Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008"
:
9 Documents
clear
SERTIFIKASI SEBAGAI IKON DALAM PEMASARAN PENDIDIKAN
Eka Prihatin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (734.242 KB)
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6285
Sertfkasi guru merupakan sebuah lisensi yang menunjukkan bahwa seseorang sudah memiliki hak menyandang profesi guru. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuh yang d sinyar merupakan indikator kelayakan / keprofesionalan seorang guru. Dipandang dari beberapa sudut semuanya memberkan respon yang positif, demikian juga apabila pandang dai sudut pemasaran pendidikan. Tingginya tingkat, kompetitor anta lembaga pendidikan memunculkan sertifikasi sebagai sebuah ikon dalam memasarkan pendidikan. Secara sederhana bisa dikemukekan bahwa semakin banyak guru di sekolah tersebut yang menyandang sertifikasi, maka akan semakin tinggi mutu proses belajar mengajar dan akan semakin tinggi pula mutu hasil pendidikan tersebut Mamasyarakat dapat merasakan dan mengakui mutu tersebut maka akan mampu mendptakan kepuasan terhadap pelanggan penddikan, kepuasan Kusendiri akan membentuk nyatta sadari pelanggan, dan semakin loyalpelanggan terhadap lembaga maka akan semakin tinggi permintaan masyarakat terhadap produk lembaga. Tinggnya permintaan akan menadi driver force bagi pertumbuhan lembaga pendidikan.
PROFESI GURU DALAM KONSEP DAN TEORI
Sukarti Nasihin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.426 KB)
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6279
Dengan lahirnya UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, didafamnya tersirat penegasan bahwa pekerjaan guru mentpakan sebuah profesi, dimana tindak lanjutnya dilakukan sertifikasi untuk memilah mana gunr yang telah profesional dan mana guru yang belum profesional. Penilaian ke-profesionalan tersebut tersebut masih terbatas dalam penilaan portofolio, dan sampai saat ini penilaian tersebut merupakan peailalah yang akurat untuk menentukan bahwa semang guru layak menyandang predikat professional dengan memiBki sertifikat yang menunjukkan legalitas! kelayakan guru yang professional. Sehingga sertifikasi bag gunr merupakan lebel ke-profesionalannya yang inklude didalamnya dengan hak dan kewajiban, serta kode etik yang hams dipatuhi
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG TINDAK KEKERASAN GURU DENGAN KONSEP DIRI
Setiawati Setiawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.568 KB)
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6296
Seiring dengan proses berjalannya waktu indivdu berkembang dan mempejari setiap hal yang ada di lingkungannya dan membentuk suatu persepsi-persepsi dengan didasari oleh penglihatan, pendengaran, perasaannya terhadap lngkungan dan keselumhan persepsi tersebut kemudian menjadikan sebuah konsep d r pada individu. Penelitian ini menerangkan bagaimana kosep diri sisw a ketika mereka menerima tindakan yang kurang berkenan terhadap dirnya, apakah bersifat progresif, agresif, atau degradatif. Hal ini tergantung pada tingkat sensitivitas siswa dan tingkat perilaku guru, semakin tinggi tingkat sensitifitas siswa dan tingkat perilaku penyimpang gunru maka semakn berkurang persepsi siswa terhadap dan semakin rendah konsep diri siswa. Begitu pula sebaiknya.
REVITALISASI COOPERATIVE LEARNING MODEL THINK PA1R SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Rochdi Simon
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.91 KB)
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6281
Pada umumnya, proses pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) masih bersifat klasikal, karena berbagai hai pada saat pembenaran berlangsung siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru, sehingga ketika dilakukan ujian berupa tes ulangan mereka memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Kurangnya keberhasilan siswa dalam pembelajaran dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu yang berkaitan dengan siswa adalah suitnya berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesame, terutama keb'ka mencoba memecahkan masalah pelajaran yang dianggap suit tingkat pemahamannya dan merekapun enggan bahkan takut untuk bertanya kepada gurunya dengan berbagai alasan. Oleh sebab iu, perlu digunakan kembali proses pembelajaran ketjasama atau yang lebih dikenal dengan CooperatifLeaming. Adapun faWor eksternal yaitu faktor lingkungan dan kebijakan sekolah yang kurang dapat mengakomodr dinamisasi perkembangan anak dan kompleksitas permasalahan pembelajaran pada satuan pendidikan
DIALOG PROFESIONAL PENJAMINAN MUTU
Aan Komariah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.293 KB)
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6253
Dialog profesional merupakan salah satu teknik utama dalam penyelenggaraan supervisi pendidikan. Pengawas sekolah perlu mengembangkan dalog profesional sebagai upaya perbaikan dan peningkäan profesionalisme gum. Diäog hendaknya dlfakukan secara persuasif dan ditujukan bagi usaha membangun motivasi guru dalam melaksanakan tugasnya dan sebagai wahana menumbuhkan komitmen gum untuk memberikan pelayanan pendidikan secara berkualitas. Dialog profesional yang irtensif dan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsfp komunikasi interpersonal yang efektif merefresentasikan peran pengawas sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap penjaminan mutu pendidikan. Untuk menjamin terjalinnya komunikasi interpersonal yang efektif dalam dialog profesional, pengawas pertu memiliki keterampilan dalam mengembangkan diäog profesionä terutama meläui pengembangan pola- pola pembicaraan individual.
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA
Yayah Pujasari;
Nurdin Nurdin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6297
Dengan telah digulirkannya Undang-undang mengena sertfikasi guru dan dosen, maka sistem pendidikan sudah merubah nasib guru dan dosen secara ñnansial maupun moral. Namun pada kenyataannya tidak semua guru dan dosen dapat merasakan pembahan nasib tersebut, hal ini di sebabkan sistem manajerial pendidkan di indonesa belum berjalan dengan baik. Dalam mencapai sertifíkasi yang sesuai dengan tuntutan pemerintah, diperlukan berbagai persyaratan yang memadai diantaranya guru harus memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditentukan oleh Undang-undang. Kompetensi yang paling mudah diteliti dan diukur salah satunya yaitu kompetensi profesional guru. Dengan kompetensi profesonal yang memadai diharapkan guru dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Namun kompetensi profesonal peru diwujudkan pula dalam bentuk standar kompetensi yang memadai dan hal tersebut memerlukan alat ukur dan alat kontrol yang tepat agar semua guru dapat dan mampu mencapai kompetensi profesional yang dharapkan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh stakeholder dunia pendidikan.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENGIKUTI SERTIFIKASI
Asep Suryana;
Sri Wiarti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6282
Tuntutan atas Kreativitas bagi guru bergulir seiring dengan tugas dan tanggung'awabnya serta tuntutan atas profesinya. Kreativitas guru terlihat dalam tugasnya yaitu terutama dalam proses belajar mengajar. Tidak ada guni yang sama sakai tidak memiliki kreativitas, yang menjad persoalan adalah bagaimanakah mengembangkan kreativitas tersebut Dalam aktualisasinya, derajat kreativitas guru-guru dapat dbedakan tinggi rendahnya berdasarkan kriteria tertentu.Sebelumnya, kita dudukan terlebih dahulu dua pengertian sertifikasi dan portofolio, model pengembangan tenaga kependicfikan melalui sertifikasi dengan penilaian portofolio mengandung pengertian bahwa proses pengembangan dapat diakukan melalaui proses penilaian atas seluruh pekerjaan yang pernah dan sedang diakukan guru dan sebagai aspek legal formalnya dkeluarkan bentuk sertifikat yang akan melekat dalam pekerjaan yang dilakukanHasil dialog dengan guru dperoleh beberapa strategi dalam mempersiapkan sertifikasi serta kendala dan hambatan yang drasakan dalam prosesnya. Hal ini perlu disikapi oleh para pengambil keputusan upaya apa yang harus diakukan dan dpertahankan sekaitan dengan persiapan kearah pengembangan profesi guru melalui sertifikasi, bagaimana menstimulasi mereka sehingga muncul kreativitasnya.
MOTIVASI ORANG TUA DALAM MENYELENGGARAKAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH RUMAH BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KOMUNITAS BELAJAR HOME SCHOOLING: RUMAH KERLIP BANDUNG.
Iip Masripah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6298
Munculnya model periditSkan sekolah nrmah sebagai salah satu bentuk pendidikan alternatif dalam upaya memenuhi kebutuhan penddikan masyarakat Indonesia, khususnya bagi Pendidikan Anak Usa Dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini sebagai pendidikan pertama yang paling penting diberikan kepada anak, merupakan jenjang yang paling tepat untuk menggunakan model penddikan sekolah rumah, dimana model pendidikan sekolah rumah ini menggunakan suasana rumah dan keuarga sebagai dasar pendidikannya.
PENGARUH AKREDITASI SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK SE-KOTA BANDUNG
Sururi Sururi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jap.v8i2.6295
Penelitian ini ingin mengetahu dan mengungkapkan gambaran aktual mengenai akredriasi sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan se-Kota Bandung. Penelitian ini penting dilakukan karena Proses peningkatan mutu pendidikan dapat di lakukan salah satunya dengan akreditasi sekoah. Akreditasi sekolah ini merupakan proses penilaian kelayakan sekolah dalam menyelenggarakan kegatan pendidikan. Adapaun tujuan yang ingin dicapai adalah (1) bagaimana gambaran akreditasi sekolah pada Sekolah Menengah Keuntan se-kota Bandung, (2) Bagaimana gambaran penngkatan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuman se-Kota Bandung, (3) Bagaimana pengamh antara akreditasi sekolah dengan peningkatan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuman se-K ota Bandung Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskrptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang disebarkan kepada Ketua Program Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri maupun swasta yang telah terkareditasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung.