cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 23033800     EISSN : 2527049     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran is a peer-reviewed, open access journal that provides publication of articles in all areas of educational research. It aims to promote excellence through the dissemination of high-quality research findings and provide a platform for scientists and academicians all over the world to promote, share, and discuss various new issues and developments in different areas of educational research.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Juli" : 7 Documents clear
A SOCIAL STRATEGY OF UNIVERSITY LEARNERS OF LOW-LEVEL SPEAKING PROFICIENCY Restu Mufanti
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.27 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.155

Abstract

This study is to investigate the learning strategies applied by low-level leaners (LLLs), the results of which can be used as the basis for placing them in an English language speaking class. Specifically this study is to find an answer To what extent do low-level leaners use social strategies in learning to speak English?? Observation and an in-depth interview wereused to collect the data which were in the form of the subjects? spoken utterances (verbal behavior) and their accompanying actions (non-verbal behavior). The data were analyzed using the social language learning strategies (SLLS) proposed by Rebecca Oxford. Three universityleaners from the third semester who are of the same level of proficiency were selected as the subjects of the study. Results of the data analysis show that the LLLs do not use all social strategies in speaking activities. Based on what has been shown by this study, it is suggestedthat supportive teacher behaviors, i.e., building leaners? confident, giving motivation during the teaching, listening attentively to students while speaking, giving hints and encouragement, being responsive to student questions, creating natural setting and showing students empathy need to be provided in speaking class activities to explore leaners social strategies.
THE ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACT ON AUDIO FILE ENTITLED JAMA'AH AUSTRALIA - KEPENTINGAN MENGHIDUPKAN AMAL MASJID Faisal Rusdianto
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.038 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.156

Abstract

The research design of this study is descriptive qualitative. The data sources of this study are audio file entitled Jama'ah Australia - Kepentingan Menghidupkan Amal Masjid which is taken from an interesting video uploaded by a member having the Youtube accountnamed Ummat Akhir Zaman a.k.a Syukri Abdullah. This interesting video is a record of English bayan (English Islamic sermon) given by the representative of Tablighi Jamaat member from Sydney, Australia. Even though it is in a form of video but there is no moving picture in itbut it is merely a one hour-five minutes and thirty one second MP3 recording file.This paper merely focuses on analyzing the most dominant types of Speech Acts on Audio File of Australian Jamaat English Islamic sermon entitled Jama'ah Australia - Kepentingan Menghidupkan AmalMasjid. This Audio File of Australian Jamaat English Islamic sermon is analyzed by the perspective of Searls theory. From the analysis of audio file entitled Jama'ah Australia - Kepentingan Menghidupkan Amal Masjid it can be found four types of Searles illocutionary acts: Directive, commisive, representative and expressive. There are 50 data of illocutionary acts which consist of : 8 data of the type of Directive: One data showing of stating and 7 data showing of suggesting, 4 data of the type of Commisive: Two data showing promising and 2 data showing of threatening, 36 data of the type of Representative: 5 data showing of asserting and 31 data showing of informing, and 2 data of the type of Expressive: 2 data showing the illocutionary acts of praising. From the classification of the data, it can be seen clearly that the type of commisive is the most dominant. This was used since the Australian speaker want toshow humbleness and politeness when he was giving sermon in front of Indonesian audience.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI Dwi Avita Nurhidayah
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.619 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi geometri. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Peneliti mengadakan penelitian mulaibulan april sampai bulan mei 2013 siswa kelas X-2 yang berjumlah 30 siswa SMA Muhammadiyah 1Ponorogo tahun ajaran 2012/2013. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasiaktivitas siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 pertemuan pada tiap siklusnya,masing-masing pertemuan selama 2 x 45 menit. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif tipegroup investigation menunjukkan bahwa model ini dapat meningkatkan aktivitas siswa pada materibangun ruang dimensi tiga. Peningkatan ditunjukkan dengan rata-rata aktivitas siswa pada siklus 1adalah 67,25 %. Sedangkan pada siklus 2 rata-rata aktivitas siswa adalah 85,31%. Berdasarkananalisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa dengan pembelajaran kooperatif tipegroup investigation.
A STUDY ON THE STUDENTS ABILITY IN PRONOUNCING DIPHTHONGS AT STKIP PGRI PASURUAN Ninik Suryatiningsih
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.291 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.152

Abstract

Speaking is a complex skill, which has different components such as: pronunciation, vocabulary, grammar, and fluency. In accordance with the problems of the study, this researchis intended to know the students? ability in pronouncing diphthongs. The study was held inPronunciation and Dictation class of second semester students of STKIP PGRI Pasuruan. Thisresearch is a descriptive study, the researcher analyzed their ability in pronouncing Englishdiphthongs by classifying their score based on the classification of the score levels. Then theresearcher analyzed the errors made by them in pronouncing English diphthongs. As a result,the researcher found that many students have incorrect pronunciation in pronouncing Englishdiphthongs. Almost all of the students have difficulties in pronouncing diphthongs. The averagescore of the students is 73, laid between 60 74. The data showed that their ability inpronouncing English diphthongs was in fair category. The researcher found that the difficultdiphthong was pronounce by the students is diphthong /oU/. And for the easiest diphthong waspronounce by them is diphthong /aU/
LEVEL KOGNITIF SOAL PADA BUKU TEKS MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS VII UNTUK PENDIDIKAN MENENGAH Intan Sari Rufiana
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.348 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kognitif soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 kelas VII SMP mata pelajaran matematika dalam rangka mengevaluasi implementasi kurikulum 2013 dari segi dokumen yang digunakan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian evaluatif dengan menggunakan pendekatan studi dokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan dokumentasi, sebab penelitian ini ditujukan untuk menganalisis soal-soal yang ada pada sebuah dokumen kurikulum 2013, yaitu buku siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan identifikasi soal-soalyang ada di buku teks kurikulum 2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi yaitu dengan cara mengklasifikasikan soal-soal berdasarkan tingkat kognitif siswa, yaitu pemahaman, penyajian dan penafsiran, penalaran dan pembuktian.Hasil analisis terhadap soal-soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 mata pelajaran matematika kelas VII menyimpulkan bahwa soal-soal yang ada pada buku siswa kurikulum 2013 kelas VII untuk mata pelajaran matematika sebagian besar adalah soal pemahaman yaitu sebanyak 68.01%. Proporsi soal penyajian dan penafsiran (23.67%)lebih besar dibandingkan soal penalaran dan pembuktian (1.45%). Prosentase yang kecil pada soal bentuk penalaran dan pembuktian menyebabkan siswa tidak terbiasa untuk menyelesaikan soal-soal dalam bentuk ini. Hal itu dapat berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bentuk ini. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan untuk dapat mengkoreksi pelaksanaan kurikulum 2013.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI (ANALISIS PEMBELAJARAN BERBAHASA MELALUI STUDI SOSIOLINGUISTIK) Dyah Atiek Mustikawati
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.11 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.154

Abstract

Proses komunikasi dan interaksi sosial menimbulkan kecenderuangan seorang penuturmemanfaatkan potensi variasi bahasa. Salah satu variasi bahasa itu berupa alih kode dan campur kode untuk menjag kebersamaan dalam komunitasnya. Alih kode dan campur kode adalah pergantian pemakaian bahasa atau ragam bahasa tertentu ke bahasa lain.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud alih kode dan wujud campur kode tertentu yang ditemukan dalam kegiatan jual beli di pasar serta faktor penentu yang mempengaruhi peristiwa wujud alih kode dan campur kode. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang berlokasi di pasar Songgolangit Kabupaten Ponorogo.Data dalam penelitian ini berwujud pemakaian bahasa oleh penjual dan pembeli di pasar Songgolangit pada saat kegiatan transaksi jual-beli.Untuk itu, wujud datanya berupa data lisan. Data lisan diperolehdari observasi pada kegiatan jual-beli. Adapun wawancara mendalam dengan informan dilakukan setelah kegiatan transaksi berlangsung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, teknik catat, dan wawancara mendalam.Simpulan bahwa wujud alih kode yang muncul dalam kegiatan transaksi jual beli adalah wujud alih bahasa dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, wujud campur kode yang muncul adalah berupa campur kode dari bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa Jawa nampak dominan dalam peristiwa alih kode dan campur kode. Faktor penentu yang menonjol mempengaruhi peristiwa campur kode dan alih kode adalah adanya kebiasaan penutur, mitra tutur, kehadiran penutur ketiga, topik dan situasi pembicaraan tertentu serta kemampuan pemakaian bahasa yang dilatar belakangi oleh tingkat pendidikan baik penjual maupun pembeli.
KAJIAN KOMPETENSI SDM GURU DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN PONOROGO Sulton .
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.678 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v2i2.136

Abstract

Program sertifikasi guru merupakan upaya peningkatan kesejahteraan guru republik Indonesia yang digulirkan pemerintah beberapa tahun yang lalu dan tahun 2014 diharapkan telah selesai dilaksanakan secara nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun apakah hal itu benar-benar berdampak positif terhadap kualitas pendidikan di Ponorogo, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang kompetensi SDM guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ponorogo. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi SDM guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ponorogo.Lokasi penelitian di Kabupaten Ponorogo dengan obyek utamana adalah guru-guru tersertifikasi dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, pengawas, stakeholders, wali murid, guru, dan tokoh yang dianggap mengerti tentang masalah ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Keabsahan data dilakukan melalui model triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata kompetensi (personal, pedagogik, profesional, sosial) guru tersertifikasi dapat dikategorikan baik untuk sekolah unggulan. Sedangkan sekolah non unggulan kategorinya cukup. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor SDM guru, manajemen dukungan sekolah, ketersediaan sarana-prasarana pembelajaran di sekolah; Sertifikasi guru tidak secara otomatis dan instan dapat meningkatkan mutu lulusan. Akan tetapi melalui proses pembelajaran yang baik diyakini akan dapat meningkatkan mutu lulusan.Upaya pemerintah terkait peningkatan kompetensi guru tersertifikasi belum terencana dengan baik, karena yang ada baru dalam bentuk pengenadalian kewajiban administrasi guru. Monitoring atas guru tersertifikasi belum berjalan efektif dan optimal. Dukungan sekolah stakeholder terhadap optimalisasi guru tersertifikasi secara umum belum maksimal. Motivasi guru tersertifikasi bentuknya bersifat eksternal dan belum menjadi kesadaran pribadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7