cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidaritas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 685 Documents
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi PING Smart City Untuk Meningkatkan Awareness Masyarakat (Studi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi) riska ayu kurniawati
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman yang serba digital kemampuan pengawasan kepada masyarakat perlu di upgrade, dengan adanya pengawasan kota secara realtime sehingga mampu memecahkan masalah secara efektif dan efesien. Rendahnya minat masyarakat terhadap aplikasi ini atau mungkin karena ketidaktahuan mereka akan fungsi dan manfaat dari aplikasi PING.” “Oleh sebab itu Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Ngawi untuk mensosialisasikan serta mempromosikan aplikasi ini dengan berbagai cara. Tidak hanya menargetkan kalangan menengah saja, tetapi juga menyusuri kalangan menengah kebawah dengan sosialisai yang efektif.” Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti akan mencari lebih lanjut mengenai aplikasi PING yang tergolong baru di Kabupaten Ngawi, tidak lupa peneliti melihat dengan cermat mengenai sosialisasi dan cara yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi dalam mempublikasikan aplikasi PING ini. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian Dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi. Sumber data primer yaitu dengan wawancara, observasi,dokumentasi sedangkan sumberdata sekunder melalui buku referensi, media, sumber data lain (internet) dan jurnal penelitian. Teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Teknik validitasmenggunakan triangulasi data. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu pengumpulan data,penyajian data, kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adanya faktor penghambat untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap penggunaan aplikasi PING Smart City. kesimpulan dari penelitian ini strategi untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap penggunaan aplikasi PING Smart City, namun strategi yang digunakan masih belum bisa menjangkau seluruh kalangan yang ada di Kabupaten Ngawi dimana sebagian masyarakat dapat mengakses dengan mudah, namun ada pula masyarakat yang berasal dari desa-desa yang gagap teknologi yang masih mengeluhkan dalam penggunaannya, masih belum mengerti. Dinas Komunikasi dan Informatika juga melakukan terobosan baru yaitu edukasi tentang pentingnya penggunaan IT saat ini agar masyarakat semakin terbuka untuk menggunakan aplikasi PING Smart City.
Pengaruh Brand Dan Citra Perusahaan Terhadap Minat Beli (Studi Eksplanatif tentang Pengaruh Boyband BTS sebagai Brand Ambassador dan Citra Tokopedia Terhadap Minat Beli pada followers Akun Instagram @wowfakta.bts Rafika Tidiasti Nur Rahma
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                      ABSTRAKTokopedia merupakan salah satu marketplace buatan lokal yang berdiri sejak tahun 2009 hingga sekarang. Pada tahun 2019 hingga tahun 2021 Tokopedia mengajak kerja sama dengan Boyband korea, BTS sebagai Brand Ambassador untuk menembus pasar yang saat ini banyak remaja tertarik dengan budaya korea. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini guna bertujuan untuk menganalisis dan menguji adanya pengaruh brand ambassador, citra perusahaan terhadap minat beli di situs Tokopedia dikalangan followers akun instagram @wowfakta.bts. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan tipe eksplanatif, dalam pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling dan menentukan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil sampel 99,8 % dan ditarik menjadi 100 sampel (responden). Setelah menentukan jumlah sampel, lalu menyebarkan kuesioner secara online menggunakan google form dan disebarkan melalui direct message. Setelah data kuesioner diperoleh, dilakukan uji validitas data dan uji reliabilitas guna mengukur data yang diperoleh valid dengan menghasilkan obyek yang sama. Langkah selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, dan uji hjipotesis menggunakan software SPSS IBM versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Brand Ambassador berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai T-hitung sebesar 2,271 dan nilai Sig. 0,025 < 0,05. (2) Citra Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai T-hitung sebesar 5,919 dan nilai Sig. 0,000 < 0,05. (3) Brand Ambassador dan Citra Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai F-hitung yaitu 42,127 dan p.value sebesar 0,000 < 0,05. Dan setelah melewati beberapa pengujian menghasilkan interpretasi adanya Pengaruh yang signifikan antara Brand Ambassador dan Citra perusahaan sebagai variabel independen terhadap Minat Beli sebagai variabel dependen.Kata kunci : Brand Ambassador, Citra Perusahaan, Minat Beli
CITRA PROGRAM BINA LINGKUNGAN PT. JAMU AIR MANCUR KARANGANYAR OLEH MASYARAKAT DAGEN Yudana Ari S
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CITRA PROGRAM BINA LINGKUNGAN PT. JAMU AIR MANCUR KARANGANYAR OLEH MASYARAKAT DAGENYudana Ari S, Nurnawati H, dan Herning SuryoProgram Sudi Ilmu KomunikasiABSTRAKMelihat betapa kuatnya pengaruh pelaksanaan program Bina Lingkungan terhadap pembentukan citra perusahaan, maka ketika sebuah perusahaan memiliki citra negatif, peranan sosial dari Program Bina Lingkungan yang telah dilakukan haruslah kembali dikaji. Melalui penelitian ini, peneliti berfokus pada Citra Program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar oleh Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui citra program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan masyarakat sekitar perusahaan terhadap program Bina Lingkungan telah memberikan kesan dan penilaian yang baik bagi perusahaan. Realitas dari program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur yaitu pemberian produk perusahaan dan sembako, hewan kurban kepada Masjid terdekat antara 1 sampai 2 ekor kambing, program bina lingkungan yang diterapkan perusahaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sempat, dan program Bina Lingkungan rutin dilakukan oleh perusahaan. Adanya program Bina Lingkungan di PT. Jamu Air Mancur, masyarakat sekitar tidak ada yang komplain, melainkan masyarakat sekitar merasa senang dengan program Bina Lingkungan maupun keberadaan perusahaan, karena pihak masyarakat merasa diuntungkan dalam hal perekonomian, seperti halnya masyarakat mendapat peluang untuk membuka usaha, seperti: warung makan, membuat usaha kos-kosan dan lain-lain. Masyarakat menyadari timbulnya dampak positif dari terlaksananya program Bina Lingkungan. Masyarakat sekitar mendapatkan sembako secara gratis, Masjid sekitar mendapat bantuan hewan kurban yang berupa kambing. Selain itu, masyarakat juga menyadari dengan keberadaan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.Kata kunci: Citra, Program Bina Lingkungan.ABSTRACTSeeing how strong the influence of the implementation of the Community Development program on the formation of the company's image, when a company has a negative image, the social role of the Community Development Program that has been carried out must be re-examined. Through this research, the researcher focuses on the Image of the Community Development Program of PT. Karanganyar Fountain Herbal Medicine by the Community. The purpose of this study was to determine the image of the Community Development program of PT. Karanganyar Fountain Herbal Medicine by the community. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Research informants using purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques with interactive analysis consisting of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the trust of the community around the company in the Community Development program has given a good impression and assessment for the company. The reality of the Community Development program of PT. Jamu Air Mancur, namely giving the company's products and basic necessities, sacrificial animals to the nearest mosque between 1 to 2 goats, the environmental development program implemented by the company can be felt by the community for a time, and the Community Development program is routinely carried out by the company. The existence of the Community Development program at PT. Jamu Air Mancur, the local community has no complaints, but the surrounding community is happy with the Community Development program and the company's existence, because the community feels benefited in terms of the economy, as well as the community has the opportunity to open a business, such as: food stalls, making boarding houses - boarding house and others. The community is aware of the positive impact of the implementation of the Community Development program. The surrounding community received free basic necessities, the surrounding mosque received the assistance of sacrificial animals in the form of goats. In addition, the community is also aware of the existence of PT. The Karanganyar Fountain Jamu can provide great benefits to the surrounding community.Keywords: Image, Community Development Program.PENDAHULUANEra globalisasi seperti sekarang ini, badan usaha sebagai salah satu pelaku ekonomi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan perekonomian dan masyarakat luas, sehingga suatu badan usaha tidak hanya bertanggung jawab kepada investor dan kreditor tetapi juga kepada masyarakat luas. Semakin berkembangnya perusahaan juga memunculkan kesadaran tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar di mana perusahaan itu beroperasi.Persaingan perusahaan yang semakin ketat menuntut setiap perusahaan untuk menjadi yang lebih unggul, perusahaan juga berlomba-lomba untuk bersaing agar mendapatkan citra terbaik dari masyarakat. Terdapat banyak hal yang dapat membentuk citra positif terhadap perusahaan salah satunya melalui program bina lingkungan sebagai bentuk Corporate Social Responbility perusahaan. Program Bina Lingkungan adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis, sosial, dan lingkungan.Pelaksanaan program Bina Lingkungan merupakan upaya untuk menyelaraskan strategi bisnis perusahaan dengan program-program berkesinambungan yang mengacu pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan Program Bina Lingkungan tersebut dilakukan dengan memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa mengabaikan hak generasi mendatang. Pelaksanaan Program Bina Lingkungan akhirnya bertujuan untuk membangun dan menjaga pendapat masyarakat agar selalu positif tentang perusahaan. Salah satu keuntungan dari Program Bina Lingkungan adalah meningkatnya citra positif perusahaan, karena apabila perusahaan melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi banyak pihak, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan feed back yang positif pula. Adona (2006:107) mendefinisikan citra perusahaan adalah suatu kesan atau gambaran dari sebuah perusahaan di mata masyarakat luas yang terbentuk berdasarkan pada pengetahuan dan pengalaman mereka pribadi. Citra yang positif dari suatu perusahaan akan memiliki dampak yang menguntungkan perusahaan tersebut, sedangkan citra yang negatif akan merugikan perusahaan. Citra yang positif berarti masyarakat memiliki kesan yang baik terhadap suatu perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan melakukan program Bina Lingkungan untuk membangun citra positif baik di media massa maupun di mata masyarakat luas.Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar, terdapat banyak industri besar dari berbagai macam sektor. Salah satunya adalah sektor industri jamu, yaitu PT. Jamu Air Mancur. PT. Jamu Air Mancur merupakan salah satu perusahaan yang mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, terutama tanaman dan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan baku produksi dalam pembuatan jamu. Kegiatan produksi PT. Jamu Air Mancur Karanganyar menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar, seperti polusi udara, polusi air yang disebabkan dari limbah industri perusahaan. Munculnya permasalahan akibat aktivitas PT. Jamu Air Mancur tersebut, menjadi pembelajaran berharga bagi pemilik dan manajemen PT. Jamu Air Mancur untuk membuat kebijakan yang lebih memberi kepedulian dan tanggung jawab yang lebih baik kepada masyarakat sekitar, seperti ungkapan sebuah pribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, demikianlah pelaksanaan Proram Bina Lingkungan seharusnya bisa dioptimalkan oleh perusahaan untuk meminimalisir terjadinya dampak negatif bagi masyarakat.Program Bina Lingkungan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility PT. Jamu Air Mancur harus menjadi komitmen bersama dari perusahaan untuk bertanggung jawab dalam hal masalah-masalah sosial, termasuk juga perusahaan industri jamu yang merupakan jenis perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya dengan mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur di Karanganyar yang merupakan perusahaan industri jamu di Indonesia yang melaksanakan program Bina Lingkungan sebagai wujud Corporate Social Responsibility (CSR).Program Bina Lingkungan yang dilakukan di PT Jamu Air Mancur Karanganyar, terdiri atas program tidak tetap dan program tetap. Program tidak tetap, berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah, seperti tsunami di Aceh, bencana gunung Merapi dan Kelud yang melutus, dan juga bencana banjir di pinggiran Bengawan Solo. Program tetap, PT. Jamu Air Mancur melakukan berbagai kegiatan, diantaranya: Bina lingkungan merangkul lingkungan sekitar supaya terjaga kondisi rukun.Setiap hari raya besar Idhul Adha memberikan hewan kurban di Masjid sekitar pabrik. Setiap Idhul Fitri memberikan zakat fitrah di tingkat desa yang di tempati PT Jamu Air Mancur. Zakat diserahkan ke Kantor Desa dan Masjid terdekat dengan perusahaan sebanyak 17 Kantor Desa dan Kecamatan. Setiap 17 Agustus memberikan support dana ke Kelurahan, Kecamatan, bahkan ke Kabupaten yang dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kebijakan nominal dana dari masing masing tingkat daaerah. Memberikan Tahmir Masjid, bantuan pendidikan kepada putra dan putri karyawan yang kurang mampu dari tingkat TK sampai SMA. Bantuan untuk pendidikan bagi putra-putri karyawan yang tidak mampu berupa uang melalui Masjid Air Mancur. Melihat betapa kuatnya pengaruh pelaksanaan program Bina Lingkungan terhadap pembentukan citra perusahaan, maka ketika sebuah perusahaan memiliki citra negatif, peranan sosial dari Program Bina Lingkungan yang telah dilakukan haruslah kembali dikaji. Melalui penelitian ini, peneliti berfokus pada Citra Program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar oleh Masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas maka Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui citra program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar oleh masyarakat Dagen.TINJAUAN PUSTAKAPublic relations pada intinya menjadi jembatan penghubung antara perusahaan dengan masyarahat yang menyampaikan pesan secara dua arah dari dalam perusahaan ke luar perusahaan maupun sebaliknya. Melalui komunikasi yang baik antara PR dengan masyarakat, perusahaan akan mendapatkan citra yang positif di mata masyarakat. Citra perusahaan menurut Supranto dan Limakrisna (2017: 132), didefinisikan sebagai apa yang konsumen pikir dan rasakan ketika mendengar atau melihat suatu merek dan apa yang konsumen pelajari tentang merek tersebut. Citra perusahaan disebut juga sebagai memori merek yang skematis, berisi interprestasi pasar sasaran tentang karakteristik produk, manfaat produk, situasi penggunaan dan karakteristik pemasaran.Menciptakan citra yang positif terhadap perusahaan merupakan tujuan utama bagi seorang Public Relations. Untuk mengukur citra perusahaan, baik citra positif maupun negatif diperlukan alat ukur untuk mengetahui citra perusahaan tersebut. Menurut Ruslan (2015: 27) ada empat hal yang digunakan sebagai alat pengukur pembentukan citra perusahaan yaitu: 1) Kepercayaan, merupakan kesan, dan pendapat atau penilaian positif khalayak terhadap suatu perusahaan; 2) Realitas, menggambarkan suatu yang realitas, jelas terwujud, dapat diukur, dan hasilnya dapat dirasakan di pertanggung jawabkan dengan perencanaan yang matang dan sistematis bagi responden; 3) Terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan, menggambarkan keadaan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan publiknya, dan 4) Kesadaran, adanya kesadaran khalayak tentang perusahaan dan perhatian terhadap produk yang dihasilkan.METODE PENELITIANJenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Pihak yang dijadikan informan adalah yang dianggap mempunyai informasi (key-informan) yang dibutuhkan di wilayah penelitian. Cara yang digunakan untuk menentukan informan kunci tersebut peneliti menggunakan teknik “purposive sampling” atau sampling bertujuan. “Purposive sampling yaitu teknik sampling yang digunakan oleh peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan informannya (Sugiyono, 2014: 128)”. Menurut peneliti, informan dalam penelitian ini, antara lain: Pegawai Bagian Humas, dan masyarakat yang menerima CSR dari PT. Jamu Air Mancur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengkaji keabsahan data digunakan teknik trianggulasi data (sumber). Analisis data menggunakan analisis interactive model of analysis, yang terdiri 3 jenis komponen yaitu data reduksi, data display dan data kesimpulan. (Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2014: 92).HASIL DAN PEMBAHASANPelaksanaan program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur sebagai upaya untuk menyelaraskan strategi bisnis perusahaan dengan program-program berkesinambungan yang mengacu pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan Program Bina Lingkungan tersebut dilakukan dengan memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa mengabaikan hak generasi mendatang. Pelaksanaan Program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur bertujuan untuk membangun dan menjaga persepsi masyarakat agar selalu positif terhadap perusahaan. Keuntungan yang didapat dari Program Bina Lingkungan bagi PT. Jamu Air Mancur adalah meningkatnya citra positif perusahaan, karena apabila perusahaan melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi banyak pihak, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan feed back yang positif pula. Citra yang positif dari suatu perusahaan akan memiliki dampak yang menguntungkan perusahaan tersebut, sedangkan citra yang negatif akan merugikan perusahaan. Citra yang positif berarti masyarakat memiliki kesan yang baik terhadap suatu perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan melakukan program Bina Lingkungan untuk membangun citra positif baik di media massa maupun di mata masyarakat luasBerbagai kegiatan dalam program Bina Lingkungan yang ada di PT. Jamu Air Mancur tersebut diharapkan dapat menumbuhkan citra yang positif dari masyarakat. Terbentuknya citra dari program Bina Lingkungan yang dilakukan PT. Jamu Air Mancur, dapat dilihat dari empat aspek, yaitu kepercayaan, realitas, terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan, dan kesadaran. Kepercayaan Citra program Bina Lingkungan yang dilakukan PT. Jamu Air Mancur, ditinjau dari aspek kepercayaan menunjukkan kepercayaan masyarakat sekitar perusahaan telah memberikan kesan dan penilaian yang baik terhadap perusahaan, walaupun masih ada beberapa warga masyarakat yang belum mengetahui adanya program Bina Lingkungan, hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari pihak perusahaan. Oleh karena itu pihak perusahaan harus lebih meningkatkan lagi sosialisasi terkait dengan program Bina Lingkungan kepada masyarakat sekitar, dengan harapan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dapat lebih meningkat, meningkatnya kepercayaan merupakan aspek yang sangat penting dalam hal mewujudkan citra positif perusahaan. Hal ini ada relevansinya dengan pendapat Saputri (2010) bahwa citra perusahaan adalah sumber keunggulan kompetitif: karena fakta bahwa citra perusahaan hanya dapat dibentuk selama waktu yang lama, menjadi sulit untuk meniru. Selain itu, citra perusahaan menciptakan kepercayaan konsumen dan menghalangi pesaing untuk memasuki pasar.Timbulnya kepercayaan masyarakat terhadap program Bina Lingkungan yang dijalankan PT. Jamu Air Mancur, menunjukkan ada relevansinya dengan pendapat Sutojo (2014) bahwa kepercayaan timbul karena adanya suatu rasa percaya kepada pihak lain yang memang memiliki kualitas yang dapat mengikat dirinya, seperti tindakannya yang konsisten, kompeten, jujur, adil, bertanggung jawab, suka membantu dan rendah hati. Kepercayaan warga masyarakat terhadap perusahaan diimplementasikan dari kredibilitas perusahaan dan kepedulian perusahaan pada masyarakat sekitar yang ditujukan melalui performance perusahaan pada pengalaman melakukan hubungan dengan warga masyarakat sekitarnya.2. Realitas Realitas dari program Bina Lingkungan yang dilakukan PT. Jamu Air Mancur yaitu perusahaan memberikan produk perusahaan dan sembako, memberikan hewan kurban kepada Masjid terdekat antara 1 sampai 2 ekor kambing, program bina lingkungan yang diterapkan perusahaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sempat, dan program Bina Lingkungan rutin dilakukan oleh perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa realitas dari program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur benar-benar dapat terwujud dengan jelas terwujud, dapat diukur, dan hasilnya dapat dirasakan serta dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan.3. Terciptanya Kerjasama yang Saling Menguntungkan Program Bina Lingkungan yang dijalankan PT. Jamu Air Mancur menunjukkan dapat mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan antara masyarakat sekitar dengan pihak perusahaan. Meskipun dari segi pengetahuan terhadap produk perusahaan belum sepenuhnya masyarakat mengetahuinya. Terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan tersebut dapat dilihat dari tidak adanya komplain dari masyarakat sekitar, melainkan masyarakat sekitar merasa senang dengan program Bina Lingkungan maupun keberadaan perusahaan, karena pihak masyarakat merasa diuntungkan dalam hal perekonomian, seperti halnya masyarakat mendapat peluang untuk membuka warung makan, membuat usaha kos-kosan dan lain-lain. Terbukanya peluang usaha bagi masyarakat sekitar inilah yang dirasa menguntungkan. Begitu juga dengan pihak PT. Jamu Air Mancur, keuntungan yang diperoleh dari pelaksanaan program Bina Lingkungan yaitu masyarakat sekitar tidak ada yang komplain terhadap kegiatan produksi perusahaan. Dengan terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan inilah, citra dari program Bina Lingkungan yang diterapkan PT. Jamu Air Mancur menjadi baik. 4. KesadaranDitinjau dari aspek kesadaran, program Bina Lingkungan yang diterapkan PT. Jamu Air Mancur menunjukkan masyarakat menyadari adanya dampak positif dari adanya program Bina Lingkungan, dan masyarakat juga menyadari manfaat yang muncul dari keberadaan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar. Namun demikian, program Bina Lingkungan yang dijalankan perusahaan kenyataannya juga belum mampu membuat masyarakat sekitar dapat memperhatikan produk-produk hasil produksi perusahaan, serta jarang mengkonsumsi jamu hasil produksinya.Kurangnya perhatian masyarakat sekitar terhadap produk hasil produksi PT. Jamu Air Mancur, bukanlah faktor utama yang diharapkan pihak perusahaan, karena lambat laun masyarakat sekitar akan mengetahui dan mau memperhatikan produk-produk PT. Jamu Air Mancur, selaku produk yang dihasilkan menunjukkan kualitas yang diharapkan. Hal yang terpenting adalah dengan adanya program Bina Lingkungan, nama baik atau citra PT. Jamu Air Mancur di mata masyarakat tetap terjaga dengan baik dan positif. Nama baik atau citra positif perusahaan dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan itu sendiri. Sebagaimana pendapat Sutojo (2014: 3) bahwa citra perusahaan yang baik dan kuat mempunyai manfaat sebagai berikut: a. Daya saing jangka menengah dan panjang, di mana citra perusahaan yang baik dan kuat akan menjadi identitas atau kepribadian perusahaan yang tidak mudah ditiru perusahaan lain sekaligus melindungi perusahaan dari pesaing; b. Menjadi perisai selama masa krisis, di mana perusahaan yang memiliki citra baik dan kuat akan lebih mudah mendapat dukungan serta maaf dari masyarakat atas kesalahannya; c. Menjadi daya tarik eksekutif handal. Sebuah perusahaan dengan citra yang baik dan kuat akan mampu menarik, memotivasi dan menahan eksekutif andal yang merupakan aset penting penggeerak roda perusahaan; d. Meningkatkan efektifitas strategi pemasaran, dengan citra yang sudah terbentuk dengan baik, dalam menerjunkan produk baru di pasar maka kegiatan melakukan strategi pemasaran tidak akan sebesar saat belum adanya citra; e. Penghematan biaya operasional, hal ini dapat diketahui sebuah perusahaan dengan citra yang baik dan kuat akan membutuhkan biaya untuk mempromosikan produk lebih sedikit atau lebih hemat dibandingkan yang dilakukan oleh perusahaan yang belum memiliki citra atau bahkan belum dikenal konsumen.KESIMPULANCitra program Bina Lingkungan yang diterapkan PT. Jamu Air Mancur ditinjau dari aspek kepercayaan menunjukkan kepercayaan masyarakat sekitar perusahaan terhadap program Bina Lingkungan telah memberikan kesan dan penilaian yang baik bagi perusahaan, walaupun masih ada beberapa warga masyarakat yang belum mengetahui adanya program Bina Lingkungan, hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari pihak perusahaan. Citra program Bina Lingkungan ditinjau dari aspek realitas menunjukkan realitas dari program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur yaitu perusahaan memberikan produk perusahaan dan sembako, memberikan hewan kurban kepada Masjid terdekat antara 1 sampai 2 ekor kambing, program bina lingkungan yang diterapkan perusahaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sempat, dan program Bina Lingkungan rutin dilakukan oleh perusahaan.Citra program Bina Lingkungan ditinjau dari aspek terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan, menunjukkan bahwa dengan adanya program Bina Lingkungan di PT. Jamu Air Mancur, masyarakat sekitar tidak ada yang komplain, melainkan masyarakat sekitar merasa senang dengan program Bina Lingkungan maupun keberadaan perusahaan, karena pihak masyarakat merasa diuntungkan dalam hal perekonomian, seperti halnya masyarakat mendapat peluang untuk membuka usaha, seperti: warung makan, membuat usaha kos-kosan dan lain-lain.Citra program Bina Lingkungan ditinjau dari kesadaran, menunjukkan bahwa masyarakat menyadari timbulnya dampak positif dari terlaksananya program Bina Lingkungan. Masyarakat sekitar mendapatkan sembako secara gratis, Masjid sekitar mendapat bantuan hewan kurban yang berupa kambing. Selain itu, masyarakat juga menyadari dengan keberadaan PT. Jamu Air Mancur Karanganyar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. Walaupun masyarakat sekitar sendiri kurang memperhatikan produk-produk hasil produksi perusahaan dan jarang mengkonsumsi jamu hasil produksinya.SARANProgram Bina Lingkungan yang dijalankan belum dapat memperkenalkan produk-produk perusahaan kepada masyarakat. Untuk itu pihak perusahaan dalam menjalankan program Bina Lingkungan hendaknya menyertakan sosialisasi kepada masyarakat tentang jenis produk-produk yang dihasilkan dan manfaat dari produk-produk tersebut. Penelitian mengenai citra program Bina Lingkungan PT. Jamu Air Mancur oleh masyarakat ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian serupa yang lebih mendalam dari aspek temuan penelitian, analisis dengan teori-teori yang lebih lengkap, dan pemilihan narasumber yang lebih lengkap secara demografi. Sehingga dapat dihasilkan temuan penelitian yang lengkap dan bisa memperkaya referensi dalam bidang program Bina Lingkungan.DAFTAR PUSTAKAAdona, Fitri. 2006. Citra dan Kekerasan Simbolik dalam Iklan Perusahaan di Televisi. Padang: Andalas University Press.Ruslan, Rosadi. 2015, Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Saputri, Nurmaya. 2010. “Analisis Program Corporate Social Responsibility Sebagai Pembentuk Citra Perusahaan Dan Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Pelanggan PT Fast Food Indonesia di Kota Semarang”. Jurnal. Universitas diponegoro.Supranto dan Limakrisna. 2017. Prilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Mitra Kencana Media.Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.Sutojo, Siswanto. 2014. Membangun Citra Perusahaan. Jakarta: Damar Mulia Pu
Proses komunikasi kelompok pada komunitas vespa rebelscoot wonogiri dalam menjaga solidaritas anggota Ingga Surya Saputra
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to describe and explain the communication process of the vespa rebelscoot community group in maintaining the solidarity of its members. this research use desciptive qualitative approach. This research use desciptive qualitative approach. Qualitative descriptive research aims to explain the phenomenon in depth through data collection. The selection of informants is carried out using the Spradley technique, in which informants are required to have certain criteria that must be considered. Data obtained by interview, direct observation and documentation study. The data analysis technique used in this study went through several stages, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that the message flow used by the Vespa Rebelscoot Community was vertical communication. Barriers to the Vespa Rebelscoot Community in communicating within the community were barriers such as communication / misunderstanding, barriers to media / communication networks. The relationship between Vespa Rebelscoot Community members in maintaining the solidarity of their group is by carrying out several activities in the community such as many outgoing agendas, touring, gathering events such as meetups with other Vespa communities, social service events. As is known, the Vespa community has a high sense of kinship through shared hobbies and common principles that uphold the value of solidarity among its members.Keywords: Group communication, Vespa Rebelscoot Community, Group Solidarity
PROGRAM SIARAN RRI SURAKARTA SEBAGAI MEDIA PELESTARI BUDAYA JAWA anjas Wisnu kuncoro
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran Program Siaran RRI Surakarta Sebagai Media Pelestari Budaya Jawa.Dengan mengetahui informasi yang di berikan oleh informan dari RRI Surakarta dan Pendengar RRI Surakarta . Lokasi penelitian berada di Kantor RRI Surakarta, karena Aula Sarsito Mangunkusumo merupakan tempat menyaksikan pementasan Wayang Orang ,Wayang Kulit dan Ketoprak dan dimasa pandemi ini kegiatan pementasan diliburkan. Dalam penelitian ini, menggunakan pendapat dari Romli:2009 tentang Program siaran radio. Serta menggunakan teori dari Suwarno, 2012 :79 tentang budaya . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Verifikasi data diperoleh dengan triangulasi data. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa radio RRI Surakarta dalam program siaran radionya mempunyai peranan dan tujuan untuk memberikan sebuah acara hiburan yang memegang budaya jawa yang sangat efektif untuk dapat mengajak generasi muda untuk dapat mendengarkan maupun menyaksikan acara budaya jawa agar generasi muda dapat mencintai budaya jawa. Kata Kunci : Program Siaran RRI, Pelestari budaya jawa  PENDAHULUANRRI sebagai media utama perekat bangsa antara lain diwujudkan melalui program siaran yang dapat menghubungkan dan mempertemukan khususnya melalui udara warga bangsa yang tinggal di perkotaan dan dipedasaan khususnya di daerah terpencil serta diperbatasan. Sejak lima tahun terakhir RRI mendirikan stasiun stasiun RRI di wilayah perbatasan serta daerah terpencil yang belum terjangkau layanan siaran (blank spot area) serta berusaha menjadi sabuk pengaman informasi (information safety belt). Hingga saat ini sudah beroperasi 16 stasiun RRI di perbatasan dan daerah terpencil, yang terakhir berdiri adalah RRI Talaud, pada tanggal 25 bulan Mei tahun 2013.”Effendy mengungkapkan, bahwa radio di dalam fungsinya sebagai alat penghibur, penyampai informasi serta sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat memiliki berbagai macam program siaran(Effendy,1991:18).“Bahasa adalah bagian penting dari budaya. Sebagai alat komunikasi dalam masyarakat ia memiliki peran penting dalam mempertahankan budaya suatu masyarakat. Karena bahasa memanfaatkan tanda-tanda yang ada di lingkungan suatu masyarakat. Kearifan lokal suatu daerah bisa tercermin dari bahasa yang digunakan. Oleh karena itu setiap bahasa daerah memiliki nilai luhur untuk menciptakan masyarakatnya berkehidupan lebih Hambatan dalam pementasan budaya jawa di RRI relatif tidak ada hanya saja biasanya kekurangan Sumber Daya Manusia(SDM) untuk mengatasinya,yaitu dengan solusi,solusinya yaitu melibatkan orang yang ada diluar yang mau membantu.Pementasan budaya jawa RRI bisa disaksikan di Aula Sarsito Mangunkusumo di radio RRI Surakarta dan tanpa biaya apapun alias gratis.biasanya kalangan penikmat budaya jawa di RRI Surakarta di dominasi oleh masyarakat umum surakarta dan tokoh seniman yang juga pecinta budaya jawa,dari kalangan pemuda-pemudi juga ada tetapi relatif kecil,penonton banyak antusiasnya menyaksikan pertunjukan pentas ketoprak.METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model analisis deskriptif (Sukmadinata 2009:18).Penelitian kualitatif dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh dari prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan lainnya. Data yang didapat dari hasil riset penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah deskriptif berupa hasil wawancara dengan narasumber dan bukti lain yang didapat berupa gambar,dokumen atau arsip yang dimiliki oleh RRI Surakarta .Penelitian ini dilakukan untuk mencari kebenaran fakta atau sumber-sumber data dari pihak RRI Surakarta maupun pendengar radio RRI Surakarta tentang bagaimana peran Program siaran radio RRI Surakarta sebagai media pelestari budaya jawa.Jenis dan data sumber Sumber data menurut Suharsimi Arikunto (2010:144) adalah subjek dari suatu data yang diperoleh. Sumber data dibedakan menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder:Data Primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secaralangsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara. Wawancara dilakukan kepada Ketua Karyawan RRI bidang Siaran dan Budaya,serta para pendengar radio RRI SurakartaData Sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh dari media perantara atau tidak langsung yang bisa berupa buku, dokumen, gambar atau data lainnya yang dimiliki oleh pihak RRI Teknik Pengumpulan dataTeknik Observasi Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2013:145) berpendapat bahwa, observasi merupakan proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis. Dalam hal ini peneliti melakukan terjun langsung ke lokasi untuk melakukan observasi dan penelitian di Kantor RRI Surakarta, peneliti melakukan penelitian secara langsung denganpihak kepalakaryawan RRI bidang Siaran dan Kebudayaaan Untuk menanyakan RRI sebagai media pelestari budaya jawa di Surakarta.Teknik Wawancara Menurut Esterberg dalam (Sugiyono 2013:231) wawancara adalah pertemuan antar dua orang yang saling bertukar informasi dan tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.Dalam penelitian ini melakukan wawancara kepada pihak dari Kepala Bidang Siaran dan Kebudayaan di RRI Surakarta karena berkaitan langsung dengan judul penelitian yaitu RRI Sebagai Media Pelestari Budaya Jawa di Surakarta ,serta mewawancarai para pendengar siaran budaya RRI Surakarta. Dokumentasi Menurut Sugiyono (2013:240). Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu .Dokumen dapat berupa gambar,tulisan, atau karya monumental dari seseorang. Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan oleh peneliti diperoleh dari dokumen atau arsip yang dimiliki oleh pihak RRI Surakarta..Teknik Penentuan InformanMenurut Hendarsono dalam Suyanto (2009: 171-172), informan penelitian ini meliputi macam yaitu:Informan kunci (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian adalah Kepala Karyawan RRI bidang Siaran dan Kebudayaan Informan tambahan, yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat didalamnya Informan tambahan adalah Pendengar Radio Siaran Budaya RRI SurakartaValiditas DataValiditas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi data sangatlah diperlukan untuk memantapkan suatu data untuk kepercayaan, keabsahan data dan konsistensi data. Contoh Triangulasi ada 4 macam yaitu: (1) Triangulasi sumber, (2) Triangulasi metode (3) Triangulasi teori,(4) Triangulasi peneliti. Teknik Analisis DataTeknik analisis data adalah mencari dan menyusun data secara sistematis dari data yang diperoleh pada saat wawancara,dan memperoleh data-data pada saat penelitian (Sugiyono 2012 : 89). Ada tiga langkah dalam teknik analisis data yaitu :Kondensasi DataPenyajian DataPenarikan KesimpulanHASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan pengumpulan data yang telah dilakukan pada hasil wawancara kepada Kepala Karyawan RRI bidang siaran dan budaya , RRI Sebagai Media Pelestari Budaya Jawa Di Surakarta memiliki peranan dalam melestarikan budaya jawa melalui pentas budaya secara langsung ataupun siaran.Ide/Isi siaranDalam memberikan isi siaran yang baik kepada pendengar setia radio RRI Surakarta.RRI memberikan sajian siaran budaya yang mana bisa untuk diperdengarkan oleh khalayak umum dari desa ke desa,siaran budaya tersebut meliputi siaran wayang orang,siaran wayang kulit dan siaran budaya ketoprak. Menurut para pendengar setia radio RRI Surakarta dalam mendengarkan isi siaran budaya di radio RRI Surakarta dapat memahami cerita ataupun alur cerita tentang wayang orang maupun ketoprak yang disajikan melalui siaran budaya di radio RRI Surakarta,narasumber dapat memahaminya dalam penyampaian pesan yang disampaikan para tokoh dalam penokohan baik wayang orang,wayang kulit maupun ketoprak bisa memahaminya baik yang disampaikan dalam cerita mengenai pesan moral juga.Format penyiaran Penyiaran RRI terbagi menjadi 3 frekuensi yaitu Pro 1 berisi tentang pemberdayaan masyarakat,Pro 2 yang berisi tentang kreativitas anak muda isinya selain hiburan juga sebagai edukasi dan Pro budaya yang berisikan tentang kebudayaan secara keseluruhan.pelaksanaan penyiaran RRI ada beberapa teknis,ada yang berbentuk rekaman artinya produksi di siang hari di studio disiarkan dan direkam ,ada juga acara siaran langsung yang menyiarkan budaya seperti wayang kulit di UNS,itu disiarkan RRI tapi siaran langsung ditempatnya.RRI Surakarta juga mempublikasikan kebudayaannya melalui media sosial juga ataupun medsos,seperti instagram Budaya_rrisurakarta_fans untuk memberikan dampak positif kemajuan budaya jawa di RRI Surakarta.BahasaDalam sebuah pementasan ataupun pagelaran kesenian budaya jawa yang ada di RRI Surakarta ,pada saat akan berkomunikasi dalam setiap pagelaran setiap tokoh menggunakan bahasa jawa khas jawa tengah atau gaya jogjakartanan,karena mempunyai suatu tujuan dalam penggunaan bahasa jawa yaitu untuk melestarikan bahasa daerah ataupun bahasa jawa yang sudah menjadi bahasa sehari-hari,agar tidak lupa dengan bahasa daerah setempat karena kita sebagai orang jawa khusus jawa tengah harus selalu mempertahankan ciri khas bahasa jawa masing-masing,terutama bagi kawula muda agar selalu bisa melestarikan budaya jawa dengan khususnya penggunaan bahasa jawa,selain pementasan budaya jawa di RRI Surakart. Siaran Budaya Jawa RRI memberikan sajian budaya jawa dalam sebuah pementasan dan disiarkan juga melalui radio siaran budaya RRI Surakarta Pro 1 dan Pro Budaya seperti wayang orang,wayang kulit dan ketoprak,RRI memberikan sajian budaya jawa dengan tujuan untuk melestarikan budaya jawa yang ada saat ini,dan pihak RRI juga mengadakan pentas diluar RRI ataupun kedaerah-daerah seperti pedesaan yang bekerjasama dengan perangkat desa setempat yaitu wayang orang njajah Desa Milangkori yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya jawa tersebut kepada masyarakat sekitar tersebut terutama untuk pemuda Desa disana.menurut para pendengar setia radio RRI Surakarta. KESIMPULAN Dari hasil analisis data mengenai fungsi Program Siaran RRI sebagai media pelestari budaya jawa di Surakarta RRI Surakarta sebagai Radio Penyiaran yang ada di Surakarta mempunyai tujuan sebagai fungsi media pelestari budaya jawa dengan menyiarkan berbagai macam siaran budaya jawa maupun kesenian yang ada di RRI dan sebagai media hiburan kepada masyarakat terutama masyarakat surakarta dengan menyelenggarakan pentas seni budaya jawa seperti : wayang kulit,wayang orang,dan ketoprak dan disiarkan juga melalui siaran Pro 1 dan Pro budaya dan juga dapat menyaksikan lewat live streaming apabila penikmat budaya jawa tidak dapat menonton secara langsung pementasannya di gedung Aula Sarsito Mangunkusumo.selain pementasan budaya jawa di RRI,pihak RRI juga menyelenggarakan pentas wayang orang njajah desa milangkori yang bertujuan juga memperkenalkan budaya jawa khususnya wayang orang yang diselenggarakan didaerah-daerah setempat dan bekerjasama dengan tokoh daerah setempat dalam penyelenggaraannya.DAFTAR PUSTAKA””Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: PT Rineka Cipta”Hasan Asy’ari Oramahi 2012, Jurnalistik Radio: Kiat Menulis Berita RadioJakarta: Penerbit Erlangga”Jhon W. Cresswell. 2010 Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif,dan Mixed Yogyakata : Pustaka Pelajar” Koentjaraningrat. 2014. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai PustakaMasduki, 2010 Menjadi Broadcaster Profesional Cet ke2 Yogyakarta: PustakaPopuler LKIS”McQuail, Denis. 2011. McQuail’s Mass Communication Theory, diterjemahkanoleh Putri Iva Izzati, Teori Komunikasi Massa McQuail. Jakarta: Salemba Humanika.”Morrissan. Morrisan, Teori Komunikasi (Introduction. New York: ContinuumOnong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2009).”Riswandi, 2009 Dasar-Dasar Penyiaran, Yogyakarta , Graha Ilmu,”Jurnal Christiyanti, E. & Muktiyo, W. (n.d.). RRI dan media pelestari budaya (Studi deskriptif kualitatif strategi humas radio republik indonesia surakarta dalam membangun citra rri surakarta sebagai media pelsestari budaya jawa di surakarta) Hery Bambang Cahyono. (2012). Peran Radio Republik Indonesia (RRI) Jember Dalam Melestarikan Kesenian Jawa. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah JemberInternethttps://www.google.co.id/amp/s/pakarkomunikasi.com/teori-komunikasi-antar-budaya/amp(diakses tanggal 7 Desember 2019)https://regional.kompas.com/read/2018/09/17/18512431/solo-legenda-dan-budaya-jawa(diakses tanggal 17 Desember 2019)
Komunikasi Pemasaran Industri Kerajinan Sangkar Burung Di Tawangsari Mojosongo Surakarta Gondang Pamoringtyang
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Industri kecil memiliki peran yang cukup besar sebagai penggerak perekonomian nasional. Kota Surakarta adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang berpotensi besar untuk mengembangkan industri kreatif berskala kecil di Indonesia. Salah satu potensi industri kreatif yang menonjol berada di Tawangsari Kelurahan Mojosongo, memiliki potensi industri kreatif kerajinan sangkar burung yang sudah terkenal. Tujuan dari studi ini yaitu untuk menganalisis dan mengetahui komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Industri Kerajinan Sangkar Burung di Tawangsari Mojosongo Surakarta. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pemilihan narasumber menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Industri Kerajinan Sangkar Burung di Tawangsari Mojosongo Surakarta dalam komunikasi pemasarannya menerapkan bauran pemasaran atau marketing mix. Dalam memasarkan produknya industry ini melakukan komunikasi pemasaran, yaitu mengenai produk, harga, tempat, dan promosi.Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Produk, Harga,Tempat, Promosi ABSTRACT Small industry has a big enough role as a driver of the national economy. Surakarta City is one of the cities in Central Java that has great potential to develop small-scale creative industries in Indonesia. One of the potential creative industries that stands out is in Tawangsari, Mojosongo Village, which has the potential for the well-known creative industry for bird cage crafts. The purpose of this study is to analyze and determine the marketing communication applied by the Birdcage Craft Industry in Tawangsari Mojosongo Surakarta. Researchers used qualitative research methods, data sources used primary and secondary data. Selection of sources using purposive sampling method. The data analysis technique used is triangulation technique. Based on the results of the study, it was concluded that the Birdcage Craft Industry in Tawangsari Mojosongo Surakarta in its marketing communications applied a marketing mix. In marketing its products, this industry carries out marketing communications, namely regarding products, prices, places, and promotions.Keywords: Marketing Communication, Product, Price, Place, Promotion
strategi komunikasi maxim dalam membangun brand image linda ayu puspitasari
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maxim merupakan perusahaan internasional yang bergerak dibidang teknologi informasi yang menyediakan jasa transportasi online. Maxim penyedia jasa transpotasi online yang bertaraf internasional. Selain pada itu, Maxim juga menyediakan layanan yang terkenal unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh public relations Maxim dalam membangun brand image. Teori yang digunakan mengacu pada strategi komunikasi pendekatan manajemen yang dikembangkan oleh Fred R David yakni dengan menggunakan tiga tahapan strategi komunikasi: perumusan komunikasi, implementasi komunikasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif untuk memproses data. Dengan sumber data premier yakni mewawancarai informan dan sumberdata sekunder yakni berupa dokumen perusahaan.  Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, Public relations Maxim dalam membangun brand image telah menerapkan strategi komunikasi yaitu dengan melakukan promosi melaui media outdoor dan media massa serta menjalin kerjasama, serta ditunjang dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Maxim meliputi weekend promotions, konvoi kendaraan seminar. Akan tetapi dalam pelaksanaanya saat ini masih terdapat hambatan berupa adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimasa pandemi Covid-19 ini. Sehingga beberapa kegiatan yang sudah ditetapkan tidak dapat dilaksanakan karena dianggap kurang efektif disituasi saat ini. Berbagai upaya dilakukan oleh Maxim untuk promosi dengan memanfaatkan media sosial dan media outdoor. Untuk mengoptimalkan promosi melalui media sosial menggunakan instagram, youtube, website, facebook. Sedanggangkan outdoor melalui billboard. Serta menjalin kerjasama dengan influencer-influencer daerah.Kata kunci: Strategi, Komunikasi, Brand image
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN COFFEE SHOP "THAMRIN COFFEE" MELALUI BAURAN PEMASARAN Restu Ambaraningrum
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dengan banyak nya persaingan bisnis di Indonesia, banyak pebisnis yang harus memikirkan pentingnya strategi komunikasi pemasaran dalam memasarkan produk dan jasa nya. Thamrin Coffee adalah Coffee shop yang bisa dibilang muda di kota Surakarta ini harus bersaing dengan pasar yang kompetitif untuk menarik minat konsumen dengan strategi yang berbeda serta daya tarik yang berbeda dengan coffee shop yang lain, dibutuhkan strategi yang tepat dalam upaya nya menarik dan meningkatkan jumlah konsumen. Oleh karena itu, Thamrin Coffee telah menerapkan beberapa strategi komunikasi dalam mempromosikan dan mengenalkan produk nya kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi komunikasi pemasaran dengan marketing mix pada Thamrin Coffee, dengan melihat aspek bauran produk, harga, promosi dan tempat. Hal ini untuk mengetahui kekuatan dari Thamrin Coffee dengan menggunakan teori 4P untuk menarik minat konsumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah teori bauran pemasaran 4P di cafe Thamrin Coffee,sudah dilaksanakan dengan baik. Hal itu menunjukkan Thamrin Coffee berada pada bauran produk/menu yang beragam dan bervariasi tidak hanya menu kopi saja. Thamrin Coffee juga melakukan pengembangan inovasi produk dengan membuat menu seasoning setiap bulannya. Penetapan harga juga sudah baik berdasarkan harga pasaran dengan mematok harga yang tidak terlalu tinggi. Thamrin Coffee sendiri sudah berada di tempat yang strategis karena berada di tengah kota, selain itu juga dekat dengan sekolah-sekolah, fasilitasnya juga sangat memadai dan  nyaman. Promosi yang dilakukan oleh Thamrin Coffee untuk menarik konsumen melalui media sosial seperti instagram, platform youtube channel, sejumlah promosi penjualan dengan menjalin banyak kerjasama dengan komunitas2 sama anak2 band, komunitas sepeda, komunitas hewan. Berdasarkan hasil keseluruhan hasil penelitian, diharapkan Thamrin coffee melakukan inovasi selalu menjaga kualitas citra rasa yang sudah memiliki ciri khas tersendiri, meningkatkan pula sumber daya manusia (seperti barista, waiter/waitress) dan menjaga promosi melalui media social agar terus aktif dan semakin dikenal masyarakatKata kunci : strategi komunikasi, pemasaran, marketing mix     ABSTRACT With a lot of business competition in Indonesia, many business people have to think about the importance of marketing communication strategies in marketing their products and services. Thamrin Coffee is a coffee shop that is arguably young in the city of Surakarta, it must compete with a competitive market to attract consumers with different strategies and different attractions from other coffee shops, it takes the right strategy in its efforts to attract and increase the number of consumers . Therefore, Thamrin Coffee has implemented several communication strategies in promoting and introducing its products to the public. The purpose of this study is to identify a marketing communication strategy with the marketing mix at Thamrin Coffee, by looking at the aspects of the product mix, price, promotion and place. This is to find out the strength of Thamrin Coffee by using the 4P theory to attract consumer interest. This study uses a qualitative research type. The data in this study were obtained from observations, interviews and documentation. The results obtained in this study are the theory of the 4P marketing mix at the Thamrin Coffee cafe, which has been implemented well. This shows that Thamrin Coffee is in a diverse and varied product/menu mix, not just the coffee menu. Thamrin Coffee also develops product innovations by making seasoning menus every month. Pricing is also good based on market prices by fixing prices that are not too high. Thamrin Coffee itself is in a strategic place because it is in the middle of the city, besides that it is also close to schools, the facilities are also very adequate and comfortable. Promotions carried out by Thamrin Coffee to attract consumers through social media such as Instagram, the YouTube channel platform, a number of sales promotions by establishing many collaborations with communities with band children, bicycle communities, and animal communities. Based on the overall results of the research, it is expected that Thamrin coffee will innovate always maintain the quality of the taste image that already has its own characteristics, also increase human resources (such as baristas, waiters/waitresses) and maintain promotions through social media so that they continue to be active and increasingly known to the publicKeywords: communication strategy, marketing, marketing mix
Peran Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pengendalian Banjir Di Kota Surakarta Kuspiyanti Wulandari
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood control is one of the tasks, principals, and functions of the Surakarta City Public Works and Spatial Planning Office in achieving the goal of freeing the city of Surakarta from flooding. The problems that exist in flood control are that there are still many flood points found in the city of Surakarta, there are still complaints submitted about the damage to flood control facilities submitted by the community. The purpose of this study is to describe the role of the Department of Public Works and Spatial Planning in Flood Control in Surakarta City by using the theory according to Mudrajad Kuncoro (2014: 113 – 114) which consists of 3 indicators, namely coordinator, facilitator, and stimulator. The method used in this study is to use a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Informants in this study consisted of the Head of Water Resources, Head of Operation and Maintenance Section, Staff of Water Resources, and Volunteers. The data analysis technique in this research is an interactive data analysis model. The result of this research is that the Department of Public Works and Spatial Planning in flood control in Surakarta acts as a coordinator, facilitator and stimulator. However, there are still obstacles to achieving the goal of flood control, namely the lack of quick action or handling of complaints and less optimal in conveying information on improving facilities and the use of complaint media, and lack of socialization to the public regarding regulations, permits, and fees for closing the channel over the river and drainage. so that many people still close the channel without permission.
Pengawasan Kementerian Agama dalam Pelaksanaan Perjalanan Haji dan Umrah di Kota Surakarta Tahun 2019 Iklimatul Munawaroh
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervision is carried out by the highest unit of the agency in all units under the auspices of the agency. Good supervision becomes a benchmark of the organization to achieve the target in carrying out surveillance activities, such as the supervision carried out by the Ministry of Religious Affairs at every Hajj and Umrah Travel Bureau in Surakarta City.This research aims to describe and analyze how is supervision carried out by the Ministry of Religious Affairs in the implementation of Hajj and Umrah travel in the city of Surakarta. This type of research uses a Qualitative Descriptive approach. Data collection techniques in other studies (1) interviews (2) observations (3) documentation. Data analysis techniques used are data collection, data condensation, data presentation and conclusion withdrawal. The results of this study show that the supervision carried out by the Ministry of Religious Affairs of Surakarta City in the regulation, licensing, reprimand, sanctions, and actions have been implemented properly. But in terms of socialization has not been implemented to the maximum. In addition, there has also been no supervision of branch bureaus in the city of Surakarta