cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021)" : 13 Documents clear
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP PADA MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK DI MASA WABAH COVID 19 Muhammad Zikri Wiguna; Dini Hajjafiani
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1387

Abstract

The purpose of this research is to find out the online learning process of students of the Institute of Teacher Sciences of the Republic of Indonesia Pontianak, especially the Indonesian Language and Literature Education Study Program 2021 in the Learning Media course. This research was conducted in one semester. The methods in this study used descriptive methods. The subject of this study was a grade A morning 4th semester student. Data sources are collected from Students. Data collection techniques are interviews, questionnaires, and document studies. The data is analyzed using critical analysis. The results showed that the use of Whatsapp application in the online learning process has a varied influence and difficulty level of students. Based on the results of interviews with students it is known that the online learning process using the Whatsapp application is very petrifying and effectively used in the Online learning process. Similarly, the results of the poll students showed 82.3% results for the learning process, the data analysis can be concluded that the online learning process using whatsapp application is highly recommended and worthy to be used in the online learning process during the Covid 19 Pandemic. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran daring mahasiswa Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Pontianak khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2021 dalam mata kuliah Media Pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam satu semester. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas A Pagi semester 4. Sumber data dikumpulkan dari Mahasiswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, angket, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Whatsapp dalam proses pembelajaran daring memiliki pengaruh dan tingkat kesukaran yang bervariasi dari mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa diketahui bahwa proses pembelajaran daring menggunakan aplikasi Whatsapp sangat membatu dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran Daring. Begitu juga dengan hasil angket mahasiswa menunjukkan hasil 82,3% untuk proses pembelajaran, analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran daring menggunakan aplikasi Whatsapp sangat disarankan dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran daring selama Pandemi Covid 19. Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Dalam Jaringan, Whatsapp
KESANTUNAN TINDAK TUTUR DIREKTIF MODERATOR DALAM DEBAT FINAL PILPRES TAHUN 2019 Nanang Heryana
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1395

Abstract

This research aims to identify, describe, and analyze the politeness of speech acts of the moderator directive the Presidential Election Final Debate in 2019. Method used is descriptive with qualitative approach. Data source is a moderator speech act in debate. Research data are the politeness of the moderator's directive of debate in the form and strategies used in the form of words, phrases and sentences. Data collecting technique used is exposure techniques and documentary data collection tool is video recordings. The explanation technique was used to elaborate the moderator directive form and strategy of speech act politeness in the Final Debate. Data analysis method used the referral method with proficient SBLC and context analysis. Based on the results, there are 160 data in the form of words, phrases, clauses, or sentences which are included in directive speech acts. There are seven forms of moderator speech directives in debate, namely directive speech acts inviting, persuading, requesting, prohibiting, asking, reminding, and ordering. The politeness of directive speech acts can be direct politeness, irreverent politeness, positive politeness, and negative politeness. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis kesantunan tindak tutur direktif moderator dalam Debat Final Pilpres 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari tindak tutur moderator dalam debat. Data yang dihimpun berupa kesantunan direktif moderator debat dalam strategi yang digunakan untuk memilih kata, frasa, dan kalimat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pemaparan dan alat pengumpulan data dokumenter berupa rekaman video. Teknik pemaparan digunakan untuk menguraikan bentuk dan strategi kesantunan tindak tutur direktif moderator dalam Debat Akhir. Analisis data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan analisis konteks. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 160 data berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang termasuk dalam tindak tutur direktif. Ada tujuh bentuk tindak tutur direktif moderator dalam debat, yaitu tindak tutur mempersilakan, mengajak, meminta, melarang, bertanya, mengingatkan, dan tindak tutur memerintah. Kesantunan tindak tutur direktif dapat berupa kesantunan langsung, kesantunan tidak langsung, kesantunan positif, dan kesantunan negatif. Kata Kunci: Kesantunan, Tindak Tutur Direktif, Moderator, Debat
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA Neng Tika Harnia
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1405

Abstract

This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes examines the meaning of denotation, connotation and myths about the meaning of "love" contained in the lyrics of the song. The method used is qualitative interpretive. The collection technique is a document study by obtaining data from various sources relevant to the research. The results of Roland Barthes' semiotic study of Dnanda's song lyrics "Tak Sekedar Cinta" are as follows. The denotation of the song's lyrics “Tak Sekedar Cinta” is the power of love that the songwriters expect from their partner. So the connotative meaning contained in the lyrics of this song is the desire of the songwriter to his partner to maintain his love with loyalty. Meanwhile, the myth contained in the lyrics of this song is that the songwriter wants to say that in every relationship that is built with love, it will last, even though sometimes it hurts. Abstrak Penelitian ini mengkaji mengenai makna cinta pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dalam analisis semiotika Roland Barthes ini mengkaji mengenai makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai makna “Cinta” yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan ialah kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan yaitu studi dokumen dengan pemerolehan data dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil kajian semiotika Roland Barthes pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda adalah sebagai berikut. Makna denotasi dari lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” adalah kekuatan cinta yang penulis lagu harapkan ia dapatkan dari pasangannya. Kemudian makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu ini yaitu keinginan penulis lagu terhadap pasangannya agar menjaga cintanya dengan kesetiaan. Sedangkan mitos yang terdapat dalam lirik lagu ini yaitu penulis lagu ingin mengatakan bahwa dalam setiap hubungan yang dibangun dengan cinta pasti akan abadi walaupun kadang menyakitkan. Kata Kunci: Lirik Lagu, Makna Cinta, Semiotika
PENERAPAN MEDIA GAMBAR MATERI TEKS OBSERVASI PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III MIN 11 BANDA ACEH Khadijah Khadijah
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1406

Abstract

Writing ability in the process often did not get attention. Because in the lifetime of many students were able to read the text but were difficulty writing the text. The students find difficulty to begin and develop the idea or idea into a script. Beside that, the students difficulty writing text in the learning of writing especially write the report text result of teacher observation often limited to one english text book and less gives a reference or example of an observation based resport text from another source. The purpose of the study to find out how the application of media pictures observation of language Indonesia lesson for class III MIN 11 Banda Aceh. This study used a research approach qualitative. The research indicates that used media picture successfully improves students ability in learning writing ability in observation the text. That increase in the from of a students individually is 100 % over 70. Abstrak Kemampuan menulis dalam pelaksanaannya sering tidak mendapat perhatian. Hal itu dikarenakan dalam kesehariannya banyak siswa mampu dalam membaca teks tetapi mengalami kesulitan dalam menulis teks. Siswa kesulitan memulai dan mengembangkan ide atau gagasannya tersebut ke dalam sebuah tulisan. Di samping siswa mengalami kesulitan dalam menulis, dalam pembelajaran menulis terutama menulis teks laporan hasil observasi guru sering kali hanya bersumber dari satu buku teks Bahasa Indonesia, dan kurang memberikan referensi atau contoh tentang teks laporan hasil observasi dari sumber lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan media gambar materi teks observasi pelajaran Bahasa Indonsesia siswa kelas III Min 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan media gambar berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks observasi . Peningkatan itu dalam bentuk siswa secara individual 100% mencapai nilai di atas 70. Kata kunci: Penerapan, Media Gambar, Teks Observasi
ANALISIS DEIKSIS DALAM KUMPULAN CERPEN SENJA, HUJAN, DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA Siti Maemunah; Velayati Khairiah Akbar
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1409

Abstract

Deixis as a pragmatic study in which the meaning of a language must be adapted to the context. This study of deixis is a way to find out the relationship between language and context in the structure of language itself. Not only in daily life, in literary works one of them is short stories, this deixis study is very interesting to study. This study aims to describe the deixis contained in the collection of short stories from the books of Senja, Rain, and Stories that have been finished by Boy Candra. The research method used is descriptive qualitative research method. The data in this study are sentences, or words and dialogues that have elements of person deixis, time deixis, and place deixis. The data collection technique used by the author is a reading and note-taking technique. The steps taken in analyzing the data are grouping the data that has been collected, classifying the data based on the categories and deixis criteria needed, and analyzing the data in the form of a clear and correct description. The results of the study found three types of deixis which became the focus of this study, namely person deixis, place deixis, and time deixis. Abstrak Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik yang pemaknaan suatu Bahasa harus disesuaikan dengan konteksnya. Kajian mengenai deiksis ini merupakan cara untuk mengetahui hubungan antara bahasa dan konteks dalam struktur bahasa itu sendiri. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, dalam karya sastrapun salah satunya cerpen, kajian deiksis ini sangat menarik dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang deiksis yang terdapat pada buku Kumpulan Cerpen Senja, Hujan, dam Cerita Yang Telah Usai karya Boy Candra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk data dalam penelitian ini adalah kalimat, atau kata serta dialog yang memiliki unsur deiksis persona, deiksis waktu, dan deiksis tempat. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik baca dan catat. Adapun langkah – langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah mengelompokkan data yang sudah dikumpulkan, mengklasifikasi data berdasarkan katagori dan kreteria deiksis yang dibutuhkan, dan menganalisis data dalam bentuk deskripsi secara jelas dan benar. Hasil penelitian ditemukan tiga jenis deiksis yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu. Kata Kunci: Cerpen, Deiksis, Pragmatik
ANALISIS STRATEGI BERTANYA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 SEUNUDON KABUPATEN ACEH UTARA Azhari Azhari; Helmiyadi Helmiyadi; Ririn Rahayu
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1411

Abstract

This study aims to describe the questioning strategy used by teachers in learning Indonesian at SMP Negeri 1 Seunudon, North Aceh Regency. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. The subject of this research is a teacher in the field of Indonesian language studies at SMP Negeri 1 Seunudon. Meanwhile, the object of this research is the question used by the teacher in learning. Research data can be in the form of types of teacher questions that are asked using strategies. To obtain data, this study used observation and recording techniques. Based on the results of the study, teachers in the field of Indonesian language studies at SMP Negeri 1 Seunudon, North Aceh Regency actively use several questioning strategies in asking questions to students by referring to the theory that the author uses. First, the waiting time strategy, which is the most dominant length of time given as a teacher strategy is 1-3 seconds and with 3-5 seconds it is only used for some questions (B1). Second, strengthening strategy (B2). This strategy is also known as giving rewards or awards. This strategy is done by giving some expressions that can make students feel happy, such as: very good, very true, and a hundred for you. Third, the strategy of exploring questions (B3). This strategy is used by providing follow-up questions taken from students' answers and then used as questions. The use of this strategy aims to make students convey the information that is known in full, and Fourth, the interaction equation strategy (B4). Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang strategi bertanya yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Seunudon Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi Bahasa Indonesia yang ada di SMP Negeri 1 Seunudon. Sedangkan, objek penelitian ini adalah pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran. Data penelitian dapat berupa jenis-jenis pertanyaan guru yang diajukan dengan menggunakan strategi. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan rekam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa guru bidang studi Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Seunudon Kabupaten Aceh Utara secara aktif menggunakan beberapa strategi bertanya dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan mengacu pada teori yang penulis gunakan. Pertama, strategi waktu tunggu, yaitu lama waktu yang paling dominan diberikan sebagai strategi guru adalah 1-3 detik dan dengan waktu 3-5 detik hanya digunakan untuk beberapa pertanyaan (B1). Kedua, strategi penguatan (B2). Strategi ini disebut juga dengan pemberian reward atau penghargaan. Strategi ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa ungkapan yang dapat membuat siswa merasa senang, seperti: bagus sekali, betul sekali, dan seratus buat kamu. Ketiga, strategi pertanyaan menggali (B3). Strategi ini digunakan dengan cara memberikan pertanyaan lanjutan yang diambil dari jawaban siswa kemudian dijadikan sebagai pertanyaan. Penggunaan strategi ini bertujuan agar siswa menyampaikan informasi yang diketahui secara lengkap, dan Keempat, strategi persamaan interaksi (B4). Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Strategi Bertanya
NILAI SOSIAL DALAM PERMAINAN TRADISIONAL BETAWI : (Kajian Antrpolinguistik) Ayu Wijiastuti; Nur Aini Puspitasari
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1421

Abstract

Playing games is an activity favored by children, but digital games are becoming more popular rather than traditional games which contain more benefits, one of the benefits of traditional games is social values. This study aims to describe the social values ​​of Betawinese traditional through anthropolinguistic approach. This study is focused on five Betawinese traditional games, which is dampu, permainan karet, wak wak gung, galasin, and tuk tuk ubi. Using qualitative description is the method in this research that will describe the form of social values ​​ and ethnographic approach, this study tries to describe the form of social values found in the five Betawinese traditional games. The data were taken using non-participatory observation techniques on children playing traditional Betawi games in Kampung Makasar, East Jakarta, which was also the source of the data. The results of this study indicate that from the verbal and nonverbal communication of the players during games there are social values ​​in the form of harmony, discipline, affection, kinship, tolerance, and cooperation. Abstrak Bermain permainan merupakan kegiatan yang disukai oleh anak-anak, tetapi diera globalisasi permainan digital lebih digemari dari pada permainan tradisional yang memiliki banyak manfaat, salah satunya kandungan nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan nilai sosial dalam permainan tradisional Betawi dengan pendekatan antropolinguistik. Permainan tradisional Betawi difokuskan pada lima permainan yaitu dampu, lompat karet, wak wak gung, galasin, dan tuk tuk ubi. Kualitatif deskripsi menjadi metode pada penelitian ini yang akan mendeskripsikan bentuk nilai sosial yang terdapat pada lima permainan tradisional Betawi dengan pendekatan etnografi. Data diambil dengan teknik observasi non partisipasi pada anak-anak yang bermain permainan Tradisional Betawi di Kampung Makasar Jakarta Timur yang juga sebagai sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan dari komunikasi verbal dan nonverbal para pemain selama bermain terdapat nilai sosial berupa kerukunan, disiplin, kasih sayang, kekeluargaan, toleransi, dan kerja sama. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Nilai Sosial, Antropolinguistik, Betawi
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA SMA NU-1 MODEL SUNGELEBAK KARANGGENENG LAMONGAN Mustofa Mustofa; Bisarul Ihsan
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1422

Abstract

This scientific writing aims to examine learning the ability to write drama scripts using image media. Based on the explanations above, it can be stated that the research objectives are to determine student activity, teacher activity, student responses, and student learning completeness in writing drama scripts using picture media. This research was conducted in Class XI SMA NU-1 MODEL Sungelebak Karanggeneng, Lamongan Regency, amounting to 41 students who have different characteristics. This research was conducted collaboratively which was carried out based on teacher activities, student activities, and students' abilities in writing drama scripts using picture media. Data collection techniques used observation and tests. Based on the research results, it is known that learning with picture media is very effective to be applied to the material of writing drama scripts in terms of: (1) student activity is at an effective level with a positive activity percentage of 93.745%. (2) teacher activity is at a very effective level with an average active teacher activity of 90.93 which is in the good category. (3) student responses are at the effective level with a positive response percentage of 86.178%. (4) student learning completeness is at an effective level with classical learning completeness of 90.243%, so that it meets classical completeness ≥70. With the research results, it can be taken into consideration by all educators to apply learning to write drama scripts using image media in learning activities. Abstrak Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk meneliti pembelajaran kemampuan menulis naskah drama dengan media gambar. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelas XI SMA NU-1 MODEL Sungelebak Karanggeneng Kabupaten Lamongan yang berjumlah 41 siswa dengan karakteristik berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif yang dilaksanakan berdasarkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan kemampuan sisiwa dalam menulis naskah drama dengan menggunakan media gambar. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran dengan media gambar sangat efektif untuk diterapkan pada materi menulis naskah drama ditinjau dari: (1) aktivitas siswa berada pada tingkat efektif dengan presentase aktivitas positifnya sebesar 93,745%. (2) aktivitas guru berada pada tingkat sangat efektif dengan rata-rata aktivitas guru aktif sebesar 90,93 yang termasuk dalam kategori baik. (3) respon siswa berada pada tingkat efektif dengan presentase respon positifnya sebesar 86,178%. (4) ketuntasan belajar siswa berada pada tingkat efektif dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 90,243%, sehingga memenuhi ketuntasan klasikal ≥70. Dengan adanya hasil penelitian, maka bisa dijadikan pertimbangan oleh semua pendidik untuk menerapkan pembelajaran menulis naskah drama dengan menggunakan media gambar dalam kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Menulis, Naskah Drama, Media Gambar
ANALISIS NILAI PATRIOTISME NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN KARYA AYI JUFRIDAR Nurjannah Nurjannah; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1428

Abstract

This research aims to describe the value of patriotism in the novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar. This research is qualitative descriptive. The data in this research are sentences containing the value of patriotism in the novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar. The data source is the novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar. Data collection techniques used literature review and reading-note techniques. The data analysis technique in this study uses flow analysis technique which include three components, such as data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that there was a value of patriotism in the novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar. The value of patriotism for loving the homeland is 8 data, willing to sacrifice is 23 data, emphasizes unity, integrity and safety of the nation above personal interest is 7 data, patriotism with a reformer spirit is 10 data, and never giving up is 22 data. The most value of patriotism in the novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar is willing to sacrifice totaling 23 data. The least value of patriotism is emphasizes unity, integrity and safety of the nation, which also amounts to 7 data in the novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai patriotisme novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah kalimat-kalimat yang mengandung nilai patriotisme dalam novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar. Sedangkan sumber datanya ialah novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik kepustakaan dan teknik baca-catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis mengalir yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai patriotisme dalam novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar. Nilai patriotisme cinta tanah air berjumlah 8 data, rela berkorban 23 data, mementingkan persatuan dan kesatuan serta keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi berjumlah 7 data, nilai patriotisme berjiwa pembaharu 10 data, serta nilai pantang menyerah berjumlah 22 data. Nilai patriotisme yang dominan dalam novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar adalah nilai patriotisme rela berkorban berjumlah 23 data. Sedangkan nilai patriotisme yang minim adalah nilai patriotisme mementingkan persatuan dan kesatuan serta keselamatan bangsa juga berjumlah 7 data dalam novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman karya Ayi Jufridar. Kata Kunci: Analisis, Nilai, Patriotisme, Nilai Patriotisme, Novel
ANALISIS EKOKRITIK DALAM NOVEL KEKAL KARYA JALU KANCANA Apriyanti Sihotang; Een Nurhasanah; Slamet Triyadi
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i2.1482

Abstract

This research is motivated by the amount of environmental damage that occurs and the lack of understanding of the position of humans with the natural environment, this study aims to build awareness to care for the universe so that it can form a generation that cares and loves its environment. This study describe (1) the intrinsic elements of the novel Kekal by Jalu Kancana, (2) the environmental crisis in the novel Kekal by Jalu Kancana with an ecocritical approach. This study uses an approach with descriptive analysis method, which presents facts in the form of descriptions. The theory used in this research is Nurgiyantoro's intrinsic theory and literary ecocriticism, Greg Garrard's environmental crisis. The subject of this research is the novel Kekal by Jalu Kancana, the object of this research is the intrinsic elements and forms of environmental crisis in the novel Kekal by Jalu Kancana. The results of this study are: (1) intrinsic theory of the novels include the theme of environmental damage; a plot divided into five stages; characters and characterizations include Alit, Pepep, Tama, Alit's father, Mr. Murat, Kastia, Riski, Triyogo and Hassan; the background consists of place setting, namely Bandung and the area on the island of Sumatra, time setting (Morning, Afternoon, Evening, Four years ago, September, 2017), socio-cultural background (life habits of people who do not take care of the natural environment); the point of view of the main character's "I" first persona; language includes language variations and figure of speech; moral or mandate, namely loving the natural environment, (2) The environmental crisis in Jalu Kancana's Eternal novel includes Pollution, Wilderness, Apocalypse, Dwelling, Animals, Earth. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi dan kurangnya pemahaman mengenai kedudukan manusia dengan lingkungan alam, serta membangun kesadaran untuk merawat alam semestra hingga dapat membentuk generasi yang peduli dan cinta dengan lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur intrinsik novel Kekal karya Jalu Kancana, (2) krisis lingkungan dalam novel Kekal karya Jalu Kancana dengan pendekatan ekokritik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, yaitu menyajikan fakta-fakta dalam bentuk deskripsi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori unsur intrinsik Nurgiyantoro dan ekokritik sastra, krisis lingkungan Greg Garrard. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Kekal karya Jalu Kancana, objek penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsik dan bentuk krisis lingkungan dalam novel Kekal karya Jalu Kancana. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Unsur intrinsik novel meliputi tema yaitu kerusakan lingkungan; plot yang terbagi dalam lima tahapan; tokoh dan penokohan di antaranya Alit, Pepep, Tama, Ayah Alit, Pak Murat, Kastia, Riski, Triyogo dan Hassan; latar terdiri dari latar tempat yaitu Bandung dan beberapa daerah di pulau Sumatra, latar waktu (Pagi, Siang, Malam, Empat tahun yang lalu, Bulan September, Tahun 2017), latar sosial budaya (kebiasaan hidup masyarakat yang tidak menjaga lingkungan alam); sudut pandang persona pertama “aku” tokoh utama; bahasa meliputi variasi bahasa dan majas; moral atau amanat yaitu mencintai lingkungan alam, (2) Krisis lingkungan dalam novel Kekal karya Jalu Kancana meliputi Pencemaran (Pollution), Hutan belantara (Wilderness), Bencana (Apocalypse), Perumahan/tempat tinggal (Dwelling), Binatang (Animals), Bumi (Earth). Kata Kunci: Novel, Unsur Intrinsik, Ekokritik Sastra

Page 1 of 2 | Total Record : 13