cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
KEKERASAN VERBAL DALAM FILM KARTUN KIKO(VERBAL VIOLENCE IN THE KIKO CARTOON FILM) Ika Anggraeni Ratna Sari
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v10i2.9370

Abstract

Verbal Violence in the Kiko Cartoon Film. This research aims to describe theverbal violence in the forms of the directive, and expressive speech acts in the Kikocartoon. This was qualititative research. The data were the words or sentencesused in the Kiko cartoon. The data source of research was the cartoon film of Kiko.Data were collected using the note-taking technique. The research instrument usedwere laptop and data cards. Laptop and data cards are used as a video player andas a tool to listen and understand the utterances in the Kiko cartoon. Furthermore,the data collected were analyzed based on verbal violence in the forms of thedirective, and expressive speech acts. The additional instrument was the data cardsby which the researcher collected data on the types off speech acts and groupedthem according to the directive and expressive speech acts and grouped themaccording to the directive and expressive speech acts. The results of the researchindicated that 117 speech acts including 33 types of rebuked violence, 55 types ofharassment, two types of accusations, 20 types of coercion, and seven types ofintimidation. b) 56 directive speech acts consisting of 29 commandment speechacts, 2 threat, seven rejection seepch acts, 13 opposing speech acts, five denialspeech acts. c) 61 expressive speech acts consisting of 11 speech acts forexpressing displeasure, 17 speech acts for criticizing, 15 speech acts for swearing,15 speech acts for insulting, and there speech acts for exspressing satire.Key words:verbal violence, Kiko cartoon film
POTRET KEMISKINAN KAUM MARJINAL PADA NOVEL ORANGORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA (THE PORTRAIT OF MARGINAL PEOPLE’S POVERTY IN NOVEL ORANG-ORANG BIASA BY ANDREA HIRATA) Eka Aprilina Hasibuan
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i1.10566

Abstract

Abstract The portrait of marginal people’s poverty in novel Orang-orang Biasa by Andrea Hirata. This study aimed to identify the issues this study aims to uncover social facts that were objectively reviewed by the authors about conflicting communities or often referred to as social inequalities. This study uses qualitative approach using deductive development by Mayring. Analyzed through the theory of literary sociology of George Lucas, who considers literature is a reflection in society. Reading and note-taking techniques were used in this research as techniques in collected the data. The data is the novel Orang-Orang Biasa by Andrea Hirata. Data collection techniques in this study were carried out by coding the data findings, analyzing the data in the study, and interpreting the data. The results found in the research show that there are three poverty portraits of marginalized people, which is a term from a small group and is usually marginalized people. The problems of poverty experienced by the marginalized related to one another, including education poverty, moral poverty and wealth poverty. Key words: sociology of literature, poverty portrait, marginal Abstrak Potret kemiskinan kaum marjinal pada novel orang-orang biasa karya Andrea Hirata. Penelitian ini berujuan untuk mengungkap fakta-fakta sosial yang diulas secara objektif oleh penulisnya tentang masyarakat yang penuh pertentangan atau sering disebut dengan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan pengembangan deduktif oleh Mayring. Analisis melalui teori sosiologi sastra George Lucas yang menganggap sastra sebagi refleksi cerminan dalam masyarakat. Teknik baca dan catat merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini. Data berupa teks pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberi pengkodean pada temuan data, menganalisis data dalam penelitian, dan menginterpretasikan data. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan adanya data tentang tiga potret kemiskinan kaum marjinal yang merupakan istilah dari suatu kelompok yang kecil jumlahnya dan biasanya merupakan orang-orang yang terpinggirkan. Permasalahan kemiskinan yang dialami oleh kaum marjinal menimbulkan masalah yang saling berkaitan, diantaranya adalah kemiskinan pendidikan, kemiskinan moral dan kemiskinan harta.Kata-kata kunci: sosiologi sastra, potret kemiskinan, marjinal
KATA MAJEMUK BAHASA BAKUMPAI DI KABUPATEN BARITO KUALA (BAKUMPAI LANGUAGE COMPOUND WORDS IN BARITO KUALA REGENCY) Ida Royani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i1.10570

Abstract

Abstract Bakumpai Language Compound Words in Barito Kuala Regency. This study aims to describe and explain the features, forms, and meanings of compound words in the Bakumpai language in Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. The study of the characteristics, form and meaning of the Bakumpai compound words is based on several theories and research that have been done before. This linguistic research uses descriptive qualitative methods with interview, recording, documentation, and introspection techniques. The qualitative data presented in the spoken form is a number of compound words in the form of Bakumpai compound words. Research on the Bakumpai compound words obtained empirical data related to the characteristics, form, and meaning of the Bakumpai compound words in Barito Kuala Regency. Compound words in the Bakumpai language have morphological and syntactic characteristics that can be seen from the number of word components, compound words with inseparable components, compound words with noninterchangeable word components, compound words with repetitive form word components, compound words with word components affixed forms, compound words with bound word components, and compound words with certain word components. Bakumpai compound words have recognizable forms based on the form of word components in the form of free and bound forms, components based on certain categories or types of words, exocentric and endocentric compound word construction, and the function of word components in syntactic valence as S, P O, and Description. The meaning of compound words in the Bakumpai language can be divided into compound words which have grammatical, idiomatic meaning, the meaning of synonymous words, and the meaning seen from certain word components. Key words: compound words, Bakumpai language, morphological Abstrak Kata Majemuk Bahasa Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang ciri, bentuk, dan makna kata majemuk bahasa Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Kajian mengenai ciri, bentuk, dan makna kata majemuk bahasa Bakumpai didasarkan pada beberapa teori dan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian kebahasaan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, perekaman, dokumentasi, dan instropeksi. Data kualitatif yang disajikan dalam bentuk lisan adalah sejumlah gabungan kata yang berupa kata majemuk bahasa Bakumpai. Penelitian mengenai kata majemuk bahasa Bakumpai memperoleh data empiris yang berkaitan dengan ciri, bentuk, dan makna kata majemuk bahasa Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala. Kata majemuk bahasa Bakumpai memiliki ciri morfologis dan ciri sintaksis yang dapat dilihat dari jumlah komponen kata, kata majemuk dengan komponen yang tidak dapat dipisahkan, kata majemuk dengan komponen kata yang tidak dapat dipertukarkan, kata majemuk dengan komponen kata bentuk perulangan, kata majemuk dengan komponen kata bentuk berimbuhan, kata majemuk dengan komponen kata bentuk terikat, dan kata majemuk dengan komponen kata tertentu. Kata majemuk bahasa Bakumpai memiliki bentuk yang dapat dikenali berdasarkan bentuk komponen kata yang berupa bentuk bebas dan terikat, komponennya yang didasarkan pada kategori atau jenis kata tertentu, konstruksi kata majemuk yang eksosentris dan endosentris, dan fungsi komponen kata dalam valensi sintaksis sebagai S,P,O, dan Keterangan. Makna kata majemuk bahasa Bakumpai dapat dibedakan menjadi kata majemuk bermakna gramatikal, idiomatikal, makna kata bersinonim, dan makna dilihat dari komponen kata tertentu. Kata-kata kunci: kata majemuk, bahasa Bakumpai, morfologis
ASPEK SUFISTIK DALAM NOVEL ASMARALOKA KARYA DANARTO (SUFISTIC ASPECTS IN THE NOVEL ASMARALOKA BY DANARTO) Ervina Yuni Arianie
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v10i2.9377

Abstract

AbstractSufistic Aspects in the Novel Asmaraloka by Danarto.The purpose of the research inthis thesis is to reveal the sufistic aspects in the novel Asmaraloka by Danarto. Danartois one of the writers who influential in the development of Sufistic literature inIndonesia. Using central themes related to transcendental experience is the inherentcharacteristic of Danarto. By looking at the concept of Danarto's authorship closelyrelated to Tasawuf or Sufism, the Asmaraloka novel cannot be separated from the bondbetween the lover and the Highest Creator. With the setting of a mirage war, Danartocriticizes human nature who are always easy to fight with each other just because ofdifferences. Prolonged war turmoil is as a description of the search for the meaning ofhuman nature. This research is qualitative descriptive research using a Sufistic literaryapproach and assisted by the semiotic theory of Roland Barthes which refers to theavailable signs and markers in the text, which have a correlation to the things outside.The method used is a content analysis method that helps researchers to focus onsubstantial discussions from primary sources supported by secondary data sources. Theprimary data source of this study was the novel Asmaraloka by Danarto which was republishedby Diva Press in 2016. While the secondary data source of this study was inthe form of national and international articles and journals.Key words: character education, semiotic, sufistic, tasawuf, transcendental AbstrakAspek Sufistik Dalam Novel Asmaraloka Karya Danarto. Tujuan penelitian pada tesisini adalah mengungkap aspek sufistik dalam novel Asmaraloka karya Danarto.Danarto merupakan salah satu sastrawan yang berpengaruh pada perkembangansastra sufistik di Indonesia. Mengangkat tema-tema sentral yang berkaitan denganpengalaman transendental menjadi ciri khas yang melekat pada Danarto. Denganmelihat konsep kepengarangan Danarto yang lekat dengan tasawuf atau sufisme, novelAsmaraloka tidak lepas dari ikatan antara sang pencinta dan Yang Maha Pencipta.Berlatar cerita perang fatamorgana, Danarto mengkritisi sifat manusia yang selalumudah bertikai satu sama lainnya hanya karena masalah perbedaan. Kemelut perangyang berkepanjangan sebagai gambaran pencarian makna hakikat manusia. Penelitianini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatankonsep sastra sufistik, tasawuf dan dibantu teori semiotik dari Roland Barthes yangmengacu pada tanda maupun petanda yang ada dalam teks, yang memiliki korelasipada hal yang berada diluarnya. Metode yang digunakan adalah metode analisis isiyang membantu peneliti untuk fokus pada pembahasan yang substansial dari sumberprimer yang didukung oleh sumber data sekunder. Adapun sumber data primer daripenelitian ini adalah novel Asmaraloka karya Danarto yang diterbitkan ulang olehDiva Press pada tahun 2016. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini adalahberupa artikel dan jurnal nasional maupun internasional.Kata-kata kunci: pendidikan karakter, semiotik, sufistik, tasawuf, transendental
WUJUD PERSUASI DAN RESPON KAUM MILENIAL DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK PADA PILPRES 2019 (THE FORM OF PERSUASION AND MILENNIALS RESPOND IN FACEBOOK SOCIAL MEDIA IN PRESIDENTIAL ELECTION 2019) Indrawati Indrawati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v10i2.9371

Abstract

The Form of Persuasion and Milennials Respon in Facebook Social Media inPresidential Election 2019. This research aims to reveal how the persuasion andresponse of millennials on social media Facebook in the 2019 presidentialelection. This research uses methods of qualitative content analysis. The data theauthor takes is data on Facebook social media from February to April 2019. Formof data in the form of sentences that have a persuasion message used by millennialson social media Facebook in the presidential election 2019. The source of thisresearch data observations directly on social media Facebook which thenresearchers Screenshoot. Data analysis is done in several ways, namely: (1)Observation of the sentence upload on Facebook social media, (2) reading andunderstanding sentences that have a persuasion meaning, (3) grouping,identifying, and analyzing existing data, (4) Conclude the results of researchanalysis. Data analysis is done during and after the data is collected. This researchimplements triangulation and data checking to obtain the validity of data. Basedon the research, there are several form of persuasion in uploading sentences ofmillennials in facebook social media in presidential election 2019. Thatpersuasion form are: (1) persuasion form and millennials respond with strongarguments, (2) persuasion form and respond with neutral arguments, (3)persuasion form and millennials respond with weak arguments, (4) persuasionform and millennials respond with peripheral.Key words: persuasion, milenialls, facebook social media AbstrakWujud Persuasi dan Respon Kaum Milenial di Media Sosial Facebook padaPilpres 2019. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana wujud persuasidan respon kaum milenial di media sosial facebook pada pilpres 2019. Penelitianini menggunakan metode analisis isi kualitatif. Data yang penulis ambil adalahdata yang terdapat di media sosial facebook dari bulan Februari sampai denganApril 2019. Wujud data berupa kalimat yang memiliki pesan persuasi yang dipakaikaum milenial di media sosial facebook pada pilpres 2019. Sumber data penelitianini pengamatan langsung di media sosial facebook yang kemudian penelitiscreenshoot. Analisis data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1)pengamatan terhadap unggahan kalimat di media sosial facebook, (2) membacadan memahami kalimat yang memiliki makna persuasi, (3) mengelompokkan,mengidentifikasi, dan menganalisis data yang ada, (4) menyimpulkan hasilanalisis penelitian. Analisis data dilakukan selama dan setelah data terkumpul.Penelitian ini menerapkan triangulasi dan pengecekan data untuk memperolehkeabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa wujudpersuasi dalam kalimat unggahan kaum mileniual di media sosial facebook padapilpres 2019. Wujud persuasi tersebut meliputi: (1) Wujud persuasi dan responkaum milenial dengan argumen kuat (strong argumens); (2) Wujud persuasi danrespon kaum milenial dengan argumen netral (neutral argumens);(3) Wujudpersuasi dan respon kaum milenial dengan argumen lemah (weak argumens); dan(4) wujud persuasi dan respon kaum milenial dengan argumen sampingan(peripheral).Kata-kata kunci: persuasi, kaum milenial, media sosial facebook
IMPLIKATUR DALAM BUKU HUMOR POLITIK INDONESIA KARYA ZAENUDDIN H.M (IMPLICATURES IN INDONESIAN POLITICAL HUMOR BY ZAENUDDIN H.M) Siti Zubaedah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i1.10567

Abstract

Abstract Implicatures in Indonesian Political Humor by Zaenuddin HM. This research is intended to describe conventional and conversational implicatures which contained in Zanenuddin’s works. The researcher use descriptive method and the approach which is used by the researcher is qualitative research as a pragmatic study. The research data and data source are taken from Zaenuddin’s works entitled ‘Humor Politik Indonesia’. Data collection method used are listening and documentation method . Instrument which is used in this research is researcher herself and she uses water analysis method to analyze the data research. According to the results of data analysis, the researcher founds implicatures in Zanenuddin’s works. Conventional and conversational implicatures found in every utterances with functions like, a. wishing, b. ordering, and c. mocking or teasing function. Key words: implicature, humor, political, Zaenuddin Abstrak Implikatur dalam Buku Wacana Humor Politik Indonesia karya Zaenuddin HM: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud implikatur percakapan dan wujud implikatur konvensional yang terdapat dalam buku karya Zaenuddin tersebut. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif, yang merupakan jenis penelitian pragmatik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dan sumber data yang bersumber dari buku humor politik karya Zaenuddin. Teknik yang digunakan ialah metode dokumentasi dan simak. Instrumen dalam penelitian ini adalah diri sendiri. Teknis analisis menggunakan model air Miles dan Huberman (2014:18). Hasil analisis menemukan wujud implikatur dalam buku humor politik karya Zaenuddin adalah: menemukan wujud implikatur percakapan dan implikatur konvensional yang dalam setiap tuturan terdapat juga fungsi, fungsinya yaitu sebagai berikut a) fungsi mengharap, b) fungsi memerintah, c) fungsi menyindir, dan d) fungsi mengkritik. Kata-kata kunci: implikatur, humor, politik, Zaenuddin
POSKOLONIAL DALAM CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN (POSTCOLONIAL IN NOVEL CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN) Fitriadin Fitriadin
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11719

Abstract

Abstract Postcolonial in novel Cantik itu Luka by Eka Kurniawan. This researchisto describe the meaning of the resistance of the natives was fighting the colonials in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The results showed that the postcolonial form of indigenous resistance to the invaders in the novel Cantik was wounded by Eka Kurniawan. It was known that the characters in the novel did not want to defend the western tradition and the discrimination of the Dutch colonial government which gave the indigenous and Dutch limits in gaining freedom in their lives. The character in the novel believes that he has the same rights in obtaining equality in life as Westerners. People in the novel “Cinta Itu Luka” realizedby the natives should not be stupid and easily controlled by Western nations. Therefore, my character seeks to defend his right to obtain freedom in life and not be bound to others. The meaning of the resistance of the natives in resisting the colonials in the novel Cantik Ini Luka by Eka Kurniawan is the reaction of the indigenous people at that time was diverse. Some refused, but there were those who welcomed kindly even cooperated and not a few who did not approve of it. The resistance is not only in terms of the grille but also openly in order to get independence even though there must be self-sacrifice both material and life. Key words: postcolonial, resistensi, novelsAbstrak Poskolonial dalam novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk poskolonial resistensi pribumi terhadap penjajah dalam.Untuk mendeskripsikan makna perlawanan kaum pribumi dalam melawan kaum kolonial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk poskolonial resistensi pribumi terhadap penjajah dalam novel Cantik itu luka karya Eka Kurniawan diketahui bahwa Tokoh dalam novel tidak ingin mempertahankan tradisi barat dan diskriminasi pemerintah kolonial Belanda yang memberi batas pribumi dan Belanda dalam memperoleh kebebasan dalam kehidupan mereka. Tokoh dalam novel tersebut berkeyakinan bahwa dia memiliki hak yang sama dalam memperoleh kesetaraan hidup seperti orang-orang Barat. Tokoh pada novel Cantik Itu Luka menyadari jika pribumi tidak seharusnya bodoh dan mudah dikuasai bangsa Barat. Oleh sebab itu, tokoh aku berusaha untuk mempertahankan haknya dalam memperoleh kebebasan dalam hidup dan tidak terikat pada orang lain. Makna dari perlawanan kaum pribumi dalam melawan kaum kolonial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yaitu Reaksirakyat pribumi saat itu beragam. Ada yang menolak, namun ada yang menyambut ramah bahkan bekerja sama dan tidak sedikit yang tidak menyetujuinya. Perlawanan tersebut tidak hanya dari segi gerilya namun juga secara terang-terangan agar bisa mendapatkan kemerdekaan walaupun harus ada pengorbanan diri baik materi maupun nyawanya. Kata-kata kunci: poskolonial, perlawanan, novel
STRUKTUR DAN NILAI DIDAKTIS PADA PUISI BERTEMA “BELAJAR DARING” KARYA SISWA KELAS X DI SMKS UNGGULAN HUSADA BANJARMASIN (STRUCTURE AND DIDACTIC VALUE IN THE THEMED POETRY OF “ONLINE LEARNING” BY CLASS X STUDENTS AT SMKS UNGGULAN HUSADA BANJARMASIN) Rusma Noortyani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11725

Abstract

Structure and Didactic Value in the Themed Poetry of “Online Learning” by Class X Students at SMKS Unggulan Husada Banjarmasin. The purpose of this study was to describe the structure of poetry by class X-B students at SMKS Unggulan Husada Banjarmasin and to examine the didactic value of poetry by class X-B students at SMKS Unggulan Husada Banjarmasin. Data collection was carried out from May 30 to June 30, 2021 through an online form of poetry writing performance test. The data analyzed were 18 pieces of poetry. The data collection procedures in this study were reading, identifying, codifying, and classifying according to the research focus. Data analysis uses deep meaning understanding techniques. Checking the validity of the data is done through triangulation techniques. The results of the study found that the structure that builds a poem consists of a physical structure and an inner structure. The physical structure consists of typography, rhyme, images, figure of speech, concrete words, and diction. The inner structure consists of theme, tone, and atmosphere. After analyzing the poems by class X-B students of FKK Vocational High School Husada Banjarmasin, it was found that the poems contained the entire physical and mental structure. The didactic values contained in the poem are in the form of moral and religious didactic values. Keywords: structure, didactic values, poetry, online learning, student work Abstrak Struktur dan Nilai Didaktis pada Puisi Bertema “Belajar Daring” Karya Siswa Kelas X di SMKS Unggulan Husada Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur puisi karya siswa kelas X-B SMKS Unggulan Husada Banjarmasin dan mengkaji nilai didaktis dari puisi karya siswa kelas X-B SMKS Unggulan Husada Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan 30 Mei-30 Juni 2021 melalui daring berupa tes unjuk kerja menulis puisi. Data yang dianalisis berjumlah 18 buah puisi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah membaca, mengidentifikasi, mengodifikasi, dan mengklasifikasikan sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data menggunakan teknik pemahaman arti secara mendalam. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian ditemukan struktur yang membangun sebuah puisi terdiri atas struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik terdiri atas tipografi, rima, imaji, majas, kata konkret, dandiksi. Struktur batin terdiri atas tema, nada, dan suasana. Setelah dilakukan analisis pada puisi karya siswa kelas X-B FKK SMKS Unggulan Husada Banjarmasin diperoleh bahwa puisi-puisi tersebut memuat keseluruhan struktur fisik dan batin. Nilai didaktis yang terdapat dalam puisi tersebut berupa nilai didaktis moral dan agama. Kata-kata kunci: struktur, nilai didaktis, puisi, belajar daring, karya siswa
RESEPSI PESERTA DIDIK SMAN 4 BANJARMASIN KELAS 11 TAHUN 2020 TERHADAP NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE (RECEPTION OF STUDENTS OF SMAN 4 BANJARMASIN IN GRADE 11 OF 2020 YEAR AGAINST NOVEL OF “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” BY TERE LIYE) Akhmad Aulia Wardana
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11720

Abstract

Abstract Reception of students of SMAN 4 Banjarmasin in Grade 11 of 2020 Year Against Novel of “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” by Tere Liye. This study aims to describe the reception of students of SMAN 4 Banjarmasin in grade 11 of 2020 year against novel of “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” by Tere Liye. The method used in this dtudy is a qualitative description method with Miles and Huberman, theory analysis techniques. Its estabilish analysis criteria, collect data according to analysis criteria, reduce data that does not fit the analysis criteria to the point of saturation. Present data in tabular form, interpret the relationship between reception data, and summarize the result of research. Data obtained from the adoption of student receptions on the elements of development and the value of character education in the novel. From the discussion of this thesis it can be concluded that: (1) Reception of students of SMAN 4 Banjarmasin in grade 11 of 2020 year against novel of “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” by Tere Liye that reflected from the theme, plot, character and caharacterization, setting, language, and message produce a different reception depending on the reader’s open judgment which can be broadly said to be the reception of the reader approaching the development al elements expressed and desired by the author. (2) Reception of students of SMAN 4 Banjarmasinon the value of education in the novel of “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” by Tere Liye that most students stated that there were religious values, honesty values, tolerance values, disciplinary values, hard work values, creative values, independent values, curiosity values, reward achievement values, friendship values, of peace, reading values, values care of the environmental, the value of social care, and the value of responsibility; and there is no womb of religious values, democracy values, national spirit values, and love the motherland values. Key words: students’ reception, elements of development, value of character education, novel Abstrak Resepsi Peserta didik SMAN 4 Banjarmasin Kelas 11 Tahun 2020 Terhadap Novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” Karya Tere Liye. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi peserta didik SMAN 4 Banjarmasin terhadap unsur pembangun dan nilai pendidikan karakter dalam novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” karya Tere Liye.Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teori Miles dan Huberman, yaitu menetapkan kriteria analisis, mengumpulkan data yang sesuai kriteria analisis, mereduksi data yang tidak sesuai dengan kriteria analisissampai titik jenuh, menyajikan data yang terkumpul dalam bentuk tabel, menafsirkan hubungan antara data resepsi dan menyimpulkan hasil penelitian.Data didapat dari angket resepsi peserta didikterhadap unsur pembangun dan nilai pendidikan karakter dalam novel. Dari pembahasan tesis ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Resepsi peserta didik SMAN 4 Banjarmasin terhadap unsur pembangunan dalam novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” karangan Tere Liye tercermin dari tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, bahasa, dan pesan menghasilkan resepsi yang berbeda-beda tergantung penilaian terbuka pembaca yang secara garis besar dapat dikatakan resepsi atau tanggapan pembaca yang mendekati unsur pembangunan yang dikemukakan dan dikehendaki pengarang. (2) Resepsi peserta didik SMAN 4 Banjarmasin terhadap nilai pendidikan karakter dalam novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” karya Tere Liye bahwa sebagian besar peserta didik menyatakan ada kandungan nilai religius, nilai kejujuran, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, nilai menghargai prestasi, nilai persahabatan, nilai cinta damai, nilai gemar membaca, nilai peduli lingkungan, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab; dan tidak terdapat kandungan nilai religius, nilai demokratis, nilai semangat kebangsaan, dan nilai cinta tanah air. Kata-kata kunci: resepsi peserta didik, unsur pembangun, nilai pendidikan karakter, novel
DEIKSIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA TUTURAN ANAK USIA 5 TAHUN (DEIXIS IN INDONESIAN LANGUAGE USED BY 5- YEARS-OLD CHILDREN) Nunuk Muti'ah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i2.11715

Abstract

Abstract Deixis in Indonesian Language Used by 5-Years-Old Children. Deixis is a type of language that has a different reference . This research examined the problem of Deixis in Indonesian language used by 5-years-old children. This research was means to (1) describe the form of personal deixis on 5-year-old children, (2) describe and analyze the form of spatial deixis on 5-years-old children, (3) describe and analyze the form of temporal deixis on 5-year-old children, and (4) describe the function of deixic on 5-yearold children. This research was conducted using a qualitative approach with the observation method. The sources of data in this research were 5-year-old children. Data were collected using the techniques by which (a) the researcher tapped by participating while listening, participating in the conversation, and listening to the conservation, (b) she only acted as an observer on the use of language by her informants, and she noted and recorded. Data were analyzed on the basis of qualitative descriptive techniques. The research results showed that (1) personal deixis were found in several deixis forms, namely first person, second person, and third person (2) spatial deixis were found in several forms, namely proximal, semi-proximal, and distal. Meanwhile, (3) temporal deixis were found in several words, such as besok (tomorrow), kemarin (yesterday), dulu (ago), and tadi (a while ago). Based on (4) the function of deixis, the researcher found several functions, such as emotive, conative, and referential functions. Key words: deixis, form of deixis , function of deixis, children’s utterance Abstrak Deiksis dalam Bahasa Indonesia pada Tuturan Anak Usia 5 Tahun. Deiksis merupakan jenis bahasa yang memiliki acuan atau referen yang berbeda. Penelitian ini meneliti tentang masalah Deiksis dalam Bahasa Indonesia pada Tuturan Anak Usia 5 Tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan wujud deiksis persona pada anak usia 5 tahun, (2) mendeskripsikan dan menganalisis wujud deiksis ruang pada anak usia 5 tahun, (3) mendeskripsikan dan menganalisis wujud deiksis waktu pada anak usia 5 tahun, dan (4) mendeskripsikan fungsi deiksis pada anak usia 5 tahun. Penelitian ini Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Vol 11, No 2, Oktober 2021 ISSN 2089-0117 (Print) Page 176 - 193 ISSN 2580-5932 (Online) 176 ǀ Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak usia 5 tahun. Penggalian data ditempuh dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, catat, dan rekaman. Untuk menganalisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang deiksis dalam bahasa Indonesia pada tuturan anak usia 5, diperoleh kesimpulan (1) deiksis persona ditemukan beberapa wujud deiksis, yakni persona pertama, persona kedua, dan persona ketiga (2) deiksis tempat, pada anak usia 5 tahun ditemukan beberapa wujud, yakni proksimal, semi-proksimal, dan distal. Sementara itu, (3) deiksis waktu, pada anak usia 5 tahun ditemukan beberapa kata, seperti besok, kemarin, dulu, dan tadi. Berkenaan dengan (4) fungsi deiksis, pada tuturan anak usia 5 tahun ditemukan fungsi-fungsi, seperti fungsi emotif, fungsi konatif, dan fungsi referensial. Kata-kata kunci: deiksis, jenis deiksis, fungsi deiksis, tuturan anak

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue