cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Efisiensi Usahatani Tebu Rakyat Lahan Sawah Kategori Tanaman PC (Plant Cane) (Studi Kasus: Wilayah Kerja PG Gempolkrep, PTPN X) Danang Permadhi; Trikuntari Dianpratiwi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.08

Abstract

PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) merupakan perusahaan yang bisnis utamanya adalah gula. Perusahaan ini memiliki 9 (sembilan) unit usaha pabrik gula (PG) yang berproduksi di Jawa Timur dengan total kapasitas giling ±40.000 TCD (Ton Cane per Day). Pada tahun 2019, PTPN X menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) tumbuh 4,8 persen menjadi 352.184 ton dibandingkan tahun giling 2018 (335.205 ton). Petani tebu sebagai mitra PG masih dapat meningkatkan produktivitas tanaman tebunya dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang efisien, sehingga pendapatan meningkat. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi tebu; (2) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani tebu; (3) Menganalisis faktor yang memengaruhi inefisiensi produksi tebu (teknis dan alokatif); dan (4) Menganalisis pendapatan usahatani tebu. Metode Analisis yang digunakan yaitu analisis fungsi produksi Cobb Douglas, Data Envelopment Analysis (DEA), analisis regresi linier berganda dan analisis usahatani tebu. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi produksi tebu adalah luas lahan, penggunaan benih dan pupuk dengan niai R2 sebesar 0,63. Ruang lingkup uji tingkat efisiensi adalah pada faktor-faktor yang memengaruhi produksi tebu tersebut. Rata-rata tingkat efisiensi teknis sebesar 0,922 yang bermakna dalam petani melaksanakan usahatani tebu tingkat efisiensi teknis dicapai sebesar 92,2 persen. Sementara itu, rata-rata tingkat efisiensi alokatif sebesar 0,583, berarti petani tebu tidak menggunakan input produksi dengan biaya yang minimal dan secara umum biaya produksi dapat diturunkan sebesar 41,67 persen untuk mencapai output (produksi) yang sama. Faktor penduga yang berpengaruh negatif terhadap inefisiensi teknis adalah pengalaman berusahatani. Faktor yang berpengaruh positif terhadap inefisiensi alokatif adalah faktor usia, status usahatani tebu dan penyuluhan PG, sedangkan faktor yang berpengaruh negatif adalah kemudahan akses kredit. Usahatani tebu rakyat di wilayah kerja PG Gempolkrep dapat mencapai pendapatan sebesar Rp.7.200.829,- per hektar dalam satu musim tanam dan dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan efisiensi usahataninya secara teknis maupun alokatif.
Analisis Usaha dan Nilai Tambah Agroindustri Keripik Tempe di Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah Triana Elizabeth Yulianti; Tinjung Mary Prihtanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.16

Abstract

Agroindustri adalah usaha indutsri yang memproses hasil pertanian dari bahan nabati (yang berasal dari tanaman) menjadi produk dalam meningkatkan nilai tambahnya. Proses yang digunakan mencakup pengubah dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Agroindustri merupakan suatu sistem terintegrasi yang melibatkan sumberdaya hasil pertanian, manusia, ilmu dan teknologi, uang dan informasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk meneliti usaha agroindustri keripik tempe Kedung Jenar di Blora. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan mewawancarai 3 pengusaha keripik tempe yang ada di jalan Barito, Kedung Jenar tersebut. Dengan pengambilan data yang akan diolah dengan menggunakan analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan, kelayakan usaha, dan nilai tambah. Hasil yang sudah diolah menggunakan beberapa analisis diatas yaitu  di usaha keripik tempe “Titik Cerah” milik Mbak Dwi yang menghasilkan jumlah keuntungan Rp 4.657.000,- dengan jumlah R/C ratio 1,368 yang dapat dikatakan bahwa usaha tersebut efisien dan menguntungkan. Kedua usaha keripik tempe “Bintang” milik mbak Indah menghasilkan keuntungan Rp 831.100,- dengan hasil R/C ratio 1,277 yang dinyatakan bahwa usaha tersebut efisien dan menguntungkan. Sedangkan usaha keripik tempe “Sinar Terang” milik Mbak Rina hanya memiliki keuntungan Rp 361.250,- dengan hasil R/C ratio 0,081 yang dinyatakan bahwa usaha tersebut tidak efisien dan tidak menguntungkan untuk diusahakan.Kata Kunci : Agroindustri, Keripik Tempe, Nilai Tambah
Akselerasi Inovasi Produk Litbang Berbasis Teknologi Nano Melalui Pendekatan Technoprenuership Lutfah Ariana; Mia Rahma Romadona
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.24

Abstract

Tantangan yang sering muncul dalam pemanfaatan hasil litbang pemerintah adalah kemampuan dalam pengelolaan teknologi dan produk, dimana kesenjangan kemampuan teknis dan bisnis menyebabkan hasil litbang belum mampu menembus pasar secara meluas. Technoprenuership dianggap menjadi kerangka yang efektif dalam mengintegrasikan aspek kewirausahaan untuk mengelola model bisnis dari produk litbang berbasis teknologi tinggi. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana kemampuan komersialisasi hasil litbang yang dilakukan oleh lembaga litbang pemerintah dapat meningkatkan skala dampak ekonomi. Berbasis studi kasus tunggal (single case study) dari produk aplikasi teknologi nano LIPI, kajian ini memanfaatkan kerangka technoprenuership untuk melihat kapabilitas teknologi dan pemasaran perusahaan start-up dalam membangun model bisnis yang dijalankannya. Eksplorasi pendekatan technoprenuership diuraikan dalam konsep Knowledge Intensive Enterpreneurship (KIE) untuk menjelaskan tiga komponen yang saling melengkapi (complementary), yaitu peluang teknologi, peluang pasar dan peluang institusional. Hasil studi mengungkapkan bahwa komplementaritas dari peluang hasil riset akan menentukan keberhasilan perusahaan start-up mengkomersialisasikan produk berteknologi nano. Adanya kesenjangan kapabilitas teknologi antara periset (peneliti) dengan pengusaha (start-up company) mendorong pendekatan technoprenuership dapat diusulkan menjadi model kebijakan teknologi selanjutnya.
Analisis Implementasi Manajemen Rantai Pasok Beras di Perum Bulog Gudang Singakerta Kabupaten Indramayu Yayat Rahmat Hidayat
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.06

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan pola rantai pasokan beras di Kabupaten Indramayu. Kedua, menganalisis model manajemen rantai pasokan beras yang diterapkan oleh Perum Bulog Gudang Singakerta Kabupaten Indramayu. Ketiga, menganalisis pola distribusi yang dilakukan Perum Bulog bagi pemenuhan kebutuhan beras masyarakat. Penelitian dilakukan selama dua belas bulan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualititatif melalui pendekatan survei. Penelitian dilakukan di Perum Bulog Gudang Singakerta Kabupaten Indramayu. Metode pengumpulan dilakukan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan dibantu analisis Manajemen Rantai Pasok. Hasil penelitian membuktikan bahwa; pertama, skema rantai tataniaga beras di Kabupaten Indramayu cukup panjang dan melibatkan banyak lembaga tataniaga, kedua, lembaga yang paling bersa mendapatkan keuntungan bisnis beras adalah para tengkulak karena mereka memiliki kekuatan modal untuk membeli gabah dari para petani produsen. Ketiga, Perum Bulog di Gudang Singakerta menerapkan manajemen banyak pemasok yaitu para Mitra Kerja Pengadaan (MKP) yang terdiri dari CV dan PT, Koperasi tani Kelompoktani, perusahaan darang yang melakukan kontrak pengadaan beras. Penerapan banyak pemasok dengan melakukan strategi kompetisi antar pemasok sehingga menghasilkan kualitas beras yang baik dan target penyerapan terpenuhi sesuai kapasitas gudang yang dimiliki.
Pengaruh Alokasi Bantuan Pengendalian Penyakit Avian Influenza (Flu Burung) Selama Kurun Waktu 2013-2016 Noviani Darmawati; Iman Rozani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alokasi bantuan pengendalian penyakit AI yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada provinsi terhadap kejadian penyakit AI di Indonesia. Penelitan terdahulu terkait pengendalian penyakit AI umumnya hanya melihat efektifitas dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian penyakit AI, tetapi belum melihat bagaimana pengaruh alokasi bantuan pemerintah untuk pengendalian penyakit AI terhadap kejadian penyakit AI di Indonesia. Dengan menggunakan metode regresi OLS dan IV SLS, penelitian ini menggunakan data panel pada 34 provinsi yang ada di Indonesai selama kurun waktu 2013-2016. Hasil estimasi menunjukkan bahwa alokasi bantuan pencegahan penyakit AI berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit AI namun belum mampu menguranginya. Sehingga implikasi kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah yaitu alokasi bantuan pengendalian penyakit AI yang diberikan sebaiknya tidak reaktif terhadap kejadian penyakit AI dan populasi unggas saja, tetapi sesuai acuan yang jelas berupa roadmap pengendalian AI sesuai dengan tahapan yang disepakati berdasarkan epidemiologi penyakit AI. Sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian penyakit AI di Indonesia. Optimalisasi peran puskeswan dan kegiatan surveilans AI di daerah perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian penyakit AI selain pemberian alokasi bantuan pengendalian penyakit AI.
Faktor-Faktor yang Berperan terhadap Tingkat Partisipasi Petani dalam Budidaya Tanaman Organik di Kecamatan Junrejo Kota Batu Riska Putri Wahyuni; Rahmad Pulung Sudibyo; Nur Ocvanny Amir
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.22

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang bertani dan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Saat ini petani banyak yang tergabung dalam kelompok tani. Komunikasi sangat penting dalam organisasi. Komunikasi yang efektif akan menimbulkan keterbukaan antar anggota dan juga penyuluh dengan petani untuk menghadapi situasi yang sulit. Keterbukaan akan memunculkan partisipasi petani dalam kegiatanTujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis faktor-faktor yang berperan terhadap tingkat partisipasi petani dalam budidaya tanaman organik di Kecamatan Junrejo Kota Batu; (2) mengetahui tingkat partisipasi petani dalam budidaya tanaman organik di Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan petani di Kecamatan Junrejo aktif melakukan pertemuan rutin dengan petugas penyuluh pertanian setiap bulannya. Penentuan responden menggunakan metode sensus sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuisioner dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang berperan terhadap partisipasi petani organik yaitu pengetahuan petani, sarana dan prasarana, serta pihak yang mendukung. Tingkat partisipasi petani organik pada setiap kegiatan termasuk kategori sedang dengan rentang nilai 60,5% - 86,8%.
Perancangan Model Bisnis Berbasis Sosial pada Pasar Tradisional di Kota Bandung Dengan Business Model Canvas Ananda Dwi Julistya; Dwi Purnomo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.06

Abstract

Keberadaan pasar tradisional dari waktu ke waktu semakin terancam dengan semakin maraknya pembangunan pasar modern. Diperburuk dengan citra yang melekat bahwa pasar merupakan tempat yang kumuh, bau dan kotor. Fungsi pasar tradisional saat ini juga telah mengalami pergeseran akibat perubahan gaya hidup dan akses informasi yang memiliki peranan besar dalam mengubah perilaku masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keunggulan dan mengembangkan pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern  adalah dengan menggunakan tools dari Business Model Canvas (BMC). Desain tabel yang komprehensif menjadi salah satu keunggulan untuk memudahkan penggambaran dan memvisualisasikan komponen bisnis. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan rancangan model bisnis yang ideal pada pasar tradisional melalui objek penelitian pada pasar Cihapit, pasar Sederhana dan pasar Batununggal. Model bisnis yang dirancang menggunakan model bisnis kanvas harus divalidasi terlebih dahulu sebelum menjalankannya agar dapat diketahui model bisnis yang dirancang sudah baik atau perlu perbaikan. Rancangan model bisnis pada pasar tradisional telah melakukan verifikasi kepada pakar dan praktisi yang terkait dengan kegiatan pasar tradisional yang kemudian divalidasi menggunakan uji validitas reliabilitas. Hasil verifikasi menemukan bahwa masih ada blok yang belum optimal atau baik maka diperlukan perbaikan untuk mencegah terjadinya potensi kegagalan dan kesulitan dalam melakukan kegiatan bisnis.
Analisis Rantai Pasok dan Peran Lembaga yang Terlibat dalam Pemasaran Pepaya di Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh Husnarti Husnarti; Romi Handayani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.13

Abstract

Meningkatnya permintaan konsumen terhadap buah pepaya mendorong pelaku yang berada dalam rantai pasok pepaya melakukan peran yang maksimal dalam menyalurkan  pepaya mulai dari petani hingga ke konsumen sehingga dapat memenuhi keinginan konsumen tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) pola aliran rantai pasok pepaya di kecamatan payakumbuh utara dan 2) untuk mengetahui peran lembaga yang terlibat dalam pemasaran pepaya tersebut. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kecamatan Payakumbuh Utara. Informan ambil dengan menggunakan teknik snowball. Data sekunder dan primer yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aliran produk, uang dan informasi yang terjadi pada rantai pasok pepaya di Kecamatan Payakumbuh terjadi dalam bentuk 8 pola yang melibatkan 6 pelaku secara langsung yaitu petani, pedagang pengumpul, gudang, pedagang besar, pedagagang pengecer dan konsumen akhir. Semua lembaga yang terlibat tersebut memiliki peran masing-masing yang penting demi keberhasilan rantai pasok pepaya dalam mencapai tujuan. Peran tersebut antara lain budidaya, sortasi, pengumpulan, pengangkutan, penyediaan modal, penyimpanan, grading, packing, pembelian dan penjualan.
Faktor yang Mempengaruhi Konsumen Melakukan Pembelian pada Pedagang Sayur Keliling (Mlijo) Vi'in Ayu Pertiwi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.22

Abstract

Pasar modern berkembang dengan sangat pesat di Indonesia tidak terkecuali di Kota Malang sebagai salah satu kota besar di Jawa Timur. Banyaknya pasar modern bahkan pasar online menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat perkotaan. Kondisi tersebut turut meningkatkan pesaing pedagang tradisional seperti pedagang sayur keliling sebagai salah satu usaha sektor informal di Kota Malang. Maka dalam penelitian ini dianalisis faktor apa yang mempengaruhi masyarakat Kota Malang melakukan pembelian kebutuhan pangan di pedagang sayur keliling (mlijo). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu convenience sampling sebab tergantung pada kesediaan pembeli pada pedagang sayur keliling untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian pada pedagang sayur keliling (mlijo) yaitu keakraban dan keramahan, harga dan pasar, kesegaran produk, layanan eceran, serta layanan kredit.   
Analisis Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Provinsi Jambi Mulyani Mulyani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.04

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga tandan buah segar kelapa sawit di Provinsi Jambi. Data yang dikumpulkan akan diolah secara tabulasi dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan melakukan uji F dan Uji t untuk melihat apakah jumlah produksi tandan buah segar (TBS), jumlah pabrik kelapa sawit yang ada di Provinsi Jambi (sebagai representasi permintaan kelapa sawit dalam Provinsi Jambi), Jumlah ekspor CPO (crude palm oil) Provinsi Jambi, dan harga CPO (crude palm oil) berpengaruh terhadap harga tandan buah segar (TBS) di Provinsi Jambi. Data yang digunakan adalah data time series tahun 2009- 2019. Hasil penelitian dengan uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama jumlah produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, jumlah pabrik kelapa sawit,  jumlah ekspor CPO (crude palm oil) dan harga CPO (crude palm oil) berpengaruh signifikan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi. Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, jumlah pabrik kelapa sawit, dan jumlah ekspor CPO (crude palm oil) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi. Sedangkan harga CPO (crude palm oil) berpengaruh signifikan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi.