cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
Pengukuran Arus Listrik Untuk Mendeteksi Kesalahan Pada Sistem Otomasi Lampu Penerangan Jalan Gerri Irman Nugraha
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v8i1.2145

Abstract

Otomasi lampu penerangan jalan dengan memanfaatkan mikrokontroller dan sensor LDR pada setiap lampu terlalu boros dalam penggunaan sumber daya. Kemudian digunakan sensor ampere untuk menggantikan fungsi sensor LDR pada sistem otomasi tersebut. 1 buah sensor ampere digunakan untuk menggantikan 4 buah sensor LDR pada model yang dirancang dengan memanfaatkan 4 buah lampu. Beban yang dibaca oleh sensor digunakan untuk mengetahui jika terdapat lampu yang rusak, dan ketika terdapat ketidaksesuaian beban pada sistem, maka dilakukan proses pengecekan untuk mengetahui lampu mana yang rusak. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, beban yang terbaca oleh sensor berbanding lurus dengan jumlah lampu yang menyala. Dari 4 buah lampu yang diuji tersebut, dapat diketahui apakah masing masing lampu dalam kondisi rusak atau tidak.
Analisis Penanganan Carding dan Perlindungan Nasabah dalam Kaitannya dengan Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik no.11 Tahun 2008 Leonard Tiopan Panjaitan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v3i1.1111

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara langsung dan tidaklangsung berpotensi melahirkan kejahatan-kejahatan siber (Cybercrime)khususnya Carding. UU ITE No.11 tahun 2008 merupakan jaminankepastian hukum yang akan membuat seluruh aktivitas pemanfaatanTIK di dalam negeri terlindungi dengan baik dari potensi kejahatan danpenyalahgunaan teknologi. Kepastian hukum ini juga harus dirasakanoleh pelaku industri kartu kredit termasuk kastemer. Dengan cara inimaka bertransaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit sebagaialat pembayaran dapat berlangsung secara aman dan nyaman.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatifdengan tambahan analisa data statistik untuk mengkaji penanganancarding di Bank X. Pada prakteknya UU ITE No.11 tahun 2008 dapatmenjadi landasan penegakan hukum yang baru di bidang kartu kredityang pemakaiannya dalam bidang pembayaran sudah semakin meluasterutama pada perdagangan elektronik (e-commerce). Untuk itu perlusegera diupayakan sosialisasi UU ITE No.11 tahun 2008 ke seluruhpemangku kepentingan untuk melindungi industri kartu kredit darikejahatan kerah putih.
Kajian Tekno Ekonomi Migrasi Jaringan Berbasis xDSL ke FTTx GPON di Daerah Perkotaan Heryanto Heryanto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1166

Abstract

Penelitian dan pengembangan teknologi dibidang telekomunikasi menghadapi tantangan utamayaitu meningkatnya kebutuhan bandwidth secara signifikan dari tahun ketahun. Permasalahan yang dihadapi di Indonesia saat ini adalah sebagian besar jaringan telekomunikasi broadband masih mengunakan DSL berbasis kawat tembaga sebagai media utama akses jaringan. Kondisi ini jika tidak diantisipasi oleh operator penyedia jasa jaringan telekomunikasi, memungkinkan terjadinya bottleneck ketika bertambahnya kebutuhan akan konvergensi layanan telekomunikasi seperti triple-play service. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kajian tekno ekono mimigrasi jaringan akses untuk sebagai dasar pemilihan teknologi beserta aspek ekonominya yang dapat memenuhi tuntutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian tekno-ekonomi terhadap migrasi jaringan DSL berbasis tembaga keteknologi jaringan FTTx GPON pada daerah perkotaan menggunakan metode STEM (Strategic Telecom Evaluation Model). Metode tersebut berbasis pada pembagian kelas densitas rumah tangga pada area tertentu menjadi empat kelas kepadatan yaitu; sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil kajian diperoleh untuk daerah dengan kepadatan rumah tangga sangat tingi dan tinggi jaringan akses layak secara teknologi dan ekonomi untuk migrasi dari jaringan berbasis kabel tembaga kelayanan berbasis kabel optic FTTx GPON, untuk daerah dengan kepadatan sedang dilayani oleh dua teknologi yaitu VDSL dan GPON, sedangkan untuk daerah kepadatan rendah hanya dilayani oleh teknologi VDSL. Dengan demikian operator dapat menggunakan hasil kajian ini untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka migrasi jaringan akses.
Analisa Quality of Service IP Telephony dengan Metode Low Latency Queuing Miftah Rahman Syahrial
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1134

Abstract

Voice over IP pada era modern sekarang ini sudah sangat krusial. Teknologi ini bisa mengatasi permasalahan yang muncul dalam telepon analog atau telepon tradisional ini adalah ketika pengguna, terutama perusahaan, ingin melakukan komunikasi jarak jauh dari pusat ke kantor cabang dimana cost alias biaya yang muncul ketika berkomunikasi dari pusat dan cabang berlangsung lama. Dalam penerapannya, telekomunikasi yang menggunakan teknologi internet, mengalami beberapa hambatan terutama dalam hal packet loss dan delay. Thesis ini membandingkan metode manajemen kongesti Quality of Service (QoS) low latency queuing (LLQ) dengan metode-metode lainnya seperti First in First out (FIFO) dan Class Based Weighted Fair Queuing (CBWFQ). Metode low latency queuing (LLQ) dirancang untuk memprioritaskan paket suara (voice) dan meminimalisir waktu tempuh (delay) yang akan dipakai oleh paket data. Hal ini bisa dicapai karena metode ini adalah gabungan dari metode CBWFQ dan metode Priority Queuing (PQ) yang dirancang untuk memprioritaskan paket suara tapi tidak dirancang untuk memprioritaskan paket data. Hasil yang didapat cukup memuaskan, waktu tempuh (delay) paket suara yang diperoleh dari LLQ untuk ITU-T G.114 (recommended delay untuk one-way connection VoIP) adalah 0,001 detik untuk delay minimumnya dan 0,142 detik untuk delay maksimumnya, dimana jaringan test bed yang dipakai oleh paket data dibuat untuk mencerminkan congested network, sedangkan metode-metode lain seperti FIFO dan CBWFQ melebihi acceptable delay yang direkomendasikan oleh ITU-T G.114. Sedangkan pengaruh implementasi LLQ terhadap codec yang dijalankan tidak banyak berubah, untuk delay yang dihasilkan codec G.729br8 cukup stabil dan delay dari codec G.711ulaw masih cenderung meningkat terkait dari lamanya sesi percakapan walaupun masih sesuai standar yang diterapkan oleh ITU-T.
Optimalisasi Perencanaan Jaringan Akses Serat Optik Fiber To The Home Menggunakan Algoritma Genetika Inu Manggolo; Marza Ihsan Marzuki; Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v2i1.1102

Abstract

Dalam perencanaan jaringan akses serat optik FTTH, semakin bertambahnya permintaan dari pelanggan maka desain dan jalur infrastruktur akan berubah juga. Hal inilah yang akan menjadikan pengulangan pembangunan infrastruktur yang akan mengakibatkan investasi ulang untuk proyek FTTH tersebut. Untuk menghasilkan perencanaan yang optimal pada jaringan akses infrastruktur FTTH, permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pemodelan pedagang keliling (Travelling Salesman Problem). Selanjutnya dari pemodelan tersebut kemudian dicari solusi permasalahan dengan menggunakan algoritma genetika. Algorima genetika dipilih dalam penelitian ini dikarenakan algoritma ini mampu menghasilkan solusi yang optimal secara sederhana dan menghasilakan nilai fitness terbaik dengan cepat. Pada implementasi awal kelurahan Grogol Utara diperoleh jalur optimal dengan menggunakan algoritma genetika pada generasi ke-60 dengan nilai fitness 216.51 yang tidak berubah sampai dengan generasi ke-300.
Analisa Potensi Keunggulan Kompetitif Re-farming Frekuensi 900 MHz Dwi Cahyanto; Hamzah Hilal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v4i1.1125

Abstract

PT. Indosat adalah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan informasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan seluler prabayar dan pascabayar. Indosat juga menyediakan jasa telekomunikasi tetap atau fixed voice termasuk IBD, jasa tetap nirkabel, dan jasa telepon tetap. Sebagai tambahan Indosat merupakan pelopor dalam memperkenalkan layanan jaringan nirkabel yang menggunakan teknologi kecepatan 3,5G HSDPA di Indonesia. Pada tahun 2009 Indosat memperoleh lisensi tambahan frekuensi 3G (second carrier) dari Kementrian Komunikasi dan Informatika, dengan modal ini Indosat menargetkan pangsa pasar yang luas. Sekarang ini merupakan Era Data dan semakin meninggalkan era terdahulu yaitu Era Suara, operator telekomunikassi berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar khususnya Layanan Data. Masyarakat pada umumnya banyak menggunakan layanan data facebook, twitter, streamming maupun video call. Dengan kebutuhan layanan data ini diperlukan suatu inovasi agar semua kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Keterbatasan frekuensi yang ada menjadi hambatan semua operator untuk meningkatkan jumlah pelanggannya maupun meningkatkan layanan jaringan. Di sisi lain penggunaan frekuensi 900MHz sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya, dikarenakan layanannya sudah tidak diminati oleh pengguna seluler yang cenderung beralih kelayanan data. Dari permasalahan tersebut maka solusinya yaitu dilakukan re-farming frekuensi yang sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya yaitu frekuensi 900MHz. Dengan menggunakan analisis Porter 5 Forces ternyata didapatkan bahwa Indosat memiliki potensi keunggulan kompetitif yang tinggi pasca re-farming frekuensi. Hasil analisis ini selanjutnya dapat digunakan oleh Indosat dalam penyusunan strategi bersaing sehingga Indosat dapat merebut pasar pada layanan data.
Perencanaan Bisnis Provider Transaksi Pembayaran berbasis RFID pada Hypermarket Makro Sudarmanto Sudarmanto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.245

Abstract

RFID (Radio-Frequency IDentification) merupakan sebuah teknologi compact wireless yang diunggulkan untuk mentransformasi dunia komersial. Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat melakukan kontrol otomatis untuk banyak hal. RFID adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan frekuensi radio untuk identifikasi otomatis terhadap obyekobyek atau manusia. Kenyataan bahwa manusia amat terampil dalam mengidentifikasi obyek-obyek dalam kondisi lingkungan yang berbedabeda menjadi motivasi dari teknologi ini. Sistem pembayaran dengan menggunakan teknologi RFID dapat dilakukan secara swalayan dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi ini dapat memudahkan dan mempercepat transaksi pembelian dan dilakukan oleh pembeli itu sendiri. Mereka hanya mendekatkan semua barang yang dibeli kepada alat reader RFID, dan setelah selesai mereka menekan tombol total dan diakhiri dengan mendekatkan kartu pembayaran (sejenis kartu debit atau kartu kredit). Dengan didekatnya kartu yang telah diberikan mikro chip sebagai alat pembayaran tersebut, maka saldo uang pembeli yang berada di kartu tersebut berkurang. Transaksi ini menjadi cepat dan mudah karena tidak diperlukannya uang pengembalian dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pembeli.
Studi Eksperimen Pengiriman Sinyal Video Real-Time Dengan Aplikasi Skype Mobile Pada Jaringan Nirkabel 802.11 di Tengah Interferensi Kepadatan Lalu Lintas Manusia Oki Teguh Karya
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1157

Abstract

Penggunaan mobile phone sebagai alat komunikasi sangat demikian pesat peningkatan pengguna serta beragam jenis fungsi yang terdapat didalamnya. Diantara dari sekian banyak aplikasi yang terdapat pada mobile phone adalah Skype berbasis mobile phone OS yang digunakan untuk telekonferensi. Hal yang tidak bisa dilepaskan dari aplikasi ini adalah dibutuhkannya akses jaringan internet yang mumpuni agar aplikasi ini dapat dirasakan maksimal fungsinya. Wi-fi merupakan salahsatu akses internet yang lazim digunakan masyarakat saat ini. Banyak faktor yang menyebabkan akses pada internet yang tersedia tidak selalu memberikan performa yang terbaik, satu diantaranya adalah interferensi. Pada penelitian ini dilakukan sebuah uji coba berupa transmisi sinyal video secara real-time dengan menggunakan aplikasi pada mobile phone yaitu Skype mobile phone OS. Skype ini dijalankan pada jaringan internet wi-fi, yang dipengaruhi atau diinterferensi oleh kehadiran objek (berupa lalu lintas manusia) di sekitar jaringan tersebut. Wireshark digunakan untuk mendapatkan data keandalan jaringan wi-fi yang digunakan atau dikenal dengan QoS. Pada sisi lain EvalVid digunakan untuk mendapatkan data QoE yang dibatasi hanya mendapatkan data PSNR (Peak Signal to Noise Ratio). Video delay time diperhitungkan sebagai acuan kepuasan end user dalam menggunakan layanan konferensi video. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan karyawan di dalam ruangan dapat memberikan pengaruh terhadap nilai QoS dan QoE jika kepadatan karyawan itu disertai dengan lalu-lintas karyawan di dalam ruangan tersebut. Namun jika kepadatan karyawan tidak disertai dengan lalu-lintas di dalamnya maka kepadatan karyawan itu sendiri tidak memberikan pengaruh pada parameter yang diukur.
Evaluasi Strategi Pengembangan Jaringan Telekomunikasi dengan Blue Ocean Strategy Yose Rizal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i1.1148

Abstract

Industri telekomunikasi di Indonesia adalah salah satu industri yang paling dinamis dan di dunia berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk 250 juta orang, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial disemua industri, khususnya industri telekomunikasi. PT Indosat Tbk sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia melakukan beberapa Strategi Pengembangan Jaringan dalam meningkatkan kualitas jaringan untuk kepuasan pelanggan dan akhirnya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, melihat pada Indosat Quarterly (Q2 2014) dan Laporan Tahunan (2013), pendapatan seluler menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program-program strategis yang telah dilakukan oleh PT Indosat Tbk selama periode 2013 sampai dengan 2014. Metode analisa dalam mengevaluasi strategi bersaing perusahaan saat ini adalah Analisis SERVO dan output dari analisa SERVO akan menjadi masukan dalam analisa (BOS) untuk mencari peluang baru dalam persaingan. Berdasarkan penelitian ini, PT Indosat masih memiliki kekuatan untuk bersaing dengan operator telekomunikasi lain yang cakupannya luas dan yang pendapatan selulernya tinggi. Untuk meningkatkan pendapatan, PT Indosat harus meningkatkan jumlah BTS terutama daerah-daerah yang belum terjangkau atau yang belum ada coverage dibandingkan dengan melakukan modernisasi jaringan.
Analisis Bandwidth Jaringan Internet PLIK dengan Metode Fuzzy Sugeno Mochamad Natsir
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i2.1153

Abstract

Internet is a major part in the development and progress of the nation, especially the Indonesian nation, government issued a policy in Candy Kominfo about PLIK program (District Internet Service Center) which has a strategic role in sustaining and supporting economic activity, strengthening defense and security and the intellectual life of the nation. In the implementation of the program PLIK (District Internet Service Center) have not been targeted in a side benefit, this program should have as a means to meet the needs of information and knowledge, but rather the mere entertainment and more oriented to the business, which is equated with the cafe. This study attempts to retrieve the data in bandwidth usage that will be processed by the method of Fuzzy Sugeno and will generate average maximum bandwidth usage in applications Browsing, Download and Streaming. In determining the average bandwidth usage using Fuzzy Sugeno, From the average bandwidth will be used as a reference in determining the usage restrictions Browsing, Download and Stream with the aim to give control over bandwidth usage for applications Browsing, Download and Streaming.

Page 8 of 25 | Total Record : 250