cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Organik Padat (POP) pada PT. Sirtanio Organik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi Nur Ida Suryandari; Triana Dewi Hapsari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.2

Abstract

Pertanian organik merupakan salah satu alternatif dari konsep pertanian berkelanjutan. Pertanian organik didefinisikan sebagai suatu sistem produksi tanaman yang berasaskan daur ulang hara secara hayati. Daur ulang hara tanaman dan ternak tersebut dalam pertanian organik digunakan sebagai bahan masukan atau biasa disebut dengan agroinput yang salah satunya yaitu pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan oleh petani pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC). Untuk mengkonversi kebutuhan pupuk-pupuk kimia pada pertanian konvensional, maka dalam penerapan pertanian organik dibutuhkan pupuk organik di mana kebutuhan pupuk organik padat (POP) memiliki presentase yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan pupuk organik cair (POC). Berdasarkan kebutuhan pupuk organik padat (POP) yang cukup besar guna memenuhi kebutuhan petani mitranya sesuai dengan Good Agriculture Practices serta untuk keberlanjutan usaha yang dilakukan, maka PT. Sirtanio Organik Indonesia sejak tahun 2015 memproduksi pupuk organik padat (POP)  secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan pengadaan bahan baku pupuk organik padat (POP) dengan menggunakan analisis deskriptif serta efisiensi biaya produksi pupuk organik padat (POP) di PT. Sirtanio Organik Indonesia dengan menggunakan analisis R/C ratio. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengadaan kotoran ternak kambing yang digunakan sebagai bahan baku telah memenuhi aspek kuantitas, kualitas, waktu, biaya, dan sistem organisasi; (2) Penggunaan biaya produksi pupuk organik  padat yaitu efisien dengan nilai R/C ratio sebesar 1,66.
ANALISIS DAN PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK KOPI DI PT SINAR MAYANG LESTARI Syahputra, Andhika Nugraha; Pujianto, Totok; Ardiansah, Irfan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.6

Abstract

Meningkatnya tingkat konsumsi kopi di Indonesia harus dibarengi dengan penerapan rantai pasok yang baik, karena rantai pasok memiliki peran dalam proses pemenuhan permintaan. Kinerja rantai pasok yang baik ditentukan dari peran anggota rantai pasok yang terlibat, jika anggota rantai pasok belum maksimal dalam menjalankan perannya maka akan berdampak pada kinerja rantai pasok yang terjadi. PT Sinar Mayang Lestari merupakan perusahaan yang memproduksi green beans dan roasted beans. Atribut reliabilitas memiliki bobot nilai 0,40 karena atribut ini menentukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan sesuai kuantitas, kualitas maupun ketepatan waktu. Kondisi rantai pasok kopi di PT Sinar Mayang Lestari yang dianalisi menggunakan metode FSCN (Food Supply Chain Network) sudah berjalan cukup baik karena mampu memenuhi permintaan konsumen dilihat dari nilai kinerja rantai pasok yang diukur mengacu kepada metode SCOR (Supply Chain Operations Reference) yang menghasilkan nilai 88,19. Nilai kinerja ini termasuk ke dalam kriteria sedang (Average).
Faktor-faktor yang Memengaruhi Niat Berwirausaha Berbasis Komoditas Pertanian (Studi Kasus: Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau) Syarifatul Waqingah; Nuning Setyowati; Rr. Aulia Qonita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.14

Abstract

Eksploitasi lahan gambut untuk kegiatan perekonomian membuat lahan gambut Desa Merbau mengalami degradasi, sehingga diadakan program revitalisasi sumber mata pencaharian yang fokus pada pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kelayakan yang dirasakan serta pengaruh sikap, norma subjektif, sifat personal, pengalaman, kelayakan yang dirasakan dan efikasi diri terhadap niat berwirausaha berbasis komoditas pertanian. Pemilihan lokasi penelitian dan pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini menggunakan 70 responden yang dipilih secara acak dan tersebar di 3 dusun di Desa Merbau. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square dan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap kelayakan yang dirasakan. Variabel sikap, norma subjektif, sifat personal dan kelayakan yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha berbasis komoditas pertanian. Pengalaman dan efikasi diri tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha berbasis komoditas pertanian. Masyarakat Desa Merbau hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi niat berwirausaha berbasis komoditas pertanian karena berpengaruh pada keputusan untuk berwirausaha berbasis komoditas pertanian yang diharapkan dapat menjadi sumber mata pencaharian alternatif sehingga menyelamatkan lahan gambut dari degradasi akibat eksploitasi yang berlebihan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Merbau.
Peningkatan Kapasitas Penangkar Benih Jeruk terhadap Teknologi Produksi Benih Jeruk Bebas Penyakit Melalui Metode Pelatihan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Lizia Zamzami; Sri Widyaningsih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.17

Abstract

Salah satu sektor hulu pendukung agribisnis jeruk di Indonesia adalah sektor penyediaan benih jeruk bebas penyakit yang berkualitas. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan penangkar atau produsen benih jeruk dalam penerapan teknologi produksi benih jeruk bebas penyakit (berlabel biru) yang sesuai dengan rekomendasi dapat dilakukan melalui pelatihan. Dengan demikian, diharapkan pengetahuan produsen benih jeruk bersertifikat menjadi meningkat dan mereka dapat menerapkan teknologi produksi benih jeruk bebas penyakit sesuai rekomendasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perubahan kapasitas pengetahuan penangkar atau produsen benih jeruk sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan tentang teknologi produksi benih jeruk bebas penyakit yang telah direkomendasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata total skor pengetahuan produsen benih sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan adalah berbeda nyata. Dengan demikian metode pelatihan ini efektif dapat meningkatkan pengetahuan produsen benih mengenai teknologi produksi benih jeruk bebas penyakit sesuai rekomendasi.
Perilaku Petani Terhadap Usahatani Padi Organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Mulyani, Anik Dwi; Widjayanthi, Lenny; Raharto, Sugeng
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.3

Abstract

Usahatani padi organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember mengalami kendala dari segi peminat. Petani masih beranggapan bahwa pertanian organik rumit dan kurang efisien. Meskipun begitu, masih ada petani yang bertahan melakukan usahatani padi organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku petani terhadap usahatani padi organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan melakukan pendekatan teori Bloom. Metode analisis data pada penelitian ini meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani padi organik sudah memenuhi standar pertanian organik untuk tanaman semusim. Dari segi pengetahuan, petani mengetahui cara-cara pembuatan dan pemberian input organik dalam usahatani padi organik. Dari segi sikap, petani menyetujui dan mampu menerima bahwa usahatani padi organik harus terbebas dari kontaminan kimia mulai dari awal penanaman hingga pasca panen. Dari segi perilaku, petani melakukan kegiatan usahatani padi organik dengan mengikuti standar operasional dan cara-cara penanaman padi organik yang benar dan tidak menambahkan input kimia, baik di on farm maupun off farm.
Menentukan Kondisi Ketahanan Pangan Jawa Barat Wilayah IV Menggunakan Food Security Quotient (FSQ) Rakha Zahra Raihan; Roni Kastaman; Tensiska Tensiska
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.7

Abstract

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan pangan mempunyai 3 indikator penting yaitu ketersediaan pangan, akses pangan serta mutu pangan. Ketersediaan pangan artinya pangan harus tersedia dari sumber alami baik melalui produksi pangan, penggarapan lahan atau peternakan, atau dengan cara lain untuk memperoleh pangan, seperti memancing, berburu atau mengumpulkan makanan. Akses pangan artinya akses ekonomi dan fisik kepada pangan harus dijamin. Aksesibilitas ekonomi berarti harga pangan harus terjangkau. Mutu pangan artinya pangan tersebut harus bergizi dan kondisi masyarakatnya yang dapat menyerap gizi dari pangan itu sendiri. Food security quotient (FSQ) merupakan modifikasi dari metode Location quotient (LQ) yang dapat mentukan komoditas basis agar dapat memilih memilah variabel yang diprioritaskan dan tidak diprioritaskan namun menggunakan variabel yang berpengaruh pada 3 indikator ketahan pangan tersebut. Rata – rata kondisi ketahanan pangan Jawa Barat Wilayah IV berada pada kondisi tahan pangan dengan nilai FSQ 0,951. Daerah dengan kondisi sangat tahan pangan yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang. Daerah dengan kondisi tahan pangan yaitu Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Pangandaran, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. Namun jika ditilik lebih dalam, masih banyak variabel – variabel dari daerah – daerah tersebut yang masih butuh penanganan dan strategi untuk menunjang ketahanan pangan.
Dampak Peningkatan Biaya Transaksi terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani pada Dataran Rendah dan Tinggi di Nusa Tenggara Timur Ferdy Adif I. Fallo; Bonar M Sinaga; Sri Hartoyo; Pantjar Simatupang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.11

Abstract

Biaya transaksi merupakan faktor pengurang terhadap bantuan modal yang diterima dan pendapatan usahatani dan usaha ternak. Peningkatan biaya tarnsaksi akan berdampak terhadap kesejahteraan rumahtangga petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak peningkatan biaya transaksi dan kombinasi kebijakan terhadap kesejahteraan rumahtangga petani  pada agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi di Nusa Tenggara Timur. Sampel rumahtangga petani yang diwawancarai sebanyak 118. Metode estimasi yang digunakan adalah Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan biaya transaksi menurunkan kesejahteraan rumahtangga petani dataran rendah dan tinggi. Kombinasi terbaik untuk mengatasi dampak peningkatan biaya  transaksi  pada agroekosistem dataran rendah adalah peningkatan biaya transaksi dan peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha non pertanian. Kombinasi terbaik untuk mengatasi  dampak  peningkatan  biaya  transaksi  pada agroekosistem dataran tinggi adalah peningkatan biaya transaksi dan peningkatan harga output usahatani tanaman dan usaha ternak.
Penerapan Target Costing dalam Upaya Efisiensi Biaya Produksi Keripik Apel di UD Ramayana Agro Mandiri Kota Batu Berdasarkan Sistem Penjualan Online dan Offline Fitriyah Fitriyah; Dina Novia Priminingtyas; Dwi Retnoningsih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776//ub.jepa.2020.004.01.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penjualan antara sistem penjualan online dan offline serta menganalisis perhitungan biaya produksi produk keripik apel menggunakan metode tradisional dan target costing beserta keuntungannya yang ada di UD Ramayana Agro Mandiri. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode traditional costing dan metode target costing. Hasil menunjukkan bahwa perbadingan sistem penjualan secara online dan offline yaitu 20% dan 80%. Penjualan secara offline yaitu menitipkan ke toko oleh-oleh memiliki persentase lebih besar. Perhitungan biaya produksi dengan menggunakan metode traditional costing pada tahun 2018 sebesar Rp 571.643.700 dengan keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 344.196.300. Persentase margin laba yang didapatkan perusahaan sebesar 42,08%. Penerapan target costing mampu menurunkan biaya produksi menjadi Rp 433.537.380 dengan keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 482.302.620. Margin laba menjadi meningkat sebesar 56,3% sehingga UD Ramayana Agro Mandiri dapat mencapai target laba yang diinginkan dengan menggunakan metode target costing
Utang Subsidi Pupuk oleh Pemerintah: Prosedur Anggaran, Penyebab, dan Alternatif Solusi Harry Ramadhon; Akhmad Solikin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.15

Abstract

Dalam kurun waktu 2007–2017, anggaran belanja subsidi pupuk menunjukkan kecenderungan kenaikan rata-rata sebesar 20,45 persen per tahun terutama disalurkan untuk subsektor tanaman pangan. Kenaikan alokasi anggaran subsidi pupuk tahun 2007-2017 berkaitan dengan subsidi harga pupuk yang semakin bertambah dan kurang bayar (utang) subsidi pupuk yang juga bertambah dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab membesarnya utang subsidi pupuk sampai dengan tahun anggaran 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif nonstudi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui in depth interview dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya utang subsidi pupuk diantaranya adalah penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) pupuk bersubsidi yang tidak tepat, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tidak mengalami kenaikan, kenaikan harga gas dan kurs dalam pembelian gas sebagai komponen terbesar pembentuk HPP. Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat melakukan terobosan baru yang efektif dan efisien terkait kebijakan subsidi pupuk tersebut, misalnya dengan menggunakan kartu tani. Kemungkinan penggunaan kartu tani juga didiskusikan dalam artikel ini.
Karakteristik Rumahtangga Petani Usaha Padi Penerima PKH di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Arham Rivai; Bonar M Sinaga; Hermanto Siregar; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.12

Abstract

Informasi mengenai karakteristik petani usaha padi yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sangat diperlukan terutama bagi pengambil kebijakan agar mendapat gambaran awal sebagai langkah untuk menganalisis lebih lanjut perihal kebijakan pengentasan kemiskinan di pedesaan yang menjadi isu sentral saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani usaha padi penerima PKH di Kabupaten Karawang. Hasil analisis diskripsi menghasilkan gambaran spesifik tentang penguasaan lahan petani penggarap, karakteristik rumahtangga, struktur pendapatan, struktur input usahatani, dan pola konsumsi rumahtangga dari rumahtangga usaha padi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Page 1 of 2 | Total Record : 20