cover
Contact Name
Manpan Drajat
Contact Email
Manpan Drajat
Phone
-
Journal Mail Official
alafkarjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
al-Afkar, Journal For Islamic Studies
ISSN : 26144883     EISSN : 26144905     DOI : -
Core Subject : Social,
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist. In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023)" : 69 Documents clear
Desain Perencanaan Pendidikan Jenjang SLB Di SLB BCD Nusantara Kota Depok Tahun 2022-2025 Eva Dianawati Wasliman; Yeni Suhaeni; Siti Hana Adlina Khairunnisa; Abdul Rojak
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.616

Abstract

Perencanaan Strategis SLB BCD Nusantara merupakan wujud dari kesadaran pimpinan untuk mengikuti irama perubahan yang sesuai dengan tuntutan yang berkembang. Dengan Rencana kerja Empat Tahun (RKJM) SLB BCD Nusantara telah mengatur arah perkembangan organisasi untuk mencapai tujuan. Rencana strategis ini akan berhasil apabila pihak dan komponen dapat melaksanakan fungsinya sebagai sistem dalam organisasi, untuk itu pada kesempatan ini kami berharap agar semua komponen mampu memahami dan melaksanakan fungsinya masing-masing, sehingga pada gilirannya renstra ini tidak menjadi barang mati yang tiada arti untuk peningkatan kinerja SLB BCD Nusantara.
Implementasi Tenaga Kependidikan Bidang Akademik Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Di SMK Negeri 6 Garut Inayah; Cahya Syaodih; Siti Halimah; Khaerul Anwar
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.617

Abstract

Untuk mencapai hasil yang optimal dalam sebuah organisasi sekolah maka seorang Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan mengelola tenaga kependidikan (TU), salah satunya mampu melakukan kegiatan peningkatan kompetensi Tenaga Kependidikan bidang Akademik, agar kompetensinya terus ditingkatkan sehingga mampu menjalankan tugasnya seseuai kebutuhan dan sesuai Standar Kompetensi Tenaga Kependidikan.  Jurnal ini membahas tentang Implementasi Peningkatan Kompetensi  Tenaga Kependidikan Bidang Akademik Guna Meningkatkan Pelayanan Administrasi di SMK Negeri 6 Garut. Selanjutnya yang menjadi pembahasan masalah (1) Bagaimana implementasi peningkatan kompetensi tenaga kependidikan bagian akademik dalam meningkatkan pelayanan administrasi di SMK Negeri 6 Garut (2) Kendala yang dihadapi serta (3) Solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dari pihak manajemen SMK Negeri 6 Garut. Teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi penarikan kesimpulan. Data yang hendak dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan bidang akademik. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelayanan administrasi bidang akademik di SMK Negeri 6 garut, sebenarnya sudah cukup memadai dan sudah berjalan dengan baik, namun karena volume pekerjaannya banyak dan personilnya kurang maka dirasakan sangat lambat. Akhinya ada penambahan dari bagian lain hanya dalam kualitas  kerja masih butuh pelatihan. Oleh karenanya sebagai rekomendasi kepada pihak sekolah negeri atau swasta hendaknya kompetensi tenaga kependidikan selalu ditingkatkan, agar pendidikan di Indonesia semakin mencapai tujuan pendidikan nasional yang diharapkan.
Perencanaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MI Permata Bangsa Bandung Siti Hana Adlina Khairunnisa; Cahya Syaodih; Aan Puspita; Nani Suryani
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.618

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa pengaruh zaman, saat ini pendidikan mengalami perkembangan dan perubahan seiring kemajuan zaman. Guru sebagai tokoh penting dalam pendidikan harus selalu menjaga dan meningkatkan profesionalitas guru agar guru mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin berkembang setiap tahunnya. Dalam meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengupayakan segala hal yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi profesional seorang guru. Penelitian ini membahas tentang manajemen perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MI Permata Bangsa, dimana sasaran dalam permasalahan adalah bagaimana perencanaan kepala madrasah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di MI Permata Bangsa Bandung. Penerapan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MI Permata Bangsa Bandung. Penggunaan metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi gabungan. Hasil penelitian ini lebih menekankan pada makna, karena menggunakan metode penelitian kualitatif.
Implementasi Ekstrakurikuler Kepramukaan Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa Di SMP PGRI 2 Ciparay Anisa Sriwandita Yuni; Cahya Syaodih; Ria Restu Ramadhanty; Yeni Suhaeni
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.619

Abstract

Di era otonomi daerah, kebijakan pendidikan dikembangkan oleh pemerintah pusat, daerah dan masyarakat mengacu pada UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan pendidikan sangat dibutuhkan untuk kebutuhan operasional, dan penyelenggaraan sekolah berdasarkan kebutuhan riil yang terdiri dari gaji, kesejahteraan pegawai, peningkatan kegiatan belajar mengajar, pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana, peningkatan pembinaan siswa, peningkatan kemampuan profesional guru, administrasi sekolah dan pengawasan. Proses belajar mengajar akan berjalan optimal jika tujuan yang ingin dicapai memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan rencana. Namun hingga saat ini dunia pendidikan Indonesia termasuk pendidikan dasar masih dihadapkan pada berbagai permasalahan yang sangat serius dan kompleks, mulai dari rendahnya alokasi anggaran dari segi bantuan dana dari pemerintah, kurang memadainya pelatihan peningkatan kompetensi profesional guru disebabkan kecilnya anggaran pendidikan di Indonesia.
Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Non-Akademik Pada Ekstrakurikuler Pramuka Di SDIT MTA Karawang Abdul Rojak; Cahya Syaodih; Wahyu Rananda Saputra; Syarif Hidayat Sutisna
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.620

Abstract

Kepala sekolah sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan di sekolah yang mempunyai kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan berbagai bidang di sekolah salah satunya peningkatan prestasi non akademik. Peran kepala sekolah sangat dibutuhkan dalam rangka membantu siswa dalam meraih prestasi di bidang non akademik ekstrakurikuer pramuka Peran kepala sekolah bertujuan meningkatkan kualitas para pembina kegiatan non akademik ekstrakurikuer pramuka sehingga dalam pelaksanaan kegiatan non akademik khususnya ekstrakurikuer pramuka bisa lebih terarah dan lebih mudah dalam merealisasikan tugas-tugasnya agar pelaksanaan tersebut bisa menjadi lebih efektif dan efesien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Field Research. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai educator, manajer, dan motivator. Sebagai manajer, kepala sekolah membantu membiayai keperluan dari kegiatan ekstrakurikuler termasuk saat mengikuti lomba. Sebagai edukator, kepala sekolah meningkatkan kualitas guru melalui pembinaan Kursus Mahir Dasar (KMD). Sebagai motivator, kepala sekolah mengapresiasi guru atau Pembina dengan memberikan honor tambahan dan reward bagi siswa.
Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi Pendidikan Manajemen Pembelajaran PAI Dalam Sopan Santun Di SDN Cilamaya I Fitriah Yuliasari; Cahya Syaodih; Nia Kurniawati
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.621

Abstract

Pentingnya adanya pendidikan karakter dikarenakan melalui pendidikan karakter itu bisa menumbuhkan kecerdasan, kecakapan, dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) pembelajaran Akidah Akhlak, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun, (4) faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (6) faktor kendala dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun, (7) solusi dari kendala penanaman pendidikan karakter sopan santun. Simpulan penelitian ini: (1) pembelajaran Akidah Akhlak pada kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun sudah ada pembentukan, tinggal menambah dari kekurangan yang ada, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun Bapak dan Ibu Guru memberikan contoh sikap yang mulia, memberi dorongan, dan membiasakan perilaku yang mulia, (4) faktor penunjang dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yakni didukung oleh sarana prasarana kelas yang baik dan memadai dan minat belajar siswa yang tinggi, (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter pihak sekolah harus bisa bertanggungjawab dalam mengembangkan penanaman pendidikan karakter sopan santun yang mulia, (6) faktor kendala yang ditemui dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yaitu faktor lingkungan, keberagaman peserta didik, salah dalam memilih teman, (7) solusi yang dilakukan dari kendala penanaman pendidikan karakter yakni memberi nasihat, memberi hukuman atau teguran berupa peringatan.
Manajemen Kurikulum Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di SMK Negeri 6 Garut Faiz Karim Fatkhulloh; Inayah; Siti Halimah; Khaerul Anwar
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.622

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Manajemen Kurikulum dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Negeri 6 Garut, mendeskripsikan tentang manajamen kurikulum disekolah agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SMK Negeri 6 Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a). Perencanaan kurikulum di SMK Negeri 6 Garut ini berdasarkan pada analisis kebutuhan, merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis, menentukan desain kurikulum dan membuat rencana induk pengembangan dan penilaian b). Pengorganisasian kurikulum meliputi perumusan rasional atau dasar pemikiran, Perumusan Visi Misi dan Tujuan Sekolah, Penentuan struktur dan isi kurikulum, Pemilihan dan pengorganisasain materi, Pengorganisasain Kegiatan Pembelajaran, penyiapan sumber dan alat belajar penentuan cara mengevaluasi c). Pelaksanaan kurikulum meliputi persiapan guru terdiri dari penyususnan RPP, penjabaran materi, penentuan strategi dan metode pembelajaran, penyediaan sumber, alat dan sarana pembelajaran, penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar dan setting lingkungan pembelajaran. d). Evaluasi kurikulum yaitu guru melaksanakan evaluasi terhadap capaian materi dalam kurikulumnya, guru menggunakan bentuk evaluasi aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik, Sekolah mengevaluasi dan mereview diakhir tahun ajaran atas keterlaksanaan KTSP dan sekolah mereview pembelajaran setiap 3 bulan satu kali.
Manajemen Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di SMA Plus PGRI Cibinong Faiz Karim Fatkhulloh; Ria Restu Ramadhanty; Anisa Sriwandita Yuni; Yeni Suhaeni
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.627

Abstract

Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA PLUS PGRI Cibinong bahwa masih banyak siswa yang tidak tertarik dengan pelajaran sejarah. Maka oleh sebab itu, peneliti ingin melihat bagaimana cara seorang guru mengajar Ketika didalam kelas serta mencari tahu bagaimana menumbuhkan minat untuk siswa dalam belajar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran biasanya seorang guru memilih satu atau lebih kegiatan belajar mengajar. Dimana hal tersebut dapat dicapai bila faktor-faktor seperti: materi yang diajarkan, guru dan siswa harus aktif menggunakan peran, ada hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan, dan fasilitas yang tersedia.
Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Di SMP Kiansantang Syarip Hidayat Sutisna; Faiz Karim Fatkhulloh; Abdul Rojak; Wahyu Rananda Saputra
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.628

Abstract

Pelaksanaan supervisi akademik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar sehingga pembelajaran menjadi efektif dan prestasi siswa pun dapat meningkat. Kepala sekolah memegang peran penting dalam pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik Kepala Sekolah SMP Kiansantang Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui: wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah meliputi: (1) upaya kepala sekolah mencapai prestasi yaitu: membimbing dan mendorong guru dan siswa dalam kegiatan akademik dan nonakademik, dan menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam pencapaian prestasi akademik dan nonakademik; (2) program supervisi akademik kepala sekolah yaitu: supervisi kelompok dan supervisi individual; (3) strategi pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah yaitu: pelaksanaan supervisi individual melalui kegiatan supervisi yang terjadwal pada semester gasal / genap dan supervisi klinis (permintaan guru sendiri sesuai kebutuhan); dan (4) faktor pendukung dalam pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah yaitu: adanya kepedulian yang tinggi dari kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi, adanya motivasi yang tinggi dari guru dalam pelaksanaan supervisi, dan adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai dalam pelaksanaan supervisi.
Peran Guru Kelas Dan Guru Pendamping Khusus Dalam Meningkatkan Layanan Pendidikan Inklusi Di TK Ibnu Sina Ujang Cepi Barlian; Riska Putri Wulandari; Muliati Said; Nuri Lathifa Brilianti
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.648

Abstract

Dinamika pendidikan saat ini semakin berkembang, dalam hal ini kebijakan sistem pendidikan inklusi yang mengatur agar anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan di sekolah reguler. Penerapan pendidikan inklusi ini harus mengupayakan sikap tidak diskriminatif, pengakuan dari semua pihak warga sekolah, pemberian fasilitas juga lingkungan yang aman bagi setiap anak. Dalam hal ini guru kelas yang mengelola pembelajaran di kelas melibatkan anak berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran. Keberadaan guru pendamping khusus di TK Ibnu Sina bertujuan agar terjalin kolaborasi satu sama lain dengan guru kelas dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Untuk itu tanggungjawab kelas sepenuhnya ada di guru kelas termasuk anak berkebutuhan khusus ini, bukan diserahkan sepenuhnya kepada guru pendamping khusus. Subjek penelitian ini adalah koordinator dari Ibnu Sina Stimulation Center (ISSC). Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan studi kasus. Berdasarkan penelitian peran guru kelas dan guru pendamping khusus dalam berjalan dengan baik sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Selain itu kolaborasi guru kelas dan guru pendamping khusus menjadikan layanan pendidikan inklusi di TK Ibnu Sina dapat menimbulkan sinergi Sedangkan kendala yang dialami adalah penerimaan anak berkebutuhan khusus yang semakin meningkat jumlahnya, terkadang melebihi kuota penerimaan. Hal ini berpengaruh terhadap kesiapan sekolah dalam mempersiapkan guru pendamping khusus dalam proses pembelajaran.