cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
EVALUASI PERILAKU PENGGUNA HALTE BUS TRANS JOGJA DI MALIOBORO Studi Kasus: Halte Malioboro 2 Andreas Kelmens Suban Mukin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.591

Abstract

Abstract: The Trans Jogja bus stop has an important role as a transitional space between the outer space and the Trans Jogja bus. The Malioboro 2 bus stop is one of the Trans Jogja shelters which is located on Malioboro Street. The existence of a bus stop located in the tourist center of Yogyakarta has caused this bus stop to have a high level of activity with a variety of varied user backgrounds. The research uses qualitative methods with data collection methods. by conducting field observations, interview documentation and using the Behavior Mapping method with place center mapping techniques to determine the behavior patterns of bus stop users. The behavior pattern of the users of the Malioboro 2 bus stop is influenced by several factors, namely: The temperature of the waiting room, the length of the waiting duration and the density level in the waiting room of the Malioboro stop 2Abstrak: Halte Trans Jogja memiliki peran penting sebagai ruang transisi yang antara ruang luar menuju ke dalam bus Trans Jogja. Halte malioboro 2 merupakan salah satu halte Trans Jogja yang yang berada pada jalan malioboro, keberadaan halte yang terletak pada pusat wisata kota Yogyakarta menyebabkan halte ini memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dengan berbagai macam latar belakang pengguna yang bervariasi. penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data pada lapangan melakukan observasi lapangan, dokumentasi wawancara dan menggunakan metode Behavior Mapping dengan teknik Place Center Mapping untuk mengetahui pola perilaku pengguna halte bus. Pola perilaku pengguna halte malioboro 2 dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: Tingkat suhu ruang tunggu, lamanya durasi menunggu dan tingkat kepadatan pada ruang tunggu halte malioboro 2.
KAJIAN SOUNDSCAPE DI RUANG PUBLIK TERBUKA TENGAH KOTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: TAMAN CATTLEYA, TOMANG, JAKARTA BARAT) Bambang Heryanto; Mona Anggiani; Ashri Prawesthi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.574

Abstract

Abstract: Urban public spaces are public spaces that are visited by many urban residents with all the activities they can do. In the urban public space, various kinds of voices or sounds fill this space. Voices can be heard from any room or place in the city. The natural environment, humans, and mechanical equipment produce sound landscapes or soundscapes in the city space air. In urban public spaces, activities carried out by humans can produce artificial sound, while natural activities produce natural sound. The purpose of this study is to describe and explore the sound landscape in urban public space. This research was conduct on holidays, by observing various types of sounds and voices, the distribution of sources, time, and strength of sounds and voices to achieve the research objectives. Found that after the observation, in the open public space of Cattleya Tomang Park, West Jakarta, the results of mechanical sound sources came from the roar of motorized vehicles and the sound of construction work was more dominant than natural sounds that came from humans, trees, and animals. Research on soundscapes in urban public spaces is expected to be a basis for consideration in designing urban public spaces so that public spaces can be enjoyed more by city residents who use them.                                  Abstrak: Ruang publik kota merupakan ruang publik yang banyak dikunjungi oleh warga kota dengan segala kegiatan yang bisa dilakukan. Di dalam ruang publik kota, berbagai ragam suara atau bunyi mengisi ruang ini. Bentang suara dapat didengar dari berbagai ragam ruang atau tempat di kota. Alam lingkungan, manusia, maupun peralatan mekanik memproduksi bentang suara atau soundscape di udara ruang kota. Di ruang publik kota, kegiatan yang dilakukan oleh oleh manusia dapat menghasilkan bunyi, sementara kegiatan alami menghasilkan suara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mengeksplorasi bentang suara yang berada di ruang publik kota. Penelitian ini dilakukan pada hari libur, dengan mengobservasi berbagai macam jenis bunyi dan suara, sebaran sumber, waktu, dan kekuatan bunyi dan suara untuk mencapai tujuan penelitian. Didapati setelah pengamatan, pada ruang publik terbuka Taman Cattleya Tomang, Jakarta Barat, hasil sumber bunyi mekanik berasal dari deru mesin kendaraan bermotor dan bunyi pekerjaan konstruksi pembangunan gedung lebih dominan dibandingkan dengan suara alami yang datang dari manusia, pepohonan, maupun hewan. Penelitian soundscape di ruang publik kota ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perancangan ruang publik kota agar ruang publik lebih dapat dinikmati oleh warga kota yang memanfaatkannya.  
PELESTARIAN BUDAYA BALI DALAM ARSITEKTUR TAPAK DAN RESTORAN ARUNA RESORT TEJAPRANA TEGALALANG UBUD – BALI Alwin Suryono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.873

Abstract

Abstract: Revealing the conservation of Balinese culture forms in the architecture of Site and Aruna Restaurant of Tejaprana resort uses architectural phenomenological approach. The Balinese Culture’s physical-social system is expressed through sensory presence, conceptual systems through goal awareness, and the philosophy through essence awareness. The setting extends from the North-South direction, the Aruna restaurant surrounded by garden in the middle of the site and a temple in the North, preserving the principles of the Balinese Traditional Village setting. The essence of the site order is harmony with the local natural philosophy. Social activities surrounded by gardens in the middle of the site and temple in North form a harmonious-balanced human-nature-God relationship philosophy. The openness of Aruna restaurant is similar to Wantilan's architecture, but with different shape. The pool at the center of the floor and the eight columns around it symbolizes the "natural balance" of the Nawa Sanga concept. The essence of Aruna restaurant is local natural harmony philosophy and spiritual relations, forming a harmonious-balanced human-nature-God relationship philosophy. The principles of traditional village arrangements, Balinese cultural social system, concept of natural balance, bale Wantilan principle, Nawa Sanga concept, Tri Hita Karana philosophy are preserved in the site and Aruna restaurant.).Abstrak: Pengungkapan wujud-wujud Budaya Bali dalam arsitektur Tatanan Tapak dan Restoran Aruna resort Tejaprana dan pelestariannya menggunakan pendekatan fenomenologis arsitektur. Sistem fisik-sosial Budaya Bali diungkap melalui kehadiran inderawi, sistem konsep melalui kesadaran tujuan, dan filosofi melalui kesadaran esensi. Tatanan tapak memanjang arah Utara-Selatan, restoran Aruna dikelilingi taman di tengah tapak dan Pura di Utaranya, melestarikan prinsip tatanan tapak Desa Tradisional Bali, berikut sistem sosial Budaya Bali. Tatanan tapak membentuk Keseimbangan Alam konsep Catur Lokapala. Esensi tatanan tapak adalah keharmonisan-keselarasan dengan alam setempat filosofi Manik Ring Cucupu. Aktivitas sosial dikelilingi taman di tengah tapak dan ibadah di Utaranya membentuk relasi harmonis-seimbang manusia-alam-Tuhan filosofi Tri Hita Karana. Restoran Aruna bersosok terbuka, atapnya bersusun mirip arsitektur Wantilan, namun bentuknya kerucut berlantai dua. Kolam di pusat lantai dan delapan kolom sekelilingnya searah mata angin simbol ‘keseimbangan alam’ konsep Nawa Sanga, memperlihatkan sistem sosial Budaya Bali. Esensi restoran Aruna adalah keharmonisan-keselarasan alam setempat (filosofi Manik Ring Cucupu) dan relasi spiritual, sehingga membentuk relasi harmonis-seimbang manusia-alam-Tuhan (filosofi Tri Hita Karana). Prinsip tatanan desa tradisional, sistem sosial Budaya Bali, konsep keseimbangan alam, prinsip bale Wantilan, konsep Nawa Sanga, filosofi Tri Hita Karana dilestarikan pada tapak dan restoran Aruna.
IDENTIFIKASI TRANSFORMASI KORIDOR JALAN Ir. H. DJUANDA (DAGO) BANDUNG SEBAGAI PEMBENTUK PERSEPSI PENGGUNA
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.802

Abstract

Abstract: Urban dynamics often provide changes to the urban order, which is also seen in Dago road corridor of Bandung. Dago road corridor is a primary artery that is part of downtown Bandung where along the road there are educational buildings, commerce, services, worship, and occupancy. This research will be discussed about the corridor elements as a result of the transformation of the city, by identifying road corridor elements, followed by evaluating the arrangement of good urban design elements in a road corridor. The evaluation was conducted based on the results of the perception of Dago road corridor users related to the comfort and safety of the road corridor elements. This research uses a qualitative approach to case studies. The data collection method is done by observation method, as well as questionnaires. The determination of respondents using non-random sampling where respondents are selected only practitioners in the field of architecture and design, as well as students in the same field. The results of the study showed that overall the Dago street corridor has met the requirements of a good street based on the Great Street theory, which can be seen from the perception of respondents who showed a positive response to almost all criteria. This research can be used to be a consideration in the planning and development of the Dago road corridor.Abstrak: Dinamika perkotaan acap kali memberikan perubahan pada tatanan perkotaan, yang juga tampak di koridor jalan Ir.H. Djuanda (Dago) kota Bandung. Koridor jalan Dago merupakan arteri primer yang menjadi bagian dari pusat kota Bandung dimana sepanjang jalan tersebut terdapat bangunan pendidikan, niaga, jasa, peribadatan serta hunian. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai elemen koridor sebagai akibat dari transformasi kota, dengan melakukan identifikasi elemen koridor jalan, dilanjutkan dengan melakukan evaluasi mengenai penataan elemen rancang kota yang baik pada sebuah koridor jalan. Evaluasi tersetut dilakukan berdasarkan hasil persepsi pengguna koridor jalan Dago terkait kenyamanan serta keamanan terhadap elemen koridor jalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi serta kuesioner. Penentuan responden menggunakan nonrandom sampling dimana responden yang dipilih hanya praktisi dalam bidang arsitektur dan desain, serta mahasiswa dalam bidang yang sama. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan koridor jalan Dago telah memenuhi persyaratan jalan yang baik berdasarkan teori Great Street, dimana dapat dilihat dari persepsi responden yang menunjukkan respon positif pada hampir semua kriteria. Penelitian ini dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan koridor jalan Dago.
STUDI KELAYAKAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK Fahmi Ali Akbar; Hinijati Widjaja; Ina Krisantia; Eko Adhy Setiawan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.1024

Abstract

Abstract: The University of Indonesia (UI) is the benchmark for all universities in Indonesia. The University of Indonesia has several faculties and general (supporting) areas. One of them is the Library as an educational area, the University of Indonesia Library is expected to have more advantages compared to other educational areas. The incomplete supporting functions in the University of Indonesia Library Area and the untapped potential such as the Kenanga Lake in the same area can be a topic in developing the design. Therefore, the purpose of this study is to examine the user's perception of the function of open space which is qualitative in nature and to map the user's behavioral tendencies. This is to find out the guidelines for library landscape design based on visitors' perceptions of the function of open spaces, where the knowledge, experience, and needs of visitors will be used as the basis for measuring the design of the library landscape. This study used a qualitative method with stratified random sampling using a closed Likert scale (1-5) questionnaire with primary and secondary data collection. Thus, this research and landscape design is expected to create an educational environment that becomes a better place to learn.Abstrak: Universitas Indonesia (UI) menjadi acuan bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Indonesia memiliki beberapa fakultas dan umum (penunjang). Salah satunya Perpustakaan sebagai kawasan pendidikan, Perpustakaan Universitas Indonesia diharapkan memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan kawasan pendidikan lainnya. Belum lengkapnya fungsi penunjang di Kawasan Perpustakaan Universitas Indonesia dan potensi yang belum tergarap seperti Danau Kenanga di kawasan yang sama dapat menjadi topik dalam pengembangan desain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi pengguna terhadap fungsi ruang terbuka yang bersifat kualitatif dan memetakan kecenderungan perilaku pengguna. Hal ini untuk mengetahui pedoman perancangan lansekap perpustakaan berdasarkan persepsi pengunjung terhadap fungsi ruang terbuka, dimana pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan pengunjung akan digunakan sebagai dasar pengukuran desain lansekap perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan stratified random sampling menggunakan kuesioner skala Likert tertutup (1-5) dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Dengan demikian, penelitian dan desain lansekap ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang menjadi tempat belajar yang lebih baik. 
KONDISI KENYAMANAN THERMAL PADA DESAIN BANGUNAN PERUMAHAN BUKIT VIOLAN JAYA SEMARANG Rizka Tri Arinta; Rahma Nindi Hapsari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.771

Abstract

Abstract: Many housing hills are developed in Semarang, this location is far from urban areas, there is still a lot of green land, making this location quite attractive to many city people. Although in terms of accessibility it is far from the city center, but the environmental conditions still tend to be comfortable to live in. With a fairly steep slope of the land, there are many impacts on the quality of the building. There were many discrepancies in the planning process which later became a residential environment whose climatic conditions were still very comfortable, but then had to use a lot of energy to create cooler air conditioning. This practical effort is not in line with the architectural design of the building which makes researchers intend to see the condition of thermal comfort in the residential area of Violan Jay Aini Hill.With measurements taken directly at 10 houses with types 36, 45 and 65 the time range from 05.00 to 22.00 for several days in several houses by looking at 3 points on the part of the house, namely the terrace, family room, and bedroom.From research conducted on 10 residential houses in hilly areas that are comfortable to live in, looking at the thermal comfort of climatic factors as measured by Wind Speed, Air Humidity, Air Temperature and Radiation in December 2019, it can be seen that on the terrace of the house, bedroom, and family rooms tend to be optimally comfortable.Abstrak: perumahan perbukitan banyak dikembangkan di semarang, lokasinya yang cuku jauh dari perkotaan, masih banyaknya lahan hijau, menjadikan lokasi ini cukup diminati oleh banyak masyarakat kota. Meski dari sisi aksesibilitias jauh dari pusat kota, namun kondisi iklim perumahan masih cenderung nyaman untuk ditinggali. Dengan kemiringan lahan yang cukup curam, banyak dampak yang terjadi pada kualitas bangunan. Banyak ketidak sesuaian dalam proses perancangan pemukiman yang kemudian menjadi lingkungan perumahan yang kondisi iklimnya masih sangat nyaman, namun justru kemudian harus banyak menggunakan energi untuk menciptakan pengkondisian udara yang lebih sejuk. Upaya praktis ini yang tidak sejalan dengan desain arsitektural bangunan yang membuat peneliti bermaksud untuk melihat kondisi kenyamanan termal pada daerah perumahan bukit violan jay aini.Dengan pengukuran yang diambil langsung pada 10 rumah dengan tipe 36, 45 dan 65 rentang waktu pukul 05.00 hingga 22.00 selama beberapa hari di beberapa rumah dengan melihat 3 titik pada bagian rumah yaitu teras, ruang keluarga dan juga ruang tidur.Dari penelitian yang dilakukan pada 10 rumah perumahan di daerah perbukitan nyaman untuk ditinggali, melihat kenyamanan thermal dari faktor iklim yang diukur melalui Kecepatan Angin, Kelembapan Udara, Suhu Udara dan Suhu Radiasi pada bulan Desember 2019 lalu dapat dilihat bahwa di teras rumah, ruang tidur, dan ruang keluarga cenderung nyaman optimal.
PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA Permata Widianingrum; Djoko Indrasaptono; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1111

Abstract

Abstract: Pandanaran is one of the most congested roads in Semarang city, which is strategically located and known as the center of souvenir area of Semarang. The souvenir center on Jalan Pandanaran is often considered a source of congestion due to the unorganized parking area on the side of Pandanaran street. To slove this problem, Semarang City Government built a parking building at Semarang City Health Office. The parking building has 11 floors that can accommodate cars and motorbikes and equipped with elevator and Skybridge as connecting route. However, in reality there are still many people not to use the skybridge. The purpose of this research to determine the effect of Pandanaran skybridge setting on the convenience and accessibility attributes users of Pandanaran street. This research uses descriptive quantitative methods with research data obtained through questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques and place-centered mapping. The result of this research is that many visitors to the souvenir center use skybridge as the main link between the parking building and the souvenir area. Some of the reasons visitors use skybridge to get to the souvenir area is short travel time, providing a sense of convenience and safety. Abstrak: Pandanaran merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Semarang yang terletak strategis dan dikenal sebagai pusat oleh-oleh Semarang. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran seringkali dianggap menjadi sumber kemacetan dikarenakan tidak tertatanya area parkir di sisi Jalan Pandanaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Semarang membangun gedung parkir yang menempati lahan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir tersebut memiliki 11 lantai yang dapat menampung mobil dan motor serta dilengkapi lift dan skybridge sebagai jalur penghubung. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak menggunakan skybridge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terkait seting skybridge pandanaran terhadap atribut kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data penelitian yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung pusat oleh-oleh yang menggunakan skybridge sebagai penghubung utama antara gedung parkir menuju Kawasan oleh-oleh. Beberapa alasan pengunjung menggunakan skybridge untuk menuju pusat oleh-oleh salah satunya waktu tempuh yang singkat serta memberikan rasa nyaman dan aman
RELASI JEJARING AKTOR MASYARAKAT SUKU BUGIS SOPPENG DALAM TRADISI MENDIRIKAN RUMAH (MAPPATETTONG BOLA) Asta Juliarman Hatta; Agus S. Ekomadyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.426

Abstract

Every process and stage in phase of constructing of Indonesia’s vernacular architecture is required the role and contribution of individual or several actors so that procession of house construction can be built due to purposes. According to traditions and beliefs of the Bugis community, there are several actors who have different roles and responsibilities during the process of establishing a Buginese-house. This research aims to explore the influence of the actors’ role who are involved in the process of constructing a traditional Bugis house. Correlation and impact of one actor's involvement with other actors will be reviewed based on the perspective of the Actor Network Theory (ANT) by using descriptive qualitative method.  The results revealed that there are 4 stages in the process of building Buginese-house namely the process of constructing a house frame (Mattibang Bola), the process of marking the center of the house (possi bola), the ritual of reading thanksgiving prayer (barzanji), and the process of establishing a house frame (Mappatettong Bola). Founded, Sanro Bola and Panre Bola, namely traditional leaders who have a mandate in the tradition of building houses, are actors who act as controlling actors and are very influential in maintaining the stability of a network in the process of building Buginese-house. Learning from the tradition of building a Buginese-house, the existence of traditional leaders is important, because it has a tradition-based on knowledge base, and this has become a mandate in regulating other actors in working.
Perancangan Kawasan Kreatif Tekstil Cigondewah Dengan Pendekatan Arsitektur Organik Menggunakan Metode Konstruksi Arsitektur Modular Sultan Yazid; Asep Yudi Permana; Suhandy Siswoyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.655

Abstract

Abstract: Indonesia in 2045 will have a demographic bonus with a population structure of 70% in the productive age group (15-64 years). One of the biggest contributors is the province of West Java. The young generation of West Java is recognized by UNESCO by making the West Java Capital City, Bandung, a creative city. Bandung people's creativity is used as a provision for Bandung's highest export commodity, textiles, to increase its productivity. Textile productivity is poured by accommodating textile players to sell textiles, creating textile ideas, creating textile products, and introducing textile products. The four functions were designed to be designed in the Cigondewah Textile Area. The Cigondewah textile area is listed in the Bandung City RTRW as a textile center. The area is designed along Jalan Cigondewah Kidul with a length of 250 m. The area along Jalan Cigondewah Kidul was designed with output in the form of guidelines for facade improvement and remapping of functions along Jalan Cigondewah Kidul. Along Jalan Cigondewah Kidul, a site of 14,000 m2 of land was chosen to be built for a creative center for textiles consisting of buying and selling functions, collaboration space, exhibition space and workshop space. There are several issues in the design of the Cigondewah Textile Area. that is, the influence of the region to support the City of Bandung as a Creative City, the carrying capacity of the Region to the productivity of textiles, and to create a space that is comfortable to users. The above issue was initiated to be solved using an organic architecture approach that is dynamic and novelty. The nature of organic architecture was conceived to resolve the issue adaptively by using modular construction technology to increase efficiency.Abstrak: Diperkirakan pada tahun 2045 struktur populasi 70% pada kelompok usia produktif antara usia 15 sampai 64 tahun sebagai bonus demografi. Salah satu penyumbang terbanyak adalah provinsi Jawa Barat. Generasi muda Jawa Barat diakui oleh UNESCO dengan menjadikan Ibu Kota Jawa Barat, Bandung, sebagai kota kreatif. Kreatifitas masyarakat Bandung dimanfaatkan sebagai bekal bagi komoditi ekspor tertinggi Kota Bandung, tekstil, untuk meningkatkan produktifitasnya. Produktifitas tekstil dituangkan dengan mengakomodasi pelaku tekstil untuk menjual tekstil, menciptakan ide tekstil, menciptakan produk tekstil, dan mengenalkan produk tekstil. Keempat fungsi digagas untuk dirancang di Kawasan Tekstil Cigondewah. Kawasan tekstil Cigondewah tercantum pada RTRW Kota Bandung sebagai sentra tekstil. Kawasan dirancang sepanjang Jalan Cigondewah Kidul dengan panjang jalan 250 m. Kawasan sepanjang Jalan Cigondewah Kidul di rancang dengan keluaran berupa pedoman perbaikan fasad dan pemetaan ulang fungsi di sepanjang Jalan Cigondewah Kidul. Pada sepanjang Jalan Cigondewah Kidul dipilih satu wilayah tapak seluas 13.000 m2 yang akan dibangun pusat kreatif tekstil yang terdiri dari fungsi jual beli, ruang kolaborasi, ruang pameran dan ruang workshop. Terdapat beberapa isu pada perancangan Kawasan Tekstil Cigondewah. yaitu, pengaruh kawasan untuk mendukung Kota Bandung sebagai Kota Kreatif, Daya dukung Kawasan terhadap produktifitas tekstil, dan menciptakan ruang yang nyaman kepada pengguna. Isu diatas digagas untuk diselesaikan menggunakan pendekatan arsitektur organik yang bersifat dinamis dan kebaruan. Sifat dari arsitektur organik digagas untuk menyelesaikan isu secara adaptif dengan menggunakan teknologi konstruksi modular untuk meningkatkan efisiensi.
KESADARAN TRANSENDENTAL AKAN IKATAN KELUARGA SEBAGAI PENJAGA KEBERADAAN DAN KEBERLANJUTAN ELEMEN INTI TATA RUANG PERMUKIMAN DI KAWASAN PATHOK NEGARA DONGKELAN Lutfi Setianingrum; Sudaryono Sudaryono; Muhammad Sani Roychansyah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.682

Abstract

Abstract: This paper explains that one building can affect strongly to the settlement as long as it has strong uniqueness that attached to local peoples’ minds. As one of the traditional settement in Yogyakarta, Dongkelan Kauman known as the District of Pathok Negara, has spesifis spatial system. That phenomenon was explored deeper by inductive-phenomenological research to reveal that its social systems and value is strongly bonded to its spatial systems. In the end, the ideology of Dongkelan Family was found as transcendental consciousness that has several values attached. The specificity of their social system makes the uniqueness of spatial systems can exist until now and reinforce the status of Dongkelan Kauman as the agglomeration boundary of YogyakartaAbstrak: Paper ini memaparkan bahwa sebuah permukiman dapat terpengaruh oleh satu bangunan jika bangunan tersebut memiliki keunikan yang cukup kuat di pikiran masyarakatnya. Sebagai salah satu dari permukiman lama yang memiliki sejarah panjang di Yogyakarta, Kawasan Pathok Negara Dongkelan, yang lazim disebut Dongkelan Kauman, memiliki keunikan sistem ruang. Indikasi keunikan ruang kawasan ini, digali lebih dalam melalui sebuah penelitian induktif-kualitatif-fenomenologi, yang menemukan bahwa selain sistem ruangnya, Dongkelan Kauman juga memiliki sistem dan nilai sosial yang unik dan spesifik. Nilai sosial tersebut terwujud dalam sebuah kesadaran transendental akan ikatan keluarga. Dalam kesadaran yang melintas waktu dan ruang ini, melekat nilai-nilai spesifik yang hidup dalam sistem sosial masyarakat. Tidak hanya hidup dalam masyarakat, nilai-nilai ini juga menjaga sistem ruang unik Dongkelan Kauman dan memperkuat status kawasan ini sebagai batas aglomerasi perkotaan Yogyakarta.