca
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.746 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11004

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know actual land suitability potential for Tea (Camellia Sinensis L. Kuntze) in Pasui Sub watershed, Saddang upstream watershed. The method of this research is random stratified sampling on 58 land units with take 9 samples. From the research summarizes suitability class are suit enough (S2) spread on 6 land units width it is 70,91 ha. Marginal suit (S3) spread on 47 land units width it is 13376,14 ha and not suit (N) spreads on 5 land units width it is 61,85 ha. Conclusions from above that potential to grow tea crop in Pasui sub watershed,  Saddang upstream watershed are three class of suitability, Suit enough (S2), Marginal Suit (S3), and Not Suit (N). Most Heavy limiting factor are temperature, nutritions retention in case base saturation and erosion hazards in case slopes.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kesesuaian lahan aktual tanaman Teh (Camellia Sinensis L. Kuntze) di Sub DAS Pasui, DAS Saddang hulu. Metode penelitian ini adalah stratified random sampling pada 58 satuan lahan dengan pengambilan 9 sampel. Dari hasil penelitian dirangkum kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) tersebar pada 6 satuan luas lahan yaitu 70,91 ha. Gugatan marginal (S3) tersebar pada 47 satuan luas lahan yaitu 1.3376,14 ha dan tidak sesuai (N) tersebar pada 5 satuan luas lahan yaitu 61,85 ha. Kesimpulan dari atas bahwa potensi untuk menanam tanaman teh di DAS Pasui, DAS Saddang hulu adalah tiga kelas kesesuaian, Suit cukup (S2), Suit Marginal (S3), dan Not Suit (N). Faktor pembatas yang paling berat adalah suhu, retensi nutrisi dalam kasus kejenuhan basa, dan bahaya erosi pada lereng.
Implementasi Model Project Based Learning Mata Pelajaran Geografi di Kelas X SMA Negeri 8 Luwu Timur Syarifuddin Syarifuddin; Ramli Umar; Rosmini Maru
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.209 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.10790

Abstract

 This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning models in geography learning. The type of research is survey research. The subjects in this study were the teacher of geography, the deputy head of the curriculum, and the principal. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The results showed that the form of Project-Based Learning implementation in learning geography with details: learning planning, learning implementation, and learning assessment. In learning planning is done by analyzing the contents of the 2013 curriculum content and learning design planning. Furthermore, the implementation of learning is done by determining the project, designing project completion steps, preparing project implementation schedules, completing projects, preparing reports, presenting project results, and evaluating project processes and results. Meanwhile, the assessment of learning is carried out on the aspect of attitude using observation techniques, self-assessment, and assessment between friends. Assessment of aspects of knowledge using written test techniques and assignments, as well as skills assessment using project results assessment techniques.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi  model Project-Based Learning pada pembelajaran geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Subjek pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran geografi, wakil kepala bidang kurikulum, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk implementasi Project-Based Learning pada pembelajaran geografi dengan rincian: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menganilisis standar isi kurikulum 2013 dan desain  pembelajaran. Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan penentuan proyek, perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal pelaksanaan proyek, penyelesaian proyek, penyusunan laporan, presentasi hasil proyek, dan evaluasi proses serta hasil proyek. Sementara, penilaian pembelajaran dilakukan pada aspek sikap dengan menggunakan teknik observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Penilaian pada aspek pengetahuan dengan menggunakan teknik  tes tertulis dan penugasan, serta penilaian keterampilan dengan menggunakan teknik penilaian hasil proyek.

Page 1 of 1 | Total Record : 10