cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
Identifikasi Perceived Quality Pelayanan Perizinan Dinas Penerbangan dan Maritim Berdasarkan Pendekatan Kepuasan Masyarakat di Lingkungan Direktorat Jenderal SDPPI Sugianto Antoni Sitorus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1167

Abstract

Dalam konsep New Public Management (NPM), birokrasi pemerintah sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat dituntut untuk lebih mengedepankan aspek hasil (results) dibandingkan dengan sekedar kontrol terhadap pembelanjaan anggaran dan kepatuhan terhadap prosedur. Bagi lembaga pelayanan publik, reformasi pada bidang aparatur negara ini berimplikasi secara mendasar pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Pelayanan publik merupakan hal penting dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan program pemerintah. Pelayanan publik menjadi bagian dari birokrasi yang harus direformasi sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (RPJPN 2005-2025). Salah satu fungsi pemerintah dalam pelayanan publik adalah perizinan. Perizinan merupakan pemberian legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha atau kegiatan tertentu baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha. Perizinan frekuensi radio merupakan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI). Pelayanan publik yang prima menjadi faktor kunci keberhasilan pemerintah dalam terwujudnya pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kualitas pelayanan tersebut mencakup waktu pelayanan yang cepat, akurat dan memberikan kepastian hukum. Pada tulisan ini akan dicoba dibahas lebih lanjut mengenai teknik pengukuran persepsi kualitas pelayanan (Perceived Service Quality) metode Structural Equation Modelling (SEM) atau model persamaan struktural, yaitu suatu analisis yang dapat digambarkan sebagai kombinasi antara regresi berganda dan analisis faktor untuk menduga hubungan yang tidak bebas tetapi saling berhubungan secara bersama-sama.
Analisis Penerapan Project Management Information System (PMIS) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Studi Kasus PT. INDOSAT, Tbk Rizal, Arizal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1131

Abstract

Project Management Information System (PMIS) adalah suatu sistem alat dan teknik yang digunakan dalam manajemen proyek untuk menyampaikan informasi. PMIS digunakan untuk membandingkan baseline dengan actual project dari setiap kegiatan, mengelola material dan merecord catatan untuk tujuan pelaporan. PMIS digunakan untuk menggantikan pekerjaan proyek yang selama ini dilakukan secara manual. Masalahnya adalah apakah Project Management Information System yang telah diimplementasikan sekarang ini dapat memenuhi harapan dari Project Implementator ? Apakah PMIS ini dapat membantu mempercepat pekerjaan proyek ?Kendala-kendala selama ini sewaktu melakukan pekerjaan dokumen project adalah delay dalam hal pengumpulan hasil uji terima yang disebabkan oleh jarak pengiriman, banyaknya dokumen yang harus diproses dalam waktu bersamaan, banyaknya lembaran dokumen yang harus melalui proses approval dan inisiasi pejabat terkait, sehingga membutuhkan waktu dan effort yang tidak sedikit. Semua dokumen tersebut dikerjakan secara manual, baik dalam penyusunan maupun pemeriksaan awal. Permasalahan yang terkandung didalam pertanyaan diatas adalah object penelitian yang diharapkan dapat memberikan jawaban. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey kepada pemakai PMIS yang sebelumnya menggunakan sistem secara manual. Penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Penggunaan model TAM didasarkan pada kenyataan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku user terhadap sistem teknologi informasi baru. Populasi dalam penelitian ini adalah vendor-vendor yang terkait, staf admin project dan project Manager. Analisa dilakukan dengan SEM (Structural Equation Modelling) dengan software AMOS (Analysis of Moment Structures) version 6.0.
Analisa Strategi Implementasi Green Computing pada Perguruan Tinggi Yuli Ermawati
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1168

Abstract

Aktifitas pendidikan tidak terlepas dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK tidak lagi hanya sebagai pendukung akan tetapi menjadi salah satu keunggulan kompetitif bagi dunia pendidikan. disamping kemudahan yang diperoleh dengan penggunaan peralatan TIK baik komputer maupun laptop terdapat pula efek yang ditimbulkan oleh peralatan TIK, sebenarnya perlatan TIK tidak ramah lingkungan dikarenakan banyaknya energi yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan TIK dan juga limbah yang dihasilkan oleh peralatan TIK tersebut. Diuniversitas Baturaja (UNBARA) sendiri terjadi peningkatan biaya pemakaian energi listrik yang cukup tajam dalam tiga tahun terahir. Untuk mengatasi problem tersebut perlu adanya upaya dan strategi yang harus diterapkan sehingga terciptanya Gren Computing dalam kegiatan sehari-hari dilingkungan kampus. Dalam penelitian ini penulis mengganalisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman pada institusi (Universitas Baturaja) dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menujukkan kondisi UNBARA saat ini berada pada kuadran 1 pada matriks internal eksternal yakni pada posisi Grow. Strategi yang dikembangkan adalah SO (Strength-Opportunitiy) adalah menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, yaitu : menggunakan produk peralatan TIK yang memiliki usia pakai lebih panjang, menggunakan virtualisasi, lebih menggunakan laptop dibanding komputer, pengembangan sistem pembelajaran berbasis E-Learning, penambahan infrastruktur TIK sesuai kebutuhan, pengembangan kualitas SDM melalui pelatihan TIK dan workshop.
Digital Dividend pada Migrasi TV Analog ke TV Digital – Prospek dan Dilema Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.243

Abstract

Tuntutan adanya akses yang menawarkan kapasitas data yang tinggi dan mobilitas mendorong dibukanya spektrum-spektrum frekuensi yang baru. Migrasi televisi analog ke digital menawarkan suatu opsi yang sangat menarik, yaitu sistim yang lebih efisien dalam menggunakan frekuensi. Efisiensi dari penggunaan sistim TV digital (Digital Video Broadcasting, DVB) ditandai dengan menjadi kosongnya sebagian tempat di frekuensi UHF. Digital Dividend ini dimanfaatkan otoritas telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan spectrum untuk aplikasi broadband di atas. Masalah interferensi dengan munculnya layanan baru ini merupakan tema menarik sebelum layanan ini direalisasikan.
Empat Model Bisnis Yang Sustainable Pada Industri Telekomunikasi Selular di Masa Sekarang dan Mendatang - Sebuah Pengembangan Strategis Telekomunikasi Melalui BCG Matriks Leonard Tiopan Panjaitan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v2i2.1109

Abstract

Model bisnis telekemonukasi di Indonesia sangat tergantung daristrategi bisnis yang dipakai maupun alokasi spektrum frekuensi yangdiperoleh oleh operator telekomunikasi. Dunia telekomunikasi perlumembuat terobosan bisnis mengingat jumlah pelanggan yang cukupmasif dan cepatnya pelanggan berpindah operator. Keberadaanpelanggan memerlukan pengelolaan yang cerdas, kreatif dan integratifterutama dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital saat ini.Transaksi belanja melalui e-money dalam mendukung cashless societyperlu mendapatkan perhatian operator sebagai suatu peluang bisnisbesar. Selain itu, bisnis data, cloud computing serta managed servicesmenjadi segmen pasar yang potensial dalam menunjang efektivitas danefisiensi telekomunikasi.
Desain Sistem SCADA Untuk Peningkatan Pelayanan Pelanggan Dan Efisiensi Operasional Sistem Tenaga Listrik di APJ Cirebon Muhammad Soleh
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1132

Abstract

Pada sistem kelistrikan terdapat banyak macam-macam pelanggan dengan tingkat yang berbeda-beda, hal tersebut dapat menimbulkan kerumitan dalam pengoperasian dan pelayanan. Sistem tersebut dibangun dari keadaan yang sederhana, yang kemudian berkembang sesuai kebutuhan beban. Sampai pada saat ini sistem dirasakan sudah demikian besar dan sudah demikian komplek. Setiap aktifitas membutuhkan peningkatan pelayanan pelanggan dan efisiensi opersionalnya. Terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan tersebut. Pertama komumikasi data untuk pengolahan informasi, kedua teknologi komunikasi yang dapat mentransver data-data untuk operasi sistem. Dalam situasi seperti ini, pengelolaan secara konvensional jelastidak dapat mengcover kebutuhan sehingga dapat berakibat terhadap mutu pelayanan. Perkembangan teknologi dan informasi telah membawa era baru dalam semua aspek kehidupan. Dalam sistem ketenagalistrikan perkembangan informasi juga membawa pengaruh yang sangat besar. Pengelolaan sistem ketenagagalistrikan di negara-negara maju telah menggunakan sistem SCADA berbasis digital telah memberikan alternative pengeloaaan yang sangat efektif dan efesien. Pada Penelitian ini SCADA digunakan sebagai software untuk mengolah data pada Rekloser sistem SCADA dengan tujuan untuk Peningkatan Pelayanan Pelanggan dan Efisiensi Operasional Ketenagalistrikan di Wilayah Area pelayanan jaringan Cirebon.
Strategi Pengembangan Implementasi Telemedicine Di Sulawesi Selatan Muhammad Anas Masa
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i3.1142

Abstract

Provinsi Sulawesi Selatan, membutuhkan pengembangan implementasi Telemedicine, karena Rasio tenaga medis ( dokter, bidan, perawat ) belum merata, tingkat kualitas kesehatan masyarakat belum memenuhi target, disamping Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan pusat aktifitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi Indonesia bagian Timur. Namun implementasi Telemedicine tidaklah mudah untuk diwujudkan, karena mempunyai banyak tantangan. Untuk mengatasi hal tersebut , diperlukan manajemen strategi dalam upaya mensinergikan faktor-faktor yang berpengaruh, baik lingkungan internal maupun eksternal, Pada penelitian ini menggunakan model analisa PEST dan SWOT, dimana analisa PEST akan menggambarkan keadaan Politik dan Hukum, Ekonomi, Sosial serta Teknologi. Sedangkan Analisa SWOT, menggambarkan dan memetakan kondisi yang ada serta mengevaluasi suatu masalah. Hasil analisa PEST , secara politik Pemirintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,3 tahun 2012 , Pilihan gaya hidup dan sikap terhadap sosial budaya, mengikuti trend masa kini, teknologi tersebar dari kota sampai pedesaan. Sedangkan hasil analisa SWOT yang terdiri dari Matriks SWOT, Matriks IE dan Diagram SWOT secara umum memberikan strategi alternatif yang sama yaitu strategi pengembangan / perluasan. Strategi pengembangan ini terdiri atas dua alternatif : Strategi 1: Mengembangkan Sistem Telemedicine dengan memanfaatkan jaringan SIKDA dan jaringan yang dibangun Kominfo di pedesaan Strategi 2: Mengembangkan system Tele-homecare. Dengan Quantitative Strategy Planning Matrix, maka strategi yang tepat bagi pengembangan implementasi Telemedicine di Sulawesi Selatan adalah Mengembangkan Sistem Telemedicine dengan memanfaatkan jaringan SIKDA dan jaringan yang dibangun Kominfo di pedesaan. Kesimpulan dari penelitian ini, baik lingkungan ekternal maupun lingkungan internal mendukung pengembangan implementasi Telemedicine di Sulawesi Selatan. Sedangkan strategi yang paling tepat adalah Membangun sistem Telemedicine dengan memanfaatkan jaringan Sikda dan jaringan telekomunikasi pedesaan yang ada untuk peleyanan kesehatan masyarakat umum.
Komunikasi Antar Robot Menggunakan RF Xbee dan Arduino Microcontroller Yuliza Yuliza
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v4i1.1124

Abstract

Komunikasi wireless sekarang berkembang sangat pesat karena sangatefisien penggunaannya. Salah satu penggunnaan teknologi wirelessjarak dekat yang banyak digunakan adalah perangkat yang bisadintegrasikan dengan perangkat lain. Komunikasi antar robot adalahproses penyampaian infromasi untuk melakukan sesuatu perintah.Komunikasi antar robot merupakan komponen penting dalam interaksidalam robot majemuk dan lingkungannya. Dalam sistem robotmajemuk, robot leader menyampaikan perintah kepada robot followeruntuk menyelesaikan tugas sehingga terjadi koordinasi antar robotBentuk komunikasi antar robot secara wireless dengan menggunakansinyal XBee. Bentuk komunikasi ini robot ini berupa perintah kepadarobot follower untuk mengikut gerakan robot leader. Keuntungankomunikasi antar robot ini adalah efisiensi dalam menyelesaikan tugas.Dengan waktu yang cepat perintah dapat disampaikan secara broadcastkepada follower sehingga dapat menyelesaikan perkerjaan secarabersamaan.
Analisa Interferensi Wireless Traffic Light Terhadap Remote Kunci Mobil Felki Fikiansyah
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1156

Abstract

Lampu lalu lintas atau traffic light di gunakan untuk mengatur kelancaran di setiap persimpangan dengan cara memberikan kesempatan jalan setiap arah dengan cara bergantian .Karena fungsinya begitu penting maka lampu lalu lintas tersebut harus di kendalikan semudah mungkin . Sejalan dengan berkembangnya teknologi wireless sehingga pada saat ini untuk mengontrol setiap lampu sudah menggunakan wireless yang sebelumnya masih menggunakan jaringan kabel bawah tanah. Hal ini sangat memudahkan pemasangan Wireless traffic light tersebut sehingga para kontraktor untuk instalasi di lapangan tanpa harus melakukan penggalian kabel jaringan bawah tanah. Dalam tesis ini melakukan penelitian analisa pengaruh wireless traffic light terhadap remote kunci mobil . Kedua system tersebut mempunyai frekwensi carier yang berdekatan yaitu 433 – 434 MHz. Untuk menganalisa interferensi tersebut di gunakan metode settingan variasi time delay dalam pancaran module wireless traffic light controller terhadap remote kunci mobil, hal ini untuk mencari settigan variasi time delay dapat meminilasir pengaruh wireless traffic light controller terhadap remote kunci mobil. Identifikasi frekwensi carier dari simulasi di lapangan terbuka wireless traffic light controller dan remote kunci mobil pada frekwensi 433 MHz dan 433 MHz. Dengan settingan variasi time delay 0s , 0,2s dan 0,5s selama experiment di lapangan terbuka . Hasil penelitian menunjukan pada time delay 0s dan 0,2s menunjukan probabillitas interferensi yang paling tinggi di atas 99 % terhadap remote kunci mobil. Untuk settingan time delay 0,5s pada wireless traffic light controller probabilitas interferensi 2% pada jarak 5 M terhadap remote kunci mobil.
Analisis Performansi Video Conference Menggunakan Codec H264 Baseline dan H264-High Profile dengan Enkripsi Terintegrasi Mohammad Fazrie
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i3.1174

Abstract

Jumlah penggunaan video conference di dunia semakin berkembang, dengan tingginya penggunaan video conference semakin tinggi pula aspek-aspek yang diperhatikan, diantaranya aspek kenyamanan dan keamanan. Berbicara tentang aspek kenyamanan pada video conference tidak lepas dari kompresi yang digunakan, baik kompresi audio dan video. Dewasa ini teknologi kompersi untuk video sudah sampai pada codec H.264 dan H.264-High Profile, dengan menggunakan teknologi H.264-High Profile dapat mengkonsumsi bandwidth setengah dari H.264 (tanpa enkripsi). Berbicara aspek keamanan tidak lepas dari enkripsi lalu lintas data termasuk audio dan video yang dapat di enkripsi. Untuk itulah agar dapat mendekati aspek keamanan dan kenyamanan yang seimbang perlu di analisa dan di teliti mengenai performa H.264 dan H.264-High Profile yang telah di enkripsi. Untuk meneliti tingkat aspek performa dan keamanan video conference perlu adanya teknik dan metode yang di gunakan. Dengan memanfaatkan parameter jitter , packet loss , dan PSNR kita dapat menarik kesimpulan baik atau tidaknya performa video conference. Namun untuk aspek keamanan, percakapan dua arah atau lebih harus dipastikan agar tidak dapat dilihat dan kompatibel dengan perangkat video conference yang ada. Dengan memanfaatkan teknik enkripsi pada layer 2 atau 3 hal ini memungkinkan dapat dilakukan.

Page 9 of 25 | Total Record : 250