cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL WACANA KESEHATAN
ISSN : 20885776     EISSN : 25416251     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Wacana Kesehatan is a medium that can be used to register, disseminate, and archive the work of research nurses in Indonesia. The work published in this journal is indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. Writing each type of article should follow the Journal of Health Discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Mulia, Madepan; Fitarina, Fitarina
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.708

Abstract

Diabetes mellitus with complications can significantly impact a patient's quality of life, making family support essential in managing the condition. Family support plays a vital role in the treatment and care process for individuals with type 2 diabetes mellitus. The purpose of this study was to explore the relationship between family support and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. It was conducted on 100 type 2 diabetes mellitus patients at the Pesawaran Regional General Hospital, using incidental sampling and questionnaires. The family support was assessed using the HDFSS, while the quality of life was measured with the DQOL questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-Square test, with a significance level of 0.05 and a confidence interval of 95%. The findings revealed that 63% of type 2 diabetes mellitus patients received high family support, but 62% of them reported a low quality of life. A significant relationship was found between family support and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients (p=0.016). In conclusion, family support is linked to the quality of life in type 2 diabetes mellitus patients. It is recommended that families increase their support, and nurses should encourage families to provide more support to improve the patients' quality of life.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Kota Malang Tentang Obstructive Sleep Apnea Djajalaksana, Susanthy; Afif, Zamroni; Muhammad, Iqbal; Dini, Zata; Pratiwi, Eka
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.678

Abstract

Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang tingkat pengetahuan masyarakat di puskesmas Kota Malang tentang OSA sebagai upaya preventif untuk deteksi dini dan penatalaksanaan dini OSA. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah subjek sebanyak 100 subjek. Tingkat pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian dibagi menjadi baik, sedang dan buruk. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi p<0,05. subjek berjumlah 100 orang yang terdiri dari 52% laki-laki dan 48% perempuan. Sebagian besar subjek berusia < 50 tahun (80%) dengan tingkat pendidikan sarjana (76%). Tingkat pengetahuan tidak berkorelasi dengan jenis kelamin (r = -0,041, p = 0,682), usia (r = 0,144, p = 0,151), dan tingkat pendidikan (r = 0,109, p = 0,282). Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar tingkat pengetahuan subjek baik dan tidak berkorelasi dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Obstructive Sleep Apnea, Masyarakat Kota Malang.
Penerapan Prone Nesting Positioning Terhadap Status Hemodinamik (Saturasi Oksigen, Frekuensi Pernafasan, Frekuensi Nadi) Pada Bayi Prematur Di Ruang IPN RSUD Arifin Achmad Indri Amelia, Khansa Afifah; Ernawaty, Juniar; Simorangkir, Christina
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.767

Abstract

Kelahiran bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir hidup sebelum usia gestasi 37 minggu. Secara fisiologis bayi prematur sering mengalami ketidakstabilan kardiorespirasi yang dapat menyebabkan terjadinya periodik apnea, bradikardia dan desaturasi oksigen. Untuk meningkatkan efektifitas ventilasi dan perfusi serta meningkatkan saturasi oksigen pada bayi prematur dengan gangguan pernafasan dapat dilakukan dengan melakukan development care yaitu dengan pemberian prone nesting positioning untuk menstabilkan status hemodinamik pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian prone nesting positioning terhadap status hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi pernafasan, frekuensi nadi) pada bayi prematur di ruang IPN RSUD Arifin Achmad. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden yang memiliki gangguan pernafasan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 60 menit. Hasil penerapan prone nesting positioning yang dilakukan terdapat perubahan status hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi pernafasan, frekuensi nadi) pada bayi prematur sebelum dan sesudah diberikan terapi. Perubahan menunjukkan perbaikan dalam status hemodinamik. Penerapan prone nesting positioning ini dapat dijadikan terapi non farmakologis pada bayi prematur dengan gangguan pernafasan yang dirawat di NICU. 
Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi Nabilla, Salma; Tampubolon, Masrina Munawarah; Fitri, Aminatul
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.769

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan yang dialami oleh wanita pada fase luteal dari siklus menstruasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) pada mahasiswi Universitas Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional pada 390 mahasiswi di Universitas Riau yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan pemilihan non probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition - Text Revision (DSM-IV-TR). Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa, mayoritas responden berusia 21-23 tahun dengan usia menarche normal, memiliki siklus menstruasi normal, pola menstruasi teratur, dan lama menstruasi 1-8 hari, serta mengalami PMS dengan gejala ringan berjumlah 46,2%, responden yang mengalami PMS dengan gejala sedang berjumlah 44,1%, responden yang mengalami PMDD berjumlah 9,2%, dan responden yang tidak mengalami gejala PMS ataupun PMDD berjumlah 0,5%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa gejala PMS ringan yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator merasa sedih dan sensitif atau mudah tersinggung, gejala PMS sedang yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator sakit pinggang dan gejala PMDD yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator malas melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PMS dan PMDD pada mahasiswi Universitas Riau.
Pendidikan Kesehatan Dengan Media Digital (WAG) Terhadap Pengetahuan Dan Prilaku Cerdik Penderita Hipertensi Pada Pencegahan Stroke Purwono, Janu; Sari, Rita
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.796

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan 25% penduduk dunia akan menderita hipertensi pada tahun 2025. Di Asia Tenggara hipertensi berada pada posisi ketiga tertinggi dengan prevalensi 25% dari total penduduk dan di Indonesia peningkatan prevalensi sekitar 5% dari jumlah penduduk. Hipertensi juga berdampak pada kerusakan retina mikrovaskular, peningkatan intraokular dan lesi trombo emboli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek pendidikan kesehatan dengan media digital (WAG) terhadap pengetahuan dan prilaku CERDIK penderita hipertensi pada pencegahan stroke. Metode: metode pada penelitian adalah Pra-Eksperiment Design dengan pendekatanone Group Pretest-Posttest. Dalam penelitian ini peneliti melakukan (pretest) terlebih dahulu kemudian diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan melalui penggunaan media dengan mengirim pesan melalui group WhatsApp pada responden yang dijadikan sampel. Setelah diberikan perlakuan selama 4 minggu selanjutnya dievaluasi kembali dengan pengisian koesioner (posttest). Populasi dalam peneliian ini adalah penderia hipertensi grade i-III di UPTD Puskesmas Gading rejo kabupaten Pringsewu Lampung. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang  dengan tehnik sampling pourposive tehnik sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah Pendidikan kesehatan dengan media digital (WAG) dan variable dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan perilaku penderita hipertensi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji paired sample T-Test. Hasil: Uji statistik post-intervensi pada pengetahuan menunjukkan nilai p-value = 0,007 dan perilaku menunjukkan niilai p-value = 0,001.Hasil ini menunjuklan bahwa Intervensi pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan  dan perilaku penderita hipertensi Kesimpulan: pendidikan melalui WAG efektif dalam meningkatkan pengetahuan  dan perilaku penderita hipertensi dalam mencegah stroke.
Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hangat terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Mulyani, Sri; Yudiatma, Muh Firman; Putrian, Resa
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i2.819

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that often leads to severe complications such as stroke and heart failure. Non-pharmacological therapy is an essential alternative to control blood pressure without drug side effects. This study aimed to determine the effect of a combination of tomato juice and warm foot massage therapy on blood pressure among hypertensive patients in WR Jengkol Village. This research employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group Design and purposive sampling involving 34 respondents divided into intervention and control groups. The Paired T-Test results showed a significant reduction in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p-value 0.000 < 0.05), with a mean decrease of 30.59 mmHg for systolic and 15.88 mmHg for diastolic pressure, while the control group showed no significant changes. The combination of tomato juice and warm foot massage effectively lowered blood pressure through biochemical effects (lycopene, potassium, antioxidants) and physiological mechanisms (peripheral vasodilation and muscle relaxation). This therapy is recommended as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological approach for hypertension management.
Hand-Held Fan untuk Mengurangi Sesak Napas pada Pasien Kanker Paru Husna, Nur Amri; Enggarwati, Pandan; Damanik, Sri Melfa
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i2.827

Abstract

Sesak napas merupakan gejala subjektif yang sering dialami oleh pasien kanker paru yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kecemasan dan penurunan kualitas hidup. Terapi farmakologi diberikan kepada pasien namun dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan. Untuk itu, penggunaan terapi non-farmakologi seperti hand-held fan (HHF) merupakan tanggung jawab perawat dalam mengurangi penggunaan obat sesak. Berdasarkan hasil bukti ilmiah atau evidence based nursing (EBN), HHF adalah terapi modalitas menggunakan pendekatan palliative care yang dapat diterapkan untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. Penerapan EBN menggunakan critical review dan pelaksanaannya menggunakan model Stetler. Sehingga metode penelitian yang digunakan yaitu one-group pre test-post test. Penerapan EBN ini bertujuan untuk mengidentifikasi keefektifan hand- held fan untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. Sesak napas diukur menggunakan Modified Borg Scale (MBS). Penerapan EBN dilakukan kepada 6 orang pasien dengan kanker paru. Hasil penerapan EBN menunjukkan bahwa kombinasi HHF dan penggunaan pernafasan diafragma efektif dalam mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru (p=0,026; p<0,05). Hand-held fan dapat diaplikasikan perawat sebagai intervensi manajemen non farmakologi untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. 
Hubungan Komunikasi Trapeutik Perawat Dengan Kecemasan Pasien HIV Dan Keluarga Di Puskesmas Gedung Surian Handayani, Tuti; Hasanah, Nur; Pringgayuda, Fitra; Sari, Senja Atika; Karmanah, Siti
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i2.825

Abstract

Salah satu masalah P2M adalah HIV, Human Immunodeficiency Virus (HIV) menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak fungsinya. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan kemampuan perawat, melalui komunikasi dan menjalin hubungan terapeutik dengan pasien dan keluarga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien HIV dan keluarga dalam menjalani terapi di Puskesmas Gedung Surian tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 responden yang terdiri dari pasien HIV dan keluarga, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik dan tingkat kecemasan, serta dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lansia (42,1%), berjenis kelamin perempuan (71,1%), dan berpendidikan menengah (52,6%). Sebagian besar komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik (73,7%), sedangkan tingkat kecemasan pasien mayoritas ringan (44,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,010 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien HIV dan keluarga. Kesimpulannya, semakin baik komunikasi terapeutik perawat, maka tingkat kecemasan pasien dan keluarga dalam menjalani terapi semakin rendah.
Katagori Kualitas Hidup Pasien Pasca Open Reduction External Fixation (OREF) Di RS Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta Widiyono, Widiyono; Herawati, Vitri Dyah; Sumarni, Rantiningsih; Riyanto, Riyanto
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i2.791

Abstract

Open reduction external fixation (OREF) adalah terapi untuk patah tulang. OREF besar pada ekstremitas bawah, bersama dengan adanya implan yang terlihat dari luar, terkadang dapat menyebabkan pasien merasa malu, tidak nyaman, tidak dapat melakukan tugas sehari-hari, dan sangat bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mendasar mereka. Masalah fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan adalah beberapa masalah yang dihadapi pasien dengan OREF ekstremitas bawah; keadaan ini dapat berdampak pada kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kualitas hidup pasien yang menerima OREF. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif. Ada 62 responden dalam sampel penelitian. WHOQoL-BREF adalah alat ukur kualitas hidup yang sering digunakan. Menurut temuan penelitian, 40,3% pasien OREF memiliki kualitas hidup yang sebagian besar berada dalam kisaran sedang. Perawat perlu memberikan dukungan psikologis pasca hospitalisasi bagi pasien agar dapat meningkatkan kualitas hidup
Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Video Animasi Tentang Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan Siswi Di SMPN 22 Pesawaran Marliyana, Marliyana; Fitri, Feni Elda; Suryadi, Suryadi; Andaradika, Naura Aprilla
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i2.832

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pencegahan stunting sejak remaja, khususnya pada siswi, sangat penting mengingat peran mereka sebagai calon ibu. Promosi kesehatan menggunakan media video animasi dinilai sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, dengan sampel yang dipilih dengan teknik random sampling berjumlah 66 siswi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan video animasi, dengan hasil nilai p-value = 0,002 (< 0,005) yang berati Ha diterima. Sebelum intervensi, sebagian besar siswi memiliki pengetahuan kurang (57,5%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 93,3% berpengetahuan baik. Kesimpulan promosi kesehatan menggunakan media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswi tentang pencegahan stunting. Kata kunci      : Stunting, Video Animasi, Promosi Kesehatan, Pengetahuan, RemajaKepustakaan  : 65 (2020-2025) ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem that affects the physical growth and cognitive development of children. Prevention of stunting since adolescence, especially in female students, is very important considering their role as future mothers. Health promotion using animated video media is considered an effective method in increasing adolescent knowledge. This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach, with a sample selected by random sampling technique totaling 66 female students. Data were collected using a knowledge questionnaire before and after the intervention, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the knowledge of schoolgirls after being given health promotion using animated videos, with the results of the p-value = 0.002 (<0.005) which means Ha is accepted. Before the intervention, most of the schoolgirls had poor knowledge (57.5%), and after the intervention it increased to 93.3% with good knowledge. Conclusion Health promotion using animated video media is effective in increasing the knowledge of schoolgirls about stunting prevention.  Keywords   : Stunting, Animated Video, Health Promotion, Knowledge, AdolescentsLiteraturey: 65 (2020-2025)