cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
KAJIAN INTERDISIPLINER: KRIMINOLOGI DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENCEGAH KEJAHATAN Satrul, Hairul Saleh
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76336

Abstract

Penelitian ini membahas keterkaitan antara Kriminologi dan Pendidikan Kewarganearaan dalam kerangka pencegahan kejahatan dan peningkatan kesadaran hukum di lingkungan pendidikan, khususnya sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan teknik analisi isi (content analysis) terhadap literatur ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan lembaga resmi seperti KPAI dan Kemendikbudristek, serta jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori-teori kriminologi seperti Differential Association dan Social Control relevan untuk memahami dinamika perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Sementara itu, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategi dalam membentuk identitas hukum siswa melalui proses internalisasi nilai, norma, dan tanggung jawab sosial. Integrasi kedua disiplin ini berpotensi melahirkan pendekatan preventif yang lebih efektif melalui kurikulum, pedagogi konstektual, serta kerja sama antar lembaga. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran interdisipliner yang menggabungkan pendekatan hukum, sosial, dan moral dalam membentuk warga negara yang sadar hukum dan antikejahatan sejak usia sekolah.This study examines the relationship between Criminology and Civic Education within the framework of crime prevention and increasing legal awareness in educational settings, particularly schools. This study uses a library research approach with content analysis techniques applied to scientific literature, laws and regulations, reports from official institutions such as the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, as well as national and international academic journals. The results of the study indicate that criminological theories such as Differential Association and Social Control are relevant to understanding the dynamics of deviant behavior in school environments, especially among students. These theories highlight the influence of peer relationships, weakening social ties, and structural pressures. Meanwhile, Civic Education plays a strategic role in shaping students' legal awareness and social responsibility through the internalization of values, norms, and civic character. However, the learning approach is often normative and detached from the sociological roots of delinquency. The integration of these two disciplines results in a more effective preventive approach through curriculum, contextual pedagogy, case-based discussions, and inter-institutional collaboration. This synergy enables education to function not only as a tool for norm transformation but also as a mechanism for critical understanding and social intervention. This article recommends the development of an interdisciplinary learning model that combines legal, social, and moral approaches to develop law-conscious and anti-crime citizens from school age, thus positioning schools as the basis for legal culture transformation.
DAMPAK PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT TRANSAKSI TERHADAP UMKM DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Reni, Novianty; Hasni, Hasni; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.74671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Dampak penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar. 2) Kendala penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dampak penggunaan QRIS  pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar memberikan kontribusi positif yang signifikan. Dapat dilihat dari indikator sebagai berikut:  (a) kemudahan dan efisiensi Transaksi; (b) keamanan transaksi; (c) akses kebasis pelanggan yang lebih luas; Namun, terdapat pula dampak negatif yang perlu diperhatikan, dapat dilihat dari indikator: (a) resiko penipuan; (b) Perilaku Konsumtif. Dan 2) Kendala penggunaan QRIS pada transaksi penjualan bagi UMKM di Universitas Negeri Makassar dapat dilihat dari indikator: (a) Merchant Discount Rate (MDR); (b) Tarif Settlement; (c) Koneksi Internet yang tidak stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi alat transaksi digital yang memberikan kontribusi signifikan bagi pelaku usaha, khususnya di lingkungan Universitas Negeri Makassar. Secara tidak langsung QRIS meningkatkan profesionalisme pelaku usaha kecil.This research aims to determine; 1) The impact of QRIS usage on sales transactions for MSMEs at Makassar State University. 2) The obstacles to using QRIS in sales transactions for MSMEs at Makassar State University. The type of research conducted in this study is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this research include observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that: 1) The impact of using QRIS on sales transactions for MSMEs at Makassar State University has a significant positive contribution. This can be seen from the following indicators: (a) ease and efficiency of transactions; (b) transaction security; (c) wider customer base access; However, there are also negative impacts that need to be noted, as seen from the indicators: (a) risk of fraud; (b) consumer behavior. And 2) The constraints of using QRIS on sales transactions for MSMEs at Makassar State University can be seen from the indicators: (a) Merchant Discount Rate (MDR); (b) Settlement Fees; (c) unstable internet connection. This research shows that QRIS has become a digital transaction tool that provides significant contributions to business actors, especially in the environment of Makassar State University. Indirectly, QRIS enhances the professionalism of small business operators.
ANALISIS SIKAP NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU DI PRODI PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ariyanti, Irma Delina; Hasni, Hasni; Zulfadli, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Gambaran Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. 2) Sikap Nomophobia Pada Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. Adapun metode penelitian yang digunakan, yaitu metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari Sikap Nomophobia (Variabel X) dan Mahasiswa rantau (Variabel Y). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sikap Nomophobia mahasiswa dipengaruhi oleh empat indicator utama, yaitu perasaan tidak bias berkomunikasi, kehilangan konektivitas, tidak mampu mengakses informasi, dan menyerah pada kenyataan. Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat sedang terkait dengan empat indikator ini, yang mencerminkan ketergantungan pada ponsel, 2) Dampak Nomophobia terhadap mahasiswa perantau teridentifikasi memiliki korelasi sedang, memengaruhi kehidupan akademik dan social mereka, baik dalam bentuk upaya mengatasi isolasi maupun gangguan pada konsentrasi dan adaptasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya dukungan psikologis dan edukasi untuk membantu mahasiswa mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan produktif.This study aims to identify: (1) the profile of migrant students in the Social Studies Education Program at Universitas Negeri Makassar, (2) the overall nomophobia attitudes of migrant students. The research employed a quantitative descriptive approach. The variables consisted of Nomophobia Attitude (X) and Migrant Students (Y). Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation, while data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics. The findings reveal that: (1) nomophobia attitudes among students are influenced by four main indicators, namely the feeling of being unable to communicate, loss of connectivity, inability to access information, and surrendering to reality. Most students were found to be at a moderate level across these indicators, reflecting their dependency on mobile phones (2) The impact of nomophobia on migrant students was identified to have a moderate correlation, affecting both their academic and social lives, including efforts to cope with isolation as well as disruptions in concentration and social adaptation. Therefore, psychological support and educational efforts are needed to help students manage technology use in a healthy and productive manner.
PENGARUH LITERASI MEDIA DAN INFORMASI KONTEMPORER TERHADAP PEMAHAMAN KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IX DI MTsN 1 ENREKANG Ariska, Jumriati; Ibrahim, Ibrahim; Torro, Supriadi; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.72090

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa tiga hal: pengaruh literasi media terhadap pemahaman kritis siswa; pengaruh informasi modern terhadap pemahaman kritis siswa; dan pengaruh literasi media dan informasi modern secara bersamaan atau bersamaan terhadap pemahaman kritis siswa.   Semua siswa di kelas IX MTsN 1 Enrekang, yang terdiri dari 238 siswa, terlibat dalam penelitian kuantitatif ini.   Untuk setiap 70 siswa, sampel proporsional stratified random diambil, dan jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin.   Data dikumpulkan melalui pedoman dan kuesioner.   Data diuji dengan uji instrumen, asumsi klasik, dan hipotesis, serta analisis deskriptif dan inferensial. Menurut analisis data, literasi media secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap pemahaman kritis siswa; informasi kontemporer secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap pemahaman kritis siswa, dengan nilai signifikan 0,004 di bawah 0,05.   Dengan menggunakan model persamaan regresi linear berganda, ditemukan bahwa Y = 22,798 + 0,175 X1 + 0,648 X2, yang menunjukkan bahwa variabel pemahaman kritis siswa sebesar 22,798 jika literasi media dan informasi siswa sama dengan nol.   Menurut koefisien determinasi (Adjusted R2) pemahaman kritis siswa sebesar 0,556, literasi media sosial dan informasi modern mempengaruhi 56,6% pemahaman kritis siswa. Faktor lain mempengaruhi 44,4%. This study aims to 1) analyze the influence of media literacy on students' critical understanding, 2) analyze the influence of contemporary on students' critical information understanding, and 3) analyze the influence of media literacy and contemporary information on students' critical understanding simultaneously or together. This study is a quantitative study with the population of this study being all grade IX students at MTsN 1 Enrekang consisting of 238 students. The sampling technique used proportional stratified random sampling with the determination of the sample size carried out through the Slovin formula of 70 students. Data collection was carried out using documentation and questionnaires. Data analysis was carried out by instrument testing, classical assumption testing, and hypothesis testing, through descriptive and inferential analysis. Based on the data analysis that has been done, it is obtained that media literacy partially has a positive and significant effect on students' critical understanding with a significant value of 0.004 <0.05, and contemporary information partially has a positive and significant effect on students' critical understanding with a significant value of 0.000 <0.05. The multiple linear regression equation model is obtained Y = 22.798 + 0.175 X1 + 0.648 X2 which means that if the media literacy and contemporary information variables are considered equal to zero, the student's critical understanding variable is 22.798. The value of the Determination Coefficient (Adjusted R2) of students' critical understanding is 0.556, meaning that 56.6% of students' critical understanding is influenced by social media literacy and contemporary information, while the remaining 44.4% is influenced by other variables.
MENGUKUR EFEKTIVITAS MANAJEMEN PENDIDIKAN (STUDI EVALUASI DI TINGKAT SMP KABUPATEN TAKALAR) Syawal, Sahrul; Sucianti, Sucianti; Wajdi, Fathullah; Sulolipu, Andi Annisa
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78611

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menilai implementasi program manajemen pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai kerangka kerja. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, pengawas, serta komite sekolah dan orang tua. Teknik pengumpulan data utama meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program telah selaras dengan kebijakan, implementasinya belum optimal. Kelemahannya teridentifikasi pada kurangnya analisis kebutuhan pada aspek konteks, disparitas sumber daya pada aspek masukan, pengawasan yang belum optimal pada aspek proses, serta pencapaian yang lebih berorientasi administratif daripada peningkatan kualitas akademik pada aspek produkPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai implementasi program manajemen pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka kerja model evaluasi CIPP (Konteks, Input, Proses, Produk). Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, serta komite sekolah dan perwakilan orang tua. Teknik pengumpulan data utama meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program telah sesuai dengan kebijakan, implementasinya belum optimal. Kelemahan yang teridentifikasi adalah kurangnya analisis kebutuhan pada aspek konteks, disparitas sumber daya pada aspek input, supervisi yang belum optimal pada aspek proses, dan capaian yang lebih berorientasi pada aspek administratif daripada peningkatan mutu akademik pada aspek produk.
REPRESENTASI IDENTITAS NILAI BUDAYA DAN DINAMIKA SOSIAL DITINJAU DARI SASTRA DAN SEJARAH DI GOWA Jafar, Jafar; Setia Wati, Jenny Ratna Ika; Iriany, Rosary; Tenriana, Nuzul; Muhdar, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78988

Abstract

Sastra dan sejarah di Kabupaten Gowa merupakan dua entitas yang saling berkelindan dalam membentuk konstruksi identitas budaya masyarakat. Berbagai bentuk teks tradisional seperti lontaraq, kelong, tuturan lisan, hingga legenda-lagenda lokal tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga arsip historis yang merekam perkembangan sosial, politik, dan budaya Gowa dari masa kejayaan Kerajaan Gowa–Tallo hingga era modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana identitas, nilai budaya, dan dinamika sosial masyarakat Gowa direpresentasikan melalui karya-karya sastra dan catatan sejarahnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis tekstual pada sumber sastra tradisional, dokumen lontaraq, serta literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra berfungsi sebagai mekanisme penguatan identitas kolektif, penjaga nilai budaya siri’, pacce, lempu, dan getteng, sekaligus menjadi refleksi perubahan sosial akibat modernisasi dan pergeseran budaya. Dengan demikian, sastra Gowa memainkan peran strategis dalam memahami rekam jejak sejarah dan dinamika sosial masyarakat setempat. Literature and history in Gowa Regency are two interrelated entities that collectively shape the cultural identity of its society. Various forms of traditional texts, such as lontaraq, kelong, oral narratives, and local legends, function not only as artistic expressions but also as historical archives documenting the social, political, and cultural development of Gowa from the era of the Gowa–Tallo Kingdom to the modern period. This study aims to describe how identity, cultural values, and social dynamics of Gowa’s society are represented through its literary works and historical records. The research employs a descriptive qualitative method through textual analysis of traditional literary sources, lontaraq manuscripts, and historical literature. The findings reveal that literature serves as a mechanism for strengthening collective identity, preserving cultural values such as siri’, pacce, lempu, and getteng, as well as reflecting social changes influenced by modernization and cultural shifts. Thus, Gowa’s literary tradition plays a strategic role in understanding the historical traces and social dynamics of the local community.