cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknoka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Analisa Kendali Radar Penjejak Pesawat Terbang dengan Metode Root Locus Rosalina Rosalina; Pancatatva Hesti Gunawan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.176 KB)

Abstract

Metode Root Locus merupakan salah satu metode yang dipakai dalam keilmuan control engineering yang menggambarkan pergeseran letak kutub-kutub suatu sistem loop tertutup dari perubahan besarnya penguatan loop terbuka dengan gain adjustment. Analisa ini dipakai sebagai salah satu dasar untuk mendesain suatu sistem kendali sesuai dengan karakteristik dan spesifikasi yang diinginkan. Juga dapat menentukan apakah suatu system stabil atau tidak. Selain itu dapat menentukan besarnya rentang penguatan loop terbuka, agar suatu system masih dapat dikatakan stabil.
Simulasi Kendali Gerak Longitudinal Pesawat Terbang Menggunakan Instantaneous Linearization Berbasis Neural Network Yulia Kartika; Muhammad Mujirudin; Arjoni Amir
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.532 KB)

Abstract

Pergerakan pesawat pada umumnya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan sumbu pergerakan, yaitu gerak pitching, yawing, dan roll. Pitching merupakan gerak pesawat berdasarkan sumbu horizontal yang tegak lurus terhadap sumbu roll yang menyebabkan hidung pesawat akan turun atau naik. Dalam penelitian ini, penulis meneliti gerak longitudinal atau gerak pitching pesawat terbang saat berada di udara dengan elevator sebagai sinyal kendali gerak pesat terbang tersebut. Pengendalian gerak longitudinal pesawat terbang dilakukan untuk mendapatkan rise time, delay time, dan settling time yang cepat serta steady state dan overshoot yang kecil dengan cara membuat pemodelan persamaan matematika dari gerak longitudinal pesawat terbang dengan menggunakan Instantaneous Linearization berbasis Neural Network. Algoritma yang digunakan yaitu algoritma BFGS dan Lavenberg Marquadt dengan simulasi menggunakan program MATLAB Ver. 7.8.0.347. Nilai yang diinginkan dalam penelitian ini yaitu waktu naik (rise time), waktu tunda (delay time), dan waktu tunak (steady state) yang tidak lebih dari 2 detik serta overshoot yang tidak lebih dari 5%. Hasil yang diperoleh dari pengadalian sistem gerak longitudinal pesawat terbang diperoleh delay time sebesar 0,12 detik, rise time sebesar 0.84 detik, peak time sebesar 1.24 detik, settling time sebesar 1.48 detik, steady state sebesar 1,6 detik, dan overshoot sebesar 0.38%. Ini menunjukkan bahwa nilai rise time, settling time, dan delay time yang relative cepat, serta steady state dan overshoot yang relative kecil sehingga sistem gerak longitudinal pesawat terbang ini sudah cukup sesuai dengan perancangan pengendalian yang diinginkan.
Analisa Interferensi Long Term Evolution terhadap Wifi pada Frekuensi Unlicensed Enggo Nofriando; Dwi Astuti Cahyasiwi; Endy Sjaiful Alim
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.346 KB)

Abstract

Long term evolution (LTE) merupakan bagian teknologi nirkabel dengan rentang frekuensi 2300-2400 MHz pada E-UTRA yang beroperasi di band 40 dengan mode transmisi time division duplex (TDD). Salah satu perangkat wireless yang frekuensi kerjanya mendekati sistem tersebut adalah WLAN (Wifi) dengan standar IEEE 802.11 b/g di frekuensi 2400 MHz. Interferensi dapat terjadi apabila pita frekuensi pada 2 sistem perangkat wireless yang berbeda mempunyai frekuensi yang sama atau berdekatan. Untuk melindungi Wifi dari interferensi yang disebabkan oleh perangkat LTE, perlu dilakukan kajian yang menganalisis interferensi LTE terhadap wifi 802.11 b/g. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi dari pengirim LTE band 40 terhadap penerima wi-fi 802.11 b/g menggunakan Spectrum Engineering Advanced Monte-Carlo Analysis Tool (SEAMCAT), yaitu model simulasi statistik yang menggunakan metode analisis yang disebut monte carlo dengan propagasi outdoor-indoor dengan melihat faktor jarak yang bervariasi antara pengirim pengganggu LTE terhadap penerima terganggu wi-fi. Dari hasil simulasi didapatkan desired Received Signal Strength (dRSS) menurun seiring jarak wanted transmitter (AP wifi) ke victim receiver (MS wifi) dijauhkan dengan jarak IT-VR minimum 50 meter, dRSS memiliki nilai sebesar -82.15 dBm dimana nilai ini dibawah nilai sensitivitas penerima yang ditetapkan. Sisi lain nilai C/I pada jarak IT-VR minimum 50 meter dengan jarak WT-VR maksimum 30 meter sebesar 13.01 dB mendekati nilai C/I yang ditetapkan dan probabilitas interferensi sebesar 16.79 %. Dengan mengetahui pengaruh interferensi LTE band 40 terhadap wifi 802.11 b/g pada band unlicensed dapat dilihat dari nilai C/I yang dihasilkan. Semakin dekat jarak pengganggu LTE maka semakin besar probabilitas interferensi yang dialami penerima wifi 802.11 b/g, sementara nilai C/I nya semakin kecil.
Rancang Bangun Antena V-Double Dipole pada Frekuensi Kerja LTE (Long Term Evolution) 710 Mhz Canty Subastari; Arjoni Amir Amir; Dwi Astuti Cahyasiwi
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.961 KB)

Abstract

Antena dipole merupakan antena yang dapat dikembangkan dalam berbagai aplikasi. Salah satunya pada aplikasi 4G LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kawasan frekuensi kerja di 710 Mhz. Antena dipole ini dibuat menggunakan kawat tembaga dan dipotong sesuai ukuran agar dapat beresonansi pada frekuensi kerja yang diinginkan. Perancangan antena dipole ini memiliki tujuan untuk mendapatkan nilai Return Loss ≤10 dB dan nilai VSWR ≤2 dengan Bandwidth 12 Mhz. Hasil simulasi antena V-Double Dipole menunjukan dalam frekuensi kerja antara 700 Mhz – 720 Mhz antena ini memiliki nilai Return Loss -13,07 dB dengan Nilai VSWR 1,575 Sedangkan pada Frekuensi resonansi 710 Mhz mendapatkan nilai VSWR sebesar 1,04 . Sementara pada hasil pengukuran antena prototype menunjukan dalam frekuensi kerja antara 685 Mhz – 718,5 Mhz, antena ini memiliki nilai Return Loss -13.19 dB dengan VSWR 1.53 dan pada frekuensi yang diinginkan 710 Mhz memiliki nilai VSWR 1,32 .
Rancang Bangun Antena Biquadpada Frekuensi Kerja LTE (Long Term Evolution) 710 MHz Yonard Hanudry Subroto Putra; Emilia Roza; Dwi Astuti Cahyasiwi
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.933 KB)

Abstract

Antena merupakan tulang punggung jaringan nirkabel. Antena sangat penting sebagai perangkat penyesuai (matching device) antara sistem pemancar dengan udara bila antena berfungsi sebagai media radiasi gelombang radio dan sebagai perangkat penyesuai dari udara ke sistem penerima. Desain antena ideal yang diharapkan adalah antena yang mempunyai nilai VSWR ≤ 2, nilai return loss ≤ -10, gain yang tinggi dan bandwidth yang lebar. Dalam perancangan ini akan membahas tentang rancang bangun antena biquad pada frekuensi kerja LTE (Long Term Evolution) 710 Mhz. Perancangan antena biquad ini dilakukan menggunakan software MMANA-GAL Basic V 3.0.0.31. Pada simulasi antena menunjukkan antena bekerja pada range frekuensi 692 – 728 MHz dengan bandwidth sebesar 36 MHz. Pada simulasi antena juga diperoleh nilai VSWR 1,65, nilai return loss sebesar -12,22. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap prototype antena diperoleh hasil nilai VSWR sebesar 1,89, nilai return loss sebesar -10,45 dB. Prototype Antena Biquad bekerja pada range frekuensi dimulai dari 623,5 MHz – 710 MHz dan memiliki bandwidth sebesar 86 MHz.
Pengaruh Bentuk Bluff Body Terhadap Tegangan Listrik yang Dihasilkan Piezoelektrik dengan Sistem Kantilever Adhes Gamayel
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.871 KB)

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu alat pemanen energi. Piezoelektrik dengan mekanisme kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang sehingga menimbulkan tegangan listrik. Penelitian penambahan batang pada ujung piezoelektrik (galloping system) telah dilakukan dengan membahas efek gaya drag dan lift terhadap tegangan listrik yang dihasilkan. Namun, Penelitian mengenai bentuk penampang bluff body dengan jarak tertentu pada piezoelektrik sistem kantilever belum ada. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengukur tegangan maksimal dan tegangan rata-rata yang dihasilkan piezoelektrik dengan variasi: tanpa bluff body, bluff body penampang segitiga, dan bluff body penampang lingkaran. Bluff body tersebut dipasang pada jarak 50 dan 100 mm dari piezoelektrik. Penelitian dilakukan dalam terowongan angin mini dengan kecepatan angin 1,4 m/s ; 1,6 m/s ; dan 2 m/s. Hasil terbaik dari penelitian ini didapatkan oleh bluff body bentuk penampang segitiga dengan tegangan listrik maksimal 0.34 mV dan tegangan listrik rata-rata 0.038 mV. Aliran udara saat melewati penampang segitiga mengalami peningkatan kecepatan sehingga vorteks yang dihasilkan memiliki kecepatan tinggi. Hal inilah yang mengakibatkan getaran tinggi pada piezoelektrik sehingga tegangan listrik maksimal dan tegangan listrik rata-rata bernilai paling tinggi.
Rancang Bangun Sistem Pendingin Mesin Mobil Menggunakan Pengendali Logika Fuzzy Purwanto Priyojatmiko; Akhmad Musafa
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.947 KB)

Abstract

Makalah ini membahas perancangan sistem pendingin mesin mobil menggunakan pengendali logika fuzzy (FLC). Sistem akan mengatur kecepatan putar kipas radiator disesuaikan dengan kondisi suhu air radiator dan suhu ruang mesin yang dideteksi menggunakan sensor PT100. Masukan dari sensor suhu akan diolah oleh mikrokontroler menggunakan algoritma kontrol logika fuzzy. Keluaran control logika fuzzy berupa sinyal PWM yang akan digunakan untuk mengatur putaran kipas pendingin radiator. Dari hasil pengujian, dalam kondisi tanpa gangguan sistem dapat bekerja dengan baik dengan nilai steady state error sebesar 10 C (0.012%). Dalam kondisi system diberi gangguan berupa suhu ruang mesin bergerak naik, sistem dapat bekerja dengan baik dengan nilai steady state error sebesar 10 C (0.012%). Sedangkan ketika sistem diberi gangguan berupa suhu ruang mesin bergerak turun, system dapat bekerja dengan baik dengan nilai steady state error sebesar 20 C (0.024%).
Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik sebagai Campuran Bahan Bakar Premium terhadap Prestasi Mesin Sepeda Motor Merk-X Untung Surya Dharma; Dwi Irawan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.621 KB)

Abstract

Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Untuk mengetahui pengaruh minyak plastik sebagai campuran bahan bakar premium terhadap prestasi mesin dilakukan pengaplikasian langsung pada sepeda motor merk-X dengan spesifikasi teknis volume silinder 179,8 cm2 , Tekanan Pembakaran 98 N/cm2 , Torsi maksimum 15,22 Nm pada 6000 rpm, Daya maksimum 12,15 kW pada 8000 rpm. Pengambilan data dilakukan pada dua kondisi yaitu kondisi stasioner untuk mengukur torsi yang terjadi dan konsumsi bahan bakar untuk menghitung daya dan pemakaian bahan bakar spesifik. Pengambilan data pada road test untuk mendapatkan nilai akselerasi dan pemakaian bahan bakar pada kondisi real dijalanan. Dari data - data pengujian dan hasil perhitungan ketahui bahwa pada campuran perbandingan minyak plastik premium adalah 1 : 4 menghasilkan torsi dan daya mendekati nilai premium murni tanpa campuran yaitu sebesar 12,55 Nm dan 7,88 kW pada 6000 rpm dengan nilai percepatan yang lebih baik. Konsumsi bahan bakar pada saat pengujian stasioner uji torsi sebesar 0,72 kg/jam pada 6000 rpm dan pada saat road test hanya sebesar 0,41 liter pada kecepatan 100 km/jam. Secara keseluruhan penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak campuran minyak plastik ( 2 : 4 dan 3 : 4) maka nilai torsi dan daya yang dihasilkan mesin sepeda motor akan semakin rendah, sedangkan konsumsi bahan bakar akan semakin besar (boros).
Pengaruh Pengisian Pasir dan Lilin terhadap Kualitas Pembentukan Batang Silinder Pipa Aep Surahto; Novi Laura; Perdi Perdi
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.249 KB)

Abstract

Iron pipes are widely used in everyday life. At their role will be found a few problems. Based on some of the issues that arise, this research will discuss the problem of cracks. Selection of cracks due to the aftereffect that could result in a loss bebarapa both in terms of material and function. This study addressed the issue of changes in the form of 0.5-inch diameter pipe in the pipe thickness of 1.2 mm and 1.8 mm were exposed to stress (stress) during the bending process. In each pipe treated; without stuffing pipe, a pipe filled with sand and a candle stuffing pipe. In each pipe bend with an angle of 90 °. After that, the pipe is cut to determine the condition of each pipe bends. The test results in getting that on the pipe diameter of 1.2 mm change very drastically and the elbow pipe diameter of 1.8 mm changes are not too drastic changes shape. The thickness of the pipe will influence changes in the results of elbow pipe diameter, the thicker the better the pipe diameter.
Perancangan Knowledge Management System (KMS) Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Selatan Herlinda Herlinda; Intan Mutia; Atikah Atikah
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.136 KB)

Abstract

Penelitian ini secara jangka panjang memberikan kontribusi untuk penerapan Knowledge Management System (KMS) Kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Secara akademis dapat membantu untuk : 1) Menjadi pusat pengelolaan pengetahuan bagi lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri, 2) Sebagai sarana menampung/menyimpan, mendiskusikan, memanfaatkan pengetahuan sesuai regulasi institusi, 3) mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sistem informasi pada manajemen pengetahuan, demi efisiensi dan efektifitas pembelajaran kurikulum 2013 internal Sekolah Menengah Atas Negeri, 4) Memudahkan guru mencari informasi ilmu pengetahuan terkait mata pelajaran yang diampunya. Lokasi penelitian di Jakarta Selatan dengan subjek penelitian adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Pondok Labu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan kerangka kerja model Amrit Tiwana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Tahap analisis dan disain dengan pendekatan berorientasi objek menggunakan UML. Hasil penelitian rancangan KMS berkualitas baik dengan fitur utama: input data guru, mata pelajaran, forum diskusi, memuat dan mengunduh berkas, dan pencarian berkas.