cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan
ISSN : 24425729     EISSN : 25982559     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, published by the Observatorium Ilmu Falak, University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, which includes articles on the scientific research field of Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan accepts manuscripts in the field of research includes scientific fields relevant to: Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan published Twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Menelisik Akurasi Hisab Gerhana Matahari dalam Kitab Al-Durru Al-Anīq Muhammad Farid Azmi
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.5900

Abstract

Al-Durru Al-Anīq merupakan salah satu karya fenomenal yang dipercaya sangat akurat dalam memprediksi waktu gerhana matahari. Sudah banyak ahli falak melakukan  perbandingan data hasil perhitungan kitab tersebut dengan observasi yang mereka lakukan. Sayangnya hampir tidak ada satupun data perbandingan tersebut dipublis, sehingga masih banyak orang yang tidak tahu pasti seberapa tinggi tingkat akurasinya. Penelitian ini menjawab hal tersebut, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis komparatif untuk menjabarkan akurasi perhitungannya. Hasil temuan dalam penelitian adalah perhitungan gerhana matahari versi kitab Al-Durru Al-Anīq sangat mendekati kenyataan observasi sehingga sangat direkomendasikan untuk dijadikan acuan memprediksi waktu gerhana matahari dengan sangat akurat.
Pengaruh Astronomi Islam pada Masa Golden Age Terhadap Arsitektur Iga Nur Ramdhani; Revianto Budi Santosa
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6888

Abstract

Ilmu pengetahuan tentang astronomi pada masa golden age hingga kini terus menjadi perbincangan, kemudian bidang keilmuan ini seringkali dihubungkan dengan berbagai ilmu lain yang terkait. Maka topik mengenai hubungan antara ilmu astronomi pada masa golden age dengan arsitektur menarik untuk di diskusikan. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh astronomi terhadap bidang arsitektur. Penulis melakukan penelitian melalui metode deskriptif kualitatif, dan dengan teknik pengumpulan data dari studi kajian pustaka. Penulis menemukan adanya beberapa aspek arsitektur yang dapat dihubungkan dengan ilmu astronomi. Kemudian kami menyimpulkan bahwa terdapat aspek yang menjelaskan adanya implikasi astronomi terhadap arsitektur, yaitu arah kiblat pada masjid, dan pengaruh arah mata angin terhadap bangunan umum lainnya. Studi ini menunjukkan bahwa para ilmuan dibidang arsitektur dan para praktisi arsitek dapat terus mengembangkan inovasi dan ilmu pengetahuan arsitektur yang dihubungkan dengan astronomi di masa mendatang.
Bintang Panjer Sore Sebagai Petunjuk Arah Kiblat Oleh Kelompok Nelayan “Mina Kencana” Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara M. Ali Romdhon; M. Arbisora Angkat
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6216

Abstract

Kelompok Nelayan Mina Kencana menggunakan Bintang Panjer Sore sebagai petunjuk arah kiblat ketika berada di laut. Bintang ini muncul pada waktu matahari terbenam sekitar pukul 17.30-18.00 WIB secara langsung. Dengan menghadap bintang itu lalu serong ke kanan berarti menghadap kiblat. Bintang Panjer Sore ternyata planet Venus. Venus tidak bisa digunakan karena mempunyai orbit sendiri sehingga posisinya berpindah-pindah. Dalam satu tahun 2012 hanya bulan Juni yang memiliki selisih azimuth terkecil antara Venus dan arah kiblat desa Jambu, yakni 0° 40’ 31,48”. Dengan demikian konsep ini bisa dikatakan tidak akurat.Kata kunci : Bintang Panjer Sore, Arah kiblat, Mina Kencana, Rasi Bintang
Hilal dalam Perspektif Tafsir Al-Quran Badrun Taman; Muthiah Hijriyati; Kharis Lusdianto; Abdulloh Hasan
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6404

Abstract

Perbedaan kriteria hilal dikarenakan perbedaan memahami ayat al-Quran tentang hilal. Maka dari itu penting untuk ditemukan hakikat makna hilal dalam ayat al-Quran tersebut. Substansi makna hilal ini bisa menjadi rujukan baik dalam hal memahami ayat hilal maupun penentuan kriteria hilal awal bulan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penjelasan para mufassir tentang substansi makna hilal, dan bagaimana substansi hilal perspektif tafsir al-Quran. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif-library research dengan pendekatan tafsir dan astronomi. Data primernya adalah kitab-kitab tafsir pada periode salaf, khalaf, dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan hal baru tentang hilal, yaitu bahwa substansi hilal menurut para mufassir memiliki enam aspek, yaitu aspek bentuk, ketampakan, fase, waktu, tempat, dan kejelasan perubahan. Hilal perspektif tafsir al-Quran adalah hilal yang bentuknya lembut seperti benang, fenomena ketampakannya dapat teramati (badawah al-hilal atau zuhur al-hilal), pada fase sirar, pada 2 malam pertama setelah fase mihaq, di ufuk langit sebelah Barat, dengan perubahan fase yang jelas sehingga memberikan kemudahan bagi manusia dalam penentuan waktu.Kata Kunci: Hilal, Tafsir al-Quran, Bulan Hijriah
Problematika Ilmu Falak Kontemporer : Studi Kiblat di Rumah Makan Pinggir Jalan Lintas Kabupaten/Kota se Sumatera Barat Hendri Hendri; Zul Efendi
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6494

Abstract

This study aims to describe the qibla of the prayer room in roadside restaurants across city districts in West Sumatra. This includes how to understand it, the methods used, how accurate the Qibla is. This research found a way to determine the direction of the Qibla, first by estimating, the direction of the sunset, following the surrounding buildings. Second, using a compass, an android Qibla direction software application. So that it affects the accuracy of the Qibla direction based on Rasdhul Qibla. So 15% of the qibla in the roadside prayer room, restaurant is inaccurate or 3 prayer rooms. (from 17 prayer rooms). This is influenced by the lack of understanding, knowledge and information on the Qibla by roadside restaurant owners across districts and cities in West Sumatra
Penentuan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah Perspektif Tareqat Naqshabandiyah Al-Khalidiyah Al-Jalaliyah Deni Ansyah deni
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.5858

Abstract

Penentuan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhujjah Menjadi Perbincangan hangat di Indonesia. Meskipun Ini permasalahan klasik tapi selalu aktual dikarenakan setiap tahun akan dibahas mengenai hal tersebut. Tareqat Naqshabandiyah Al-Khalidiyah Al-Jalaliyah Memiliki Metode Tersendiri dalam menentukan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Oleh karena itu hal ini bisa menjadi khazanah bagi perkembangan dan sumbangsih pemikiran terhadap ilmu falak
Matlak (al-Mathâli') Teks, Konteks dan Penerapan Ahmad Hariz bin Bely; Mohd Jais Anuar Bin Ahmad
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6861

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang matlak dari sisi normatif dan konsep penerapannya dalam konteks modern. Diakui kajian tentang hal ini menuai respon dan pandangan yang beragam oleh para ulama dan peneliti dari berbagai kalangan. Konsep matlak global yang banyak ditawarkan para ulama klasik dan ulama kontemporer memiliki sisi kelemahan, yaitu dalam banyak kasus tidak bersesuaian dengan ilmu pengetahuan modern. Sementara konsep matlak lokal (rukyat lokal) yang dipandang lebih logis juga memiliki sisi problematis, karena rukyat an sich memiliki banyak kekurangan, disamping dalam teknis penerapan dan rumusannya juga masih menyisakan banyak perdebatan. Sejauh ini menurut penulis, 'matlak lokal wilayatul hukmi modern' yang secara aktif-kolektif mengakomodir peran negara, hisab rukyat dan sains modern layak diapresiasi karena dalam tataran praktisnya mengakomodir dua konsep matlak yang nampak berhadapan (matlak lokal dan matlak global). Konsep ini untuk sementara ditawarkan melihat konteks sosio religius-intelektual modern dimana hisab astronomis penentuan awal bulan terus menguat, disamping konteks realitas umat yang tidak dapat lepas dari keterikatannya dengan hadis-hadis Nabi Saw.
Uji Kelayakan Bukit Cermin Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Sebagai Lokasi Rukyatul Hilal Nofran Hermuzi; M. Arbisora Angkat
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 2 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i2.7945

Abstract

Bukit Cermin Tanjungpinang City is the location of Rukyatul Hilal which has been used by the Ministry of Religion of Kepulauan Riau Province since 2015. The factor of using Bukit Cermin as the location of Rukyatul Hilal is because it has an observable area of view at azimuth 240o-300o and easy access to the location. The topography of Tanjungpinang is mostly sea/water. So it is easy for evaporation to occur so that clouds often appear in the afternoon, especially on the western horizon when the sun will set and become an obstacle in the implementation of Rukyatul Hilal in Tanjungpinang city. Since 2015 until now, in Bukit Cermin the hilal has never been seen. So, Bukit Cermin is not suitable as a location for Rukyatul Hilal.
Tinjauan Ilmu Falak Dan Fiqh Hisab Rukyah Terhadap Koreksian Daerah Jadwal Salat jayusman jayusman
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 2 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i2.7501

Abstract

There was a list of regional corrections in the prayer schedule. Falak experts differ in the use of the corrected conversion prayer schedule for this area. The focuses of this paper were: How is the basis for calculating regional corrections? And How is the review of Falak experts and fiqh Hisab Rukyah using the conversion prayer schedule from district corrections? Conclusion: The basis for calculating regional corrections in the prayer schedule was related to the difference in the longitude of the place. A difference of 1 longitude was equivalent to 4 minutes. Regional corrections presented were the result of rounding. There were district corrections where the difference was a little. There were correction data for areas that differ significantly. Regional corrections were only limited to cities or areas adjacent to that city. Its use was not as an initial guideline for prayer times in far distant places.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Observatorium A Akrim
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 6, No 1 (2020): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v6i1.5224

Abstract

The observatory is an institution that studies the celestial bodies and is an important legacy of Islamic civilization. In the early development, the observatory focused more on the study of celestial bodies. But in the modern era, observatory institutions have functions and strategic positions in social and intellectual life in the community. Among them the observatory has educational values or aspects. Among the values and functions of education in observatory institutions are: (1) as a means of accusing the times and positions of worship of Muslims (especially prayer and fasting), (2) as a scientific study institution, and (3) as a scientific educational institution.

Page 8 of 14 | Total Record : 138