cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 375 Documents
KAJIAN INTERDISIPLINER: KRIMINOLOGI DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENCEGAH KEJAHATAN Satrul, Hairul Saleh
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76336

Abstract

Penelitian ini membahas keterkaitan antara Kriminologi dan Pendidikan Kewarganearaan dalam kerangka pencegahan kejahatan dan peningkatan kesadaran hukum di lingkungan pendidikan, khususnya sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan teknik analisi isi (content analysis) terhadap literatur ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan lembaga resmi seperti KPAI dan Kemendikbudristek, serta jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori-teori kriminologi seperti Differential Association dan Social Control relevan untuk memahami dinamika perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Sementara itu, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategi dalam membentuk identitas hukum siswa melalui proses internalisasi nilai, norma, dan tanggung jawab sosial. Integrasi kedua disiplin ini berpotensi melahirkan pendekatan preventif yang lebih efektif melalui kurikulum, pedagogi konstektual, serta kerja sama antar lembaga. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran interdisipliner yang menggabungkan pendekatan hukum, sosial, dan moral dalam membentuk warga negara yang sadar hukum dan antikejahatan sejak usia sekolah.This study examines the relationship between Criminology and Civic Education within the framework of crime prevention and increasing legal awareness in educational settings, particularly schools. This study uses a library research approach with content analysis techniques applied to scientific literature, laws and regulations, reports from official institutions such as the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, as well as national and international academic journals. The results of the study indicate that criminological theories such as Differential Association and Social Control are relevant to understanding the dynamics of deviant behavior in school environments, especially among students. These theories highlight the influence of peer relationships, weakening social ties, and structural pressures. Meanwhile, Civic Education plays a strategic role in shaping students' legal awareness and social responsibility through the internalization of values, norms, and civic character. However, the learning approach is often normative and detached from the sociological roots of delinquency. The integration of these two disciplines results in a more effective preventive approach through curriculum, contextual pedagogy, case-based discussions, and inter-institutional collaboration. This synergy enables education to function not only as a tool for norm transformation but also as a mechanism for critical understanding and social intervention. This article recommends the development of an interdisciplinary learning model that combines legal, social, and moral approaches to develop law-conscious and anti-crime citizens from school age, thus positioning schools as the basis for legal culture transformation.
DAMPAK PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT TRANSAKSI TERHADAP UMKM DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Reni, Novianty; Hasni, Hasni; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.74671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Dampak penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar. 2) Kendala penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dampak penggunaan QRIS  pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar memberikan kontribusi positif yang signifikan. Dapat dilihat dari indikator sebagai berikut:  (a) kemudahan dan efisiensi Transaksi; (b) keamanan transaksi; (c) akses kebasis pelanggan yang lebih luas; Namun, terdapat pula dampak negatif yang perlu diperhatikan, dapat dilihat dari indikator: (a) resiko penipuan; (b) Perilaku Konsumtif. Dan 2) Kendala penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar dapat dilihat dari indikator: (a) Merchant Discount Rate (MDR); (b) Tarif Settlement; (c) Koneksi Internet yang tidak stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi alat transaksi digital yang memberikan kontribusi signifikan bagi pelaku usaha, khususnya di lingkungan Universitas Negeri Makassar. Secara tidak langsung QRIS meningkatkan profesionalisme pelaku usaha kecil.This research aims to determine; 1) The impact of QRIS usage on sales transactions for MSMEs at Makassar State University. 2) The obstacles to using QRIS in sales transactions for MSMEs at Makassar State University. The type of research conducted in this study is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this research include observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that: 1) The impact of using QRIS on sales transactions for MSMEs at Makassar State University has a significant positive contribution. This can be seen from the following indicators: (a) ease and efficiency of transactions; (b) transaction security; (c) wider customer base access; However, there are also negative impacts that need to be noted, as seen from the indicators: (a) risk of fraud; (b) consumer behavior. And 2) The constraints of using QRIS on sales transactions for MSMEs at Makassar State University can be seen from the indicators: (a) Merchant Discount Rate (MDR); (b) Settlement Fees; (c) unstable internet connection. This research shows that QRIS has become a digital transaction tool that provides significant contributions to business actors, especially in the environment of Makassar State University. Indirectly, QRIS enhances the professionalism of small business operators.
ANALISIS SIKAP NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU DI PRODI PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ariyanti, Irma Delina; Hasni, Hasni; Zulfadli, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Gambaran Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. 2) Sikap Nomophobia Pada Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. Adapun metode penelitian yang digunakan, yaitu metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari Sikap Nomophobia (Variabel X) dan Mahasiswa rantau (Variabel Y). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sikap Nomophobia mahasiswa dipengaruhi oleh empat indicator utama, yaitu perasaan tidak bias berkomunikasi, kehilangan konektivitas, tidak mampu mengakses informasi, dan menyerah pada kenyataan. Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat sedang terkait dengan empat indikator ini, yang mencerminkan ketergantungan pada ponsel, 2) Dampak Nomophobia terhadap mahasiswa perantau teridentifikasi memiliki korelasi sedang, memengaruhi kehidupan akademik dan social mereka, baik dalam bentuk upaya mengatasi isolasi maupun gangguan pada konsentrasi dan adaptasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya dukungan psikologis dan edukasi untuk membantu mahasiswa mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan produktif.This study aims to identify: (1) the profile of migrant students in the Social Studies Education Program at Universitas Negeri Makassar, (2) the overall nomophobia attitudes of migrant students. The research employed a quantitative descriptive approach. The variables consisted of Nomophobia Attitude (X) and Migrant Students (Y). Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation, while data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics. The findings reveal that: (1) nomophobia attitudes among students are influenced by four main indicators, namely the feeling of being unable to communicate, loss of connectivity, inability to access information, and surrendering to reality. Most students were found to be at a moderate level across these indicators, reflecting their dependency on mobile phones (2) The impact of nomophobia on migrant students was identified to have a moderate correlation, affecting both their academic and social lives, including efforts to cope with isolation as well as disruptions in concentration and social adaptation. Therefore, psychological support and educational efforts are needed to help students manage technology use in a healthy and productive manner.
PENGARUH LITERASI MEDIA DAN INFORMASI KONTEMPORER TERHADAP PEMAHAMAN KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IX DI MTsN 1 ENREKANG Ariska, Jumriati; Ibrahim, Ibrahim; Torro, Supriadi; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.72090

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa tiga hal: pengaruh literasi media terhadap pemahaman kritis siswa; pengaruh informasi modern terhadap pemahaman kritis siswa; dan pengaruh literasi media dan informasi modern secara bersamaan atau bersamaan terhadap pemahaman kritis siswa.   Semua siswa di kelas IX MTsN 1 Enrekang, yang terdiri dari 238 siswa, terlibat dalam penelitian kuantitatif ini.   Untuk setiap 70 siswa, sampel proporsional stratified random diambil, dan jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin.   Data dikumpulkan melalui pedoman dan kuesioner.   Data diuji dengan uji instrumen, asumsi klasik, dan hipotesis, serta analisis deskriptif dan inferensial. Menurut analisis data, literasi media secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap pemahaman kritis siswa; informasi kontemporer secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap pemahaman kritis siswa, dengan nilai signifikan 0,004 di bawah 0,05.   Dengan menggunakan model persamaan regresi linear berganda, ditemukan bahwa Y = 22,798 + 0,175 X1 + 0,648 X2, yang menunjukkan bahwa variabel pemahaman kritis siswa sebesar 22,798 jika literasi media dan informasi siswa sama dengan nol.   Menurut koefisien determinasi (Adjusted R2) pemahaman kritis siswa sebesar 0,556, literasi media sosial dan informasi modern mempengaruhi 56,6% pemahaman kritis siswa. Faktor lain mempengaruhi 44,4%. This study aims to 1) analyze the influence of media literacy on students' critical understanding, 2) analyze the influence of contemporary on students' critical information understanding, and 3) analyze the influence of media literacy and contemporary information on students' critical understanding simultaneously or together. This study is a quantitative study with the population of this study being all grade IX students at MTsN 1 Enrekang consisting of 238 students. The sampling technique used proportional stratified random sampling with the determination of the sample size carried out through the Slovin formula of 70 students. Data collection was carried out using documentation and questionnaires. Data analysis was carried out by instrument testing, classical assumption testing, and hypothesis testing, through descriptive and inferential analysis. Based on the data analysis that has been done, it is obtained that media literacy partially has a positive and significant effect on students' critical understanding with a significant value of 0.004 <0.05, and contemporary information partially has a positive and significant effect on students' critical understanding with a significant value of 0.000 <0.05. The multiple linear regression equation model is obtained Y = 22.798 + 0.175 X1 + 0.648 X2 which means that if the media literacy and contemporary information variables are considered equal to zero, the student's critical understanding variable is 22.798. The value of the Determination Coefficient (Adjusted R2) of students' critical understanding is 0.556, meaning that 56.6% of students' critical understanding is influenced by social media literacy and contemporary information, while the remaining 44.4% is influenced by other variables.
MENGUKUR EFEKTIVITAS MANAJEMEN PENDIDIKAN (STUDI EVALUASI DI TINGKAT SMP KABUPATEN TAKALAR) Syawal, Sahrul; Sucianti, Sucianti; Wajdi, Fathullah; Sulolipu, Andi Annisa
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78611

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menilai implementasi program manajemen pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai kerangka kerja. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, pengawas, serta komite sekolah dan orang tua. Teknik pengumpulan data utama meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program telah selaras dengan kebijakan, implementasinya belum optimal. Kelemahannya teridentifikasi pada kurangnya analisis kebutuhan pada aspek konteks, disparitas sumber daya pada aspek masukan, pengawasan yang belum optimal pada aspek proses, serta pencapaian yang lebih berorientasi administratif daripada peningkatan kualitas akademik pada aspek produkPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai implementasi program manajemen pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka kerja model evaluasi CIPP (Konteks, Input, Proses, Produk). Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, serta komite sekolah dan perwakilan orang tua. Teknik pengumpulan data utama meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program telah sesuai dengan kebijakan, implementasinya belum optimal. Kelemahan yang teridentifikasi adalah kurangnya analisis kebutuhan pada aspek konteks, disparitas sumber daya pada aspek input, supervisi yang belum optimal pada aspek proses, dan capaian yang lebih berorientasi pada aspek administratif daripada peningkatan mutu akademik pada aspek produk.
REPRESENTASI IDENTITAS NILAI BUDAYA DAN DINAMIKA SOSIAL DITINJAU DARI SASTRA DAN SEJARAH DI GOWA Jafar, Jafar; Setia Wati, Jenny Ratna Ika; Iriany, Rosary; Tenriana, Nuzul; Muhdar, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78988

Abstract

Sastra dan sejarah di Kabupaten Gowa merupakan dua entitas yang saling berkelindan dalam membentuk konstruksi identitas budaya masyarakat. Berbagai bentuk teks tradisional seperti lontaraq, kelong, tuturan lisan, hingga legenda-lagenda lokal tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga arsip historis yang merekam perkembangan sosial, politik, dan budaya Gowa dari masa kejayaan Kerajaan Gowa–Tallo hingga era modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana identitas, nilai budaya, dan dinamika sosial masyarakat Gowa direpresentasikan melalui karya-karya sastra dan catatan sejarahnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis tekstual pada sumber sastra tradisional, dokumen lontaraq, serta literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra berfungsi sebagai mekanisme penguatan identitas kolektif, penjaga nilai budaya siri’, pacce, lempu, dan getteng, sekaligus menjadi refleksi perubahan sosial akibat modernisasi dan pergeseran budaya. Dengan demikian, sastra Gowa memainkan peran strategis dalam memahami rekam jejak sejarah dan dinamika sosial masyarakat setempat. Literature and history in Gowa Regency are two interrelated entities that collectively shape the cultural identity of its society. Various forms of traditional texts, such as lontaraq, kelong, oral narratives, and local legends, function not only as artistic expressions but also as historical archives documenting the social, political, and cultural development of Gowa from the era of the Gowa–Tallo Kingdom to the modern period. This study aims to describe how identity, cultural values, and social dynamics of Gowa’s society are represented through its literary works and historical records. The research employs a descriptive qualitative method through textual analysis of traditional literary sources, lontaraq manuscripts, and historical literature. The findings reveal that literature serves as a mechanism for strengthening collective identity, preserving cultural values such as siri’, pacce, lempu, and getteng, as well as reflecting social changes influenced by modernization and cultural shifts. Thus, Gowa’s literary tradition plays a strategic role in understanding the historical traces and social dynamics of the local community.
INOVASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH SISWA Jafar, Jafar; Nur, Hasruddin; Wati, Jenny Ratna Ika Setia
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82787

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah masih cenderung berorientasi pada hafalan fakta sehingga kurang mampu menumbuhkan kesadaran sejarah dan keterkaitan siswa dengan realitas sosial-budaya di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan efektivitas efektivitas inovasi pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kesadaran sejarah siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa dan guru sejarah di sekolah menengah di Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan refleksi siswa, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah mampu meningkatkan pemahaman sejarah siswa, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta memperkuat koneksi emosional siswa terhadap sejarah dan identitas budaya lokal. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan pengalaman hidup siswa. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk mengembangkan kesadaran sejarah, karakter, dan identitas budaya siswa, sekaligus memperkaya praktik pembelajaran sejarah di sekolah. History learning in schools still tends to focus on the memorization of facts, which limits its ability to foster historical awareness and students’ connection to their surrounding socio-cultural realities. This study aims to analyze the effectiveness of innovative history learning based on local wisdom in enhancing students’ historical awareness. The research employed a qualitative approach with a case study design, involving students and history teachers in secondary schools in South Sulawesi. Data were collected through observations, in-depth interviews, documentation, and student reflections, and analyzed using data reduction, data display, and thematic conclusion drawing. The findings indicate that the integration of local wisdom into history learning improves students’ historical understanding, encourages active participation in learning, and strengthens students’ emotional connection to history and local cultural identity. Learning becomes more contextual, meaningful, and relevant to students’ lived experiences. This study concludes that local wisdom–based history learning is an effective pedagogical strategy for developing students’ historical awareness, character, and cultural identity, while also enriching history teaching practices in schools.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA AMOHALO DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Septianingrum, Elisa; Sumandiyar, Adi; Arda, Arda; Wachid, Choiruddin
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82788

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif melalui agorwisata berupaya 1) menyadari potensi alam dan memanfaatkannya secara maksimal dan mengembangkan karakter masyarakat melalui komunitas agrowisata, 2) meningkatkan sumber daya manusia masyarakat lokal. Terdapatnya kekayaan alam untuk dikembangkan menjadi barang bernilai ekonomi, seperti halnya destinasi agorwisata pertanian dan memanfaatkan keindahan alam. Adapun metode penelitian yang digunakan, wawancara, studi literature dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan secara signifikan karakteristik masyarakat secara sosial dan keterampilan menunjukkan hal-hal positif, dan pada tujuan akhirnya mampu menciptakan dan memberdayakan kekayaan alam lebih bernilai ekonomi selain merupakan nilai dan kekayaan budaya.The development of a creative economy through agrotourism seeks to: 1) recognize the potential of nature and utilize it optimally, developing the character of the community through agrotourism communities; 2) improve the human resources of local communities. Natural resources exist to be developed into goods of economic value, such as agricultural agrotourism destinations and utilizing natural beauty. The research methods used were interviews, literature studies, and field observations. The results of the study significantly show positive social characteristics of the community and skills, and ultimately, the ability to create and utilize natural resources that have greater economic value in addition to cultural values and richness.
PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SOSIAL MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Yamin, Muhammad; Imran, Ahmad Fadhil; Darwin, Dirmansyah; Anto, Muhammad Ansar; Nurliana, Nurliana
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terhadap minat berwirausaha sosial mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Ex-post Facto, di mana variabel bebas diteliti tanpa adanya perlakuan langsung dari peneliti. Subjek penelitian adalah 141 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi UNM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur minat berwirausaha sosial berdasarkan dimensi empati, kewajiban moral, efikasi diri kewirausahaan sosial, dan dukungan sosial. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji F, uji t, serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha sosial mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNM. Model PjBL mampu menjelaskan sebesar 66,8% variasi minat berwirausaha sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif dalam menumbuhkan minat dan orientasi kewirausahaan sosial mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNM.This study aims to analyze the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model on the interest in social entrepreneurship among students majoring in Economics Education at UNM. The study uses a quantitative approach with an ex-post facto method, in which the independent variables are studied without direct treatment from the researcher. The research subjects were 141 students majoring in Economics Education at UNM who were selected using purposive sampling. Data collection was conducted using a Likert scale questionnaire that measured social entrepreneurship interest based on the dimensions of empathy, moral obligation, social entrepreneurship self-efficacy, and social support. Data analysis techniques included normality tests, linearity tests, F tests, t tests, and simple linear regression analysis. The results showed that the PjBL model had a positive and significant effect on the social entrepreneurship interest of UNM Economics Education students. The PjBL model was able to explain 66.8% of the variation in social entrepreneurship interest. These findings indicate that project-based learning is effective in fostering the interest and orientation of social entrepreneurship among UNM Economics Education students. 
RESPONSIBILITAS KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DPRD DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLATIF DI KOTA MAKASSAR Halid, Andi Nurhaldin Nurdin; Nismawaty, Risma; Herman, Herman
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis responsibilitas kinerja pegawai Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dalam mendukung pelaksanaan fungsi legislatif DPRD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pegawai dan pejabat struktural Sekretariat DPRD, observasi aktivitas kerja, serta studi dokumentasi terhadap laporan dan arsip administrasi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsibilitas kinerja pegawai Sekretariat DPRD Kota Makassar secara umum berada pada kategori cukup baik, yang tercermin dari kepatuhan terhadap tugas pokok dan fungsi, disiplin kerja, ketepatan waktu pelayanan administratif, serta akuntabilitas dalam pengelolaan administrasi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi internal yang belum optimal, dan pemanfaatan teknologi informasi yang masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan secara empiris praktik responsibilitas kinerja aparatur pendukung lembaga legislatif di tingkat pemerintah daerah, khususnya dalam konteks Sekretariat DPRD Kota Makassar, yang masih relatif jarang dikaji secara mendalam dalam literatur administrasi publik.This study aims to analyze the performance responsibility of employees at the Secretariat of the Regional House of Representatives (DPRD) of Makassar City in supporting the implementation of legislative functions. The study employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews with employees and structural officials of the DPRD Secretariat, direct observation of work activities, and documentation studies of institutional reports and administrative records. The findings indicate that the performance responsibility of employees at the Makassar City DPRD Secretariat is generally categorized as fairly good, as reflected in compliance with duties and functions, work discipline, timeliness of administrative services, and accountability in administrative management. However, the study also identifies several major constraints, including limited human resources, suboptimal internal coordination, and inadequate utilization of information technology. The novelty of this study lies in its empirical examination of performance responsibility practices among supporting personnel of legislative institutions at the local government level, particularly within the context of the Makassar City DPRD Secretariat, which remains relatively underexplored in the public administration literature.