cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
MEDIA AUDIOVISUAL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SMP (AUDIOVISUAL MEDIA FOR IMPROVING SEVENTH-GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' POETRY READING SKILLS) Nilawati, Nilawati; Rokhmansyah, Alfian; Prakoso, Teguh
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23166

Abstract

AbstractAudiovisual Media for Improving Seventh-Grade Junior High School Students' Poetry Reading Skills. This study aims to improve the poetry reading skills of seventh-grade students at SMP Al-Faqih through the implementation of audiovisual media in Indonesian language classes. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method with a descriptive qualitative approach, carried out in two cycles, each comprising the stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through participatory observation and poetry reading tests. The results show a significant and progressive improvement in students' poetry reading skills. In the initial data, the classical completeness percentage was only 44.3%. After the audiovisual media was implemented in Cycle I, the completeness percentage increased to 60%. Despite this improvement, some students still showed a lack of confidence when reading poetry aloud, and the completeness target was not fully met. To address these challenges, the learning strategy was improved in Cycle II, focusing on more intensive teacher support and encouragement. As a result, the classical completeness percentage increased sharply, reaching 80% with an average class score of 80%. This improvement was also supported by a much higher student enthusiasm and active participation during the learning process, demonstrating the effectiveness of audiovisual media in creating an interactive and enjoyable learning environment. Thus, audiovisual media proved to be an effective choice for enhancing students' learning outcomes and appreciation for poetry.Keywords: Poetry reading skills, Audiovisual media, Classroom action researchAbstrakMedia Audiovisual sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas VII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VII SMP Al-Faqih melalui penerapan media audiovisual pada materi puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan tes membaca puisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca puisi siswa secara progresif. Pada data awal, persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 44,3%. Setelah diterapkan media audiovisual pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 60%. Meskipun terjadi peningkatan, sebagian siswa masih menunjukkan ketidakpercayaan diri saat membacakan puisi, dan target ketuntasan belum sepenuhnya tercapai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perbaikan strategi pembelajaran dilakukan pada siklus II dengan fokus pada dukungan dan dorongan guru yang lebih intensif. Hasilnya, persentase ketuntasan klasikal meningkat tajam dan mencapai 80%, dengan rata-rata nilai kelas 80%. Peningkatan ini juga didukung oleh antusiasme dan partisipasi aktif siswa yang jauh lebih tinggi selama pembelajaran, menunjukkan efektivitas media audiovisual dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, media audiovisual terbukti menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan apresiasi siswa terhadap puisi.Kata-kata kunci: Kemampuan membaca puisi, Media audiovisual, Penelitian tindakan kelas
REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAYAK NGAJU DALAM LIRIK LAGU DAERAH DAYAK NGAJU (REPRESENTATION OF CULTURAL VALUES OF THE DAYAK NGAJU IN DAYAK NGAJU REGIONAL SONGS) Natae, Yullya
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23304

Abstract

AbstractRepresentation of Cultural Values of the Dayak Ngaju in Dayak Ngaju Regional Songs. The rapid current of globalization and the advancement of technology have created broad opportunities for foreign cultural influences to enter Indonesia, both positive and negative. One negative impact is the declining appreciation for local culture. If not addressed promptly, this could threaten the continuity and preservation of regional cultures, including the Dayak Ngaju culture, which is the focus of this study. Therefore, this research aims to analyze the representation of Dayak Ngaju cultural values related to human relationships with God, other humans, and nature as reflected in Dayak Ngaju traditional song lyrics. This study applies a qualitative descriptive approach using content analysis techniques. The findings reveal several cultural values: In relation to God: Gratitude for divine blessings (halajur basukur) and Surrendering to God (manyarah bereng hong lenge Hatalla. In relation to fellow humans: Kinship (ruhui rahayu) and Peacefulness (penyang hinje simpei). In relation to nature: Wisdom in utilizing natural resources (gawi barendeng mahapan paramun himba) and Environmental preservation (mahaga bahu himba).Keywords: Representation, Cultural Values, Ngaju DayakAbstrakRepresentasi Nilai Budaya Dayak Ngaju dalam Lirik Lagu Daerah Dayak Ngaju. Derasnya arus globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi telah membuka peluang luas masuknya pengaruh budaya asing ke Indonesia, baik yang bersifat positif maupun negatif. Dampak negatif salah satunya adalah menurunnya apresiasi terhadap budaya lokal. Jika tidak segera diantisipasi, hal ini dapat mengancam keberlangsungan dan pelestarian budaya daerah, termasuk budaya Dayak Ngaju yang menjadi fokus penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu menganalisis representasi nilai budaya Dayak Ngaju terkait hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam dalam lirik lagu daerah Dayak Ngaju. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini ditemukan nilai budaya Dayak Ngaju terkait hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu: Nilai bersyukur terhadap anugerah Tuhan (halajur basukur) dan nilai berserah diri kepada Tuhan (manyarah bereng hong lenge hatalla). Nilai budaya Dayak Ngaju terkait hubungan manusia dengan sesama manusia, yaitu: Nilai kekeluargaan (ruhui rahayu) dan nilai cinta damai (penyang hinje simpei). Nilai budaya Dayak Ngaju terkait hubungan manusia dengan alam, yaitu: Nilai kebijaksanaan dalam memanfaatkan sumber daya alam (gawi barendeng mahapan paramun himba) dan nilai memelihara kelestarian alam (mahaga bahu himba).Kata-kata kunci: Representasi, Nilai Budaya, Dayak Ngaju
NILAI RELIGIUS DALAM MANTRA PENGOBATAN DI DESA TALAN KABUPATEN TABALONG (RELIGIOUS VALUES IN THE HEALING PRACTICE OF TALAN VILLAGE TABALONG REGENCY) Leha, Noor; Ismah, Ni'matul; Syakir, Akhmad
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23807

Abstract

AbstractReligious Values in The Healing Practice of Talan Village Tabalong Regency. This study aims to analyze the religious values contained in healing mantras from Talan Village, Tabalong Regency. The research employs a qualitative approach with textual and contextual analysis methods. The data sources consist of five healing mantras: tawar dingin (for fever), sakit gigi (toothache), tawar racun (antidote for poison), and mandi sangga (ritual cleansing), collected through in-depth interviews and observations. The research data include words, phrases, and sentences that reflect religious values, particularly those related to the concept of tawhid (the oneness of God). The findings reveal that the healing mantras of Talan Village embody religious values rooted in tawhid, encompassing three core elements—faith (iman), piety (taqwa), and repentance (tawbah). These values serve as a medium for cultural and Islamic education within the community, especially among the younger generation, fostering an integrated understanding of culture and the fundamental principles of Islam in daily life.Keywords: religious values, healing mantra, tawhid, Banjarese culture, IslamAbstrakNilai Religius dalam Mantra Pengobatan di Desa Talan Kabupaten Tabalong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai religius yang terkandung dalam mantra pengobatan di Desa Talan, Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tekstual dan kontekstual. Sumber data  penelitian berupa lima mantra pengobatan, yaitu mantra tawar dingin (demam), sakit gigi, tawar racun (mengobati racun), dan mandi sangga, yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Data penelitian berupa pada kata, frasa, dan kalimat yang mengandung nilai religius, khususnya pada aspek tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan Desa Talan memuat nilai religius pada aspek tauhid yang meliputi tiga unsur utama, yaitu iman, takwa, dan tobat, yang bermanfaat sebagai sarana edukasi budaya dan nilai Islam dalam masyarakat, khususnya generasi muda sehingga pemahaman budaya menyatu dengan nilai dasar Islam dalam kehidupan sehari-hari.Kata-kata Kunci: nilai religius, mantra pengobatan, tauhid, budaya Banjar, Islam
EKOLOGI DALAM ANTOLOGI PUISI MERATUS NYANYIAN RINDU ANAK BANUA (ECOLOGY IN THE POETRY ANTHOLOGY OF “MERATUS NYANYIAN RINDU ANAK BANUA”) Suganda, Ela
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.24483

Abstract

AbstractEcology in the Poetry Anthology of “Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua”. This research aims to describe humans and nature presented in poetry anthologies and the ethics of environmental behavior presented in the poetry anthology Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. This qualitative research type uses descriptive interpretive techniques and literary ecological theory. The data source in this study is text in the form of poems by female poets from the poetry anthology. Data collection was carried out using library techniques and writing techniques. The research results found that humans were the most highlighted thing featured in the 23 poems in the poetry anthology, namely humans as creatures who are responsible for the exploitation of the wealth and the natural destruction of the Meratus area. The nature and environment of the Meratus mountain region are the main theme expressed. From an ecological perspective, the female poets in this poetry anthology succeeded in raising important issues regarding the need for the role of humans as parties actively involved in preserving the environment and nature in the Meratus mountain area. The ethical principles of environmental behavior contained in the poetry anthology are maintaining harmony with nature, being responsible for the integrity of the biosphere, establishing equal relations, cosmic solidarity, caring, and simplicity.Keywords: ecology, literary ecology, environmental ethicsAbstrakEkologi dalam Antologi Puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manusia dan alam yang ditampilkan dalam antologi puisi, serta mendeskripsikan etika perilaku lingkungan yang disampaikan dalam antologi puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan memakai teknik deskriptif interpretatif dan memakai teori ekologi sastra. Sumber data dalam pengkajian ini adalah teks berupa puisi-puisi karya penyair perempuan dari antologi puisi tersebut. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik pustaka dan teknik tulis. Hasil penelitian menemukan manusia merupakan hal yang paling disorot yang ditampilkan dalam 23 puisi dalam antologi puisi tersebut, yaitu manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab dalam konteks pemanfaatan kekayaan dan kerusakan alam kawasan Meratus. Alam dan lingkungan kawasan pegunungan Meratus menjadi tema utama yang diungkapkan. Dalam perspektif ekologi para penyair perempuan dalam antologi puisi ini berhasil mengangkat isu penting mengenai perlunya peran manusia sebagai pihak yang aktif terlibat dalam memelihara kelestarian lingkungan dan alam di kawasan pegunungan Meratus. Prinsip etika perilaku lingkungan yang terdapat dalam antologi puisi tersebut, yaitu menjaga keselarasan dengan alam, bertanggung jawab terhadap keutuhan biosfer, menjalin relasi setara, solidaritas kosmis, kepedulian, dan kesederhanaan.Kata-kata kunci: ekologi, ekologi sastra, etika lingkungan
KETAKUTAN DAN RESILIENSI DALAM JALAN TAK ADA UJUNG KARYA MOCHTAR LUBIS (FEAR AND RESILIENCE IN JALAN TAK ADA UJUNG BY MOCHTAR LUBIS) Purba, Rosma Indriana; Banjarnahor, Joseph Casey Diego
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.22756

Abstract

AbstractFear and Resilience in Jalan Tak Ada Ujung by Mochtar Lubis. Fear is a fundamental human emotion that arises in situations of threat and uncertainty. Jalan Tak Ada Ujung, a novel written by Mochtar Lubis represents the complexity of this emotion through the characters of Guru Isa and Hazil who live under the repressive pressure of the colonial era. This study aims to examine the psychological transformation of the two characters through the lens of literary psychology, with a focus on the resilience mechanisms formed from traumatic experiences. Using a qualitative descriptive approach and thematic analysis of the characters' narratives, this study finds that fear, which was initially debilitating, develops into an internal strength through cognitive restructuring and the search for meaning, in accordance with the post-traumatic growth theory which explains how individuals can experience positive psychological development after going through trauma. This finding affirms that literature is not only a medium for representing emotions, but also a space for reflection on the human capacity to grow from suffering.Keywords: fear, resilience, literary psychology, trauma, Jalan Tak Ada UjungAbstrakKetakutan dan Resiliensi Dalam Jalan Tak Ada Ujung Karya Mochtar Lubis. Ketakutan merupakan emosi fundamental manusia yang muncul dalam situasi ancaman dan ketidakpastian. Novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis merepresentasikan kompleksitas emosi ini melalui tokoh Guru Isa dan Hazil yang hidup dalam tekanan represif masa penjajahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi psikologis kedua tokoh tersebut melalui lensa psikologi sastra, dengan fokus pada mekanisme resiliensi yang terbentuk dari pengalaman traumatis. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis tematik terhadap narasi tokoh, kajian ini menemukan bahwa ketakutan yang semula melemahkan berkembang menjadi kekuatan internal melalui restrukturisasi kognitif dan pencarian makna sesuai dengan teori post-traumatic growth yang menjelaskan bagaimana individu dapat mengalami perkembangan psikologis positif setelah melewati trauma. Temuan ini menegaskan bahwa sastra bukan hanya medium representasi emosi, tetapi juga ruang refleksi atas kapasitas manusia untuk bertumbuh dari penderitaan.Kata-kata kunci: Ketakutan, resiliensi, psikologi sastra, trauma, Jalan Tak Ada Ujung
Kritik Administratif dan Reproduksi Legitimasi Institusional dalam Pemberitaan MBG di Tempo.co Ardiansyah, Alex; Humaidi, Akhmad
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v16i1.25659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kritik administratif dalam pemberitaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tempo.co serta implikasinya terhadap legitimasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang mencakup level teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data penelitian berupa lima teks berita yang dipublikasikan pada periode Agustus hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik administratif secara konsisten diarahkan pada legitimasi prosedural, khususnya rasionalitas perencanaan, efektivitas implementasi, tata kelola anggaran, dan desain kewenangan, tanpa berkembang menjadi delegitimasi normatif kebijakan. Pada level teks, kritik dikonstruksi melalui diksi evaluatif, kuantifikasi, dan metafora yang membingkai kebijakan sebagai persoalan administratif. Pada level praktik wacana, kritik dilembagakan melalui atribusi pada aktor teknokratis, data kuantitatif, dan rujukan regulatif sehingga diposisikan sebagai evaluasi berbasis evidensi. Pada level praktik sosial, kritik administratif berfungsi sebagai mekanisme normalisasi evaluasi yang justru mereproduksi legitimasi institusional. Temuan ini menegaskan bahwa kritik media tidak selalu bersifat oposisi, tetapi dapat berfungsi sebagai instrumen legitimasi melalui rasionalisasi prosedural dalam komunikasi kebijakan publik.
Teachers’ Speaking Strategies in Grade VIII: A Case Study in an Islamic Junior Secondary School in Lampung Akmalia, Neng Sufia; Hidayat, Agus; Rahmawati, Istiqomah Nur
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v16i1.25670

Abstract

This study explores English teachers’ strategies for developing eighth-grade students’ speaking skills and the challenges encountered during classroom implementation. Using a qualitative descriptive case study design, the research was conducted at an Islamic junior secondary school in Lampung Province, Indonesia, MTs Alpha. Two grade VIII English teachers participated as the primary informants. Data were collected through six classroom observations, two semi-structured interviews, and document analysis. The data were analyzed thematically through systematic coding and categorization, informed by the stages of data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings show that the teachers employed a range of Communicative Language Teaching (CLT), oriented strategies to promote students’ oral participation, including role-play, group work, and language games. However, strategy implementation was constrained by low learning motivation, speaking anxiety, limited vocabulary, frequent reliance on the first language, and limited instructional facilities. These findings highlight the importance of pedagogical scaffolding and context-sensitive support when enacting CLT-oriented speaking instruction in EFL classrooms. The study offers practical implications for English teachers and may inform the development of speaking instruction in similar EFL contexts.
Fenomena Perdagangan Perempuan dalam Novel Re: dan peRempuan Karya Maman Suherman: Perspektif Sosiologi Sastra Meitridwiastiti, Anak Agung Ayu; Atmaja, I Gusti Bagus Agung Kusuma
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v16i1.25128

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis secara kritis representasi perdagangan manusia (human trafficking) dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Dengan menggunakan pendekatan kritik sastra sosiologis, penelitian ini membedah bagaimana teks naratif menggambarkan komodifikasi tubuh perempuan dan mekanisme eksploitasi yang sistematis. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra yang mengkaji tentang eksploitasi perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan datanya yaitu baca, catat, dan pustaka. Data berupa paragraf, monolog, kalimat, atau pun dialog yang mengandung gambaran tentang perdagangan manusia. Teknik analisis datanya meliputi penyeleksian data, pemaparan data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa, Pertama, eskploitasi perempuan yang ditemukan dalam novel Re: dan peRempuan seperti eksploitasi fisik meliputi; pemanfaatan tenaga, mesin penghasil uang, eksploitasi seksual seperti tindakan asusila, pemerkosaan, eksploitasi emosional berupa isolasi perempuan, eksploitasi sosial berupa; tindakan amoral, dan diskriminasi serta ketidakadilan. Kedua, fenomena perdagangan perempuan yang ditemukan dalam novel Re: dan peRempuan Karya Maman Suherman  meliputi prostitusi, perbudakan dan narkoba. Secara kritis, novel ini tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai dokumen sosial yang menggugat ketimpangan kelas dan gender. Sosiologi sastra dalam novel ini menyingkap bahwa perdagangan manusia adalah produk dari sistem sosial yang gagal melindungi hak-hak dasar perempuan.
Estetika Lokal dalam Dunia Digital: Integrasi Sastra Lisan Banjar dalam Digital Storytelling Untuk Generasi Z dan Alpha Kamariah, Kamariah
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v16i1.25567

Abstract

Pertumbuhan media digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat mengakses, memproduksi, dan mewariskan budaya, termasuk tradisi sastra lisan. Sastra lisan Banjar seperti madihin, lamut, bakisah, dan pamali merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan, namun keberlanjutannya menghadapi tantangan akibat perubahan gaya hidup dan dominasi konsumsi media digital pada generasi Z dan Alpha yang lebih menyukai konten visual-audio dan format singkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter estetika sastra lisan Banjar serta menelaah bagaimana unsur-unsur tersebut direpresentasikan dalam digital storytelling. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa 58 konten digital dari YouTube, TikTok, dan Instagram Reels (2023–2024), rekaman bakisah, literatur ilmiah, serta wawancara dengan seniman dan pendidik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika sastra Banjar yang meliputi prosodi, ritme terbang, performativitas, humor satir, dan nilai kearifan lokal dapat diadaptasi secara efektif melalui digital storytelling dengan memanfaatkan multimodalitas visual, audio, animasi, dan narasi digital. Integrasi digital storytelling juga selaras dengan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek dan literasi digital. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model kurikulum integratif berbasis digital storytelling untuk memperkuat pelestarian budaya Banjar sekaligus meningkatkan kreativitas, literasi digital, dan apresiasi sastra peserta didik.
Integrasi Ethnopedagogi dalam Pembelajaran Kompetensi Interkultural Prancis-Indonesia Handayani, Sri; Astuti, Dwi
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v16i1.25448

Abstract

Understanding and mastering both Indonesian and French cultures are essential prerequisites for preparing learners to become locally rooted citizens with a global outlook. However, the low level of French-language literacy among students at UNNES raises concerns about their limited comprehension of both their own culture and French culture. This study aims to analyze the integration of ethnopedagogy into French language learning from an intercultural perspective. To achieve this objective, a case study was conducted through interviews with 14 French lecturers at Universitas Negeri Semarang. The interviews provided insights into the acquisition of intercultural competence at this institution in the Indonesian context and highlighted the importance of incorporating ethnopedagogy into language learning and focusing on the integration of ethnopedagogy into Franco-Indonesian intercultural learning. The results show that this integration relies primarily on grounding teaching content in local values and culture. This is particularly evident in the choice of teaching materials, teaching strategies, and the formulation of learning objectives. Integrating local cultural values into intercultural learning not only strengthens students' appreciation of their cultural heritage but also develops their ability to engage critically with French culture. The findings can serve as a reference for lecturers in designing teaching resources and selecting learning strategies adapted to the local context, while simultaneously fostering the development of critical intercultural literacy in the teaching of French as a foreign language.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2026): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) (IN PROCESS) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue