cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Efektiftas Stand Up Comedy Sebagai Media Peningkatan Pengetahuan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Nur Asiah; Julie Rostina; Nanny   Harmani
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.416 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2517

Abstract

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai. SDKI 2012 menyebutkan bahwahanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15 – 19 tahun yang mengetahui bahwaperempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Stand Up Comedy merupakan bentuk senikomedi atau melawak yang disampaikan secara sederhana. Selain sebagai hiburan, Stand Up Comedy dapatdigunakan sebagai media informasi yang sangat komunikatif di masyarakat, dan dapat dipakai sebagaisarana untuk meningkatkan pengetahuan pada penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektiftas metode Stand up Commedy sebagai media peningkatan pengetahuan tentang perilaku seksualberisiko pada remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Desain Penelitian adalah quasieksperimental. Populasi dan sampel adalah remaja di RPTRA. Kelompok kontrol penelitian ini adalahremaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Manunggal. Sedangkan kelompok kasusadalah remaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Mawar. Keduanya berlokasi diJakarta Selatan. Analisis bivariat menggunakan Uji Paired sample t-test pada masing-masing kelompok.Selain itu, juga dilakukan uji t independen untuk melihat efektiftas metode ceramah dibandingkan denganmetoda Stand Up Comedy. Pretest pengetahuan antar kelompok tidak menunjukkan adanya perbedaanyang signifkan, nilai rata-rata kasus 55.4000 dan rata-rata kontrol 55.4467, artinya tingkat pengetahuansebelum perlakuan adalah setara pada masing-masing kelompok. Sedangkan uji statistik pada hasil posttestantar kelompok menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kelompok kontrol dengankelompok kasus yang mendapatkan penyuluhan dengan metode Stand Up Comedy. Upaya peningkatanpengetahuan dengan metode Stand Up Comedy lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah.
Model Proyeksi Kebutuhan Bidan untuk Pelayanan Antenatal di Indonesia Evindiyah Prita Dewi; Yuyun Umniyatun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1923.698 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2518

Abstract

Penyediaan pelayanan antenatal yang berkualitas dan terdistribusi dengan baikakan menurunkan kematianibu selama menjalani kehamilannya. Perencanaan kebutuhan bidansangat penting untuk memenuhikebutuhan masyarakat akan pelayanan antenatal. Penelitian ini merupakan penelitian operasionaluntukmendapatkan model matematika dari model proyeksi kebutuhan bidan untuk pelayanan antenatal 2007 –2020. Data primer yang digunakan adalah lamanya waktu pemberian pelayanan antenatal oleh bidan kepadasatu orang ibu hamil pada setiap kali kunjungannya yang diambil dengan menggunakan formulir worksampling di dua Puskesmas Kecamatan di Kabupaten Sumedang tahun 2018.Hasil penelitian menunjukanrata-rata lamanya waktu bidan untuk memberikan pelayanan antenatal adalah 26,3 menit untuk setiapkunjungan. Total waktu yang dibutuhkan oleh bidan untuk memberikan Paket Pelayanan Antenatal untuksatu orang ibu hamil adalah 147 menit. Persentase Waktu Kerja Efektif (WKE) Bidan terhadap Pelayananantenatal adalah 0,21%. Angka pertumbuhan rata-rata jumlah ibu hamil dari tahun 2017 sampai 2020adalah -0,007. Artinya jumlah ibu hamil dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.Pada tahun 2020,diperkirakan jumlah proyeksi ibu hamil adalah 5.218.028 jiwa.Model matematika yang didapatkan adalah0,0021 WKE x [∑ ibu hamil thn 2017 (1 + (- 0,007)n]. Kesimpulan penelitian ini jumlah suplai/produksi bidanperlu diturunkan.Pemerintah harus mengontrol jumlah bidan yang dihasilkan oleh institusi pendidikan.
Pengetahuan dan Sikap Individu Pranikah tentang Hak Seksual dan Reproduksi dalam Perspektif Islam Nurul Huriah Astuti
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2837.08 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2519

Abstract

Penelitian pada ayat-ayat Al-Qur’an mendapatkan lebih dari 30 surat (26,3% dari seluruh ayat Al-quran) dan93 ayat (1,5% dari seluruh ayat Al-quran) berbicara tentang hak seksual dan reproduksi.Namun sayangnya,penelitian lebih dalam tentang bagaimana pengetahuan dan sikap individu pranikah terhadap konsep hakseksual dan reproduksi dalam Islam belum pernah dilakukan.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengetahuan dan sikap individu pranikah tentang hak seksual dan reproduksi dalam perspektifIslam. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Pengambilan datamelalui wawancara.Subyek penelitianadalah calon pengantin dengan jumlah sampel sebanyak 112 orang yang berasal dari tiga KUA di Depok,yaitu KUA Beji, KUA Pancoran Mas, dan KUA Cimanggis.Variabel pengetahuan dan sikap yang ditelitimencakup kaidah hubungan seksual, hak pendidikan seksual untuk anak, Keluarga Berencana (KB), haksuami istri untuk mendapatkan kenikmatan seksual, dan reproduksi sosial.Kesimpulannya adalah secaraumum, mayoritas responden sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait kaidah hubunganseksual, hanya sebagian kecil dari responden yang pengetahuan dan sikapnya perlu diluruskan.Dengandemikian, diperlukan penguatan tentang konsep kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam.
Analisis Perilaku Keselamatan Penggunaan Tabung Gas LPG pada Pekerja di Rumah Makan Warteg di Kelurahan Kalianyar Kecamatan Tambora Jakarta Barat Muhammad Ridwan Alwi Nur Arrasyid; Muhamad Arief Rahmadani; Mia Yulia Nurrizky
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1383.792 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2520

Abstract

Liquifed Petroleum Gas merupakan bentuk dari hasil konversi minyak tanah yang dibuat Pemerintah gunamengurangi pengeluaran APBN dalam hal pembelian bahan bakar. Maraknya penggunaan LPG di sektorrumah tangga serta kuliner seperti warteg menimbulkan beberapa kasus kebakaran karena kebocoran tabunggas akibat penggunaan LPG yang tidak aman yang salah satunya disebabkan oleh human factor. Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan antara karakteristik (umur, pendidikan, masa kerja),pengetahuan, dan sikap pekerja warteg dengan penggunaan tabung gas LPG. Subyek peneitian ini adalahpekerja rumah makan warteg di Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat. Besar sampel dalam penelitian inisebanyak 97 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmewawancara para responden dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian dari 73 respondenmenunjukkan bahwa 46,6 % responden berperilaku tidak aman dalam penggunaan LPG dan 53,4 %responden berperilaku aman dalam penggunaan tabung LPG. Disamping itu, diperoleh hubungan antaraperilaku keselamatan penggunaan tabung LPG pada pekerja rumah makan warteg dengan pengetahuan(p=0.000) dan sikap (p=0.047). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berpengaruh terhadapperilaku seseorang dalam menggunakan tabung gas LPG. Untuk meningkatkan perilaku aman pada pekerjasektor informal khususnya pekerja warteg, perlu dilakukan lagi sosialisasi dan penyebaran poster mengenaiprosedur aman dalam penggunaan tabung gas LPG.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada WUS di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur Rupdi Lumban Siantar
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.927 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2521

Abstract

Lebih dari 70% penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut sehingga banyak menyebabkankematian karena terlambat ditemukan dan diobati. Oleh karena itu, skrining kanker serviks berupa tesInspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sangat disarankan oleh pemerintah. . Namun hanya 5% wanita di negaraberkembang, termasuk Indonesia, yang menjalani pemeriksaan tersebut. Melihat hal tersebut, penelitianini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dinikanker serviks pada wus metode IVA. Desain penelitian ini adalah studi case control. Populasi yang ditelitiadalah wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan ke poliklinik KIA/KB Puskesmas Matraman.Dengan metode quota sampling, diperoleh sampel sebanyak 110 orang. Seluruh data dikumpulkan melaluidiwawancarai dengan menggunakan kuesioner. Analisis regresi logistik multivariat digunakan. Setelahdilakukan control terhadapa faktor confounding, Penelitian ini menunjukkan faktor yang berhubungansignifkan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks metode IVA adalah keterpaparan informasidengan AOR = 15,704 (95% CI: 4.587 – 49.544) dan dukungan suami/keluarga dengan AOR = 21,379(95%CI : 5.444 – 74.356). Dukungan Suami/Keluarga merupakan faktor dominan dalam Perilaku DeteksiDini Kanker Serviks Metode IVA. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan frekuensipenyuluhan yang melibatkan keluarag dan suami.
Hubungan Pengetahuan Anemia, Pengetahuan Tablet Tambah Darah, Status Gizi dan Asupan Gizi (Fe) dengan Anemia Remaja Putri di SMA/K Kota Depok Tahun 2017 Sintha Fransiske Simanungkalit; Ikha Deviyanti P; Firlia Ayu Arini
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.518 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2522

Abstract

Anemia gizi besi merupakan salah satu dari empat masalah utama kesehatan masyarakat. Anemia padaremaja putri khususnya dapat menurunkan prestasi belajar. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 57,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remajaputri SMA/K di Depok tahun 2017. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Crosssectional. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan, timbangan berat badan, microtoise dankuesioner Food Frequency Questionaire. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang anemia dantablet darah, status gizi berdasarkan IMT/U, asupan gizi (Fe dan protein), dan kadar Hb. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini sejumah 122 orang siswi yang bersekolah setingkat SMA/K di Kota Depokpada tahun 2017. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Penelitian ini mendapatkan tidak adahubungan antara pengetahuan tentang anemia dan Tablet tambah darah dengan kejadian anemia, tidak adahubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan antara asupan Fe dan proteindengan kejadian anemia. Penelitian ini tidak mendapatkan adanya hubungan variabel-variabel independenyang diteliti dengan kejadian anemia.
Penyusunan Rencana Strategis Bisnis pada Rumah Sakit Swasta di Jakarta Yuyun Umniyatun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.572 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2523

Abstract

Rencana strategis bisnis adalah sebuah petunjuk/pedoman yang dapat digunakan organisasi dari kondisisaat ini untuk mencapai tujuan usaha dalam waktu beberapa tahun ke depan. Rencana strategis bisnismemuat strategi-strategi perusahaan yang selanjutnya menjadi dasar bagi penyusunan program kerja.Dengan demikian arah pengembangan perusahaan menjadi jelas dan terarah sehingga perusahaanmenghasilkan kinerja yang lebih baik dan mampu bersaing di dalam bisnis serupa. Penelitian rencanastrategis bisnis merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Melalui kerangka kerja analisisperumusan strategi Fred R. David, maka terdapat tiga (3) tahapan yang dilakukan. Tahap pertama adalahtahap input stage, yaitu melakukan analisis faktor eksternal dan internal dengan menggunakan matriksEFE (external factor evaluation) dan matriks IFE (internal factor evaluation). Tahap kedua adalah tahapmatching stage, yaitu menentukan posisi rumah sakit dengan menggunakan matriks IE (Internal External).Kemudian dengan matriks IE dan matriks TOWS menentukan strategi alternatif yang dapat dilakukan.Tahap ketiga adalah tahap decision stage, yaitu menentukan strategi prioritas dengan menggunakan matriksQSPM (Quantitatif Strategic Planning Matrix). Penelitian tentang rencana strategis bisnis yang dilakukandi RSIA SMBmenghasilkan skor EFE sebesar 3.8 dan skor IFE sebesar 2.725, sehingga diketahui posisiRSIA SMB berada pada sel II yang menunjukkan tahap tumbuh dan membangun. Pada tahap ini strategialternatif yang dikembangkan adalah market penetration, market development dan product development.Strategi prioritas yang dihasilkan adalah : 1) Pengembangan dan Penetrasi Pasar dengan MeningkatkanUpaya-Upaya Pemasaran (Skor 7.15); 2) Pembukaan Ruang NICU/PICU (Skor 7.10); 3) PengembanganRuang Rawat Inap (Skor 7.05); 4): Penambahan Layanan Radiologi (Skor 6.55); 5) Pengembangan AreaParkir dan Akses Masuk (Skor 4.68)
Faktor Risiko Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Bambu Apus Kota Tangerang Selatan Rony Darmawansyah Alnur; Rismawati Pangestika
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.836 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i2.2929

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious disease that is still a problem in the world of health until now. Pulmonary tuberculosis attacks the lungs caused by Mycrobacterium tuberculosis. Indonesia is included in a country with a high burden of tuberculosis, ranking 4th as a contributor to tuberculosis after India, China and South Africa. This study aims to determine internal risk factors that can cause pulmonary tuberculosis in the Dhuafa population. This type of research is analytical with a case-control study. The sample study was divided into case and control samples totaling 30 people with pulmonary tuberculosis and 30 people non-pulmonary tuberculosis. Univariate data were analyzed descriptively and bivariate data were analyzed by Chi-Square test with a 95% confidence level. The results of this studied showed that the risk factors that were caused of the incidence of pulmonary tuberculosis in the work area of ​​Bambu Apus Health Center were a household contact with patient pulmonary tuberculosis. (OR: 3.5; 95% CI: 1.112-11,017; p = 0.028) and habit of smoking family at home (OR: 4,333; 95% CI: 1,203-15,605; p = 0,020). The education level and occupancy density were variables that have no relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis in the work area of ​​Bambu Apus Health Center. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Risk Factors, Disease
Perilaku Merokok Remaja Laki-laki Siswa SMP Swasta di Depok Nurul Huriah Astuti
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.452 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i2.2956

Abstract

Di Indonesia diperkirakan pada tahun 2013 di ada sekitar 60,4 juta orang yang merokok setiap hari. Meskipun faktor-faktor risiko perilaku merokok di kalangan remaja di Indonesia sudah banyak diteliti dalam berbagai survei, namun pengetahuan secara mendalam mengenai peranan niat, norma subyektif, dan lingkungan sosial masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang gambaran faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terjadinya perilaku merokok di kalangan remaja laki-laki di SMP Master di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan Rapid Assesment Procedure (RAP). Informan yang terlibat dalam penelitian ini ada 10 orang dan 1 orang informan kunci yang diwawancarai dengan enggunakan teknik Wawancara Mendalam (WM). Hasil penelitian ini menunjukkan Faktor norma subyektif adalah faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk perilaku remaja untuk merokok. Sedangkan iklan rokok adalah faktor yang paling sedikit mempengaruhi remaja untuk merokok. Norma subyektif yang terbentuk dari teman sebaya mereka adalah merokok merupakan identitas remaja ketika nongkrong atau bercengkrama dengan teman bermainnya. Nongkrong tanpa rokok adalah hal yang tabu buat remaja, sehingga dorongan merokok berasal dari teman sebaya, bukan dari dorongan internal, diri sendiri. Edukasi yang membangun keterampilan hidup (life skill) remaja belum didapatkan oleh informan
Efektivitas Intervensi Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Tentang Pemilahan Sampah Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kota Serang Tahun 2015 erna sariana
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.567 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i2.2963

Abstract

Rubbish sorting is to separate waste types in according to the dissociation nature. In Serang city, especially the State Elementary School in working area Puskesmas Taktakan as being the location TPSA Cilowong Serang City government property still carry out the separation of biodegradable garbage and is not readily biodegradable. This is related with the knowledge and attitudes about less waste sorting. The purpose of this study was to determine the effect of health education on the knowledge level and attitudes about the waste sorting at the State Elementary School students in the Serang City 2015. The method used is a quasi-experimental. Samples some students at class V SDN Serang City. The first group is the experimental sample is SDN Pereng Cilowong village, and the second group is the experimental sample was SDN Taktakan 1 Serang. Data was analyzed using univariate and bivariate analysis with dependent t test, independent t test, and the correlation test. Based on the research results revealed that the mean of knowledge before the health education intervention = 11.088, mean knowledge after = 12.431. Mean attitude before = 37.363, and the attitude of health education interventions after the mean values ​​obtained 38.902. No statistically significant difference between the average knowledge before and after the health education intervention in the experimental first group (p = 0.0001) and second group (p = 0.0001). There are significant differences between the average attitude before and after the health education intervention in the experimental first group (p = 0.002) and second group (p = 0.040). The score average students knowledge and attitude who are given health education interventions through the film, is higher than the students knowledge and attitudes who are given health education interventions through leaflets (p = 0.015 and p = 0.048). There is a significant relationship between knowledge and attitude about waste separation (r= 0.524) and p = 0.0001). Suggestions in this research is to be able to select and use the appropriate health education media for students, especially elementary school students who turned out to be more effective to use audio visual media be compared visual media. Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Sorting Waste, Elementary School Students.

Page 8 of 19 | Total Record : 190