cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY Mawarni Amelia; Yuli Fitrianti; Riza Agustiani
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1790

Abstract

This study aims to examine the level of students' critical thinking skills after the guided discovery model was applied. The type of research in this study is a qualitative development research using stages: preparation, implementation and completion. Data collection techniques in this study were observation, tests, and interviews. Observation was used to observe students during the learning process using the guided discovery model, the test was used to determine the level of students' critical thinking skills after the guided discovery learning model was applied, and interviews were used to confirm the test results obtained by the students. The subjects in this study were class VIII SMP Negeri 40 Palembang with a total of 6 students. Through the guided discovery learning model, the results of this study were that the students' critical thinking skills were (1) Subject S1 had high ability with the results of tests and interviews that met the five indicators of critical thinking ability and on the subject of master's degree based on the results of tests and interviews that met four indicators of ability critical thinking except for reason indicators, (2) Subject S3 had moderate ability with test and interview results that have met four indicators of critical thinking skills except reason indicators and S4 subjects based on test and interview results have met three indicators of critical thinking skills except reasons and concluded, and (3) Subject S5 and S6 had low ability in based on test results and interviews only fulfills one indicator of critical thinking ability, namely situation indicators. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengkaji tingkat kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model guided discovery. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pengembangan dengan menggunakan tahapan yaitu ada tahapan persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengamati siswa ketika berlangsungnya proses pembelajaran menggunakan model guided discovery, tes digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran guided discovery, dan wawancara digunakan untuk mengkonfirmasi hasil tes yang telah diperoleh siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 40 Palembang dengan jumlah siswa sebanyak 6 siswa. Melalui model pembelajaran guided discovery maka hasil penelitian ini adalah diperoleh kemampuan berpikir kritis siswa yang (1) berkemampuan tinggi pada subjek S1 dengan hasil tes dan wawancara telah memenuhi kelima indikator kemampuan berpikir kritis dan pada subjek S2 berdasarkan hasil tes dan wawancara telah memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis kecuali indikator alasan, (2) berkemampuan sedang pada subjek S3 dengan hasil tes dan wawancara telah memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis kecuali indikator alasan dan pada subjek S4 berdasarkan hasil tes dan wawancara telah memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis kecuali alasan dan menyimpulkan, dan (3) berkemampuan rendah pada subjek S5 dan subjek S6 berdasarkan hasil tes dan wawancara hanya memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kritis yaitu indikator situasi.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X MA AL-MUAYYAD SURAKARTA TAHUN AJARAN 2021/2022 Dyah Meiatun; Djatmiko Hidajat; Krisdianto Hadipraseyo
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1819

Abstract

Mathematics is a basic science that is widely used in various aspects of life. However, in learning mathematics in schools there are still many students who have difficulty learning mathematics. The purpose of this study is to (1) describe the difficulties experienced by students in solving math problems in the composition function material for class X MA Al-Muayyad Surakarta (2) to describe the factors causing difficulties in learning mathematics in the composition function material for class X MA Al-Muayyad Surakarta. . The subjects of this study were determined by purposive sampling technique, namely 3 students of class X IPS MA Al-Muayyad Surakarta with high mathematical abilities. This research is a descriptive qualitative research with data collection techniques based on the method of tests, interviews, and documentation. Data validation was carried out by time triangulation, namely by comparing the first and second test data. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that the difficulties felt by students in solving composition function questions include, (1) Difficulty carrying out problem solving and (2) Difficulty checking again. Factors that cause students' learning difficulties are internal factors consisting of: (1) lack of understanding of the material, (2) lack of accuracy in doing (3) lack of accuracy in counting (4) students feel confident in their answers, and (5) students forget and don't used to rechecking. Meanwhile, the external factor causing the difficulty is the non-conducive environment that affects the students' concentration. Abstrak Matematika ialah ilmu dasar yang digunakan secara luas pada berbagai aspek kehidupan. Akan tetapi pada pembelajaran matematika di sekolah masih banyak siswa yang mengalami kesulitan mempelajari matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mendeskripsikan kesulitan yang dialami oleh siswa pada penyelesaian soal matematika pada materi fungsi komposisi kelas X MA Al-Muayyad Surakarta (2) Untuk mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada materi fungi komposisi kelas X MA Al-Muayyad Surakarta. Subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling yakni 3 siswa kelas X IPS MA Al-Muayyad Surakarta dengan kemampuan matematika tinggi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan metode tes, wawancara, serta dokumentasi. Validasi data dilaksanakan dengan triangulasi waktu yaitu dengan membandingkan data tes pertama dan kedua. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya kesulitan yang dirasakan siswa pada penyelesaian soal fungsi komposisi meliputi, (1) Kesulitan melaksanakan pemecahan masalah dan (2) Kesulitan memeriksa kembali. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa ialah faktor internal yang terdiri dari: (1) kurangnya pemahaman materi, (2) kurangnya ketelitian dalam mengerjakan (3) kurangnya ketelitian dalam menghitung (4) siswa merasa yakin akan jawabannya, dan (5) siswa lupa dan tidak terbiasa memerika kembali. Sedangkan faktor eksternal penyebab kesulitan yaitu lingkungan yang tidak kondusif yang mempengaruhi konsentrasi siswa.
DESAIN BAHAN AJAR BERBASIS AKTIVITAS PENALARAN MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL MISSOURI MATHEMATIC PROJECT MATA KULIAH ANALISIS KOMPLEKS Nuraina Nuraina; Muliana Muliana; Mursalin Mursalin; Mila Kartika Sari Bangun; Ucuk Puji Rahayu
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1891

Abstract

The failure of students in studying complex analysis courses is based on student learning habits that only focus on memorizing concepts from the material studied without understanding it properly, and lack of motivation to repeat the material that has been studied. The teaching materials used in this course are textbooks. However, the textbook used still does not contain activities for students' mathematical reasoning abilities, students cannot learn independently from the book, because the material presented is difficult to understand, even lecturers who teach this complex analysis course have to redesign the material, writing in written form. hand is then given to the student. One effort that could be to improve students' mathematical reasoning abilities is to facilitate learning resources with supporting teaching materials. In this study, teaching materials will be designed based on mathematical reasoning activities using the Missauri Mathematical Project (MMP) learning model. The research method used in this research is the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. The development of complex analysis textbooks based on reasoning activities using the Missauri Mathematical Project learning model is feasible to be developed with the percentage of assessment by media expert validators obtained an average score of 91.79% in the "very valid" categories, and media expert validators obtained the average score. a score of 88.62% with the "very valid" categories. The results of the small group validation obtained a score of 83.5% with the "very valid" criteria. The results of the large group trial obtained a score of 85.5% with the "very practical" criteria. Abstrak Salah satu kendala dalam mata kuliah analisis kompleks adalah kegagalan mahasiswa dalam mempelajari materi yang disebabkan oleh kebiasaan belajar mahasiswa yang hanya terfokus untuk menghafal konsep dari materi yang diajarkan tanpa memahaminya secara mendalam, serta kurangnya motivasi untuk mengkaji ulang materi yang telah dipelajari. Sumber utama yang digunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah ini yaitu buku paket. Namun, buku paket yang digunakan masih belum memuat aktivitas kemampuan penalaran matematis mahasiswa, mahasiswa tidak bisa belajar secara mandiri dari buku tersebut, karena materi yang disajikan sulit untuk dipahami, bahkan dosen yang mengajarkan mata kuliah analisis kompleks ini harus mendesain ulang materinya, menulis dengan tulisan tangan kemudian diberikan kepada mahasiswa. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa adalah dengan memfasilitasi sumber belajar dengan bahan ajar yang mendukung. Dalam penelitian pengembangan ini, bahan ajar akan disusun dengan berbasis aktivitas penalaran matematis menggunakan model pembelajaran missauri mathematic project. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu model pengembangan analysis, design, development, implementation, and evaluation. Pengembangan buku ajar analisis kompleks berbasis aktivitas penlaran dengan menggunakan model pembelajaran missauri mathematic project layak dikembangkan dengan persentase penilaian oleh validator ahli media diperoleh skor rata-rata sebesar 91,79% dengan kriteria “sangat valid”, dan validator ahli media didapat hasil skor rata-rata sebesar 88,62% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil validasi kelompok kecil didapat nilai sebesar 83,5% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil uji coba kelompok besar didapat nilai sebesar 85,5% dengan kriteria “sangat praktis”.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS LOGIS Ayu Silvi Lisvian Sari; Cicik Pramesti; Suryanti Suryanti; Riki Suliana Ranggawati Sidik
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1901

Abstract

The purpose of this study is to determine high school students' understanding of the concept in terms of logical-mathematical intelligence. This study's subjects were three students, one from each of three groups of students with high, medium, and low logical-mathematical intelligence. The indicators of understanding concepts used in this study are Bloom indicators of understanding concepts, namely translation, interpretation, and extrapolation with Krulik and Rudnik problem-solving procedures. This study's instruments were tests and interviews. Data analysis consists of three steps: data reduction, data presentation, and conclusion. According to the findings of the analysis, (1) students with high logical-mathematical intelligence met the three indicators of concept understanding, namely the indicators of translation, interpretation, and extrapolation, as well as the five Krulik indicators of problem-solving. (2) students with high logical-mathematical intelligence fulfilled the three indicators of concept understanding, namely indicators of translation and interpretation, with 4 of 5 indicators of problem-solving according to Krulik and Rudnik fulfilled, (3) students with low logical-mathematical intelligence fulfilled one of the three indicators of concept understanding, namely indicators of translation, with 3 of 5 indicators of problem-solving according to Krulik and Rudnik fulfille. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa SMA ditinjau dari kecerdasan matematis logis. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang siswa yang masing-masing dari kelompok siswa dengan kecerdasan matematis logis tinggi, sedang dan rendah. Indikator pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini merupakan indicator pemahaman konsep menurut Bloom, yaitu Penerjemahan (translation), Penafsiran (Interpretation), Ekstrapolasi (extrapolation) dengan prosedur pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes dan wawancara. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menyatakan bahwa (1) siswa dengan kecerdasan matematis logis tinggi memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan, penafsiran, dan ekstrapolasi dengan 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi, (2) siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan, dan penafsiran dengan 4 dari 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi, (3) siswa dengan kecerdasan matematis logis rendah memenuhi satu dar tiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan dengan 3 dari 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi.
ANALISIS KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DENGAN INDIKATOR POLYA PADA SISWA KELAS X Chindy Kurniasari; Djatmiko Hidajat; Yuni Astuti Handayani
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1959

Abstract

This study aims to describe students' difficulties in solving word problems on arithmetic sequences and series material with problem solving steps according to the Polya indicator, which consists of understanding the problem, planning a solution, solving the problem, and re-examining. The method used is descriptive qualitative research, with class X subjects totaling 35 students at SMA Negeri 1 Nguter for the 2022/2023 academic year. The research data collection technique is by giving a test in the form of story questions totaling 3 questions, with predetermined indicators. While interviews are used to check the validity of the data and continue the discussion to achieve research objectives. This study concluded that: 1) students are not used to solving word problems, 2) students tend to work on questions without going through the Polya problem solving steps, 3) students are used to working on convergent questions, and 4) errors occur in solving problems caused by students forgot the formulas on arithmetic sequences and series material. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi barisan dan deret aritmetika dengan langkah pemecahan masalah menurut indikator Polya, yang terdiri dari memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, serta memeriksa kembali. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek kelas X yang berjumlah 35 siswa pada SMA Negeri 1 Nguter tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan data penelitian yaitu dengan pemberian tes berupa soal cerita yang berjumlah 3 soal, dengan indikator yang telah ditentukan. Sedangkan wawancara digunakan untuk mengecek kevalidan data dan dilanjutkan pembahasan untuk mencapai tujuan penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal cerita, 2) Para siswa cenderung mengerjakan soal tanpa melalui langkah-langkah pemecahan masalah Polya, 3) Siswa terbiasa mengerjakan soal yang bersifat konvergen, dan 4) Terjadinya kekeliruan dalam menyelesaikan soal yang disebabkan siswa lupa rumus pada materi barisan dan deret aritmetika.

Page 1 of 1 | Total Record : 5