cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021): September" : 8 Documents clear
Peran Karang Taruna Dalam Pembangunan Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Yohana Prima; Yuli Ifana Sari; Dwi Fauzia Putra
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.4950

Abstract

Keberadaan organisasi karang taruna pada dasarnya untuk mengubah generasi muda agar lebih baik dalam meneruskan pembangunan, namun permasalahan dalam organisasi karang taruna GEMPAR yaitu kurangnya kesadaran pemuda tehadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Arah pembangunan Desa Pandanrejo, (2) Peran karang taruna GEMPAR dalam pembangunan Desa Pandanrejo, (3) Faktor pendukung dan penghambat karang taruna GEMPAR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi yaitu menanyakan visi misi dan program kerja karang taruna. sedangkan wawancara, peneliti melakukan wawancara dengan 13 informan, dan dokumentasi yang dikumpul yaitu foto, file dan rekaman. Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu pengumpulan data hasil dari observasi dan wawancara, reduksi data mengelompokan jawaban yang sama dari setiap narasumber, penyajian data dalam bentuk tabel analisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan beberapa temuan sesuai dengan fokus penelitian yaitu arah pembangunan desa Pandanrejo yaitu pengembangan pada sektor pariwisata, pengembangan infrastruktur baik pariwisata mau pun pertanian. Peran karang taruna GEMPAR dalam pembangunan desa Pandanrejo lebih kepada pembangunan non fisik seperti melakukan gotong royong bersama, sedangkan faktor penghambat karang taruna dalam pembangunan desa Pandanrejo yaitu keterbatasan waktu dan kesadaran pemuda yang kurang maksimal dalam ikut berorganisasi.
Pola Sebaran Minimarket Dan Cakupan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Penduduk Di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta: Dimas Suryo Utomo, Choirul Amin Dimas Suryo Utomo; Choirul Amin
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5742

Abstract

Bentuk infrastruktur yang sangat bermakna dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kemajuan kota adalah munculnya dari sebuah minimarket sebagai bagian dari bentuk perlayanan publik dalam sektor perekonomian. Penelitian ini untuk melakukan pengamatan pola persebaran minimarket dan pengaruhknya dalam pemenuhan kebutuhan penduduk di Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta berdasarkan pada analisis pola persebaran dan aspek-aspek yang berdampak terhadap pola persebaran lokasi serta kepadatan penduduk yang berada di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan metode pendekatan kuantitatif. Pengolahan dan penyampaian data penelitian dibantu memanfaatkan aplikasi sistem informasi geografis dengan tahapan yang sederhana, yakni dengan menjalankan menggabungkan informasi sehingga terintegrasi data grafis yang berupa peta digital dan data atribut tabulasi. Dalam menganalisis pola sebaran manfaatkan alat Average Nearest Neighboor. Berdasarkan polahan serta analisis diketahui pola sebaran minimarket yang ada di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta mempunyai nilai critical value (z-score) sebesar 6,292530 sehingga dapat dikatakan pola sebaran minimarket yang ada berpola seragam. Dari hasil analisis pelayanan yang dapat dijangkau telah dilakukan dengan metode buffer dan aksesbilitas jaringan jalan, sejumlah minimarket yang ada di wilayah administrasi Kecamatan Danurejan telah mampu melayani kebutuhan penduduk di wilayah Kecamatan Danurejan. Angka demografi kepadatan penduduk tidak begitu memberikan dampak pada penentuan lokasi minimarket tersebut berada. Persebaran lokasi minimarket berhubungan dengan pola jaringan jalan yang memberikan angka aksesibilitas yang tinggi. The form of infrastructure that is very meaningful in relation to the growth and progress of the city is the emergence of a minimarket as part of the form of public services in the economic sector. This study is to observe the distribution pattern of minimarkets and their effect in meeting the needs of the population in Danurejan District, Yogyakarta City based on the analysis of the distribution pattern and the aspects that have an impact on the distribution pattern of the location and population density in the area. This research was conducted using a quantitative approach method. The processing and delivery of research data is assisted by utilizing geographic information system applications with simple stages, namely by combining information so that graphic data is integrated in the form of digital maps and tabulated attribute data. In analyzing the distribution pattern, use the Average Nearest Neighbor tool. Based on the pattern and analysis, it is known that the distribution pattern of minimarkets in Danurejan District, Yogyakarta City has a critical value (z-score) of 6,292530 so that it can be said that the distribution pattern of existing minimarkets has a uniform pattern. From the results of the analysis of services that can be reached by using the buffer method and the accessibility of the road network, a number of minimarkets in the administrative area of ​​​​Danurejan District have been able to serve the needs of the population in the Danurejan District. Demographic figures for population density do not really have an impact on determining the location of the minimarket. The distribution of minimarket locations is related to the pattern of the road network which provides a high level of accessibility.
Pengembangan Media E-Learning Berbasis Moodle Sebagai Suplemen Pembelajaran Geografi Pada Materi Mitigasi Bencana Alam Raffi Mariezki; Erna Juita; Momon Dt Tanamir
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kelayakan dan praktikalitas e-learning berbasis moodle sebagai suplemen pembelajaran geografi pada materi mitigasi bencana alam. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan model four d yaitu: Define, Design, Develovment,Desiminate. Subjek penelitian siswa SMA N 3 Padang kelas XI IPS. Pengembangan e-learning berbasis moodle meliputi validasi para ahli media,pendidikan dan bahasa. Data validasi diolah dengan spss interclass coefisien corelation dan diperoleh hasil 0,957. Apabila milai lebih dari 0,5 maka dapat disimpulkan tingkat validasi memadai. Pengukuran kelayakan media diperoleh dari pengolahan data menggunakan microsoft Exel sehingga diperoleh total skor 282 denga mean 4,90 dan persentase 98% dengan predikat sangat baik. Uji praktikalitas media e-learning berbasis moodle berdasarkan data angket dan diperoleh hasil total skor 4077 dengan mean 4,1 dan persentase 82% dengan kategori sangat praktis.
Komparasi Algoritma Spectral Angle Mapper dan Algoritma Spectral Information Divergence untuk Pemetaan Penutup Lahan pada Citra Pansharped Naufal Azmi; Shafira Himayah; Lili Somantri; Riki Ridwana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5886

Abstract

Kota Bandung memiliki luas wilayah 16.731 hektar dan senantiasa berkembang dari tahun ke tahun termasuk dalam hal perubahan penutup lahan. Penelitian ini membandingan algoritma Spectral Angle Mapper dan Spectral Information Divergence untuk pemetaan penutup lahan di Kota Bandung menggunakan citra SPOT 7 PMS ORT tahun 2019. Pengolahan data citra dimulai dengan koreksi geometrik, koreksi radiometrik, pemotongan area kajian, dan pengambilan training area. Proses selanjutnya adalah klasifikasi citra masing-masing algoritma yang kemudian dibuat peta penutup lahan, validasi data, dan uji keakuratan. Hasil klasifikasi citra mengklasifikasikan 11 kelas penutup lahan, yaitu bangunan industri, bangunan permukiman, hutan kota, hutan lahan rendah, hutan lahan tinggi, jaringan jalan, kebun campuran, ladang, lahan terbuka, sawah, dan sungai. Algoritma SAM memperoleh luasan terbesar pada kelas penutup lahan bangunan permukiman seluas 7.551,37 hektar (45,20%) dan luasan terkecil pada kelas penutup lahan hutan lahan rendah seluas 349,24 hektar (2,09%). Lalu algoritma SID memperoleh luasan terbesar pada kelas penutup lahan bangunan permukiman seluas 4.837,70 hektar (23,37%) dan luasan terkecil pada kelas penutup lahan sawah seluas 287,53 hektar (1,72%). Nilaii uji akurasi keseluruhan agoritma SAM sebesar 90% lebih teliti 4% dibandingkan nilai uji akurasi keseluruhan algoritma SID sebesar 86%.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu: Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu fitriyah; Suganda Dadang; Nugraha Awaludin
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5916

Abstract

Pengembangan pariwisata di suatu daerah harus lebih diperhatikan karena pengembangan pariwisata akan menetukan bagi masa depan pariwisata itu sendiri dan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pantai Eretan Jumharto merupakan salah satu destinasi yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih membutuhkan perhatian khusus dan perlunya sebuah strategi untuk pengembangan wisata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto, kemudian dari hasil analisis yang telah dilakukan, akan dirumuskan strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data akan dianalisis secara deskriptif kemudian untuk menentukan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto dilakukan dengan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats). Data akan dikumpulkan melalui studi literatur, observasi serta dengan melakukan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto agar dapat berkembang lebih baik dan dapat bersaing dengan objek wisata lainnya.
Analisis Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara Kristian Agung; Erna Juita; Elvi Zuriyani
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5936

Abstract

Sampah merupakan suatu hal yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Semua yang beraktivitas pasti akan menghasilkan sampah dan begitu juga yang terjadi di Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. Permasalahan dari penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan sampah dari berbagai teknik, seperti: teknik opersional, ekonomi, kelembagaan dan peran serta masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah dan peran serta masyarakat yang ada di Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang dilakukan dengan wawancara, peneyerahan angket atau kuesioner dan dokumtasi. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Perwakilan pengelolaa TPA, tenaga kebersihan dan kepala desa. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Desa tersebut masih kurang baik hal ini di sebabkan oleh berbagai faktor, seperti: fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum baik dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Saran yang bisa diberikan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, jadwal rutin gotong royong baik dari pihak masyarakat ataupun dari Desa dan Dinas yang bersangkutan
Mendukung Sistem Basis Data Spasial Desa Cibodas dengan Kegiatan Pemetaan Partisipatif Menggunakan Platform Openstreetmap Iqbal Eko Noviandi; Wangi Garnis Pandan; Ramdhan Devi Muhamad; Febga Jarry; Syahi Naufal Hafizhan; Ismail Arif; Bratanegara Alnidi
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5939

Abstract

Desa merupakan sebuah satuan administrasi yang terdiri dari beberapa RW. Desa berada dibawah naungan Kabupaten sehingga beberapa desa relatif jauh dari pusat perkotaan. Di Indonesia, pemetaan partisipatif Openstreetmap relatif detail akan data spasial pada daerah perkotaan sementara untuk daerah pedesaan, data spasial sebagian besar belum dibuat atau terpetakan dengan baik. Penelitian ini mengambil kasus di Desa Cibodas Kecamatan Lembang dengan tujuan memetakan dan memperkaya data spasial Desa Cibodas dan memanfaatkan data spasial partisipatif untuk berbagai macam pemanfaatan. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan adalah pemetaan keterjangkauan. Data sepenuhnya bersumber pada Openstreetmap sehingga hasil dari pemanfaatan data spasial Openstreetmap ini bergantung pada partisipasi kontributor Openstreetmap pada daerah Cibodas beserta anggota kelompok dalam penelitian ini.
Hubungan antara Minat dengan Hasil Belajar Kartografi Chandra Adiputra
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.6037

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara minat dengan hasil belajar mata kuliah Kartografi. Mata kuliah ini dikontrak oleh 19 peserta didik Pendidikan IPS pada semester genap tahun akademik 2020/2021. Data terdiri atas minat terhadap mata kuliah Kartografi (angket) serta hasil belajar mata kuliah Kartografi aspek pengetahuan dan keterampilan (studi dokumentasi). Tidak ada hubungan antara minat dengan hasil belajar Kartografi, baik hasil belajar aspek pengetahuan (rhitung ≤ rtabel = 0,0583 ≤ 0,4555 (n = 17; α = 0,05)) maupun keterampilan (-ttabel ≤ t0 ≤ ttabel = -2,11 ≤ 0,88 ≤ 2,11 (n = 17; ½α = 0,025)). Dengan demikian, peserta didik yang memiliki minat tinggi terhadap mata kuliah Kartografi, belum tentu hasil belajar Kartografinya akan tinggi pula (begitu pun sebaliknya), baik hasil belajar aspek pengetahuan maupun keterampilan. Namun, hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan apabila ditinjau dari minat, karena data minat diketahui tidak bervarian homogen (F > F critical one-tail = 1.441,30 > 2,27). This research was conducted to analyze the relationship between interest and learning outcomes of Cartography courses. This course is contracted by 19 Social Studies Education students in the even semester of the 2020/2021 academic year. The data consists of interest in Cartography courses (questionnaire) and learning outcomes of the Cartography course aspect of knowledge and skills (documentation studies). There is no relationship between interest and learning outcomes of Cartography, both learning outcomes aspect of knowledge (rcount ≤ rtable = 0,0583 ≤ 0,4555 (n = 17; α = 0,05)) and skills (-ttabel ≤ t0 ≤ ttabel = -2,11 ≤ 0,88 ≤ 2,11 (n = 17; ½α = 0,025)). Thus, students who have a high interest in Cartography courses do not necessarily have high Cartography learning outcomes (and vice versa), both learning outcomes aspect of knowledge and skills. However, the results of this study cannot be generalized in terms of interest, because interest data is known to have no homogeneous variance (F > F critical one-tail = 1.441,30 > 2,27).

Page 1 of 1 | Total Record : 8