cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
penelitian.poltekkes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peneleitian.poltekkes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN
ISSN : 23016035     EISSN : 25023454     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
GAMBARAN PERILAKU CARING DAN FAKTOR PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANJARBARU TAHUN 2016 jannah, fitriatul; Rizani, Akhmad; marwansyah, marwansyah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.931 KB)

Abstract

Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain. Perilaku caring perawat dapat memberikan dampak bagi pasien maupun perawat. Kesembuhan pasien akan menjadi kepuasan tersendiri bagi perawat yang merawatnya. Namun, dalam melakukan perilaku caring perawat terhadap pasien, bisa saja terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya ialah beban kerja, lingkungan kerja, pengetahuan dan pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku caring dan faktor perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu, sampel pasien untuk pengukuran perilaku caring berjumlah 30 orang dan sampel perawat untuk pengukuran faktor perilaku caring berjumlah 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori baik yaitu 21 responden (70 %). Beban kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori berat yaitu 55 responden (87,3 %). Lingkungan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori kondusif yaitu 54 responden (85,7 %), dan pengetahuan perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru tentang caring terbanyak dengan kategori baik yaitu 57 responden (90,5 %). Diharapkan perawat dapat mempertahankan perilaku caring yang dinilai pasien dengan tetap mempertahankan atau menyempatkan diri tetap kontak langsung kepada pasien dalam setiap melakukan asuhan keperawatan, walaupun dengan beban kerja yang berat.
FAKTOR – FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEJANG PADA BALITA DEMAM DI RUANG ANAK RSUD BANJARBARU TAHUN 2013 Mahdalena, Mahdalena; Mariana, Evi Risa; Maulani, Firman
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.966 KB)

Abstract

Ada beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian kejang demam. Diantaranya; umur, jenis kelamin, suhu saat kejang, riwayat kejang dalam keluarga, dan lamanya demam.Menuruthasilstudi pendahuluan yang dilakukandi RSUD Banjarbaru di dapat hasil dari tahun 2010 – 2012 sebanyak 378 balita demam yang dirawat, diketahui sebanyak 287 orang mengalami kejang dengan angka kematian sebesar 5 %, yakni 2 – 5 orang. Dalam kasus tersebut belum diketahui faktor resiko apa yang paling berhubungan dengan kejadian kejang pada balita demam di ruang anak RSUD Banjarbaru.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran faktor – factor resiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian kejang demam di ruang Anak RSUD Banjarbaru tahun 2013. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga di dapatkan jumlah sampel sebesar 38 orang.Cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara yang di jawab orang tua responden. Teknik analisa data dengan secara Chi Square Test kemudian ditarik kesimpulan.Dari hasil penelitian, pasien cenderung kejang 21 orang (55,3%), berumur < 2 tahun sebanyak 24 orang (63,2%), berjenis kelamin laki – laki sebanyak 26 orang (68,4%), bersuhu tubuh ≥ 39 oC sebanyak 22 orang (57,9%), tidak ada riwayat kejang keluarga sebanyak 32 orang (84,2%), dan lamanya demam > 1 jam sebanyak 34 orang (89,5%). Hasil analisa hubungan menggunakan Chi-Square, dari faktor umur, jenis kelamin, suhu tubuh, dan riwayat kejang keluarga memiliki hubungan dengan kejadian kejang (ρ<α), sedangkan faktor lamanya demam tidak ada hubungan dengan kejadian kejang (ρ>α).Kesimpulan dalam penelitian ini menyarankan agar perawat dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua balita tentang penanganan kejang demam karena pada balita sangat rentan untuk terjadi kejang demam. Kata kunci      : Faktor Resiko, Kejang Demam
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP TERAPI KOMPLEMENTER DALAM PENANGANAN DEMAM PADA BALITA DI DESA TABUDARAT HILIR KEC. LAS KAB. HST dina resmi, siti aulia; mariana, Evi risa; Ilmi, bahrul
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.989 KB)

Abstract

Orang tua yang cemas akan menimbulkan beberapa tindakan yang berlebihan dalam penanganan demam secara medis. Orang tua juga tidak jarang membawa anaknya ke tukang pijat tradisional saat anaknya demam. Pijat tradisional adalah salah satu terapi komplementer yang sering digunakan untuk meredakan demam.Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi orang tua, jenis terapi komplementer dan terapi lainnya yang sering digunakan orang tua dalam penanganan demam di Desa Tabudarat Hilir Kec. LAS Kab. HST.  Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriftif. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita dengan jumlah 58 orang tua menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian terlihat bahwa seluruh orang tua menyatakan bahwa persepsi  terhadap terapi komplementer positif dan jenis terapi komplementer yang sering dilakukan adalah pijat tradisional sebanyak 58 orang (100%). Disamping terapi komplementer, orang tua juga menggunakan terapi lainnya dalam penanganan demam seperti membeli obat sendiri diwarung sebanyak 51 orang (87,9%).Peran orang tua sangat berpengaruh termasuk dalam penanganan demam yang dialami balitanya dengan tepat, menggunakan terapi komplementer yang berdampak baik untuk balita dan tidak menimbulkan resiko yang berbahaya
HUBUNGAN PATIENT BELIEVE DAN DUKUNGAN KELUARGA TENTANG PROGRAM DIIT DENGAN KEPATUHAN MELAKSANAKAN DIIT PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI BESAR BANJARBARU Suroto, Suroto; Rizani, Khairir
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.531 KB)

Abstract

 Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeratif kronik yang dapat dikendalikan dan keberhasilan pengobatan salah satunya adalah ketaatan dalam pola makan. Ketaatan penderita DM dalam pola makan perlu dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan patient believe dan dukungan keluarga dengan kepatuhan penatalaksanaan diit penderita DM. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Teknik sampling yang dipergunakan adalah accidental sampling..  Analisis data dengan menggunakan Spearman Rank dengan taraf signifikasi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  p = 0,529 > α = 0,05 maka ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara keyakinan (patient believe)  dengan kepatuhan diit penderita DM dan  p = 0,003 < α = 0,05, maka ho ditolak, jadi ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM. Diharapkan bagi penderita untuk senantiasa meningkatkan keyakinan dan kepatuhan dalam program pengobatan dan pengelolaan diit (pola makan) sehingga glukosa darah bisa terkontrol dan dapat dipertahankan dalam batas yang normal Kata Kunci : Patient Believe, Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Diit
RIWAYAT KELUARGA PREEKLAMPSIA MENINGKATKAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA Agustine Ramie; Fahreza Fahreza; mahdalena mahdalena
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.194 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.80

Abstract

Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi pada masa antenatal, intranatal, dan post partum. Kematian ibu di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 sebesar 47,2 % disebabkan oleh preeklampsia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di ruang bersalin RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 189 ibu bersalin, dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Hasil penelitian sebanyak 24,3% responden mengalami preeklampsia, usia ibu pada kategori tidak aman sebanyak 75,1%, paritas tidak aman sebanyak 55%, responden yang memiliki riwayat keluarga dengan preeklampsia sebelumnya sebanyak 29,6%. Hasil analisis uji korelasi Spearman Rank menunjukkan tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian preeklampsia (p=0,193, α: 0.05). Ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklampsia (p=0,024, α: 0.05). Ada hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan preeklampsia sebelumnya dengan kejadian preeklampsia (p=0,000, α: 0.05). Petugas pemberi layanan persalinan diharapkan dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman kepada ibu hamil dan keluarganya mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya preeklampsia sehingga angka kejadian preeklampsia pada ibu masa kehamilan, persalinan, dan postpartum tidak terjadi dengan hasil akhir angka kematian ibu dapat ditekan. Kata Kunci: Preeklampsia, Usia, Paritas, Riwayat Keluarga dengan Preeklampsia.
ANALISIS KADAR VITAMIN D DALAM DARAH PADA LANJUT USIA DI LAMPUNG DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Dessy Hermawan; Andoko Andoko
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.903 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.81

Abstract

Vitamin D memiliki begitu banyak fungsi biologis penting di dalam tubuh dan juga dikaitkan dengan beberapa beberapa penyakit. Namun data menunjukan telah terjadi pandemic kekurangan vitamin D di seluruh dunia. Hal ini menarik untuk di daerah tropis seperti di Indonesia, apakah masalah kekurangan vitamin D juga terjadi? Seperti kita ketahui, vitamin D dapat dihasilkan dari biosintesis pro vitamin D menjadi vitamin di kulit dengan bantuan sinar matahari.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar vitamin D dalam darah lansia yang tinggal di Panti Werdha Lampung Selatan serta mempelajari faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian obeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang mencoba menganalisis gambaran kadar vitamin D dalam darah dan mempelajari faktor yang mempengaruhinya. Adapun subyek penelitian ini adalah semua lansia yang bersedia dan tinggal di panti werdha natar lampung selatan yang berjumlah 56 orang lansia. Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya sangat sedikit lansia (4 %) yang memiliki kadar vitamin D dalam darah dengan katagori normal. Dari hasil uji statistik di dapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin lansia (0,05), usia lansia (0,001), kemampuan lansia beraktifitas di luar ruangan (0,001) dengan kadar vitamin D di dalam darah. Adapun saran yang direkomendasikan dari penelitian ini adalah pentingnya terus menjaga jumlah asupan makanan yang mengandung vitamin D dan juga waktu keterpaparan kulit tubuh dengan sinar matahari pagi untuk menjaga agar vitamin D dalam darah dalam katagori normal. Kata kunci: Vitamin D, jenis Kelamin, Usia, Aktifitas
AROMA TERAPI CHAMOMILE MENURUNKAN SKALA NYERI PADA IBU YANG MENGALAMI LUKA EPISIOTOMI DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PONIRAH MARGOREJO METRO SELATAN KOTA METRO Ratna Dewi Putri; Yuli Yantina; Suprihatin Suprihatin
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.172 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.82

Abstract

Episiotomi menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan yang berlangsung lama sehingga diperlukan suatu upaya untuk menurunkan intensitas nyeri tersebut. Salah satu upaya non farmakologi untuk menurunkan nyeri adalah dengan menggunakan aromaterapi chamomile. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aroma terapi chamomile terhadap penurunan skala nyeri ibu yang mengalami luka episiotomi di BPM Ponirah Margorejo Metro Selatan Kota Metro tahun 2018. Metode penelitian pre eksperimen menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah ibu postpartum di BPM Ponirah Margorejo Metro Selatan Kota Metro bulan Juni-Juli 2018. Sampel ditentukan dengan tehnik purposive sampling yang berjumlah 30 ibu postpartum dengan luka episiotomi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi skala nyeri. Uji statistik yang digunakan adalah uji T Test. Hasil penelitian distribusi skala nyeri pada ibu postpartum sebelum dilakukan aroma terapi chamomile dengan nilai rata-rata adalah 5,53 dan standar deviasi = 1,20. Pengukuran pada hari pertama dengan nilai rata-rata adalah 5,07 dan standar deviasi = 1,05 dan pengukuran pada hari kedua dengan nilai rata-rata adalah 4,76 dan standar deviasi = 0,98. Terdapat pengaruh penggunaan aroma terapi chamomile terhadap penurunan skala nyeri ibu yang mengalami luka episiotomi dengan nilai p value = 0,000 Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan aroma terapi chamomile terhadap penurunan skala nyeri ibu yang mengalami luka episiotomi di BPM Ponirah Margorejo Metro Selatan Tahun 2018, sehingga dapat disarankan agar para tenaga kesehatan khususnya bidan untuk menerapkan penggunaan aroma terapi chamomile sebagai alternatif penggunaan analgesic guna menurunkan nyeri. Kata kunci :Aroma terapi Chamomile, Nyeri Luka Episiotomi.
KOMBINASI LATIHAN SENAM ASMA DISERTAI TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO EFEKTIF MENURUNKAN KEKAMBUHAN ASMA Rina Loriana
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.73 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi senam asma dan teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment, dengan menggunakan desain pre test dan post test nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 responden diambil secara acak, kelompok 1 diberikan intervensi kombinasi senam asma dengan teknik pernafasan buteyko dan kelompok 2 diberikan intervensi senam asma saja. Nilai uji Wilcoxon pada kelompok 1 adalah 0,000<0,05 dan pada kelompok 2 adalah 0,001<0,05, kemudian pada uji Mann Whitney-U didapatkan hasil 0,001<0,05 dengan mean pada kelompok 1 adalah 1,55 dan kelompok 2 nilai mean 1,77. Dilihat dari uji statistik maka pada kelompok 1 dan kelompok 2 terdapat perbedaan nilai frekuensi kekambuhan sebelum dan sesudah intervensi, dan terlihat pula pada kedua kelompok memiliki perbedaan dalam hasil frekuensi kekambuhannya, kemudian bila dilihat dari rata-rata perubahan maka kelompok 1 intervensi senam asma kombinasi teknik pernapasan buteyko dinilai lebih efektif dalam menurunkan frekuensi kekambuhan dari kelompok 2 senam asma saja. Kata Kunci : Senam Asma, Teknik Pernapasan Buteyko
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN SERANGAN JANTUNG PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RSUD ULIN BANJARMASIN Dyah Yuspitasari; Zainab Zainab; Endang Sri Purwantiningsih
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.048 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.85

Abstract

Infark Miokard Akut (IMA) akan menimbulkan masalah dan menganggu kebutuhan dasar manusia. Salah satu kebutuhan dasar manusia yang dapat terganggu adalah kebutuhan istirahat, hal ini disebabkan adanya nyeri dada saat beraktivitas, dyspnea pada istirahat dan aktivitas, letargi dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian serangan jantung pada pasien infark miokard akut. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian correlative study. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara dan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini 35 responden, dipilih dengan teknik accidental sampling dan data dianalisis dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini, didapatkan hasil kualitas tidur baik 22,9%, kualitas tidur buruk 77,1%, responden dengan serangan ulang 57,1% dan tidak serangan ulang 42,9%. Hasil analisis statistik didapatkan p-value 0,000, maka ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian serangan jantung pada pasien infark miokard akut. Penting bagi pasien untuk meningkatkan kualitas tidur dengan keluarga memberikan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan istirahat pasien. Kata Kunci : Kualitas Tidur, Serangan jantung, Infark Miokard Akut (IMA)
TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU DI RUANG IGD RSUD. Dr. MOCH.ANSARI SALEH BANJARMASIN Khairir Rizani; Syaifullah Kholik; Muhammad Bambang Permadi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.709 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i2.87

Abstract

Keperawatan gawat darurat merupakan pelayanan keperawatan yang komprehensif diberikan kepada pasien dengan injuri akut atau sakit yang mengancam kehidupan. Penanganan kasus – kasus di lahan keperawatan gawat darurat dibutuhkan perawat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik tentang sebuah tindakan keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan tingkat pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru di ruang IGD rumah sakit Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71,9% perawat berpendidikan DIII Keperawatan dan sebanyak 40,6% perawat berada pada kategori lama kerja baru (<6 tahun). Untuk tingkat pengetahuan perawat sebanyak 56,3% berada dalam kategori baik. Uji statistik pada penelitian menggunakan uji korelasi gamma. Untuk variabel tingkat pendidikan dengan nilai p value = 0,980. Untuk variabel lama kerja nilai p value = 0,919. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru di IGD RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Tingkat pendidikan dan lama kerja perawat tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru. Sehingga rumah sakit secara umum dan instalasi gawat darurat pada khususnya dapat meningkatkan pengetahuan perawat melalui berbagai pelatihan gawat darurat secara berkesinambungan. Kata Kunci : Pendidikan, Lama Kerja, Pengetahuan

Page 6 of 23 | Total Record : 222