cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Komunitas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Peranan Penyuluhan Sosial Dalam Meningkatkan Integrasi Sosial: Sebuah Pilihan Kebijakan Role of Social Counseling to Improve Social Integration: A Policy Option Sahawiah Abdullah
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dengan wilayah yang sangat luas, selain persoalan ekonomi adalah konflik sosial, baik horizonal maupun vertikal. Banyak kasus disintegrasi sosial terjadi karena tidak memadainya informasi dan adanya perilaku masyarakat yang mudah dipengaruhi melakukan tindakan anarkis. Penyuluhan sosial adalah alat yang dapat mengatasi persoalan tersebut karena merupakan upaya untuk mengubah perilaku khalayak sasaran melalui proses penyebaran informasi  dan proses pengembangan sosial, untuk terciptanya perubahan perilaku khalayak sesuai dengan kebutuhan dan harapannya. Kebijakan Kementerian Sosial relatif masih sangat kurang dalam mendayagunakan penyuluhan sosial sebagai unsur sekaligus alat terdepan guna meningkatkan integrasi sosial dan mengatasi disintegrasi sosial. Hasil penelitian kebijakan yang dilakukan di enam Propinsi, yaitu Sulawesi Tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur membuktikan persoalan tersebut terjadi. Kata kunci : Kebijakan sosial,  integrasi sosial, konflik sosial, informasi, penyuluhan sosial   Abstract Problem faced Indonesian nation with area that is spacious, in addition to problem economy is social conflict, horizonal as well as vertical. Many social disintegration case happened because not satisfies him information and existence social behavior that impressionable to do anarchic action. Social c Bottom of Form counseling is tool that can overcome problem because is effort for turning target audience behavior through process dissemination of information and social development process, to created by him appropriate audience behavior change with need and the hope. The policy of social affair still very less in using social counseling as element as well as foremost tool for improve social integration and overcome social disintegration. Policy research result conducted in six Propinsi, namely Sulawesi Tengah, Lampung, Banten, West Java, Central Java, and East Java prove problem happened. Keywords: Social policy, social integration, social conflict, information, social counseling
Enam Judul Tulisan Pada Terbitan Volume 12 Nomor 1 Juni 2013 Semua Penulis
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jurnal Pemberdayaan Komunitas Volume 12 Nomor 1 yang dipublikasi pada bulan Juni 2013 ini dimulai dari Editorial berjudul Perjalanan Panjang Pengakuan Pekerjaan Sosial sebagai Profesi di Indonesia yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi. Sesudah itu enam tulis, terdiri dari: 1) Strategi Kebijakan Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia oleh Abu Huraerah, 2) Pengaruh Siaran Transnasional terhadap Perilaku Remaja di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan oleh Matias Siagian, 3) Implementasi Program Pembinaan Waria oleh Lembaga Kasih Rakyat di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang oleh Mastauli Siregar, 4) Studi Komparatif Pemberdayaan Anak Jalanan pada Pusat Kajian Perlindungan Anak dan Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak oleh Berlianti, 5) Perbedaan Biaya Produksi dan Produktivitas Bawang Merah Pada Lahan Sawah dan Kering dengan Sistem Rotasi dan Non Rotasi oleh Tonny Hendra Nadeak, dan 6) Kebijakan Profesionalisme Pekerja Sosial di Indonesia oleh Sahawiah Abdullah.
Enam Judul Tulisan Pada Terbitan Volume 12 Nomor 2 Desember 2013 Semua Penulis
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jurnal Pemberdayaan Komunitas Volume 12 Nomor 2 yang dipublikasi pada bulan Desember 2013 ini dimulai dari Editorial berjudul Implementasi Welfare State Indonesia di Era Otonomi Daerah: yang Semula State Obligation Menjadi Kedermawanan Kepala Daerah yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi. Sesudah itu enam tulisan, terdiri dari: 1) Faktor Potensi Kekerasan Orangtua terhadap Anak: Studi Kasus di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi oleh Fuji Lestari Perdani dan Husmiati Yusuf, 2) Efektivitas Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan yang Dihadapi Siswa Dharmawangsa Medan dalam Pemilihan Jurusan oleh Berlianti, 3) Respon Masyarakat terhadap Pengemis di Simpang Jalan Kota Medan oleh Matias Siagian, 4) Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Administrasi Petugas Kecamatan di Kota Medan oleh Rasudyn Ginting, 5) Analisis Pola Asuh Orangtua Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Binaan Al-Kamal Sibolangit Centre oleh Mastauli Siregar, dan 6) Peranan Penyuluhan Sosial Dalam Meningkatkan Integrasi Sosial: Sebuah Pilihan Kebijakan oleh Sahawiah Abdullah.
Perjalanan Panjang Pengakuan Pekerjaan Sosial sebagai Profesi di Indonesia Pemimpin Redaksi
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak ada
Editorial: Implementasi Welfare State Indonesia di Era Otonomi Daerah: yang Semula State Obligation Menjadi Kedermawanan Kepala Daerah Pemimpin Redaksi
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak ada
Dilema Lembaga Kesejahteraan Sosial Bidang Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba: Antara Kuantitas dan Kualitas Pemimpin Redaksi
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak ada
Evaluasi Pelaksanaan Program Beras untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Evaluation of Implementation of Rice for Poor Family Program in Kelurahan Tanjung Marulak Rambutan Subdistrict – Tebing Tinggi Tuti Atika
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keluarga miskin adalah keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimumnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Standar hidup yang rendah dalam masyarakat miskin akan mengakibatkan efek lanjutan seperti rendahnya kualitas makanan yang dikonsumsi dimana selanjutnya akan mengakibatkan rendahnya tingkat kesehatan mereka. Akibat lainnya adalah, jutaan anak-anak tidak memperoleh pendidikan yang berkualitas, tidak adanya perlindungan bagi keluarga, rapuhnya nilai-nilai moral yang akan menimbulkan berbagai tindakan kenakalan. Sesungguhnya Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan, dimana salah satu di antaranya adalah program beras untuk keluarga miskin. Pemberian subsidi beras diharapkan membantu masyarakat miskin sehingga masalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan beras dapat dikurangi, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi yang positif untuk mengurangi masalah kemiskinan di Indonesia. Indikator keberhasilan implementasi program beras untuk keluarga miskin terwujud dalam ketepatan sasaran program, ketepatan kuantitas beras yang diterima,  ketepatan waktu penyaluran, ketepatan administrasi, dan ketepatan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi, berupa penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode kajian dokumentasi dan  kajian lapangan dengan melalui penyebaran angket, juga melalui wawancara maupun observasi. Hasil penelitian antara lain menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan program sudah baik, namun masih memiliki kelemahan. Kelemahan implementasi program antara lain pada  sosialisasi program dan pengumpulan data yang berkenaan dengan keluarga miskin.Kata kunci: raskin, kesejahteraan sosialAbstractA poor family is a family who cannot afford to meet their basic physical need as human being. The low life standard in poor society will cause continual chain effect, such as the decline in nutrient which is not suitable to be consumed because it will reduce the level of health. Millions of children cannot have a  certain quality of education, there is no access for public service, there is no investment, there is no protection for family, as well as the fragility of morality values which can create many kinds of crimes. The government have done a lot of affort to overcome poverty, one of them is Raskin Program. The distribution of the subsidized rice will help most of poor society so the expense of households for food can be reduced. Finally it will give positive contribution to poverty prevention in Indonesia. The indicator of Raskin program is shown by the achievement of 6T target i.e : appropriate target of benefit receiver, appropriate number, appropriate time,  appropriate administration and appropriate quality. This research was carried out in Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi by using descriptive method. To obtain the data needed, this research used book study of data collecting technique and field study which consist of distributing questionnaire , interview and observation. Based on the result of the research it was known the evaluation of Raskin program has gone well in general, but there is still weakness. The weakness is the lack of socialization and the data collection of the poor society.Keywords: raskin, social welfare.
Bentuk-Bentuk Kekerasan yang Dialami Perempuan Warga Komplek Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara Form Of Violence Ecperienced by Women Citizens Complex Dinas Peternakan North Sumatera Province Hairani Siregar
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Sebagai sebuah negara yang ikut dalam deklarasi tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan, di antaranya menyebutkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah sikap tindakan berdasarkan jenis kelamin yang mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual dan psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di depan umum maupun dalam kehidupan pribadi. Penelitian ini dilaksanakan pada perempuan warga komplek Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Dengan hasil menunjukkan bahwa persepsi yang bervariasi  antara lain kekerasan yang dialami oleh perempuan. Bentuk-bentuk kekerasan yang dialami berupa kekerasan fisik, psikologi, seksual dan kekerasan budaya. Kata kunci: kekerasan dan perempuan   Abstract Violence against women can happen everywhere, everytime and everyone. As a country is participating in the declaration about elimination of violence against women, among states that violence against women is every action based on sex resulted misery or suffery to women in physical, sexual, and psychological indude threats certain action, coercion and deprivation the independence arbitrarity, whether occuring in public or in privat. The research was conduction in womwn citizens complex Dinas Peternakan North Sumatera Province. The result showing perception varied among other to violence experienced by women. The form of violence experienced by women is physical violence, psychological,sex and cultere violence. Keywords: violence and women
The Development of Parent’s Education Rationalization Towards The Orientation to Choose English Department Of Faculty Of Letters In Higher Education Sismudjito Sismudjito
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Rationalization of parent’s education is an intended action thru meaningful consideration and thought to choose higher education institution. This rationale is based on the data derived from many information resources which can predict many future possibilities before it comes to a decision. New orientation is as a change of self conception and parent’s education rationalization in giving choice of many conventional options before a child enter English Department, of faculty of letters in higher education institution. Due to this, somebody’s action is usually based on the stipulated objective, interest and motivation or may be by both. Children’s interest in this case, gives intrinsic motivation for themselves. Thus, orientation in choosing higher education of faculty of letters, English Department can be happened because of the rationalization influence of parent’s education and communication. Key words : Rationalization, communication and interest to choose in higher education
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Usia Muda Studi Kasus di Kelurahan Sawit Seberang Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat The Factors That Cause The Young Age Of Marriage In The Village Of Case Studies Across The Sawit Seberang Sub-Dis Eka Khaparistia; Edward Edward
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak remaja terjebak dalam pernikahan usia muda, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memilih menikah di usia muda untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Banyak kemungkinan resiko pernikahan usia muda, baik resiko fisik maupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan usia muda, studi kasus di kelurahan sawit seberang kecamatan sawit seberang kabupaten langkat. Penelitian ini tergolong ke dalam tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis data deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu informan utama dan informan tambahan. Informan utama berjumlah 4 orang remaja yang melakukan pernikahan  di bawah usia 20 tahun dan informan tambahan berjumlah 4 orang, yaitu orangtua dan kepala lingkungan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda. Factor utama penyebabnya adalah faktor ekonomi dan faktor pendukung lainnya adalah pengaruh teman sebaya, keinginan dari informan, keluarga, dan hamil di luar nikah.Kata Kunci: faktor, pernikahan usia muda  Pemberdayaan Komunitas, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14, No. 1, Juni 2015 Abstract Many teenagers trapped in marriage a young age, especially those from poor families, so they chose to marry at a young age to reduce the economic burden of the family. Many possible risk of early age marriage, be it physical or psychological risk. This study aims to determine the factors that cause the young age of marriage. This research is classified into type descriptive study using descriptive data analysis. Informants in this study is divided into two kinds, is key informants and informant addition, key informants numbering four teenagers who perform the first wedding under the age of 20 years and add itional informants amounted to 4 people, is parents and their head of the environment. Method of data collection is through in-depth interviews and observation. The results showed that there are various factors that influence the occurrence of marriage at a young age. The main factor is the cause of economic factors and other supporting factors such as the influence of peers, the desire of the informant, families, and pregnant out of wedlock. Keywords: factors, marriage age young

Page 2 of 4 | Total Record : 31