cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020)" : 14 Documents clear
THE CHARACTER ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTERS AND THE SUBORDINATE CHARACTERS IN DILAN 1990 MOVIE AS A STUDY OF LITERARY PSYCHOLOGY Meiva Eka Sri Sulistyawati; Chodidjah; Adelia Taufinata
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1057

Abstract

Cinema and Literature are two distinct but equally extraordinary works of art. Though both these arts have certain connections and differences, both have a similarity of taking its readers/audience to a different world. The purpose of this study is to analyze the characters of the main and subordinate characters through a review of a study of literary psychology. The data source in this study uses a film entitled Dilan 1990 which is created by Pidi Baiq. The research methodology used in this study is descriptive qualitative using the library method and also structural assessment in making work designs. In connection with the results of the analysis of this study it can be recommended that this analysis be suitable to be presented to us since it has many positive values to give us a lesson. Like loving each other, being honest, and achieving the highest achievement. Key Words: cinema, film, literature, literary psychology, library method
KESALAHAN PRODUKSI KALIMAT PADA LOMBA DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA TAHUN 2018 Dwi Utari; Nur Aini Puspitasari
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1065

Abstract

This research aims to describe sentence production errors especially pause and tongue slips in the 2018 Student Constitutional Debate Competition. The benefits of research for the researcher are to deepen knowledge about language, especially errors in the production of sentences, and for the reader to give knowledge to the public about the study of psycholinguistics in producing a sentence and broaden the insight into language about sentence production. Descriptive qualitative method was used in this study. This research used source data of 2018 Student Constitutional Debate Competition semifinal one and final one video. In this study the tapping technique was used for the data collection technique. Based on the results of data management and analysis, the sentence production errors contained in the 2018 Student Constitution Debate Contest video are (1) Breathing pause, (2) Doubt pause, (3) Malaproprism, (4) Transposition tongue slip, (5) Anticipation tongue slip, (6) Perseveration tongue slip. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan produksi kalimat terutama senyapan dan kilir lidah pada Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa Tahun 2018. Manfaat penelitian bagi peneliti adalah untuk memperdalam pengetahuan mengenai bahasa khususnya kesalahan produksi kalimat dan bagi pembaca yaitu untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang kajian Psikolinguistik dalam memproduksi suatu kalimat serta memperluas wawasan kebahasaan mengenai produksi kalimat. Dalam penelitian digunakan metode berupa desktiptif kualitatif. Penelitian menggunakan sumber data berupa video Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa tahun 2018 babak semifinal satu dan final satu. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik sadap catat. Berdasarkan hasil pengelolaan dan analisis data, kesalahan produksi kalimat yang terdapat dalam video Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa Tahun 2018 yaitu (1) Senyapan pernapasan, (2) Senyapan keraguan, (3) Kilir lidah malaproprisme, (4) Kilir lidah transposisi, (5) Kilir lidah antisipasi, (6) Kilir lidah perseverasi. Kata Kunci: Kesalahan Produksi Kalimat, Debat, Kilir Lidah, Senyapan
FRASA KETERANGAN: WUJUD, JENIS, DAN JANGKAUAN SEMANTIS DALAM TEKS MEMOAR MENJADI PEGIAT LITERASI Laily Rahmatika; Agus Budi Wahyudi
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1110

Abstract

Memoar is a record of the journey of individual life story after being written to be a very memoriable creation. This research is about adverbial phrase (FKet.) in memoar teks. The objectives of the research (1) Determine the construction form of FKet. in Memoar Menjadi Pegiat Literasi text. (2) Describe the types of FKet. Memoar Menjadi Pegiat Literasi text. (3) Formulate the semantic range (homonymy system) of FKet in Memoar Menjadi Pegiat Literasi text. This type of research is a qualitative description. Data is in the form of sentences containing FKet. derived from written data sources. Data collection techniques used refer to the technical read and note. The analysis uses the split method and the referential equivalent The Results: (1) FKet construction form in the form of FKet construction of exocentric place, FKet construction form in the form of exocentric and apositive. 2) FKet type in the form of place, time, method, accompaniment, and cause. (3) semantic range (homonymy system) in Memoar Menjadi Pegiat Literasi text based on time and place. Abstrak Memoar sebagai catatan perjalanan kisah hidup seseorang, setelah ditulis menjadi ciptaan yang sangat berkesan. Penelitian ini mengenai frasa keterangan (FKet.) dalam teks Memoar. Tujuan penelitian (1) Menentukan wujud kontruksi FKet. dalam teks Memoar Menjadi Pegiat Literasi. (2) Mendeskripsikan jenis FKet. dalam teks Memoar Menjadi Pegiat Literasi. (3) Memformulasikan jangkauan semantis (sistem homonimi) FKet. dalam teks Memoar Menjadi Pegiat Literasi. Jenis penelitian deskripsi kualitatif. Data berupa kalimat yang mengandung FKet. yang berasal dari sumber data tertulis. Teknik pengumpulan data digunakan teknis simak dan catat. Metode analisis yang digunakan yaitu metode agih dan padan referensial. Hasil penelitian (1) Wujud kontruksi FKet. dalam teks memoar berupa frasa eksosentrik dan frasa apositif. 2) Jenis FKet. berupa tempat, waktu, cara, penyerta, dan sebab. (3) Jangkuan semantis (sistem homonimi) FKet. dalam teks Memoar Menjadi Pegiat Literasi dapat diformulasikan berdasarkan waktu dan tempat. Kata Kunci: Wujud FKet., Jenis FKet., Jangkauan Semantis FKet., Teks Memoar
KODE-KODE BUDAYA DALAM FABEL MASYARAKAT ACEH Yulsafli Yulsafli
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1111

Abstract

This study is entitled "Cultural Code in the Aceh Community Fable". The formulation of the problem in this research is how is the cultural code in the Acehnese fable? To describe the cultural code in the Acehnese fable. The benefit of this research for the researchers themselves is that they can add insight into the literary codes contained in the Acehnese fable and as an input in studying and studying literature, especially fables. Sources of research data are the Acehnese fable, namely (1) Shearing Abang Gajah (Gayo), and (2) Carito Sang Nago Jo Tuanku Tapa (Jamee), (3) Origin of Monkeys (Simeulue), and (4) White Buffalo (Buffalo) ( Simeulue), and (5) Palandok (The Mouse Deer). The method used in this research is descriptive method. The data collection technique used in this study is the documentation technique. The data in this study were obtained from the book Collection of Oral Literature by Budiman Sulaiman in the 2000 issue. Based on the data processing and analysis, it was concluded that in the five fables analyzed there were various cultural codes, namely icons, symbols and indexes. An icon is a physical object (two or three dimensions) that resembles what it represents, a symbol is something or a condition that leads the subject's understanding of the object, while an index is a sign that is present sociatively due to the presence of a fixed characteristic reference relationship. Cultural codes in the Acehnese fable are very important, especially in shaping the character of children. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kode budaya dalam masyarakat Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi.Data penelitian ini bersumber dari buku Kumpulan Fabel Masyarakat Acehyang ditulis oleh Budiman Sulaiman. Fabel yang dipilih berjumlah lima judul yang terdapat di Aceh, yaitu (1) Geser Geser Abang Gajah (Gayo), dan (2) Carito Sang Nago Jo Tuanku Tapa (Jamee), (3) Asal Mula Monyet (Simeulue), dan (4) Kerbau Putih (Simeulue), dan (5) Palandok (Si Kancil).Berdasarkan pengolahan dan analisis data diperoleh simpulan bahwa dalam dalam kelima fabel yang dianalisis tersebut terdapat bermacam-macam kode budaya, yaitu ikon, simbol, dan indeks.Ikon adalah sesuatu benda fisik yang menyerupai apa yang dipresentasikannya, simbol adalah sesuatu hal atau keadaan yang memimpin pemahaman si subjek kepada objek, sedangkan indeks adalah tanda yang hadir secara asosiatif akibat terdapatnya hubungan ciri acuan yang sifatnya tetap.Kode budaya dalam fabel masyarakat Aceh sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak baik sebagai individu, sebagai warga masyarakat, dan sebagai warga negara yang baik. Kata Kunci : Kode, Budaya, Fabel
TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 NISAM Sari Amfusina; Ririn Rahayu; Iba Harliyana
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1114

Abstract

Research entitled "Locus, Illocution, and Perlocution Speech Acts in Indonesian Language Teachers in SMA Negeri 1 Nisam". This study aims to describe the locus, illocution, and percocutionary acts of speech in Indonesian language teachers in SMA Negeri 1 Nisam. This research approach is a qualitative approach. The method used is a descriptive qualitative method. The data of this study were in the form of speeches by Indonesian language teachers which took place at SMA Negeri 1 Nisam. The data sources of this study were Indonesian language teachers who taught in class X IPS 1, X IPS 2, X IPA I, XI IPS 1, XI IPS 2, XII IPA 1, and XII IPS 3 in SMA Negeri 1 Nisam. Data collection is done through the technique of recording, listening, and note taking. The data analysis technique of this study used descriptive notes. The results of this study indicate that Indonesian Language teachers at SMA Negeri 1 Nisam actively use several types of speech acts in the process of teaching and learning activities. The speech acts used by Indonesian language teachers at SMA Negeri 1 Nisam consist of three types, namely locution, illocution, and perlocution. First, the speech acts used by Teacher A contain locus and illocutionary speech acts. Second, the speech acts used by teacher B contain locus and illocutionary speech acts. Third, the speech acts used by teacher C contain acts of locution, illocution, and perlocution. Abstrak Penelitian yang berjudul “Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Data penelitian ini berupa tuturan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berlangsung di SMA Negeri 1 Nisam. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X IPS 1, X IPS 2, X IPA I, XI IPS 1, XI IPS 2, XII IPA 1, dan XII IPS 3 di SMA Negeri 1 Nisam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan catatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam secara aktif menggunakan beberapa jenis tindak tutur dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Tindak tutur yang digunakan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam terdiri atas tiga jenis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pertama, tindak tutur yang digunakan oleh guru A mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi. Kedua, tindak tutur yang digunakan guru B mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi. Ketiga, tindak tutur yang digunakan guru C mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, Perlokusi
RELASI MAKNA ANTARKALIMAT DALAM WACANA BERITA BBG NEWS Harfiandi
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1117

Abstract

This study is purposed to describe the meaning of inter sentences relation in the discourse context of BBG news. The data is derrived from the BBG news discourse sentences. It is a descriptive qualitative method that data collection was taken from BBG news documentation published in the June 2020 edition. The analysis procedures were started from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The main instrument of this study is the researcher itself that analyzes the data with referential matching techniques. Based on data analysis, it is found that there are relations between the meaning of anonymous, holonym, hypernim, hyponym, synonym, and antonym. In classifying data, it is done by sorting sentences to see the relationship of meaning. As determined, interalimatal relations are formed by processing intergral relationships from the totality of sentence information, the existence of hierarchical relationships above and below, relations of disagreement, and relations of equality in the formation of discourse in the news. Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hubungan makna antarkalimat dalam wacana BBG News. Data ini berupa kalimat dalam pembentukan wacana berita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi berita yang terbit pada edisi bulan Juni 2020. Analisis yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang melakukan analisis terhadap data dengan teknik padan referensial. Berdasarkan analisis data, terdapat jenis relasi makna meronim, holonim, hipernim, hiponim, sinonim, dan antonim. Dalam penglasifikasian data, dilakukan dengan pengurutan kalimat untuk melihat hubungan makna. Sebagaimana yang ditentukan, hubungan antarkalimat terbentuk dengan pengolahan hubungan intergral dari kesuluruhan informasi kalimat, adanya hubungan hierarki atas bawah, hubungan pertentangan, dan hubungan persamaan dalam pembentukan wacana dalam berita. Kata Kunci: Relasi Makna, Antarkalimat, Pembentukan Wacana, Berita BBG
PERILAKU ABNORMAL TOKOH AJO KAWIR PADA NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN: Kajian Psikologi Sastra Rerin Maulinda; Wisnu Adi Pratama
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1120

Abstract

A family of liquid literary works an expression of life through a form of language. Literary works were created through the events witnessed and perceived A person about an interesting side of life. Literary works are seen as A container that can present the author's life (Romance and Kusumaningrum, 2018, Hal. 2). One manifestation of the author expression is thought And his imaginative intuition regarding the embodied, which can be observed from In literary works, contained in reference to the ranks, and contained in the main character in the novel's breadth.People whose very different behavior from the norms prevailing in a society called abnormal. Community norm in one society is different from others. So, something different called abnormal. To study about human behavior requires the science of psychology. For learning about human behaviour, we need a science. It is psychology. Which leaning about human character at all. Learning means that we have an effort to know, understand, elaborate, and describe the expression of human personality based on many aspects. This research aims to describe the personality aspect of Ajo Kawir and factors which influence his character in Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas , a novel authored by Eka Kurniawan. So, this paper aims to show that Ajo Kawir has abnormal behaviour. Research focuses on a leading figure in this novel, Ajo Kawir, in a psychology study. Literary psychology is a study of literary works based on psychological theory. Literary and psychological works are closely related, directly and functionally. Indirect links, due to literary and psychological works, have the same object of human life.This research-based on quantity description method. Data which use in this research are sentences and conversations in the story, who describe his behaviour and personality. The result of this research represents the childhod trauma of Ajo Kawir his behaviour, based on mindful theory, is a personality who has a rational soul function; those are mind and feeling. The unconscious approach consists of the things, personal unconscious and collective unconscious. His acts are personal unconscious due to pressure of himself. Therefore, he is compliant to do anything that pressures himself. Even, unconsciously the pressure starts changing his personality. Factors that changing his character are fundamental nature (endogen factor) and environment (exogen factor). Conflict of Ajo Kawir comes from internal and external conflicts. The growing process of Ajo Kawir's personality unconsciously makes Ajo Kawir has abnormal behaviour in society. Sebuah karya sastra merupakan suatu ungkapan kehidupan melalui bentuk bahasa. Karya sastra diciptakan melalui kejadian yang disaksikan dan dirasakan seseorang mengenai sisi kehidupan yang menarik. Karya sastra dipandang sebagai wadah yang dapat merepresentasikan kehidupan pengarang (Asmara dan Kusumaningrum, 2018, p. 2). Salah satu wujud ekspresi pengarang ialah pemikiran dan intuisi imajinatifnya mengenai kepribadian, yang dapat diamati dari tokoh dalam karya sastra, seperti kepribadian yang mengacu pada tingkatan, serta kepribadian pada tokoh utama dalam sebuah novel.Orang yang tingkah lakunya sangat berbeda dari norma yang berlaku dalam suatu masyarakat disebut abnormal. Karena norma-norma tersebut berbeda antara masyarakat satu dengan yang ada di masyarakat lain, suatu perbuatan yang dianggap normal di suatu masyarakat, mungkin dianggap abnormal di masyarakat lain. Untuk mempelajari perilaku manusia membutuhkan ilmu psikologi. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya. Mempelajari perilaku manusia membutuhkan ilmu psikologi. Mempelajari berarti ada usaha mengenal, memahami, menguraikan dan menggambarkan tingkah laku dan kepribadian manusia berdasarkan aspek-aspeknya. Psikologi sastra merupakan pengkajian karya sastra yang berlandaskan oleh teori psikologi. Karya sastra dan psikologi memiliki kaitan yang erat, secara langsung dan fungsional. Kaitan yang tak langsung, karena karya sastra maupun psikologi memiliki objek yang sama yaitu kehidupan manusia. Pada penelitian ini bertujuan unutk mendeskripsikan aspek kepribadian dan faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh Ajo Kawir dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan sehingga menjadi perilaku abnormal. Penelitian berfokus pada tokoh utama Ajo Kawir dalam kajian psikologi. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kalimat dan percakapan-percakapan tokoh Ajo Kawir dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang menggambarkan seperti apa perilaku dan kepribadiannya. Hasil penelitian ini adalah aspek kepribadian Ajo Kawir berdasarkan trauma masa kecil Ajo Kawir. Alam Sadar (kesadaran) merupakan pribadi yang memiliki fungsi jiwa rasional, yakni pikiran dan perasaan. Dalam kesadaran Ajo Kawir juga memiiliki sikap jiwa yang ekstrovert. Berdasarkan Alam Tak Sadar (ketaksadaran) yang dibagi dari ketaksadaran pribadi dan ketaksadaran kolektif. Tindakan- tindakan Ajo Kawir merupakan ketidaksadaran pribadi yang terjadi akibat tekanan yang ada di dalam dirinya sendiri sehingga Ajo Kawir rela melakukan tidakan apapun untuk mencoba melawan tekanan yang ada pada dirinya. Tanpa disadari, tekanan itu bahkan mulai merubah kepribadiannya. Faktor yang mempengaruhi kepribadian Ajo Kawir, yaitu faktor pembawaan dasar (faktor endogen) dan faktor lingkungan (faktor eksogen). Konfik yang dialami Ajo Kawir berasal dari konflik internal dan konflik eksternal. Kata Kunci: Psikologi Analitis, Kepribadian, Perilaku Abnormal Tokoh Ajo Kawir
KAJIAN MAJAS PADA ARTIKEL JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA Hendra Kasmi
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1121

Abstract

This research is about the majas reviewing of the citizens Journalism Articles’ in Serambi Indonesia. The problem of this study is to potray the ideas of the majas citizens Articles’ in Serambi Indonesia Journalism. The purpose of this study is to describe the figurative language aspects of the majas in form of the rubric articles in Serambi Indonesia Journalism. The method used is a descriptive analytical method by using a structural approach technique. The data were collected from the articles in the Journalism Citizens of Serambi Indonesia newspaper. The data were analyzed by using qualitative analysis technique. The results of this study indicated that the articles which is found in the citizen journalism in the Indonesia Serambi newspaper contain a lot of figurative languages, such as the experiences of the writer that is written in a free language style. Then, the dominant of the figurative language used in the citizen journalism articles were the personification and metaphorical majas. Abstrak Penelitian ini berjudul Kajian Majas pada Artikel Jurnalisme Warga Serambi Indonesia. Masalah yang ingin ditelaah adalah tentang gambaran majas pada artikel Jurnalisme Warga Serambi Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek bahasa kiasan yang terdapat pada artikel-artikel rubrik Jurnalisme Warga di Serambi Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah artikel-artikel rubrik Jurnalisme Warga koran Serambi Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa artikel-artikel yang terdapat dalam jurnalisme warga di koran Serambi Indonesia banyak mengandung bahasa kiasan karena tulisan-tulisan artikel tersebut berisi pengalaman penulis yang tentu saja ditulis dengan gaya bahasa bebas. Majas yang dominan terdapat dalam artikel-artikel jurnalisme warga tersebut yakni majas personifikasi dan metafora. Kata Kunci : Majas, Jurnalisme Warga
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI Teuku Mahmud
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1123

Abstract

This study aims to describe the cultural values ​​contained in the Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. Cultural value is very important to be studied in order to preserve the cultural heritage of the people of Aceh so that it can be known by the younger generation and re-cultivated in life in the present. The formulation of the problem raised in this study is how the cultural values ​​contained in the Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. The data source in this research is Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. The selected data is each quotation that has a relation to cultural values ​​in the saga. The approach and method used in this research is a qualitative approach and a descriptive method by describing the facts which are then followed by analysis. The cultural values ​​analyzed in Banta Amat sects are grouped according to five categories, namely (1) cultural values ​​in human relations with God, (2) cultural values ​​in human relations with nature, (3) cultural values ​​in human relations with other humans, (4) cultural values ​​in human relations with society, and (5) cultural values ​​in human relations with oneself. The results showed there were 37 quotations related to cultural values ​​that exist in the Banta Amat saga, namely: (1) Cultural values ​​in the human relationship with God there are 6 values ​​in 24 quotes; a) Give thanks to God 3 quotes, b) Give to Allah the Prophet 1 quote, c) Pray and ask God 9 quotes, d) surrender to God 8 quotes, e) Fear God 1 quote, and f) Obey to worship God 2 quotes, (2) Cultural values ​​in human relations with nature are found in 2 quotations about utilizing the forest, (3) Cultural values ​​in human relations with other humans there are 3 values ​​in 4 quotations; a) respect for others 2 quotes, b) say greetings 1 quote, and c) answer greetings 1 quote, (4) Cultural values ​​in human relations with the community there are 3 quotes namely about mutual care, and (5) Cultural values ​​in relationships humans with themselves there are 3 values ​​in 4 quotes; a) Never give up 2 quotes, b) responsibility 1 quote, and c) hard work 1 quote. Based on the results of the study it can be seen that the cultural values ​​in the human relationship with God are more numerous than the other values. This illustrates that the people of Aceh are religious and devout people who worship God. Suggestions from researchers that the people of Aceh continue to preserve cultural values ​​such as the Banta Amat saga in daily life. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya yang terkandung dalam Hikayat Banta Amat Jilid I dan II Karya T. A. Sakti. Nilai budaya sangat penting untuk dikaji guna melestarikan warisan budaya masyarakat Aceh agar dapat diketahui oleh generasi muda dan kembali dibudidayakan dalam kehidupan pada masa sekarang. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai budaya yang terkandung dalam Hikayat Banta Amat Jilid I dan II Karya T. A. Sakti. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Banta Amat Jilid I dan II karya T. A. Sakti. Data yang dipilih adalah setiap kutipan yang ada kaitannya dengan nilai budaya dalam hikayat. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode deskritif dengan mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Nilai budaya yang dianalisis dalam hikayat Banta Amat dikelompokkan berdasarkan lima kategori, yaitu (1) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, (2) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, (3) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain, (4) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat, dan (5) nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kutipan yang terkait dengan nilai budaya yang ada dalam hikayat Banta Amat, yaitu: (1) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan terdapat 6 nilai pada 24 kutipan; a) Bersyukur kepada Allah 3 kutipan, b) Berselawat kepada Nabi Allah 1 kutipan, c) Berdoa dan memohon kepada Allah 9 kutipan, d) menyerahkan diri kepada Allah 8 kutipan, e) Takut kepada Allah 1 kutipan, dan f) Taat beribadah kepada Allah 2 kutipan, (2) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam terdapat pada 2 kutipan tentang memanfaatkan hutan, (3) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain terdapat 3 nilai pada 4 kutipan; a) menghormati orang lain 2 kutipan, b) mengucapkan salam 1 kutipan, dan c) menjawab salam 1 kutipan, (4) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat terdapat 3 kutipan yaitu tentang rasa saling peduli, dan (5) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri terdapat 3 nilai pada 4 kutipan; a) Pantang menyerah 2 kutipan, b) tanggung jawab 1 kutipan, dan c) kerja keras 1 kutipan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan lebih banyak dari nilai yang lainnya. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Aceh adalah masyarakat yang religius dan taat beribadah kepada Allah. Saran dari peneliti agar masyarakat Aceh terus melestarikan nilai budaya seperti pada hikayat Banta Amat dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Hikayat, Nilai Budaya
NASIONALISME DALAM FILM SURAT KALENG KARYA AZHARI MEUGIT Rismawati; Wahidah Nasution
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1130

Abstract

This article studies about nationalism in the film Tin Can by Azhari Meugit the directed by Fauzan Santa. The film was published in 2018 with a 1950s film background. This film is known for its nationalism content. The scope of this study covers the doctrine of nationalism in the Film Canned Letter. Nationalism that wants to be seen in this research includes the doctrine of nationalism which means nationalism as an idea, concept, ideas, views, and as an understanding that is realized in the form of autonomy, unity, equality, and national identity. The problem in this study was formulated, namely how is nationalism in the Canned Letter Film by Fauzan Santa? This study utilizes the theory of literary sociology with qualitative methods. The data source of this research is the Canned Letter Film by Fauzan Santa. The data in this study are the doctrines of nationalism in the Canned Letter Film by Fauzan Santa in the form of character dialogue, and also visualization of images that support the study material. The results of this study show that the people of Aceh have nationalism in the form of 1) National autonomy refers to the concepts of freedom and liberation in the form of anti-colonial, participatory in national development, and effectiveness in the implementation of national planning. 2) Unity refers to the concept of ideological unity namely Islam, regional unity, namely Indonesia, and cultural and linguistic unity. 3) The similarity possessed by Aceh and Indonesia is the similarity of determination to achieve independence even though multicultural, but nevertheless there is a similarity of determination, equality of descent, language, region, political unity, customs and traditions, and religion that shape the nationalism of the Acehnese. 4) National identity, namely linguistic identity, Indonesian. Furthermore, other national identities include the President of the Republic of Indonesia, the Indonesian People, and the Indonesian People. Abstrak Artikel ini mengkaji tentang nasionalisme di dalam film Surat Kaleng karya Azhari Meugit ini disutradarai oleh Fauzan Santa. Film ini diterbitkan pada tahun 2018 dengan latar film tahun 1950-an. Film ini dikenal dengan muatan nasionalisme di dalamnya. Ruang lingkup kajian ini meliputi doktrin nasionalisme di dalam Film Surat Kaleng. Nasionalisme yang ingin dilihat dalam penelitian ini meliputi doktrin nasionalisme yang bermakna nasionalisme sebagai ide, konsep, gagasan, pandangan, dan sebagai paham yang terwujud dalam bentuk otonomi, kesatuan, kesamaan, dan identitas nasional. Dirumuskanlah masalah dalam kajian ini, yaitu bagaimanakah nasionalisme dalam Film Surat Kaleng karya Azhari Meugit? Kajian ini memanfaatkan teori sosiologi sastra dengan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Film Surat Kaleng karya Azhari Meugit yang disutradarai oleh Fauzan Santa.Yang menjadi data dalam kajian ini adalah doktrin-doktrin nasionalisme dalam Film Surat Kaleng karya Fauzan Santa dalam bentuk dialog tokoh, dan juga visualisasi gambar yang mendukung pada bahan kajian. Hasil kajian ini menunjukkan masyarakat Aceh memiliki nasionalisme dalam bentuk 1) Otonomi nasional merujuk pada konsep kebebasan dan pembebasan dalam bentuk antikolonial, partisipatif dalam pembangunan Nasional, dan efektifitas dalam pelaksanaan perencanaan nasional. 2) Kesatuan merujuk pada konsep kesatuan ideology yaitu Islam, kesatuan wilayah, yaitu Indonesia, dan kesatuan budaya dan bahasa. 3) Kesamaan yang dimiliki Aceh dan Indonesia adalah kesamaan tekad untuk mencapai kemerdekaan meskipun dari multicultural, namun demikian adanya kesamaan tekad, persamaan keturunan, bahasa, daerah, kesatuan politik, adat-istiadat dan tradisi, serta agama yang membentuk nasionalismenya orang Aceh. 4) Identitas nasional, yaitu identitas kebahasaan, Bahasa Indonesia. Selanjutnya, identitas nasional lainnya antara lain, Presiden RI, Bangsa Indonesia, dan Rakyat Indonesia. Kata Kuci: Film, Nasionalisme, Surat Kaleng

Page 1 of 2 | Total Record : 14