cover
Contact Name
Andi Suwirta
Contact Email
aspensi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosiohumanika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SOSIOHUMANIKA
Published by Minda Masagi Press
ISSN : 19790112     EISSN : -     DOI : -
This journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008, in the context to commemorate the National Awakening Day in Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal has been organized and published by Minda Masagi Press, a publishing house owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal is published every May and November. The SOSIOHUMANIKA journal is devoted, but not limited to, Social Sciences education, Humanities education, and any new development and advancement in the field of Humanities and Social Sciences education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social sciences education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Science, Technology and Society in education; (6) Political and Social Engineering in education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2015)" : 14 Documents clear
Pembelajaran Geografi sebagai Salah Satu Dasar Pembentukan Karakter Bangsa Sugandi, Dede
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.287 KB)

Abstract

RESUME: Pendidikan nasional merupakan usaha terencana untuk membangun budaya dan karakter bangsa Indonesia. Demikian juga halnya dengan pendidikan geografi. Jadi, pendidikan geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong  peningkatan kehidupan. Karena itu, pembelajaran geografi diarahkan untuk mengembangkan karakter peserta didik untuk mencintai Tanah Airnya. Tujuan penelitian ini adalah: menganalisis pengetahuan guru geografi dalam program SMD3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal); menganalisis langkah-langkah guru geografi SMD3T dalam menanamkan kecintaan terhadap negara Indonesia; dan menganalisis bentuk hambatan dalam proses pembelajaran geografi dalam menanamkan karakter cinta terhadap Tanah Air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dan sampel berjumlah 19 guru geografi SMD3T dengan menggunakan angket disertai dengan wawancara. Teknik analisis yang dilakukan dengan menggunakan persentase dan penjelasan kualitatif. Proses pembelajaran geografi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang SDA (Sumber Daya Alam) pada umumnya baik dan dalam proses pembelajaran geografi perlunya interaksi guru dan peserta didik. Dalam menanamkan karakter perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran geografi terdapat pada kendala media, yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan tentang pemahaman geografi.KATA KUNCI: Pendidikan geografi, cinta Tanah Air, interaksi belajar-mengajar, guru geografi, kendala media, dan pembentukan karakter bangsa. ABSTRACT: “Teaching Geography as One of the Formation Basis for National Character Building”. National education is a conscious effort to build a culture and character of the Indonesian nation. Likewise with the geography education. So, geography education is a science to support the lifelong and boost life. Therefore, teaching and learning geography are directed to develop character students to love to their country. Research objectives are: to analyze the geography teachers’ knowledge of SMD3T (Educating Scholars at the Regional Frontier, Outermost, and Disadvantaged)’s program; to analyze measures the SMD3T geography teachers in instilling a love of Indonesia country; and to analyze the form of barriers in the learning process of geography in instilling character love to their country. This research uses descriptive method. Population and sample totaled 19 SMD3T geography teachers using a questionnaire accompanied by interviews. The analysis technique is done by using a percentage and qualitative explanation. The process of learning geography shows that teacher knowledge of NR (Natural Resources) is generally good and in the process of learning the geography needs for interaction of teachers and learners. In instill the character has to be supported by adequate instructional media. Obstacles encountered in the learning process of geography are obstacles related to media that can be used to convey messages of geographical understanding.KEY WORD: Geography education, love to the country, teaching and learning interaction, media obstacles, geography teacher, and national character building.About the Author: Dr. Dede Sugandi adalah Dosen Senior di Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademis, penulis dapat dihubungi dengan alamat emel: dedesugandi1958@gmail.com dan dsugandi58@yahoo.comHow to cite this article? Sugandi, Dede. (2015). “Pembelajaran Geografi sebagai Salah Satu Dasar Pembentukan Karakter Bangsa” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.241-252. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (September 18, 2015); Revised (October 28, 2015); and Published (November 30, 2015).
Character-Based Curriculum and Textbook Development in Indonesia: A Critical Review Jazadi, Iwan
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.118 KB)

Abstract

ABSTRACT: Education in Indonesia is declared to be in an emergency state, whereas a lot of innovative policies have been offered, mainly since the availability of education reform and autonomy in 2003. This situation illustrates the world of education in Indonesia are still many weaknesses and needs to be revised thoroughly. The education process, however, should be fun, child-centered, and that new curriculum policies have to be rooted in the people and exempted from short-term political interests. The writer argues that the national education system can be improved through developing character-based curriculum and textbooks by fulfilling four criteria, those are: the adoption of a broader conception of curriculum; participatory curriculum decision making; a critical analysis of characteristic values in textbooks; and developing character education by integrating good values into the textbooks and in other activities either planned or in those forming the hidden curriculum. Empirical findings from primary research and observation on the implementation of the 1994 Curriculum, Competency-Based and School-Based Curriculum (2006), and 2013 Curriculum, which are analyzed in lights of curriculum and textbook theories and practices from around the world, form the argumentative strengths of this article. The character education program has to be integrated in the curriculum revision and preparation of textbooks.KEY WORD: Indonesian education, formal curriculum, hidden curriculum, textbooks, character values, integrating good values, and character education. RESUME: “Pengembangan Kurikulum dan Buku Teks Berbasis Karakter di Indonesia: Sebuah Tinjauan Kritis”. Pendidikan di Indonesia disinyalir mengalami keadaan gawat-darurat, padahal berbagai kebijakan inovatif telah dilaksanakan, terutama sejak bergulirnya reformasi dan otonomi pendidikan sejak tahun 2003. Keadaan ini menggambarkan dunia pendidikan di Indonesia masih banyak kelemahan dan perlu dibenahi secara menyeluruh. Proses pendidikan, walau bagaimanapun, hendaknya menyenangkan, berpusat pada peserta didik, dan kebijakan kurikulum baru harus berakar di masyarakat serta dibebaskan dari kepentingan politik sesaat. Penulis berargumen bahwa sistem pendidikan nasional akan dapat dibenahi melalui pengembangan kurikulum dan buku teks berbasis karakter, dimana penataan tersebut harus memenuhi empat persyaratan fundamental, yaitu: pengadopsian konsepsi kurikulum secara luas; pembuatan keputusan kurikulum secara partisipatif; penelaahan kritis nilai-nilai karakter didalam buku teks; dan pengembangan pendidikan karakter dengan pengintegrasian nilai-nilai karakter kedalam buku teks dan kegiatan-kegiatan lainnya, baik yang terencana maupun yang merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi. Temuan empirik dari penelitian primer dan pengamatan tentang penerapan Kurikulum 1994, KBK-KTSP atau Kurikulum Berbasis Kompetensi – Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006), dan Kurikulum 2013, yang ditelaah secara kritis berdasarkan teori dan praktek kurikulum dan buku teks dari berbagai belahan dunia, membentuk kekuatan argumentasi tulisan ini. Program pendidikan karakter harus diintegrasikan dalam revisi kurikulum dan persiapan buku teks.KATA KUNCI: Pendidikan Indonesia, kurikulum formal, kurikulum tersembunyi, buku teks, nilai karakter, integrasi nilai-nilai baik, dan pendidikan karakter.About the Author: Iwan Jazadi, Ph.D. is a Lecturer and Chairman of STKIP (College of Education and Teacher Training) Paracendekia NW Sumbawa, Jalan Lintas Sumbawa Bima Km.5, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via mobile phone at: +62810915923077 or via e-mail at: iwanjazadi@gmail.comHow to cite this article? Jazadi, Iwan. (2015). “Character-Based Curriculum and Textbook Development in Indonesia: A Critical Review” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.313-330. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (October 5, 2015); Revised (November 10, 2015); and Published (November 30, 2015).
Strategi Mencari Nafkah pada Masyarakat Melayu di Desa Putri Puyu sebagai Akibat Perubahan Mata Pencaharian Hidup Irwan, Irwan
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Mata pencaharian hidup merupakan salah satu infrastruktur perekonomian yang membawa pengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, kebijakan ekonomi dan keterbatasan sumber daya alam menjadikan kondisi dan situasi dalam rumah tangga harus bisa hidup dan merencanakan alternatif lain yang harus dilakukan. Kajian ini melihat strategi mencari nafkah yang digunakan dalam rumah tangga Melayu di Desa Putri Puyu agar bisa bertahan hidup, sebagai akibat perubahan mata pencaharian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam melakukan kelangsungan hidup yang serba susah dan segala kebutuhan yang meningkat, langkah yang dilakukan oleh masyarakat Melayu di Desa Putri Puyu adalah menggunakan beberapa strategi: (1) gali lubang tutup lubang, sebagai strategi untuk bisa bertahan hidup dengan cara meminjam kesana, lalu dianggarkan agar bisa ganti disini, atau menganggarkan atas penghasilan perkebunan karet yang menjadi sumber pendapatan; (2) strategi menjadi migran sebagai langkah akhir dalam rangka memenuhi nafkah rumah tangga; (3) startegi nafkah ganda, yakni melakukan aktivitas pekerjaan lebih dari satu; (4) strategi menjadi buruh perusahaan; serta (5) menjaga hubungan dengan pemilik perkebunan karet agar tetap peduli dan berbagi. Semua strategi yang dilakukan itu sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga, akibat perubahan mata pencaharian.KATA KUNCI: Strategi mencari nafkah, kehidupan rumah tangga, perubahan mata pencaharian, masyarakat Melayu, kebijakan ekonomi, dan keterbatasan sumber daya alam. ABSTRACT: “The Strategies of Malay Household Expenses at the Putri Puyu Village as the Consequences of Livelihood Changes”. Livelihood as one of the economy infrastructure brings effects on the daily activities. However, the economic policy and restrictiveness of natural resource reflects the condition and situation in household that have to be able to plan an alternative solution for life. This study was looking for the strategies of household expenses used in Malay community at the Putri Puyu village to be survived in live as the consequence of livelihood changes. The approach of research was qualitative with descriptive type. The instruments of research were participant observation, deep interview, and document. The findings of research show that the Malay community at the Putri Puyu village  used some strategies to  be survived in live, such as: (1) digging the hole to close the hole, which they borrow some money to pay debt, or budgeting of rubber plantation fee that become income resources; (2) migrant strategy as the final step to fulfill the household needs; (3) multiple livelihood strategies which they do more than one job; (4) company labor strategy; and (5) keeping the relationship with the owner of rubber plantation to be constant in sharing and caring. The whole strategies are the efforts to fulfill the household economy, as the consequences of livelihood changes.KEY WORD: Household expenses strategy, livelihood, livelihood changes, Malay community, economic policy, and restrictiveness of natural resource. About the Author: Irwan, M.Si. adalah Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP-PGRI (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Persatuan Guru Republik Indonesia), Jalan Gunung Panggilun, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: irwanir@yahoo.comHow to cite this article? Irwan. (2015). “Strategi Mencari Nafkah pada Masyarakat Melayu di Desa Putri Puyu sebagai Akibat Perubahan Mata Pencaharian Hidup” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.253-266. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (October 9, 2015); Revised (October 29, 2015); and Published (November 30, 2015).
Info-SOSIOHUMANIKA-edutainment and Index, Issue of November 2015 SOSIOHUMANIKA, Editor Journal
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008 in the context to commemorate One Millenium of National Awakening Day in Indonesian. The SOSIOHUMANIKA journal is published twice a year i.e. every May and November. For period 2013 to 2018, the SOSIOHUMANIKA journal has been accredited by Ditjendikti Kemdikbud RI (Directorate-General of Higher Education, Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia). Since issue of May 2014 to date, the SOSIOHUMANIKA journal has jointly been organized by the Lecturers of PPs UNIPA (Postgraduate Program, University of PGRI Adibuana) in Surabaya, East Java; and published by Minda Masagi Press as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. 
Sejarah Pemikiran Pandang ke Timur Semasa Era Tun Abdul Razak Iqbal, Uqbah
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Kajian ini menganalisis sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” di Malaysia antara tahun 1970 hingga 1976. Ia merupakan tempoh pentadbiran Tun Abdul Razak. Kaedah kajian yang digunakan adalah berdasarkan penelitian terhadap sumber-sumber yang diperolehi di Perpustakaan dan Arkib Negara Malaysia. Dalam tempoh lebih satu dekad selepas tahun 1945, tidak terdapat hubungan bilateral secara rasmi antara Jepun dan Persekutuan Tanah Melayu, kerana Tanah Melayu di bawah pendudukan British semula. Hubungan bilateral secara rasmi antara Persekutuan Tanah Melayu dengan Jepun hanya bermula apabila Kishi Nobosuke melawat Persekutuan Tanah Melayu pada tarikh 24 dan 25 November 1957. Hubungan ekonomi Malaysia dan Jepun diteruskan semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak, apabila Bantuan Pembangunan Rasmi atau ODA (Official Development Assistance) Jepun disalurkan ke Malaysia bagi membiayai sebahagian besar projek pembangunan negara. Pemikiran “Pandang ke Timur” dilihat tidak mungkin lenyap selepas Perang Dunia II (1939-1945) sehingga tempoh pentadbiran Tun Hussein Onn, suatu jarak masa panjang selama 34 tahun. Semasa Tun Dr. Mahathir Mohamad meneruskan kesinambungan pemikiran “Pandang ke Timur”, yang membawa kepada pembentukan “Dasar Pandang ke Timur”, pelaburan Jepun di negara ini telahpun berkembang pesat dengan Jepun muncul sebagai rakan dagang utama Malaysia. Ini membawa kepada kepentingan kajian berkenaan dilakukan, kerana tiada kajian sebelumnya yang pernah merungkai sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak. KATA KUNCI: Ekonomi, Jepun, pemikiran “Pandang ke Timur”, Malaysia, hubungan bilateral, pentadbiran Tun Abdul Razak, dan rakan dagang utama. ABSTRACT: “The History of the Look to the East’s Idea during the Era of Tun Abdul Razak”. This study analyzes the history of the “Look to the East” idea in Malaysia between 1970 to 1976. It is the period of Tun Abdul Razak administration. The method used in this study is based on the method of observation of the resources available at the Library and the National Archives of Malaysia. Over a decade after 1945, there were no official bilateral relations between Japan and the Federation of Malaya, due to Malaya under British occupation again. Official bilateral relation between the Federation of Malaya and Japan only starts when Kishi Nobosuke visit the Federation of Malaya on 24 and 25 November 1957. Malaysia and Japan economic relations continued during the administration of Tun Abdul Razak, when Japan’s Official Development Assistance (ODA) channeled to Malaysia to finance the bulk of the countrys development projects. The “Look to the East” idea seen unlikely to fade after the Second World War (1939-1945) until the period of Tun Hussein Onn administration, a long time period for 34 years. When Tun Dr. Mahathir Mohamad continued the “Look to the East” idea, that led to the formation of the “Look to the East Policy”, Japanese investment in the country has grown with Japan emerged as Malaysia’s major trading partner. This leads to the importance of this study, due to there are no previous study tracing the history of the “Look to the East” idea during the administration of Tun Abdul Razak.KEY WORD: Economics, Japan, idea of “Look to the East”, Malaysia, bilateral relation, administration of Tun Abdul Razak, and major trading partner.About the Author: Dr. Uqbah Iqbal ialah Penyelidik di Pusat Pengajian Sejarah, Politik dan Strategi, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia), Kampus UKM, 43650 Bangi, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Bagi urusan sebarang akademik, penulis boleh dihubungi dengan alamat emel: uqbah@siswa.ukm.edu.myHow to cite this article? Iqbal, Uqbah. (2015). “Sejarah Pemikiran Pandang ke Timur Semasa Era Tun Abdul Razak” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.205-216. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (August 31, 2015); Revised (October 5, 2015); and Published (November 30, 2015).
The Evaluation of Science Module Implementation of Teaching for Change Community Project Han, Crispina Gregory K
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This community development project was carried out at a Primary School located at Kota Belud, Sabah, Malaysia. The aim is to construct and implement these modules for Year 1 to Year 6 students to master the skills in English, Mathematics, and Science. The purpose of the process evaluation is to identify and monitor continuously various elements of project operation. The CIPP (Context, Input, Process, and Product) Model of D.L. Stufflebeam (1985) was used to evaluate the implementation of the project. This study focuses on the process evaluation of the Science module implementation. A qualitative study was conducted. A purposive sample of twelve informants participated in the study. Data was garnered using a focus group discussion interview. Several themes were identified from the final findings of this study. Emerging themes were development and enhancement of the teaching and learning skills. Development and enhancement of teaching focuses on module construction and application, creativity application, SCL (Student Centered Learning) strategy, multimedia approach, class control skill, confidence level, peers learning, teacher responsibility, time organization, lesson plan preparation, and evaluation focused on the design illuminating the procedures and strengths weaknesses. Overall, the module for Science has shown positive outcomes. KEY WORD: Process evaluation, CIPP model, science module, community development project, and positive outcomes.RESUME: “Penilaian Pelaksanaan Modul Sains dalam Projek Komuniti Mengajar untuk Perubahan”. Projek pembangunan masyarakat ini telah dijalankan di sebuah Sekolah Rendah yang terletak di Kota Belud, Sabah, Malaysia. Tujuannya adalah untuk membina dan melaksanakan modul untuk pelajar Tahun 1 hingga Tahun 6 bagi menguasai kemahiran dalam Bahasa Inggeris, Matematik, dan Sains. Tujuan penilaian proses ini adalah untuk mengenal pasti dan memantau secara berterusan pelbagai elemen operasi projek. Model KIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk) daripada D.L. Stufflebeam (1985) telah digunakan untuk menilai pelaksanaan projek. Kajian ini memberi tumpuan kepada penilaian proses bagi pelaksanaan modul Sains. Kajian telah dilaksanakan dengan menggunakan kaedah kualitatif. Persampelan bertujuan digunakan ke atas dua belas peserta yang telah mengambil bahagian dalam kajian ini. Data diperolehi dengan menggunakan perbincangan temubual kumpulan berfokus. Beberapa tema dikenal pasti daripada dapatan kajian. Tema utama ialah pembangunan dan peningkatan kemahiran pengajaran dan pembelajaran. Pembangunan dan peningkatan pengajaran memberi tumpuan kepada pembinaan modul dan aplikasi, aplikasi kreativiti, strategi PBP (Pembelajaran Berpusatkan Pelajar), pendekatan multimedia, kemahiran mengawal kelas, tahap keyakinan, pembelajaran sesama rakan, tanggungjawab guru, organisasi masa, penyediaan rancangan pengajaran, dan penilaian yang memberi tumpuan kepada kekuatan dan kelemahan pembangunan modul. Secara keseluruhan, modul Sains telah menunjukkan hasil yang positif.KATA KUNCI: Proses penilaian, model CIPP, modul sains, projek pembangunan masyarakat, dan hasil yang positif.About the Author: Crispina Gregory K. Han is a Lecturer at the Science and Mathematics Education Program, Faculty of Psychology and Education UMS (Malaysia University of Sabah), Jalan UMS, 88400 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. For academic interests, the author is able to be contacted via mobile phone at: +60128666176 or e-mail at: crispinagregory@gmail.comHow to cite this article? Han, Crispina Gregory K. (2015). “The Evaluation of Science Module Implementation of Teaching for Change Community Project” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.267-280. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (October 20, 2015); Revised (October 30, 2015); and Published (November 30, 2015).
Contents and Foreword of the SOSIOHUMANIKA Journal, Issue of November 2015 SOSIOHUMANIKA, Editor Journal
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008 in the context to commemorate One Millenium of National Awakening Day in Indonesian. The SOSIOHUMANIKA journal is published twice a year i.e. every May and November. For period 2013 to 2018, the SOSIOHUMANIKA journal has been accredited by Ditjendikti Kemdikbud RI (Directorate-General of Higher Education, Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia). Since issue of May 2014 to date, the SOSIOHUMANIKA journal has jointly been organized by the Lecturers of PPs UNIPA (Postgraduate Program, University of PGRI Adibuana) in Surabaya, East Java; and published by Minda Masagi Press as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. Surabaya, Indonesia: November 30, 2015. Dr. Haji Djoko Adi WalujoHonorable Patron of the SOSIOHUMANIKA Journal in Bandung, West Java; and Rector of UNIPA (University of PGRI Adibuana) in Surabaya, East Java, Indonesia.
Budaya Kota dan Nilai Tradisi Masyarakat Indonesia pada Mobil Keluarga Pasaribu, Yannes Martinus; Sachari, Agus; Sriwarno, Andar Bagus
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Sarana transportasi merupakan salah satu penunjang utama keberlangsungan sebuah kota dan menjadi kunci penghubung seluruh titik yang ada di kota tersebut. Seluruh kondisi ini membentuk model sosial-budaya masyarakat yang utilitarian dan menempatkan mobil pribadi menjadi salah satu ikon penting dalam pertumbuhan kota itu sendiri. Di Indonesia, penjualan mobil yang diperuntukkan bagi keluarga, atau yang dikenal dengan MPV (Multipurpose Vehicle), selalu menempati posisi rata-rata tertinggi dibandingkan dengan jenis desain mobil lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan nilai keluarga dan penerapannya dalam sebuah mobil keluarga, serta menganalisa sampai sejauh mana pentingnya keberadaan nilai-nilai tersebut pada sebuah mobil keluarga. Metoda penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol nilai keluarga menjadi hal yang lebih penting dan perlu direpresentasikan melalui mobil jenis MPV dibandingkan utilitasnya. Keluarga cenderung memiliki persepsi bahwa ruangan dalam mobil menunjukan posisi atau strata anggota keluarga. Selanjutnya, terdapat perbedaan antara aktivitas yang dilakukan saat bepergian dengan keluarga inti dan keluarga besar. Berbicara antar anggota keluarga terjadi saat penumpang berisi keluarga inti. Sebaliknya, saat mobil ditumpangi oleh keluarga besar, anggota keluarga banyak melakukan aktivitas dengan gadget atau alat komunikasi yang dimiliki. KATA KUNCI: Mobil keluarga, nilai, keluarga inti, keluarga besar, utilitas, identitas, budaya kota, persepsi, simbol nilai keluarga, dan ruangan dalam mobil. ABSTRACT: “Urban Culture and Traditional Values of Indonesian Society towards the Family Car”. Means of transportation is one of the main sustainability supports of a city and the key connecting all points in the city. These conditions form the entire socio-cultural model of utilitarian society and put private cars into one of the important icons in the growth of the city. In Indonesia, family car design, known as MPV (Multipurpose Vehicle), always occupied the highest average sales rate as compared to the other types of automobile. This study aims to determine the perception and value of the family as well as their application in a family car, then, analyzing the extent to which the importance of these values in a family car. The method of the study is qualitative approach. The result shows that the symbol of family values becomes more important and needs to be represented through the MPV type car rather than utility. Families tend to have the perception that the space in the car indicates position or strata of the family members. Moreover, there is a difference in terms of the activities carried out on the go with the nuclear family and extended family. Conversation among family members occurs when the passengers are of the nuclear family. Conversely, when a car is boarded by a large family, many family members will do activities with their own gadgets/communication devices.KEY WORD: Family car, value, extended family, nuclear family, utility, identity, urban culture, perception, symbol of family values, and space in the car.  About the Authors: Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn. adalah Kandidat Doktor pada Fakultas Senirupa dan Desain ITB (Institut Teknologi Bandung), Jalan Ganesha No.10, Bandung 40132, Jawa Barat, Indonesia. Dr. Agus Sachari dan Dr. Andar Bagus Sriwarno adalah Staf Pengajar Desain Produk di ITB Bandung. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: ergolib@gmail.com, asachari@yahoo.com dan andarbugs@yahoo.comHow to cite this article? Pasaribu, Yannes Martinus, Agus Sachari & Andar Bagus Sriwarno. (2015). “Budaya Kota dan Nilai Tradisi Masyarakat Indonesia pada Mobil Keluarga” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.217-230. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (September 9, 2015); Revised (October 10, 2015); and Published (November 30, 2015).
Implementasi Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak: Studi Kasus pada Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, Jawa Timur, Indonesia Karyono, Hari
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter di TK (Taman Kanak-kanak). Desain penelitian adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian: cara dimana guru adalah memberikan pembiasaan dan teladan; metode pembelajaran yang digunakan di TK adalah metode tanya-jawab, percakapan, cerita, dan sosio-drama; kesulitan yang dihadapi oleh guru karena lingkungan anak berbeda, sehingga solusinya dilakukan dengan memahami karakteristik peserta didik; dan cara yang paling efektif untuk menanamkan pendidikan karakter adalah melalui perilaku pembiasaan yang baik dalam tindakan sehari-hari, serta contoh-contoh yang baik dari pendidik. Berdasarkan hasil penelitian, disajikan saran-saran berikut: bekerjasama dengan orang tua melalui komunikasi dengan orang tua serta melalui kunjungan-rumah; menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dengan membiasakan salam kepada anak, mencium tangan guru pada saat sebelum dan sesudah kegiatan, berbagi dan membantu, kebiasaan mencuci tangan, dan berdoa sebelum dan sesudah makan; mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari Hari Nasional di Indonesia; dan dibiasakan mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu dan selalu bersedia untuk memberi dan meminta maaf saat melakukan kesalahan.KATA KUNCI: Implementasi, pendidikan karakter, TK, perilaku pembiasaan, tindakan sehari-hari, contoh yang baik dari pendidik, dan kolaborasi dengan orang tua. ABSTRACT: “Implementation of Character Education in Kindergarten: A Case Study in Kindergarten of Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, East Java, Indonesia”. The research is to find out implementation of character education in kindergarten. The design of this study is a qualitative case study approach. Data were collected by interview, observation, and documentation. Research results: the way in which the teacher is to habituation and exemplary; learning methods used in kindergarten are the question-and-answer method, a conversation, storytelling, and socio-drama; the difficulties faced by teachers because of the childs environment is different, so that the solution is done by understanding the characteristics of learners; and the most effective way to instill character education is through habituation behavior both in everyday actions, as well as examples of good examples of educators. Based on the results of the study, presented the following suggestions: collaboration with parents through communication with parents as well as through home-visits; instill character education to students with familiarize the child greetings, kisses the hand to the teacher at the time before and after the activities, sharing and helpful, habit of washing hands, and pray before and after meals; following the flag ceremony every Monday and the days of the National Day in Indonesia; and familiarized thanked when getting something and always willing to give and ask for forgiveness when making mistakes.KEY WORD: Implementation, character education, kindergarten, habituation behavior, everyday actions, good examples of educators, and collaboration with parents.About the Author: Dr. Hari Karyono adalah Dosen Senior di Program Pascasarjana UNIPA (Universitas PGRI Adibuana) di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis dapat dihubungi dengan alamat emel: harikaryana@yahoo.com  How to cite this article? Karyono, Hari. (2015). “Implementasi Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak: Studi Kasus pada Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, Jawa Timur, Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.281-292. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (September 5, 2015); Revised (October 1, 2015); and Published (November 30, 2015).
Mitos Representasi Ibu dari Masa ke Masa Sihombing, Riama Maslan; Sabana, Setiawan; Sunarto, Priyanto
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Di masa lalu, sosok ibu mendapat tempat utama dalam kehidupan manusia, karena ia dianggap sebagai subjek, pemimpin, dewi, sumber kehidupan dan memiliki kekuatan yang besar, serta penempatan posisi-posisi tinggi lainnya. Perbedaan kondisi alam, perubahan sosial, dan dinamika kebudayaan menyebabkan ada perbedaan tipologi, fungsi, dan pemaknaan sosok ibu dari masa ke masa pada tiap-tiap tempat, baik di Timur maupun di Barat, sehingga, muncul pemitosan dan stereotipe tertentu pada sosok ibu. Representasi adalah hal yang sengaja dibuat atau diadakan dengan tujuan untuk mewakili sesuatu, sehingga memiliki karakteristik dari apapun yang diwakilinya itu. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengelompokan representasi ibu, perubahan pemitosan, dan seterotip sosok ibu dari masa ke masa dengan menggunakan metode kajian literatur historis. Ibu selalu digambarkan sebagai sosok yang berhubungan dengan alam, kehidupan, dan kesuburan. Pada awalnya, ibu dianggap sebagai satu-satunya sumber kehidupan yang menyatu dengan alam semesta. Kemudian, penggambaran ibu yang agung berubah menjadi bagian yang harus dikuasai dan dikendalikan pada masa Yunani dan Romawi. Meskipun dipresentasikan sebagai dewi yang subur dan melahirkan dewa/keturunan yang hebat (super), ibu digambarkan bukan menjadi kekuatan yang utama. Penggambaran ibu di Timur masih tetap sebagai ibu yang agung, subur, dan memiliki kekuatan yang multidaya. Sedangkan di Indonesia, sosok ibu tetap digambarkan dengan alam, tanah tempat manusia hidup, yang harus dihormati. KATA KUNCI: Ibu, nilai, mitos, representasi, sejarah, dunia Timur dan Barat, Indonesia, kondisi alam, perubahan sosial, dan dinamika kebudayaan. ABSTRACT: “The Myths of Mother Representations from Time to Time”. In the past, mother gained the prominent place in human life, because she was regarded as the subject, the leader, the goddess, the source of life with great power, and other high positions. Differences in natural conditions, changes in social, and cultural dynamics have caused differences in typology, function, and meaning of mother from time to time in each place, both in the East and in the West, so that there is a certain stereotype and myths on mother figure. Representation is something that is deliberately created or held with the aim to represent an item, so that has the characteristics of whatever it represents. This study was intended to examine the grouping of maternal representations, the changes of the stereotypes, and myths of mother figure from time to time by using the method of historical literature review. Mothers have always been portrayed as a figure that is in touch with nature, life, and fertility. At first, the mother was considered as the only source of life that blends with the universe. Then, the glorious depiction of a mother turned into a part that must be mastered and controlled during the Greek and Roman era. Although presented as a goddess of the fertile and gave birth to the gods/great (super) descents, the mother was portrayed not as the major force. The portrayal of mothers in the East is still described as the great mother, fertile, and having multi-powers. While in Indonesia, the mother is still depicted with nature, the land where human life, that must be respected. KEY WORD: Mother, values, myths, representation, history, East and West worlds, Indonesia, natural conditions, social changes, and cultural dynamics.     About the Authors: Riama Maslan Sihombing, M.Sn. adalah Kandidat Doktor pada Fakultas Senirupa dan Desain ITB (Institut Teknologi Bandung), Jalan Ganesha No.10 Bandung 40132, Jawa Barat, Indonesia. Prof. Dr. Setiawan Sabana dan Dr. Priyanto Sunarto adalah Staf Pengajar di Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung. Korespondensi penulis adalah: fleur2ria@yahoo.comHow to cite this article? Sihombing, Riama Maslan, Setiawan Sabana & Priyanto Sunarto. (2015). “Mitos Representasi Ibu dari Masa ke Masa” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.171-184. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (August 17, 2015); Revised (September 17, 2015); and Published (November 30, 2015).

Page 1 of 2 | Total Record : 14