cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
penelitian.poltekkes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peneleitian.poltekkes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN
ISSN : 23016035     EISSN : 25023454     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III D I WILAYAH PUSKESMAS PEKAUMAN Yuliani Budiyarti; Makiah Makiah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.457 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.88

Abstract

Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil tergantung dari usia kehamilan yang sedang dijalani danpada trimester ketiga kecemasan dirasakan semakin meningkat karena berbagai hal seperti keadaan bayi yang dikandung, proses persalinan, nyeri yang dirasakan dll. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan diantaranya terapi murottal al qur’an karena dengan mendengarkan al qur’an dapat menenangkan jiwa seseorang, sehingga dapat mengurangi kecemasan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh terapi murottal al qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan quasi experimentnon equivalent control group(pretest-posttest). Populasi seluruh ibu hamil di bulan Oktober 2018 di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Sampel penelitian ibu hamil primigravida trimester III berjumlah 20 orang yang terdiri dari 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah HRS-A.Uji analisis bivariat yang digunakan yaitu uji wilcoxon dan mann whitney dengan hasil penelitian nilai p value<0,05 sehingga terdapat pengaruh terapi murottal al qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dan dapat disimpulkan terapi murottal al qur’an dapat digunakan oleh ibu hamil untuk menurunkan kecemasan yang dirasakan selama kehamilan. Kata kunci:Ibu hamil primigravida trimester III, Terapi murottal al qur’an, Tingkat kecemasan.
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA SEMESTER VI PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN BERDASARKAN APLIKASI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW PADA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN BANJARMASIN
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.654 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.1

Abstract

Latar Belakang : Perguruan tinggi merupakan institusi yang memiliki peran dalam tujuan pencapaian pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Dalam hal ini perguruan tinggi dituntut untuk memahami kebutuhan mahasiswa dan kepuasan mahasiswa. Pentingnya teori hierarki kebutuhan Maslow dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa terletak dalam hubungan antara kebutuhan dasar dan keadaan tumbuh oleh sebab itu perguruan tinggi hendaknya menyadari jika kebutuhan dasar mahasiswa tidak dipenuhi, maka proses belajar akan terganggu.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan mahasiswa semester VI program diploma III keperawatan berdasarkan aplikasi hierarki kebutuhan Maslow pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin tahun 2014.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampelnya adalah semua mahasiswa semester VI program diploma III keperawatan berjumlah 62 orang. Alat ukur penelitian berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan dalah analisa univariat.Hasil : Tingkat kepuasan mahasiswa semester VI program diploma III keperawatan dalam kebutuhan fisiologis untuk kategori puas 33 orang (53%) dan kurang puas 29 orang (47%). Dalam kebutuhan rasa aman untuk kategori sangat puas 2 orang (3%), puas 25 orang (40%) dan kurang puas 35 orang (57%). Dalam kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki untuk kategori sangat puas 9 orang (15%), puas 36 orang (58%) dan kurang puas 17 orang (27%). Dalam kebutuhan harga diri untuk kategori sangat puas 4 orang (6%), puas 20 orang (32%), kurang puas 37 orang (60%) dan tidak puas 1 orang (2%). Dalam kebutuhan aktualisasi diri untuk kategori sangat puas 9 orang (15%), puas 44 orang (70%) dan kurang puas 9 orang (15%).  Kesimpulan : Tingkat kepuasan mahasiswa semester VI program diploma III keperawatan berdasarkan aplikasi hierarki kebutuhan Maslow dikategorikan puas.Kata Kunci : Kepuasan, Hierarki Kebutuhan Maslow, Mahasiswa
STUDI TENTANG HARGA DIRI KLIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DIRUANGAN HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v3i1.2

Abstract

Penderita gagal ginjal kronik mengalami kondisi tubuh yang melemah dan ketergantungan pada mesin hemodialisa sepanjang hidupnya.Keadaan ini berdampak pada fisik, psikologis, sosial dan hubungan dengan keluarga pada klien yang menjalani hemodialisis. Observasi dan wawancara di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu didapatkan respon klien saat mengetahui harus menjalani terapi hemodialisis yaitu cemas, stress, putus asa, takut, klien merasa tidak memiliki harapan hidup lagi akibat hidup klien bergantung pada alat hemodialisa, tidak mampu melakukan pekerjaan seperti biasanya, aktivitas sosial berkurang akibat perubahan gaya hidup, susah tidur dan nafsu makan menurun.Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran harga diri pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di ruangan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.Populasi dalam penelitian sebanyak 107 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang yang diperoleh dari hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin.Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai narasi.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki harga diri tinggi yaitu 16 orang (51,6%) dan 15 orang (48,4%) yang memiliki harga diri rendah.Harga diri pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu sebagian besar harga diri tinggi. Diharapkan kepada petugas dalam melaksanakan tugasnya bukan hanya berfokus pada terapi akan tetapi memperhatikan faktor psikologis pasien, sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Kata kunci : Harga diri, Hemodialisis, Gagal Ginjal Kronik.  
STUDI TENTANG HARGA DIRI KLIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DIRUANGAN HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.483 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.3

Abstract

Penderita gagal ginjal kronik mengalami kondisi tubuh yang melemah dan ketergantungan pada mesin hemodialisa sepanjang hidupnya.Keadaan ini berdampak pada fisik, psikologis, sosial dan hubungan dengan keluarga pada klien yang menjalani hemodialisis. Observasi dan wawancara di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu didapatkan respon klien saat mengetahui harus menjalani terapi hemodialisis yaitu cemas, stress, putus asa, takut, klien merasa tidak memiliki harapan hidup lagi akibat hidup klien bergantung pada alat hemodialisa, tidak mampu melakukan pekerjaan seperti biasanya, aktivitas sosial berkurang akibat perubahan gaya hidup, susah tidur dan nafsu makan menurun.Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran harga diri pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di ruangan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.Populasi dalam penelitian sebanyak 107 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang yang diperoleh dari hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin.Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai narasi.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki harga diri tinggi yaitu 16 orang (51,6%) dan 15 orang (48,4%) yang memiliki harga diri rendah.Harga diri pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu sebagian besar harga diri tinggi. Diharapkan kepada petugas dalam melaksanakan tugasnya bukan hanya berfokus pada terapi akan tetapi memperhatikan faktor psikologis pasien, sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Kata kunci : Harga diri, Hemodialisis, Gagal Ginjal Kronik.  
PERSEPSI MAHASISWA TINGKAT I DAN II TENTANG KONDISI ASRAMA DI JURUSAN KEPERAWATAN SINGKAWANG POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK TAHUN 2014
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.292 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.4

Abstract

Di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa pendidikan sangat dibutuhkan oleh setip orang. Ini sesuai dengan jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3. Dalam suatu pendidikan dibutuhkan Pendidikan tidak terlepas dari siapa yang akan di didik, misalnya saja adalah mahasiswa. menurut Sarwono (1978) (online 2014) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. Poltekkes Kemenkes Pontianak mempunyai kebijakan bahwa mahasiswa semester 1 dan 2 atau tahun pertama wajib untuk tinggal diasrama selama 2 tahun terakhir ini. Asrama penting dilakukan untuk mahasiswa yang mempunyai profesi yang langsung terjun kemasyarakat dalam memberikan pelayanan, karena mahasiswa kesehatan berhadapan langsung dengan manusia. Menurut Toffler (online 2014), asrama adalah suatu tempat tinggal bagi anak-anak dimana mereka diberi pengajaran atau bersekolah. Data yang diperoleh pada tahun 2013 mahasiwa yang tinggal di asrama 115 dan pada tahun 2014 berjumlah 165 orang. Dari wawancara dengan beberapa mahasiswa dan pembina asrama falitas asrama masih kurang terutama ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari jadi mahasiswa benar-benar berhemat dalam penggunaan air, falitas olahrga yang masih kurang, terutama peminat bola kaki.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa tingkat I dan II tentang kondisi asrama di Jurusan Keperawatan Singkawang Poltekkes Kemenkes Pontianak tahun 2014.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan   survey, teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling sebanyak 60 responden.Hasil penelitian hampir seluruh responden mempunyai persepsi cukup baik tentang kondisi asrama  dan sebagian responden mempunyai persepsi kurang baik tentang fasilitas asrama di Jurusan Keperawatan Singkawang. Tahun 2014. Bagi pihak institusi pengelola asrama lebih memperhatikan lagi fasilitas asrama serta mahasiswa yang tinggal diasrama lebih mandiri, disiplin, toleransi dalam berkehidupan diasrama sebagai tempat untuk belajar bermasyarakat dan bersosialisasi. Kata Kunci : Persepsi, Mahasiswa, Asrama
MODEL COACHING GROW UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DIRUMAH SAKIT SULTAN AGUNG SEMARANG
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v3i1.5

Abstract

Latar Belakang : Masalah kinerja perawat pada dasarnya menangani dua hal, yaitu bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kinerja perawat. Kemampuan melakukan bimbingan merupakan bagian dari tugas seorang manajer dalam melaksanakan fungsi manajemen, yaitu fungsi pengarahan. ModelcoachingGROW diharapkan merupakan cara yang efektif untuk menangani dua hal tersebut yaitu memperbaiki kinerja yang bermasalah, dan mendorong untuk meningkatkan kinerja yang lebihbaik.Metoda Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian“ pra experiment“ dengan metode pendekatan before and afterstudy.  Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang berjumlah 123 orang di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisa yang dilakukan adalah Paired Samples T-Test.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan rerata skor kinerja perawat pelaksana sebelum diberikan intervensi sebesar 285,7 dansetelah diberikan intervensi sebesar 307,7 sehingga terjadi peningkatan skor rerata kinerja perawat yaitu sebesar 23,8. Hasil uji Paired t-test didapatkan ada perbedaan yang bermakna rerata skor kinerja perawat pelaksana before dan after intervensi dengan nilai p value sebesar 0,00. Hasil  korelasi analisa menunjukkan bahwa ada hubungan model coaching GROW terhadap peningkatan kinerja perawat (r = 0,510).Simpulan :Model coaching GROWdapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit secara signifikan.Saran :Perlu penelitian tentang analisa faktor – faktor lainnya selain yang dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana. Kata Kunci     : Model Coaching GROW, Kinerja, Perawat Pelaksana
MODEL COACHING GROW UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DIRUMAH SAKIT SULTAN AGUNG SEMARANG
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.21 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.6

Abstract

Latar Belakang : Masalah kinerja perawat pada dasarnya menangani dua hal, yaitu bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kinerja perawat. Kemampuan melakukan bimbingan merupakan bagian dari tugas seorang manajer dalam melaksanakan fungsi manajemen, yaitu fungsi pengarahan. ModelcoachingGROW diharapkan merupakan cara yang efektif untuk menangani dua hal tersebut yaitu memperbaiki kinerja yang bermasalah, dan mendorong untuk meningkatkan kinerja yang lebihbaik.Metoda Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian“ pra experiment“ dengan metode pendekatan before and afterstudy.  Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang berjumlah 123 orang di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisa yang dilakukan adalah Paired Samples T-Test.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan rerata skor kinerja perawat pelaksana sebelum diberikan intervensi sebesar 285,7 dansetelah diberikan intervensi sebesar 307,7 sehingga terjadi peningkatan skor rerata kinerja perawat yaitu sebesar 23,8. Hasil uji Paired t-test didapatkan ada perbedaan yang bermakna rerata skor kinerja perawat pelaksana before dan after intervensi dengan nilai p value sebesar 0,00. Hasil  korelasi analisa menunjukkan bahwa ada hubungan model coaching GROW terhadap peningkatan kinerja perawat (r = 0,510).Simpulan :Model coaching GROWdapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit secara signifikan.Saran :Perlu penelitian tentang analisa faktor – faktor lainnya selain yang dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana. Kata Kunci     : Model Coaching GROW, Kinerja, Perawat Pelaksana
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KANKER PAYUDARA PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANG KEMOTERAPI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.153 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.7

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan masalah kesehatan global yang mengancam penduduk dunia, tanpa memandang ras, gender, ataupun status social ekonomi tertentu. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), prevalensi kanker tertinggi pada perempuan, juga data  di Rumah Sakit di Indonesia menunjukkan kasus kanker payudara tertinggi 12.014 orang (28,7%), menyusul kanker serviks 4342 orang (10,4%). Di Kalimantan Timur, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, tahun 2014 tercatat 10 macam penyakit kanker pada 750 pasien rawat inap, tertinggi kanker payudara sebanyak 216 orang, dan data bulan Agustus hingga Desember 2014 saja, tercatat 55 orang pasien baru dengan kanker payudara yang di rawat di ruang kemoterapi. Terbanyak kelompok usia 41 – 49 tahun (20 orang), usia 50 – 59 tahun 15 orang, usia 30 - 40 tahun 12 orang, dan usia 60 -69 tahun 7 orang, 1 orang berusia 81 tahun (Rekam Medik RSUD AWS, 2015).Tujuan penelitian : menjelaskan hubungan faktor risiko dengan penyakit kanker payudara. Metode penelitian : deskriptif analitik, populasi semua pasien dengan diagnosa kanker payudara yang dirawat di ruang kemoterapi RSUD AWS Samarinda, pengambilan sampel secara total sampling mulai April hingga Juni 2015, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, dan dilakukan wawancara tidak berfokus terhadap 10 orang responden. Hasil : terdapat hubungan antara usia responden saat mendapat haid pertama dengan kejadian kanker payudara dengan nilai signifikansi 0,016 (p value < 0,05). Tidak terdapat hubungan antara usia responden ketika melahirkan anak pertama dengan kejadian kanker payudara sebesar 0,250 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara usia responden menapouse alami dengan kejadian kanker payudara dengan nilai signifikansi 0,406 (p value > 0,05). Terdapat hubungan antara riwayat kanker dalam keluarga dengan kejadian kanker payudara pada responden, dengan nilai siginifikansi 0,000 (p value < 0,05). Secara bersama-sama antara variabel usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Ketepatan prediksi variabel usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga, berpengaruh pada kejadian kanker payudara sebesar 89,1 %. Nilai R Square menunjukkan 72,1% kejadian kanker dipengaruhi oleh usia responden saat mendapat haid pertama, usia responden ketika melahirkan anak pertama, dan adanya riwayat kanker dalam keluarga, 27,9 % dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci : Faktor risiko dan kanker payudara
HUBUNGAN PERAN PEER EDUCATOR PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) DENGAN PERUBAHAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.35 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.8

Abstract

Introduction: Adolescent is a period of transition that must be passed all childhood to adulthood. Many things happen in this phase, adolescents who successfully passed the transition phase will determine the success undergo adult stage. This study focuses on one issue, namely the adolescentreproductive health triad as adolescent sexuality, premarital sexual behavior resulting in the risk of unwanted pregnancy. Causes of adolescent premarital sex because of the lack of knowledge of adolescent reproductive health in SMAN 1 Arjasa (79.6%).Taboo of sex education to students area needs communication, information, and education with true, appropriate, and effective that peer educator with simultaneous for the studens area and important to reproduction health information, early marriage and risk it, premarital sexual and risk it for communication, information, and education in integral to tackling early marriage happened. Purpose: The purpose of this study was to analyze the relationship of peer educatorsrole Youth Information and Counseling Center to behavior change of adolescent reproductive health. Methods: This study was an experimental study, the type of study design pre experiment one group pretest posttest design. Technique sampling is total sampling. The population in this study were 622 students with a sample of 208 students in secondclass SMAN 1 Arjasa. Results: Data analysis was performed using Wilcoxon signed rank test test with significance level of p ˂ α = 0:05. Results from this study is p value of 0.010 with α = 0.05%, and p value of 0.000 with α = 0.05%. The meaning of there are relationship of peer educators role Youth Information and Counseling Center to behavior change of adolescent reproductive health. Discussion : knowledge and adolescent after be done health education by peer educator happen to increase of knowledge and adolescent attitude about reproduction health become good. Conclusions: knowledge, attitudes, and behavior effected to peer educator.Keywords:  Peer Educator, PIK-R, behavior change, adolescent reproductive         health
GAMBARAN PERAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN STROKE DI RSUD ULIN BANJARMASIN
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2015): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.527 KB) | DOI: 10.31964/jck.v3i1.9

Abstract

Kebutuhan spiritual sangat penting bagi pasien stroke karena mereka memerlukan dukungan moril agar kesembuhan mereka dapat lebih cepat dari pada selalu meminum obat.. Pada kenyataannya bahwa tidak semua pasien stroke seperti terjadi demikian dan hal ini kebanyakan mereka kurang mendekatkan diri kepada Tuhan pada akhirnya mereka merasa down dan tidak ada tenaga lagi. Maka berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini berhubungan dengan Gambaran peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien stroke di RSUD Ulin BanjarmasinPenelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruangan Seruni RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik sampel jenuh atau semua perawat dan sempel yaitu 14 orang perawat. Instrumen yang digunakan adalah observasi. Analisa data yang digunakan adalah data yang diperoleh dan disajikan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Perawat menyediakan bahan baca tentang spiritual kepada pasien, perawat sangat kurang sekali dan malahan tidak ada yang melakukannya. Perawat memfasilitasi pemuka agama untuk pasien, tidak satupun perawat yang melaksanakannya kepada pasien stroke. Perawat memfasilitasi pasien dalam meditasi, berdo’a dan ritual keagamaan lainnya, hal ini ditemukan tidak ada seorangpun perawat yang melaksanakannya.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan bahwa pihak perawat hendaknya menyampaikan keluhan mereka teradap proses pelaksanaan dari cara memberikan pelayanan spiritual kepada pihak rumah sakit agar dapat terpenuhi kebutuhan spiritual pasien. Kata Kunci       : pemenuhan kebutuhan spiritual, pasien stroke.Kepustakaan    : 56 (1999 - 2011)

Page 7 of 23 | Total Record : 222