cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2015)" : 6 Documents clear
AKTUALISASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI ERA KERASULAN Masykuroh, Siti Masykuroh
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.579

Abstract

Islam lahir sebagai agama yang mendobrak belenggu kaum perempuan. Di setiap aspek ajarannya, Islam tidak pernah mengenal diskriminasi seksual dalam soal amal perbuatan seseorang, karenanya tidaklah mengherankan jika Nabi   mulai melancarkan perubahan dan perombakan secara radikal atas nasib buruk yang diderita perempuan sebagaimana tercermin dalam Piagam Madinah. Prinsip-prinsip pemberdayaan perempuan dalam piagam Madinah tersebut sesungguhnya sudah terimplementasi menjadi gerakan pemberdayaan perempuan sejak awal karir kerasulan Muhammad saw. Mereka berupaya menuntut persamaan dan Nabi pun memberikan pengakuan hak-hak asasi atas kaum perempuan. Perubahan mendasar yang dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap kehidupan kaum perempuan meliputi bidang-bidang pemberdayaan, antara lain pemberdayaan psykhologi, pemberdayaan ekonomi, dan pemberdayaan sosial budaya, Inilah revolusi kemanusiaan, yang telah merubah jalan berfikir manusia, dahulunya mengejek dan merendahkan perempuan, kemudian mengakuinya sebagai saudara kembar kaum laki-laki, yang harus senantiasa ikut dalam memecahkan segala persoalan dunia ini.  Kata kunci: Era Kerasulan, Kesetaraan, Perempuan, Pemberdayaan 
HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN SEKS Hakiki, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1724

Abstract

Fenomena pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas dikalangan remaja akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Jika hal ini tidak ditangani secara cepat, maka dikhawatirkan generasi penerus bangsa ini akan terancam. Tulisan ini mencoba menyajikan bagaimana Islam dengan sumber hukumnya dalam hal ini hadits membicarakan tentang pentingnya pendidikan seks. Dari hasil penelusuran, ternyata jika kita membaca dan mengurai khazanah Islam ternyata sangatlah kaya dan komprehensif. Berbagai teladan dan pedoman tentang kehidupan pun tersedia dalam Hadits termasuk di dalamnya ajaran terkait dengan bagaimana pendidikan seks untuk anak-anak dan dewasa yang sebenarnya. Karena itu, marilah kita gali kekayaan Islam itu mulai dari sekarang. Kata kunci: Hadits, Pendidikan, Seks, Anak
KRITIK HADITS DI KALANGAN ILMUWAN HADITS ERA KLASIK DAN ILMUWAN HADITS ERA MODERN (Tokoh, Parameter, dan Contohnya) Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1725

Abstract

Penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadis Nabi Muhammad saw, tetapi melihat keterbatasan perawi hadis sebagai manusia, yang adakalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadis sangat menentukan kualitas hadis, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadis. Selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan studi kritik Hadis. Aktivitas kritik hadis marak terjadi pada abad ke-3 hijriyah. Namun hal tersebut tidak menunjukkan bahwa di era sebelumnya sama sekali tidak terjadi kegiatan kritik  hadis. Sebab ketika penelitian hadis dipahami(dengan sederhana)sebagai upaya untuk membedakan antara hadis yang sahih dan yang tidak sahih, maka kegiatan kritik hadis dalam bentuk yang begitu sederhana telah muncul sejak masa Rasululullah masih hidup. Kata kunci: Sanad, Matan, Kualitas, Kritik
FORMAT ILMU TAFSIR PADA ERA MASYARAKAT PLURAL Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1726

Abstract

Penulisan tafsir tidak terlepas pada bentuk, metode dan corak tafsir. Terlebih pada masyarakat yang mempunyai keragaman suku dan bangsa seperti Indonesia. Dari beberapa tafsir yang ditulis oleh ulama Indonesia, mereka banyak menggunakan metode tahlili( analisis) dan maudhu’i (tematik), karena dengan dua metode ini dapat mudah dipahami oleh setiap pembaca dengan penyajian yang sangat detail dan fokus terhadap tema tertentu. Terbukti dengan banyak karangan-karangan ulama Indonesia dalam ilmu tafsir, mereka memilih bentuk yang sederhana agar mudah difahami oleh lapisan masyarakat. Untuk itu, marilah kita gali format Ilmu tafsir yangpas  sebagai bagian dari  kekayaan khazanah keislaman. Kata kunci: Tafsir, Metode, Plural, Masyarakat
INGKAR SUNNAH ( Sejarah, Argumentasi, dan Respon Ulama Hadits) Suhandi, Suhandi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1727

Abstract

Pertanda munculnya “Ingkar Sunnah” sudah ada sejak masa sahabat, ketika Imran bin Hushain (w. 52 H) sedang mengajarkan hadits, seseorang menyela untuk tidak perlu mengajarkannya, tetapi cukup dengan mengerjakan al-Qur’an saja. Menanggapi pernyataan tersebut Imran menjelaskan bahwa “kita tidak bisa membicarakan ibadah (shalat dan zakat misalnya) dengan segala syarat-syaratnya kecuali dengan petunjuk Rasulullah saw. Mendengar penjelasan tersebut, orang itu menyadari kekeliruannya dan berterima kasih kepada Imran. Sikap penampikan atau pengingkaran terhadap sunnah Rasul saw yang dilengkapi dengan argumen pengukuhan baru muncul pada penghujung abad ke-2 Hijriyah pada awal masa Abbasiyah. Pada masa ini bermunculan kelompok ingkar as-sunnah dan diikuti periode-periode berikutnya dengan bermunculan tokoh-tokoh yangmengingkari keberadaan Sunnah. Siapa saja mereka dan bagaimana respon ulama terhadap mereka  akan dibahas dalam tulisan ini.
TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN Jayus, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1728

Abstract

Toleransi yang merupakan bagian dari visi teologi atau akidah Islam dan masuk dalam kerangka sistem teologi Islam sejatinya harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama karena ia adalah suatu keniscayaan social bagi seluruh umat beragama dan merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama.Bagi sebagian orang, berbicara toleransi di saat-saat ini bukanlah waktunya, sebab untuk menghadapi berbagai serangan dan gempuran bahasa kekerasan dan menggunakan kekuatan adalah yang lebih tepat. Berbicara toleransi dianggap sebagai sikap lemah dan mengibarkan bendera tanda menyerah. Padahal sebaliknya, toleransi merupakan salah satu unsur kekuatan yang terpenting dalam sepanjang sejarah peradaban Islam.  Kata kunci: Toleransi, Teologi,Islam, Majemuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 6