cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
ANALISIS PENYEBAB DAN PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PADA KECELAKAAN KERJA DI LINGKUNGAN PERTAMBANGAN BATU BARA Firdaus Donny
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i2.13669

Abstract

ABSTRAK Pertambangan batu bara merupakan salah satu lingkungan pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja yang tinggi. Penulisan ini bertujuan untuk membantu menganalisis faktor risiko penyebab terjadinya kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja di lingkungan pertambanagan batu bara dan sekaligus menganalisis pengendalian faktor risiko tersebut. Dengan metode kajian review atau studi Pustaka, penelitian ini mencari, mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pokok pembahasan penelitian ini. Kecelakaan kerja/ penyakit akibat kerja di lingkungan pertambangan batu bara Indonesia masih kerap kali terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti perilaku tidak aman maupun kondisi tidak aman di lingkungan kerja tambang batu bara. Dalam menanggapi hal tersebut, maka sangat dibutuhkan upaya pengendalian untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut melalui berbagai pengendalian faktor risiko. Untuk melaksanakan hal tersebut, maka diharapkan pihak perusahaan, para pekerja safety dan semua pekerja tambang batu bara dapat ikut berperan aktif dalam menerapkan pengendalian faktor risiko di lingkungan pertambangan batu bara. Kata kunci: Tambang batu bara, Kecelakaan kerja, Penyakit akibat kerja, Faktor risiko, Pengendalian
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Kelompok Usia Dewasa di Kota Jakarta Pusat Tahun 2024 Hanifah, Laily; Hanifah, Fahma Fadila; Apriningsih; Ardhiyanti, Lusyta Puri
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i2.15606

Abstract

ABSTRAK DKI Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah kasus HIV terbanyak, mencapai 82.033 kasus dari tahun 2010 hingga Maret 2023. Kota Jakarta Pusat mencatatkan angka kumulatif kasus AIDS tertinggi, yaitu 1.284 kasus pada tahun 2021. Perilaku pencegahan individu memainkan peran penting dalam mengatasi kasus infeksi baru HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan di Kota Jakarta Pusat pada Mei 2024. Populasi penelitian terdiri dari masyarakat berusia 19-59 tahun yang tinggal di Kota Jakarta Pusat. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling, melibatkan 158 responden dari delapan kecamatan. Analisis univariat menunjukkan proporsi perilaku pencegahan HIV/AIDS sebesar 54,4%. Perilaku pencegahan HIV/AIDS ditemukan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, sarana dan prasarana kesehatan, dan peran keluarga, menurut analisis multivariat. Faktor yang paling berhubungan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS adalah sarana dan prasarana kesehatan (AOR=2,9, 95% CI = 1,19-7,08). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan faktor-faktor tersebut dapat secara signifikan berkontribusi dalam pencegahan HIV/AIDS, sehingga pemerintah perlu meningkatkan edukasi, akses sarana kesehatan, dan dukungan keluarga, serta memastikan penyebaran informasi yang kredibel dan komprehensif untuk mendukung perilaku pencegahan HIV/AIDS di masyarakat. Kata Kunci: Perilaku, HIV, AIDS, Kelompok Usia Dewasa
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Aktivitas Bongkar Muat Curah Kering Ulifin, Renita Dwi; Syamila, Ana Islamiyah; Kinanthi, Citra Anggun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i2.15725

Abstract

ABSTRAK Bongkar muat merupakan aktivitas di pelabuhan yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja. Dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja diperlukan tindakan manajemen risiko yang dapat dilakukan dengan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada aktivitas bongkar muat curah kering di PT. Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Wangi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 22 responden. Data diperoleh melalui wawancara, observasi terkait aktivitas bongkar muat curah kering dan brainstorming bersama responden. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan bahwa terdapat total 37 bahaya pada aktivitas bongkar muat curah kering yang terdiri dari bahaya mekanik, fisik, kimia, psikologi, ergonomi, biologi, dan listrik. Bahaya terbanyak yaitu mekanik sejumlah 20 bahaya yang melibatkan penggunaan peralatan dan mesin. Hasil penilaian risiko terdapat dua risiko kategori sangat tinggi yaitu terpapar bahan kimia atau debu dari muatan dan terjatuh dari hopper yang termasuk kategori unacceptable. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masih terdapat risiko yang tidak dapat diterima sehingga perlu mendapat perhatian dari perusahaan untuk segera dilakukan pengendalian sesuai hirarki pengendalian. Kata Kunci: Bongkar muat curah kering, bahaya, asesmen risiko, analisis risiko, hirarki pengendalian
Efektivitas Massage Effleurage dan Deep Breathing Exercise terhadap Penurunan Skala Nyeri Dismenore Primer pada Santri Putri Gia Nugriah; Dini Afriani; Witri Dewi Mentari
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i2.15834

Abstract

ABSTRAK Dismenore primer adalah masalah menstruasi berupa rasa sakit yang dimulai beberapa jam sebelum atau selama menstruasi dan berlangsung selama 48 hingga 72 jam. Prevalensi masalah dismenore primer pada santri putri Pondok Pesantren Al-Ihya Sumedang masih cukup tinggi serta kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nyeri dismenore yang dapat berdampak buruk pada kesehatan organ reproduksinya sehingga perlu mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas massage effleurage dan deep breathing exercise terhadap perurunan skala nyeri dismenore primer. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan pre test dan post test with two group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 85 orang dengan sampel 40 santri putri, pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon urtuk menguji perbedaan masing-masing kelompok yang berpasangan dan uji Mann Whitney untuk menguji efektivitas pada kedua kelompok tidak berpasangan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat nyeri dismenore primer sebelum dan sesudah massage effleurage maupun deep breathing exercise pada santri putri dengan p value <0,001 dan intervensi deep breathing exercise lebih efektif dengan rata-rata 24,58 dibandingkan dengan intervensi massage effleurage dengan rata-rata 16,43 dalam menurunkan skala nyeri dismenore primer dengan value 0.022. Intervensi massage effleurage atau deep breathing exercise dapat menjadi alternatif untuk menurunkan skala nyeri dismenore primer. Kata Kunci: Massage Effleurage, Deep Breathing Exercises, Dismenore Primer
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENGRAJIN TENUN DI DESA SA’DAN TIROALLO KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Kadadi, Popy Pratiwi; Zainuddin, Asnia; Pratiwi, Arum Dian
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.14681

Abstract

ABSTRAK Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan di bagian otot skeletal yang diakibatkan oleh beban statis yang berulang pada otot selama waktu yang lama. Ini dapat menyebabkan sakit pada sendi, ligamen, dan tendon. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengrajin tenun di desa Sa’dan Tiroallo kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji spearman. Jumlah sampel sebanyak 58 pengrajin yang merupakan total dari keseluruhan pengrajin tenun. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi usia (p = 0,000), masa kerja (p = 0,004), gerakan repetitif (p = 0,000) dan sikap kerja (p = 0,000), lama kerja (p= 0,390) dan status gizi (p = 0,084). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara keluhan musculoskeletal disorders dengan usia, masa kerja, gerakan repetitif dan sikap kerja, sedangkan lama kerja dan status gizi tidak berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penenun di desa Sa’dan Tiroallo. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders, Usia, Lama Kerja, Masa Kerja, Gerakan Repetitif, Status Gizi, Sikap Kerja
Kejadian Stunting Berdasarkan Faktor Wilayah Desa-Kota dan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar Kurniati, Ni Made; Astuti, Ni Putu Widya; Putri, Kadek Fina Aryani
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.17176

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan global yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia. Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 stunting di Kabupaten Gianyar yang merupakan wilayah kabupaten dengan banyaknya desa wisata dan desa seni budaya adalah sebesar 6.3%. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 1,2% dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu 5.1%. dari penelitian ini adalah untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Gianyar dengan adanya gambaran terkait pemetaan kejadian stunting dengan analisis faktor risiko berdasarkan kategori wilayah untuk dapat memfokuskan intervensi berdasarkan karakteristik di masing – masing wilayah. Dari 70 desa di Kabupaten Gianyar, terdapat 44 Desa (62,8%) yang masuk dalam kategori Desa Wisata. Keywords : Stunting, Rural, Urban, Village, Gianyar
Sebuah Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Remaja dalam Pencegahan Hipertensi Di Rw 06 Kelurahan Cipete Utara Kota Jakarta Selatan Tahun 2024: Hipertensi Ramadhan, Muhammad Rafli; Purnamawati, Dewi
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19209

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi pada usia muda menuntut perhatian terhadap upaya promotif dan preventif sejak usia remaja. Remaja sebagai kelompok usia transisi memiliki karakteristik perilaku yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan. Berdasarkan Health Belief Model (HBM), perilaku pencegahan hipertensi dipengaruhi oleh beberapa konstruk, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri (self-efficacy), dan isyarat untuk bertindak (cues to action). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di RW 06 Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dan melibatkan 107 remaja sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari enam konstruk dalam HBM, hanya cues to action yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan hipertensi (p = 0,031; rho = 0,208). Temuan ini mengindikasikan bahwa adanya dorongan atau pengingat dari luar, seperti edukasi kesehatan, pesan dari tenaga kesehatan, maupun pengaruh keluarga, dapat memotivasi remaja untuk menerapkan perilaku pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, cues to action merupakan faktor kunci yang perlu diperkuat dalam intervensi kesehatan remaja. Strategi komunikasi dan edukasi yang efektif sangat penting untuk membentuk kesadaran dan tindakan pencegahan hipertensi sejak usia muda. Kata kunci: Penyakit Tidak Menular, Pencegahan Hipertensi, Perilaku Remaja, Health Belief Model, Cipete Utara
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Tahun 2025 Aditya, Richard Dimas; Linda, Ony
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19572

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang dijumpai pada remaja putri di dunia maupun di Indonesia. Remaja putri memiliki resiko lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra, di Indonesia tercatat 25.8% remaja putri usia 10-18 tahun menderita anemia. Sementara itu, di Jawa Barat tercatat 30,3% remaja putri usia 10-18 tahun yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Taman Islam Kabupaten Bogor tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri di SMA Taman Islam pada kelas X-XII dengan jumlah sampel yaitu 80 remaja putri dengan teknik sampling menggunakan purposive Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwasannya 42 orang (52.5%) mengalami anemia, dan terdapat 3 variabel berupa pengetahuan anemia (p-value=0,001), konsumsi TTD (p value=0,002) dan konsumsi kopi (p-value=0,000) yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia. Sedangkan pola menstruasi (p-value=0,296), konsumsi teh (p-value=0,422) dan intake fe (p-value=0,341) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Anemia, Hemoglobin, Remaja Putri
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MOSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN KEDIRI Zuliana, Ni'matu; Putri, Alfira Maudy Sukmaning; Jayanto, Deni Luvi; Hidayat, Andra Dwitama
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19803

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan dibagian otot rangka manusia, keluhan yang dirasakan mulai dari keluhan ringan sampai sangat sakit. Ketika otot telah menerima beban yang statis secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama, maka dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan yang terjadi pada sendi, ligamen dan tendon. Keluhan yang mencapai kerusakan inilah yang sering disebut dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs). Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018 terdapat 713.783 yang menderita penyakit sendi antara lain osteoarthritis,huperurisemia dan rheumatoid arthritis.  Muskuloskeletal merupakan salah satu penyebab utama gangguan produktivitas di tempat kerja pasca-pandemi dan menjadi beban ekonomi yang signifikan. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit X  Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pedekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden perawat rawat inap dengan mteknik sampling non probability dengan total sampling. Sample diambil pada perawat yang bekerja lebih dari 8 jam.Pengumpulan data melalui kuesioner dengan panduan NBM dan REBA, analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,047), dan postur kerja (p=0,033) dengan keluhan Muskuloskeletal. Tidak ada hubungan antara usia (p=0,710) dan masa kerja (0,936) Kesimpulan & Saran: Perawat disarankan untuk lebih memperhatikan postur kerja saat melakukan aktivitas keperawatan. Meminimalisir gerakan mengankat pasien secara manual dan mengutamakan alat bantu Safe Patient Handling and Mobility (SPHM) yang didukung oleh kebijakan dari manajemen. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Postur Kerja, Perawat Rawat Inap
Potensi Risiko Paparan PM2,5 pada Balta di Wilayah Kelurahan Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur: Potential Risk of Exposure to PM2.5 in Infants in Terate Village, Cakung District, East Jakarta Pangestika, Rismawati; Praditya, Faizal Rifki
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.20475

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan indeks data penyakit pada Puskesmas Rawa Terate Kota Administrasi Jakarta Timur, angka kejadian ISPA untuk kelompok umur dibawah 5 tahun dan menduduki peringkat kedua dari sepuluh besar penyakit. ISPA menjadi perhatian yang cukup serius dalam upaya menekan angka kejadian penyakit ISPA di kelurahan tersebut, salah satunya dengan mengetahui risiko paparan PM2.5 pada indoor maupun outdoor di pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat paparan PM2.5 indoor dan outdoor terhadap anak-anak di wilayah Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif melalui perhitungan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini adalah semua populasi yang beresiko yaitu populasi yang bertempat tinggal (bermukim) pada kelompok balita. Jika nilai RQ>1 maka dikategorikan tidak aman, sedangkan nilai RQ≤1 dikategorikan aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balita yang mengalami keluhan gangguan pernapasan sebanyak 35,5% sedangkan balita yang tidak mengalami sebanyak 64,4%. Kadar debu PM2.5  pada tiga titik pengukuran adalah Titik I rata rata 51,6 µg/m3, Titik II rata-rata 55,5 µg/m3, dan Titik III rata-rata 62 µg/m3.. Tingkat risiko (RQ) paparan PM2,5 secara rata-rata masih tergolong aman (RQ≤1) untuk indoor, sedangkan tingkat risiko paparan PM2.5 di outdoor kategorinya tidak aman. Beberapa pemukiman masih memiliki risiko tidak aman akibat paparan PM2,5 sehingga strategi pengelolaan pemantauan kualitas udara diperlukan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan pada masyarakat. Kata kunci: Balita, Gangguan Pernapasan, PM2,5, ARKL