cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : 26227002     DOI : -
Core Subject :
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro, diterbitkan oleh Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, yang memuat artikel tentang bidang penelitian ilmiah Teknik Elektro, termasuk hasil penelitian ilmiah asli , Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima naskah di bidang penelitian termasuk bidang keilmuan Energi Terbarukan, Instrumentasi, Tegangan Tinggi, Sistem Kendali.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Sistem Monitoring Pencahayaan (Lux) Pada Ruangan Aula Gedung Terintegrasi Internet Of Things Maharani Putri; Abdullah Abdullah; Cholish Cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.517 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7817

Abstract

AbstrakPenggunaan sistem penerangan sangat dibutuhkan sebagai penambah pencahayaan pada ruangan, dikarenakan cahaya alami tidak dapat memenuhi kebutuhan pencahayaan pada ruangan, terlebih jika ruangan tersebut berukuran besar dan ventilasi cahaya yang kurang seperti pada aula gedung. Sistem monitoring pencahayaan (Lux) pada ruangan gedung terintegrasi Internet Of Things ini bertujuan untuk memonitoring pencahayaan aula gedung agar sesuai dengan nilai lux yang diinginkan. Untuk memonitoring pencahayaan (Lux) sudah dilengkapi 5 (lima) buah sensor intensitas cahaya seri BH1750 yang diletakkan di 5 (lima) titik pada ruangan aula Gedung, kemudian data kelima sensor tesebut akan diproses menggunakan algoritma koreksi rata-rata sensor agar mendapatkan nilai pembacaan intensitas cahaya yang tepat. Didalam sistem ini sudah terintegrasi teknologi Internet of Things (IoT) agar sistem dapat di monitoring dari jarak jauh dengan baik melalui Smartphone. Dari pengujian yang telah dilakukan sistem telah bekerja dengan baik sebagai monitoring pencahayaan (Lux) pada ruangan gedung terintegrasi Internet Of Things.Kata kunci : Pencahayaan, Internet of Things, Sensor BH1750, MonitoringAbstractThe use of a lighting system is needed as an addition to lighting in the room, because natural light cannot meet the lighting needs of the room, especially if the room is large and has less light ventilation as in a building hall. The lighting (Lux) monitoring system in the building room integrated with the Internet Of Things aims to monitor the lighting of the building hall to match the desired lux value. To monitor lighting (Lux), 5 (five) BH1750 series light intensity sensors are equipped and placed at 5 (five) points in the building hall, then the data for the five sensors will be processed using an average sensor correction algorithm in order to get the intensity reading value the right light. In this system, Internet of Things (IoT) technology has been integrated so that the system can be monitored remotely well via Smartphone. From the tests that have been carried out, the system has worked well as a lighting (Lux) monitoring in an Internet of Things integrated building room.Keywords : Lighting, Internet of Things, Sensor BH1750, Monitoringv
Perbandingan Tiga Metode Pendekatan Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Di Pondok Pesantren Deny Hermawan; Mhd Aldi Primasyukra; Mhd Fitra Zambak; Surya Hardi
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.994 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7823

Abstract

Abstrak Pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan konsumsi energi. Dalam sektor Pendidikan, penggunaan energi listrik menjadi kebutuhan pokok dan sangat penting. Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah istilah yang digunakan untuk mengetahui energi listrik yang digunakan pada bangunan atau gedung dengan membandingkan luas bangunan atau gedung. Penghitungan IKE dapat dilakukan dengan beberapa metode berdasarkan luas bangunan atau gedung dengan acuan waktu operasional, dengan acuan waktu pemakaian harian, dan berdasarkan ruang ber-AC dan tidak ber-AC. Penelitian IKE ini dilakukan di pondok pesantren yang memiliki asrama dengan daya listrik dari PLN sebesar 23kVA dan tarif golongan S2. Hasil perhitungan IKE pondok pesantren tersebut dengan metode berdasarkan luas bangunan atau gedung dengan acuan waktu operasional dan dengan acuan waktu pemakaian harian, memiliki nilai IKE dibawah dari batas bawah nilai standar IKE untuk kategori sekolah, dan berdasarkan ruangan ber-AC pondok pesantren, memiliki nilai IKE dengan kategori sangat efisien dan ruangan tidak ber-AC memiliki nilai IKE dengan kategori efisien.Kata kunci : IKE, Sekolah, Acuan, Ekonomis, RekomendasiAbstract Energy consumption is increasing in line with the rate of economic growth and population growth. In the education sector, the use of electrical energy is a basic and very important need. Energy Use Intensity (EUI) is a term used to find out the electrical energy used in a building by comparing the area of the building. The EUI calculation can be done by several methods based on the area of the building with reference to operational time, or with reference to daily usage time, and based on Air-Conditioned and non-Air-Conditioned rooms. The EUI research was conducted in Islamic schools that have dormitories with 23 kVA of electricity from PLN at a rate of Gol S2. The results of the Islamic school analysis method based on the area of the building with reference to operational time and with reference to daily usage time, have an EUI value below the lower limit of the EUI standard value for the Islamic school category, and based on the air-conditioned room the Islamic school has an EUI criterion value of very efficient and Non-AC rooms have an efficient EUI criterion.Keywords : IKE, School, Reference, Economic, Recommendation
Analisis Perbandingan Tahanan Pentanahan Pada Elektroda Batang Dan Plat Untuk Perbaikan Nilai Resistansi Pembumian Hefri Yuliadi; Surya Hardi; Rohana Rohana
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.078 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7828

Abstract

Abstrak Tersedianya sistem pentanahan haruslah memiliki nilai tahanan pentanahan yang sekecil-kecilnya. Untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan dengan nilai tertentu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : bentuk sistem pentanahan, jenis tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, diameter elektroda, kandungan elektrolit tanah dan lain-lain, Elektroda pentanahan dapat berupa batang yang ditanam tegak lurus atau ditanam sejajar permukaan tanah, dan berupa lempeng atau plat, yang kesemuanya ini dirancang untuk memperkecil tahanan pentanahan dari hasil pengukuran dan perhitungan didapat nilai tahanan pentanahan pada hasil pengukuran diatas, menunjukkan kedalaman elektrode pentanahan adalah sedalam 1.5 m, pada kedalaman ini nilai tahanan pentanahan adalah 0.98 ? Pada Elektroda Batang sedangkan pada elektroda Plat sebesar 1,6 ?. Dan perhitungan tahanan pentanahan dengan mempergunakan Rumus Dwight, pada elektroda batang nilai rata-rata sebesar 0.9 ? dan Plat, nilai rata-rata sebesar 0.5 ? . Terdapat perbedaan antara hasil perhitungan dan pengukuran hal ini dikarenakan perbedaan persepsi jenis elektroda yang digunakan. Hal Sudah 1 ? memenuhi syarat PUIL, 2000, untuk jenis tanah basah dan lembab.Kata kunci : Resistansi, Elektroda Batang, Plat, Standart PUIL 2000Abstract The availability of a grounding system must have the smallest grounding resistance value. To obtain a grounding resistance value with a certain value is influenced by several factors such as: the shape of the grounding system, soil type, soil temperature, soil moisture, electrode diameter, soil electrolyte content and others. the ground surface, and in the form of plates or plates, all of which are designed to reduce grounding resistance. From the results of measurements and calculations, the value of grounding resistance is obtained from the measurement results above, indicating the depth of the grounding electrode is 1.5 m deep, at this depth the value of grounding resistance is 0.98 ?. The rod electrode, while the plate electrode is 1.6 ?. and the calculation of the ground resistance using Dwight's formula, the average value of the rod electrode is 0.9 ? and the plate, the average value is 0.5 ?. There is a difference between the results of calculations and measurements this is due to differences in the perception of the type of electrode used. It is 1 ? meets the requirements of PUIL, 2000, for wet and moist soil types. Keywords : Resistance, Rod Electrode, Plate, PUIL Standard 2000
Perancangan Automatic Transfer Switch Berbasis Zelio (Aplikasi Pada PLTS Pematang Johar) Rimbawati Rimbawati; Agung Tajali Ramadhan; Cholish Cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.145 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7819

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi serta penggunaan sistem kontrol secara otomatis dapat menghasilkan kualitas keuntungan dalam memudahkan suatu pekerjaan sistem tertentu. Pembaharuan teknologi pada suatu sistem biasanya membutuhkan perbaikan dari sistem kontrol. Salah satu sistem kontrol yang digunakan yaitu Automatic Transfer Switch dengan menggunakan Programable Logic Controller Zelio sebagai unit kontrol. Metode penghematan energi yang digunakan berupa Solar Cell dengan tujuan sebagai penggerak secara otomatis suplai tenaga pengganti dari PLN agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penggunaan PLS sebagai pengontrol ATS dapat hidup untuk menghidupkan Solar Cell secara otomatis jika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Automatic Transfer Switch menggunakan Zelio Logic Smart Relay yang dirancang sebagai sarana untuk membuat energi dari baterai ke PLN dan sebaliknya secara otomatis. Penguraian tentang perancangan sistem dalam skala yang meliputi perancangan perangkat keras, yaitu menggunakan Software Zelio Soft 2. dan pengujian dilakukan pada masing-masing blok rangkain pembagi tegangan, otomatisasi dan karaktristik SFC PLN, serta simulasi program dan sistem pensaklaran menggunakan relai tersebut.Kata kunci : PLTS, Solar Cell, Automatic Transfer Switch, Smartrelay, Zelio Soft 2Abstract Technological developments and the use of automatic control systems can produce quality benefits in facilitating the work of certain systems. Technological updates to a system usually require improvement of the control system. One of the control systems used is the Automatic Transfer Switch using the Zelio Programable Logic Controller as the control unit. The energy saving method used is in the form of Solar Cells with the aim of automatically driving the supply of replacement power from PLN in order to meet daily needs. The use of PLS as an ATS controller can be turned on to turn on the Solar Cell automatically in the event of a sudden power outage. Automatic Transfer Switch uses Zelio Logic Smart Relay which is designed as a means to make energy from battery to PLN and vice versa automatically. A description of the system design on a scale which includes hardware design, using Zelio Soft 2 software. Keywords : PLTS, Solar Cell, Automatic Transfer Switch, Smart Relay, Zelio Soft 2
Studi Pemeliharaan Komponen Utama Pada Gardu Distribusi Tipe Portal di PT. PLN (PERSERO) Rayon Medan Baru Suparmono Suparmono; K Harahap; Cholish Cholish; Martin Sembiring; Abdullah Abdullah
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.238 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7824

Abstract

Abstrak Penggunaan gardu distribusi sebagai salah satu pokok komponen pada suatu sistem distribusi PLN yang bertujuan untuk menghubungkan jaringan ke pelanggan penguguna. Selain itu dibutuhkannya bentuk perawatan supaya komponen-komponen pada gardu dapat bekerja dengan sebagaimana semestinya. Komponen gardu seperti PHB-TR dan Trafo sering mengalami kerusakan akibat adanya debu atau sawang dari serangga yang mengakibatkan penumpukan kotoran disekitarnya. Akibat dari semua itu konduktor bertegangan akan panas, debu-debu itu juga akan terbakar dan berubah menjadi penumpukan karbon. Karbon yang terbentuk di permukaan isolator dapa menjadi jembatan terjadinya loncatan bunga api listrik yang kemudian menjadi gangguan bagi sistem. Efek negatif agar terhindar dari hal yang buruk ini harus dihindari. Sistem pemeliharaan yang dilakukan PT. PLN (Persero) Rayon Medan Baru dilakukan secara rutin, darurat dan korektif. Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa instrument berupa pengamatan langsung, wawancara, dan studi literatur yang digunakan untuk melengkapi dan memenuhi data yang dibutuhkan. Data-data yang terkumpul kemudian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan kemudian dilakukan pengaplikasian ke dalam bentuk penelitian.Kata kunci : Gardu Distribusi, Komponen Gardu Distribusi, PemeliharaanAbstract The use of distribution substations as one of the main components in a PLN distribution system that aims to connect the network to user customers. In addition, a form of maintenance is needed so that the components at the substation can work properly. Substation components such as PHB-TR and transformers are often damaged due to dust or dust from insects which results in the accumulation of dirt around them. As a result of all that, the live conductor will heat up, the dust will also burn and turn into a buildup of carbon. The carbon formed on the surface of the insulator can bridge the occurrence of electric sparks which then become a disturbance to the system. Negative effects in order to avoid this bad thing must be avoided. The maintenance system carried out by PT. PLN (Persero) Rayon Medan Baru is carried out routinely, emergency and corrective. All the data needed in this study were obtained through several instruments in the form of direct observation, interviews, and literature studies which were used to complete and fulfill the required data. The collected data is then analyzed using descriptive analysis and then applied in the form of research. Keywords : Distribution Substation, Distribution Substation Components, Maintenance
Pemanfaatan Generator Set 500 kVA Sebagai Cadangan Generator Set 1500 kVA di Bandara Husein Sastranegara Bandung Mahmud Yani Hardianto; Wilma Nurul Adzillah
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.143 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7820

Abstract

Abstrak Daya Listrik merupakan kebutuhan pokok pada bandara, hal ini karena seluruh operasional pada penerbangan memerlukan listrik. Catu daya utama di banadara Husein Sastranegara Bandung berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan mendapat backup listrik apabila PLN mati yang berasal dari Uninterruptible Power Supply (UPS) dan generator set (Genset) 1500 kVA. Apabila catu daya PLN , UPS dan genset 1500 kVA mati, maka akan sangat membahayakan penerbangan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu di tambahkannya backup genset 500 kVA. Namun Penggunaan genset 500 kVA tidak mampu mengambil alih seluruh daya pada bandara, genset ini hanya mampu mensuplai daya ke beban prioritas saja. Pada penelitian ini menggunakan metode perhitungan kapasitas daya pada bandara dan daya pada masing masing genset serta membuat rangkain instalasi self holding untuk pembagian beban prioritas dan beban bukan prioritas. Hasil yang dapat disimpulkan adalah pengurangan daya pada beban bukan prioritas sebesar 233 kW serta membuat rangkain perpindahan daya otomatis dari genset 1500 kVA ke genset 500 kVA melalui Genset Control Panel (GCP).Kata kunci : Generator Set, Beban Prioritas, Beban Bukan Prioritas, DayaAbstract Electricity is a basic requirement at airports, this is because all operations on flights require electricity. The main power supply at Husein Sastranegara Bandung airport comes from the Perusahaan Listrik Negara (PLN) and gets backup electricity if the PLN fails, which comes from the Uninterruptible Power Supply (UPS) and the 1500 kVA generator set (Genset). If the power supply from PLN, UPS and the 1500 kVA generator turns off, it will be very dangerous for flights. To solve this problem, it is necessary to add a backup generator of 500 kVA. However, the use of a 500 kVA generator is not able to take over all the power at the airport, this generator is only able to supply power to priority loads. This research uses the method of calculating the power capacity at the airport and the power at each generator and making a series of self-holding installations for the distribution of priority loads and non-priority loads. The result that can be concluded is the reduction of power at non-priority load of 233 kW and making a series of automatic power transfer from the 1500 kVA generator to the 500 kVA generator through the Genset Control Panel (GCP).Keywords : Generator Set, Priority Load , Non-Priority Load, Power
Analisa Radiasi Sinar Matahari Terhadap Panel Surya 50 WP Putu Pawitra Teguh Dharma Priatam; Muhammad Fitra Zambak; Suwarno Suwarno; Partaonan Harahap
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.847 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7825

Abstract

Abstrak Teknologi sel surya merupakan sebuah teknologi yang mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini membahas tentang radiasi sel surya jenis polycrystalline dengan daya keluaran maksimal 50 WP. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pengaruh intensitas cahaya terhadap hasil energi listrik. Metode penelitian yaitu mengukur intensitas matahari dengan menggunakan alat lux meter dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya. Dari hasil pengukuran intensitas matahari selama 4 minggu menggunakan cell 50 Wp pada jam 08.00 WIB rata-rata cuaca cerah. Pukul 08.00 WIB intensitas matahari 398,05 Wp/m, tegangan 16,45 Volt dan arus 0,73 Amper. Semakin cerah matahari dan selama tidak tertutup awan peningkatan intensitas matahari pada puncaknya jam 14.00 WIB intensitasnya 540,18 W/m nilai tegangannya 18,425 Volt dan nilai arusnya 0,81 Amper. Perubahan nilai semakin kecil dimana jam 17.00 WIB intensitasnya 384,75 W/m dan untuk tegangannya 15,7 V dan arus 0,59 A. Hal tersebut dikarenakan pada waktu tersebut rata-rata cuaca sangat cerah, dan matahari tidak tertutup awan.Kata kunci : Optimalisasi, Solar Cell, Radiasi, MatahariAbstract Solar cell technology is a technology that converts solar energy into electrical energy. This study discusses the radiation of polycrystalline solar cells with a maximum output power of 50 WP. The aim of this study was to determine the effect of light intensity on the yield of electrical energy. The research method is measuring the intensity of the sun using a lux meter and electric current generated from solar panels. From the results of measuring the intensity of the sun for 4 weeks using a 50 Wp cell at 08.00 WIB the average weather is sunny. At 08.00 WIB, the intensity of the sun is 398.05 Wp/m, the voltage is 16.45 volts and the current is 0.73 amperes. The brighter the sun and as long as it is not covered by clouds, the increase in the intensity of the sun at its peak at 14.00 WIB has an intensity of 540.18 W/m, the voltage value is 18.425 Volts and the current value is 0.81 Ampere. The change in value is getting smaller at 17.00 WIB the intensity is 384.75 W/m and for the voltage is 15.7 V and the current is 0.59 A. This is because at that time the average weather was very sunny, and the sun was not covered by clouds.Keywords : Optimization, Solar Cell, Radiation, Sun
Analisa Proteksi Over Current Relay Pada Jaringan Tegangan Menengah 20KV Di PELINDO 1 Cabang Belawan Faisal Irsan Pasaribu; Indra Roza; CA Siregar; Faisal Akbar Sitompul
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.965 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7821

Abstract

AbstrakAdapun analisis ini dibuat dikarenakan pada PT. Pelindo 1 Cabang Belawan sering mengalami pemadaman dikarenakan faktor perawatan dan juga gangguan yang di sebabkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu analisis proteksi ini diangkat untuk meminimalisir kerusakan pada peralatan - peralatan distribusi akibat gangguan hubung singkat yang terjadi.Ruang lingkup dari penulisan ini pun untuk menentukan nilai arus hubung singkat dan menentukan nilai setting peralatan proteksi menggunakan over current relay agar dapat mengetahui dan memahami arus hubung singkat serta penentuan nilai peralatan proteksi yang tepat sehingga dapat diterapkan nilai arus setting pada peralatan proteksi yang menjangkau relay lain agarperalatan peralatan distribusi milik PT. Pelindo 1 Cabang Belawan dapat bekerja dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan lama waktu relay bekerja saat terjadi gangguan arus hubung singkat serta mengetahui koordinasi relay incoming dan outgoing dan perbandingan besar nilai arus gangguan 1 fasa dilapangan dengan hasil analisa. Dari hasil penelitian, didapat bahwa arus gangguan hubung singkat terbesar 1 fasa adalah sebesar 603, 2 A. Sedangkan untuk koordinasi over current relay tidak dalam kondisi baik yang dimana hasil perhitungan kecepatan waktu kerja relay di sisi incoming sebesar 0, 117 detik dan sisi outgoing BICT sebesar 0, 119 detik. Hasil perhitungan dengan data yang ada dilapangan tidak dalam kondisi yang sesuai (terdapat perbedaan), sehingga dapat di simpulkan bahwa nilai setting over current relay PT. Pelindo 1 dilakukan penyettingan ulang, dan setelah dilakukannya penyettingan ulang, hingga saat ini relay proteksi masih dalam keadaan baik.Kata kunci : Sistem Proteksi, Over Current Relay, Jaringan Tegangan Menengah , KoordinasiAbstractThe analysis is made because at PT. Pelindo 1 Belawan Branch often experiences blackouts due to maintenance factors and also disturbances caused by irresponsible people. Therefore this protection analysis is appointed to minimize damage to distribution equipment due to short circuit disturbances that occur. The scope of this paper is to determine the value of short circuit current and determine the setting value of protection equipment using over current relays in order to know and understand the current short circuit and determining the value of the appropriate protection equipment so that the setting current values can be applied to the protection equipment that reaches other relays so that the distribution equipment belonging to PT. Pelindo 1 Belawan Branch can work well. This research was conducted to determine the length of time the relay works when there is a short circuit current disturbance and to determine the coordination of incoming and outgoing relays and the comparison of the magnitude of the value of the 1-phase fault current in the field with the results of the analysis. From the research results, it is found that the largest single phase short circuit fault current is 603.2 A. Meanwhile, the over current relay coordination is not in a good condition, where the results of the calculation of the relay working time speed on the incoming side are 0, 117 seconds and the outgoing BICT side. equal to 0, 119 seconds. The results of calculations with the existing data in the field are not in suitable conditions (there are differences), so it can be concluded that the setting value of the over current relay of PT. Pelindo 1 has been resetting, and after resetting it, until now the protection relay is still in good condition.Keywords : Protection System, Over Current Relay, Medium Voltage Network, Coordination
Implementasi ANFIS Dalam Prakiraan Konsumsi Energi Listrik Di Kota Medan Pada Tahun 2030 Yoga Tri Nugraha; Kelvin Ghabriel; Iman Faisal Dharmawan
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.045 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7826

Abstract

Abstrak Konsumsi energi listrik di Kota Medan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Faktor penyebab peningkatan tersebut adalah pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi (PDRB HK 2010) dan industri. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi energi listrik di kota Medan yang dimana setiap tahunnya meningkat. Pada penelitian ini dilakukan prakiraan konsumsi energi listrik selama 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2030 di Kota Medan. Untuk mendukung prakiraan konsumsi energi listrik ini memerlukan metode yang handal atau tingkat keberhasilannya mendekati dengan hasil aslinya yaitu metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). Hasil prakiraan konsumsi energi listrik di Kota Medan pada tahun 2030 sebesar 3476,90 GWh atau meningkat 5,99 % setiap tahunnya. Metode ANFIS ini memiliki tingkat kesalahan (MAPE) sebesar 0,0059 % dari hasil realisasi atau prakiraan konsumsi listrik yang dibuat oleh PT. PLN (Persero).Kata kunci : Prakiraan Konsumsi Energi Listrik, Penduduk, Ekonomi PDRB HK 2010, Industri, ANFISAbstract The consumption of electrical energy in the Medan city is increasing from year to year. Factors causing this increase are population growth, economic growth (GDP HK 2010) and industry. To meet the needs of electrical energy consumption in the Medan city which is increasing every year. In this study, an estimate of electrical energy consumption for the next 10 years, namely in 2030 in the Medan city, was carried out. To support this electrical energy consumption forecast, a reliable method or the success rate is close to the original result, namely the ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) method. The result of the forecasted electrical energy consumption in Medan City in 2030 is 3476.90 GWh or an increase of 5.99% every year. This ANFIS method has an error rate (MAPE) of 0.0059% of the realization or forecast of electricity consumption made by PT. PLN (Persero).Keywords : Forecast of Electrical Energy Consumption, Population, Economy GDP HK 2010, Industry, ANFIS
Analisa Aliran Daya Pada Sistem Tenaga Listrik Dengan Metode Fast Decoupled Menggunakan Software Etap Arnawan Hasibuan; Muzamir Isa; Mohd Irwan Yusoff; Siti Rafidah Abdul Rahim
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.192 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i1.5236

Abstract

Abstrak — Untuk menunjang bertambahnya permintaan energi listrik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas energi listrik yang disalurkan. Dengan melakukan suatu analisa terhadap sistem tenaga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas energi listrik, dikarenakan analisa sistem tenaga mencakup beberapa permasalahan utama dalam sistem tenaga. Salah satunya yaitu aliran daya, studi aliran daya dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai aliran daya dan tegangan sistem dalam kondisi operasi tunak.. Untuk menyelesaikan aliran daya, penulis menggunakan software ETAP 12.6 untuk mensimulasikan aliran daya pada 37 bus sistem standar IEEE. Adapun metode aliran daya yang digunakan adalah metode Fast Decoupled, maka dapat diketahui aliran daya, daya aktif sebesar 2.338.000 Watt, daya reaktif sebesar 7.771.000 Var, dan. Total drop tegangan pada jaringan 220 kV sebesar 31.9%, nilai losses yang diperoleh dari keseluruhan sistem, untuk daya aktif (P) yaitu sebesar 766.200 Watt, daya reaktif (Q) yaitu sebesar 3.557.200 Var. Bus yang digunakan untuk simulasi ini sebanyak 37 bus, diantaranya 1 untuk bus GH (swing bus)dan sumber daya (Power Grid) diamsusikan sebesar 6.667 Mvasc, 220kV dengan Frekuensi 50 Hz, jaringan yang digunakan yaitu sistem radial.Kata kunci :  Aliran Beban, Etap, Fast DecoupleAbstract — To support the increasing demand for electrical energy, it must be balanced with an increase in the quality of electrical energy supplied. By conducting an analysis of the power system is one way to improve the quality of electrical energy, because the power system analysis covers several major problems in the power system. One of them is power flow. A power flow study is conducted to obtain information about the power flow and system voltage under steady operating conditions. To solve the power flow, the authors use ETAP 12.6 software to simulate power flow on 37 buses of the IEEE standard system. The power flow method used is the Fast Decoupled method, it can be seen that the power flow, active power is 2,338,000 Watts, reactive power is 7,771,000 Var, and. The total voltage drop on the 220 kV network is 31.9%, the value of losses obtained from the whole system, for active power (P) is 766,200 Watts, reactive power (Q) is 3,557,200 Var. There are 37 buses used for this simulation, including 1 for the GH (swing bus) and power grid (Power Grid) buses which are used for 6,667 Mvasc, 220kV with a frequency of 50 Hz, the network used is a radial system.Keywords :   Power Flow, Etap, Fast Decouple

Page 4 of 15 | Total Record : 141


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue