cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 920 Documents
KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBIBITANTANAMAN MPTS (MULTY PURPOSE TREE SPECIES)(STUDI KASUS PADA CV ADAM JAYA ABADI DI DESA ADIJAYA KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR) Indah Rahmawati; MS Djoko Umar Said; Zulkarnain
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memiliki prospek untuk dikembangkan, namun terdapat permasalahan seperti kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Banyaknya luas lahan yang hilang harus dikembalikan sebagaimana fungsinya melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan melibatkan banyak pihak, baik pihak pemerintah maupun swasta. Banyaknya bibit yang dibutuhkan, sehingga terdapat perusahaan yang bergerak di bidang penyedia bibit yang salah satunya adalah CV Adam Jaya Abadi. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial dan merancang strategi pengembangan usaha pembibitan dengan menggunakan analisis SOAR.  Kelayakan finansial terdiri dari analisis jangka pendek dan analisis jangka panjang.  Analisis SOAR merupakan analisis yang berfokus pada nilai-nilai positif untuk menciptakan rasa memiliki sehingga dapat bersama-sama untuk mencapai tujuan. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa usaha layak untuk dijalankan karena memiliki keuntungan atau penerimaan lebih besar dari jumlah biaya yang dikeluarkan.  Analisis jangka panjang menggunakan medote NPV diperoleh nilai sebesar Rp3.052.701.847, IRR sebesar 14%, nilai Net B/C sebesar 2,4, Gross B/C memiliki nilai sebesar 1,2, dan Payback Period lebih kecil dari umur usaha yaitu 2,5.  Nilai-nilai yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa usaha layak untuk dijalankan.  Pengembangan usaha dengan analisis SOAR menunjukkan bahwa strategi pengembangan dilakukan menggunakan strategi SA yaitu penciptaan strategi berdasarkan kekuatan untuk mencapai hasil yang terukur.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DAN TOMAT (Solanum Lycopersicum L.) DI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO Suyana, yan1213; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, Zain; Muhammad Jamil, Jamil
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Tujuan dari ini adalah untuk memahami biaya, tingkat pendapatan, dan menganalisis kelayakan finansial dari usaha tumpangsari cabai merah serta tomat di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan studi kasus, sementara analisis data yang dilakukan mencakup analisis biaya, analisis pendapatan, serta analisis kelayakan finansial yang dapat diukur melalui Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Metode pengumpulan data yang diterapkan mencakup data primer dan data sekunder. Peserta yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Pak Suardi yang berperan sebagai Pemilik dan pengelola usahatani tumpangsari cabai merah serta tomat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi mencapai Rp111.359.276 per periode usahatani, total penerimaan usahatani tumpangsari adalah Rp339.000.000 per periode usahatani, dan total pendapatan usahatani tumpangsari sebesar Rp227.640.724 per periode usahatani (6 bulan). Melalui analisis kelayakan finansial usahatani tumpangsari yang meliputi cabai merah dan tomat, diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 3,04 pada tahun 2024, yang mengindikasikan bahwa usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menguntungkan dan feasible untuk dijalankan. Kata kunci : kelayakan finansial, tumpangsari, cabai merah, tomat, R/C Ratio
ANALYSIS OF THE IMPACT OF ACCELERATION OF CORN PLANTING IN INDONESIA ON EXPORTS TO SOUTH KOREA Faudya, Sabrina; yumitro, gonda
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maize (Zea mays L.) is a strategic commodity that plays a vital role in supporting national food security and the animal feed industry in Indonesia. To boost production and reduce dependence on imports, the Indonesian government has launched an accelerated maize planting program across key production regions. This study aims to analyze the impact of the accelerated maize planting policy on Indonesia’s export opportunities to South Korea. The research employs a descriptive-qualitative method, utilizing literature review and policy analysis based on secondary data. The findings indicate that while the acceleration program has significantly increased national maize production, it has not yet directly translated into higher export volumes to South Korea. This is primarily due to post-harvest quality issues, logistical infrastructure constraints, market access disparities, and unmet technical and sustainability standards required by the destination country. Therefore, Indonesia’s maize export strategy should focus on integrating upstream production enhancement with downstream export system strengthening. This includes modernizing post-harvest handling, improving quality certification, empowering export-oriented cooperatives, and advancing bilateral trade diplomacy. This study contributes to the discourse on export policy grounded in domestic production and offers practical recommendations for policymakers to reinforce sustainable agricultural exports.
PENERAPAN PERSAMAAN SIMULTAN PADA ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI PADI DAN KONSUMSI BERAS UNTUK MELIHAT KONDISI KETAHANAN PANGAN STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 2024 Rahmad Fradani, Faisal Agymnastiar; Nafisah Zahra; Tenry Kusuma Astuti; Aulia Rahmi Al Muqorobbun; Nindya Faristanti; Laksmi Yustika Devi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse the simultaneous relationship between rice production and rice consumption in order to review Indonesia's food security conditions in 2024. The method used is Two Stage Least Squares (2SLS) in a simultaneous equation model, with secondary data from 34 provinces. The estimation results indicate that there is a simultaneous relationship between rice consumption and rice production. However, only rice consumption has been proven to have a significant effect on rice production. This means that an increase in rice consumption by the public drives an increase in rice production, while an increase in rice production does not directly affect the level of rice consumption by the public. Every 1% increase in consumption will drive rice production up by 0.114765%. Harvest area also has a significant effect, with a 1% increase in harvest area resulting in a 1.078499% increase in production. On the consumption side, only population density has a significant impact, increasing rice consumption by 0.441294%. The model has met the classical assumption tests and model validity, so the results can be trusted. These findings highlight the importance of maintaining a balance between consumption and production to support sustainable national food security.
The Effect of Fertilizer Subsidies on Farming Sustainability, A Systematic Review of Economic, Social, and Environmental Dimensions: A Systematic Literature Reviews Muhammad Lukman Nulhakim; Fitria Dina Riana; Tri Wahyu Nugroho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the impact of fertilizer subsidy policies on the sustainability of farming businesses through a comprehensive systematic review of economic, social, and environmental dimensions. Using the PRISMA methodology, the study analyzed 24 selected articles from the database. Scopus and Web of Science published in the period 2015-2025. The study results show that fertilizer subsidies provide significant economic benefits in the form of reduced production costs, increased income, and farmer productivity, although they can create long-term dependency. From a social aspect, subsidies improve farmer welfare, strengthen resilience to climate change, and encourage social cohesion, but have the potential to cause inequality in the distribution of benefits between farmer groups and regions. An environmental perspective reveals that chemical fertilizer subsidies often encourage excessive use that has a negative impact on soil quality, water, and greenhouse gas emissions, while organic fertilizer subsidies and precision technology have the potential to mitigate environmental damage. This study recommends reformulating subsidy policies with a holistic approach that integrates economic, social, and environmental considerations to support the transition to sustainable agricultural practices through a combination of targeted subsidy strategies, farmer capacity development, and adoption of environmentally friendly technologies.    Keywords: Fertilizer Subsidy, Sustainability of Farming, Economic Dimension, Social Dimension, Environmental Dimension
MEKANISME DAN FAKTOR PENENTU TRANSPARANSI DALAM KEMITRAAN RANTAI PASOK PRODUK AGRIFOOD: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ribka Marsauli Simanjuntak; Fany Ayu Lestari; Nuris Shokhifatul Aliyah; Yanti Nuraeni Muflikh; Suprehatin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                            Abstrak Transparansi menjadi elemen krusial dalam membangun kemitraan yang efektif dan berkelanjutan dalam rantai pasok agrifood. Mekanisme seperti pertukaran informasi, traceability, serta adopsi teknologi digital seperti blockchain dan IoT memainkan peran penting dalam menciptakan keterbukaan antar pelaku rantai nilai. Melalui pendekatan systematic literature review terhadap 16 artikel ilmiah yang relevan, studi ini mengidentifikasi bentuk dan mekanisme transparansi, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Temuan menunjukkan bahwa transparansi dipengaruhi oleh tiga dimensi utama: faktor internal organisasi (modal manusia, struktural, dan relasional), tekanan eksternal seperti regulasi dan tuntutan pasar, serta hubungan relasional yang ditandai dengan komitmen dan kepercayaan. Kolaborasi yang dilandasi oleh keterbukaan informasi tidak hanya memperkuat efisiensi operasional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen dan keberlanjutan sistem pangan. Studi ini menawarkan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan strategi transparansi dalam sektor agrifood. Kata kunci: Agrifood, kemitraan, kepercayaan, rantai pasok, teknologi digital, transparansi                                                              ABSTRACT Transparency is a critical element in fostering effective and sustainable partnerships within the agrifood supply chain. Mechanisms such as information sharing, traceability, and the adoption of digital technologies like blockchain and IoT play a pivotal role in enabling openness among supply chain actors. Through a systematic literature review of 16 relevant scientific articles, this study identifies the forms and mechanisms of transparency, as well as the factors that influence it. The findings reveal that transparency is shaped by three main dimensions: internal organizational factors (human, structural, and relational capital), external pressures such as regulation and market demands, and relational dynamics characterized by commitment and trust. Collaboration supported by transparent information flows not only enhances operational efficiency but also strengthens consumer trust and supply chain sustainability. The study provides both theoretical and practical contributions to the development of transparency strategies in the agrifood sector. Keyword: Agrifood, digital technology, partnership, supply chain, transparency, trust  
PREFERENSI PENGUNJUNG TERHADAP AGROWISATA PETIK JERUK DIDESA SELOREJO, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Ayom
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agrowisata Petik Jeruk di Desa Selorejo merupakan salah satu wisata yang banyak diminati oleh masyarakat. Agrowisata ini dikelola oleh perseorangan oleh masyarakat setempat. Seiring dengan berjalannya waktu, mulai muncul beragam agrowisata yang memiliki tema yang sama sehingga mengakibatkan persaingan antar agrowisata. Banyaknya pesaing tersebut diperlukan respon dari pengelola agrowisata untuk menyusun strategi untuk mengembangkan dan meningkatkan baik dari infrastruktur maupun fasilitas serta kualitas layanan sehingga dapat menonjol dibandingkan agrowisata lain dan mempunyai daya tarik tersendiri untuk pengunjung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Discrete Choice Experiment (DCE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung memiliki preferensi untuk agrowisata petik jeruk dengan atribut didampingi dalam 10 menit, lebih memilih fasilitas tambahan berupa area makan jeruk dibandingkan dengan spot foto dan alat petik, untuk kualitas jeruk memilih rasa manis dan ukuran sedang yang paling dihargai oleh pengunjung, dan memilih varietas jeruk baby java sebagai varietas yang paling disukai, serta untuk harga tiket masuk pengunjung memiliki preferensi tertinggi dengan harga Rp. 25.000. Harga yang ditetapkan dan sesuai dengan preferensi pengunjung pada penelitian ini sebesar Rp. 25.000. Adapun hasil dari analisis Marginal Willingness to Pay didapatkan bahwa pengunjung rela membayar lebih mahal sebesar Rp. 2.533 untuk atribut kualitas jeruk dengan rasa asam manis dan ukutan besar. Pengunjung rela membayar lebih mahal sebesar Rp.3.853 untuk atribut kualitas jeruk dengan rasa manis dan ukuran sedang. Pengunjung rela membayar lebih mahal sebesar Rp.1.198 untuk atribut varietas jeruk baby java.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PERTANIAN DI INDONESIA STUDI KASUS: KOMODITAS PADI Apriinda, Khusnul Ainia; Mukin, Karolinda Kidi; Sayyidil Huda, Dhany Dharma
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of labor, People's Business Credit (KUR) financing, and farm road infrastructure on rice production in Indonesia. Using the Ordinary Least Squares (OLS) regression model on cross-section data from 34 provinces in 2023, this study found that farm road infrastructure has a positive and significant effect on rice production. Conversely, KUR financing shows a significant negative effect, indicating potential problems in the implementation and utilization of these funds. Labor and fertilizer use do not show a significant effect on rice production. The R-squared value of 26.58% indicates that there are other factors, such as technology or planting patterns, that affect rice production. This study recommends improving the quality of agricultural infrastructure, evaluating the distribution and use of KUR, and expanding the analysis in further research to include more diverse variables. The results of this study are expected to be the basis for formulating more effective policies in supporting the sustainability and productivity of the agricultural sector in Indonesia.
PENGARUH  IKLIM, BIAYA, DAN HARGA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH Suharjo; Syarif
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi sawah termasuk komoditi terpenting di Kabupaten Konawe Sulawasi Tenggara, padi sawah termasuk ke dalam kelompok pangan strategis yang permintaanya terus meningkat setiap tahunnya, walaupun produksi padi sawah di Kabupaten Konawe Sulawasi Tenggara terus meningkat tapi tidak dapat mencukupi kebutuhan permintaan yang akhirnya memaksa pemerintah untuk mengimport beras. Setelah mengimport maka harga beras import lebih murah dari pada beras lokal yang mengakibatkan kerugian pada petani padi sawah lokal. Dari adanya usahatani padi sawah maka dihasilkan produksi padi sawah, produksi padi sawah di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu iklim, luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja. Hasil produksi padi sawah dijual kepada pedagang. Harga berpengaruh kepada penerimaan. Besarnya penerimaan petani padi sawah diperoleh dari perkalian antara produksi dengan harga jual. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani adalah jumlah produksi, biaya produksi dan harga jual produksi. Pendapatan petani mempengaruhi kelayakan apakah layak atau tidak usahatani itu untuk diusahakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui pengaruh iklim, biaya produksi, dan harga produksi terhadap pendapatan usahatani padi sawah Penelitian dilaksanakan di Desa Matahoalu Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe. pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang Sampel dilakukan secara sensus yaitu sebanyak 60 orang. Analisis menggunakan rumus analisis regresi linear berganda dengan persamaan tersebut ditransformasikan dalam bentuk linear atau dalam bentuk fungsi Cobb-douglas. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor iklim dan biaya produksi memberikan pengaruh yang nyata terhadap pendapatan usahatani padi aswah, sedangkan faktor harga jual produksi tidak memberikan pengaruh nyata pada pendapatan usahatani padi sawah
Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Tingkat Harga Rata-Rata Kopi Robusta Domestik di Indonesia Tahun 2023 Eva Desi Lia Wijayanti; Septian Maulana Purnama
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan komoditas strategis Indonesia yang rentan terhadap fluktuasi harga akibat dinamika pasar global dan nasional. Tingkat harga rata-rata merupakan representasi harga komoditas dalam suatu periode tertentu (misalnya bulanan atau tahunan) yang mencerminkan kecenderungan umum dari dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap harga kopi robusta domestik di Indonesia tahun 2023. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data sekunder. Variabel yang dianalisis meliputi volume ekspor, volume impor, nilai tukar rupiah terhadap USD, dan produksi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga kopi (R² = 0,78). Secara parsial, volume ekspor berpengaruh positif signifikan, sedangkan nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan. Volume impor dan produksi nasional tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa harga kopi domestik lebih dipengaruhi oleh aktivitas ekspor dan fluktuasi nilai tukar, sehingga diperlukan kebijakan yang responsif terhadap dinamika perdagangan dan stabilitas moneter untuk menjaga kestabilan harga. Kata kunci: Ekspor, Eksternal, Kopi, Produksi, Tingkat harga rata-rata.