cover
Contact Name
Andi Suwirta
Contact Email
aspensi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosiohumanika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SOSIOHUMANIKA
Published by Minda Masagi Press
ISSN : 19790112     EISSN : -     DOI : -
This journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008, in the context to commemorate the National Awakening Day in Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal has been organized and published by Minda Masagi Press, a publishing house owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal is published every May and November. The SOSIOHUMANIKA journal is devoted, but not limited to, Social Sciences education, Humanities education, and any new development and advancement in the field of Humanities and Social Sciences education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social sciences education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Science, Technology and Society in education; (6) Political and Social Engineering in education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2010)" : 9 Documents clear
Teknologi, Perubahan Amalan Pertanian, dan Isu Rasionaliti Masyarakat Petani di Sabah, Malaysia Suadik, Maine; Karulus, Yusten
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.166 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kertas kerja ini mengkaji pengaruh teknologi terhadap perubahan amalan pertanian dalam masyarakat petani padi di Kampung Piasau, Kota Belud, negeri Sabah, Malaysia. Kertas kerja ini telah mengenalpasti tahap modenisasi dalam masyarakat petani di Kampung Piasau berdasarkan lima tahap pertumbuhan dalam teori pembangunan ekonomi oleh W.W. Rostow. Wujud sesebuah anggapan bahawa semakin “moden” sesuatu masyarakat, disebabkan oleh pengaruh teknologi baru, semakin berkurangan nilai tradisional yang dipercayai mereka, iaitu masyarakat menjadi lebih rasional. Di Kampung Piasau, anggapan ini didapati tidak boleh disokong sepenuhnya kerana walaupun banyak amalan pertanian asal yang tidak lagi diamalkan oleh petani, namun masih wujud fahaman yang berbelah bagi di kalangan informan mengenai amalan tradisional dalam aktiviti penanaman padi. Turut dikesan ialah satu perubahan sosial yang menarik, iaitu perkembangan dalam sumber pencapaian status sosial masyarakat. Status yang dicapai berlaku seiring dengan status sosial yang diwarisi. Data telah diperolehi dengan menggunakan pendekatan etnografi terhadap 60 orang informan yang terdiri daripada petani yang mempunyai tanah, sama ada dipinjam atau dimiliki, dan aktif melakukan aktiviti pertanian padi secara sepenuh masa dan separuh masa. Kata-kata kunci: pengaruh teknologi, amalan pertanian, masyarakat petani padi di Kampung Piasau, dan sedikit bantahan terhadap teori pembangunan ekonomi.===About the Authors: Maine Suadik dan Yusten Karulus ialah Kedua-dua Pensyarah di Program Antropologi dan Sosiologi Sosial, Sekolah Sains Sosial UMS (Universiti Malaysia Sabah), Locked Bag 2073, 88999 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Alamat emel mereka adalah maine@ums.edu.my dan yusten_10@yahoo.com How to cite this article? Suadik, Maine & Yusten Karulus. (2010). “Teknologi, Perubahan Amalan Pertanian, dan Isu Rasionaliti Masyarakat Petani di Sabah, Malaysia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.41-52. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 28, 2010); Revised (March 30, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Analisis Kepemimpinan Multikultural di Sekolah Menengah dalam Upaya Mencegah Fenomena Gegar Budaya: Konteks Indonesia Suryaman, Suryaman
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.815 KB)

Abstract

ABSTRAK: Banyaknya peristiwa yang terjadi dikarenakan konflik dan kepentingan etnis seolah-olah kini tengah menjadi trend di masyarakat kita, Indonesia. Mulai dari perang antar suku, tawuran pelajar, bahkan tawuran antar kampung tetangga, yang pemicunya tidak lain karena terjadi kesalahan komunikasi. Sungguh aneh memang. Semua itu tidak akan terjadi jika masyarakat saling menghargai dan menghormati perbedaan. Oleh karena itu kepemimpinan yang berlandaskan kesadaran multikultural di sekolah mutlak diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujudnya kepemimpinan berdasarkan pendidikan multikultural di sekolah menengah  dan mendeskribsikan kekuatan dan kelemahan pelestarian budaya organisasi di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi dalam sebuah lembaga pendidikan sangat besar dalam pengembangan pendidikan berbasis multikultural di sekolah. Dengan kepemimpinan berbasis multikultural, proses pelaksanaan PBM (Proses Belajar-Mengajar) lebih baik, dan mampu meredam konflik-konflik internal dan eksternal. Kata-kata kunci: analisis kepemimpinan sekolah, multikulturalisme, studi etnografis, sekolah meengah, dan gegar budaya.About the Author: Dr. Suryaman adalah Dosen pada Program Studi Teknologi Pembelajaran dan sekarang menjabat sebagai Asisten Direktur II Program Pascasarjana UNIPA (Universitas PGRI Adi Buana), Jalan Ngagel Dadi III-B/37, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, beliau bisa dihubungi dengan alamat e-mail: maman_suryaman58@yahoo.co.id  How to cite this article? Suryaman. (2010). “Analisis Kepemimpinan Multikultural di Sekolah Menengah dalam Upaya Mencegah Fenomena Gegar Budaya: Konteks Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.109-122. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 25, 2010); Revised (March 28, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Multicultural Education in Indonesia: An Alternative for National Education in Global Era Sutijono, Sutijono
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Indonesia is still in the process of building its national culture. This is not simple process, considering the fact that there are various ethnic groups with its own characteristics and dynamics. Sometimes, the process causes tensions and conflicts. Furthermore, it is made more complicated by globalization trend which is very expansive in nature. This creates cultural shift which lead to find compromise. Very often this sort intercultural friction gives negative impact. This should carefully addressed by the government by creating a clear policy so that this multi-ethnic and multicultural state has stronger foundation for its existence. One way is by developing a national education which is based on cultural plurality. This paper tries to elaborate the concept and implementation on multicultural education. Due to multicultural approach, education is required to create human resources who is democratic, understanding and respecting differences and cultural and ethnic plurality, and able to keep with the development of science and technology. In the context of teaching and learning, a teacher should have good command of his/her subject matter, good skill of teaching, and good ability to guide learners to get high achievement, in order to develop learners ability and ideal character for the glory of the nation.Key words: Indonesia nation-state, unity in diversity, multicultural education, national education system, and unity in democracy and prosperity. About the Author: Drs. Sutijono, M.M. is a Lecturer at the State University of Surabaya (UNESA, Universitas Negeri Surabaya) and currently as a Rector of UNIPA (University of PGRI Adibuana), Jalan Ngagel Dadi III-B/37, Surabaya, East Java, Indonesia. He can be reached at: abdjae@yahoo.co.idHow to cite this article? Sutijono. (2010). “Multicultural Education in Indonesia: An Alternative for National Education in Global Era” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.53-66. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 1, 2010); Revised (March 4, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Penerapan Nilai-nilai Murni Menerusi KOMSAS dalam Sistem Pendidikan Malaysia Peng, Chew Fong
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Komponen Sastera (KOMSAS) dalam Bahasa Melayu di Malaysia menekankan pemupukan dan penghayatan nilai-nilai murni masyarakat Malaysia yang terdapat dalam agama, tradisi dan adat resam pelbagai kaum di negara ini serta selaras pula dengan nilai-nilai moral sejagat. Kajian ini membataskan perbincangan kepada 16 nilai murni yang terkandung dalam tiga buah skrip drama dalam antologi ”Anak Laut” Tingkatan IV, iaitu “Serunai Malam” karya Usman Awang; “Titik-titik Perjuangan” drama Kala Dewata; dan “Seri Nara” hasil Shaharom Husain mempunyai tema yang sama, yakni semangat patriotisme dan cinta akan tanah air dan bangsa di jiwa rakyat. Kaji selidik dijalankan terhadap 60 orang pelajar aliran sains Tingkatan IV yang seimbang dari segi etnik, jantina dan SES (Status Ekonomi dan Sosial). Dapatan kajian menunjukkan bahawa pelajar lelaki Melayu dari kelas atasan memperoleh nilai min yang lebih tinggi daripada pelajar perempuan bukan Melayu dari kelas menengah atau bawahan. Antara ketiga-tiga faktor tersebut, SES paling kuat mempengaruhi sikap pelajar terhadap nilai murni dalam drama-drama kajian. Oleh itu, nilai murni dalam sastera harus digunapakai secara meluas dalam sistem pendidikan kebangsaan untuk membentuk perasaan toleransi di samping mendekatkan nilai-nilai tersebut dalam kelompok etnik yang berbeza.Kata-kata kunci: nilai-nilai murni, KOMSAS, Bahasa Melayu, perpaduan, berbilang kaum, dan negara Malaysia.    About the Author: Dr. Chew Fong Peng ialah Pensyarah pada Jabatan Pendidikan Bahasa dan Literasi, Fakulti Pendidikan UM (Universiti Malaya), 50603 Kuala Lumpur, Malaysia. Bagi keperluan sebarang urusan akademik, alamat emel beliau adalah: fpchew@um.edu.myHow to cite this article? Peng, Chew Fong. (2010). “Penerapan Nilai-nilai Murni Menerusi KOMSAS dalam Sistem Pendidikan Malaysia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.123-142. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 17, 2010); Revised (March 22, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Factors Related to the Use of Herbal Products and Derivatives from Consumers’ Perspective in Kota Kinabalu, Sabah: An Initial Study Abdullah, Noraini; Salleh, Suhaimi
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This initial study was done to identify consumers’ inclinations and perspectives on issues regarding health and natural resources in using herbs and herbal products. Questionnaires were distributed at three different locations around Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia to respondents of different ethnic and working groups. The respondents were required to respond to questions which probed factors such as consumers’ habits and behaviours, awareness and perceptions, preferences and choices as well as influences of the mass media. The study found that factors impinging on consumers’ inclinations such as product commercialisation, preferences, media influences, and job opportunities have positive impacts. The identification and property of these factors contribute to enhancement of a model for consumers development towards healthier lifestyle through increased consumption of natural and herbal products. The future application of an enhanced model which acknowledge these contributing factors would benefit planning and implementation of consumer development strategies.Key words: natural, herbal, model, consumer development, healthy lifestyle, and healing practices.  About the Authors: Noraini Abdullah is a Lecturer at the Mathematics and Finance Program in the School of Science & Technology UMS (Malaysia University of Sabah). She is contactable via noraini@ums.edu.my; and Suhaimi Sallehis a Senior Lecturer at the Communication Program of the School of Social Sciences UMS (Malaysia University of Sabah). His e-mail contact is suhaimi.binsalleh@gmail.comHow to cite this article? Abdullah, Noraini & Suhaimi Salleh. (2010). “Factors Related to the Use of Herbal Products and Derivatives from Consumers’ Perspective in Kota Kinabalu, Sabah: An Initial Study” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.143-154. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 7, 2010); Revised (March 9, 2010); and Published (May 20, 2010).    
Improving Teachers Professionalism to Face the Global Education Challenges: The Context of Brunei Darussalam Noor, Abdullah Mohd; Hamidon, Zahari
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This paper discusses characteristics of a profession, ingredients of professionalism, reviews on teachers and teaching profession, role of a teacher, the continuing questions of professionalism, and improving teacher professionalism. For Brunei Darussalam, Master of Teaching (M-Teach) and role of ICT (Information and Communication Technology) in teacher education programmes are highlighted in the current academic session. In coming semester, the Malay medium M-Teach in SHBIE (Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education) will be introduced to cater for multiculturalism in Brunei Darussalam. A part from that Arabic medium of instruction will be also included in SHBIE, UBD (University of Brunei Darussalam) and Kolej Universiti Perguruan Agama Seri Begawan (Religious Teachers University College Seri Begawan) programme. In line with the 21st century skills, teachers training should consider in integrating current global issues such as new technology, diverse cultures, religions, languages and lifestyles in a spirit of mutual respect, and open dialogue in personal, work, and community contexts. Pedagogical consideration should also include by providing opportunities for “active learning” and humour to encourage pupil engagement, making learning interesting, and explaining things clearly.Key words: teacher professionalism, Master of Teaching, role of ICT, and challenge for the National Education System for 21st Century in Brunei Darussalam.  About the Authors: Dr. Abdullah Mohd Noor is a Senior Lecturer at the Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education UBD (University of Brunei Darussalam); and Dr. Zahari Hamidon is also Senior Lecturer at the Department of Educational Foundation SHBIE UBD, Jalan Tungku Link, BE1410 Gadong, Negara Brunei Darussalam. They can be reached at: abdullahmohdnoor@yahoo.com and zaharimy@hotmail.comHow to cite this article? Noor, Abdullah Mohd & Zahari Hamidon. (2010). “Improving Teachers Professionalism to Face the Global Education Challenges: The Context of Brunei Darussalam” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.1-22. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 11, 2010); Revised (March 14, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia Kalsum, Kalsum
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tradisi tentang menghormati padi, sebagai bagian dari tradisi tentang kearifan lokal, tidaklah berdiri sendiri, melainkan ianya diungkapkan dalam perilaku masyarakat Sunda yang diturunkan dari masa ke masa. Hal itu nampak dengan adanya ritual, mantra untuk siklus penanaman padi, dan sejumlah keharusan serta tabu. Semuanya itu merupakan mata rantai yang saling berkaitan dan diusung oleh budaya masyarakat yang dilapisi oleh agama dan kepercayaan nenek-moyang. Tulisan ini akan mengkaji tentang tradisi menghormati padi pada masyarakat Sunda, khususnya yang ada di Jawa Barat dan Banten, sebagaimana nampak dalam ”Wawacan Sulanjana”. Penghormatan terhadap padi itu – yang dilambangkan sebagai Dewi Sri – dilakukan sedemikian rupa mulai dari proses menanam, memelihara, memanen, dan menyimpan hingga menggunakan padi. Mengenai kearifan lokal pada masyarakat Sunda – utamanya dalam menghormati padi, beras dan nasi – yang fenomenanya masih tampak tidak hanya pada masa dulu tetapi juga pada masa kini, seyogyanyalah dipelihara dan dijaga. Walaupun perkembangan industri dan teknologi sangat pesat, khususnya dalam bidang pertanian dan proses pengerjaan dari padi ke beras dan cara memasaknya, namun padi sebagai makanan pokok tetap tidak tergantikan. Ini bermakna bahawa pemerintah pun harus meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan cara melakukan pembangunan yang benar dalam bidang pertanian, khususnya tanaman padi.Kata-kata kunci: tradisi menghormati padi, karya satra ”Wawacan Sulanjana”, masyarakat Sunda, dan kearifan lokal.About the Author: Dr. Kalsum adalah Dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Sunda, Fakultas Sastra UNPAD (Universitas Padjadjaran); dan Ketua Konsentrasi Filologi Program Ilmu Sastra, Pascasarjana UNPAD Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, beliau boleh dihubungi dengan alamat e-mail: kalsum_pratoyo@yahoo.comHow to cite this article? Kalsum. (2010). “Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.79-94. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 7, 2010); Revised (March 10, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Kosmophobia 2012: Satu Tilikan Astronomi Menyatakan bahwa Apokaliptika Tidak Akan Terjadi pada Tahun 2012 Hidayat, Bambang
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pembicaraan kita ini disulut oleh berakhirnya siklus suatu kalender suku bangsa Maya. Saya yakin, bukan tujuan suku bangsa Maya membuat kalender untuk meramal Hari Kiamat. Tetapi tatanan penanggalan itu adalah sebuah odometer dan juga pal kilometer pencatat kejadian. Berdasarkan tilikan astronomik, nampaknya “Hari Kiamat” itu belum akan terjadi pada tahun 2012. Thesa pendukung terjadinya skenario bencana sudah dapat dikatakan terhapus. Begitu pula kemagnetan Bumi yang, katanya, akan mempunyai polaritas berubah tidak bisa menerangkan katastropi karena perubahan polaritas berlangsung lamban dan menahun, tidak mendadak, atau berubah instan. Peredaran Bumi mengelilingi Matahari akan mempertahankan momen inersianya, karena distribusi massa dalam diri planet Bumi tidak berubah. Begitu pula gaya tarik untuk mendekatkan poros putar Bumi ke arah poros edarnya (yakni kutub ekliptika) akan selalu ditandingi oleh inersia yang ditimbulkan oleh vektor kecepatan putar pada porosnya dan vektor kecepatan edar Bumi mengelilingi Matahari. Kepanggahan ini adalah konsekuensi hukum kekekalan inersia dan momen dari Ilmu Mekanika benda langit yang tidak rapuh oleh perjalanan singkat dalam ruang-waktu. Jadi, sebaiknya kita sisihkan konotasi “kiamat” itu dan mari kita mengisi kalender dengan agenda kerja yang dapat membantu menyelamatkan Bumi serta umat manusianya. Kata-kata kunci: kalender suku bangsa Maya, tahun 2012, bencana alam, kajian astronomi, dan perlunya keselamatan dan kesejahteraan umat manusia di muka bumi. About the Author: Prof. Dr. Bambang Hidayat adalah anggota AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia), mantan Guru Besar Astronomi di ITB (Institut Teknologi Bandung), 1976-2004, dan mantan Direktur Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, 1968-1999. Alamat e-mail beliau adalah: hidayatbambang@yahoo.com dan bhidayat07@hotmail.comHow to cite this article? Hidayat, Bambang. (2010). “Kosmophobia 2012: Satu Tilikan Astronomi Menyatakan bahwa Apokaliptika Tidak Akan Terjadi pada Tahun 2012” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.23-40. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 9, 2010); Revised (March 11, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Sexual Harassment and its Implication on Employee’s Performance in Sabah, Malaysia Sarjono, Fauzie; Omar, Marja Azlima
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study is to identify the relationship between sexual harassment and its implication on employee’s performance in one of Sabah’s informal sector. The independent variables of this study are sexual coercion and sexual annoyance. In order to analyze the data, this study employs regression analysis. Likert Scale is in turn used to measure the respondents’ perceptions on sexual harassment at workplace. Survey and interview are the other two methods used in this study. The findings show that there is a significant relationship in a negative direction between sexual harassment and employees’ performance. In other words, sexual harassment at work place does profoundly affect workers’ performances. This study also finds that gender plays a significant factor as female respondents tend to indicate particularly higher regards on sexual harassment. It is hoped that the findings of this study could contribute to alleviate if not to resolve the problems of sexual harassment at workplace. In the concluding remarks, this paper seeks to outline some suggestions to improve employees’ efficacy in the organization which performance is hampered by occurrence of sexual harassment.Key words: sexual harassment, employee’s performance, Sabah’s informal sector, and improve employees’ efficacy.===About the Author: Fauzie Sarjono and Marja Azlima Omar are Lecturers at the Industrial Relation Programme, School of Social Sciences UMS (University of Malaysia Sabah), Locked Bag 2073, 88999 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. For academic purposes, they can be reached at: fauzie@ums.edu.my and marjalina@asia.comHow to cite this article? Sarjono, Fauzie & Marja Azlima Omar. (2010). “Sexual Harassment and its Implication on Employee’s Performance in Sabah, Malaysia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.95-108. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 19, 2010); Revised (March 23, 2010); and Published (May 20, 2010).   

Page 1 of 1 | Total Record : 9