cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)
ISSN : 20888139     EISSN : 24432946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMPF is the first open access journal in Indonesia specialized in both research of pharmaceutical management and pharmacy practice. Articles submitted in JMPF are peer reviewed, we accept review articles and original research articles with no submission/publication fees. JMPF receives manuscripts in both English (preferably) and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. JMPF is also open for various fields such as pharmaceutical management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, social pharmacy, pharmaceutical marketing, goverment policies related to pharmacy, and pharmaceutical care.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3" : 21 Documents clear
FAKTOR PREDIKTOR TIDAK TERCAPAINYA TARGET TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK AKUT Amboro, Wisnu; Puspitasari, Ika; Pinzon, Rizaldi T
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.149

Abstract

Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah otak pecah disebabkan karena tekanan darah tinggi. Obat antihipertensi banyak digunakan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragikakut yang diobati dengan antihipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitisdilakukan dengan menggunakan case control study. Subyek penelitian adalah pasien stroke hemoragik akut yang memenuhi kriteria inklusi dan diobati dengan antihipertensi.Pasien diklasifikasikan kedalam kelompok kasus jika hasil rekam medis dan stroke register menunjukkan tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien stroke hemoragik akut dengan tekanan darah ≤140/90 mgHg.Faktor prediktor yang diteliti berupa jenis kelamin, usia, komorbid, obat penyerta, jumlah komorbid, golongan antihipertensi, jumlah antihipertensi, sediaan antihipertensi, dan baseline tekanan darah. Data dianalisis menggunakan bivariat dan multivariat. Pada studi ini150 pasien stroke hemoragik akutmemenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki (OR=2,279; 95% CI=1,137–4,571; p=0,020) dan pasien dengan komorbid gangguan ginjal (OR=2,733; 95% CI=1,047-7,135; p=0,040) memiliki pengaruh paling signifikan terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Usia, komorbid (hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, diabetes mellitus), obat penyerta, jumlah komorbid, antihipertensi (golongan, jumlah, sediaan), dan baseline tekanan darah tidak memiliki pengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Faktor prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragik akut adalah jenis kelamin laki-laki dan gangguan ginjal.
HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI Amalia, Amalia; Andayani, Tri Murti; Yuniarti, Endang
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.144

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya meningkat terus. Komplikasi DM merupakan salah satu faktor yang bisa menaikkan biaya. Penelitian bertujuan mengetahui komponen biaya yang paling berpengaruh pada biaya DM, mengetahui jenis komplikasi yang menimbulkan biaya paling besar, dan mengetahui adakah perbedaan signifikan biaya rata-rata per episode perawatan antara biaya terapi DM tanpa dan dengan komplikasi. Jenis penelitian adalah analisis non eksperimental dengan rancangan cross sectional study. Data diambil dari rekam medik pasien dan bagian keuangan rumah sakit secara retrospektif. Kriteria inklusi adalah pasien dengan diagnosis utama DM dengan/tanpa komplikasi baik rawat jalan maupun inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari sampai Juni 2014. Biaya yang dihitung adalah biaya medis langsung (perspektif rumah sakit). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik subjek penelitian dan alokasi biaya. Uji korelasi bivariate untuk mengetahui hubungan komponen biaya dan biaya terapi DM. Uji T dua sampel independen untuk uji perbedaan biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi untuk data terdistribusi normal, sedangkan apabila data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pasien DM Rp 816.967.440,00 (55,58% rawat inap dan 44,42% rawat jalan). Komponen biaya yang paling berpengaruh adalah biaya obat, kecuali pada rawat inap DM dengan komplikasi (biaya tindakan medik). Nephropati merupakan komplikasi yang menggunakan biaya rata-rata tertinggi sebesar Rp 556.940,00 ± 535.451(rawat jalan) dan retinopati sebesar Rp 9.780.350,00 ± 3.739.534 dalam satu episode rawat inap. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi, kecuali pada biaya terapi pasien rawat inap kelas III.
FAKTOR PREDIKTOR TIDAK TERCAPAINYA TARGET TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK AKUT Wisnu Amboro; Ika Puspitasari; Rizaldy T Pinzon
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.210

Abstract

Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah otak pecah disebabkan karena tekanan darah tinggi. Obat antihipertensi banyak digunakan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragikakut yang diobati dengan antihipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitis dilakukan dengan menggunakan case control study. Subyek penelitian adalah pasien stroke hemoragik akut yang memenuhi kriteria inklusi dan diobati dengan antihipertensi. Pasien diklasifikasikan kedalam kelompok kasus jika hasil rekam medis dan stroke register menunjukkan tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien stroke hemoragik akut dengan tekanan darah ≤140/90 mgHg. Faktor prediktor yang diteliti berupa jenis kelamin, usia, komorbid, obat penyerta, jumlah komorbid, golongan antihipertensi, jumlah antihipertensi, sediaan antihipertensi, dan baseline tekanan darah. Data dianalisis menggunakan bivariat dan multivariat. Pada studi ini150 pasien stroke hemoragik akut memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki (OR=2,279; 95% CI=1,137–4,571; p=0,020) dan pasien dengan komorbid gangguan ginjal (OR=2,733; 95% CI=1,047-7,135; p=0,040) memiliki pengaruh paling signifikan terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Usia, komorbid (hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, diabetes mellitus), obat penyerta, jumlah komorbid, antihipertensi (golongan, jumlah, sediaan), dan baseline tekanan darah tidak memiliki pengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Faktor prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragik akut adalah jenis kelamin laki-laki dan gangguan ginjal.Kata kunci: stroke hemoragik, antihipertensi, faktor prediktor
ANALISIS KARAKTERISTIK PIMPINAN DAN RUMAH SAKIT DALAM PRAKTEK STERILISASI YANG BAIK Ansyori, Achmad Kadri; Satibi, Satibi; Mulyaningsih, Rosita
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.147

Abstract

Central Steril Supply Departement (CSSD) merupakan salah satu unit pengelola alat kesehatan dan linen steril pada fase akhir di rumah sakit, sehingga CSSD merupakan ujung tombak terjaminnya sterilitas alat kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kesehatan yang mampu mengelola kinerja CSSD secara baik, serta dapat pula menjamin semua produk CSSD di rumah sakit agar dapat dikelola secara optimal sesuai kebutuhan medis. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan dan perbedaan karakteristik pimpinan dan karakteristik rumah sakit terhadap praktek sterilisasi yang baik di CSSD rumah sakit. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Alat yang digunakan adalah kuesioner. Lokasi penelitian yaitu 23 rumah sakit kelas A dan B di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 38 responden, terdiri dari kepala dan sub divisi CSSD. Analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif analitik, serta merupakan penelitian korelasi Spearman’s rank, uji T, dan anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan perbedaan karakteristik pimpinan CSSD (tingkat pendidikan, jenis kelamin, pimpinan yang mengetahui CSSD dan memahami proses sterilisasi sebelum bekerja di CSSD) terhadap praktek sterilisasi yang baik di CSSD. Adanya hubungan signifikan karakteristik rumah sakit berdasarkan jumlah tempat tidur terhadap praktek sterilisasi yang baik di CSSD dengan nilai signifikasi 0,015. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara profesi tenaga kesehatan CSSD (apoteker, perawat, kesehatan masyarakat) terhadap praktek sterilisasi yang baik di CSSD rumah sakit.
ANALISIS KINERJA DAN PEMETAAN STRATEGI INSTALASI FARMASI MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD Amanda Marselin; Satibi Satibi; P. E. Wardani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.228

Abstract

Pengukuran kinerja perlu dilakukan di instalasi farmasi. Balanced scorecard menggunakan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Tujuan penelitian ialah mengukur kinerja instalasi farmasi menggunakan balanced scorecard serta menyusun peta strategi yang paling sesuai untuk pengembangan instalasi farmasi. Penelitian termasuk penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan prospektif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2014 sampai Februari 2015 menggunakan kuesioner, lembar pengamatan, dan pedoman wawancara. Kinerja pada balanced scorecard diukur melalui indikator dalam perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil pengukuran kinerja dikombinasi dengan analisis strengths weaknesses opportunities threats (SWOT) digunakan dalam pembuatan peta strategi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang baik pada indikator pertumbuhan pendapatan, kepuasan pelanggan, keterjaringan pelanggan, pertumbuhan pelanggan, ketersediaan obat, kepatuhan formularium, persentase stok mati, persentase perbekalan farmasi expired date (ED) dan rusak, analisis unit dose dispensing, produktivitas karyawan, turn over karyawan, kepemimpinan, dan kerja tim. Indikator yang memerlukan perbaikan kinerja antara lain inventory turn over ratio (ITOR), dispensing time, kepuasan kerja karyawan, pelatihan karyawan, budaya organisasi, keselarasan, dan kapabilitas sistem informasi. Posisi instalasi farmasi berada pada kuadran III matriks SWOT dengan strategi memperbaiki kelemahan untuk mengambil kesempatan. Peta strategi memprioritaskan penguatan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan farmasi sehingga terjadi peningkatan pertumbuhan pelanggan dan pertumbuhan pendapatan. Peningkatan profit dapat tercapai melalui pertumbuhan pendapatan yang meningkat dan efisiensi biaya pada perspektif keuangan.Kata kunci: kinerja, balanced scorecard, analisis SWOT, peta strategi
PENGARUH PEMBERIAN HOME CARE OLEH APOTEKER PADA PASIEN DIABETES MELITUS M. Rifqi Rokhman; Chlara Nikke Darakay; Rakta Raditya
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.213

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan komprehensif bagi pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 pada fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah home care. Penelitian bertujuan melihat pengaruh pemberian home care oleh apoteker terhadap tingkat kepatuhan, kadar glukosa darah sewaktu (GDS), dan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Penelitian termasuk kuasi eksperimental yang dilakukan di Puskesmas Srandakan, Bantul pada Maret hingga Juni 2015 dengan metode pretest-posttest design with control group. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Sebanyak 58 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing sebanyak 29 pasien. Pemberian home care dilakukan dalam bentuk konseling di rumah pasien. Pengukuran kepatuhan menggunakan Morisky Modified Adherence Scale 8, kadar GDS didapat dari rekam medis pasien, dan kualitas hidup diukur dengan Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa pemberian home careoleh apoteker dapat meningkatkan kepatuhan, kualitas hidup total, dan menurunkan kadar GDS pasien kelompok perlakuan secara signifikan. Namun demikian,kenaikan kepatuhan, kualitas hidup total, dan penurunan kadar GDS pasien tersebut belum berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hanya perbaikan domain efek pengobatan dan frekuensi gejala dari kualitas hidup pasien yang berbeda signifikan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kata kunci: home care, apoteker, diabetes mellitus, kepatuhan, kualitas hidup
PERSEPSI PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS OBAT GENERIK Nurul Mardiati; Sampurno Sampurno; Chairun Wiedyaningsih
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.208

Abstract

Upaya peningkatan penggunaan obat generik sebenarnya sudah dilakukan pemerintah jauh sebelum pemberlakuan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Akan tetapi, persepsi pasien terhadap obat generik di masa penerapan JKN ini dinilai oleh banyak pengamat masih buruk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi pasien terhadap kualitas obat generik ditinjau dari dimensi safety, efficacy, dan acceptability serta mengidentifikasi pengaruh karakteristik pasien dengan persepsi pasien. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain survei cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 150 responden. Penelitian dilakukan di RS PKU Muhammadiyah 1, Yogyakarta, Indonesia. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis bivariat (uji Chi-square dengan alternatif yaitu uji Kolmogorov-Smirnov) dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap kualitas obat generik mayoritas tergolong baik, yaitu sebesar 113 responden (75,3%), rata-rata skor mulai dari yang terbesar berturut-turut safety (3,02), efficacy (2,75), dan acceptability (2,73). Hal ini bermakna bahwa pasien percaya dengan kualitas obat generik. Analisis bivariat menunjukkan persepsi pasien tidak dipengaruhi secara signifikan oleh usia dan jenis kelamin. Analisis multivariat menunjukkan persepsi pasien secara positif dan signifikan dipengaruhi tingkat pendidikan dan status kepemilikan asuransi kesehatan, namun tidak signifikan dipengaruhi tingkat penghasilan per bulan.Kata kunci: persepsi pasien, kualitas, obat generik
PENGARUH PEMBERIAN HOME CARE OLEH APOTEKER PADA PASIEN DIABETES MELITUS Rokhman, Muhammad Rifqi; Darakay, Chlara Nikke; Raditya, Rakta
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.152

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan komprehensif bagi pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 pada fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah home care. Penelitian bertujuan melihat pengaruh pemberian home care oleh apoteker terhadap tingkat kepatuhan, kadar glukosa darah sewaktu (GDS), dan kualitas hidup pasien DM tipe 2.Penelitian termasuk kuasi eksperimental yang dilakukan di Puskesmas Srandakan, Bantul pada Maret hingga Juni 2015 dengan metode pretest-posttest design with control group. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Sebanyak 58 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing sebanyak 29 pasien. Pemberian home care dilakukan dalam bentuk konseling di rumah pasien. Pengukuran kepatuhan menggunakan Morisky Modified Adherence Scale 8, kadar GDS didapat dari rekam medis pasien, dan kualitas hidup diukur dengan Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa pemberian home careoleh apoteker dapat meningkatkan kepatuhan, kualitas hidup total, dan menurunkan kadar GDS pasien kelompok perlakuan secara signifikan. Namun demikian,kenaikan kepatuhan, kualitas hidup total, dan penurunan kadar GDS pasien tersebut belum berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hanya perbaikan domain efek pengobatan dan frekuensi gejala dari kualitas hidup pasien yang berbeda signifikan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya; Rahmawati, Fita; Wahyono, Djoko
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.150

Abstract

Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan isu besar dalam kesehatan masyarakat dan keamanan pasien. Masalah utama pemakaian antibiotik pada anak adalah penentuan jenis antibiotik, dosis, interval, dan rute pemberian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase antibiotik yang rasional (kategori 0) dan apa saja jenis ketidakrasionalan (kategori II-V), serta untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi yang di capai. Penelitian merupakan penelitian observasional menggunakan metode cohort. Pengambilan data pada penelitian dilakukan secara retrospektif dan prospektif selama periode November 2014 sampai Februari 2015. Sampel penelitian adalah pasien pediatri di bangsal rawat inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas antibiotik menggunakan metode Van der Meer dan Gyssens kemudian dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara rasionalitas antibiotik dengan luaran terapi dianalisis menggunakan Chi-square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil evaluasi terhadap penggunaan antibiotik pada 385 regimen menunjukkan 23,9% penggunaan antibiotik rasional. Jenis ketidakrasionalan, yaitu kategori V (8,6%); kategori IV A (22,3%); kategori IV C (20%); kategori IV D (1,6%); kategori II A (44,4%); kategori IV B (37,7%). Hasil analisis hubungan rasionalitas dengan luaran terapi menunjukkan tidak ada hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi (p>0,05).
HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI Amalia Amalia; Tri Murti Andayani; Endang Yuniarti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.227

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya meningkat terus. Komplikasi DM merupakan salah satu faktor yang bisa menaikkan biaya. Penelitian bertujuan mengetahui komponen biaya yang paling berpengaruh pada biaya DM, mengetahui jenis komplikasi yang menimbulkan biaya paling besar, dan mengetahui adakah perbedaan signifikan biaya rata-rata per episode perawatan antara biaya terapi DM tanpa dan dengan komplikasi. Jenis penelitian adalah analisis non eksperimental dengan rancangan cross sectional study. Data diambil dari rekam medik pasien dan bagian keuangan rumah sakit secara retrospektif. Kriteria inklusi adalah pasien dengan diagnosis utama DM dengan/tanpa komplikasi baik rawat jalan maupun inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari sampai Juni 2014. Biaya yang dihitung adalah biaya medis langsung (perspektif rumah sakit). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik subjek penelitian dan alokasi biaya. Uji korelasi bivariate untuk mengetahui hubungan komponen biaya dan biaya terapi DM. Uji T dua sampel independen untuk uji perbedaan biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi untuk data terdistribusi normal, sedangkan apabila data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pasien DM Rp 816.967.440,00 (55,58% rawat inap dan 44,42% rawat jalan). Komponen biaya yang paling berpengaruh adalah biaya obat, kecuali pada rawat inap DM dengan komplikasi (biaya tindakan medik). Nephropati merupakan komplikasi yang menggunakan biaya ratarata tertinggi sebesar Rp 556.940,00 ± 535.451(rawat jalan) dan retinopati sebesar Rp 9.780.350,00 ± 3.739.534 dalam satu episode rawat inap. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi, kecuali pada biaya terapi pasien rawat inap kelas III.Kata kunci: komplikasi, diabetes melitus, komponen biaya

Page 2 of 3 | Total Record : 21