cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : 26227002     DOI : -
Core Subject :
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro, diterbitkan oleh Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, yang memuat artikel tentang bidang penelitian ilmiah Teknik Elektro, termasuk hasil penelitian ilmiah asli , Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima naskah di bidang penelitian termasuk bidang keilmuan Energi Terbarukan, Instrumentasi, Tegangan Tinggi, Sistem Kendali.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Analisa Energi Terselamatkan SUTT 150 kV Tanpa Pemadaman Di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Medan Indra Roza; Yussa Ananda; Lisa Adriana Siregar; Agus Almi Nasution
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.112 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6487

Abstract

Abstrak — Untuk menjamin keandalan dan kontinuitas penyaluran tenaga listrik  diperlukan keandalan pada sistem penyaluran energi listrik dari pembangkit  melalui Saluran Udara. Salah satu masalah adalah seringnya terjadi pemadaman untuk pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan pada saluran transmisi. Teknik pekerjaan dalam keadaan padam sangat merugikan konsumen dan kerugian perusahaan yang memproduksi listrik karena kWh yang diproduksi tidak bisa tersalurkan ke konsumen. Hal ini  mempengaruhi indikator kinerja keandalan sistem transmisi seperti TLOD  (Transmission Line Outage Duration) dan TLOF (Transmission Line Outage Frequency). Salah satu solusi dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan tanpa memadamkan jaringan adalah dengan menggunakan teknik PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yaitu, climb up inspection, penggantian isolator flashover dan pengukuran kekuatan isolasi isolator pada jaringan SUTT. Dengan menerapkan teknik ini diharapkan mencegah terhentinya penyaluran kWh pada konsumen akibat pemeliharaan, memperkecil jumlah gangguan pada saluran transmisi, serta memperkecil nilai indikator kinerja transmisi TLOD dan TLOF serta meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.  Hasil perhitungan energi yang  terselamatkan dengan adanya Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan di area kerja PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Medan periode 1 tahun didapat sekitar 2025,85 MWh energi yang terselamatkan.  Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Medan nilai indikator durasi padamnya jaringan (TLOD) sampai akhir Agustus adalah 2.59 dan indikator jumlah padamnya jaringan (TLOF) adalah 1.02. Kedua indikator tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan oleh PLN, hal ini menandakan bahwa nilai kinerja Unit Pelayanan Transmisi Medan masih baik. Berdasarkan data rekapitulasi gangguan saluran transmisi 150 kV Unit Pelayanan Transmisi Medan diketahui bahwa salah satu faktor penyebab gangguan yang paling sering terjadi adalah faktor eksternal yaitu sambaran petir.Kata kunci :  Energi,  SUTT 150 kV, tanpa pemadaman , PT. PLN (Persero)Abstract — To ensure the reliability and continuity of electricity distribution, it is necessary to have the reliability of the electrical energy supply system from the generator through the Air Duct. One problem is frequent outages for maintenance and repair work on transmission lines. Engineering work in a state of blackout is very detrimental to consumers and to companies that produce electricity because the kWh produced cannot be distributed to consumers. This affects transmission system reliability performance indicators such as TLOD (Transmission Line Outage Duration) and TLOF (Transmission Line Outage frequency). One of the solutions for maintenance and repair work without turning off the network is to use the PDKB (Work in a Voltage Condition) technique, namely, climb-up inspection, replacement of the flashover isolator and the measurement of the isolation strength of the isolator on the SUTT network. By applying this technique, it is hoped that it will prevent the disruption of kWh distribution to consumers due to maintenance, reduce the number of disturbances on the transmission line, and reduce the value of the TLOD and TLOF transmission performance indicators and increase the reliability of the electric power system. The results of the calculation of the energy saved by the work in a stressful state in the work area of PT. PLN (Persero) Medan Transmission Service Unit for a period of 1 year obtained about 2025.85 MWh of saved energy. Based on data obtained from PT. PLN (Persero) Medan Transmission Service Unit (TLOD) duration indicator value (TLOD) until the end of August is 2.59 and the number of network outages (TLOF) indicator value is 1.02. Both indicators are still below the target set by PLN, this indicates that the performance value of the Medan Transmission Service Unit is still good. Based on the recapitulation data of 150 kV transmission line disturbances in the Medan Transmission Service Unit, it is known that one of the most frequent causes of disturbance is external factors, namely lightning strikes.Keywords :     Energy, SUTT 150 kV, without blackout, PT. PLN (Persero)
Analisa Sistem Instalasi Listrik Dan Pembagian Daya Di P.T Kereta Api Indonesia Persero (Studi Kasus Stasiun Tebing Tinggi) Cholish Cholish; Ilham Andrea; Abdullah Abdullah; Moh. Zainul Haq; Sinta Marito Siagian
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.447 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i1.5232

Abstract

Abstrak — Kehidupan pesatnya perkembangan zaman dari tahun ke tahun membuat fasilitas teknologi semakin canggih, salah satunya ialah cahaya penerangan. Setiap dunia perusahaan memiliki cahaya penerangan pada semua sudut ruangan dengan guna memberikan penjelasan dalam melihat melakukan sebuah aktivitas. Cahaya penerangan adalah salah satu komponen yang penting dalam merencanakan suatu aktivitas agar mendapatkan suatu tujuan tertentu. Pencahayaan pada suatu ruangan jika dilihat dari kualitas adalah berupa kuat penerangan atau tingkat iluminasi yang dibutuhkan dimana untuk jenis kegiatan yang berbeda akan memerlukan tingkat iluminasi yang berbeda-beda pula. Melalui hasil penelitian intensistas cahaya penerangan ruang dengan menggunakan Standar SNI 16-7062-2004 serta menghitung energi listrik yang digunakannya. Pengukuran intensitas penerangan diukur menggunakan alat ukur Lux Meter. Pengukuran dilakukan langsung pada saat observasi dilapangan. Ruangan sesuai standar persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan industri mempunyai fasilitas Intensitas Penerangan (E) dengan tujuan mengetahui titik-titik pencahayaan lampu (N) dimana saja yang digunakan disetiap ruangan serta melakukan pengujian pada untuk mencari hasil ukuran dari item pencahayaan. Dan  yang paling utama tujuannya yaitu agar pegawai dilingkungan kerja tersebut dapat beraktivitas dalam bekerja dengan aman dan nyaman.Kata kunci :  instalasi listrik, intensitas cahaya, menentukan sistem lampu.Abstract — The rapid development of the times from year to year has made technological facilities more sophisticated, one of which is lighting. Every corporate world has lighting in all corners of the room in order to provide an explanation for seeing doing an activity. Lighting is an important component in planning an activity in order to achieve a specific goal. Lighting in a room, when viewed from quality, is in the form of strong lighting or the level of illumination needed, which for different types of activities will require different levels of illumination. Through the results of research on light intensity of space lighting using the SNI Standard 16-7062-2004 and calculating the electrical energy it uses. Measurement of light intensity is measured using a Lux Meter measuring instrument. Measurements are made directly during field observations. Rooms according to standard health requirements for office and industrial work environments have Illumination Intensity (E) facilities with the aim of knowing which lighting points (N) are used in each room and conducting tests to find the size results of lighting items. And the most important goal is that employees in the work environment can work safely and comfortably.Keywords :     electrical installation, light intensity, determine the lighting system.
Pengukuran Gaya, Energi, dan Daya Biomekanik Pada Gerakan Tangan Menggunakan Sensor Wiimote Basuki Rahmat; Safira Fegi Nisrina; Fredrick Sutjiady
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2700.248 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6480

Abstract

Abstrak—Pergerakan lengan pada saat mengayun akan menghasilkan beberapa besaran yaitu energy, gaya, dan daya. Besaran-besaran inilah yang banyak diteliti, terutama untuk dunia olah raga dan dunia kesehatan. Penelitian pergerakan lengan di dunia olah raga dilakukan untuk meningkatkan performa atlet sehingga bisa mendapatkan prestasi yang optimal. Masalah yang timbul pada penelitian di bidang biomekanik adalah menyangkut bagaimana cara pengukuran dan pengolahan data hasil penelitian. Tujuan dari penelitian yang sedang dilakukan adalah mengukur Gaya, Energy dan Daya pada lengan saat melakukan aktivitas gerakan tangan. Metode pengukurun yang digunakan adalah dengan mengukur arah vektor sensor wiimote yang dipasang pada telapak tangan kemudian pada saat lengan kita bergerak direkam menggunakan kamera, hasil dari rekaman pergerakan tangan kemudian diolah menggunakan program Mathlab. Ada dua subyek dengan berat badan yang berbeda pada percobaan yang diukur dalam penelitian ini.Hasil dari pengukuran gaya, energi,dan daya pada subyek pertama adalah gaya terukur 44,644 Newton, energi terukur 419 Joule, daya terukur 1323,14 Kg.M2.S-3.  Hasil dari pengukuran gaya, energi,dan daya pada subyek kedua adalah gaya terukur 44,644 Newton, energi terukur 456 Joule, daya terukur 793,04 Kg.M2.S-3.Kata kunci:  biomekanik, gaya, energi, dayaAbstract—The movement of the arm when swinging will produce several quantities, namely energy, force and power. This magnitude has been widely researched, especially for the world of sports and the world of health. Research on arm movements in sports is carried out to improve athlete performance so that they can get optimal performance. Problems that arise in research in the field of biomechanics are related to how to measure and process research data. The aim of the research being carried out is to measure the Force, Energy and Power on the arm during hand movement activities. The measurement method used is to measure the vector direction of the wiimote sensor attached to the palm of the hand, then when our arms move it is recorded using a camera, the results of the recorded hand movements are then processed using the Mathlab program. There were two subjects with different weight in the experiment measured in this study. The results of the measurement of force, energy, and power in the first subject are the measured force 44.644 Newtons, the measured energy 419 Joules, the measured power 1323.14 Kg.M2.S-3. The results of the measurement of force, energy and power in the second subject are the measured force 44.644 Newton, the measured energy 456 Joules, the measured power 793.04 Kg.M2.S-3.Keywords:     biomechanics, force, energy, power 
Pemanfaatan Energi Bayu Sebagai Sumber Energi Listrik Untuk Penerangan Pada Perahu Nelayan Arnawan Hasibuan; Widyana Verawaty Siregar; Adi Setiawan; Muhammad Daud
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.152 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6490

Abstract

Abstrak — Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara merupakan salah satu daerah di Aceh yang memiliki banyak nelayan, terutama nelayan-nelayan kecil. Para nelayan kecil menggunakan perahu dalam kegiatannya menangkap ikan ke tengah lait. Banyak dari perahu tersebut tidak dilengkapi dengan sarana penerangan yang layak. Sampai sejauh ini hanya sumber pangan seperti ikan dan hewan laut lainnya saja yang dimanfaatkan oleh nelayan. Padahal laut memiliki sumber energi yang sangat berlimpah untuk membantu kerja para nelayan tersebut. Salah satu sumber energi tersebut yaitu tenaga angin di laut masih sangat besar potensinya untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik untuk penerangan perahu nelayan. Turbin angin menjadi pilihan untuk mengkonversi tenaga angin di laut menjadi sumber penerangan perahu nelayan karena mempunyai banyak keuntungan apabila diaplikasikan pada perahu kecil, antara lain mudah dibuat, mudah perawatan dan tidak perlu tiang yang tinggi. Generator yang digunakan merupakan modifikasi generator multi pole agar mampu bekerja pada putaran rendah sehingga mengurangi penggunaan transmisi yang berlebih. Sistem penyimpanan energinya dengan menggunakan batterai sehingga daya keluaran lebih stabil. Kontruksi sistem ini mudah dibuat, dirawat dan murah dan mampu menkonversi tenaga angin menjadi sumber energi listrik untuk penerangan perahu nelayan. Potensi pembangkitan energi listrik ini diharapkan mampu membantu nelayan untuk sistem penerangan perahu.Kata kunci :  Nelayan, Turbin Savonius, Angin, Perahu, dan Energi ListrikAbstract — The cities of Lhokseumawe and Aceh Utara are areas in Aceh that have a lot of fishermen, especially small fishermen. Small fishermen use boats in their activities to catch fish in the middle of the lait. Many of the boats are not equipped with proper lighting. So far, fishermen have only used food sources such as fish and other marine animals. Even though the sea has a very abundant source of energy to help the fishermen work. One of these energy sources, namely wind power in the sea, still has a very large potential to be used as a source of electrical energy for lighting fishing boats. Wind turbines are an option for converting wind power at sea into a source of lighting for fishing boats because they have many advantages when applied to small boats, including easy construction, easy maintenance and no need for high masts. The generator used is a modification of the multi pole generator to be able to work at low rotation thereby reducing the use of excessive transmission. The energy storage system uses batteries so that the output power is more stable. The construction of this system is easy to manufacture, maintenance and inexpensive and is able to convert wind power into a source of electrical energy for lighting fishing boats. The potential for generating electrical energy is expected to be able to help fishermen for the boat lighting system.Keywords :     Fisherman, Savonius Turbine, Wind, Boat and Electrical Energy
Implementasi Alat Pendeteksi Getaran Bantalan Motor Induksi Pada Pabrik Menggunakan Sensor Piezoelektrik Berbasis SMS Indra Roza; Ahmad Yanie; Agus Almi; Lisa Andriana
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.449 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i1.5233

Abstract

Abstrak — Motor induksi dipabrik  digunakan sebagai pengerak  berbagai beban dengan rpm dan daya  bervariasi. Motor beroperasi menimbulkan getaran, bantalan digunakan berfungsi untuk  meredam getaran . Getaran tidak diizinkan akan menimbulkan kerusakan dan kegagalan motor. untuk mendeteksi getaran sebuah motor induksi   dengan menyentuh/meraba  tidak efektif. Adanya Alat pendeteksi getaran pada bantalan motor induksi dengan  metode    sensor piezioelektrik yang sensitive berbasis sms, mengunakan  komponen elektronik seperti IC, Kapasitor, Resistor, Sensor Piezoelektrik dan Atmega 8 yang di program dengan catu daya 12 volt dan 5 volt. Sensor Piezoelektrik  diletakkan pada body luar rumah bantalan untuk mendeteksi getaran yang proses dan dikalibrasi Atmega 8 ke Modem GSM mengirimkan sms kepada Operator Maintenance. Pengujian alat deteksi getaran   menggunakkan tiga motor induksi dengan kapasitas daya motor  1440 rpm (11Kw), 2930 rpm (15 Kw) dan 3550 rpm (22Kw)  Hasil nilai getaran yang telah dideteksi oleh sensor piezoelektrik pada motor induksi dengan kapasitas daya 11 kw (1440 rpm) nilai getarannya 327 Hz  umur bantalan 6 bulan dan 746 Hz umur bantalan 11 bulan ,  hasil nilai getaran pada motor induksi dengan kapasitas daya  2930 rpm  (15 kW) nilai getarannya 478 Hz umur bantalan 6 bulan dan 895 Hz umur bantalan 12 bulan, dan Untuk hasil nilai getaran pada motor induksi kapasitas daya 3550 rpm (22kW)  nilai getarannya 562 Hz  umur bantalan 7 bulan dan 1023 Hz umur bantalan 12 bulan. Getaran pengujian pada masing-masing motor induksi yang dikirim melalui sms dalan keadaan aman.Kata kunci :  Pendeteksi Getaran,  Bantalan Motor, Kontroler  Atmega 8, Modem GSM, Sensor PiezoelektrikAbstract — The induction motor in the factory is used as a propeller of various loads requiring varying rpm and power. The motor operates to cause vibrations, the bearings used to dampen vibrations. Vibration not allowed will cause damage and motor failure. to detect the vibration of an induction motor by touching / feeling ineffectively. The existence of a vibration detection device on an induction motor bearing by the method of sensitive piezioelectric sensor based on SMS, using electronic components such as ICs, Capacitors, Resistors, Piezoelectric Sensors and Atmega 8 programmed with a 12 volt and 5 volt power supply. Piezoelectric sensors are placed on the body outside the bearing housing to detect vibrations that are processed and calibrated Atmega 8 to the GSM Modem sending an SMS to the Maintenance Operator. Testing of vibration detection devices using three induction motors with motor power capacity of 1440 rpm (11Kw), 2930 rpm (15 Kw) and 3550 rpm (22Kw) The results of vibration values that have been detected by piezoelectric sensors on induction motors with 11 kw (1440 rpm) power capacity ) vibration value 327 Hz bearing age 6 months and 746 Hz bearing life 11 months, the results of the vibration value on the induction motor with a capacity of 2930 rpm (15 kW) vibration value 478 Hz bearing age 6 months and 895 Hz bearing age 12 months, and for the results of the vibration value on the induction motor power capacity of 3550 rpm (22kW) the vibration value is 562 Hz bearing age 7 months and 1023 Hz bearing age 12 months. Vibration testing on each induction motor that is sent via sms in a safe state.Keywords :     Vibration Detector, Motor Bearing, Atmega 8 Controller, GSM Modem, Piezoelectric Sensor
Rancang Bangun Charging Station Berbasis Arduino Menggunakan Solar Cell 50 WP Faisal Irsan Pasaribu; Muhammad Reza
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3673.566 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6477

Abstract

Abstrak — Kebutuhan energi yang terus meningkat berbanding terbalik dengan persediaan energi fosil yang terus menipis membuat tiap insan harus memikirkan energi alternatif terbarukan untuk menunjang kebutuhan energi. Saat ini telah dikembangkan sistem konversi cahaya matahari menjadi listrik yang disebut panel surya. kelemahan sumber energi ini adalah jika cahaya menjadi kurang atau pada saat malam hari. Permasalahan sistem panel surya adalah bagaimana menyimpan energi yang ada pada batere dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu serta berapa daya yang dapat diberikan oleh panel sebesar 50WP selama waktu operasional dari jam 8:00 hingga jam 17:00. Dalam hal ini daya yang dihasilkan akan digunakan sebagai suatu stasiun charger untuk pengisian batere ponsel. Ruang lingkup penelitian adalah tentang pemanfaatan cahaya matahari untuk mengisi ulang baterai. Stasiun charger yang dibangun berbasis mikrokontroler Arduino sebagai pengendali sistem. Metode yang digunakan adalah panel surya mengubah cahaya menjadi listrik kemudian disimpan pada baterai bank oleh sebuah solar charger controler. Dari baterai tersebut arus dialirkan kemasing – masing cabang modul charger ponsel. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pengukuran pada hari pertma sampai hari ketiga yang tertinggi mencapai 53,28 watt,dan Hasil pengujian pengisian baterai bank oleh panel yang tertinggi mencapai 33,6 watt dan dapat disimpulkan bahwa alat bekerja sesuai tujuan. Pemilihan kapasitas panel dan baterai dapat mendukung kebutuhan charger ponsel selama 24 jam.Kata kunci :  Sel Surya, Charger, Arduino, Energi terbarukanAbstract — The increasing need for energy is inversely proportional to the depletion of fossil energy supplies, making everyone have to think about renewable alternative energy to support energy needs. Currently, a system for converting sunlight into electricity, called solar panels, has been developed. the weakness of this energy source is when the light becomes less or at night. The problem with the solar panel system is how to store the energy in the battery and how long it takes for it and how much power the 50WP panel can provide during the operational time from 8:00 to 17:00. In this case the power generated will be used as a charger station for charging cell phone batteries. The scope of research is about using sunlight to recharge the battery. The charger station is built based on the Arduino microcontroller as a system controller. The method used is that solar panels convert light into electricity which is then stored in the battery bank by a solar charger controller. From the battery, the current flows to each branch of the cellphone charger module. From the test results it can be concluded that the measurement on the first day to the third day of the highest reached 53.28 watts, and the test results of charging the battery bank by the highest panel reached 33.6 watts and it can be concluded that the tool works as intended. Selection of panel and battery capacity can support the needs of a cellphone charger for 24 hours.Keywords :     Solar Cell, Charger, Arduino, Renewable Energy.
Pengujian Modul Solar Charger Control (SCC) Pada Teknologi Pembuangan Sampah Pintar Wawan Septiawan Damanik; Faisal Irsan Pasaribu; Sudirman Lubis; Chandra A Siregar
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.444 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6491

Abstract

Abstrak— Sumber energi baru dan terbarukan dimasa mendatang akan memiliki peran yang sangat penting mengingat kebutuhan akan energi saat ini masih memanfaatkan energi fosil yang ketersediaannya semakin hari semakin menipis. Salah satu energi terbarukan yang banyak dimanfaatkan yaitu energi matahari, mengingat energi matahari merupakan energi yang tidak ada habisnya. Dengan bantuan solar sel untuk merubah energi matahari menjadi energi listrik, namun pada malam hari pasokan listrik akan berhenti dikarenakan tidak adanya sinar matahari dimalam hari, maka dibutukhan baterai sebagai alat penyimpan arus listrik sementara sebagai sumber energi listrik dimalam hari.Adupun metode yang digunakan solar sel merubah energi matahari menjadi energi listrik yang diteruskan ke solar charger controller lalu disimpan pada baterai dan dari output solar charger controller arus dialirkan ke beban utama yang berupa arduino uno. Dan dari hasil pengujian yang dilakuan dapat disimpulkan bahwa alat bekerja sesuai tujuan yang diharapkan.Bahwasanya arus listrik yang disimpan pada baterai tetap stabil 12Volt dan sangguap untuk menjalankan peralatan tempat sampah pintar saat tidak ada pasokan listrik dari solar sel dimalam hari.Kata kunci:  Energi Baru Dan Terbarukan, Solar Sel, Solar Charger Controller,Arduino UnoAbstract— Renewable energy sources in the future will have a very important role considering that the current energy needs are still utilizing fossil energy whose availability is increasingly depleting. One of the renewable energies that is widely used is solar energy, considering that solar energy is an endless energy. With the help of solar cells to convert solar energy into electrical energy, but at night the electricity supply will stop due to the absence of sunlight at night, a battery is needed as a temporary storage device for electricity as a source of electrical energy at night. There is also a method used by solar cells to convert solar energy into electrical energy which is transmitted to the solar charger controller and then stored in the battery and from the output of the solar charger controller, the current flows to the main load in the form of Arduino Uno. And from the results of the tests carried out, it can be concluded that the tool works as expected. That the electric current stored in the battery remains stable at 12Volt and ready to run smart trash can when there is no electricity supply from solar cells at night.Keywords:     Renewable Energy, Solar Cells, Solar Charger Controller, Arduino Uno
Studi Analisa Gangguan Hubung Singkat Dengan Menggunakan Metode MVAhs (Hubung Singkat) Edy Saputra; Susilawati Susilawati; Muhammad Adam; Abdul Munir Dalimunthe
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.453 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i1.5234

Abstract

Abstrak — Metode MVA hubung-singkat (MVAhs) ini, dapat menjadi alternatif dari metode per-unit standart untuk studi hubung singkat. Dimana pada metode ini meniadakan kebutuhan akan besaran dasar, dan pada akhirnya mempresentasikan elemen sistem daya dalam bentuk MVA. Metode ini cukup sederhana dan tidak rentan dengan kesalahan yang tidak dikehendaki. Pada rangkaiannya terdiri dari 3 komponen yaitu, komponen urutan positif, komponen urutan negatif dan komponen urutan nol. Untuk memperoleh titik gangguan MVA hubung-singkat total dari proses penggabungan nilai-nilai setiap komponen. Didasari antara satu komponen dengan komponen yang lainnya, masing-masing yaitu : seri, paralel dan delta wye. Selanjutnya mencari MVAhs dengan cara penggabungan komponen-komponen yang ada pada urutan positif, negatif dan nol dengan menghubungkannya pada hubungan seri, paralel dan delta-wye. Demikian seterusnya, hingga diperoleh satu MVAhs urutan dengan menggabungkan MVAhs urutan dengan salah satu hubungan, akan diperoleh MVAhs total sistem, untuk suatu titik gangguan tertentu yang ditinjau. Maka nilai arus hubung-singkat (Ihs) = 0,338 KA.Kata kunci :  Metode MVA hubung-singkat (MVAhs)Abstract — The short-circuit MVA (MVAhs) method can be an alternative to the standard per-unit method for short circuit studies. Where in this method eliminates the need for basic quantities, and in the end presents the power system elements in the form of MVA. This method is quite simple and not prone to unwanted errors. The circuit consists of 3 components, namely, a positive sequence component, a negative sequence component and a zero sequence component. To obtain the total short-circuit MVA fault points from the process of combining the values of each component. Based on one component with other components, respectively, namely: series, parallel and delta wye. Furthermore, looking for MVAhs by combining existing components in positive, negative and zero sequences by connecting them in series, parallel and delta-wye relationships. And so on, until one sequence MVAhs is obtained by combining the sequence MVAhs with one of the relationships, we obtain the total system MVAhs, for a particular fault point under review. Then the short-circuit current (Ihs) = 0.338 KA.Keywords :     Short-circuit MVA (MVAhs) method
Perancangan Sistem Kontrol Penstabil Tegangan Menggunakan PLC M221 Pada PLTMH Bintang Asih Rimbawati Rimbawati; Cholish Cholish; Eko Saputro; Partaonan Harahap
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.544 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6482

Abstract

Abstrak— Pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro kestabilan tegangan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Penelitian ini melakukan perancangan alat penstabil tegangan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) TM221ME16R dengan sistem komparasi. Beban komplemen yang digunakan berupa lampu pijar dan heater. Beban komplemen berfungsi sebagai penstabil tegangan apabila beban konsumen berubah-ubah sehingga tidak mempengaruhi tegangan dan frekuensi dengan mempertahankan nilai arus yang telah ditentukan. Penggunaan sensor arus bertujuan untuk mendapatkan atau mendeteksi perubahan arus pada beban konsumen dan mengalihkannya ke beban komplemen. Penggunaan sensor tegangan digunakan untuk mendeteksi terjadinya drop tegangan 190 Volt atau tegangan berlebih 250 Volt. Pada saat terjadinya drop tegangan 190 Volt maka penggunaan daya pada beban konsumen dialihkan sepenuhnya ke beban komplemen untuk menaikkan tegangan yang dihasilkan generator menjadi 220 Volt dan ketika terjadinya tegangan berlebih 250 Volt pada generator maka heater akan hidup selama 15 menit untuk menurunkan tegangan menjadi tegangan normal dengan nilai 220 Volt.                         Kata kunci : PLTMH, PLC TM221ME16R, Beban Komplemen, Sensor Arus, Sensor Tegangan Abstract— In micro hydro power plants, voltage stability is an important factor that must be considered. This study conducted a voltage stabilizer design using a TM221ME16R Programmable Logic Controller (PLC) with a comparison system. The complement loads used are incandescent lamps and heaters. The complement load functions as a voltage stabilizer when the consumer's load changes so that it does not affect the voltage and frequency by maintaining a predetermined current value. The use of current sensors aims to obtain or detect current changes in consumer loads and divert them to complement loads. The use of a voltage sensor is used to detect a voltage drop of 190 volts or an excess of 250 volts. At the time of the 190 Volt voltage drop, the power use at the consumer load is completely transferred to the complement load to increase the voltage generated by the generator to 220 Volts and when there is an excess voltage of 250 Volts on the generator, the heater will live for 15 minutes to reduce the voltage to normal voltage with 220 Volt value. Keywords : PLTMH, PLC TM221ME16R, Complementary Load, Current Sensor, Voltage Sensor
Studi Awal Kontrol Pergerakan Meja Radiologi Basuki Rahmat
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.72 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i1.5077

Abstract

Abstrak- Instalasi radiologi di rumah sakit memiliki banyak sekali instrumentasi yang digunakan untuk pengambilan citra anatomi tubuh pasien, salah satu instrumentasi yang ada adalah meja pasien pesawat radiologi. Meja pasien radiologi tidak sama seperti meja pada umumnya tetapi memiliki fungsi tertentu dimana meja radiologi dapat digerakan secara sliding, tilting, treunderelnberg. Meja radiologi merupakan bagian dari system alat radiologi secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem kontrol alat simulasi meja radiologi tipe fluoroscopy yang dapat digerakan secara sliding, tilting, dan treundelenberg yang diharapkan dapat dijadikan model pembelajaran bagi mahasiswa teknik elektromedik. Metode yang yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan membuat rancang bangun sistem kontrol alat simulasi pergerakan meja pasien radiologi fluoroscopy yang dapat digerakan secara sliding, tilting, dan treundelenberg. Kata Kunci— Pesawat Radiologi, Tilting, Sliding, Treundelenberg.

Page 5 of 15 | Total Record : 141


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue