cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016" : 8 Documents clear
PENCAPAIAN TARGET STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KELURAHAN KELAYAN TENGAH KOTA BANJARMASIN ACHIEVEMENT OF OPEN DEFECATION FREE IN KELURAHAN KELAYAN TENGAH BANJARMASIN CITY Gusti Ihda Mazaya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2307

Abstract

Target strategi sanitasi (SSK) Kota Banjarmasin tahun 2014-2019 agar praktek buang air besar sembarangan (BABs) diturunkan sampai 0% pada tahun 2019. Kelurahan Kelayan Tengah merupakan salah satu kelurahan di Kota Banjarmasin yang dikategorikan sebagai zona resiko sanitasi yang tinggi berdasarkan jumlah cakupan jamban per keluarga dan tingkat BABs. Kelurahan Kelayan Tengah dekat dengan sungai Kelayan, hal ini menyebabkan masyarakat masih banyak yang melakukan praktek BABs. Penelitian ini bertujuan untuk pencapaian target stop BABs dengan sistem penyaluran air limbah (SPAL) menggunakan sistem terpusat dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal. Penelitian dilakukan dengan kajian literatur terkait penelitian, survei lapangan, analisis data kuesioner, dan perencanaan SPAL di RT 14,15,20 dan 21. Kuesioner sebanyak 75 responden, berdasarkan dari rumah yang belum memiliki jamban. Aspek yang dianalisa meliputi aspek teknis dan sosial. Untuk pencapaian target stop buang air besar sembarangan dilakukan kegiatan pemicuan, merencanakan SPAL dan IPAL komunal dengan menggunakan anaerobic baffle reactor (ABR), didesain untuk 150 sambungan rumah.Lokasi penempatan IPAL di SD Kelayan Tengah 2.  Kata kunci: Sanitasi, BABs, SPAL, IPAL. Target of strategy sanitation Banjarmasin city 2014 to 2019 is that the practice of open defecation free (ODF) reduced to 0 % at 2019. Kelayan Tengah village is one of village in Banjarmasin city categorized as a high risk of sanitary zone based on total toilet of family and ODF level. Kelayan Tengah village located near with kelayan river, This causes the society practice of ODF. This study aims to assess ODF with applying off-site sanitation system of sewerage system and communal waste water treatment plant (WWTP). This study was commenced by reviewing relavan literatures, conducting field survey, analysis data of questionnaire, and design of sewerage system and WWTP in the neighborhood association  (rukun tetangga/RT) 14, 15, 20, and 21. Questionnaire was fulfilled by 75 respondents whose houses do not have toilet. The analysis included the assessment of technical aspect, and sosial aspect. Endeavors toward ODF with an effort to disseminate, establishment of sewerage system, and communal WWTP used anaerobic baffle reactor (ABR), sewerage system covers 150 house connections. Establishment of WWTF in selementary school of Kelayan Tengah 2.  Keywords: Sanitation, ODF, sewerage system, WWTP 
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN BRIKET ARANG ALANG – ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) UNTUK MENINGKATKAN NILAI KALOR EFFECT OF COMPOSITION THE MIXTURE OF CHARCOAL BRIQUETTES MADE FROM REEDS (IMPERATA CYLINDRICA) TO INCREASE CALORY VALUE Nurul Arifin; Rijali Noor
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran terhadap briket arang dari bahan alang-alang. Briket arang adalah bahan bakar sederhana, terbuat dari arang yang dicampur perekat kemudian dipadatkan menggunakan alat pengempa atau alat pencetak briket. Pengujian briket tidak lepas dari uji karakteristik dan kualitas, salah satunya adalah menguji nilai kalor. Kalor merupakan ukuran panas atau energi yang dihasilkan. Nilai kalor adalah besarnya panas yang diperoleh dari pembakaran suatu jumlah tertentu. Semakin  besar kandungan  karbon  dalam  suatu  bahan,  maka akan makin  baik  fungsi bahan  tersebut  sebagai  bahan  bakar  karena  akan menghasilkan  energi  yang lebih  besar  dan  semakin  lama nyala briket. Kadar karbon terikat ini berbanding lurus dengan nilai kalor, karena setiap ada reaksi oksidasi dari zat karbon maka akan menghasilkan kalori. Pembuatan briket arang dibuat dengan bahan dasar dari alang-alang. Pada penelitian ini digunakan variasi perbandingan campuran antara arang dan perekat kanji berturut-turut yaitu 50%:50%, 55%:45%, 60%:40%, 65%:35% dan 70%:30%. Pencetakan briket menggunakan alat pencetak briket manual berbentuk tablet. Pengujian karakteristik mengikuti SNI 01-6235-2000. Kemudian untuk pengujian kualitas pembakaran briket menggunakan kompor briket. Pada uji pendahuluan, nilai kalor dari briket alang-alang didapatkan hasil sebesar 2517,86 kal/gr. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa briket arang dari bahan alang-alang memiliki karakteristik kadar air 5,75-7,00%, kadar abu 9,00-11,00% dan nilai kalor 4721,43-5862,19 kal/gr. Menurut segi kualitas pembakarannya, briket arang dari bahan alang-alang memiliki waktu penyalaan awal antara 3,23-4,46 menit, durasi pembakaran 13,14–17,50 menit dan kecepatan pembakarannya 1,029-1,370 gr/menit. Kata kunci: briket arang, alang-alang, nilai kalor This study aims to determine the effect on the composition of the mixture of charcoal briquettes made from reeds. Charcoal briquettes are a simple fuel, made of charcoal mixed with an adhesive and then compacted using a tool or appliance printer briquettes. Testing briquettes can not be separated from the test characteristics and qualities, one of which is to test the calorific value. Heat is a measure of heat or energy produced. The calorific value is the amount of heat obtained from burning process. The greater the carbon content in the ingredients, the better of the material functions as a fuel because it will generate greater energy and the longer the flame briquettes. Bound carbon content is directly proportional to the calorific value, because whenever there is an oxidation reaction of carbon substances it will produce calories. Charcoal briquettes made with basic ingredients of reeds. In this study used a variation of a mixture of charcoal and gluten starch respectively, are 50%: 50%, 55%: 45%, 60%: 40%, 65%, 35% and 70%: 30%. Printing briquettes using a printer briquettes manual tablet form. Testing characteristics follow SNI 01-6235-2000. Then for testing the quality of burning briquettes using briquette stove. In a preliminary test, the calorific value of the briquettes reeds obtained a yield of 2517.86 cal / g. Based on the survey results revealed that the charcoal briquettes made from reeds have the characteristics of the water content of 5.75 to 7.00%, from 9.00 to 11.00% ash content and calorific value of 4721.43 to 5862.19 cal / g. According to the terms of combustion quality, charcoal briquettes made from reeds have a startup time of 3.23 to 4.46 minutes, the duration of combustion from 13.14 to 17.50 minutes and the combustion speed from 1.029 to 1.370 g / min.Keywords: charcoal briquettes, reeds, calorific value.
DEGRADASI ZAT WARNA PADA AIR GAMBUT MENGGUNAKAN METODE FOTOKATALITIK ZnO DEGRADATION COLOR SUBSTANCES IN PEAT WATER USING PHOTOCATALYTIC ZnO Fatimah Juhra; Suprihanto Notodarmojo
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2308

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang degradasi intensitas zat warna air gambut dengan fotokatalis ZnO. Air di wilayah gambut merupakan sumber air baku potensial untuk diolah menjadi air bersih, terutama di daerah pedalaman Kalimantan, Sumatera dan Papua. Penelitian ini merupakan proses post-treatment yang mana sebelumnya air gambut telah melewati proses pre-treatment dengan penentuan jumlah optimum fotokatalis ZnO, pH optimum dan konstanta laju reaksi (k). Hasil penelitian Pada proses fotokatalis menunjukkan bahwa kondisi optimum proses degradasi intensitas zat warna pada air gambut memerlukan 0,5 g/L katalis ZnO, pH 4 dan waktu radiasi sinar UV selama 120 menit. Konstanta laju fotodegrdasi intensitas zat warna sebesar 0,0209 menit-1 dengan persentase degradasi sebesar 20,54 %.  Metode fotokatalis ZnO dapat digunakan sebagai metode yang tepat untuk proses post-treatment  air gambut yang memiliki konsentrasi warna tinggi yaitu sekitar 500 Pt.Co. Kata kunci: Air gambut, Fotokatalis, ZnO Has done research on the degradation of color substances in peat water with photocatalysts ZnO process. Water in Peat area is a potential source of raw water to be processed into clean water, especially in rural areas of Kalimantan, Sumatera and Papua. This study is post treatment to determine the optimum dose of ZnO photocatalyst, optimum pH and the reaction rate constant (k). Photocatalysts process showed that the optimum condition of color substance degradation in peat water requires 0,5 g/L ZnO, pH 4 and UV radiation for 120 minutes. Photodegradation rate constant of 0,0209 min-1 and the percentage of degradation is 20,54%. ZnO photocatalyst method can be used as an appropriate method to post-treatment process water peat has a high color concentration is about 500 Pt.Co. Key Words: Peat water, photocatalytic, ZnO 
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU PERUMAHAN KOTA CITRA GRAHA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DESIGN OF INTEGRATED SOLID WASTE MANAGEMENT IN KOTA CITRA GRAHA RESIDENCE SOUTH KALIMANTAN PROVINCE Muhammad Firmansyah; Rijali Noor
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui timbulan dan komposisi sampah kemudian merencanakan pengelolaan sampah terpadu berupa pewadahan dan pengumpulan sampah serta pengolahan sampah menggunakan Material Rocovery Facility (MRF) di Perumahan Kota Citra Graha. Untuk menentukan pengelolaan sampah terpadu yang tepat dilakukan pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1995. Dari hasil pengambilan dan pengukuran contoh ini diperoleh besarnya timbulan sampah yaitu 2,27 liter/orang/hari dan 0,361 kilogram/orang/hari yang terdiri dari 71,75 % sampah basah, 18,64 % sampah kering dan 9,61 % residu. Sistem pewadahan sampah yang direncanakan adalah pewadahan semi tetap sistem terpisah dengan pola pewadahan individual. Sedangkan desain alat pengumpulan sampah berupa gerobak motor dengan pemisahan antara sampah basah dan sampah kering.Material Recovery Facility(MRF) yang direncanakan terdiri dari lahan pemilahan, lahan penampungan sampah organik, lahan pencampuran sampah dengan inokulan (biostater), lahan pencacah organik, lahan pengomposan, lahan pematangan, lahan pengayakan dan pengemasan kompos, lahan penampungan lindi, gudang barang sortir, gudang kompos, kantor administrasi, area parkir gerobak motor dan area kontainer. Kata Kunci: Perumahan Kota Citra Graha, pewadahan sampah, pengumpulan sampah, Material Recovery FacilityThe objective of the research was to know solid waste generation and composition then to design integrated solid waste management in the form of solid waste lug, collection and treatment using Material Rocovery Facility (MRF) in Housing Kota Citra Graha. To determine the appropriate integrated solid waste management, conducted retrieval and measurement examples of solid waste generation and composition by Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1995. From the results of this sample taking and measuring the quantity of solid waste generated that is 2.27 liters / person / day and 0.361 kg / person / day consisting of 71.75% wet solid waste and dry solid waste 18.64% and 9.61% residue. The system is planned solid waste lug semi remain separate systems with individual lug pattern. While solid waste collection tool design in the form of motor carts with trash separation between wet and dry solid waste. Material Recovery Facility (MRF) which is planned to consist of area for sorting, organic waste collection, mixing solid waste with inoculant (biostater), organic solid waste enumerators, composting, maturation, sieving and compostable packaging, leacheate shelter, sorting goods warehouse, compost warehouse, office administration, motor carts parking and container. Key words: Housing Kota Citra Graha, solid waste lug, solid waste collection, Material Recovery Facility
APLIKASI RAIN GARDEN UNTUK MEMPERINDAH DAN MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN KOTA THE APPLICATION OF RAIN GARDEN TO BEAUTIFY AND IMPROVE ENVIRONMENTAL QUALITY OF CITY Nova Annisa; Rony Riduan; Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2309

Abstract

Adanya pembangunan fasilitas umum seperti perumahan, jalan, dan fasilitas lainnya menyebabkan terjadi perubahan bentang alam dari yang alami menjadi serba kaku dan keras. Menyebabkan air hujan yang turun didaerah ini tidak terserap dan menjadi air limpasan yang akan mengganggu lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk dapat mengelola air hujan tersebut dengan cara membangun rain garden di lokasi tersebut. Rain garden dibuat dengan cara yang sederhana dan tidak memerlukan adanya persiapan atau perlakukan khusus. Namun, keberadaan rain garden dapat memberikan keuntungan yang besar bagi manusia dan lingkungannya. Kata kunci: rain garden, mengelola air hujan, kualitas lingkungan The construction of public facilities such as housing, roads, and other facilities led to a change of the natural landscape becomes completely stiff and hard. Causing rain water that fell in this area is not absorbed and becomes water runoff that would disturb the neighborhood. One way to manage the rainwater by building a rain garden at the site. Rain garden made in a way that is simple and does not require any preparation or special treatment. However, the existence of a rain garden can provide great benefits for humans and the environment. Keywords: rain garden, managing rainwater, environmental quality 
STUDI OPTIMASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA MARABAHAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OPTIMATION STUDY OF WASTE TRANSPORTATION IN MARABAHAN CITY USING GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM M. Rasyid Ridha; Chairul Abdi; Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2310

Abstract

Pemindahan lokasi TPA di Kota Marabahan menyebabkan penambahan jarak tempuh pengangkutan sampah. Rute pengangkutan yang digunakan saat ini masih menggunakan rute yang sama dengan pengangkutan sampah yang lama. Pemilihan rute angkutan sampah yang kurang tepat akan menambah biaya operasional sehingga perlu ada studi lebih lanjut tentang masalah ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengangkutan sampah eksisting di Kota Marabahan dan mengoptimalkan rute pengangkutan sampah di Kota Marabahan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Optimasi rute sampah dalam penelitian ini menggunakan SIG dengan bantuan fitur Network Analyst (NA). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengangkutan sampah eksisting menggunakan pola Stationary Container System (SCS). Jarak rata-rata yang ditempuh kendaraan pada rute eksisting adalah 72, 51 km. Hasil running menghasilkan jarak rute alternatif yang lebih pendek dibandingkan dengan jarak rute eksisting. Jarak rata-rata yang ditempuh masing kendaraan pada rute alternatif adalah 68,03 km. Rute dari kendaraan 1 merupakan rute dengan selisih paling kecil yaitu 1,696 km atau terjadi pengurangan sebesar 3%. Rute dengan selisih paling besar adalah rute pada kendaraan 2 pada ritasi kedua dengan selisih 7,841 km atau pengurangan sebesar 11%. Total keseluruhan selisih dari rute alternatif dengan rute eksisting adalah sebesar 22,365 km/hari atau dengan rata-rata pengurangan sebesar 6 %.Kata kunci: Rute pengangkutan, Optimasi, SIG, Network AnalystThe transfer of the municipal landfill site Marabahan causes additional waste transport mileage. The transport route used today still use the same route as the old waste transport. Selection of the lack of proper waste transportation will increase operating costs so it needs no further study of this issue. This study aims to determine the existing waste transportation system in the city Marabahan and optimizing transport of waste in these Marabahan using Geographic Information System (GIS). Route optimization garbage in this study using GIS with the help of features Network Analyst (NA). The analysis shows that existing waste transportation use patterns Stationary Container System (SCS). The average distance that pursued the vehicle on existing routes is 72, 51 km. The results of running generate alternative route distance is shorter than the existing route distance. The average distance that each vehicle taken at an alternative route is 68.03 km. Route of the vehicle 1 is the route with the most minor difference is 1,696 km, or a reduction of 3%. The biggest difference is with the vehicle 2 on ritasi second with a difference of 7.841 km or a reduction of 11%. Total difference of these existing alternative route amounted to 22.365 km / day or with an average reduction of 6%. Keywords: Rute pengangkutan, Optimasi, SIG, Network Analyst.
PENGARUH OZON DAN MEDIA FILTER ZEOLIT PASIR AKTIF DALAM PENYISIHAN WARNA AIR GAMBUT DENGAN ALIRAN PAKSA EFFECT OF OZONE AND ACTIVATED SAND ZEOLIT FILTER MEDIA TO REMOVE THE COLOUR INTENSITY OF PEAT WATER WITH FORCED CIRCULATION Riza Miftahul Khair
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2311

Abstract

Air gambut adalah satu sumber air permukaan banyak dijumpai di Kalimantan,  berwarna coklat tua sampai kehitaman (124 - 850 PtCo) yang berasal dari dekomposisi zat organik dan anorganik. Ozon adalah senyawa yang reaktif serta zeolit dan pasir aktif memiliki kemampuan filtrasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ozon dan filter zeolit-Pasir Aktif terhadap penurunan intensitas warna air gambut. Metode yang digunakan adalah penurunan intensitas warna air gambut dengan proses ozonisasi dan filtrasi (zeolit-pasir aktif) menggunakan aliran paksa secara kontinu dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, 120 menit, 240 menit, dan 300 menit pada setiap perlakuan proses. Hasil menunjukan adanya pengaruh lama waktu kontak terhadap penurunan intensitas warna air gambut. Hasil maksimum dari proses yaitu intensitas warna air gambutdapatberkuranghinggasebesar 21,21 % untuk proses ozonisasi pada waktu 300 menit. pada proses ozonisasi dan Zeolit-Pasir Aktif 87,88 % pada waktu 240 menit. Kata kunci: Ozon, Filter, Warna,  Air,gambut Peat water is surface water sources are often found in Borneo, dark brown to black (124-850 PtCo) derived from the decomposition of organic and inorganic substances. Ozone is a reactive compound and the zeolite and activated sand have good filtration capability. The purpose of the research is to analyze the influence of ozone and zeolite-activated sand to remove the color intensity of peat water. The method used is the reduction of the color intensity of peat water with ozonation and filtration processes (zeolite-activated sand) uses a forced flow continuously with variation of 30 minutes, 60 minutes, 120 minutes, 240 minutes, and 300 minutes for each treatment process. The results showed the influence of contact time to decrease the color intensity of peat water. The maximum yield of the process is the color intensity of peat water can be reduced by up to 21.21% for the ozonation process at a time of 300 minutes. in the process of ozonation and activated sand reduced by up to 87.88% at time of 240 minutes. Keywords: Ozone, Filter, Colur , Peat, water 
VARIASI KANOPI DAN POROSITAS POHON DI RUANG HIJAU PRIBADI PERMUKIMAN BARU KELURAHAN LOKTABAT UTARA KOTA BANJARBARU CANOPY AND POROSITY VARIATION ON THE TREES IN THE PRIVATE GREEN SPACE IN LOKTABAT UTARA BANJARBARU Wahyunah Wahyunah; Krisdianto Krisdianto; Anang Kadarsah; Dienny R. Rahmani
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.994 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2312

Abstract

Alih fungsi lahan secara besar-besaran berdampak negatif pada kualitas ekologis area perkotaan yang mengakibatkan perubahan habitat hijau menjadi berbagai fungsi yang salah satunya menjadi daerah pemukiman mengakibatkan penurunan tutupan hutan. Loktabat Utara adalah salah satu area yang memiliki permukiman baru dalam jumlah besar. Sehingga, perlu dilakukan studi terhadap lebar tajuk dan porositas tajuk pada pohon yang ditaman oleh masyarakat di ruang hijau pribadi untuk melihat seberapa besar kualitas revegetasi setelah alih fungsi lahan yang terjadi. Lebar tajuk diukur dari ujung terluar hingga ujung terluar berikutnya yang dapat dibentuk oleh tajuk pohon. Porositas dikurung dengan menggunakan software ENVY yang kemudian dibandingkan dengan tabel konversi porositas. Hasil studi menunjukan bahwa lebar tajuk terbesar terbentuk pada pohon mentega dan porositas terendah terbentuk pada pohon jambu air. Sedangkan pohon yang paling digemari oleh adalah pohon rambutan yang ditaman oleh 26,7% masyarakatpermukiman baru karena dapat memberi manfaat langsung dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa lebar kanopi dan porositas pohon di daerah permukiman baru dapat dikatakan baik dan memberi mamfaat langsung terhadap pemiliki ruang hijau pribadi. Kata kunci:      Kanopi, lebar tajuk, permukiman baru, porositas, ruang hijau pribadi. Land use give a massive negative impact on the ecological quality of the urban area resulted in changes of green habitat into various functions, one of which became a residential area resulted in a decrease of forest cover. North Loktabat is one area which has a large number of new residential area. Thus, necessary to study the canopy width and porosity on the trees in the garden by the people private green space to see how much the quality of regrowth after land conversion happens. Canopy width is measured from the outer edge the the opposite side formed by the tree canopy. Porosity measured using ENVY software then compared with a conversion table of porosity. The study results showed that the largest canopy width formed on butter tree and low porosity formed in water guava tree. While most favored tree is rambutan by 26.7% of new residential communities because it can provide direct benefits and have rapid growth. Thus, can be concluded that the canopy width and porosity of trees in new residential areas can be said to be good and give direct benefitto the owner of a private green space. Keywords : canopy, canopy width, new residential area, private green space, porosity.

Page 1 of 1 | Total Record : 8