cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
BAHASA PERSUASIF DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE (PERSUASIVE LANGUAGE IN ONLINE TRADING TRANSACTIONS) Septia Maulyda
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11721

Abstract

Abstract Persuasive language in online trading transaction. The development of online shops via the internet has mushroomed in Indonesia, followed by the rapid advancement of buying and selling online which can be seen from the many online advertisements that appear for free on social media. The role of persuasion language in online advertisement impressions is very important to be used so that potential buyers are interested and more confident in buying the products offered.The method used in this study is the documentation of online ad writing. Research results (1) Motto or watchword taken from quotations adapted to the product offered, data or product facts offered to consumers and their uses, and product excellence includes product excellence and is presented should be in the form of persuasive sentences (2) Persuasion language used in transactions buying and selling online can be seen from the percentage of online advertising in the form of elements of persuasion language marked by the use of a motto or watchword, data or facts, the superiority of the advertised product, and the use of persuasive sentences in the online advertisement. (3) Persuasive techniques used in online transactions, namely rationalization, suggestion, conformity, compensation, replacement, and projections (4) The most dominant persuasive technique used in the persuasive language of online advertising is the suggestion technique.. Key words: persuasive language, persuasive techniques, trading transactions, online Abstrak Bahasa persuasif dalam transaksi jual beli online. Perkembangan toko online lewat internet sudah menjamur di Indonesia, diikuti dengan maju pesatnya jual beli online yang dapat dilihat dari banyaknya iklan online yang tayang gratis di media sosial. Peranan bahasa persuasi dalam tayangan iklan online sangat penting digunakan agar calon pembeli tertarik dan lebih yakin untuk membeli produk yang ditawarkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dari tulisan iklan online. Hasil penelitian (1) Moto atau semboyan diambil dari kutipan disesuaikan dengan produk yang ditawarkan, data atau fakta produk yang ditawarkan kepada konsumen beserta kegunaannya, dan keunggulan produk meliputi keunggulan produk serta disajikan sebaiknya dalam bentuk kalimat persuasif (2) Bahasa persuasi yang digunakan dalam transaki jual beli online dapat dilihat dari presentase pada iklan online berupa unsurunsur bahasa persuasi yang ditandai dengan penggunaan moto atau semboyan, data atau fakta, keunggulan produk yang diiklankan, dan penggunaan kalimat yang bersifat persuasif pada iklan online tersebut (3) Teknik persuasif yang digunakan dalam transaski online yaitu rasionalisasi, sugesti, konformitas, kompensasi, penggantian, dan proyeksi (4) Teknik persuasif yang paling dominan digunakan dalam bahasa persuasif iklan online adalah teknik sugesti.Kata-kata kunci: bahasa persuasi, teknik persuasi, transaksi jual beli, online
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (REPRESENTATION OF VIOLENCE IN LAUT BERCERITA NOVEL BY LEILA S. CHUDORI) Yulina Rahmi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11730

Abstract

AbstractRepresentation of Violence in Laut Bercerita Novel by Leila S. Chudori. This study aims to describe the forms of violence and resistance in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori. The description is done by discourse analysis. Critical discourse analysis examines various social forms and their imbalances displayed through text, then relates them to social and political contexts. This research uses descriptive qualitative method with Norman Fairclough's critical discourse analysis approach Based on the analysis, there are three types of violence, namely physical, verbal, and bureaucratic violence. The form of physical violence are beatings and torture. The form of verbal violence are to accuse and ridicule. Bureaucratic violence is shown in the form of a prohibition on joining a formal institution for people with a certain background and the prohibition of staging theater or poetry which are considered to carry certain ideologies. Meanwhile, there are two types of resistance representations, namely open resistance and closed resistance. Open resistance is shown in the form of demonstrations. Closed resistance is shown in the form of resistance to categories imposed on society. Key words: discourse practice, violence, representation  AbstrakRepresentasi Kekerasan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kekerasan dan perlawanan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Deskripsi tersebut dilakukan dengan analisis wacana. Analisis wacana kritis mengkaji beragam bentuk sosial dan ketimpangannya yang ditampilkan melalui teks, kemudian menghubungkannya dengan konteks sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga jenis kekerasan, yaitu kekerasan fisik, verbal, dan birokratik. Kekerasan fisik dengan wujud pemukulan dan penganiayaan. Kekerasan verbal dengan wujud menuduh dan mengejek. Kekerasan birokratik ditunjukkan dalam wujud larangan bergabung dengan suatu institusi formal bagi orang dengan latar belakang tertentu dan larangan pementasan seni teater atau puisi yang dianggap membawa ideologi tertentu. Sedangkan, representasi perlawanan terdapat dua jenis, yaitu perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup. Perlawanan terbuka ditunjukkan dalam wujud demonstrasi. Perlawanan tertutup yang ditunjukkan dalam bentuk penolakan terhadap kategori-kategori yang dipaksakan terhadap masyarakat. Kata-kata kunci: wacana kritis, kekerasan, representasi
STRUKTUR DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM LEGENDA ASAL MULA NAMA PULANG PISAU (STRUCTURE AND EDUCATIONAL VALUES CONTAINED IN THE LEGEND OF ASAL MULA NAMA PULANG PISAU) Arif Rahman Rambe
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11722

Abstract

Abstract Structure and Educational Values Contained in the legend of Asal Mula Nama Pulang Pisau. The research is aimed to describe (1) The structure of The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau (The Origin of The Name Pulang Pisau) and (2) The educational values contained in The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau. This research applied a qualitative approach and descriptive method. The data of The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau were obtained through interviews with informants. Based on the analysis of the structure of the legend and the educational values, the description of the intrinsic elements is obtained, such as themes, plot, characters, settings, mandates, values of moral education, religion, heroism, history, and customs / traditions which contained in The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau. The conclusions of this research are: The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau conveys the theme of the origin of place names, uses chronological plot, does not mentions too many characters and names of characters, the place sets along the rivers and in the forest, the time setting is in the Asang era, and delivers the message of cooperation and mutual respect. The Legend of Asal Usul Nama Pulang Pisau contains several values such as moral education of being careful in making decisions, traditional education of nomadic traditions and mutual cooperation, religious education which takes form in the rituals, the historical education which can be seen in the distribution of the indigenous Dayak Ngaju community, and the value of heroism and perseverance which is reflected in the character’s attitude. Key words: legendary, structure, education values, ngaju Abstrak Struktur dan Nilai Pendidikan dalam Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau. Penelitian bertujuan mendeskripsikan (1) Struktur Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau, dan (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau. Metode penelitian pada penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif dari sumber data Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan informan/narasumber. Berdasarkan analisis struktur cerita dan nilai pendidikan, maka diperoleh deskripsi unsur intrinsik, seperti tema, alur, tokoh, latar, amanat, nilai-nilai pendidikan moral, agama, kepahlawanan, sejarah, dan adat/tradisi yang terkandung dalam Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: Legenda Asal Mula Nama Pulang Pisau mengusung tema asal usul nama tempat, menggunakan alur maju, tidak terlalu banyak menyebutkan tokoh dan nama tokoh, berlatar tempat di sekitar aliran sungai dan hutan, berlatar waktu di zaman Asang, menyematkan amanat gotong Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 262 - 274 ISSN 2580-5932 (Online) Rambe, / Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya 11 (2) 2021, 262-274 Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya ǀ 263 royong dan hormat-menghormati. Mengandung nilai pendidikan moral tidak gegabah dalam mengambil keputusan, nilai pendidikan adat/tradisi nomaden dan gotong royong, nilai pendidikan agama berupa ritual, nilai pendidikan sejarah persebaran masyarakat adat Dayak Ngaju, dan nilai pendidikan kepahlawanan pantang menyerah yang tercermin dari sikap para tokoh. Kata-kata kunci: legenda, struktur, nilai pendidikan, ngaju
REPRESENTASI KEPRIBADIAN TOKOH SASANA DAN JAKA WANI DALAM NOVEL “PASUNG JIWA” KARYA OKKY MADASARI (REPRESENTATION PERSONALITY SASANA’S AND JAKA WANI’S CHARACTER IN NOVEL “PASUNG JIWA” BY OKKY MADASARI) Intan Kurnia Sari
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11717

Abstract

Abstract Representation Personality Sasana’s and Jaka Wani’s Character in Novel “Pasung Jiwa” by Okky Madasari. The purpose of the research are to describe the personality of Sasana and the inner conflict has went trough. This research use quality methode and expressive aprroach. The data research are taken from words, phrases, idoms, and sentences in teh novel “Pasung Jiwa”. The datas has been obtain were analyzed with the study of literature psychology. The results of the study showed there were deviation in the character of Sasana personality and the inner conflict that the character of Jaka Wani has been went through. Personality deviations found in the character Sasana. Sasana change her appearance into a woman. Appearance performance is related to clothes and how to dress up that resembles a woman. The inner conflict experienced by Sasana is related to the change in appearance she does. Sasana feels free when he becomes Sasa, but on the other hand Sasana does not want to hurt his parent’s by becoming a woman. In the character of Jaka Wani no personality deviations were found. The inner conflict experienced by Jaka Wani was feeling guilty for Sasana for leaving Sasana while doing a demonstration. Jaka Wani also felt unhappy while working as a laborer in a television manufacturing factory. Key words: personality, id, ego, superego, psychology literature Abstrak Representasi Kepribadian Tokoh Sasana dan Jaka Wani dalam Novel “Pasung Jiwa” Karya Okky Madasari. Tujuan penelitina ini untuk mendekskripsikan kepribadian tokoh Sasana dan konflik batin yang dialami tokoh Jaka Wani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan ekspresif. Data penelitian berupa adalah kata, frasa, ungkapan, dan kalimat dalam novel. Sumber data penelitian ini berupa novel “Pasung Jiwa”. Data yang sudah didapat dianalisis dengan kajian psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan kepribadian pada tokoh Sasana dan konflik batin yang dialami oleh tokoh Jaka Wani. Penyimpangan kepribadian yang ditemukan pada tokoh Sasana adalah Sasana mengubah penampilan dirinya menjadi wanita. Penampilan dalm hal ini berkaitan dengan pakaian dan cara berdandan yang menyerupai wanita. Konflik batin yang dialami Sasana berkaitan dengan perubahan penampilan yang dilakukannya. Sasana merasa bebas saat menjadi Sasa, tetapi di sisi lain Sasana tidak ingin melukai hati orang tuanya dengan menjadi seorang wanita. Pada tokoh Jaka Wani tidak ditemukan penyimpangan kepribadian, konflik batin yang dialami Jaka Wani adalah merasa bersalah kepada Sasana karena meninggalkan Sasana saat Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 205 - 121 ISSN 2580-5932 (Online) 206 ǀ Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya melakukan demonstrasi. Jaka Wani juga merasa tidak senang saat bekerja sebagai buruh di pabrik pembuatan televisi. Kata-kata kunci: kepribadian, id, ego, superego, psikologi sastra
PERILAKU ALTRUISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL REFLEKSI SOSIAL BUDAYA SUKU TORAJA DALAM NOVEL PUYA KE PUYA KARYA FAISAL ODDANG (SOCIO-CULTURAL REFLECTION IN FAISAL ODDANG’S NOVEL PUYA KE PUYA) Seprianus Ensen
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11723

Abstract

Abstract Socio-cultural Reflection in Faisal Oddang’s Novel Puya ke Puya. This study describes the individual and socio-cultural aspects of the Toraja tribe, as reflected in the novel Puya ke Puya. This is qualitative research using the approach of the sociology of literature. This research's object is a novel entitled "Puya ke Puya," written by Faisal Odang. The focus of this research is the socio-cultural aspects of the Toraja tribe. This research's data are in the form of words, sentences, and discourses in the novel. This research combines the sociology of literature and anthropology of literature. Through these two approaches, the researcher describes the socio-cultural aspects of the community of Toraja. Data that have been collected were analyzed using a data analysis technique model developed by Talcott Parson.The social aspects of the Toraja tribe in the novel include economic systems such as livelihoods, government systems, and social community systems such as social strata. Meanwhile, the cultural aspects of the Toraja culture include belief systems, myths, and culture. Then the individual aspect consists of the individual aspect by reviewing the characters in the novel. The results of data analysis show that the social and cultural aspects of Toraja in Puya ke Puya related to the dominant livelihood system are agriculture and livestock; The two sectors have a major influence on the social and cultural life of the Toraja people. Then in terms of governance, the Toraja community has a customary community led by Pennuluan; and the last is the caste system in Toraja, which is composed of four castes, which are the basis of all the implementation of cultural life in Toraja. The next portrait concerning cultural aspects is a belief system called Aluk Todolo. The Aluk Tadolo belief system is the foundation of Toraja's culture, such as the two major rituals, namely the Rambu Tuka "or happiness ceremony and the Rambu Solo" as a mourning ceremony. The last one is that the novel shows the individual aspects of Toraja's community, which are generally still bound by culture and society. Key words: social aspects, cultural aspects, Toraja tribe, novels Abstrak Refleksi Sosial Budaya Suku Toraja dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang. Penelitian ini akan dipaparkan mengenai aspek sosial, aspek budaya dan aspek individu suku Toraja yang terdapat dalam novel Puya ke Puya. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, adapun objek penelitian ini adalah novel yang berjudul “Puya ke Puya” karya Faisal Odang dengan fokus penelitian ini adalah aspek sosial budaya suku Toraja. Data dan sumber data yang dijadikan sebagai Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 275 – 285 ISSN 2580-5932 (Online) 276 ǀ Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya objek penelitian ini adalah data yang berupa kata, kalimat, dan wacana yang ada di dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang. Penelitian ini memadukan telaah sosiologi sastra dan antropologi sastra. Dengan penggabungan pendekatan tersebut diperoleh deskripsi data aspek sosial budaya masyarakat Toraja. Data-data yang diperoleh dianilisis dengan menggunkan model teknik analisis data yang dikembangkan oleh Tallcot Parson. Aspek sosial suku Toraja yang terdapat dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang meliputi sistem ekonomi seperti mata pencarian, sistem pemerintahan dan sistem komunitas kemasyarakatan seperti strata sosial. sementara itu untuk Aspek budaya budaya suku Toraja meliputi sistem kepercayaan, mitos, kebudayaan. Kemudian aspek individu menguraikan aspek individu dengan meninjau tokoh dalam novel. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil bahwa dalam aspek sosial budaya di Toraja dalam novel Puya ke Puya menunjukkan bahwa sistem mata pencarian yang dominan adalah dari sektor pertanian dan peternakan, sebab kedua sektor tersebut berpengaruh besar dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Toraja, kemudian dari segi pemerintahan masyarkat Toraja mempunyai komunitas adat yang dipimpin oleh Pennuluan, dan yang terakhir adalah sistem kasta di Toraja tersusun atas empat kasta yang menjadi dasar dari segala pelaksanaan kehidupan berbudaya di Toraja. Gambaran selajutnya adalah dari segi aspek budaya yang menunjukkan bahwa di Toraja terdapat sistem kepercayaan yang disebut Aluk Todolo yang merupakan landasan dari kebudayaan yang ada di Toraja, seperti dua ritual besar yakni Rambu Tuka’ atau upacara kegembiraan dan Rambu solo’ sebagai upacara duka cita. Dan yang terakhir bahwa dalam novel tersebut menujukkan mengenai aspek individu masyarakat suku Toraja yang pada umumnya masih terikat oleh budaya dan sosial. Kata-kata kunci: aspek sosial, aspek budaya, suku Toraja, novel
PERILAKU ALTRUISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI (ALTRUISTIC BEHAVIOR OF MAIN CHARACTERS IN NOVEL BEKISAR RED KARYA AHMAD TOHARI) Berbahana Pandu Mau
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11718

Abstract

Abstract Altruistic Behavior of the Main Figure in the Novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari. The purpose of this study is to obtain a description of the altruistic behavior of the main character in Ahmad Tohari's Bekisar Merah novel. Specifically, the purpose of this study is to describe the altruistic behavior of the main character in the context of social and kinship norms. The analysis used as the basis for this research is literary psychology. This theory focuses on the textual approach, namely the literary psychology approach that addresses the psychological aspects of characters in literary works. This theory is used to analyze and describe the altruistic behavior of the main character in the novel Bekisar Merah. The results of this study indicate that altruistic behavior in the novel Bekisar Merah is represented in the figure of Lasi as the axis of storytelling. This altruistic behavior is evidenced by the actions of the Lasi character in helping other characters in a pure, sincere manner, without expecting anything in return (benefit) for himself. This behavior is manifested in the form of altruistic behavior in the context of social norms and in the context of kinship norms. Altruistic behavior of the main character in the context of social norms found only four aspects of motivation to help, namely: (1) the presence of a model, (2) the presence of other people, (3) helping people they like, and (4) the presence of a mood. The altruistic behavior of the main character in the context of kinship norms is found in three motivations to help, namely (1) aspects of relative protection (kin altruism), (2) biological altruism, and (3) aspects of sexual orientation. Key Words: behavior, altruistic, character, bekisar merahAbstrak Perilaku Altruistik Tokoh Utama dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku altruistik tokoh utama dalam konteks norma sosial dan kekerabatan. Analisis yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini adalah psikologi sastra. Teori ini menitikberatkan pada pendekatan tekstual, yaitu pendekatan psikologi sastra yang membahas aspek psikologi tokoh dalam karya sastra. Teori ini digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan perilaku altruistik tokoh utama novel Bekisar Merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku altruistik dalam novel Bekisar Merah terwakilkan dalam sosok Lasi sebagai poros penceritaan. Perilaku altruistik ini dibuktikan melalui tindakan tokoh Lasi dalam menolong tokoh lain secara murni, tulus, tanpa mengharapkan balasan (manfaat) apa pun untuk dirinya. Perilaku tersebut terwujud dalam bentuk perilaku altruistik dalam konteks Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 213 - 223 ISSN 2580-5932 (Online) 214 ǀ Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya norma sosial dan dalam konteks norma kekerabatan. Perilaku altruistik tokoh utama dalam konteks norma sosial hanya ditemukan empat aspek motivasi untuk menolong, yaitu: (1) adanya model, (2) adanya kehadiran orang lain, (3) menolong orang yang disukai, dan (4) adanya suasana hati. Perilaku altruistik tokoh utama dalam konteks norma kekerabatan ditemukan dalam tiga motivasi untuk menolong, yaitu (1) aspek perlindungan kerabat (kin altruism), (2) aspek biologik (biological altruism), dan (3) aspek orientasi seksual. Kata-kata kunci: perilaku, altruistik, tokoh, bekisar merah
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU) Bayu Sugara
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11724

Abstract

Abstract Cultural Values as Represented in the Pali of Dayak Ngaju Community. This research aims to (1) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the Dayak Ngaju community towards nature, (2) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the Dayak Ngaju community towards the human interaction, (3) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the Dayak Ngaju community towards the spiritual performance. This research uses (1) recording techniques, both audio and audiovisual, (2) recording, (3) in-depth interviews, (4) literature study and documentation analysis.The results of the study show that the representation of cultural values of the pemali of the Dayak Ngaju Community in relation to nature includes: (1) the prohibition of not asking for permission when going to farming; (2) prohibition to kill animals carelessly while hunting; (3) prohibition of burning forest carelessly; (4) mapas lewu 'cleaning the village'; (5) manyanggar (‘someone should excuse me from the forest rangers’ otherwise it can cause danger and take victims); (6) prohibition of making images (statues) of animals carelessly in a forest inhabited by supernatural beings. The representations of cultural values of the pemali of the Dayak Ngaju Community concerning the human interactions, including: (1) prohibitions against marrying in the wrong lineage or the same lineage; (2) prohibition to take or interfere with the rights of others; (3) prohibition of entering another's house without permission; (4) prohibition to pick up the fallen fruit without the owner's consent; and (5) prohibition to swear/curse children carelessly.The representations of cultural values of the pemali of the Dayak Ngaju Community to the spiritual performance, including (1) the obligation to provide food to village guards (Pakanan Patahu); (2) the duty to always remember the Almighty while earning a living; (3) prohibition to laugh at broomstick; (4) prohibition of picking sawang leaves in front of the sangar patahu. Key words: value, representation, multiplier, dayak ngajuAbstrak Nilai Budaya Pali Dayak Ngaju. Tujuan Penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan representasi nilai budaya pemali masyarakat Dayak Ngaju terhadap alam. (2) Mendeskripsikan representasi nilai budaya pemali masyarakat Dayak Ngaju terhadap interaksi sesama manusia. (3) Mendeskripsikan representasi nilai budaya pemali masyarakat Dayak Ngaju terhadap kemampuan spritual.Metode atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: (1) teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, (2) pencatatan, (3) wawancara yang mendalam, (4) studi kepustakaan dan analisis dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan representasi nilai budaya pemali masyarakat Dayak Ngaju yang berhubungan dengan alam meliputi: (1) larangan tidak permisi jika hendak berladang; (2) tidak boleh membunuh binatang sembarangan saat berburu; (3) tidak boleh membakar hutan sembarangan; (4) mapas lewu ‘membersihkan Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 286 - 300 ISSN 2580-5932 (Online) Sugara,/ Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya 11 (2) 2021, 286 - 300 Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya ǀ 287 kampung’; (5) manyanggar ‘harus permisi dengan penjaga-penjaga hutan’ kalau tidak dapat menimbulkan bahaya dan memakan korban; (6) jangan membuat gambar (patung) hewan sembarangan di dalam hutan yang ada penunggunya.Representasi nilai budaya pemali Dayak Ngaju yang berhubungan dengan interaksi sesama manusia meliputi: (1) Tidak boleh menikah salah silsilah atau dalam satu garis keturunan yang sama; (2) tidak boleh mengambil atau mengganggu hak orang lain; (3) tidak boleh masuk rumah orang lain tanpa permisi; (4) tidak boleh mangambil buah yang jatuh tanpa izin pemiliknya; dan (5) tidak boleh menyumpahi/mengutuk anak sembarangan.Representasi nilai budaya pemali Dayak Ngaju yang berhubungan dengan kemampuan spritual adalah (1) tidak boleh tidak memberi makanan untuk penjaga kampung (Pakanan Patahu); (2) tidak boleh lupa dengan Sang Maha Kuasa saat mencari nafkah; (3) tidak boleh menertawakan sapundu; (4) tidak boleh memetik daun sawang di depan sangar patahu. Kata-kata kunci: nilai, representasi, pali, dayak ngaju
VARIASI KALIMAT, PROPOSISI, DAN FUNGSI WACANA IKLAN MEDIA LUAR RUANG DI KOTA BANJARMASIN (VARIATION OF SENTENCES, PROPOSITIONS, AND DISCOURSE FUNCTIONS OF OUTDOOR MEDIA ADVERTISING IN BANJARMASIN CITY) Rabiatul Sakban Miah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v12i1.13128

Abstract

AbstractVariation of Sentences, Propositions, and Discourse Functions of Outdoor MediaAdvertising in Banjarmasin City. This study focuses on outdoor promotional media suchas banners, banners, billboards, posters, slogans, and trade name boards. This studyaims to describe the form of sentence variations based on their communicative function,describe the form of propositional advertising discourse, and show the functionscontained in outdoor media advertising discourse in Banjarmasin City. The approachused is a discourse approach with a descriptive qualitative research type and the use oflistening, reading, and note-taking methods. Sources of data in this study in the form ofoutdoor media in the city of Banjarmasin such as banners, banners, billboards, posters,slogans, and trade name boards. The data in this study are in the form of words andsentences listed in the discourse of outdoor media advertisements in the city ofBanjarmasin. The results of the study can be concluded that in the discourse of outdoormedia advertising in Banjarmasin City there are 33 data showing the use of declarativesentence variations, 1 data showing the use of interrogative sentence variations, and 3exclamative sentence data. In addition, there were also 16 data with propositions thatemphasized benefits for potential consumers, 20 data with propositions that aroused thecuriosity of potential consumers, and 1 data in the form of questions that demanded moreattention. The objective reason proposition was found as many as 28 data, the subjectivereason proposition 7 data, and mixed reasons of 2 data, as well as passive items as manyas 7 data.Key words: language functions, sentence variations, persuasion, advertisingpropositions, declarative AbstrakVariasi Kalimat, Proposisi, dan Fungsi Wacana Iklan Media Luar Ruang di KotaBanjarmasin. Penelitian ini berfokus pada media promosi luar ruang seperti spanduk,banner, baliho, poster, slogan, dan papan nama dagang. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan wujud variasi kalimat berdasar fungsi komunikatifnya, mendeskripsikanwujud proposisi wacana iklan, dan menunjukkan fungsi yang terkandung dalam wacanaiklan media luar ruang di Kota Banjarmasin. Pendekatan yang digunakan yaitupendekatan wacana dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif serta penggunaan metodesimak, baca, dan catat. Sumber data pada penelitian ini berupa media luar ruang di kotaBanjarmasin seperti spanduk, banner, baliho, poster, slogan, dan papan nama dagang. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang tercantum pada wacana iklanmedia luar ruang di kota Banjarmasin. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalamwacana iklan media luar ruang di Kota Banjarmasin terdapat 33 data yang menunjukkanpenggunaan variasi kalimat deklaratif, 1 data menunjukkan penggunaan variasi kalimatintrogatif, dan 3 data kalimat ekslamatif. Selain itu juga ditemukan 16 data denganproposisi yang menekankan keuntungan bagi calon konsumen, 20 data dengan proposisiyang membangkitkan rasa ingin tahu kepada calon konsumen, dan 1 data berupapertanyaan yang menuntut perhatian lebih. Proposisi alasan objektif ditemukan sebanyak28 data, proposisi alasan subjektif 7 data, dan alasan campuran 2 data, serta butir pasifsebanyak 7 data.Kata-kata kunci: fungsi bahasa, variasi kalimat, persuasi, proposisi iklan, deklaratif
SURVEI INTENSITAS MENULIS CAPTION DI INSTAGRAM MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UHAMKA (CAPTION WRITING INTENSITY SURVEY ON INSTAGRAM BY PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA’S STUDENTS AT FKIP UHAMKA) Ummul Qura, Nini Ibrahim, Fauzi Rahman
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v12i1.13041

Abstract

AbstractCaption Writing Intensity Survey on Instagram by Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia’s Students at FKIP UHAMKA. In their daily life, students often use Instagram,both in reading other people's statuses and in writing captions for themselves. Therefore, thisstudy aims to determine the intensity of writing Instagram captions fo the students ofIndonesian Language and Literature Education at FKIP UHAMKA. This research methoduses a quantitative survey approach with a descriptive survey through a Cross SectionalStudy research design. The results of show that on the indicator of appreciation, and thefrequency indicator of the intensity of using Instagram, the data shows that most students areat a high intensity in their daily operations and writing captions on Instagram accounts.Keywords: Instagram, intensity, caption, UHAMKA studentsAbstrakSurvei Intensitas Menulis Caption di Instagram Mahasiswa Pendidikan Bahasa danSastra Indonesia FKIP UHAMKA. Dalam kesehariannya, mahasiswa sering menggunakanInstagram, baik dalam membaca status orang lain maupun dalam menulis caption dirinya.Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas menulis captionInstagram Mahasiswa PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) FKIP UHAMKA.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei survey deskriptifmelalui rancangan penelitian Cross Sectional Study. Hasil penelitian terlihat bahwa padaindikator penghayatan, dan indikator frekuensi dalam intensitas menggunakan Instagram,data-data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada intensitas yang tinggidalam kesehariannya mengoperasikan dan menulis caption di akun Instagram.Kata-kata kunci: Instagram, intensitas, caption, mahasiswa UHAMKA
HEGEMONI BERITA ONLINE TENTANG COVID-19 KEPADA MASYARAKAT BANJARMASIN (HEGEMONY OF ONLINE NEWS ABOUT COVID-19 TO THE SOCIETY OF BANJARMASIN) Muhammad Fahmi Ramadhani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v12i1.13047

Abstract

AbstractHegemony Of Online News About Covid-19 To The Society of Banjarmasin. This research aims todescribe the form of hegemony of online mass media news about Covid-19, such as the reception andresponse of the people of Banjarmasin and how changes in behavior or its impact on society ineveryday life. This study used a descriptive research design with a qualitative approach. The datasource of this research comes from a collection of online mass media news that has been published incyberspace and a questionnaire that has been distributed by researchers to respondents who arewilling to participate. There are two forms of hegemony found, namely hegemony of behavior andhegemony of perception. Then, the forms of hegemony that are found affect the reception and responseof the community. Public reception is shown by their acceptance of news in online mass media, whilepublic response is indicated by changes in behavior and views on news related to the Covid-19pandemic. Therefore, the existence of hegemony in the news in online mass media related to theCovid-19 pandemic has a positive and effective impact on the lives of the people of Banjarmasin tobreak the chain of distribution.Key words: hegemony, news, Covid-19 news, online mass media, Banjarmasin citizenAbstrakHegemoni Berita Online Tentang Covid-19 Kepada Masyarakat Banjarmasin. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni berita media massa online tentang Covid-19,seperti apa resepsi dan respon masyarakat Banjarmasin serta bagaimana perubahan prilaku ataudampaknya terhadap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kumpulanberita media massa online yang telah terbit di dunia maya serta angket yang telah disebar oleh penelitikepada responden yang bersedia berpartisipasi. Terdapat dua bentuk hegemoni yang ditemukan, yaituhegemoni perilaku dan hegemoni persepsi. Kemudian, bentuk-bentuk hegemoni yang ditemukan inimempengaruhi resepsi dan respons masyarakat. Resepsi masyarakat ditunjukkan denganpenerimaannya terhadap berita di media massa online, sedangkan respons masyarakat ditunjukkandengan perubahan perilaku dan pandangan terhadap berita terkait pandemi Covid-19. Oleh karena itu,adanya hegemoni pada berita di media massa online terkait pandemi Covid-19 memberikan dampakpositif dan efektif bagi kehidupan masyarakat Banjarmasin untuk memutus mata rantai penyebaran.Kata-kata kunci: hegemoni, berita, berita Covid-19, media massa online, masyarakat Banjarmasin

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue