cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Pemenuhan Hak Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Di Rumah Sakit Lakipadada Kabupaten Tana Toraja Masau, Alfionita Giovani
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.027 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.9980

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang (i) Untuk mengetahui model  pelayanan kesehatan  yang dilakukan Rumah Sakit  dalam pemenuhan hak pasien; (ii) Untuk mengetahui faktor-Faktor apa yang mempengaruhi pemenuhan hak pelayan kesehatan; (iii) Untuk mengetahui upayapemerintah dalam melakukan pemenuhan hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuisioner. Hasil Penetian menunjukkan bahwa (i) Model  pelayanan kesehatan  yang dilakukan Rumah Sakit Lakipadada Kabupaten Tana Toraja adalah pola atau kegiatan yang dilakukan di Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien, maka pelaksanaan model pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Lakipadada kabupaten Tana Toraja  didasarkan kepada Teori tentang Pelayanan kesehatan yang berkualitas dikembangkan Zeithalm dan Parasuraman yang digunakan juga sebagai landasan konsep penelitian yaitu dikenal dengan dimensi RATER meliputi aspek  Reliability(realibilitas), Assurance (jaminan), Tangibles (tampilan/bukti fisik), Emphaty(empati), Responsiveness (ketanggapan dan kepedulian). (ii) faktor pendukung diantaranya sarana dan prasarana, tersedia tenaga medis, ketanggapan dan pengetahuan tenaga medis, serta memiliki Standar Operasional Prosedur yang lengkap, sedangkan penghambat meliputi sumber daya manusia, perbaikan gedung  dan penambahan alat kesehatan,  pasien yang dalam keadaan kurang labil. (iii) Peranan pemerintah melalui menyiapkan sarana prasarana yang memenuhi,menyiapkan tenaga ahli, terpenuhinya kesejateraan para tenaga kesehatan, mengadakan kegiatan pelatihan bagi tenaga medis,mengadakan bakti sosial bekerjasama dengan rumah sakit  lakipadada di daerah terpencil 1 kali dalam sebulan.
Mekanisme Pertanggungjawaban Terhadap Objek Gadai Nasabah Oleh PT. Pegadaian Cabang Panakkukang Kota Makassar Abidin, Muhammad Zainal
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.336 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10088

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa tentang pelaksanaan tanggung jawab PT. Pegadaian (Persero) dalam hal terjadi kerusakan atau kehilangan barang yang dijaminkan dalam perjanjian kredit dengan jaminan gadai di PT. Pegadaian Cabang Panakkukang Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Pegadaian (Persero) bertanggung jawab untuk menanggung resiko dalam hal terjadi kerugian yang dialami nasabah atas barang jaminan gadai yang dititipkan. Hal tersebut memang seharusnya dilakukan karena dalam perjanjian gadai barang jaminan berada dalam kekuasaan PT. Pegadaian (Persero). Resiko yang di tanggung PT. Pegadaian adalah tidak termasuk yang ditimbulkan karena Force Majeur. Upaya hukum yang ditempuh oleh nasabah jika terjadi wanprestasi dari PT. Pegadaian (Persero) adalah menyelesaikan sengketa melalui jalur musyawarah. Tetapi jika dengan musyawarah tidak selesai, maka persengketa ini dapat dilakukan melalui lembaga mediasi untuk mendapatkan solusi yang baik. Bila jalur mediasi tidak juga mendapatkan hasil, maka jalur paling akhir yang harus ditempuh adalaha jalur pengadilan. Untuk pemeliharaan objek gadai nasabah, PT. Pegadaian Cabang Panakkukang Kota Makassar memisahkan barang yang berbeda pada tempat yang berbeda berdasarkan nilai ekonomisnya, melakukan perawatan yang berbeda, dilakukan pengecekan dan pembersihan beberapa kali seminggu. Umumnya sudah diatur dalam buku pedoman PT. Pegadaian (Persero)
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dan Informasi Dalam Pembelajaran PKN Hasrah, Hasrah
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.403 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10002

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui: (1) pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran pendidikan dan kewarganegaraan di SMK Negeri 2 Luwu Utara, (2) kendala yang dihadapi guru dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi di SMK Negeri 2 Luwu Utara dan (3) upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis teknologi komunikasi dan informasi di SMK Negeri 2 Luwu Utara. Fokus penelitian ini pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, kendala yang dihadapi guru dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan, catatan lapangan, dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa: (1) Pemanfaatan teknologi  komunikasi dan informasi dalam pembelajaran PKn di SMKN 2 Luwu Utara adalah cukup baik dibuktikan dengan ketersedian fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang cukup memedai dan menunjang proses pembelajaran PKn di SMKN 2 Luwu Utara, dalalm pemanfatan teknologi komunikasi dan informasi umumnya mengunakan software dan hadrware yang tersedia dan dimanfaatkan dengan cukup baik dan optimal, (2) pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran PKn di SMKN 2 Luwu Utara memiliki kendala yakni fasilitas teknologi komunikasi yang kadang mengalami gangguan atau rusak  sehingga dapat menggangu jalannya proses pembelajaran PKn dan (3) guru diwajibkan membuat media pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan dengan mengikuti warkshop, BIMTEK, atau seminar yang berkaitan dengan teknologi komunikasi dan informasi sehingga peserta didik mudah memahami materi ajar.
Remaja Putus Sekolah Akibat Hamil Pranikah Mirna, Mirna
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.147 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10007

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) penyebab remaja putus sekolah kasus hamil pranikah. (ii) dampak putus sekolah pada kasus hamil pranikah bagi pelaku dan keluarga. (iii) solusi dalam mengatasi putus sekolah pada kasus hamil pranikah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan  penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dalam hal ini peneliti memilih informan yaitu remaja di Kecamatan Ponrang Selatan yang mengalami putus sekolah kasus hamil pranikah, orang tua remaja yang mengalami hamil di luar nikah, dan pemerintah setempat yang masyaraktnya mengalami hamil pranikah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (i) faktor yang menyebabkan remaja putus sekolah kasus hamil pranikah dikarenakan faktor keluarga, pergaulan bebas, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, tersedianya tempat wisata, dan kurangnya pendidikan agama yang dimiliki oleh remaja. (ii) dampak yang dirasakan oleh pelaku dan keluarga antara lain: dampak pendidikan, dampak sosial, dampak psikologis, dan dampak ekonomi. (iii) solusi mengatasi remaja putus sekolah kasus hamil pranikah dapat dilakukan melalui keluarga, lingkungan sekolah dan pendidikan agama.
Patuntung Sebagai Kepercayaan Masyarakat Kajang Dalam (Ilalang Embayya) Di Kabupaten Bulukumba Hasan, Hasan; Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.614 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.9981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis ; (1) eksistensi Patuntung sebagai ajaran masyarakat Kajang Dalam (ilalang embayya); (2) fungsi Patuntung bagi masyarakat Kajang Dalam (ilalang embayya); (3) bentuk aplikasi Patuntung dalam kehidupan masyarakat Kajang Dalam (ilalang embayya). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan dan pengambilan sasaran informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Maksudnya, penentuan sampel informan ditentukan dengan sengaja berdasarkan kriteria masyarakat Kajang Dalam yang bertempat tinggal di dalam Kawasan Adat Ammatoa maupun di luar Kawasan Adat Ammatoa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Patuntung sebagai kepercayaan masyarakat Kajang Dalam (ilalang embayya) (1) kepercayaan Patuntung pertama kali dimulai dari munculnya manusia pertama yakni ammatoa (bohe pertama) dengan sumber ajarannya Pasang ri Kajang yang mengajarkan hidup sederhana, hidup dalam keadaan bersih, sembahyang secara terus menurus, dan ritual-ritual dalam ajaran Patuntung masih dilakukan sampai sekarang; (2) berfungsi sebagai ajaran, penyelamat, kontrol sosial, dan pemersatu, (3) sebagai aplikasi kepercayaan Patuntung dalam hubungan dengan Tu Rie A’rakna (Allah SWT), hubungan dengan tallasa kamase-mase (hidup sederhana), dan hubungan dengan lingkungan alam. Oleh karena itu, berdasarkan temuan yang telah diperoleh disarankan agar masyarakat Kajang Dalam (ilalang embayya) ajaran Patuntung yang pada hakikatnya harus direalisasikan dengan memadukan syariat agama Islam, pemerintahan dengan Adat Ammatoa sekiranya tetap melestarikan atau menjaga nilai-nilai ajaran Patuntung agar tidak tergerus oleh arus globalisasi, dan bagi pembaca, materi dari hasil tesis ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan untuk menanamkan sikap tallasa kamase-masea (hidup sederhana) sebagai jalan hidup dan bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan referensi.
Identitas Etnis Dalam Ranah Politik Nawir, Muhammad; Mukramin, Sam’un
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.158 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10090

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran politik identitas etnis dalam ranah politik dan untuk mengidentifikasi dampak politik identitas etnis dalam pilkades di Desa Siru Kecamatan Lembor kabupaten Manggarai Barat. Informan ditentukan secara purposive sampling, diambil sesuai dengan kebutuhan yang dianggap mampu memberi informasi untuk menjawab permasalahan penelitian. Oleh karena itu, informan yang ditetapkan yaitu kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui berbagai tahapan, seperti reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran identitas etnis dalam ranah politik pada setiap pilkades di Desa Siru cukup jitu dijadikan jargon oleh masing-masing kontestan sebagai simbol dan basis untuk mencapai kekuasaan atau sebagai kepala desa. Strategi ini dinilai sukses dengan melihat kondisi masyarakat di Desa Siru yang multi etnis. Sudah beberapa kali dilakukan pilkades pada umumnya didominasi dan dimenangkan oleh etnis Ndahe sebagai etnis mayoritas. Adapun dampak dari politik identitas etnik ini adalah terjadinya konflik yang tergolong ke dalam konflik kepentingan. Hasil konstruksi identitas dalam kontestasi pilkades memunculkan suatu situasi yaitu individu-individu mengidentifikasikan dirinya dengan sesama etnis sehingga lahir suatu sikap etnosentrisme dan menimbulkan konflik social berskala kecil. Meski konflik tersebut tergolong konflik ringan dan tidak bersifat permanen.
Rehabilitasi Anak Korban Penyalahgunaan Narkoba Dan Psikotropika Di Panti Sosial Marsudi Putra Makassar Hanafi, Irma Chadijah
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.27 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10003

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui proses pelaksanaan rehabilitasi narkoba dan psikotropika terhadap anak. (ii) Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dalam proses rehabilitasi narkoba dan psikotropika pada anak. Dan (iii) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan Panti Sosial Marsudi Putra dalam proses rehabilitasi anak berkasus hukum narkoba dan psikotropika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Proses pelaksanaan rehabilitasi anak penyalahguna narkoba dan psikotropika di Panti Sosial Marsudi Putra Makassar meliputi: (1) bimbingan fisik dan mental, (2) bimbingan sosial, (3) bimbingan keterampilan kerja, (4) bimbingan resosialisasi, (5) terminasi, bimbingan lanjut. (ii) Faktor yang berpengaruh dalam proses rehabilitasi anak penyalahguna narkoba dan psikotropika di Panti Sosial Marsudi Putra Makassar terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal .(iii) Upaya yang dilakukan Panti Sosial Marsudi Putra Makassar dalam proses rehabilitasi anak penyalahguna narkoba dan psikotropika yaitu (1) Upaya Preventif adalah sebuah upaya yang dilakukan sebelum penyalahgunaan terjadi dalam bentuk kampanye, penyuluhan, sosialisasi, pendekatan pada keluarga, dan penyebaran pengetahuan mengenai bahaya narkoba. (2) Upaya represif; yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan.
Hubungan Lingkungan Sosial Sekolah dan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Prestasi Belajar IPS Peserta Didik Mujahiduddin, Nurul Muawiah
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.118 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Hubungan lingkungan sosial sekolah dengan prestasi belajar IPS peserta didik, 2) Hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar IPS peserta didik, dan 3) Hubungan lingkungan sosial sekolah dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar IPS peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV, V dan VI berjumlah 65 orang peserta didik dan 65 orang tua. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik Purposive Sampling dengan kriteria peserta didik yang nilai prestasinya dalam kategori rendah, sedang, dan kategori tinggi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial sekolah dengan prestasi belajar IPS peserta didik yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rx1y sebesar 0,730. Kedua, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar IPS peserta didik yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rx2y sebesar -0,272. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial sekolah dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar IPS peserta didik yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,756 dan secara simultan ada 57,2% kontribusi lingkungan sosial sekolah dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar IPS peserta didik SD Negeri 2 Parepare.
Pemenuhan Hak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan dan Makanan Bagi Deteni di Rumah Detensi Imigrasi Makassar Alam, Andi Samsul
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.003 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.9992

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan aturan hukum yang mengatur warga negara asing (Deteni), selain itu untuk mengetahui pemenuhan hak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan, setra untuk mendalami faktor yang mempengaruhi pemenuhan hak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan bagi Deteni di Rumah Detensi Imigrasi Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan, 1) Pengaturan hukum Warga Negara Asing (Deteni) diatur didalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang  Keimigrasian, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 4 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengawasan Keimigrasian, dan Peraturan Direktur Jendaral Imigrasi Nomor IMI.1917-OT.02.01 Tahun 2013 Tentang Standar Operasional Prosedur Rumah Detensi Imigrasi, 2) Pemenuhan hak mendapatkan pelayanan kesehatan bagi Deteni di Rumah Detensi Imigrasi Makassar sudah Optimal. Sedangkan pelayanan makanan bagi Deteni di Rumah Detensi Imigrasi Makassar, Kurang optimal., 3). Faktor yang mempengaruhi pemenuhan hak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan bagi Deteni di Rumah Detensi Imigrasi Makassar, meliputi beberapa faktor, diantaranya yaitu, a) Faktor pendukung sebagai berikut; 1. Pegawai Rumah Detensi Imigrasi Makassar yang memadai, b) Faktor penghambat sebagai berikut; 1. Anggaran yang terbatas dan 2. keterbatasan sarana dan prasarana.
Dampak Perceraian Orang Tua Dalam Kehidupan Sosial Anak Ariani, Andi Irma
Phinisi Integration Review Vol 2, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.314 KB) | DOI: 10.26858/pir.v2i2.10004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengkaji, dan menjelaskan (i) Penyebab terjadinya perceraian, (ii) Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, dimana peneliti cenderung memilih informan secara variatif berdasarkan (alasan), yang jumlahnya adalah 30 orang dari 7 keluarga. Informan pendukung pada subjek penelitian ini adalah pasangan suami isteri yang bercerai (usia 20-56 tahun), anak (usia 6-22 tahun), orang tua/mertua (usia 60-70 tahun). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) Penyebab terjadinya perceraian dalam kehidupan sosial anak adalah hancurnya hubungan rumah tangga pasangan suami isteri yang menyebabkan perceraian dipicu berbagai macam sebab, diantaranya  tidak harmonisnya hubungan suami isteri dari segi pemenuhan kebutuhan biologis, persoalan prinsip hidup yang berbeda,  perbedaan penghasilan dalam peningkatan kesejahteraan hidup, adanya perselingkuhan, yakni Pria Idaman Lain (PIL) dan Wanita Idaman Lain (WIL) sebagai pihak ketiga perusak hubungan rumah tangga, perbuatan-perbuatan yang melanggar peran dan fungsinya masing-masing sebagai suami atau isteri, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan adanya pengaruh dukungan sosial dari pihak luar. (ii) Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak adalah kenakalan remaja, stress, phobia, sedih dan bingung menghadapi masalah yang ada, tidak mampu mengungkapkan perasaan, adanya perasaan kehilangan orang tua, daya imajinatif berkurang, kurang percaya terhadap pasangan (bagi yang dewasa), dan kurang percaya diri baik dilingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya.

Page 4 of 37 | Total Record : 366