cover
Contact Name
Muh Jibran Nidhal Fikri
Contact Email
jes@unm.ac.id
Phone
+6282259301930
Journal Mail Official
muhjibrannidhal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FI, Jurusan Geografi Fakultas MIPA, Jl. Dg Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Environmental Science
ISSN : 26544490     EISSN : 26549085     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both Geography and all the studies that have related with geography. The journal welcomes articles that address common issues in Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) is published twice a year (Oktober and April). This journal publishes various articles from peer reviewed and research results related Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in geography science and material object. The journal welcomes submissions from around the world as well as from indonesia.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023): April" : 8 Documents clear
Karakteristik Oksigen Terlarut dan BebanPencemaran BOD di Sungai Sembon, Kabupaten Malang Zainal Abidin; Anggraeni Hadi Pratiwi; Afriandi Setiawan
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.45663

Abstract

Penduduk Desa Kesamben, Kabupaten Malang sangat mengandalkan peranan dari Sungai Sembon. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi oksigen yang terlarut, beban pencemaran BOD dan menentukan beban pencemaran sepanjang Sungai Sembon dengan menggunakan parameter fisika,dan parameter biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, pengambilan sampel air, dan analisis laboratorium kualitas air. Teknik pengambilan sampel sebanyak 6 titik (2 titik di hulu, 2 titik di tengah, dan 2 titik di hilir) Sungai Sembon. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 digunakan sebagai pembanding dalam menganalisis data status mutu air. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin ke hilir pola kadar COD, BOD, dan cemaran Fecal Coliform Sungai Sembon semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin menurunnya kualitas air Sungai Sembon terutama pada bagian hilir. Sungai Sembon sudah tidak bisa menerima beban pencemaran dengan kadar COD dan BOD yang terlalu tinggi. Luaran dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dan bahan pertimbangan kepada penggiat lingkungan serta para pemangku kepentingan Desa Kesamben untuk mengambil kebijakan secara strategis dalam upaya melestarikan lingkungan beserta ekosistemnya.    
Pemanfaatan Penginderaan Jauh Untuk Mengidentifikasi Kepadatan Bangunan Menggunakan Interpretasi Hibrid Citra Sentinel-2a Di Kota Padang Indah Fultriasantri; Fajrin Fajrin
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.43339

Abstract

Kota adalah kawasan padat permukiman pusat berbagai kegiatan aktifitas masyarakat seperti pemerintahan, perkantoran, pendidikan, dan sosial-ekonomi serta memiliki batas wilayah administrasi diatur dalam undang-undang yang memperlihatkan ciri kehidupan masyarakat perkotaan. Perkembangan sebuah kota selalu dihapadi dengan masalah kependudukan, karena semakin terkonsentrasi aktivitas penduduk yang banyak di pusat kota mengakibatkan terjadinya pembangunan yang intensif untuk memenuhi lahan permukiman akibat peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat, sehinggan kota dipenuhi dengan padatnya bangunan. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian ini di Kota Padang untuk memetakan sebaran kepadatan bangunan serta mengetahui tingkat akurasi kepadatan bangunan dengan interprestasi hibrid. Penelitian ini memanfaatkan data penginderaan jauh yaitu citra Sentinel-2A dengan metode interprestasi hybrid menggunakan indeks NDBI (Normalized Difference Built-up Index) dan autokorelasi sapasial kepadatan bangunan serta penggujian akurasi Kappa.. Hasil autokorelasi identifikasi kepadatan bangunan diperoleh nilai Moran’s I adalah sebesar -0.106659, nilai ini termasuk dalam autokorelasi negatif yang menunjukkan bahwa lokasi-lokasi berdekatan memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda cendrung menyebar atau menggambarkan pola ketetanggan berkelompok yang tidak sistematis. Sedangkan hasil perhitungan uji akurasi untuk nilai akurasi keseluruhan (Overall Accuracy) yaitu sebesar 92% dan akurasi Kappa (Kappa Accuracy) sebesar 0,88 dikatan baik dan dapat diterima.
Studi Geografi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Alu Abdul Mannan; Muhammad Yusuf; Feri Padli; Rusdi Rusdi
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.46200

Abstract

AbstractSecara garis besar, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung kecamatan Alu.. Dalam Penelitian ini digunakan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data survey terrestrial, wawancara dan system informasi geografi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 67 jenis hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Terdapat 13 tujuan  Terdapat 13 tujuan pemanfaatan hhbk oleh masyarakat di kecamatan alu yang terdiri dari: 1). tujuan konsumsi; 2). sebagai rempah – Rempah; 3). bahan baku obat-obatan tradisional; 4). penyaluran Hobi; 5). Bahan Baku Perkakas Pertanian / Pertukangan; 6 Bahan Baku Alat Musik tradisional; 7). Alat Berburu hewan liar; 8). Bahan baku makanan /minuman tradisional; 9). tujuan Komersil / dijual; 10). bahan Kelengkapan bangunan rumah; 11). tanaman Pembatas Kebun; 12). peralatan / Perabotan rumah tangga; 13). aksesoris / Perhiasan diri dan rumah tangga. Terdapat empat wilayah dalam kawasan hutan lindung di kecamatan alu yang menjadi lokasi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yaitu 1). wilayah buttu arawunang – kawo kawong; 2). wilayah buttu arawunang-buttu takkararo; 3). wilayah buttu saragian buttu kembar serta; 4). wilayah pao pao – puppuuring.
Analisis Kerapatan Mangrove Menggunakan Metode NDVI di Kawasan Mangrove Untia Kota Makassar Amal Arfan; Wahidah Sanusi; Muhammad Rakib
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.45308

Abstract

ABSTRAKHutan mangrove adalah salah satu ekosistem yang penting. Hutan mangrove yang masih eksis di Kota Makassar adalah kawasan mangrove Untia. Penelitian ini bertujuan  mengetahui tingkat kerapatan vegetasi kawasan mangrove Untia. Teknik pengambilan sampel dengan purposif sampling pada beberapa titik hutan mangrove dan wawancara pada informan. Data utama yang digunakan adalah citra Landsat 8 OLI/TIRS dan data sekunder berupa berkas atau penelitian terdahulu terkait studi kajian dan lokasi penelitian. Teknik analisis yang dilakukan adalah Normalized Difference Vegetation Index. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 6 penggunaan lahan pada lokasi penelitian yaitu mangrove, kawasan terbangun, tambak, belukar, tubuh air dan lahan kosong, luas kawasan mangrove Untia 48,19 ha. Adapun luas mangrove berdasarkan kerapatan diantaranya mangrove dengan kerapatan jarang seluas 10,40 ha, mangrove dengan kerapatan sedang seluas 3,08 ha dan mangrove dengan kerapatan rapat seluas 34,71 ha.
ANALISIS SEBARAN KONDISI DAERAH RESAPAN AIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Ahmad Hidayat; La Ode Rusman; Haris Haris
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.45888

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Poasia berdampak pada meluasnya lahan terbangun. Hal ini dapat berpengaruh pada berkurangnnya daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kondisi daerah resapan air tahun 2017 dan 2021 di Kecamatan Poasia. Parameter yang digunakan untuk mengetahui kondisi resapan air pada penelitian ini, yaitu permeabilitas tanah, curah hujan, penggunaan lahan dan kemiringan lereng kemudian diolah menggunakan metode skoring, OBIA, dan overlay. Hasil penelitian ini antara lain kondisi resapan air tahun 2017 didominasi dengan kategori mulai kritis seluas 2.879,95 ha (67,11%), yang tersebar di Kelurahan Anduonuhu (1.482,81 ha), Kelurahan Anggoeya (985,75 ha) Kelurahan Rahandouna (169,53 ha), Kelurahan Wundumbatu (70,97 ha) dan Kelurahan Matabubu (170,89 ha), sedangkan kondisi resapan air dengan luasan paling kecil pada kategori agak kritis seluas 230,06 ha (5,36%) yang tersebar pada Kelurahan Anduonuhu seluas 156,03 ha, Kelurahan Anggoeya seluas 11,47 ha, Kelurahan Rahandouna seluas 2,04 ha, Kelurahan Wundumbatu seluas 59,43 ha dan Kelurahan Matabubu seluas 1,09 ha. Pada tahun 2021 kondisi resapan air didominasi kategori  normal alami seluas 1.971,53 ha (45,94%) yang tersebar di Kelurahan Anduonuhu (774,49 ha), Kelurahan Anggoeya (619,82 ha), Kelurahan Rahandouna (124,07 ha), Kelurahan Wundumbatu (68,07 ha) dan Kelurahan Matabubu (385,08 ha), sedangkan kondisi resapan air dengan luasan paling kecil pada kategori sangat kritis seluas 111,42 ha (2,60%) yang tersebar di Kelurahan Anduonuhu seluas 64,54 ha, Kelurahan Anggoeya seluas 19,71 ha, Kelurahan Rahandouna seluas 27,04 ha dan Kelurahan Matabubu seluas 0,13 ha.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KOTA MAKASSAR Ichsan Invanni
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.47182

Abstract

ABSTRAK Penggunaan metode geolistrik sebagai alternatif untuk mendapatkan informasi dan data bawah permukaan, dengan berdasar pada perbedaan sifat kelistrikan batuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar potensi air tanah di Kota Makassar dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis (resistivity) yang mengarah kepada eksplorasi dan pengembangan potensi sumber daya air tanah (research and development). Data yang diperoleh dari model sintetik yang di buat dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dmod yang menghasilkan penampang (apparent resistivity), yang kemudian diinversikan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv yang mengasilkan profil 2D true resistivity. Hasil penelitian menunjukkan potensi air tanah di Kota Makassar tidak merata, dari 12 lintasan pengukuran ada 8 lintasan yang memiliki potensi air tanah dengan 13 rekomandasi untuk penempatan sumur bor dan ada 4  lintasan  yang masih terindikasi adanya kandungan garam terlarut baik dari air laut maupun sifat kesadahan air (garam karbonat) memerlukan penambahan informasi pada area sekitar untuk menentukan tingkat pengaruh keasinan atau kesadahan terhadap urgensi kebutuhan air pada area tersebut. 
Analisis Spasial Potensi Daerah Resapan Air Di Daerah Airan Sungai Tangka Provinsi Sulawesi Selatan Nasiah Badwi; Ichsan Invanni; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.46387

Abstract

Water is a very vital need in life, there is no water, living things will become extinct. As the population grows, the need for water increases, where the availability of water is limited. To meet water needs in the dry season, groundwater sources are needed. Groundwater potential is determined by the level of water that experiences infiltration. This study aims to describe the potential of the infiltration area. The method used is Geographic Information System. There are 5 overlaid variables, namely; rainfall, slope, rock type, soil type, and land use. The results of the study describe that there are 3 classes of potential catchment areas in the Tangka watershed, namely: high, medium and low. Most of the area is in the medium class area of 38,434.73 Ha or 80.69 percent spread from upstream to downstream covering all districts, namely: Tinggimoncong, Tombolopao, West Sinjai, Bulupoddo, Bontocani, Kajuara and North Sinjai. The very high class area is only 2,110.62 hectares or 4.43 percent spread over the Tinggimoncong, Tombolopao, Kahu, Kajuara and North Sinjai sub-districts. Low absorption potential in the middle of the watershed covers the northern part of Kunciopao, West Sinjai, Bontocani, and Bulupoddo Districts.
Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan Kawasan Perkotaan Menggunakan Metode Supervised Classification M. Rais Abidin
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.47186

Abstract

Deteksi perubahan penggunaan lahan menjadi salah satu indikator dalam pemantauan dan pengawasan terhadap kepatuhan pembangunan dalam suatu daerah terhadap rencana tata ruang wilayah. Studi ini bertujuan melakukan deteksi penggunaan lahan pada kawasan perkotaan dengan menggunakan citra SPOT-6. Metode dalam mendeteksi penggunaan lahan adalah metode supervised classification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kawasan perkotaan di Kecamatan Barru pada tahun 2017 penggunaan lahan paling luas atau yang mendominasi adalah kawasan hutan baik itu hutan budidaya maupun hutan lindung dengan luas 4.930.5 hektar (ha) atau 74.3%, kemudian diikuti areal pemukiman yang memiliki seluas lahan adalah 582.6 ha atau 8.8%, selanjutnya adalah areal tambak yang memiliki luas lahan 535.6 ha atau 8.1%, berikutnya adalah kawasan persawahan yang memiliki luas lahan 405.4 ha atau 6.1%, Ladang/tegalan memiliki luas lahan 64.6 ha atau 0.9%, areal kebun memiliki luas lahan 53.3 ha atau 0.8% dan areal yang paling sempit adalah lahan terbuka/tanah kosong dengan luas 11.2 ha atau 0.1%. Sedangkan pada tahun 2022, penggunaan lahan didominasi oleh kawasan hutan baik itu hutan budidaya maupun hutan lindung dengan luas 3.685.4 hektar (ha) atau 48.4%, kemudian diikuti areal persawahan seluas 1.427.6 ha atau 18.7%, perkebunan seluas 947.3 ha atau 12.4%, tambak seluas 700.3 ha atau 9.2%,  pemukiman seluas 696.1 ha atau 6.9%, ladang/tegalan seluas 117.9 ha atau 1.1% dan yang paling sempit adalah lahan terbuka/tanah kosong dengan luas 32 ha atau 0.3%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8