cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL WACANA KESEHATAN
ISSN : 20885776     EISSN : 25416251     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Wacana Kesehatan is a medium that can be used to register, disseminate, and archive the work of research nurses in Indonesia. The work published in this journal is indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. Writing each type of article should follow the Journal of Health Discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PREVALENSI GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DAN PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD) PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA tri kusuma dewi; elsi dwi hapsari; Purwanta Purwanto
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.201 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i1.88

Abstract

Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Dysphoric Disorder merupakan gangguan yang terjadi pada remaja pada periode menstruasi.Gangguan ini menyebabkan terganggunya kegiatan harian bahkan dapat menurunkan kualitas hidup remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase remaja yang mengalami gejala premenstrual syndrome dan premenstrual dysphoric disorder serta akibatnya di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Pengambilan data dilakukan di 3 SMA yang ada dikota Yogyakarta. Pemilihan 3 SMA tersebut didapatkan dari cluster sampling yaitu mengelompokkan SMA yang ada di Yogyakarta kedalam 4 kelompok yaitu SMA Negeri, SMA khusus putri, SMA Yayasan Keagamaan dan SMA Yayasan Non Keagamaan, namun untuk SMA khusus putri peneliti tidak mendapatkan izin penelitan dari sekolah. Setelah mengelompokkan SMA teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling sehingga di dapatkan 3 SMA.Pengambilan data dilakukan pada siswi kelas 2 dengan teknik total sampling, dengan sample 233 responden.Analisa data menggunakan analisa univariat dengan SPSS 21 yang berlisensi resmi. Hasil analisa data mendapatkan hasil remaja yang mengalami gejala PMS sebanyak 99 remaja atau 42,5% dan yang mengalami gejala PMDD sebanyak 55 remaja atau 23,6%. Gejala fisik yang paling banyak dialami remaja adalah nyeri otot dan persendiaan sedangkan pada gejala psikologis dan tingkah laku yang paling banyak dialami remaja adalah mudah marah. Gejala yang dialami remaja mengganggu belajar sehingga 52,8% remaja tidak dapat mengikuti pelajaran secara efektif.
PREVALENSI TERMINAL ILLNESS DI RSUD JENDERAL AHMAD YANI METRO Supardi Supardi; Ludiana Ludiana
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.099 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.110

Abstract

Kondisi terminal adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami sakit atau penyakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh dan menuju pada proses kematian dalam 6 bulan atau kurang. Data prevalensi terminal illness pada saat ini tidak tersedia secara pasti tetapi dapat dilihat dari data yang tersebar dalam berbagai penyakit yang merupakan bagian dari jenis jenis penyakit yang masuk dalam kondisi terminal illness antara lain, kanker, dibetes millitus, paru obstruksi kronis, cystic fibrosis, stroke, Parkinson,  gagal jantung, genetika dan  HIV/AIDS. Metode Penelitian : adalah penelitian deskriptif analitik dengan jumlah populasi sebanyak 2051, sedangkan untuk  sampel digunakan dengan total  sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Rumah sakit Ahmad Yani Metro yang ditabulasikan selanjutnya di intrepretasikan. Hasil : Prevalensi terminal illness dapat digambarkan sebagai berikut kanker  447  (21,89%), Diabetes mellitus 241 (11,75%),  Paru Obstruksi Kronis 169  (8,24%), penyakit stroke 662  (32,28%), Parkinson 6  (0,29%),  gagal jantung 496  (24,18%),  HIV/AIDS 28  (1,37%). Kesimpulan : Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kelompok umur  > 60 tahun paling banyak masuk dalam terminal illness, sedangkan khusus untuk penyakit HIV /AIDS yaitu kelompok umur < 40 tahun yang paling banyak masuk dalam terminal illnes. 
STIMULASI KUTANEUS (FOOT MASSAGE)MENURUNKAN SKALA NYERI PASIEN LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS Rizki Muliani; Tuti Suprapti; Siti Nurkhotimah
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.742 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.111

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menimbulkan sensasi nyeri pada lansia. Salah satu upaya menangani nyeri non farmakologis adalah dengan stimulasi kutaneus yaitu metode noninvasif dalam mengatasi nyeri pada lansia,stimulasi kutaneus dapat menurunkan nyeri dengan cara mendorong pelepasan endorphin, sehingga memblok transmisi stimulus nyeri serta  memberikan block pada transmisi nyeri, serta mengaktifkan endorphine, memperlancar peredaran darah dan membuat relaksasi otot sehinga  nyeri berkurang. Penelitianini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh stimulasi kutaneus(foot massage) terhadap skala nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis.Metode penelitian menggunakan Pre Experimen dengan pendekatan one grouppretest posttest dengan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 22 orang lansia. Teknik pengumpulan data menggunakan skala nyeri numeric rating scale dan prosedur kerja foot massage dilakukan 1 kali sehariselama 20 menit dalam waktu 5 hari. Analisa data menngunakan Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil penelitian menunjukan sebagian kecil lansia mengalami skala nyeri 5 sebelum dilakukan stimulasi kutaneus : foot massage dan sebagian lansia mengalami skala nyeri 3 sesudah dilakukan pemberian stimulasi kutaneus : foot massage. Hasiluji Wilcoxon menunjukan P-value 0.000 (P< 0.05) sehingga disimpulkan ada pengaruh stimulasi kutaneus(foot massage) terhadap skala nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Oleh karena itu, diharapkan  pihak panti untuk membuat SOP foot massage dan perawat dapat menerapkan foot massage sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis.
PENERAPAN TEORI KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK YANG MENGALAMI PENINGKATAN SUHU TUBUH Immawati Immawati Immawati; nani Nurhaeni; Dessie Wanda
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.403 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.106

Abstract

Anak sangat berisiko tertular penyakit terutama penyakit infeksi karena sistem imunitas anak masih belum terbentuk sempurna. Salah satu tanda anak mengalami infeksi adalah demam. Demam merupakan salah satu gangguan kenyamanan fisik. Upaya memberikan kenyamanan anak yang mengalami demam dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba adalah dengan pengukuran suhu menggunakan termometer arteri temporal. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengukuran suhu arteri temporal pada anak yang demam.  Studi kasus dilakukan pada kelima anak yang mengalami masalah peningkatan suhu tubuh. Hasil : Pengukuran suhu dengan termometer arteri temporallebih dirasakan nyaman oleh anak yang mengalami demam. Pembahasan: Pengukuran suhu temporal ini dirasakan lebih nyaman dan tidak menakutkan bagi anakkarena waktu pengukuran yang lebih singkat (kurang dari 2 detik). Kesimpulan: Perawat dapat melakukan pengukuran thermometer arteri temporal pada anak demam sebagai penerapan teori kenyaman Kolcaba dan pemberian intervensi keperawatan atraumatik.
ANALISIS PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DENGAN MODEL DDST II DI SEKOLAH ALAM INDONESIA PALEMBANG Azwaldi Azwaldi; Hanna DI Damanik; Imelda Erman
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.442 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.112

Abstract

Perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya sehingga perkembangan ini berperan penting dalam kehidupan manusia.Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan memiliki rasa keingintahuan yang besar terhadap lingkungan sekitar. Penelitian bertujuan mengetahui Perkembangan Anak Usia Dini dengan Model DDST II Di Sekolah Alam Indonesia Palembang. Metode; Desain penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross secsional terhadap variabel penelitian. Besar sampel adalah 30 responden dengan teknik Total Quota Sampling. Untuk analisisnya menggunakan uji chi-square test dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan signifikan antara variabel status social ekonomi orang tua dengan tingkat perkembangan anak dengan nilai p-Value sebesar p-Value=0,01, untuk hubungan variabel riwayat Kelahiran dan berat badan lahir dengan tingkat perkembangan anak menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan nilai p-Value> α = 0,05 masing-masing p-Value = 0,773 danp-Value=0,337, sedangkan variabel penyakit kronis yang pernah diderita tidak dilakukan uji chi square karena tidak ada variasi nilai variabelnya. Kesimpulan; ada hubungan yang bermakna antara status sosial ekonomi orangtua dengan tingkat perkembangan anak Usia dini di sekolah alam Indonesia Palembang. Diharapkan pemahaman orang tua dan masyarakat terhadap proses perkembangan anak usia dini lebih meningkat dan dapat mengenal dengan baik tanda-tanda keterlambatan proses perkembangan anak termasuk faktor yang berpengaruh
MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRE HEMODEALISA Andri Yulianto; Yuyun Wahyudi; Marlinda Marlinda
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.306 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.107

Abstract

Hemodialisa menimbulkan dampak depresi terhadap pasien yang menderita GGK. Kejadian GGK di dunia menurut End-Stage Renal Disease (ESDR) di perkirakan prevalensinya mengalami peningkatan tiap tahunnya sebesar 6 % dan di Indonesia menurut Riskesdas Tahun 2015 sebesar 0,2 % dari penduduk Indonesia. Salah satu upaya untuk mengendalikan tingkat depresi tersebut adalah mekanisme koping yang tepat. Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada Pasien GGK pre hemodialisa. Desain penelitian ini menggunakan desain studi korelasi (correlation study) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien GGK yang disarankan untuk melakukan hemodialisa dengan jumlah sampel 40 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme koping pasien pre hemodialisa sebagian besar dalam kategori maladaptif, tingkat depresi responden sebagian besar dalam kategori sedang. Uji Statistik yang digunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000 (<0,05).Ada hubungan bermakna antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Penyakit Dalam. Saran melaksanakan asuhan keperawatan dan memberikan pelayanan pada pasien dengan memberikan edukasi kesehatan berupa pendidikan kesehatan disertai dengan pembagian leaflet sehingga pasien dapat membaca kembali apa yang disampaikan oleh petugas medis dengan demikian diharapkan dapat menurunkan tingkat depresi ketika akan menjalani hemodialisa
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DIIT DIABETES MELLITUS DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN Yusnita Yusnita; Arena Lestari
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.39 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.113

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular. Di Indonesia pada tahun 2020 diperkiraan penderita diabetes mellitus (DM) meningkat menjadi 300 juta orang dan tahun 2030 menjadi 366 juta orang.Penatalaksanaan DM adalah: diit, latihan fisik/olahraga, pemantauan gula darah, minum obat, dan edukasi. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit ini membantu dalam proses penyembuhan. Pengetahuan keluarga tentang DM merupakan sarana yang dapat membantu penderita DM dalam menjalankan diit selama hidupnya. Dengan diit DM yang baik maka kadar gula darah akan terkontrol dan pasien menjadi sehat. Tujaun penelitan adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang diit DM dengan kadar gula darah pasien di wilayah kerja puskesmas Pringsewu tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik . rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 75 orang.  Hasil Analisa data dengan uji chi square menunjukkan nilai p value 0.000, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan anatar pengetahuan keluarga tentang diit DM dengan kadar gula darah pasien.  Penderita dan keluarga pasien DM perlu mendapatkan informasi tentang pengetahuan dasar DM, pemantauan mandiri, penyebab peningkatan kadar gula darah, obat hipoglikemia, diit DM,  pemeliharaan kaki, kegiatan jasmani dan komplikasi. Pengetahuan ini disampaikan secara bertahap. Tujuan pendidikan kesehatan bagi pasien DM  adalah meningkatkan pengetahuan karena pengetahuan merupakan titik tolak perubahan sikap dan gaya hidup, sehingga terjadi  perubahan perilaku pasien DM dan meningkatnya kepatuhan yang selanjutnya meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang diit diabetes mellitus dengan kadar gula darah pasien diwilayah kerja puskesmas Pringsewu tahun 2019.
HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN STRES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU Idayati Idayati; Siti Indarti
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.552 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v4i2.109

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penderita Diabetes Mellitus dapat mengalami komplikasi dan dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh dan perubahan fisik. Penderita Diabetes Mellitus yang mengalami perubahan fisik kurang baik pada tubuhnya, mereka cenderung memiliki konsep diri khususnya citra diri yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan stress pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan desain Cross-Sectional dimana populasi 53 orang dan sampel 35 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, analisis statistic yang digunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value 0,000< 0,05 (p-value < 0,05), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan citra tubuh dengan stress pada penderita Diabetes Mellitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat khususnya penderita Diabetes Mellitus untuk selalu berfikir positif dalam  pencegahan terjadinya stress.
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR TEMAN SEBAYA DARI RESIKO PENYALAHGUNAAN OBAT PADA PELAJAR MUSLIM Inda Mariana Harahap; Nevi Hasrati Nizami; Mira Rizkia
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v5i2.149

Abstract

Remaja berpotensi melakukan penyalahgunaan obat-obatan dikarenakan beberapa faktor, diantaranya faktor individu dan faktor teman sebaya yang dapat bersifat sebagai faktor resiko dan faktor pelindung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor individu dengan faktor teman sebaya dari penyalahgunaan obat-obat terlarang pada pelajar muslim di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat Cross Sectional Study dengan populasi adalah semua pelajar muslim Sekolah Menengah Atas di Kota Banda Aceh. Jumlah sampel adalah 290 pelajar dan teknik pengambilan sample adalah probability random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Data Demografi Questioner (DDQ), Faktor Resiko Penggunaan Obat Terlarang Questioner (FRPOTQ), dan Faktor Protektif Penggunaan Obat Terlarang Questioner (FPPOTQ). Analisa bivariat diuji menggunakan Spearman’s rank-order correlation dengan P value < 0.05. Adapun hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif signifikan antara pemberontakan dan interaksi dengan teman antisosial (r (rho) = .26, p <.01) dan pemberontakan dan memiliki teman penggunaan obat-obat terlarang (r (rho) = .16, p <.01). Hubungan positif yang signifikan antara sifat mencari sensasi (Sensation seeking) dan interaksi dengan teman antisosial (r (rho) = .21, p <.01), dan sifat mencari sensasi (Sensation seeking) dan memiliki teman penggunaan obat-obat terlarang (r (rho) = .18, p < .01). Selanjutnya, hubungan positif yang signifikan antara kepribadian religius dan interaksi dengan teman prososial (r (rho) = 0.1, p <.05) dan hubungan negatif yang signifikan antara kepribadian religius dan memiliki teman penggunaan obat-obat terlarang (r (rho) = -.19 , p <.05). Berdasarkan penelitian ini direkomendasi kepada semua pihak yang akan melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan obat terlarang dikalangan pelajar muslim dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahamantentang Islam dan kepribadian religius karena ini dapat mencegah dari memiliki teman pengguna obat terlarangyang akan memberikan pengaruh bagi pelajar untuk menggunakan obat terlarang
HUBUNGAN KOMPETENSI (PENGARAHAN) KEPALA RUANG TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ADJIDARMO KABUPATEN LEBAK Ika Purwanto; I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 5, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v5i1.114

Abstract

Kompetensi adalah kemampuan individu untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan memiliki ke unggulan menyangkut pengetahuan, keahlian dan sikap, kepala ruangan menjadi Frontline di ruangan untuk mengarahkan perawat pelaksana agar kinerja perawat pelaksana baik dan lebih ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Teridentifikasinya hubungan kompetensi kepala ruang terhadap kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak, Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan studi korelasi, dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Jumlah sampel 132 perawat pelaksana di 10 ruang rawat inap. Proses analisa data dengan SPSS 22 untuk menguji variable. Hasil penelitian diperoleh nilai P Value= 0.04, OR = 2.314, pada tingkat kepercayaan 95% (alpha 5%). Kesimpulan menunjukkan ada hubungan kompetensi ( pengarahan) kepala ruang terhadap kinerja perawat pelaksana. 

Page 6 of 14 | Total Record : 135