cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore" : 10 Documents clear
RANCANG BANGUN PELAMPUNG PELACAK ARUS PERMUKAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN GPS Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Indra Jaya; Mohammad Imron
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.841 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.263-277

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan keluaran dari instrumen GPS berupa track dan rute serta kecepatan. Instrumen GPS berada dalam satu pelampung yang  dirancang khusus kedap air dan mempunyai semacam kelambu silinder di bawah permukaan airnya, kemudian dihanyutkan di perairan semi tertutup dengan jangka waktu tertentu. Data yang diperoleh dan tersimpan dalam memori GPS kemudian diplotkan menggunakan software yang tersedia untuk mendapatkan pola pergerakan arus permukaan di perairan. Pada saat yang bersamaan dilakukan juga pengukuran arus menggunakan alat pengukur arus (current meter) sebagai pembanding dari keluaran GPS yang dihasilkan dari pelampung pelacak pergerakkan arus permukaan. Penghanyutan pelampung terbagi menjadi 4 kwadran, hasil pengukuran kecepatan dan arah arus permukaan pada setiap kwadran, kemudian di regresikan dengan hasil dari keluaran GPS pelampung pelacak arus. Hasil regresi didapat persamaan y =0,0618x + 0,1076, dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap kecepatan yang diproleh dari pelampung pelacak dikalikan 0,0618 untuk mmendapatkan kecepatan yang lebih mendekati sebenarnya. Kata kunci: arus permukaan, current meter, GPS, rancang bangun pelampung
PENGARUH PENGGUNAAN RUMPON PORTABLE DAN JENIS LAMPU SETTING TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU, JAWA BARAT Yadudin .; M. Fedi A Sondita; Zulkarnain .; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.888 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.253-262

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi, penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan pada perikanan bagan di Palabuhanratu banyak mengalami perubahan, yaitu semua bagan baik bagan apung maupun bagan tancap yang sebelumnya menggunakan lampu petromaks pada saat ini sudah menggunakan lampu listrik.  Jenis lampu yang digunakan pada penelitian ini adalah light emitting diode (LED) yang memiliki keunggulan hemat energi dan memiliki umur teknis yang tahan lama.  Alat bantu lainnya yang sering digunakan pada perikanan tangkap adalah rumpon.  Rumpon sudah lama digunakan pada perikanan tangkap sebagai alat pemikat ikan.  Penggunaan rumpon pada bagan tancap bertujuan untuk mengumpulkan ikan pada siang hari sehingga pada malam hari nelayan bisa melakukan kegiatan penangkapan.  Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Membandingkan hasil tangkapan di antara dua unit bagan yang masing-masing dilengkapi dengan 4 unit rumpon portable namun dengan jenis lampu yang berbeda, yaitu lampu LED (Bagan A) dan lampu standar (bagan B). (2) Membandingkan hasil tangkapan di antara dua unit bagan yang masing-masing dilengkapi dengan lampu standar namun dengan jumlah rumpon portable yang berbeda, yaitu 4 unit rumpon (Bagan B) dan 2 unit rumpon (Bagan C).  Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan ulangan sebanyak 20 kali (trip). Uji t statistik menyimpulkan perbedaan hasil tangkapan signifikan di antara bagan A dan B untuk ikan udang rebon, layur, dan teri (α = 0,05).  Uji t statistik juga menyimpulkan perbedaan pada hasil tangkapan yang signifikan di antara  bagan B dan C untuk ikan teri, tembang, layur dan udang rebon (α = 0,05).Kata kunci: hasil tangkapan, LED (light emitting diode), rumpon portable.
IDENTIFIKASI RISIKO POSTUR KERJA PADA PERIKANAN PURSE SEINE Muhammad Iqbal; Fis Purwangka; Budy Wiryawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.997 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.279-294

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan melibatkan kapal perikanan, alat tangkap dan nelayan. Aktivitas penangkapan ikan dengan kapal purse seine di Rembang dilakukan secara manual sehingga dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kondisi postur kerja nelayan saat melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine, mengidentifikasi kondisi yang tergolong membahayakan bagi otot dan gangguan musculoskeletal yang dirasakan setelah melakukan aktivitas penangkapan. Data yang digunakan berupa sikap tubuh saat melakukan aktivitas penangkapan ikan yang diperoleh melalui observasi lapang. Data keluhan otot yang dirasakan setelah melakukan aktivitas penangkapan ikan diperoleh dari wawancara terhadap nelayan purse seine sebanyak 100 responden. Data sikap tubuh diolah menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) merupakan metode untuk menganalisa postur kerja yang dapat menyebabkan keluhan otot, meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan dan kaki, termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Nordic body map merupakan metode untuk mengetahui keluhan otot yang dirasakan pada bagian tubuh. Hasil penilitian menunjukan bahwa aktivitas penangkapan ikan melibatkan sikap kerja berdiri yaitu pada aktivitas perbekalan, setting, hauling, pemasangan rumpon, bongkar muat dan sikap kerja duduk pada aktivitas sortir ikan dan perbaikan jaring. Aktivitas yang tergolong membahayakan adalah dengan mengangkat beban dalam kondisi ketika mengangkat beban melebihi bahu seperti aktivitas perbekalan dan bongkar muat. Bagian atas tubuh yang paling banyak merasakan sakit adalah lengan atas kanan dan kiri, bagian tengah adalah punggung dan bagian bawah adalah betis kiri dan kanan.Kata kunci: Aktivitas penangkapan ikan, Nordic body map, OWAS, Postur kerja
USAHA PENANGKAPAN BENIH SIDAT MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP SESER DI MUARA CIBUNI-TEGAL BULEUD-SUKABUMI JAWA BARAT Muhammad Imron; Rizqi Ramadhan Putra; Mulyono Sumitro Baskoro; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.461 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.295-305

Abstract

Usaha penangkapan benih sidat merupakan kegiatan utama dalam memenuhi kebutuhan akan benih sidat untuk kegiatan pembesaran, itu dikarenakan belum ditemukannya cara untuk memproduksi benih secara buatan. Benih sidat hanya dihasilkan dari alam melalui usaha penangkapan. Penangkapan benih sidat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satu faktor lingkungan yang dilihat yaitu kondisi fase bulan, dimana fase bulan ini berpengaruh pada sifat alami benih sidat yang menghindari predator. Daerah penangkapan benih sidat adalah muara sungai Cibuni, Tegal buleud, Sukabumi. Muara sungai Cibuni berada di selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi besar dalam penyediaan benih sidat, namun belum ada penelitian yang dilakukan seperti dimuara sungai Cimandiri, Pelabuhanratu. Produktifitas hasil tangkapan dalam penelitian ini hanya dipengaruhi waktu. Produktifitas juga berpengaruh kepada penghasilan yang didapatkan oleh nelayan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha, metode, waktu yang tepat, dan konstruksi alat penangkapan benih sidat di muara sungai Cibuni, Tegal buleud, Sukabumi, Jawa barat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer secara khusus dikumpulkan dengan mengamati aspek teknologi dan aspek ekonomi. Dari hasil analisis menunjukan alat tangkap seser masuk dalam klasifikasi alat tangkap lift nets. Usaha penangkapan benih sidat masih layak dilakukan, dengan nilai Revenue cost ratio (R/C ratio) sebesar 2.75, Return of investment (ROI) sebesar 75,24%, dan Payback period (PP) sebesar 0.16 tahun, dan waktu yang tepat dalam penangkapan dilakukan saat gelap bulan.Kata kunci: benih sidat, usaha penangkapan, fase bulan, Tegal Buleud
PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI PERAIRAN PROVINSI ACEH BERDASARKAN KOMPOSISI UKURAN PANJANG Samsul Bahri; Wahyu Eka Sari
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.017 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.307-314

Abstract

Tuna madidihang (Thunnus albacares) merupakan jenis tuna yang memiliki nilai ekonomis penting, dan termasuk ke dalam kelompok jenis pelagis besar, dengan siklus hidupnya berada di perairan tropis dan sub-tropis. Madidihang beruaya pada lintas perairan untuk mencari sumber makanan dan melakukan pemijahan. Populasi madidihang di perairan terancam akibat terjadinya degradasi daerah penangkapan. Hal ini disebabkan oleh penangkapan yang tidak terkontrol, sehingga mengakibatkan jumlah populasi madidihang yang terdapat di perairan Provinsi Aceh semakin mengecil pada ukuran panjang. Upaya dalam menjaga potensi madidihang di perairan Provinsi Aceh dengan menghitung komposisi ukuran hasil tangkapan berdasarkan waktu (temporal) dan daerah penangkapan (spasial), hal ini dapat menjadi langkah dalam menekan tingkat pemanfaatan sumberdaya madidihang belum layak tangkap secara besar-besaran. Metode dalam penelitian meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder, serta análisis hasil tangkapan berdasarkan komposisi ukuran panjang untuk menentukan daerah penangkapan madidihang. Tujuan mengetahui komposisi ukuran panjang hasil tangkapan berdasarkan lokasi dan waktu penangkapan, agar dapat menentukan jenis alat tangkap yang dioperasikan untuk menghindari tertangkapnya ikan-ikan madidihang belum layak tangkap (ilegal size). Penentuan daerah penangkapan (fishing ground) madidihang secara spasial dan temporal dapat diinterpretasikan dalam peta daerah penangkapan. Optimasi penangkapan madidihang lebih efektif di perairan Pulau Aceh, Samudera Hindia, dan perairan Pulau Rondo.Kata kunci: Daerah penangkapan ikan, Provinsi Aceh, , Thunnus albacares, tuna Madidihang
ANALISIS TEKNO-EKONOMI LAMINASI KAPAL PSP 01 DI PALABUHAN RATU, JAWA BARAT Mohammad Imron; Deni Achmad Soeboer; Rahmad Ramadhoni
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.41 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.315-332

Abstract

Laminasi kapal adalah proses pelapisan kapal kayu dengan menggunakan FRP, yang bertujuan untuk memperbaiki, memperkuat, mencegah kebocoran, dan menambah umur teknis kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik laminasi kapal PSP 01, membuat formulasi untuk menghitung kebutuhan bahan laminasi kapal, dan menghitung biaya proses laminasi kapal PSP 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses laminasi kapal terdiri atas 3 tahapan utama yakni pendempulan, pelapisan FRP, dan pengecatan. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengolahan data hasil laminasi, didapatkan formula untuk menghitung kebutuhan lembar fiberglass non overlay  (Tln) = Luas badan kapal/1,2 meter, formula untuk menghitung lembar fiberglass overlay (Tloverlay) = ( (Tln – 1) x 0,44 m ) / 1,2 m. Rumus yang digunakan untuk menghitung total kebutuhan lembar fiberglass (Tlfix) = Tln + Tloverlay. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah resin, didapatkan rata-rata resin dipakai (NSKB) sebesar 1099,27cm3 perlembar fiberglass, sehingga dapat diaplikasikan untuk menghitung jumlah kebutuhan resin total (TBresin) resin dengan rumus = (NSKB resin x Tlfix). Total kebutuhan katalis dapat dihitung dengan mengalikan total kebutuhan resin dengan nilai standar 2%. Total biaya yang dipakai untuk laminasi kapal PSP 01 adalah Rp 11.851.000.Kata kunci : fiberglass, kapal, laminasi, PSP 01.
STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD) LINGGA DI KABUPATEN LINGGA Gogo Kamargo; Domu Simbolon; Mustaruddin .
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.143 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.333-342

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Daerah Lingga telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Lingga dengan No.280/KPTS/X/2014 seluas kurang lebih 385. 467,5 Ha, diberi nama KKPD Datok Bandar.Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi Pengelolaan Perikanan tangkap di KKPD Lingga. Rekomendasi strategi pengelolaan Perikanan tangkap ; 1) Peningkatan kesadaran masyarakat pesisir terhadap kelestarian lingkungannya. 2) Optimalisasi produktivitas perikanan tangkap skala kecil melalui peningkatan kwalitas SDM nelayan. 3) Penegakkan hukum secara tegas dan peningkatan sistem pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan berbasis masyarakat, termasuk peningkatan kwalitas SDM pengawas. 4) Pengembangan infrastruktur perikanan tangkap, termasuk sistem  logistik penyediaan BBM. 5) Peningkatan kerjasama usaha penangkapan ikan melalui program kemitraan, untuk menjamin keberlanjutan biayaya operasional, dan pengembangan investasi usaha. 6) Pengembangan nilai tambah hasil perikanan tangkap untuk mensejahterakan pendapatan nelayan.Kata kunci : Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD), KKPD Lingga, Perikanan Tangkap.
ASPEK TEKNIS DAN PEMANFAATAN KAPAL INKA MINA DI PPP TEGALSARI, TEGAL DAN PPS CILACAP, JAWA TENGAH Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Mohammad Imron; Wienda Justitia Ardiyani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.561 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.357-368

Abstract

Pemerintah melalui Instruksi Presiden No. 01 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Nasional tahun 2010 dan Peraturan Presiden No. 10 tahun 2011 membantu nelayan dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di tahun 2010. Salah satu program yang dilakukan yaitu dengan memberikan bantuan 1000 kapal bagi nelayan. Hingga tahun 2013 sudah dibangun 208 kapal Inka Mina yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja bagi kelompok nelayan dalam mengoperasikan kapal bantuan dan mengetahui pemanfaatan kapal bantuan pemerintah bagi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Kota Madya Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan survei di Tegal dan Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapal Inka Mina yang diberikan kepada nelayan di PPP Tegalsari dan PPS Cilacap sudah dapat dimanfaatkan oleh nelayan dengan perubahan terhadap beberapa bagian kapal seperti melaminasi ulang dek kapal, meninggikan sheer, memperbaiki tutup dan bagian dinding palka, mengatur ulang sistem pendingin, menghilangkan bagian atas dek kapal yang dianggap kurang berfungsi, membuat ruang alat tangkap, menambahkan bilge keel, memperbaiki instalasi lampu sebagai alat bantu penangkapan. Perubahan alat tangkap dilakukan oleh nelayan di Cilacap, alat tangkap yang semula adalah longline diubah menjadi gillnet.Kata kunci : Cilacap, Inka Mina, Kapal, Tegal
KONDISI TERUMBU KARANG DI KAWASAN SUAKA ALAM PERAIRAN SELAT PANTAR DAN LAUT SEKITARNYA DI KABUPATEN ALOR Imanuel Lamma Wabang
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.19 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.369-376

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang meliputi tutupan karang,  bentuk pertumbuhan karang  dan indeks kematian karang di Kawasan Suaka Alam Perairan Selat Pantar. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Stasiun penelitian dibagi ke dalam 14 stasiun yang didasarkan pada karakteristik lingkungan. Pengambilan data terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan terumbu karang pada lokasi penelitian berkisar antara 27.71% hingga 79.22% dan tergolong kategori kondisi sedang hingga sangat baik. Tutupan terumbu karang yang rendah disebabkan oleh lokasi ini sering terjadi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bubu dan bahan peledak. Tutupan karang yang tertinggi di lokasi perairan ini diduga adanya pengawasan di sekitar kawasan yang dilakukan oleh pemilik home stay dan masyarakat setempat sehingga membuat lokasi ini aman dari kegiatan penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Nilai indeks kematian karang berkisar 0,01 – 0,47, namun rata-rata keseluruhan nilai indeks kematian karang sebesar 0,16, menunjukkan perubahan kondisi dari karang hidup menjadi karang mati belum terlalu berarti.Kata kunci : LIT, SAP Selat Pantar, Terumbu Karang
ASPEK ERGONOMI PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN DENGAN KAPAL PAYANG DI PALABUHANRATU-SUKABUMI Deni Achmad Soeboer; Mohammad Imron; Budhi Hascaryo Iskandar; Muhammad Patria Laksono
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.334 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.343-356

Abstract

Ergonomi kapal sangat mempengaruhi kenyamanan  kerja anak buah kapal (ABK). Aspek ergonomi kapal khususnya kapal penangkap ikan masih sedikit yang meneliti, sehingga belum ada aturan baku mengenai kaidah-kaidah ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengayaan IPTEKS pada bidang keselamatan kerja di atas  kapal penangkapan ikan, menganalisa aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan di kapal payang. Hal ini dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan seperti pemilik kapal, kapten kapal dan ABK, serta pemerintah yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung pada abyek penelitian dan di analisa menggunakan tabel Job Safety Analysis (JSA). Aktivitas di atas kapal payang dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu persiapan keluar dermaga, operasional penangkapan ikan meliputi setting dan hauling, pasca operasi penangkapan ikan dan istirahat. Analisis ergonomi kapal payang difokuskan kepada posisi tata letak barang dan nelayan di atas kapal. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan ABK kapal payang tentang kenyamanan kerja di atas kapal sudah merasa nyaman. Hal ini dikarenakan  sudah terbiasa dan tidak mempunyai pilihan lain.Kata kunci : ergonomis, JSA, kapal payang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10