Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Profil Motivasi Belajar Mahasiswa pad Materi Teori Bilangan di Era Pandemi Covid 19 Cicik Pramesti; Riki Suliana; Suryanti Suryanti
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i2.13601

Abstract

Pandemi covid-19 berimbas di semua aspek kehidupan, tidak terkecuali pendidikan. Guna memutus penyebaran virus covid 19 ini, diterapkan sistem Work From Home dan Study From Home (Adiwijaya, 2020). Belajar dari rumah hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran daring. Pembelajaran daring tersebut tentu mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. James Drever (Slameto, 2013), menyatakan bahwa motive is an effective factor which operates in determining the direction of an individual’s behavior to wards an end or goal, consioustly apprehended or unconsioustly. Motif merupakan penggerak/daya seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga pembelajaran daring akan berhasil jika mahasiswa termotivasi untuk belajar. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah teori bilangan saat pembelajaran daring di era pandemi covid-19. Profil motivasi belajar mahasiswa dideskripsikan melalui dimensi motivasi instrinsik dan dimensi motivasi ekstrinsik. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif dengan instrumennya berupa angket. Berdasarkan hasil analisis instrumen angket dapat dideskripsikan bahwa mahasiswa tetap mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Hal ini dapat diketahui dari dua dimensi motivasi. Dimensi motivasi intrinsik dapat disimpulkan bahwa belajar mahasiswa sangat dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Mahasiswa sadar bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan. Sedangkan pada dimensi motivasi ekstrinsik disimpulkan bahwa mahasiswa terpengaruh dengan adanya dorongan dari luar terkait dengan metode pembelajaran yang digunakan, pemberian nilai bagus (reinforcement positif) dan masa depan yang cerah. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan, mengingat kondisi mood mahasiswa yang sering berubah-ubah. Sehingga motivasi ekstrinsik harus selalu diciptakan untuk siap siaga tatkala motivasi intrinsik berkurang.
KESALAHAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI PERSAMAAN DIFERENSIAL Suryanti Suryanti; Cicik Pramesti; Riki Suliana Ranggawati Sidik
Jurnal Numeracy Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i1.1755

Abstract

Mathematical reasoning is a thinking activity that connects various facts, characteristics, pattern of relationships in problem solving so that logical generalizations are obtained. Not a few errors occur in the process of solving differential equation. An investigation is needed on the reasoning process in solving differential equation problems. The purpose of this research is to describe students’ mathematical reasoning errors in the differential equation material. This research is a qualitative descriptive with test instruments and interview guidelines. The research was conducted on 5 subjects, namely 6th semester students. The results showed that the most mathematical reasoning errors were indicators using relationship patterns to analyze the situation. In the reasoning process, many reasoning errors are made in planning solutions, mathematical manipulation, and making conclusions.
Analysis of Microteaching Learning Riki Suliana; Cicik Pramesti; Suryanti Suryanti; Ayu Silvi Lisvian Sari
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v3i2.89

Abstract

The basic skills of teaching students who are prospective teachers of Mathematics Education are needed to improve the competence of prospective teachers when entering the world of education. This study aims to determine the process of teaching and learning activities and basic teaching skills of prospective students of Mathematics Education teachers in microteaching at UNIPA Campus Blitar. This type of research includes descriptive research with a qualitative approach. The research subjects were 6 students. There are two techniques used in this study, namely observation techniques with open and closed answers. The activities of students of the Mathematics Education Study Program at UNIPA Campus Blitar regarding the Implementation of Microteaching in the teaching skills of prospective teacher students in the 5 main components of Basic Teaching skills have a total average of 76.1%, which is included in the good category.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS LOGIS Ayu Silvi Lisvian Sari; Cicik Pramesti; Suryanti Suryanti; Riki Suliana Ranggawati Sidik
Jurnal Numeracy Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v9i2.1901

Abstract

The purpose of this study is to determine high school students' understanding of the concept in terms of logical-mathematical intelligence. This study's subjects were three students, one from each of three groups of students with high, medium, and low logical-mathematical intelligence. The indicators of understanding concepts used in this study are Bloom indicators of understanding concepts, namely translation, interpretation, and extrapolation with Krulik and Rudnik problem-solving procedures. This study's instruments were tests and interviews. Data analysis consists of three steps: data reduction, data presentation, and conclusion. According to the findings of the analysis, (1) students with high logical-mathematical intelligence met the three indicators of concept understanding, namely the indicators of translation, interpretation, and extrapolation, as well as the five Krulik indicators of problem-solving. (2) students with high logical-mathematical intelligence fulfilled the three indicators of concept understanding, namely indicators of translation and interpretation, with 4 of 5 indicators of problem-solving according to Krulik and Rudnik fulfilled, (3) students with low logical-mathematical intelligence fulfilled one of the three indicators of concept understanding, namely indicators of translation, with 3 of 5 indicators of problem-solving according to Krulik and Rudnik fulfille. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa SMA ditinjau dari kecerdasan matematis logis. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang siswa yang masing-masing dari kelompok siswa dengan kecerdasan matematis logis tinggi, sedang dan rendah. Indikator pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini merupakan indicator pemahaman konsep menurut Bloom, yaitu Penerjemahan (translation), Penafsiran (Interpretation), Ekstrapolasi (extrapolation) dengan prosedur pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes dan wawancara. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menyatakan bahwa (1) siswa dengan kecerdasan matematis logis tinggi memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan, penafsiran, dan ekstrapolasi dengan 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi, (2) siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan, dan penafsiran dengan 4 dari 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi, (3) siswa dengan kecerdasan matematis logis rendah memenuhi satu dar tiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan dengan 3 dari 5 indikator pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnik terpenuhi.
PENDAMPINGAN TRY OUT PADA SISWA SEBAGAI ASSESSMENT BELAJAR MATEMATIKA Suryanti, Suryanti; Sidik, Riki Suliana Ranggawati; Pramesti, Cicik; Sari, Ayu Silvi Lisvian
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v4i1.6242

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMA pada mata pelajaran matematika adalah kurang mendapat hasil belajar yang memuaskan dan banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang menyebabkan siswa kurang latihan menyelesaikan soal. Sehingga guru perlu memberikan penguatan materi di antaranya dengan mengadakan latihan soal melalui kerjasama dengan Unipa Kampus Blitar khususnya Prodi Pendidikan Matematika dengan mengadakan try out matematika. Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan siswa dalam mengikuti penilaian akhir semester sehingga mendapat nilai dengan baik. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengembangan soal-soal evaluasi, dan penerapan asesmen belajar matematika yang langsung dapat diterapkan di masyarakat. Selain itu pada pengembangan pembelajaran matematika, kegiatan ini untuk mengetahui kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Manfaat yang diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa lebih mengetahui kemampuan dirinya dalam penguasaan materi dan berupaya untuk lebih mendalami materi-materi yang dianggap masih kurang dikuasai. Metode dalam kegiatan ini adalah memberikan try out matematika. Kegiatan diawali dengan perijinan, menentukan jadwal kegiatan, melaksanakan try out, mengumunkan hasil dan membahas beberapa soal.
Diseminasi Pertanyaan Pemantik Menuju Pembelajaran Bermakna Pramesti, Cicik; Sidik, Riki Suliana Ranggawati; Suryanti; Sari, Ayu Silvi Lisvian; Yunaini, Fitria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Khaira Ummah Vol. 2 No. 01 (2023): Khaira Ummah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/khairaummah.02012023.4

Abstract

Siswa membutuhkan stimulus untuk aktif dalam menyampaikan hasil pemikirannya mengenai sesuatu hal. Stimulus yang diberikan dapat berupa pertanyaan pemantik (merupakan salah satu fokus pada pembelajaran kurikulum merdeka). Melalui pertanyaan pemantik, siswa dapat menyampaikan pemikirannya dalam bentuk pernyataan maupun pertanyaan. Sehingga guru harus mampu mendesign pertanyaan pemantik yang mengarahkan pada pembelajaran bermakna. Mendesign pertanyaan pemantik diperlukan tiga tahapan, yakni: menulis ide, merumuskan pertanyaan pemantik berdasarkan ide, dan menyusun pemahaman bermakna. Dengan pembelajaran bermakna loos learning yang terjadi selama kurang lebih dua tahun akan segera dapat teratasi. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penguatan melalui pelatihan dalam mendesign pertanyaan pemantik kepada guru-guru. Kemampuan guru dalam mendesign pertanyaan pemantik menjadi kunci dalam mengembangkan pembelajaran bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi: sharing bersama guru-guru, praktik dan pendampingan dalam mendesign pertanyaan pemantik. Hasil kegiatan pengabdian berupa desiminasi ini guru-guru lebih mampu mendesign pertanyaan pemantik untuk memberikan pemahaman bermakna kepada siswa. Kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dari para guru yang dibuktikan dengan kehadiran semua guru sebagai peserta. Respon peserta juga sangat bagus, yang dapat dilihat dari keaktifannya pada saat mendesign pertanyaan pemantik dan tanya jawab. Pada akhir kegiatan diperoleh data lebih dari 80% peserta menyatakan puas dengan adanya kegiatan desiminasi pertanyaan pemantik ini.
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Bangun Ruang Sisi Datar Kristiani, Kristiani; RS, Riki Suliana; Rahma, Fatma Noordinar
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika (JIPM) Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Prodi Matematika STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jipm.v3i2.221

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita bangun ruang sisi datar. Keterampilan berpikir kritis ini menggunakan indikator dan tahapan berpikir kritis meliputi menganalisis, mensintesis, mengenal dan memecahkan masalah, menyimpulkan dan mengevaluasi dan menilai. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Siswa dibagi dalam tiga kelompok yaitu kemampuan tinggi, sedang dan kemampuan rendah. Subjek penelitian 3 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dalam kategori tinggi menunjukkan keterampilan cukup kritis, siswa dalam kategori kemampuan sedang pada kategori cukup kritis dan siswa yang kemampuan rendah pada kategori tidak kritis.
SOSIALISASI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR SEBAGAI WADAH BELAJAR DAN BERKREASI GURU Ayu Silvi Lisvian Sari; Cicik Pramesti; Suryanti; Riki Suliana R.S.
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no01.a6105

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan penguatan terhadap guru tentang implementasi kurikulum merdeka khususnya tentang Tentang Platform Merdeka Mengajar. Pada platform tersebut terdapat beberapa menu untuk guru berkreasi, yaitu: Asessmen Murid, Perangkat Ajar, Bukti Karya, Pelatihan Mandiri, Video Inspirasi dan Komunitas. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada Bapak Ibu guru UPT SD Negeri Tepas 03 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan sharing bersama secara langsung di Aula UPT SD Negeri Tepas 03 yang kemudian dilanjutkan dengan praktik membuka platform merdeka mengajar dan tanya jawab. Hasil kegiatan sosialisasi diharapkan bapak ibu guru di SD Negeri Tepas 03 dapat lebih memahami dan dapat menggunakan menu-menu pada platform merdeka mengajar untuk menunjang implementasi kurikulum merdeka.Antusiasme peserta terhadap kegiatan sosialisasi ini sangat tinggi yang dapat dilihat dari jumlah kehadiran peserta yaitu sebanyak 13 orang dari target 15 orang yang terdiri dari Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Kesamben, Kepala Sekolah UPT SD Negeri Tepas 03, guru-guru di UPT SD Negeri Tepas 03, serta mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 3 yang bertugas di SDN Tepas 03. Antusias warga juga dapat dilihat pada saat penyampaian materi banyak peserta yang melontarkan pertanyaan kepada pemateri sehingga suasana menjadi semangat.
Implementasi Prinsip Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PPKN pada Siswa Kelas X di SMAN 4 Blitar Wisnu Fataaz Dzaki; Dwi Retnani Srinarwati; Riki Suliana
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1411

Abstract

Indonesia, as a country whose population adheres to various religions, faces a high risk of religious intolerance. As an effort to address conflicts rooted in religious intolerance, it is necessary to foster an attitude of religious moderation based on the principles of justice, balance, and tolerance. One way to implement the principles of religious moderation is through Civics education for students. The purpose of this research is to describe the implementation of the principles of religious moderation in Civic learning for Grade X students at SMAN 4 Blitar. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques employed are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings show that the implementation of the principles of religious moderation in Civics learning for Grade X students at SMAN 4 Blitar is carried out throughout various learning processes. The principles of justice and balance are applied in student grouping activities as well as in the assessment stage. Meanwhile, discussion activities using the jigsaw learning method serve as the main activity in applying the principles of religious moderation in Civics learning at SMAN 4 Blitar.
Analisis Nilai Gotong Royong dalam Program Bank Sampah “Segar“ di Kelurahan Bendogerit Kota Blitar Nurul Eka Fitria; Dwi Retnani Srinarwati; Riki Suliana RS
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1454

Abstract

Indonesia is experiencing an identity crisis that is seen from the fading values ​​such as the spirit of struggle, togetherness or mutual cooperation, concern, and unity. This study aims to describe how the value of mutual cooperation is applied between members of the management in the "Segar" Waste Bank program in Bendogerit Village, Sanawetan District, Blitar City. This study uses a qualitative method with interview, observation, and documentation techniques involving the chairman, vice chairman, secretary, and two members of the waste bank management. The data collected were analyzed by summarizing information, presenting data, and drawing conclusions. To ensure data accuracy, a comparison was made between the results of interviews, observations, and documentation so that the research results were more reliable.The results of the study show that: (1) Voluntary and responsible, seen from the active involvement of the management in collecting and sorting waste together. (2) The spirit of mutual assistance, seen in cooperation between members in carrying out waste bank activities, including dividing tasks and helping each other when facing difficulties. (3) Strengthening unity and togetherness in social life and the community environment, which is seen from the increasingly close social relations between residents. By working together in sorting waste, residents become more familiar and united. They also learn to respect each other's opinions and find solutions together when differences occur. This study proves that members of the "Segar" Waste Bank management in Bendogerit Village have implemented mutual cooperation values ​​in carrying out the activity process, by prioritizing cooperation, responsibility, and concern for the environment and the surrounding community.