cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,234 Documents
Penegakan Peraturan Kepala Daerah Terhadap Pemilik Ternak yang Berkeliaran di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Fachrun Darmawan; Mu'tamirudin Mu'tamirudin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.264 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12034

Abstract

The problem of cattle (cows) roaming around has been going on for a long time in Mamuju District. The impact of this problem is a disturbance of peace and public order in society, for example housing and highways. Responding to this problem, the Mamuju Regency Government issued Regent Regulation Number 21 of 2021 concerning Amendments to Regent Regulation Number 34 of 2018 concerning Control of Livestock which it is hoped that this problem can be resolved. This study aims to see how the Enforcement of Regional Head Regulations concerning the Control of Livestock, the inhibiting factors and efforts to overcome these inhibiting factors. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used were participant observation, direct observation, interviews, documentation, document archives, and physical devices. The results of this study indicate that Regent Regulation Number 21 of 2021 concerning Amendments to Regent Regulation Number 34 of 2018 concerning Control of Livestock has not been running effectively and optimally. This can be seen based on the Law Enforcement theory by Soerjono Soekanto.
Dampak Implementasi Pembayaran Berbasis Kinerja (Pay-For-Performance) Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Terhadap Kualitas Layanan Kesehatan Di Berbagai Negara Uswatun Khasanah; Mardiati Nadjib
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.621 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12035

Abstract

The pay-for-performance (P4P) mechanism is a strategy in the health sector to increase the availability, quality and utilization of health services. In P4P, incentives are given after achieving a series of agreed outcomes by improving the performance of health workers in health facilities. This literature review was conducted with the aim of knowing the impact of implementing pay-for-performance at primary care (FKTP) on the quality of health services in various countries. The method is carried out by searching several databases, namely Pubmed, Embase, and Proquest with the main intervention being the implementation of pay-for-performance. The results of the review focused on the impact of implementing pay-for-performance at First Level Health Facilities on the quality of health services in various countries. From this study it can be concluded that pay-for-performance has been used in various countries with different numbers and areas (domains) of indicators adapted to the characteristics of primary care in a country. Some of the benefits of implementing pay-for-performance are that it can stimulate quality improvement in clinical care and improve patient experience of the role of general practitioners and the system of care. P4P can improve the process and outcome of cardiovascular treatment. Providing incentives can have an effect on improving the quality of performance in clinical practice. Providing P4P incentives can meet the quality measures of hypertension care recommended by the guidelines. In the United States, the provision of P4P incentives can increase physician compliance to provide hypertension drugs according to guidelines. Providing incentives can also have an impact on improving blood pressure control in hypertensive patients.
The Effect of Buy 1 Get 1 Promotion and Interpersonal Communication Skill Towards Impulse Buying Behavior Elviara Dwi Raissa; Fahira Dwinda Rachmadiani; Sherena Jessica Wijaya; Muhammad Aras
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.975 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12036

Abstract

Modern fashion trends that are developing in Indonesia today are inseparable from the emergence of local brands. In fact, some local Indonesian fashion brands can compete in the international market. One of the original Indonesian fashion brands that appeared in the world fashion market is Erigo. Erigo through the Instagram account @erigostore covered its content in such a way as to inform various offers to market its products. Some of the marketing techniques carried out by Erigo through the @erigostore Instagram account are sales promotion and personal selling. This study aims to determine how much sales promotion and personal selling affect the impulsive buying behavior of followers of the @erigostore Instagram account. This research uses quantitative research methods, where data are analyzed using multiple regression analysis. The results of this study found that sales promotion and personal selling simultaneously influenced the impulsive buying of Instagram account followers @erigostore positively and significantly. In other words, an increase in sales promotion and personal selling will be followed by an increase in the impulsive buying of followers of the Instagram account @erigostore. These two variables influence impulsive buying by 83%.
Perbedaan Kadar Mpv/Plt Rasio dan Ferritin Pada Pasien Hepatitis B Kronik Dengan Sirosis atau Tanpa Sirosis Afrianda Wira Sasmita; Taufik Sungkar; Jelita Siregar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.045 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12040

Abstract

Virus Hepatitis B (VHB) adalah suatu penyakit infeksi yang dewasa ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. MPV merupakan prediktor sirosis hati, karena kadarnya yang sangat erat korelasinya dengan derajat inflamasi atau kerusakan hepatosit. MPV lebih tinggi dilaporkan pada pasien dengan hepatitis B dan Liver sirosis. Kerusakan pada hati dapat mengakibatkan trombopoetin menurun, yakni hormon glikoprotein dari hepatosit, menyebabkan jumlah trombosit menurun. Meningkatnya serum feritin pada penyakit hati dipengaruhi oleh kerusakan yang terjadi pada sel hati. feritin juga diklasifikasikan sebagai reaktan fase akut. Kadar feritin yang tinggi terkait dengan prognosis yang buruk dari penyakit hati kronis serta sirosis karena sekresinya bergantung pada sitokin tertentu yang memiliki peran selama lonjakan inflamasi. Adapun untuk melihat diferensiasi tingkat MPV/PLT rasio serta Feritin terhadap pasien hepatitis B kronis yakni melalui sirosis maupun tidak melalui sirosis. Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel darah terhadap pasien yang dirawat pada ruang perawatan penyakit dalam dan poliklinik Gastroenterohepatologi sebanyak 50 pasien. Sample diperiksa MPV, platelet, kemudian dihitung MPV/PLT rasio dan ferritin. Dalam hal ini, Penelitian dilakukan setelah didapatkan ethical approval serta informed consent. Terdapat perbedaan signifikan nilai ferritin, PLT, MPV, dan rasio MPV/PLT pada kelompok subyek hepatitis B melalui sirosis serta pada kelompok subyek hepatitis B tidak melalui sirosis.(p< 0,001).Terdapat perbedaan yang signifikan nilai ferritin, PLT, MPV, dan rasio MPV/PLT pada kelompok subyek hepatitis B melalui sirosis serta pada kelompok subyek hepatitis B tidak melalui sirosis.(P< 0,001).
Analisis Dampak Program Bantuan Sosial Covid-19 Terhadap Kesejahteraan Keluarga: Studi Kasus Belanja Bantuan Sosial Dki Jakarta Tahun 2021 Yustina Lita Sari; Riyanto Riyanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.56 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12045

Abstract

Untuk memutus penyebaran Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Kebijakan tersebut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat baik yang bekerja di sektor formal maupun informal. Pemberian bantuan sosial Covid-19 diberikan untuk memitigasi dampak tersebut. Selama pandemi Covid-19, terdapat peningkatan signifikan belanja bantuan sosial namun angka kemiskinan justru meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar peranan bansos Covid-19 dalam mempertahankan taraf kesejahteraan keluarga. Data utama penelitian diperoleh melalui survei kepada keluarga. Analisis Difference-in-Difference (DID) digunakan untuk menilai pengaruh pemberian dan pencabutan bansos Covid-19 terhadap kesejahteraan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian uang tunai sebesar Rp300 ribu sebanyak enam kali belum mampu mempertahankan taraf kesejahteraan keluarga yang menurun akibat pandemi Covid-19. Peningkatan nilai bantuan dan kombinasi bantuan dengan barang yang dibutuhkan masyarakat, efektif dalam meningkatkan kesejahteraan namun hal ini sangat dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga. Pencabutan bansos Covid-19 berupa uang ditambah barang signifikan menurunkan kesejahteraan karena perekonomian keluarga belum sepenuhnya pulih.
Analisis Risiko penerapan GCG pada PT. XXX Karen Yemima; M.L Denny Tewu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.91 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12048

Abstract

Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahan swasta yang bergerak di bidang Manufaktur yang meliputi Dies Maker, Mold Maker, Precision Parts, Heavy Duty Part, Jig, Checking Fixture dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko penerapan good corporate governance pada PT. XXX. Perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik (GCG) akan lebih siap untuk menghadapi krisis-krisis di kemudian hari. Prinsip GCG memiliki 4 prinsip yaitu keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya potensi risiko yang berkaitan dengan prinsip GCG, dimana dengan penerapan prinsip GCG maka akan membuat perusahaan lebih berkembang dan lebih baik dari pada sebelumnya. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa perusahaan belum menerapkan prinsip GCG yang baik.
Analisis Peran Komunikasi Internal Organisasi PPID Dalam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Pertanian Nadya Fajardinni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.998 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12050

Abstract

Setiap Badan Publik wajib untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi publik sesuai yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Melalui Undang-undang ini, masyarakat dijamin haknya untuk memperoleh informasi publik. Informasi publik berkaitan dengan penyelenggaraan negara baik yang mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta organsaisi yang mengelola atau menggunakan sumbangan dari masyarakat. Masyarakat diharapkan menjadi peka, cerdas dan aktif dalam mengawal proses penyelenggaraan negara supaya transparan dan akuntabel sesuai amanat Undang-Undang ini. Kementerian Pertanian sebagai salah satu badan publik telah melaksanakan kebijakan keterbukaan informasi publik di lingkungannya dengan menetapkan regulasi yaitu Peraturan Menteri Pertanian 32 Tahun 2011 tentang pengelolaan dan pelayanan informasi publik di lingkungan Kementerian Pertanian serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2016 tentang Perubahan pada Permentan Nomor 32 Tahun 2011.
Analysis Of Financial Statements Quality Reviewed From Human Resources Competence, The Support 0f Top Management and The Use Of Information Technologies at Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Widopo Hanly; Rini Indahwati; Meily Surianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.886 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12052

Abstract

The quality of financial reports in government is strongly influenced by the competence of goverment officials, Top management support and the use of information technology. Goverment officers are required to be able to make a positive contribution to all components of government, both the community, the private sector and other components, including the government agency itself. In the Minister of Finance Regulation 169/PMK.05/2018 concerning the Government Investment Accounting and Financial Reporting System and PP No. 71 of 2010 concerning on Government Accounting Standards, it states that the preparation of government financial reports has several requirements that must be acquired so that it could produce the good quality financial statements. The purpose of this study is to discover how the quality of financial reports in terms of human resource competence, top management support and the use of information technology at Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan using qualitative data analysis with in-depth interviews with key informants compiled using a google form questionnaire as a guide and analytical measuring tools in this study. The results showed that the three factors, namely top management support was found optimal, however, the competence of human resources, and the use of information technology had not been optimal, particularly in the quality of financial reports at Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan. (BPPRD Kota Medan).
Pengaruh Pengawasan Kerja Dan Komitmen Pegawai Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Disiplin Kerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Achmad Arjansyah Akbar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.334 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12053

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh secara langsung pengawasan kerja dan komitemen kerja terhadap disiplin kerja dan pengaruh tidak langsung pengawasan dan komitmen kerja terhadap disiplin kerja melalui kepuasan kerja pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Responden dalam penelitian di ambil dengan menggunakan sensus. Jumlah populasi adalah 223 orang diperoleh dari pengisian kuesioner yang didistribusikan kepada 223 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan berpengaruh negative bahwa pengawasan kerja terhadap disiplin kerja, komitmen kerja berpengaruh positif terhadap disiplin kerja, pengawasan kerja berpengaruh positif terhadap disiplin kerja, komitmen peg awai berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap disiplin pegawai, pengawasan kerja memilki pengaruh terhadap disiplin kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening, komitmen pegawai memiliki pengaruh positif terhadap disiplin kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Sebagai saran untuk meningkatkan disiplin perlu diperhatikan pengawasan kerja sehingga tidak terjadi pengawasan kerja berlebihan yang dapat memicu berkurangnya kepuasan kerja. Pencapaian kepuasan kerja menjadi faktor yang tepat untuk di evaluasi, dari hasil pencapaian target dapat dilihat kemampuan pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam menyelesaiakan pekerjaannya.
Era Pembelajaran Daring: Kesadaran Akan Jati Diri Anak Asli Papua yang Berubah Hetwi Marselina Saerang; Herry Sumual; Eli Jeini Usoh; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.229 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12054

Abstract

Merebaknya virus covid-19 atau lebih dikenal dengan corona mengguncangkan semua sendi kehidupan termasuk pendidikan di atas Tanah Papua. Virus ini tidak memandang usia, pangkat, jabatan. Apa pun dia, siapa pun dia, semua memiliki peluang untuk terserang. Virus ini memaksa kehidupan sosial harus berubah, termasuk metode pembelajaran yang mengantar orang asli Papua mengalami perubahan paradigma kehidupan. Selama ini, pendidik di Papua selalu menggunakan metode pembelajaran konvensional, yaitu tatap muka di kelas antara guru dengan murid atau dosen dengan mahasiswa. Proses pembelajaran, diskusi, tanya-jawab, dan bimbingan semua berlangsung tatap muka. Sekarang harus menggali diri kepada metode belajar dalam jaringan atau disingkat daring (online). Lompatan itu bukanlah berarti apa-apa untuk dunia Pendidikan di Tanah Papua, terutama bagi tenaga pengajar yang masih muda-muda, karena mereka memang generasi yang tumbuh pada era digital atau jaringan. Sementara tenaga pengajar yang sudah lanjut usia dipaksa harus berlari menyesuaikan diri dengan cara baru itu. Walaupun tampak kedodoran, mereka harus siap untuk ikut perubahan. Bagaimana dengan pendidikan tingkat dasar, seperti SD dan SMP apalagi di daerah pedalaman? Tentu saja akan seru sekali jadinya karena pembelajaran daring di samping diperlukan kemampuan mengoperasionalkan jaringan dengan perangkatnya, juga harus dibekali pedagogi daring, sebab pedagogi daring sendiri belum menjadi bahan baku pembelajaran selama ini. Untuk tingkat SD masih sedikit tertolong karena orang tua mereka, terutama ibu-ibu, selalu mendampingi anaknya belajar. Walaupun orang tuanya tidak begitu menguasai penggunaan perangkat, mereka masih bisa diajak bekerja sama untuk membimbing anak-anaknya. Akan tetapi, menjadi persoalan tersendiri bagi anak-anak, bahwa ternyata tidak semua ibu bisa menjadi pendamping yang baik bagi anak-anaknya. Bahkan, cara ibunya mengajar membuat mereka tertekan secara psikologis, malah ada yang berontak dengan membuat puisi agar corona cepat berlalu supaya bisa bertemu guru. Sementara itu, guru SMP dan SMA mengeluh karena ada topik-topik tertentu yang sulit didaringkan. Alasannya, transformasi kognisi bisa dilakukan dengan daring, sementara transformasi afeksi masih banyak kendala yang dihadapi. Tentu ini merupakan tantangan tersendiri antara guru dan murid yang sudah beda zaman dan tantangan. Media daring menjadi titik perubahan jati diri dan system pembelajaran.

Filter by Year

2016 2026