cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidaritas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 685 Documents
Personal Branding Sri Mulyani Melalui Akun Instagram @yani_sunarno Selama Masa Kampanye Pemilihan Bupati Klaten 2020 Sukma Evi Romadhoni
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram merupakan platform media sosial yang memiliki banyak fungsi dalam kehidupan masa modern termasuk sebagai sarana komunikasi politik dan personal branding. Sri Mulyani (@yani_sunarno) merupakan Bupati Klaten yang aktif memanfaatkan Instagram sebagai wadah publikasi kegiatan dan membangun personal branding. Dibandingkan dengan lawan politiknya selama masa kampanye pemilihan Bupati Klaten 2020, akun @yani_sunarno lebih unggul perihal konsistensi unggahan dan followers yang terus meningkat, namun kurang diiringi dengan inovasi dan kreatifitas dalam setiap unggahan. Selain itu Sri Mulyani sempat diterpa isu negatif yang trending di media sosial dengan #BupatiKlatenMemalukan dan pemberitaan yang menuai pro kontra mengenai kampanye sebelum waktunya dengan slogan “Cendol Dawet Ketan, Gaspol dan Lanjutkan”. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mengetahui personal branding Sri Mulyani sebagai petahana Bupati selama masa kampanye pemilihan Bupati Klaten 2020 melalui Instagram. Sampel dari penelitian ini yaitu keseluruhan dari populasi (total sampling) yaitu 74 foto dan caption. Peneliti menggunakan metode analisis isi kuantitatif yang bersifat deskriptif, yaitu menganalisis foto dan caption menggunakan lembar coding dan rumus holsti serta mengacu pada teori Five Brand Personality Traits yang dikemukakan oleh Kotler & Amstong, 2006 yakni sincerity (down to earth, honest, wholesome, cheerful), excitement (daring, spirited, imaginative, up to date), competence (reliable, intelligent, succeful(, sophistication (upper class, charming), dan ruggedness (outdoorsy, though). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun instagram @yani_sunarno memenuhi lima indikator Five Brand Personality Traits dengan proporsi yang berbeda. Dari lima indikator tersebut, kategori Sincerity mendominasi karakter yang membentuk personal branding Sri Mulyani dengan presentase sebesar 28,1%, sedangkan kategori Ruggedness berada paling rendah dengan presentase 9,3%. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa Sri Mulyani mengedepankan aspek ketulusan dalam publikasi instagramnya yang terdiri dari karakter rendah hati, jujur, baik dan bermanfaat, serta karakter ceria. 
KEGIATAN PROMOSI EVENT ORGANIZING SOLOPRO DALAM MEMPROMOSIKAN EVENT SOLOPOS VIRTUAL CYCLING (SVC) DI MASA PANDEMI COVID-19 ayu novita sari
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                          ABSTRAKCOVID-19 banyak merugikan berbagai sendi kehidupan manusia, salah satu dampaknya adalah komunikasi pemasaran, yang dimana pada situasi ini harus dilakukannya kegiatan  komunikasi  pemasaran yang dilakukan dengan cara online.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui Kegiatan Promosi  Solopro EO (Event Organizer) SVC pada Event Cycling terutama dalam strategi komunikasi pemasaran dimasa Pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, lokasi penelitian berada di Jl. Adi Sucipto No.190, Karangasem, Kota Surakarta, Jawa Tengah, informan pada penelitian ini yaitu peserta pemenang Event Cycling dengan tekhnik Purposive Sampling dan Snowball Sampling serta tekhnik pengumpulan data menggunakan   metode   wawancara   dan    dokumentasi.    Penelitian    ini    menggunakan    teori  dari (Kotler dan Keller). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan Promosi  Event  Organizing  Solopro Dalam Mempromosikan Event Solopos Virtual Cycling (SVC) Dimasa Pandemi COVID-19 telah mampu dilakukan dengan baik. Hal tersebut dilakukan dengan cara mempromosikan acara event cycling kepada penggiat sepeda untuk ikut mendaftar menjadi peserta yang setelah mendaftar menjadi peserta akan mendapatkan feedback seacara langsung yang berupa ajakan secara langsung dengan menampilkan hadiah- hadiah serta voucer menarik dari pihak penyelenggara sehinga membuat  calon  peserta  akan  lebih berantusias lagi karena publishitas tidak hanya menampilkan dan mengajak untuk mendaftar dalam  acara evant akan tetapi publishitas juga membantu para masyarakat yang akan menjadi peserta tidak akan ketinggalan informasi mengenai event Solopos Virtual Cycling (SVC). Kata Kunci: Iklan, Sales Promotion, Publisitas
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA CUSTOMER SERVICE DENGAN WNI DALAM PROSES PELAYANAN PASSPORT DI KANTOR IMIGRASI KONSULAT JENDERAL REPUBLIK INDONESIA DI SYDNEY, AUSTRALIA. Novi Lusiyana
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA CUSTOMER SERVICE DENGAN WNI DALAM PROSES PELAYANAN PASSPORT DI KANTOR IMIGRASI KONSULAT JENDERAL REPUBLIK INDONESIA DI SYDNEY, AUSTRALIA.  Oleh : Novi Luisyana, Drs Buddy Riyanto M.Si, Dr. Herning Suryo M.Si ABSTRAK Komunikasi merupakan suatu kebutuhan mendasar dalam kehidupan setiap individu, karena dengan adanya komunikasi manusia mampu untuk saling bertukar informasi atau pesan, memenuhi kebutuhan, menjalin relasi dengan masyarakat, bertukar pikiran, mengungkapkan perasaan, dan lain - lain“. Komunikasi  merupakan sarana yang paling efektif dalam melakukan interaksi antar Individu dalam melakukan tugasnya yang sering berhubungan dengan orang lain untuk kegiatan pertukaran pesan agar dapat menimbulkan persamaan persepsi. Profesi dengan peran komunikasi interpersonal berkaitan dengan humas dan Customer service. Adanya pelayanan publik disuatu pemerintah sangat membantu masyarakat memecahkan berbagai polemik dimasyarakat itu sendiri. Pelayana publik merupakan bentuk pelayanan terhadap warga negara menuntut penyedia pelayanan lebih bertanggungjawab atas tugas yang diembankan pada pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pola komunikasi interpersoanl antara customer sevice dengan WNI dalam proses pelayanan  passport di kantor Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney Australia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan fakta-fakta yang ada di lapangan dengan teknik wawancara,observasi, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah customer service dan WNI pada proses pelayanan pembuatan pasport di KJRI Sydney. Teknik analisis data menggunakan teori model interaktif Julia T Wood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal customer service dan WNI dengan menggunakan model interaktif dalam membentuk kepuasan WNI dalam pelayanan yang dilakukan customer service dalam pembuatan pasport di KJRI Sydney dengan ditunjukan adanya feedback dan komunikasi interaktif saling mempengaruhi antara cs dan WNI.Kata kunci : Pola Komunikasi Interpersonal, Model Interaktif, Customer Service, Pelayanan Publik             ABSTRACT  Communication is a fundamental need in the life of each individual, because with human communication is able to exchange information or messages, meet needs, establish relationships with the community, exchange thoughts, express feelings, and others". Communication is the most effective means of interaction between individuals in performing their duties that are often related to others for message exchange activities in order to cause similar perceptions. Professions with interpersonal communication roles related to public relations and Customer service. The existence of public services in a government is very helpful for the community to solve various polemics in the community itself. Public servants are a form of service to citizens demanding that service providers be more responsible for the duties assigned to public services. This study aims to describe the pattern of interpersoanl communication between customers and indonesian citizens in the process of passport service at the Immigration office of the Consulate General of the Republic of Indonesia Sydney Australia. The research method used in this study is qualitative descriptive which is to describe the facts in the field with interview techniques, observations, and documentation. The object of this research is customer service and indonesian citizens in the process of making passports at KJRI Sydney. Data analysis techniques using Julia T Wood's interactive model theory. The results showed that the interpersonal communication patterns of customer service and indonesian citizens by using interactive models in shaping the satisfaction of indonesian citizens in the service conducted by customer service in the manufacture of passports at KJRI Sydney by showing feedback and interactive communication influenced each other between cs and WNI. Keywords: Interpersonal Communication Patterns, Interactive Models, Public Service.                       PENDAHULUAN Pada dasarnya kehidupan manusia dalam menjalani segala aktivitasnya tentu memerlukan komunikasi tanpa komunikasi manusia tidak akan mungkin berinteraksi dengan orang lain untuk mendapatkan informasi ataupun meyampaian suatu pesan. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan mendasar dalam kehidupan setiap individu, karena dengan adanya komunikasi manusia mampu untuk saling bertukar informasi atau pesa, memenuhi kebutuhan, menjalin relasi dengan masyarakat, bertukar pikiran, mengungkapkan perasaan, dan lain - lain. Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah lepas dari kegiatan berkomunikasi karena komunikasi sendiri merupakan bagian terpenting dari kehidupan. Maka komunikasi disini merupakan sarana yang paling efektif dalam melakukan interaksi antar sesama individu dalam melakukan kegiatan - kegiatan pertukaran pesan sehingga nantinya dapat menimbulkan persamaan persepsi. Komunikasi Interapersonal pada hakikatnya adalah suatu proses. Kata lainnya dari proses, ada yang menyebut sebagai sebuah transaksi dan interaksi.Maka komunikasi disini merupakan sarana yang paling efektif dalam melakukan interaksi antar Individu dalam melakukan tugasnya yang sering berhubungan dengan orang lain untuk kegiatan pertukaran pesan agar dapat menimbulkan persamaan persepsi. Profesi dengan peran komunikasi interpersonal berkaitan dengan humas dan Customer service.Pelayanan dalam urusan pemerintahan dalam negeri merupakan lingkup pelayanan publik sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 ayat (1) Undang - undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang - undang bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/ atau pelayanan adminitrasi yang disediakan penyelenggara pelayanan publik. Untuk itu adanya pelayanan publik disuatu pemerintah sangat membantu masyarakat memecahkan berbagai polemik dimasyarakat itu sendiri.Pelayana publik merupakan bentuk pelayanan terhadap warga negara menuntut penyedia pelayanan lebih bertanggungjawab atas tugas yang diembankan pada pelayanan publik. Jadi, pengertian pelayanan publik adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk barang atau jasa yang dilakukan oleh penyelenggara negara guna meningkatkan kesejahterahan masyarakat, karena tidak hanya menyediakan kebutuhan inividual tetapi keseluruhan lapisan masyarakat yang sering dijadikan indikator keberhasilan suatu rezim pemerintahan oleh pemerintah.Pelayanan publik disini juga bukan hanya persoalan administratif saja akan tetapi lebih tinggi dari itu yakni pemenuhan kebutuhan publik. Oleh karena itu diperlukan kesiapan bagi administrator pelayanan publik agar mencapai kualitas pelayanan yang baik. Setiap WNI Warga Negara Indonesia yang konsultasi dengan permasalahan yang berbeda - beda dari sini lah customer service dapat menilai dan menentukan pelayanan yang baik untuk customernya. Kesan yang diberikan oleh customer di tentukan oleh seorang customer service saat memberikan pelayanan kepada customernya. Harapan ketika melakukan customer service dengan pelangganya itu bisa menjadi kepuasan dua belak pihak, efektif, kesabaran, sopan, ramah, dapat bekerja sama dan langsung kepokok permasalah, sehingga menjadi tantangan sendiri bagi intasi pemerintah dalam membentuk SDM Customer service perantara utama dalam bidang mutu pelayanan pemerintah. Serperti halnya dilakukan oleh Customer Service Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney. DEFINISI OPRASIONAL Definisi operasional adalah penegasan arti variabel yang dinyatakan dengan cara tertentu untuk mengukurnya. Definisi operasional ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman mengenai data yang akan dikumpulkan dan menghindari kesesatan dalam menentukan alat pengumpul dataPrilaku customer service Customer service di KJRI mengutamakan keramahan, dan kesopanan untuk memenuhi kepuasan WNI. Hal ini dibuktikan dengan pada saat WNI berkunjung untuk melaukan proses permohonan passport customer service wajib greeting terlebih dahulu sehingga WNI nyaman saat berkomunikasi dengan customer service.Cara berkomunikasi customer service dengan WNIKomunikasi berlangsung secara dua arah yang ditandai dengan adanya unsur feedback yang diberikan. Feedback dalam komunikasi customer service dengan WNI dilaukan saing mempengaruhi sebagai sumber dan penerima. METODE PENELITIAN Peniltian kualitatif sudah pasti menggunakan metode kualitatif yaitu berupa wsawancara, dan obeservasi. Wawacara berupa kata - kata tertulis maupun lisan dari subjek penelitian di kantor pelayanan Imigrasi KJRI Sydney. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya metode kualitatif. Oleh karna penelitini ingin mengetahui secara detail mengenai Pola Komunikasi Interpersonal antara Customer Service dengan WNI dalam Proses Passport di kantor ImigrasiKJRI Sydney.Jenis peneltian yang diguankan adalah metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada obyek alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisi data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna pada generalisasinya (Sugiono, 2015:9)Jenis penelitian deskriptif-kualtitatif ini dinilai sangat tepat dalam penelitian Public Relation yang diharapkan mampu memperoleh uraian mendalam tentang ucapan, tulisan dan tingkah laku  yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertentu dalam suatu konteks setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh.  Sedangkan alasan memilih jenis peneltian yang berbentuk studi kasus adalah penelitian ini dilakukan secara mendalam, maksudnya pengumpulkan data secara lengkap dan dilakukan secara intensif dengan mengikuti dan mengamati perilaku ataupun gejala - gejala secara rinci. Penelitian deskriftif memang diarahkan untuk memaparkan fakta - fakta, kejadian - kejadian secara sistematis, faktual dan secara akurat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Komunikasi Interpersonal antara Customer Service dengan WNI yang Melakukan Pengurusan Passport.Pola komunikasi dapat ditentukan berdasarkan proses komunikasi yang dilakukan antara komunikator dan komunikan. Pola komunikasi interpersonal yang terbentuk antara customer service dengan WNI dalam hal pelayanan passport disebabkan adanya proses komunikasi yang setiap hari berlangsung di kantor imigrasi KJRI Sidney.Pola komunikasi dua arah ini menimbulkan kesan yang baik pada WNI yang melakukan pengurusan passport di kantor imigrasi  KJRI Sydney. Mereka mengungkapkan kepuasannya terhadap proses pelayanan ketika pertama sekali berkunjung ke kantor imigrasi KJRI Sidney, karena mendapatkan sambutan dan respon yang sangat baik dari pihak customer service.Meskipun selama proses pelayanan komunikasi berjalan dengan sangat baik, namun terkadang ada hal-hal yang mempengaruhi terciptanya suasana dalam komunikasi tersebut, diantaranya complain atau kekesalan yang lebih dahulu muncul sebelum proses komunikasi berlangsung.Kendala ini berakibat pada kekesalan WNI yang akhirnya terbawa kedalam proses komunikasinya dengan customer service. Emosinya menjadi tidak stabil sehingga proses komunikasi yang interaktif dan seharusnya membawa kesefahaman makna, malah dapat menimbulkan kesalahfahaman. Pihak customer service terus mengupayakan terjadinya komunikasi interaktif yang baik dengan para WNI selama pelayanan, namun masih dianggap belum cukup baik karena belum dapat menangani hal-hal yang menjadi faktor penghambat dalam komunikasi interpersonal tersebut. Proses Komunikasi Interpersonal antara Customer Service dengan WNI yang Melakukan Pengurusan Passport.Proses komunikasi interpersonal antara customer service dengan WNI dalam proses pelayanan/pengurusan passport di Kantor Imigrasi KJRI Sydney dimulai dengan proses greeting pada saat pertama kali WNI mendatangi pos customer. Pada greeting disini, customer service lebih dahulu memberi sambutan kepada WNI yang berkunjung ke kantor imigrasi KJRI Sidney agar WNI merasa kehadirannya diperhatikan dan dihargai serta membuka kesan pertama yang baik kepada WNI. Kalimat yang disampaikan customer service dalam bentuk pengucapan salam seperti dan selamat siang ‘selamat pagi’ dalam proses komunikasi langsung atau tatap muka, kemudian menanyakan keperluan dari WNI tersebut disertai dengan senyuman hangat yang menampilkan kesan lembut dan ramah. Saat menanyakan keperluan kepada WNI, Customer service menggunakan kalimat dan kata - kata yang singkat namun jelas sehingga dapat dipahami oleh WNI. Dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Model Interaktif dalam Komunikasi Interpersonal antara Customer Service dengan WNI pada proses Pengurusan Passport.Model komunikasi interaktif yang terjadi bersifat langsung, terjadi pada proses komunikasi interpersonal tatap muka. Bentuk komunikasi interaktif yang terjadi adalah, dimana customer service pertama sekali berkewajiban membuka percakapan dengan sikap yang ramah dan menunjukkan bahwa mereka siap menerima permohonan WNI dalam proses pelayanan. Selanjutnya WNI akan merespon dengan mengajukan permohonan terkait kepengurusan passport mereka. Customer service kemudian akan menanggapi kembali permohonan tersebut dengan menanyakan kelengkapan berkas ataupun mencoba memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi WNI.Kepuasan WNI terhadap pelayanan customer service tergambar dari kata-kata ‘sudah cukup baik’, ramah-ramah’, ‘pelayanan yang baik’ dan ‘respon dengan baik’. Artinya WNI tersebut sudah sangat puas dengan model pelayanan yang diberikan customer service kepadanya.Kendala Psikis Proses Komunikasi dalam pelayanan Customer Service dengan WNI yang Melakukan Pengurusan Passport.Dalam proses komunikasi interpersonal antara customer service dengan WNI, terkadang tidak selalu berjalan dengan mulus sesuai gambaran pada point diatas. Peneliti juga menemukan beberapa hambatan dalam komunikasi yang membuat prosesnya tidak berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, customer service tetap dituntut untuk melayani customer atau WNI dengan sebaik-baiknya terlepas dari apakah hambatan tersebut berasal dari psikis si customer service maupun hambatan servis dan  teknis pada alat atau fasilitas yang digunakan dalam pelayanan PEMBAHASAN DAN DISKUSIPada point pembahasan ini peneliti akan mengkorfirmasikan kebenaran asumsi teori dengan hasil temuan penelitian dilapangan. Dalam ilmu komunikasi terdapat berbagai macam teori dan model komunikasi yang berhubungan dengan pelayanan, setiap teori juga memiliki kelebihan dang kekurangan masing-masing. Jika pola komunikasi dilihat dari perspektif yang berbeda maka akan berbeda pula pengertian dan hasil penelitian yang nantinya akan diperoleh.Sifat interaktif ini biasanya dicirikan dengan adanya peran aktif masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini, interaktif ditunjukkan melalui proses greeting dari pegawai customer service, WNI menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke kantor imigrasi KJRI Sydney, kemudian respon customer service terhadap permohonan/complain dari WNI tersebut, dan kesediaan WNI untuk menunggu proses administrasi selesai. Tidak hanya itu, proses komunikasi interaktif juga berlanjut setelah WNI menyelesaikan urusannya dalam pengurusan passport pada bagian kerja lain, yaitu dalam proses pemberian feedback.Artinya, ketika terjadi hambatan-hambatan yang mempengaruhi proses komunikasi sehingga masing-masing pihak tidak dapat berkomunikasi secara layak, hal ini dapat mengubah pola komunikasi yang seharusnya bersifat bersifat interaktif menjadi komunikasi linear. Faktor-faktor penghambat komunikasi antara Customer service dengan WNI yang sering ditemui antara lain faktor teknis, faktor service dan faktor psikis atau psikologis.Strategi komunikasi interpersonal model interaktif ini efisien guna menangani segala bentuk pelayanan dalam proses pengurusan passport, mulai dari permohonan, komplain, maupun pemberian feedback terhadap kinerja petugas kantor imigrasi. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa WNI merasa puas dengan pelayanan yang cukup baik di kantor imigrasi KJRI Sydney, terutama pada customer service. Terlepas dari hambatan-hambatan yang menyebabkan ketidaknyamanan WNI, customer service tetap mengupayakan pemecahan problem tersebut dengan cara-cara komunikasi yang profesional dan tetap interaktif, sehingga komunikasi dapat terus berjalan dengan baik dan mencapai kepuasan pelayanan pada WNI. KESIMPULANBerdasarkan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal antara customer service dengan WNI di Kantor Imigrasi KJRI Sydney Australia, melalui proses greeting yang diawali dengan menyambut WNI dengan ucapan mengucapkan salam atau selamat pagi dengan ramah, kemudian dilanjutkan dengan proses permohonan passport.Dalam proses komunikasi interpersonal antara customer service dengan WNI tersebut, juga terdapat beberapa kendala atau hambatan yang mempengaruhi efektifitas komunikasi, diantara hambatan yang sering ditemui antara lain hambatan komunikasi, hambatan pada proses service dan hambatan psikis/psikologis. DAFTAR PUSTAKABungin, B (20011). Metode Penelitian Sosial Format kuantitatif dan kualitatif. Surabaya : Airlangga University Pers. Devito, Joseph A.(1989). The Interpersonal Communication Book. Cambridge: Happer and Row. Effendy , Onong, (2013) , Ilmu Komunikasi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya) Hidayati, dasrun. (2012). Komunikasi Antarpribadi dan medianys. Yogyakarta: Rosdakarya. Kurniawan, Agung (2005). Transformasi Pelayanan Publik. Pembaharuan . Yogyakarta Mulyana, Deddy. (2014) Ilmu Komunikasi Suatu Pangantar. Bandung : Ramaja Rosdakaya Purwanto, D. (2006). Komunikasi Antar Pribadi. In D. Purwanto, Komunikasi Antar Pribadi (pp.22-23). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Roslan, Rosady. (2003). Metode Penelitian Public Relation dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Cipta.Setiawan Bambang & Muntaha Ahmad. 2002. Metode Penelitian Komunikasi II. Jakarta :      Universitas Terbuka.Salamadian. (2018, Desember 24). Komunikasi Verbal dan Non Verbal : pengertian, perbedaan & contohnya. Salamadia Mudan.Tankard, James W. Severin dan Werner, J. 2011. Teori Komunikasi (Sejarah, Metode dan Terapan di dalam Media Massa. Jakarta: KencanaWood, Julia T. 2010. Interpersonal Communication: Everyday Encounters. Australia: Wadsworth. Wood, Julia T. (2013). Komunikasi Interpersonal: Interaksi Keseharian. Jakarta: Salemba Humanika. Yusal Iriantara dan Unsep Syaripudin (2013). Komunikasi Pendidikan Bandung : Simbiosa Rekatama MediaSumber lain :Ambar (2017, Mei 31) Komunikasi Interpersonal - Pengertian. From Pakar Komunikasi.com https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-interpersonal. Naraya, s. (2017. Agustus 9). Apa yang dimaksud dengan Umpan balik (Feedback) dalam Komunikasi ?  from Pakarkomunikasi.com: http://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-umpan-balik-feedback-dalam-komunikasi/9058 Website Konsulat Jenderal Republik Indonesia Untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia Berkedudukan di Sidney https://www.google.com/amp/s/docplayer.info/amp/194138903-Kualitas-komunikasi-interpersonal-dalam-pelayanan-publik-studi-pada-proses-pembuatan-paspor-kantor-imigrasi-kelas-1-bandar-lampung-skripsi-oleh.htmlhttps://www.google.com/amp/s/docplayer.info/amp/194138903-Kualitas-komunikasi-interpersonal-dalam-pelayanan-publik-studi-pada-proses-pembuatan-paspor-kantor-imigrasi-kelas-1-bandar-lampung-skripsi-oleh.html https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/articel/29668    
HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA KELUARGA MAHASISWA NUSA TENGGARA TIMUR (KMLJ NTT) DALAM BERINTERAKSI DI UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA Shely Dian Arimbi
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Mahasiswa Luar Jawa Nusa Tenggra Timur (KMLJ NTT). Interaksi dengan suku Jawa yang berbeda latar belakang sosial budaya mampu terjalin dengan baik namun sering mengalami hambatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis serta memberikan solusi mengatasi hambatan komunikasi dalam berinteraksi di Universitas Slamet Riyadi. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian KMLJ NTT Universitas Slamet Riyadi. Sumber data primer yaitu dengan mengamati interkasi dan melakukan wawancara sedangkan sumber data sekunder melalui buku referensi, media, sumber data lain (internet) dan jurnal penelitian. Teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Teknik validitas dan reliabilitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian adanya hambatan yang terjadi antara KMLJ NTT dan mahasiswa suku Jawa yaitu perbedaan bahasa, kesalahpahaman perilaku nonverbal, kecemasan untuk mengurangi hambatan dengan menciptakan interaksi positif melalui proses interaksi asosiatif. Kesimpulan dari penelitian ini untuk perbedaan bahasa diatasi dengan sering berkomunikasi dan menggunakan bahasa Indonesia. Kesalahpahaman nonverbal ekspresi wajah, volume suara dan setuhan mahasiswa suku Jawa memahami komunikasi nonverbal KMLJ NTT. Kecemasan diatasi dengan adaptasi dan sering berkomunikasi.Kata Kunci: Hambatan Komunikasi, Komunikasi Antarbudaya, Interaksi.
PERAN BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SETDA KABUPATEN WONOGIRI DALAM MEMPUBLIKASIKAN PENANGGULANGAN COVID 19 KEPEA MASYARAKAT MELALUI MENDIA INSTAGRAM DAN WEB Yopi Prio Prayogo
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri terdapat tiga aspek yang tidak bisa lepas dari humas yaitu: informasi, persuasi dan komunikasi. Ketiga aspek tersebut sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas humas yaitu dalam menyebarluasikan informasi terkait dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam mempublikasikan kegiatan penanggulangan Covid 19 kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis peran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri dalam mempublikasikan kegiatan penanggulangan persebaran Covid 19 kepada masyarakat melalui media Instagram dan Web.Peneliti dalam menganalisis peran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri dalam mempublikasikan kegiatan penanggulangan persebaran Covid 19 kepada masyarakat melalui media Instagram dan Web menggunakan teori Rachmadi yaitu tugas dan fungsi humas pemerintah adalah memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan, langkah-langkah, dan tindakan pemerintah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa informasi yang diperlukan secara terbuka, jujur dan objektif. Alasan penggunaan media Instagram dan Web karena kedua media tersebut efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif.Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa peran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat terkait penanggulangan persebaran Covid 19 yaitu informasi berkaitan dengan tips memakai masker yang baik dan benar, tips panduan pencegahan covid 19 di tempat kerja, informasi mengenai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menekan lonjakan kasus covid 19, dan informasi tentang kegiatan vaksinasi. Peran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait penanggulangan persebaran Covid 19 yaitu kebijakan penyemprotan desinfektan, kegiatan peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, kebijakan pembentukan Tim Work Sosial untuk membantu pemulihan kesehatan warga yang menjalani isolasi mandiri Covid-19 dan kebijakan penggunaan gedung PGRI dan sekolah untuk merawat warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Bentuk kegiatan persuasi dan komunikasi yang dilakukan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Wonogiri dalam kegiatan publikasi penanggulangan covid 19 diantaranya adalah publikasi tentang tips memakai masker yang benar, perilaku menjaga 5 M, kegiatan peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan perilaku masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Penggunaan media Instagram dan Web menunjukkan bahwa media instagram lebih efektif dibandingkan dengan media web, hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah pengikut pada media instagram lebih tinggi dibandingkan dengan media web.
Komunikasi Organisasi Banser Dalam Membangun Toleransi Antar Agama Di Kabupaten Karanganyar Brillian Pamungkas
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Komunikasi Organisasi Banser Dalam Membangun Toleransi Antar Agama Di Kabupaten Karanganyar”. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rumusan masalah yang digunakan oleh peneliti tentang bagaimana upaya organisasi Banser membangun sikap toleransi. Sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang dibentuk dan dikelola oleh Nahdlatul Ulama tentu harus menjaga nama baik organisasi dengan membuat program kerja dan kegiatan yang bersifat positif dan membangun demi terwujudnya tujuan yang diinginkan dan dicapai oleh organisasi Banser di korwil Karanganyar. Salah satu program kerja dan kegiatan positif yang dilakukan oleh organisasi Banser Karanganyar dan yang menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah upaya organisasi Banser dalam mewujudkan jiwa nasionalisme dan menerapkan prinsip kebhinekaan dengan salah satunya upaya membangun toleransi antar agama dan menjalin kerukunan antar umat agama khususnya di Kabupaten Karanganyar. Di Negara Indonesia mempunyai 6 Agama dan kepercayaan serta adat budaya yang berbeda-beda, supaya bisa bersatu adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari baik dalam individual maupun kelompok atau organisasi. Banser di Karanganyar salah satu organisasi dari Agama Islam yang mempunyai tujuan supaya menjadi masyarakat yang bersatu dalam hidup secara berdampingan dengan damai dan rukun. Objek Penelitian yaitu Organisasi Banser Karanganyar. Subjek penelitian ditujukan kepada Ketua Satuan Koordinator Cabang (Kasat Korcab) Banser Karanganyar, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Banser Karanganyar, salah satu jamaah gereja, dan salah satu anggota organisasi islam lainnya. Organisasi Banser Karanganyar dalam mengelola dan melaksanakan program serta kegiatan terutama upaya membangun toleransi antar agama dengan berdasarkan fungsi komunikasi organisasi yang meliputi fungsi informatif, yaitu Komunikasi yang terjalin untuk saling bertukar informasi di sektor internal organisasi dan eksternal organisasi dilandasi dengan saling memiliki rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan jiwa nasionalis untuk saling hidup berdampingan dengan rukun, damai meskipun berbeda agama dan keyakinan.Penerapan fungsi regulatif berkaitan tentang peraturan dan tata tertib untuk melakukan penjagaan gereja atau tempat ibadah lain dalam hal membangun toleransi tidak dibuat, Banser melalui pimpinan hanya memberikan sosialisasi atau penyuluhan pada saat sebelum anggota melaksanakan tugas dan kegiatan. Fungsi persuasif mempunyai tujuan untuk mempengaruhi sikapdan perilaku yang ditunjukkan seseorang terutama anggota organisasi sehingga dalam bertindak atau melaksanakan tugasnya dalam hal membangun toleransi antar agama di Kabupaten Karanganyar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Organisasi Banser.
STRATEGI MEDIA RELATIONS PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT SEBAGAI KOTA INOVATIF (Studi tentang Strategi Media .Relations Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Kotawaringin BaratZdalam Menjalin. HubunganZdengan Media Untuk Meningkatkan Citra Positif Pemerintahan di Masyarakat ) Wulan Dewi Wiki Handayani
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Media Relations sebuah instansi dapat menggiring opini masyarakat untuk membentuk citra instansi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis strategi media relations bagian humas dan protokol Pemerintah. Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menjalin hubungan dengan media untuk meningkatkan citra positif di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metodeZdeskriptif kualitatif dengan obyek penelitian SekretariatZDaerah Kabupaten Kotawaringin Baratpada bagian Humas dan Protokol sub. Bagian peliputan dan publikasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Sumber data primerZyaitu dengan melakukan wawancara secara mendalam, sedangkan sumber data sekunder melalui bukuZreferensi, artikel, sumber data lain (internet) dan  jurnal penelitian. Teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Teknik validitas dan reliabilitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik .pengumpulan. data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka.  Teknik analisis data menggunakan model interaktif. yaituZpengumpulan data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi. media relations pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai kota inovatif telah melaksanakan kegiatan. media relations yang pertama mengelola relasi, yang kedua mengembangkan strategi, dan yang terakhir mengembangkan jaringan. Kata Kunci: Strategi Media Relation, Kota Inovatif, Citra Positif, Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat
Komunikasi Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Nabila Farahdiva Kania Ramadhani
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya komunikasi untuk manusia tidak bisa dipungkiri lagi, demikian juga untuk suatu organisasi. Melalui komunikasi yang baik, organisasi dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sementara kurangnya komunikasi dapat menyebabkan kekacauan dalam organisasi. Berdasarkan pengamatan awal, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan dalam proses pemberian pelayanan dinilai kurang memuaskan, salah satunya yaitu mengenai keluhan masyarakat akan proses pelayanannya yang lama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Komunikasi Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan? Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala Dinas, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Bidang Pemanfaat Data dan Inovasi Pelayanan, Staf Pencatatan Sipil, dan masyarakat yang mengurus admiistrasi kependudukan. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan studi pustaka dan studi lapangan (observasi, dokumentasi, wawancara). Validitas dan reliabilitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi organisasi pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan baik komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, komunikasi horizontal, maupun komunikasi lintas saluran berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa faktor penghambat yang berdampak pada proses pemberian pelayanannya, yaitu jaringan internet yang trouble, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penerapan sistem online, dan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.Kata Kunci : Komunikasi Organisasi, Kualitas Pelayanan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
AKOMODASI KOMUNIKASI KELUARGA PELAJAR MAHASISWA KALIMANTAN TIMUR (KPMKT) SURAKARTA DALAM MEMBANGUN KEAKRABAN Siti Nur Aini Muhfidaningrum
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur atau biasa disebut KPMKT merupakan Organisasi daerah yang berasal dari Kalimantan Timur yang memiliki cabang di berbagai kota, satu di antaranya Kota Surakarta. KPMKT Surakarta dibentuk sebagai wadah perkumpulan agar mahasiswa Kalimantan Timur menjalin silahturahmi dan komunikasi dengan mahasiswa Suku jawa. Pada saat melakukan komunikasi, mahasiswa Kalimantan Timur dengan mahasiswa Suku Jawa diketahui kominukasinya kurang efektif. Hal tersebut dikarenakan keduanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Mahasiswa Kalimantan Timur yang memiliki logat yang cepat dan keras berbanding terbalik dengan mahasiswa Suku Jawa yang memiliki logat yang halus dan lemah lembut. Dengan itu, mahasiswa Kalimantan Timur memerlukan akomodasi komunikasi di lingkungan baru untuk membangun keakraban.  Akomodasi komunikasi merupakan perilaku komunikator untuk mengatur proses komunikasi sehingga berjalan dengan baik. Dalam akomodasi komunikasi, terdapat 3 cara, yaitu konvergensi, divergensi, dan akomodasi berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan mengenai bagaimana akomodasi komunikasi mahasiswan Kalimantan Timur pada KPMKT Surakarta dalam membangun keakraban dengan mahasiswa Suku Jawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualititaf dan jenis penelitian deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah mahasiswa Kalimantan Timur pada KPMKT Surakarta dalam membangun keakraban dengan mahasiswa Suku Jawa  lebih cenderung  melakukan konvergensi daripada divergensi ataupun akomodasi berlebihan. Akomodasi konvergensi yang dilakukan mahasiswa Kalimantan Timur berupa perubahan kata-kata, kecepatan berbicara. Divergensi yang dilakukan lebih sedikit, yakni pengunaan aksesoris berupa pernak pernik khas Kalimantan Timur seperti gelang dan tas manik-manik.Kata Kunci : Akomodasi Komunikasi, Komunikasi Antarbudaya, Keakraban
REPRESENTASI KORUPTOR DJOKO TJANDRA DI MEDIA ONLINE (Analisis Framing Koruptor Djoko Tjandra di Media Online Kompas.com dann Detik.com Pada 30-31 Juli 2020) zasinta setyawati
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Solidaritas
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak“Media online dituntut untuk terus memberikan berita terbaru dan teraktual kepada khalayak atau masyarakat sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Salah satunya adalah berita kasus korupsi Djoko Tjandra terkait pengaliha hak tagih (Cessei) Bank Bali yang merugikan negara sebesar Rp. 940 Milyar yang diberitakan oleh beberapa media online. Djoko Tjandra sendiri merupakan buronan kelas selama 11 tahun yang berhasil kabur keluar negeri untuk menghindari hukuman. Kompas.com dan Detik.com merupakan portal berita media online yang konsisten dan terus mengupdate berita perkembangan kasus korupsi Djoko Tjandra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana perbedaan media massa online Kompas.com dan Detik.com menyajikan berita dan merepresentasikan atau mengambarkan sosok Djoko Tjandra. Sehingga dari analisa tersebut dapat diketahui sudut pandang seorang wartawan dari Kompas.com dan Detik.com dalam menyampaikan sebuah berita. Dalam analisis peneliti menggunakan metode Analisa model Robert N. Entman dengan pendekatan kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah berita- berita terkait kasus korupsi Djoko Tjandra periode 30–31 Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com Kompas.com menframing Djoko Tjandra sebagai sosok koruptor tersangka kasus cessie Bank Bali yang dijuluki “Joker”. Sedangkan Detik.com mengambarkan sosok Djoko Tjandra sebagai terpidana kasus cessie Bank Bali serta buronan kelas kakap yang banyak melakukan pelanggaran hukum selama menjadi buron.” Kata Kunci : Analisa Framing, Korupsi, Media Online, Djoko Tjandra, Kompas.com, Detik.com